Anda di halaman 1dari 2

BAB VIII

PENUTUP
VIII.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil evaluasi manajemen program Puskesmas Grabag I pada bulan Januari
2016, didapatkan skor pencapaian program cakupan suspek TB paru yaitu 18,36 %, jauh di
bawah target pencapaian Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang yaitu 80%. Kemudian
selanjutnya dilakukan analisis kemungkinan penyebab masalah yang melatarbelakangi
rendahnya cakupan suspek TB paru antara lain kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga
pasien terhadap penyakit TB Paru, kurangnya pengetahuan mengenai lingkungan dan
kepemilikan rumah sehat, kurangnya perilaku dan kesadaran pasien suspek TB untuk berobat,
tidak ada kader khusus untuk pelaksanaan program TB, masih kurangnya penyuluhan tentang TB
kepada masyarakat,Penjaringan pasien suspek TB masih dilakukan secara pasif, tidak ada
kunjungan rumah pasien suspek TB oleh petugas kesehatan, kurang optimalnya peran Pustu,
Pusling dalam penjaringan pasien suspek TB paru.
Alternatif pemecahan masalah yang paling bermanfaat adalah Memberikan penyuluhan
kepada masyarakat terutama di sekitar lingkungan pasien TB mengenai TB paru beserta tanda
dan gejalanya, pemeliharaan lingkungan sehat, dan kepemilikan rumah sehat, Meningkatkan
jejaring unit pelayanan kesehatan lain dalam evaluasi jumlah cakupan suspek TB dan pembuatan
data khusus pasien suspek TB yang memeriksakan dirinya ke pelayanan kesehatan lain. dan
Menggalang pembentukan kader khusus TB.

VIII.2 Saran
1. Untuk Puskesmas Grabag I :
a. Penambahan jadwal penyuluhan di Balai Desa, Sekolah atau tempat umum lainnya untuk
meningkatkan pengetahuan tentang penyakit TB Paru
b. Mengusahakan dan meningkatkan kerja sama antara P2PM TB paru dan bagian Promkes
serta Kesling, antara lain dengan bersama-sama melakukan inspeksi sanitasi lingkungan,
kunjungan rumah pada keluarga dengan kontak TB (+).

70
71

c. Peran aktif dari tenaga kesehatan serta kader untuk memberikan penyuluhan kepada
warga tentang cara pengeluaran dahak yang baik, sehingga sampel yang diperiksa pun
dapat akurat
2. Untuk masyarakat:
a. Masyarakat diharapkan untuk lebih memahami dan mawas diri terhadap gejala – gejala
TB paru dan faktor risikonya
b. Pasien suspek TB paru diharapkan menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan dahak
di Puskesmas setempat
c. Masyarakat terutama masyarakat disekitar pasien dengan TB postif untuk menciptakan
lingkungan dan rumah yang sehat.

71