Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga saya dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga
makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca dalam memahami makalah ini
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Implus Didefinisikan sebagai besarnya perubahan momentum yang disebabkan oleh

gaya yang terjadi pada waktu singkat. Definisi lain dari impuls (diperoleh dari penurunan Hukum

II Newton) adalah hasil kali antara gaya singkat yang bekerja pada benda dengan waktu kontak

gaya pada benda (biasanya sangat kecil).

Berdasarkan definisi di atas, momentum dan implus sering terjadi dalam kehidupan

kita sehari-hari, maka penting bagi kita untuk mempelajari momentum dan implus untuk

mengetahui sebab akibat dari setiap kejadian dalam kehidupan sehari-hari.

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakan dia atas maka rumusan masalah dari makalah ini adalah :

a. Apa pengertian momentum dan implus ?

b. Kejadian apa saja dalam ke hidupan sehari-hari yang berhubungan dengan momentum dan

implus ?

c. Bagaimanakah cara memecahkan masalah mengenai momentum dan implus?

C. Tujuan penelitian

a. Untuk mengetahui apa defenisi dari momentum dan immplus.

b. Memahami cara untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan momentum dan implus.

c. Memahami kejadian yang berkaitan dengan momentum dan implus.


BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sebelum kita mengetahui latar belakang pembahasan Impuls dan

Momentum Linear maka terlebih dahulu kita pahami apa yang dimaksud dengan Impuls dan

Momentum Linear. Impuls adalah besaran vektor yang arahya sejajar dengan arah ga ya dan

M en yebabkan perubahan m om ent um dan Mom ent um Linear adalah momentum yang

dimiliki benda-benda yang bergerak pada lintasan lurusPernahkah menyaksikan tabrakan antara

dua kendaraan di jalan. apa yang t erj adi keti ka dua kendaraan bert abrakan. kondi si

m obil at au sepeda m ot or mungkin hancur berantakan. Kalau kita tinjau dari ilmu fisika

fatal atau tidaknya tabrakan antara kedua kendaraan ditentukan oleh momentum kendaraan

tersebut. !alam ilmu fisika terdapat dua jenis momentum yakni momentum linear dan

momentum sudut. Kadang-kadang momentum linear disingkat momentum.

B. TOPIK BAHASAN

P enj el as an di at as m erupakan contoh dari kehi dupan sehari -hari yang berkaitan

dengan Impuls dan momentum linear dengan "ukum #e$ton II yang diturunkan menjadi impuls

dan momentum linear tumbukanyang akan dijelaskan dal am m akal ah i ni s ert a

pem bahasan yang be rsangkut an dengan penj el asan Impuls dan momentum.

C. TUJUAN

Peningkatan kualitas pendidikan adalah suatu tugas dan tanggung ja$ab semua pihak

yang dilakukan. %erutama dalam pengembangan pelajaran di sektor pendidikan &ntuk itu

penyusun menulis makalah ini untuk menjelaskan dari Impuls dan Momentum Linear yang

tidak mudah untuk di fahami oleh setiap individu.'


BAB II
PEMBAHASAN

Definisi Momentum

P=mxv
setiap benda yang bergerak dikatakan memiliki momentum. Momentum adalah hasil kali
antara massa benda dengan kecepatan gerak benda tersebut. Semakin besar massa benda,
semakin besar momentumnya.
Secara matematis momentum didefinisikan sebagai :

keterangan :
p : momentum (kg.m/s)
m: massa benda (kg)
v : kecepatan benda (m/s)
Dimana p adalah momentum (kg.m/s), m adalah massa benda (kg), dan v adalah kecepatannya
(m/s).
Momentum adalah besaran vektor! Perhatikan arah!

Definisi Impuls
Didefinisikan sebagai besarnya perubahan momentum yang disebabkan oleh gaya yang
terjadi pada waktu singkat,
Definisi lain dari impuls (diperoleh dari penurunan Hukum II Newton) adalah hasil kali
antara gaya singkat yang bekerja pada benda dengan waktu kontak gaya pada benda (biasanya
sangat kecil).

Hubungan Impuls dan Momentum


Hasil kali gaya dengan selang waktu singkat bekerjanya gaya pada benda tersebut
dinamakan impuls.
Besarnya impuls pada benda sama dengan besarnya perubahan momentum pada benda
tersebut.

F . ∆ t = m / v 2 – m / v1 ket : F = gaya yang bekerja (N)


∆ t = selang waktu singkat (s)
v1 = kecepatan awal benda (m/s)
v2 = kecepatan akhir benda (m/s)
dapat juga ditulis :

I=F.∆t
Ket I = impuls benda (N.s)

Teorema impuls dan momentum


Impuls yang dikerjakan pada suatu benda sama dengan perubahan momentum yang dialami
benda.
I = ∆ t = p2– p1= m . v2– m . v1
Hukum II Newton dalam bentuk momentum
F=∆p
∆t
HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM.
Misalkan benda A dan B masing-masing mempunyai massa mA dan mB dan masing-
masing bergerak segaris dengn kecepatan vA dan vB sedangkan vA > vB. Setelah tumbukan
kecepatan benda berubah menjadi vA’ dan vB’. Bila FBA adalah gaya dari A yang dipakai untuk
menumbuk B dan FAB gaya dari B yang dipakai untuk menumbuk A, maka menurut hukum III
Newton :
FAB = - FBA
FAB . t = - FBA . t
(impuls)A = (impuls)B
mA vA’ – mA vA = - (mB vB’ – mB vB)
mA vA + mB vB = mA vA’ + mB vB’
Jumlah momentum dari A dan B sebelum dan sesudah tumbukan adalah sama/tetap.
Hukum ini disebut sebagai hukum kekekalan momentum linier tumbukan. Pada setiap jenis
tumbukan berlaku hukum kekekalan momentum tetapi tidak selalu berlaku hukum kekekalan
energi mekanik. Sebab disini sebagian energi mungkin diubah menjadi panas akibat tumbukan
atau terjadi perubahan bentuk :
Macam tumbukan yaitu

Untuk sistem dua benda yang bertumbukan, momentum sistem adalah tetap, asalkan pada
sistem tidak bekerja gaya luar.
Tumbukan lenting sempurna adalah jenis tumbukan dimana energi kinetik sistem tetap.
Kecepatan relatif sesudah tumbukan sama dengan minus kecepatan relatif sebelum tumbukan.
Persamaan yang berlaku :
Δv’ = -Δv
V2’ – v1’ = - (v2– v1)

Tumbukan lenting sebagian adalah jenis tumbukan yang disertai terjadinya pengurangan energi
kinetik sistem
Tumbukan tak lenting sama sekali adalah jenis tumbukan yang setelah tumbukan kedua benda
bergabung dan bergerak bersama-sama. Karena pada tumbukan tak lenting sama sekali kedua
benda bersatu sesudah tumbukan maka berlaku hubungan kecepatan sesudah tumbukan,
Sebagai : v2’ = v1’ = v’ sehingga persamaan momentum menjadi :
m1.v1 + m2 . v2 = (m1 + m2) v’
Misalkan benda yang datang bermassa m1 dengan kecepatan v1 dan benda kedua yang diam
bermassa m2 dengan kecepatan v2, energi kinetik awal sistem :

Ek = p2 Energi kinetik akhir sistem : Ek’ = p2


2m12 (m1+m2)

Koefisien Restitusi
Koefisien restitusi (diberi lambang e) adalah negatif perbandingan antara kecepatan
relatif sesudah tumbukan dengan kecepatan relatif sebelum tumbukan.
e = Δv’=- (v2’-v1)
Δv = v1 - v2

Nilai koefisien restitusi adalah antara nol dan satu (0 ≤ e ≤1 ). Untuk tumbukan lenting
sempurna e = 1, sedangkan untuk tumbukan tak lenting sama sekali e = 0. jika sebuah bola
dijatuhkan dari ketinggian b1 terhadap lantai dan setelah menumbuk lantai, bola terpantul
setinggi b2, maka berlaku :

e = b2
b1
Contoh dalam sehari- hari

Fisika merupakan ilmu yang mempelajari materi dan interaksinya. Banyak konsep-
konsep fisika yang bisa menjelaskan fenomena-fenomena di alam. Salah satunya penerapan
konsep impuls dan momentum. Impuls adalah gaya yang bekerja pada benda dalam waktu yang
relatif singkat, sedangkan momentum merupakan ukuran kesulitan untuk memberhentikan
(mendiamkan) benda. Impuls dipengaruhi oleh gaya yang bekerja pada benda dalam selang
waktu tertentu sedangkan momentum dipengaruhi oleh massa benda dan kecepatan benda
tersebut. Berikut ini disajikan beberapa contoh penerapan konsep impuls dan momentum dalam
kehidupan sehari-hari:
1. Mobil
Ketika sebuah mobil tertabrak, mobil akan penyok. Mobil didesain mudah penyok dengan
tujuan memperbesar waktu sentuh pada saat tertabrak. Waktu sentuh yang lama menyebabkan
gaya yang diterima mobil atau pengemudi lebih kecil dan diharapkan keselamatan penggemudi
lebih terjamin.
2. balon udara dan sabuk pengaman pada mobil
Ketika terjadi kecelakaan pengemudi akan menekan tombol dan balon udara akan
mengembang, sehingga waktu sentuh antara kepala atau bagian tubuh yang lain lebih lama dan
gaya yang diterima lebih kecil. Sabuk pengaman juga didesain untuk mengurangi dampak
kecelakaan. Sabuk pengaman didesain elastic.

Contoh soal

1. Ditetapkan arah ke kanak sebagai acuan arah positif, hitunglah momentum:


a. peluru bermassa 20 gram yang sedang bergerak ke kiri dengan kelajuan 50 m /s
b. sepeda bermassa 100 kg (beserta pengendara) yang bergerak ke kanan dengan kelajuan 4 m/s.
Jawab :
a. m = 20 gram = 0.02 kg b. m = 100 kg
v = - 50 m/s v = 4 m/s
p =mxv p =mxv
p = 0,02 kg x (-50 m/s) = 100 kg x 4 m/s
= -1 kg m/s = 400 kg m/s

2. Dua mobil A dan B masing-masing bermassa 1.600 kg dan 800 kg. Hitunglah
vektor momentum resultan A dan B (besar dan arahnya), jika mobil A bergerak ke
utara dengan kelajuan 20 m/s dan mobil B bergerak dengan kelajuan 30 m/s ke
timur !
Jawab :
mA = 1.600 kg mB = 800 kg
vA = 20 m/s vB = 30 m/s
PA = mA x vA PB = mB x vB
= 1.600 kg . 20 m/s = 800 kg . 30 m/s
= 32.000 kg . m/s = 24.000 kg. m/s

momentum resultan PR = PA2 + P B2


PR = (32.000)2 + (24.000)2 = 40.000 kg m/s
Arah momentum resultan : tan 0 = PB = 24.000 = 3
PA 32.000
Jadi, θ = arc tan 3 = 37 0

3. Sebuah bola massa 800 gram ditendang dengan gaya 400 N. Jika kaki dan bolah
bersentuhan selama 0,5 sekon, tentukan Impuls pada peristiwa tersebut.
Diketahui:
m = 0,8 kg
F = 400 N
∆t = 0,5 S

Ditanya :I = ….?
Jawab:
I = F. ∆t
= 400. 0,5
= 200 NS

4. Sebuah bola bergerak ke utara dengan kelajuan 36 km/jam, kemudian bola


ditendang ke Selatan dengan gaya 40 N hingga kelajuan bola menjadi 72 km/jam
ke Selatan. Jika massa bola 800 gram tentuka :

a. Impuls pada peristiwa tersebut


b. Lamanya bola bersentuhan dengan kaki
Diket:
V0 = 36 km/jam = 10 m/s, m = 800 gram = 0,8 kg

Vt = -72 km/jam = -20 m/s


F = -40 N
Ditanya:
a. I = ….?
b. ∆t = …?
Jawab:
I = ∆P
I = m.Vt – m.V0
I = m(Vt – V0)
= 0,8 (-20 – 10)
= 0,8 – 30

= - 24 kg m/s
tanda negatif menyatakan arahnya ke selatan
BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa momentum didefinisikan sebagai hasil
perkalian antara massa dengan kecepatannya, impuls didefinisikan sebagai hasil kali gaya
dengan selang waktu kerja gayanya.

Hukum kekekalan momentum suatu benda dapat diturunkan dari persamaan hukum
kekekalan energi mekanik suatu benda tersebut.

Apabila dua buah benda bertemu dengan kecepatan relatif maka benda tersebut akan
bertumbukan dan tumbukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu lenting sempurna dan tak
lenting. Pada tumbukan lenting sempurna energi kinetik benda tidak ber kurang atau berubah
menjadi energi lain, pada tumbukan tak lenting energi kinetik benda sebagian berubah menjadi
energi lain seperti energi bunyi, energi panas, dll.
DAFTAR PUSTAKA

Edi Wahyono, S.Si. 2008. Fisika Praktis SMA. Yogyakarta : Pustaka Widyatama.
Imam Zainuri, S.Pd. 2006. Fisika Lengkapsma. Jakarta : Erlangga.
Marten Kanginan. 2004. Fisika Untuk SMA. Jakarta : Erlangga.
Muhamad Gina Nugraha, S.Pd. Kartika Hajar Kirana, S.Pd. 2008. Belajar Mudah Fisika SMA.
Bandung : Pustaka Setia.
Wilardjo, Like Dan Murniah, Dad. 2000. Kamus Fisika. Jakarta: Balai Pustaka.
www.google.com
www.wikipedia.com