Anda di halaman 1dari 25

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK )

TAHUN ANGGARAN 2017

PROGRAM
PROGRAM PENGEMBANGAN, PENGELOLAAN, DAN KONSERVASI SUNGAI, DANAU DAN
SUMBER DAYA AIR LAINNYA

KEGIATAN
PEMBANGUNAN EMBUNG DAN BANGUNAN PENAMPUNG AIR LAINNYA

PEKERJAAN
FEASIBILITY STUDY BENDUNGAN MENTARANG

DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG, PERUMAHAN


DAN KAWASAN PERMUKIMAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
2017
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
FEASIBILITY STUDY BENDUNGAN MENTARANG

1. Latar Belakang
Mengantisipasi pesatnya perkembangan wilayah yang mengalami perubahan
jenjang/status dalam hal pembukaan lahan untuk kawasan permukiman, perkebunan,
pertambangan, perniagaan dan industri, maka konsekuensi logis adanya perkembangan
tersebut adalah pengaruh secara hidrologis terhadap tata guna lahan, pengisian air tanah
dan limpasan banjir. Banjir yang terjadi pada lokasi rawan banjir merupakan pengaruh
dari hal-hal tersebut. Untuk mengatasinya diperlukan kajian perilaku hidrologis yang
berdampak pada iklim sehingga dapat direncanakan sistem pengendalian banjir, baik
berupa perencanaan umum dan sektoral maupun rehabilitasi sistem yang telah ada.

Untuk mengoptimalkan sumber daya air di DAS Mentarang dan untuk meningkatkan
aspek : Peningkatan daya guna, Pengendalian daya rusak, dan konservasi sumber daya
air, maka direncanakan akan dibangun sebuah bendungan di Sungai Mentarang. Salah
satu fungsi tampungan waduk adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air, Irigasi,
pengendalian banjir dan penyedia air baku khususnya Desa Long Besah Kecamatan
Mentarang ,Kabupaten Malinau.

Rencana Bendungan Mentarang di DAS Mentarang ini penting dilaksanakan dalam


rangka mewujudkan waduk sebagai infrastruktur PLTA, Irigasi, penyedia air baku,
sekaligus waduk yang berfungsi sebagai pengendali banjir dan konservasi.

Untuk mendapatkan konstruksi bangunan waduk yang memenuhi kriteria sesuai


dengan kondisi terkini, baik ditinjau dari aspek lingkungan, teknik, ekonomi, maupun
sosial dan budaya, maka harus perlu dilaksanakan Feasibility Study Bendungan
Mentarang.

Dengan pertimbangan keamanan bangunan bendungan dan fungsi jangka panjang


bangunan utama, maka perlu dilakukan kegiatan survey, investigasi dan detail desain
sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2010 tentang Bendungan.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pada tahun anggaran 2017, Pemerintah
Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum bermaksud melakukan
Studi Kelayakan Bendungan Mentarang guna mewujudkan dan merealisasikan
pembangunan bendungan agar pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya air di
wilayah Kabupaten Malinau dapat berlangsung serasi dan optimal, sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan daya dukung lingkungan.

2. Maksud Dan Tujuan


Maksud dilaksanakannya pekerjaan ini adalah menganalisa kelayakan rencana
pembangunan Bendungan Mentarang dari aspek teknis maupun non-teknis yang dapat
dipertanggung jawabkan, membuat pra-desain bangunan bendungan yang optimal dari
segi fungsi, biaya, dan keamanan konstruksi, sehingga layak untuk dikonstruksi.
Tujuan pekerjaan ini adalah melakukan Studi Kelayakan Bendungan Mentarang sesuai
Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2010 tentang Bendungan. Mengindentifikasi
dan merencanakan basic desain rencana bendungan dengan beberapa alternatif site
bangunan. Menganalisa aspek ekonomi rencana pembangunan terhadap rencana
manfaat.

3. Sasaran
Sasaran diadakannya paket pekerjaan ini adalah merencanakan suatu bangunan
Bendungan yang ditinjau dari kelayakannya, dan membuat pra desain bangunan utama
yang dilengkapi dengan pra-desain bangunan pelengkap bendungan yang dapat
dimanfaatkan untuk multipurpose (PLTA, Irigasi, air baku, pengendali banjir, dll).
Diharapkan dari hasil studi kelayakan perencanaan ini nantinya dapat ditindak lanjuti
dengan pekerjaan Survey dan Investigasi Desain Bendungan Mentarang dengan sasaran
sebagai berikut :
 Pra-Desain bangunan bendungan yang sesuai dengan karakteristik kebutuhan air
dengan hasil manfaat yang paling optimal dan efisien dari segi ekonomi, teknis
serta pelaksanaannya, juga konstruksi bangunan yang paling ekonomis.

4. Lokasi Kegiatan
Kegiatan jasa konsultansi ini harus dilaksanakan di wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Lokasi pekerjaan berada di Desa Long Besah, Kecamatan Mentarang,
Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.
5. Sumber Pendanaan
Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp. 2.000.000.000,-
(Dua Milyar Rupiah) termasuk PPN dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Utara yang tercantum dalam DPA SKPD Dinas
Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman TA 2017.

6. Sertifikat Badan Usaha


- RE 103, JASA DESAIN REKAYASA UNTUK PEKERJAAN SIPIL AIR
- RE 108, JASA DESAIN REKAYASA LAINNYA

7. Nama dan Organisasi Pejabat Pelaksana


Kuasa Pengguna Anggaran/Barang Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum
Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman TA 2017

8. Data Dasar
- Peta topografi/RBI skala 1 : 25.000 / 1 : 50.000
- Peta geologi
- Data hidrologi
- Data klimatologi

9. Standar Teknis
Standar Nasional Indonesia (SNI), Standar/Kriteria Perencanaan (KP) yang
dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Standar lainnya yang
berlaku, diantaranya :
a. SNI 03-2849-1992, Tata Cara Pemetaan Geologi Teknik Lapangan.
b. SNI 03-3432-1994, Tata Cara Penetapan Banjir Rencana dan Kapasitas Pelimpah
untuk Bendungan.
c. Pd T-14-2004-A, Pedoman Analisis Stabilitas Bendungan Tipe Urugan Akibat
Gempa, Dept Kimpraswil 10 Mei 2004.
d. Pedoman Analisis Dinamik Bendungan Urugan, Kep Dirjen SDA No.
27/KPTS/D/2008 tanggal 31 Januari 2008.
e. Pedoman Pembangunan Bendungan Urugan pada Pondasi Tanah Lunak, Ditjen
SDA, Nopember 2006.
f. PT-02 Pengukuran Topografi, Standar Perencanaan Irigasi, Ditjen Air 1986.
g. SNI 19-6724, 2002 Tata Cara Pengukuran Kontrol Horizontal dan SNI 19-6988,
2004 Tata Cara Pengukuran Kontrol Vertikal.
h. Standar pedoman Lain yang Terkait.

10. Referensi Hukum


Referensi hukum untuk pelaksanaan pekerjaan ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada :
a. UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
b. PP No. 37 Tahun 2010 tentang Bendungan.
c. PP No. 42 Tahun 2008 tengan Pengelolaan Sumber Daya Air.
d. PP No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
e. PP No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai.
PP No. 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

11. Lingkup Kegiatan


A. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan Konsultan sesuai dengan PP No. 37
Tahun 2010 adalah:
a. Analisis kondisi topografi untuk potensi rencana bendungan dan daerah
genangan;
b. Analisis geologi yang berkaitan dengan site bendungan, lokasi material bahan
bendungan dan daerah genangan;
c. Analisis hidrologi daerah tangkapan air;
d. Analisis kependudukan di daerah potensi bendungan dan rencana genangan
serta daerah penerima manfaat bendungan;
e. Analisis sosial, ekonomi, dan budaya pada daerah potensi bendungan dan
rencana genangan serta daerah penerima manfaat bendungan;
f. Analisis kelayakan teknis, ekonomis termasuk umur layanan bendungan, dan
lingkungan untuk setiap alternatif rencana bendungan;
g. Mengkaji rencana bendungan yang paling layak dipilih;
h. Pra-desain site bendungan yang dipilih;
i. Rencana penggunaan sumber daya air;

Kegiatan yang harus dilaksanakan oleh penyedia jasa dijelaskan dengan


metodologi sebagai berikut :
1) Pengumpulan data dan survey investigasi
Pengumpulan dan pengadaan data :
a) Pengumpulan data studi terdahulu,
b) Pengadaan peta daerah kerja dan sekitarnya yang masih terkait,
c) Pengadaan peta land use, peta atau hasil survey topografi dan atau wilayah
geografi,
d) Mengumpulkan data hidrologi (curah hujan) dan hidraulik (muka air, debit,
laju sedimentasi),
e) Mengumpulkan data kuantitatif banjir/genangan yang pernah terjadi di hilir
rencana bendungan.
f) Mengumpulkan laporan-laporan hasil studi bidang ke-PU-an yang
berkaitan dengan permasalahan banjir dan pengembangan sumber daya air,
g) Mengumpulkan data dan informasi tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten, Kota dan Propinsi
h) Mengumpulkan data demografi di DAS Mentarang (sungai Mentarang),
antara lain :
 Melakukan identifikasi dan inventarisasi apa saja yang akan terkena
genangan (hutan, jalan, rumah, kebun, sawah, dll.)
 Pengumpulan data sosial ekonomi penduduk di sekitar lokasi rencana
pekerjaan
 Identifikasi permasalahan sosial yang ada
 Inventarisasi kepemilikan dan status tanah/lahan
 Pelaksanaan survey sosial, ekonomi dan budaya.
 Identifikasi permasalahan yang mungkin timbul dengan adanya
pekerjaan pembangunan bendungan
i) Data dan informasi lainnya yang dianggap perlu
2) Peninjauan Lapangan
a) Maksud peninjauan lapangan adalah untuk mempelajari kondisi dan situasi
daerah kerja, secara langsung melaporkan diri kepada Pemerintah daerah
setempat, serta mendapatkan masukan-masukan dalam rangka menyusun
program kerja dalam kaitannya dengan program selanjutnya, termasuk
permasalahan banjir.
b) Menetapkan titik reference pengukuran (BM), sebagai titik dasar untuk
koordinat dan elevasi.
3) Pengukuran Topografi dan Penyelidikan Geologi
a) Survey Topografi
Survey topografi di sini merupakan suatu kegiatan pengukuran topografi
situasi detail pada lokasi yang terpilih sebagai as bendungan dan telah
mendapatkan persetujuan dari direksi pekerjaan. Pengukuran dan Pemetaan
situasi dengan skala 1 : 2000 untuk peta situasi rencana daerah genangan
dan 1 : 1000 untuk peta situasi detail adalah untuk keperluan perencanaan
teknis. Peta tersebut harus memuat data ketinggian planimeter dan keadaan
topografi secara rinci dengan benar dan jelas. Survai topografi terhadap
rencana bendungan/waduk meliputi lokasi as bendungan, bangunan
pelengkap (jalan masuk/access road, bangunan pelimpah/spillway,
bangunan pengelak/diversion works channel/tunnel, daerah genangan, dan
lain-lain), yang terdiri dari :
o Pengukuran topografi situasi bendungan
o Pemetaan Situasi Genangan
o Pengukuran penampang memanjang rencana as bendungan
o Pemasangan patok tanda (Bench Mark/BM) sebanyak 15 buah sebagai
titik kontrol kerangka dasar peta.
o Pemasangan patok tanda genangan (Check Point/CP) sebanyak 30
buah.
o Hasil pengukuran harus menggambarkan keadaan topografi yang akan
digunakan untuk menentukan hal-hal sebagai berikut :
- Luas genangan
- Volume tampungan
- Perencanaan struktur bangunan bendungan
- Rencana pembebasan lahan (jika ada), dll.
Output :
 Peta Topografi
 Layout peta dalam format .shp
 Laporan Lapangan Survei Topografi dan Deskripsi BM

b) Penyelidikan Geologi
Penyelidikan Geologi dilaksanakan dengan maksud untuk mengetahui
lapisan tanah, kondisi geologi, aspek geoteknik rencana lokasi site
bendungan dan bangunan pelengkap lainnya. Adapun tujuan penyelidikan
tersebut adalah untuk memperoleh data-data mengenai sifat-sifat fisik dan
teknis dari lapisan tanah/batuan dasar yang terdapat di lokasi penyelidikan
untuk menunjang perencanaan bangunan, berupa :
o Analisa stabilitas lereng
o Besaran konsolidasi dan settlement
o Sifat-sifat pemadatan
o Daya dukung tanah
Secara umum pekerjaan penyelidikan geologi ini terbagai atas 3 bagian
yaitu :
o Pekerjaan lapangan
o Pekerjaan laboratorium
o Pemetaan Geologi Permukaan

 Uraian pekerjaan lapangan


 Mobilisasi, Demobilisasi Tenaga dan Peralatan
 Pekerjaan Bor Inti
Pelaksanaan bor inti dilakukan untuk mendapat deskripsi lapisan
tanah di lokasi rencana as bendungan. Jumlah titik bor yang
dilakukan adalah sebanyak 3 lokasi masing masing 150 meter
yang tersebar di rencana masing masing lokasi as bendungan,
lokasi spillway dan lokasi diversion channel. Total kedalaman
pengeboran ± 450 meter. Mesin bor yang digunakan untuk
pelaksanaan bor inti ini diisyaratkan dengan kapasitas mesin di
atas 50 PK.
 Tes Permeabilitas Lapangan dilakukan sebanyak 30 pengujian.
 Pekerjaan Sondir dilakukan untuk mengetahui nilai hambatan
lekat dan nilai perlawanan konus (daya dukung tanah) dari variasi
kedalaman pada lapisan-lapisan tanah. Lokasi sondir ditetapkan
berdekatan dengan lokasi titik Bor Inti (mesin). Alat sondir yang
digunakan berkapasitas sedang, dan dapat membaca nilai
maksimum perlawanan konus sebesar 250 kg/cm2. Sondir
dilakukan sebanyak 15 titik yang tersebar di
rencana as bendungan, lokasi spillway dan lokasi diversion
channel.
 Sumur Uji (Test Pit), Pekerjaan sumur uji atau test pit ini gunanya
untuk mengetahui jenis dan ketebalan lapisan dibawah top soil
dengan lebih jelas. Selain itu pekerjaan ini untuk menentukan
jenis-jenis bahan timbunan tubuh bendungan. Dengan demikian
dapat lebih positif dalam menguraikan jenis lapisan dan
ketebalannya. Pada saat pelaksanaan tersebut juga perlu dicatat
uraian-uraian jenis dan warna tanah disertai photo dari atas dan
photo dari samping juga harus dicatat elevasi ketinggian dari
lokasi tersebut. Ukuran sumuran uji tersebut 1 – 1,5 meter persegi
dengan maximum kedalaman galian 5 m disesuaikan dengan
keadaan lapisan tanahnya. Test Pit dilakukan sebanyak 5 titik.
 Standard Penetration Test (SPT), pengujian yang digunakan
untuk menentukan kepadatan dan konsistensitanah/batuan secara
dinamis di tempat (insitu) atau untuk mendapatkan gambaran
keadaan kekuatan geser jenis tanah langsung di lapangan. SPT
dilakukan sebanyak 30 pengujian.
 Pengambilan Sampel Tanah (Tidak Terganggu) sebanyak 30
Sampel.
 Kotak contoh batuan/tanah dan photo berwarna contoh
bantuan (core box and colour photo)
Kotak contoh batuan pada prinsipnya bertujuan untuk
penyimpanan contoh batuan/tanah agar tidak terganggu, rusak dan
hancur hingga sewaktu-waktu diadakan penelitian ulang contoh
batuan/tanah tersebut masih bisa didiskripsi dan dipergunakan
semestinya.

 Pekerjaan Laboratorium
Pada contoh-contoh tanah yang terambil, baik tanah asli maupun
contoh tanah terganggu akan dilakukan beberapa macam percobaan
dilaboratorium, sehingga data parameter dan sifat-sifat tanahnya dapat
diketahui jenis dan macam-macam percobaan yang dilakukan adalah
sebagai berikut :
 Soil Properties : (SKSNI – M-22 –1990-F)
- Unit weight
- Specific grafity (SNI-1742-1989-F)
- Moisture content
 Grain Size Analysis (SNI-1968-1999-F)
 Atterberg Limit
- Liquit limit (W1) (SNI-1967-1990-F)
- Plastic limit (Wp) (SNI-1966-1990-F)
- Placticity Index (PI)
- Shrinkage limit (SNI-M-18-1991-03)
 Trixial Test (SKSN-M-05-1990-F)
 Consolidation Test (SKSNI-M-108-1990-F)
 Permeability Test
 Compaction Test (SNI-1743-1989-F)
 Pengujian Kuat Tekan Bebas
Pengujian Laboratorium masing-masing dilaksanakan 20 (dua puluh)
sampel.

 Penyelidikan Geologi Permukaan


Pokok-pokok pekerjaan
 Pemetaan geologi permukaan regional
 Pemetaan geologi daerah pekerjaan
Uraian pekerjaan
 Pemetaan geologi pada lokasi as dilakukan pada peta dasar hasil
pengukuran situasi dengan skala 1 : 2000 atau 1 : 1000.
 Pemetaan geologi harus mencakup aspek-aspek geomorfologi,
litologi,stratigrafi dan struktur geologi dengan penekanan terhadap
informasi geologiteknik untuk bendungan, seperti keterkaitannya
data tentang ketebalan tanah penutup, kemungkinan adanya
bocoran, daya dukung pondasi, kemungkinan terjadinya
longsoran, data geohidrologi seperti rembesan, mata air, muka air
tanah, dsb.
 Analisis Hidrologi
Keadaan DAS : uraikan pembagian DAS yang ada, keadaan ekosistem
dan vegetasinya, status hutan, luas penyebaran lahan kritis, tingkat
erosi dan sedimentasi, upaya-upaya rehabiltasi dan konservasi tanah
yang telah dan akan dilakukan, dan lain-lain.
Keadaan aliran, mencakup pola aliran sungai, keberadaan dan kondisi
alat ukur debit yang ada, kualitas dan panjang data debit yang tersedia,
ketersediaan air, bajir dan lain-lain.
Kwalitas air ; jelaskan kwalitas air permukaan dan air tanah terkait
dengan rencana penggunaan air baku dan lain-lain.

Tataguna lahan :
Jelaskan keadaan tataguna lahan saat ini, jenis, peruntukan lahan,
luasan dan prosentase penyebarannya; kecenderungan perubahaan dan
pengendaliannya dimasa yang akan datang terkait dengan
pengembangan irigasi dan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi dan
Kabupaten yang bersangkutan. Lengkapi dengan peta tataguna lahan
saat ini dan prediksi tataguna lahan yang akan datang, diharuskan
berkoordinasi dengan SKPD terkait di Kabupaten/Kota.

Pemanfaatan sumber daya air :


Pemanfaatan SDA untuk berbagai sektor seperti : irigasi/ pertanian,
domestik, industri, berikut besarnya kebutuhan setiap sektor; pola
kebutuhan air yang ada, tingkat keandalan debit, termasuk
kecenderungan peningkatan kebutuhan air dimasa yang akan datang.

 Analisa Hidrologi dan Neraca Air


 Menghitung ketersediaan air (dependable flow) menggunakan
metode yang sesuai dengan ketersediaan data maupun
karakteristik daerah studi, dikoreksi dengan hasil pengamatan/
survai hidrologi
 Membuat grafik hubungan antara H (tinggi muka air) dengan Q
(debit) yaitu berupa rating curve dari hasil survai hidrologi.
 Membuat grafik hubungan antara luas genangan dengan
kapasitas waduk (area-capacity curve)
 Menghitung dan menganalisa kebutuhan air untuk irigasi, air
baku, kemampuan pengendalian banjir, dan kemungkinan
untuk pembangkit tenaga listrik. Hal ini dilakukan dengan
kajian optimasi waduk/simulasi waduk.
 Menghitung dan menganalisa debit banjir rancangan (design
flood) dengan kala ulang sesuai dengan kebutuhan desain dan
menghitung reduksi banjirnya
 Analisa keseimbangan air (water balance)
 Penelusuran banjir (flood routing) lewat waduk dan pelimpah
 Menghitung dan menganalisa sediment transport, dikoreksi
dengan hasil pengamatan angkutan sedimen.
 Menghitung usia guna waduk

 Analisa Hidrolika dan Desain Bendungan


 Membuat pra-desain bangunan utama dan bangunan pelengkap
Bendungan Mentarang yang Terpilih
 Analisa kapasitas tampungan waduk
 Detail Desain tubuh bendungan, meliputi tata letak (site), tipe
bendungan, pemilihan dan perhitungan pondasi, stabilitas,
hitungan filtrasi dan rembesan, serta penurunan.
 Hitungan dan desain bangunan pelimpah.
 Perencanaan sistim dan bangunan pengelak serta bangunan
pengambilan (intake structure)
Untuk menentukan semua besaran tersebut di atas, maka dalam
melakukan analisa hidrologi diperlukan bantuan gambar dan peta
pengukuran. Hal ini dilakukan supaya dalam menentukan parameter-
parameter yang berkaitan dengan analisa hidrologi dapat lebih
mendekati kondisi yang ada. Parameter tersebut antara lain berkaitan
dengan hujan daerah aliran sungai, elevasi dasar sungai dan juga
perhitungan banjir desain.

 Melakukan analisa perencanaan dan desain Bendungan


berdasarkan hasil survei dan investigasi, paling sedikit memuat :
 Gambar teknis rencana bendungan beserta bangunan
pelengkapnya dan fasilitas yang berkaitan dengan pembangunan
bendungan dan peta genangan.
 Nota desain yang meliputi kriteria yang dipergunakan dalam
menyusun desain dan perhitungan gambar teknis
 Spesifikasi teknis yang meliputi ukuran yang harus dipenuhi untuk
mencapai kualitas pekerjaan yang diisyaratkan dan peralatan yang
dipergunakan dalam pelaksanaan konstruksi
 Metode pelaksanaan, yang paling sedikit meliputi cara pengelakan
aliran sungai, penimbunan tubuh bendungan, dan pemasangan
peralatan hidromekanikal, serta instrumentasi bendungan.
 Rencana anggaran biaya pelaksanaan konstruksi bendungan yang
meliputi perhitungan volume pekerjaan dan biaya
 Hasil Desain Bendungan akan digunakan untuk memperoleh
persetujuan desain.

 Melakukan kegiatan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM)


dan analisa kependudukan sosial, ekonomi, dan budaya di daerah
tapak bendungan, rencana genangan, serta daerah penerima
manfaat bendungan
Wawancara dan pemberian kuesioner terhadap masyarakat, serta
melaksanakan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan staf
Dinas/Instansi terkait. Pertemuan konsultasi masyarakat
diselenggarakan untuk memberikan informasi tentang pembangunan
bendungan dengan mengikutsertakan instansi dan masyarakat berupa
saran, pendapat, dan/atau tanggapan. Dalam acara pertemuan
konsultasi masyarakat (PKM) ini memaparkan maksud dari kegiatan
sosialisasi rencana bendungan adalah memberikan penjelasan kepada
masyarakat yang terkena dampak rencana bendungan, apabila rencana
ini dilaksanakan. Tujuannya agar masyarakat dapat memahami
manfaat dari dibangunnya bendungan tersebut, sehingga tidak terjadi
kesalah pahaman.
12. Keluaran
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah berupa laporan dan
gambar hasil Feasibility Study Bendungan Mentarang di Kabupaten Malinau.

13. Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas dari Pejabat PelaksanaTeknis


Kegiatan
Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang
dapat digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa:
A. Laporan dan Data
Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu serta fotografi (bila ada)
dapat dipakai sebagai referensi oleh penyedia jasa.
B. Akomodasi dan Ruangan Kantor
Pengguna Jasa dan harus disediakan oleh penyedia jasa sendiri dengan cara sewa.
C. Staf Pengawas/Pendamping
Pengguna Jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai
pengawas atau pendamping dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi.
D. Fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan oleh penyedia
jasa:
a. Dukungan administrasi dan surat menyurat.
b. Dalam hal konsultasi rutin dengan pihak-pihak terkait atau direksi pekerjaan,
penyedia jasa dapat menggunakan ruang rapat yang ada pada kantor Bidang
Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Utara dengan
catatan ruang rapat tersebut sedang tidak dipergunakan.

14. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi


Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi
Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang
dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, antara lain :
A. Kantor beserta fasilitasnya (sewa).
B. Komputer, printer, plotter (sewa).
C. Kendaraan Operasional (sewa).
D. Peralatan survei dan investigasi (sewa).

15. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa


A. Penyedia jasa berwenang untuk melaksanakan jasa konsultansi maupun
mengadakan barang yang sesuai dengan kontrak.
B. Penyedia jasa berwenang untuk tidak melakukan kegiatan yang akan menimbulkan
pertentangan kepentingan (conflict of interest) dengan kegiatan yang merupakan
tugas penyedia
C. Kewenangan anggota penyedia adalah ketentuan yang mengatur mengenai apabila
penyedia adalah sebuah joint venture yang beranggotakan lebih dari satu penyedia,
anggota joint venture tersebut memberi kuasa kepada salah satu anggota joint
venture untuk bertindak dan mewakili hak-hak dan kewajiban anggota penyedia
lainnya terhadap Pengguna Jasa.

16. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan


Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan 5 (Bulan) bulan atau 150 (Seratus
Lima Puluh) hari kalender, terhitung sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditanda
tangani.

17. Personil
Jumlah
Posisi Kualifikasi Orang/
Bulan
Tenaga Ahli

1. Ketua Tim Seorang tenaga ahli bertindak sebagai Ketua Tim, 1 Orang
(Team berpendidikan Sarjana Teknik Sipil/ Pengairan, 5 Bulan
Leader) lulusan universitas/ perguruan tinggi negeri atau
perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau
yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi
luar negeri yang telah diakreditasi.
Ketua Tim harus telah berpengalaman dalam
melaksanakan pekerjaan perencanaan bendungan/
bidang Sumber Daya Air, memiliki sertifikat keahlian
bidang :
- Ahli Teknik Bendungan Besar (210)
Memiliki kompetensi merancang bentuk struktur
bendungan besar, melaksanakan dan mengawasi
konstruksi bendungan besar
Mempunyai pengalaman efektif pada bidangnya
selama 5 tahun (Madya), Pendidkan Sarjana Master
(S2) Teknik Sipil dan minimal 5 (lima) kali pernah
sebagai KetuaTim/team leader untuk pekerjaan
sejenis.
2. Ahli Tenaga ahli ini harus memiliki sertifikat keahlian 1 Orang
Bendungan bidang : 5 Bulan
- Ahli Teknik Bendungan Besar (210)
Memiliki kompetensi merancang bentuk struktur
bendungan besar, melaksanakan dan mengawasi
konstruksi bendungan besar.
Mempunyai pengalaman efektif pada bidangnya
selama 5 tahun (Madya). Tenaga ahli yang
disyaratkan adalah Sarjana (S1) Teknik
Sipil/Pengairan. Berpengalaman efektif pada
bidangnya selama 5 (lima) tahun. Tenaga ahli ini
tugas utamanya adalah sebagai koordinator kegiatan
perencanan bangunan bendungan dan bangunan
pelengkapnya,serta bertanggung jawab kepada Ketua
Tim
3. Ahli Tenaga ahli ini harus memiliki sertifikat keahlian 1 Orang
Sumber bidang:
5 Bulan
Daya Air
- Ahli Teknik Irigasi (212)
Memiliki kompetensi merancang bentuk dan
struktur irigasi, termasuk bendung, melaksanakan
dan mengawasi pekerjaan konstruksi irigasi
Mempunyai pengalaman efektif pada bidangnya
selama 5 tahun (Madya). Tenaga ahli yang disyaratkan
adalah Sarjana (S1) Teknik Sipil/Pengairan.
Berpengalaman efektif pada bidangnya selama 5
(lima) tahun. Tenaga ahli harus telah berpengalaman
melaksanakan pekerjaan Survei dan Analisis Sumber
Daya Air. Tenaga ahli ini tugas utamanya adalah
sebagai koordinator kegiatan Survei dan Analisis
Sumber Daya Air yang diperlukan untuk perencanaan
dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim
4. Ahli Tenaga ahli ini harus memiliki sertifikat keahlian 1 Orang
Hidrologi bidang : 4 Bulan
&
- Ahli teknik Sungai dan Drainase (211)
Hidraulika
Memiliki kompetensi merancang bentuk dan
struktur sungai dan drainase, melaksanakan dan
mengawasi pekerjaan sungai dan drainase.
Mempunyai pengalaman efektif pada bidangnya
selama 5 tahun (Madya). Tenaga ahli yang disyaratkan
adalah Sarjana (S1) Teknik Sipil/Pengairan.
Berpengalaman melaksanakan pekerjaan Survei dan
Analisis Hidrologi/hidraulika. Tenaga ahli ini tugas
utamanya adalah sebagai koordinator kegiatan Survei
dan Analisis Hidrologi/hidraulika yang diperlukan
untuk perencanaan dan bertanggung jawab kepada
Ketua Tim.
5. Ahli Geodesi Tenaga ahli ini harus memiliki sertifikat keahlian 1 Orang
bidang : 4 Bulan
- Ahli Geodesi (217)
Memiliki kompetensi melaksanakan pemetaan
tanah dan atau laut dengan metoda teristris,
fotogrameris, remote sensing maupun GPS yang
diperlukan sebagai dasar merancang bangunan dan
atau wilayah tertentu
Mempunyai pengalaman efektif pada bidangnya
selama 5 tahun (Madya). Tenaga ahli yang
disyaratkan adalah Sarjana (S1) Teknik Geodesi.
Berpengalaman melaksanakan pekerjaan Survei dan
Analisis Hidrologi/hidraulika. Berpengalaman
melaksanakan pekerjaan Survei, Analisis
Pengukuran/Pemetaan dan GIS. Tenaga ahli ini tugas
utamanya adalah sebagai koordinator kegiatan Survei,
Analisis Pengukuran/Pemetaan dan GIS yang
diperlukan untuk perencanaan dan bertanggung jawab
kepada Ketua Tim.
6. Ahli Tenaga ahli ini harus memiliki sertifikat keahlian 1 Orang
Geoteknik bidang :
4 Bulan
- Ahli Geoteknik (216)
Memiliki kompetensi melaksanakan pengukuran
dan uji kekuatan daya dukung tanah dan menilai
jenis-jenis tanah pada lokasi yang akan didirikan
bangunan
Mempunyai pengalaman efektif pada bidangnya
selama 5 tahun (Madya). Tenaga ahli yang
disyaratkan adalah Sarjana (S1) Teknik
geologi/Geoteknik. berpengalaman melaksanakan
pekerjaan Analisis Geologi/ Geoteknik dan Mekanika
Tanah. Tenaga ahli ini tugasnya sebagai koordinator
kegiatan Analisis Geologi/Geoteknik dan Mekanika
Tanah yang diperlukan untuk perencanaan dan
bertanggung jawab kepada Ketua Tim
7. Ahli Tenaga ahli ini harus memiliki sertifikat keahlian 1 Orang
Lingkungan bidang : 4 Bulan
- Ahli Teknik Lingkungan (501)
Memiliki kompetensi merancang bentuk dan
struktur teknik lingkungan, melaksanakan dan
mengawasi pekerjaan konstruksi teknik
lingkungan, pemasangan instalasi teknik
lingkungan.
Mempunyai pengalaman efektif pada bidangnya
selama 5 tahun (Madya). Tenaga ahli yang
disyaratkan adalah Sarjana (S1) Teknik Lingkungan.
berpengalaman melaksanakan pekerjaan survai
Lingkungan. Tenaga ahli ini tugas utamanya adalah
sebagai koordinator kegiatan survai Lingkungan di
rencana daerah pekerjaan Analisis/Kajian
Lingkungan dalam rangka justifikasi rencana
pekerjaan Konstruksi dan bertanggung jawab kepada
Ketua Tim.
8. Ahli Tenaga ahli ini harus memiliki sertifikat keahlian 1 Orang
Hidropower bidang : 4 Bulan
- Ahli Geoteknik (301)
Memiliki kompetensi merancang bentuk dan
struktur mekanikal pada bangunan tertentu atau
diluar bangunan, melaksanakan dan mengawasi
pekerjaan konstruksi mekanikal.
Mempunyai pengalaman efektif pada bidangnya
selama 5 tahun (Madya). Tenaga ahli yang
disyaratkan adalah Sarjana (S1) Teknik Sipil/Peng-
airan/Mesin dan Elektrikal. berpengalaman
melaksanakan pekerjaan Analisis Geologi/ Geoteknik
dan Mekanika Tanah. Tenaga ahli ini tugasnya
berpengalaman melaksanakan pekerjaan Menyusun
desain PLTA yang sesuai dengan karakter bendungan
yang direncanakan dalam rangka justifikasi rencana
pekerjaan Konstruksi dan bertanggung jawab kepada
Ketua Tim.
9. Ahli Cost Tenaga ahli ini harus memiliki sertifikat keahlian 1 Orang
Estimate bidang : 4 Bulan
- Ahli Teknik bangunan gedung (201)
Mempunyai pengalaman efektif pada bidangnya
selama 5 tahun (Madya). Tenaga ahli yang disyaratkan
adalah Sarjana (S1) Teknik Sipil. berpengalaman
melaksanakan pekerjaan Perhitungan Volume
Pekerjaan (BOQ), RAB pelaksanaan Konstruksi,
Penyusunan Dokumen Tender (termasuk Spesifikasi
Teknis) dan Analisis Ekonomi Teknik. Tenaga ahli
yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi
bidang ke-PU-an akan lebih diutamakan. Tenaga ahli
tersebut tugas utamanya adalah sebagai koordinator
kegiatan Perhitungan Volume Pekerjaan (BOQ), RAB
pelaksanaan Konstruksi, Penyusunan Dokumen
Lelang (termasuk Spesifikasi Teknis) dan Analisis
Ekonomi Teknik dalam rangka justifikasi rencana
pekerjaan Konstruksi dan bertanggung jawab kepada
Ketua Tim.
Tenaga Pendukung

1. Surveyor Surveyor bertugas untuk melakukan pengukuran 4 Orang


situasi lokasi rencana yang dituangkan dalam gambar 3 Bulan
untuk desain/perencanaan. Minimal berpendidikan
setingkat SMK/D3 Sipil/geodesi atau sederajat dan
ber-pengalaman meng-operasikan perangkat
pengukuran seperti WP, TS dan lainnya untuk
pekerjaan Pengukuran.
2. Bor Bor MAster bertugas untuk melakukan pengeboran di 1 Orang
Master lokasi rencana dan melakukan pengambilan sampel 2 Bulan
untuk digunakan pada desain/perencanaan. Minimal
berpendidikan setingkat SMK/D3 Sipil/Geologi atau
sederajat dan ber-pengalaman meng-operasikan
perangkat Pengeboran.
3. Juru Juru gambar bertugas untuk membuat gambar-gambar 1 Orang
Gambar desain/perencanaan. Minimal berpendidikan setingkat 4 Bulan
CAD Man SLTA/SMK atau sederajatdan ber-pengalaman meng-
operasikan perangkat lunak (Autocad) untuk
pekerjaan teknik.
4. Tenaga Bertugas melaksanakan survai pengukuran. 12 Orang
Lokal Berpendidikan minimal setingkat SLTA/ SMK, dan 3 Bulan
Pengukura telah berpengalaman melaksanakan survai
n pengukuran, tenaga ini bertanggungjawab pada
Surveyor.
3. Tenaga Bertugas untuk melaksanakan Investigasi Lapangan. 4 Orang
lokal Berpendidikan minimal setingkat SLTA/ SMK, dan 2 Bulan
Investigasi telah mengenal existing di lapangan
4. Operator Bertugas untuk membantu surveyor dalam 1 Orang
Komputer pengumpulan data. Berpendidikan minimal setingkat 4 Bulan
SLTA/ SMK

18. Jadwal /Tahapan Pelaksanaan Kegiatan


Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan/ Kegiatan yang antara
lain paling sedikit memuat :
A. Jenis/butir-butir pekerjaan yang dilakukan
B. Diagram batang yang menunjukkan waktu pelaksanaan tiap jenis pekerjaan jenis
pekerjaan dengan satuan kolom waktu mingguan)
C. Lengkung-S mulai awal pekerjaan (kemajuan pekerjaan 0 %) sampai dengan
akhir pekerjaan (kemajuan pekerjaan 100 %).
Pembagian waktu kerja harus dibuat mingguan dan setiap bulan dibagi dalam empat
minggu.
19. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan/Inception, memuat :
A. Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh (antara lain persiapan meliputi
mobilisasi personil, penyediaan kantor lapangan, peralatan kantor, peralatan
survei, kendaraan operasional, dll.)
B. Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung Iainnya.
C. Jadwal kegiatan penyedia jasa.
D. Jadwal penugasan personil dan peralatan.
E. Hasil kesimpulan sementara hasil pengumpulan data, gambar/peta dan laporan
hasil kegiatan terdahulu yang terkait (bila ada), tinjauan lapangan, identifikasi
permasalahan dan evaluasi permasalahan.
F. Membuat/menyusun matrik kerangka pikir logis (Logical Frame) untuk kegiatan
perencanaan bendungan.
G. Penyusunan rencana kerja bulan berikutnya
H. Laporan harus diserahkan selambat-Iambatnya 1 (satu) bulan sejak SPMK
diterbitkan.
Tanggapan, masukan dan perbaikan-perbaikan dari hasil pembahasan Laporan
Pendahuluan dimasukkan dalam Laporan Antara.
Jumlah laporan yang diserahkan : 5 (lima) buku.

20. Rencana Mutu Kontrak (RMK)


Rencana Mutu Kontrak (Quality Assurance), memuat :
Pedoman teknis pelaksanaan pekerjaan secara rinci untuk menjamin mutu proses
pelaksanaan pekerjaan sehingga didapatkan keluaran yang diharapkan sesuai Kerangka
Acuan Kerja (KAK).
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 3 (tiga) minggu sejak SPMK
diterbitkan.
Jumlah laporan yang diserahkan : 5 (lima) buku.

21. Laporan Bulanan


Laporan Bulanan, memuat :
A. Hasil kemajuan pekerjaan yang telah dicapai selama satu bulan dilengkapi
lengkung-S kemajuan kerja.
B. Penjelasan program berikutnya baik teknis maupun administratif dan
permasalahannya.
Laporan harus diserahkan selama 5 bulan, selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setiap
awal bulan berikutnya.
Jumlah laporan yang diserahkan : 8 (Delapan) buku / bulan

22. Laporan Antara


Laporan ini, memuat :
Hasil sementara pelaksanaan pekerjaan yang sudah dilaksanakan seperti hasil survei
atau penyelidikan lapangan yang telah dilaksanakan dan analisis data, rencana
alternatif, formulasi dan desain tipikal. Dalam laporan interim sudah disampaikan draft
sistem planning. Tanggapan, masukan dan perbaikan-perbaikan dari hasil pembahasan
Laporan Antara dimasukkan dalam Laporan Akhir Sementara (Draft Final Report).
Jumlah laporan yang diserahkan : 5 (lima) buku
23. Laporan Akhir Sementara (draft)
Laporan Akhir Sementara, memuat :
A. Rangkuman sementara hasil pekerjaan secara keseluruhan.
B. Semua hasil analisa baik dari segi hidrologi, topografi, geoteknik, desain bangunan
utama & pelengkap, alokasi air dan rencana anggaran biaya.
C. Kesimpulan sementara hasil optimasi dan pengembangan sumber daya air waduk
yang bersangkutan.
Tanggapan, masukan dan perbaikan-perbaikan dari hasil pembahasan Laporan Akhir
Sementara dimasukkan dalam Laporan Akhir.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 15 (limabelas) hari sebelum kontrak
berakhir.
Jumlah laporan yang diserahkan : 5 (lima) buku.

24. Laporan Akhir


Laporan Akhir terdiri dari :
A. Rangkuman akhir (final) hasil pekerjaan secara keseluruhan.
B. Kesimpulan akhir hasil pekerjaan
Laporan Akhir ini merupakan penyempurnaan atau bentuk akhir dari Laporan Akhir
Sementara yang telah dibahas dalam diskusi bersama dengan memperbaiki isi laporan
sesuai dengan masukan dan rekomendasi dari hasil diskusi Laporan Akhir Sementara,
harus diserahkan selambat-lambatnya 5 (Lima) bulan sejak SPMK diterbitkan.
Jumlah laporan yang diserahkan : 5 (Lima) buku.

25. Laporan Ex Summary


Memuat ringkasan atau sari dari Laporan Akhir yang dibahas secara ringkas.
Mengingat lingkup peruntukan laporan, maka penyajian laporan harus dapat
menjelaskan pokok-pokok kesimpulan dan saran dari penanggulangan masalah yang
terjadi, dilengkapi dengan gambar dan tabel yang relevan. Laporan diserahkan pada
tahap akhir pelaksanaan pekerjaan. Jumlah laporan yang diserahkan : 5 (lima) buku.

Sebelum menyerahkan Laporan Pendahuluan,Interm dan Akhir diharuskan untuk


melakukan assistensi kepada Direksi/Pengawas yang telah ditunjuk.

26. Laporan Penunjang


Laporan Penunjang Terdiri dari:
A. Laporan Pengukuran dan Topografi diserahkan sebanyak 5 (lima) buku.
B. Laporan Mekanika Tanah dan Geologi , laporan ini, memuat :Uraian dan
analisa, serta penjelasan tentang semua aspek yang terkait dengan kajian
geologi/mekanika tanah di lokasi pekerjaan dan hasil test laboratorium, terutama
parameter-parameter yang akan dipakai dalam perencanaan. Laporan dilengkapi
Matrik kerangka pikir logis (logikal frame) analisa geoteknik terkait perencanaan
bendungan. Jumlah laporan yang diserahkan : 5 (lima) buku.
C. Laporan Nota Perhitungan / Desain, Laporan ini berisi analisis perencanaan
bendungan dan bangunan pelengkapnya, berupa perhitungan desain struktur
bangunan utama dan semua bangunan pelengkap serta perhitungan stabilitas
struktur yang diuraikan beserta konsep dasar perencanaannya dilengkapi pula
referensi yang menunjukkan semua metoda, rumus, dan pedoman yang digunakan.
Laporan dilengkapi dengan matrik kerangka pikir logis (logikal frame) kajian
desain terkait perencanaan bendungan. Jumlah laporan yang diserahkan : 5 (lima)
buku.
D. Laporan Hidrologi, memuat :
 Membuat kerangka pikir logis (logical frame) analisa hidrologi terkait
perencanaan bendungan dan waduk.
 Analisa karakteristik DAS dan model persungaiannya
 Analisa Hujan Rencana dan Hujan andalan daerah
 Analisa Debit Banjir Rancangan dengan berbagai kala ulang dengan beberapa
metode.
 Analisa Ketersediaan dan Kebutuhan air
 Hasil Routing banjir dan Simulasi Waduk
 Hasil Analisis Sedimentasi.
Jumlah laporan yang diserahkan : 5 (lima) buku.
E. Album Gambar Desain (A1) Asli (Dimasukkan Dalam Tabung), diserahkan
sebanyak 2 (satu) set / buku.
F. Album Gambar Desain (A3) Asli, diserahkan sebanyak 2 (satu) set / buku.
G. Album Gambar Desain (A3) Copy, diserahkan sebanyak 2 (satu) set / buku.

H. Dokumentasi Kegiatan Lapangan (Album Foto), diserahkan sebanyak 5 (Lima)


Album
I. Dokumentasi Kegiatan Lapangan (Film), diserahkan sebanyak 5 (Lima) DVD
J. Dokumentasi Seluruh Laporan & Gambar dalam Hardisk Eksternal 1000
GB, diserahkan sebanyak 1 (satu) unit.
27. Penyimpanan Dokumentasi
Seluruh Laporan dan gambar disajikan dalam Bahasa Indonesia sesuai format (bentuk)
laporan yang berlaku di lingkungan Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi Kalimantan Utara dan Standar /Kriteria Perencanaan (KP) yang diterbitkan
oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Untuk istilah-istilah dalam bahasa asing,
agar ditulis dalam format huruf miring.
Disamping itu berkas komputer (computer files) seluruh hasil pekerjaan di simpan
(backup) dalam sebuahExternal Harddisk kapasitas 1000GB
Jumlah hard disk yang diserahkan : 1 (satu) buah.
28. Produksi Dalam Negeri
Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam
wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam KAK, dengan
pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.
29. Persyaratan Kerjasama
Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan
kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi.
A. Bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub-penyedia harus diatur dalam kontrak
dan disetujui terlebih dahulu oleh PPTK.
B. Ketentuan-ketentuan dalam kerjasama dengan sub- penyedia harus megacu kepada
harga yang tercantum dalam kontrak serta menganut sistem penyetaraan.
C. Penyedia tetap bertanggungjawab atas bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub-
penyedia.
D. Masing-masing anggota KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua
aspek pelaksanaan.
30. Pedoman Pengumpulan Data Lapangan
Pengumpulan Data Lapangan harus memenuhi persyaratan dengan mengacu pada SNI
atau Standar lainnya yang berlaku.

31. Alih Pengetahuan


Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan
pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada :
A. Staf Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
B. Staf Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Utara
yang berkompeten di bidang yang dimaksud.
32. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Dalam pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi, penyedia jasa wajib menerapkan sistem
manajemen K3 dan menyusun Rencana Kesela-matan dan Kesehatan Kerja Kontrak
(RK3K). Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan jasa konsultansi harus mencakup
aspek-aspek K3.
33. Pembayaran
Pembiayaan Pekerjaan Feasibility Study Bendungan Mentarang berdasarkan
Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Dinas
Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Provinsi
Kalimantan Utara Nomor :1.03.1.03.01.26.01 dengan Kode Rekening :
1.03.1.03.01.26.01.5.2.2.21.02 melalui sumber dana Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2017 dengan nilai
sebesar Rp. 2.000.000.000,00 ( Dua Milyar Rupiah) termasuk PPN 10%.
Hal-hal yang lebih rinci mengenai tata cara pembayaran dimaksud diatur pada syarat-
syarat khusus kontrak yang terdapat di dalam Surat Perjanjian (Kontrak).

Tanjung Selor. 2017

Di Buat Oleh
Kepala Bidang Sumber Daya Air
Dinas PUPR – PERKIM
Provinsi Kalimantan Utara
Selaku Pejabat Pembuat Komitmen

Ir. Yoga Hariadi, MT


NIP.19600329 199203 1 003