Anda di halaman 1dari 6

TUGAS KELOMPOK

PROMOSI KESEHATAN, PERILAKU BERSIH DAN SEHAT


DI CAR FREE DAY KOTA MALANG

Oleh:

Eki Widyan Kurniasari (P17111175018)

Chandra Wulan Nawangsari (P1711117500)

Fredy Estofany(P17111175002)

Stefanie Widyawati (P17111175005)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN MALANG

JURUSAN GIZI

2017
A. PENDAHULUAN
Kota Malang semakin beranjak menjadi kota besar. Sebagai kota wisata dan
kota pendidikan, Kota Malang memiliki penduduk yang heterogen. Melalui visinya
untuk menjadi kota yang bermartabat, Kota Malang memiliki beberapa misi
meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan pemerataan pelayanan pendidikan dan
kesehatan, meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah, meningkatkan
kesejahteraan dan perlindungan terhadap masyarakat rentan, pengarusutamaan
gender, serta kerukunan sosial, meningkatnya pembangunan infrastruktur dan daya
dukung Kota yang terpadu dan berkelanjutan, tertib penataan ruang serta
berwawasan lingkungan, mewujudkan pelaksanaan reformasi birokrasi dan kualitas
pelayanan publik yang profesional, akuntabel dan berorientasi pada kepuasan
masyarakat.
Car free day sebagai upaya untuk melaksanakan misi tertib penataan ruang
serta berwawasan lingkungan. Semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor entah
itu mobil maupun sepeda motor, tidak dipungkiri menjadi penyebab meningkatnya
pemanasan global. Banyaknya mobil dan motor di kota-kota besar menyebabkan
meningkatnya emisi gas buang yang ditimbulkan. Gas buang yang ditimbulkan
kendaraan ini selain menimbulkan pemanasan global, namun juga menimbulkan
polusi yang bisa menyebabkan gangguan kesehataan bagi manusia. Untuk itulah
demi mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor ini maka banyak Negara di
dunia yang melaksanakan program car free day atau hari bebas kendaraan di wilayah
mereka. Dan ternyata car free day tidak hanya berdampak pada lingkungan saja.
Karena car free day dapat menjadi area promosi kesehatan.
Dikutip dari viva.co.id dalam wawancaranya dengan Dr. Ade Jeanne D. L.
Tobing, Sp.KO., dijelaskan bahwa sehat menurut WHO (World Health
Organization) adalah suatu keadaan sehat fisik, mental, dan juga sosial. Hal ini
menunjukkan bahwa kesehatan mencakup 3 aspek yang saling berkaitan satu
sama lain, dan tidak hanya berarti bebas dari penyakit dan kelemahan.
Karena sehat mencakup 3 aspek yang penting dan sali ng terkait, maka dari
itu diperlukan pembinaan terhadap kesehatan melalui salah satu dari 3 aspek
tersebut, khususnya melalui kegiatan jasmani, seperti berolahraga. Olahraga
memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap kedua aspek lainnya, yaitu mental
dan juga sosial.
Berbeda dengan sehat, bugar merupakan kemampuan individu untuk
melakukan fungsinya secara efisien dan efektif, serta mampu melakukan kegiatan
darurat tanpa merasa lelah. Semakin bugar kondisi jasmani seseorang, maka
derajat kesehatannya pun juga akan semakin meningkat.
Jasmani seseorang dapat dikatakan sehat apabila semua fungsi organ pada
jasmani seseorang dalam keadaan normal, baik saat beristirahat ataupun saat
sedang melakukan suatu kegiatan. Apalah artinya kondisi tubuh dikatakan sehat
apabila hanya sehat dalam waktu beristirahat saja dan merasa kelelahan ketika
melakukan suatu kegiatan.
Dengan penjelasan di atas, secara singkat dapat disimpulkan bahwa kondisi
sehat seseorang sebenarnya dipengaruhi oleh kondisi bugar atau tidaknya jasmani
orang tersebut. Semakin tinggi kemampuan jasmani seseorang dalam melakukan
kegiatan, itu berarti tingkat kebugaran tubuhnya pun juga tinggi. Jika tingkat
kebugaran yang dimilikinya tinggi, maka dapat dipastikan jika orang tersebut
memiliki jasmani yang juga sehat.

B. TUJUAN
Mengetahui kegiatan promosi kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat di
car free day Kota Malang.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Promosi Kesehatan
Promosi kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat
menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Kesehatan yang optimal
didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan
intelektual. Ini bukan sekadar pengubahan gaya hidup saja, namun berkairan
dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam
membuat keputusan yang sehat.
Pengubahan gaya hidup dapat difasilitasi melalui penggabunngan:
1. menciptakan lingkungan yang mendukung,
2. mengubah perilaku, dan
3. meningkatkan kesadaran.
Kegiatan alzheimer”s fair
merupakan salah satu kegiatan
promosi kesehatan yang di
laksanakan di area car free day.

Ahli gizi bisa mengambil peran


dalam kegiatan ini. Yaitu dengan
pengukuran antropometri, status
gizi dan konseling gizi.

Selain itu ada juga promosi


pentingnya mengkonsumsi buah
dan sayur setiap hari untuk
kesehatan tubuh.
2. Perilaku Hidup Besih dan Sehat (PHBS)
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang
dipraktekkan oleh setiap individu dengan kesadaran sendiri untuk meningkatkan
kesehatannya dan berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang sehat.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat harus diterapkan dalam setiap lini kehidupan
manusia kapan saja dan dimana saja. Seperti halnya PHBS di rumah
tangga/keluarga, institusi kesehatan, tempat-tempat umum, sekolah maupun di
tempat kerja karena perilaku tersebut merupakan sikap dan tindakan yang akan
membentuk kebiasaan seseorang untuk berperilaku sehat.
PHBS memiiki lima tatanan, yaitu tatanan rumah tangga, tatanan tempat
kerja, tatanan tempat umum, tatanan Sekolah dan tatanan sarana kesehatan.
Indikator PHBS di tatanan tempat umum adalah kebersihan jamban, kebersihan
lingkungan, tersedianya jamban, tersedianya air bersih, tersedia tempat
sampah, tersedia pembuangan air limbah, kesehatan dan keselamatan kerja.

Gambar di samping
menunjukkan bahwa
Pemerintah Kota telah
menyediakan tempat
sampah, namun
masyarakat belum memiliki
kesadaran untuk
memanfaatkan fasilitas ini
dengan baik.
Tempat sampah yang
disediakan oleh
Pemerintah Kota Malang
untuk pejalan kaki. Tempat
sampah telah dibedakan
menjadi 3 macam yaitu
sampah basah/sampah
yang bisa dihancurkan oleh
alam (hijau), sampah yang
tak mudah dihancurkan
oleh alam (biru), sampah
beracun dan berbahaya
(merah).

Kegiatan masyarakat untuk


mengolah sampah menjadi
benda yang bermanfaat.
Karena sampah plastik
meupakan sampah yang
sulit di daur ulang oleh
alam.

Ketersediaan air bersih,


menjadi salah satu
indikator PHBS pada
tatanan tempat umum. Di
area car free day telah
tersedia kran air siap
minum untuk pejalan kaki.