Anda di halaman 1dari 57

1

Geologi Regional Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat, daerah pedalaman. Sebagian besar seminggu. sekarang telah berubah
penduduk bertani sawan sehingga jadi beberapa kali dalam satu hari
Sulawesi Selatan membuat daerah ini penghasil padi Lapangan udara Ujung Pandang,
yang utama di Sulawesi. Penduduk di Mandai, terletak di bagian baratlaut
(Oleh Rab. Sukamto dan Supriatna S. Tahun 1982) sepanjang pantai kebanyakan Lembar Ujung Pandang, Benteng dan
nelayan yang di kota kebanyakan Sinjai. Hampir seluruh daerah
berniaga atau jadi karyawan. pemetaan dapat dengan mudah
Kehidupan sosial di daerah ini dicapai dengan mobil. Semua kota
mencerminkan kehidupan asli kabupaten dan sebagian dari kota
PENDAHULUAN Pemetaan selama dilakukan oleh R Sulawesi Selatan. Seperti Bugis, kecamatan mempunyai hubungan
Sukamto, S. Supriatna. A Yasin, Makassar, dan Bajo. Penduduk jalan yang dapar dilalui kendaraan
Sukardi, dan dibantu oleh Y. Noya. I. kebanyakan beragama Islam, tetapi mobil, jalan desa dan setapak dapat
Pemetaan geologi di Lembar Umar. R. L. Situmorang, A. Koswara tetapi yang beragama Katoilik dan ditemukan hampir di seluruh daerah
Pangkajene dan Watampone Bagian dan Sahardjo. Selama 1978 dan 1979 Protestan serta yang beragama lain ini.
Barat. Sulawesi Selatan, di juga diperoleh data geologi setempat hanya sedikit.
laksanakan dalam rangka Proyek oleh R. Sukamto dan S. Santosa yang Peta dasar yang dipakai dalam
Pemetaan Geologi dan interpretasi dipakai untuk memperbaiki beberapa Fisiografi lengan selatan sulawesi pemetaan ini adalah peta topografi
Foto Udara, Pelita 1, oleh bagian dari peta geologi ini. yang berarah utara-selatan bersekala 1 :250.000. AMS Seri T-
Subdirektorat Perpetaan, Direktorat mempengaruhi keadaan iklimnya. 503, 1965, No SB 50-4 dan 51-1
Geologi (sekarang Pusat Penelitian Lembar Pangkajene dan Watampone Seperti di daerah lndonesia yang lain, yang juga dipakai sebagai peta dasar
dan Pengembangan Geologi). Semula Bagian Barat terletak antara kordiniat di sini pun ada dun musim, yaitu Kompilasi. Untuk lapangan dipakai
pemetaan dilaksanakan secara tinjau 119o 05’ - 120o 45’ BT dan 4o – 5o LS; musim hujan dan musim kemarau. Di peta topografi bersekala 1 : 50.000.
dengan tujuan untuk melengkapi data meliputi Daerah Tk. II Kabupaten bagian barat musim berbeda Di samping itu dipakai potret udara
geologi guna kompilasi Peta Geologi Maros, Pangkep, Barru waktunya dengan di bagian timur. yang melingkupi bagian barat lembar,
Regional sekala 1:1000.000 yang Watansoppeng, Wajo, Watampone, Musim hujan di bagian barat dan sebagian dari bagian timur.
sekarang sudah terbit (Sukamto, Sinjai dan Kotamadya Parepare: berlangsung dari Nopember sampai Potret ini sebagiar besar bersekala 1 :
1975). Pemetaan tinjau dilakukan semuanya termasuk Daerah Tk. 1 April, dan di bagian timur dan Mei 50.000. selain yang bersekala 1:
selama Agustus dan September 1971 Propinsi Sulawesi Selatan. Lembar sampai Oktober. Hutan lebat hanya 10.000.
oleh R. Sakamto. H. Sumadirdja, TS. peta berbatasan dengan Lembar ditemukan di daerah berdongak
Suriatmadja. KA. Astadiredja, dan Majene-Palopo di utara, Lembar tinggi, yaitu di pegunungan sebelah Penyelidikan geologi sebelumnya di
dibantu oleh S. Hardoprawiro. D. Ujung Pandang, Benteng dan Sinjai di barat dan timur. Daerah berdongak lembar ini dilakukan oleh Steiger
Sudana, N. Ratman dan E. Titersole selatan, Selat Makasar d barat dan, rendah sebagian besar daerah (1915), t’Hoen & Ziegler (1917).
Teluk Bone di timur. pertanian. Binatang liar sudah jarang Sung (1948). Hooijer (1949) dan
Data geologi tinjau yang dihasilkan ditemui di daerah ini; yang terlihat Patty & Wiryosujono (1962); yang
pada 1971 kemudian dilengkapi Daerah ini mempunyai penduduk hanya ular, kijang, anoang dan kera. terbaru di lakukan oleh van Leeuwen
sejumlah lintasan geologi yang lebih yang relatif lebih padat daripada (1974).
rapat, yang dilakukan dari September bagian lain Sulawesi Selatan Daerah pemetaan sangat mudah
disusun menjadi peta geologi ber bertempat tinggal di kota kabupaten dicapai. Hubungan udara yang pada
sistem Luar Jawa, sekala 1:250.000. dan kecamatan, penduduk terdapat di 1971 antara Jakarta dan Makassar
desa dan kampung di sepanjang (sekarang Ujung Pandang) hanya
semua jalan utama yang menuju ke berlagsung beberapa kali dalam
3 4

GEOMORFOLOGI adalah dataran Bone yang sangat dalam lingkungan laut, menindih tak Camba ini yang menindih tak selaras
luas, yang menempati hampir selaras batuan flysch yang berumur Formasi Tonasa.
Di daerah Lembar Pangkajene dan sepertiga bagian timur. Kapur Akhir. Batuan sedimen Formasi
Selama Miosen akhir sampai Pliosen,
Watampone Bagian Barat terdapat Malawa yang sebagian besar dicirikan
di daerah yang sekarang jadi Lembah
dua baris pegunungan yang Lembah Walanae yang memisahkan oleh endapan darat dengan sisipan
Walanae di endapkan sedimen
memanjang hampir sejajar pada arah kedua pegunungan tersebut di bagian batubara, menindih tak selaras
klastika Formasi Walanae. Batuan itu
utara-barat laut dan terpisahkan oleh utara selebar 35 Km. tetapi di bagian batuan gunangai Paleosen dan batuan
tebalnya sekitar 4500 m, dengan
lembah Sungai Walanae. Pegunungan selatan hanya 10 km. Di tengah flysch Kapur Akhir. Ke atas Formasi
bioherm batugamping koral tumbuh
yang barat menempati hampir tendapat Sungai Walanae yang Malawa ini secara berangsur beralih
di beberapa tempat (batugamping
setengah luas daerah, melebar di mengalir ke utara Bagian selatan ke endapan karbonat Formasi Tonasa
Anggota Taccipi). Formasi, Walanae
bagian selatan (50 km) dan berupa perbukitan rendah dan di yang terbentuk secara menerus dari
berhubungan menjemari dengan
menyempit di bagian utara (22 km). bagian utara terdapat dataran Eosen Awal sampai bagian bawah
bagian atas Formasi Camba. Kegiatan
Puncak tertingginya 1694 m, aluvium yang sangat luas mengelilingi Miosen Tengah. Tebal Formasi Tonasa
gunungapi selama Miosen Akhir
sedangkan ketinggian rata-ratanya D. Tempe. lebih kurang 3000 m, dan melampar
sampai Pliosen Awal merupakan
1500 m. Pembentuknya sebagian cukup luas mengalasi batuan
sumber bahan bagi Formasi Walanae.
besar batuan gunungapi. Di lereng gunungapi Miosen Tengah di barat.
Kegiatan gunungapi yang masih
barat dan di beberapa tempat di STRATIGRAFI Sedimen klastika Formasi Salo
terjadi di beberapa tempat selama
lereng timur terdapat topografi kras, Kalupang yang Eosen sampai
Pliosen, dan menghasilkan batuan
penceminan adanya batugamping. Di Oligosen bersisipan batugamping dan
Kelompok batuan tua yang umurnya gunungapi Parepare (4,25-4,95 juta
antara topografi kras di lereng barat mengalasi batuan gunungapi
belum diketahui terdiri dari batuan tahan) dan Baturape-Cindako, juga
terdapat daerah pebukitan yang Kalamiseng Miosen Awal di timur.
ularabasa, batuan malihan dan merupakan sumber bagi formasi itu.
dibentuk oleh batuan Pra-Tersier. Sebagian besar pegunungan, baik
Pegunungan ini di baratdaya dibatasi batuan melange. Batuannya
terbreksikan dan tergerus dan yang di barat maupun yang di timur,
oleh dataran Pangkaiene-Maros yang Terobosan batuan beku yang terjadi
mendaun, dan sentuhannya dengan berbatuan gunungapi. Di pegunungan
luas sebagai lanjutan dari dataran di di daerah itu semuanya berkaitan
formasi dl sekitarnya berupa sesar yang timur, batuan itu diduga
selatannya. erat dengan kegiatan gunungapi
atau ketidselarasan. Penarikhan berumur Miosen Awal bagian atas
tersebut. Bentuknya berupa stok, sill
radiometri pada sekis yang yang membentuk batuan Gunungapi
dan retas, bersusunan beraneka dari
Pegunungan yang di timur relatif menghasilkan 111 juta tanun Kalamiseng Di lereng timur bagian
basal, andesit, trakit, diorit dan
lebih sempit dan lebih rerdah, dengan Kemungkinan menunjukkan peristiwa utara pegunungan yang barat,
granodiorit. dan berumur berkisar
puncaknya rata-rata setinggi 700 m, malihan akhir pada tektonik Zaman terdapat batuan Gunungapi Soppeng
dari 8.3 sampai 19 ± 2 juta tahun.
dan yang tertinggi 787 m. Juga Kapur. Batuan tua ini tertindih tak yang diduga juga berumur Miosen
Setelah Pliosen Akhir, rupanya tidak
pegunungan ini sebagian besar selaras oleh endapan flysch Formasi Awal. batuan sedimen berumur
terjadi pengendapan yang berarti di
berbatuan gunungapi. Bagian Balangbaru dan Formasi Marada yang Miosen Tengah sampai Pliosen Awal
daerah ini, dan juga tidak ada
selatannya selebar 20 km dan lebih tebalnya lebih dari 2000 m dan berselingan dengan batuan
kegiatan gunungapi. Endapan undak
tinggi, tetapi ke utara meyempit dan berumur Kapur Akhir. Kegiatan gunungapi yang berumur antara
di utara Pangkajene dan di beberapa
merendah, dan akhirnya menunjam magma sudah mulai pada waktu itu 8,93-9,29 juta tahun. Secara
tempat di tepi Sungai Walanae,
ke bawah batas antara Lembah dengan bukti adanya sisipan lava bersama batuan itu menyusun
rupanya terjadi selama Pliosen.
Walanae dan dataran Bone. Bagian dalam flysch. Formasi Camba yang tebalnya sekitar
Endapan Holosen yang luas berupa
utara pegunungan ini bertopografi Batuan gunungapi berumur Paleosen 5000 m. Sebagian besar pegunungan
aluvium terdapat di sekitar D. Tempe,
kras yang permukaannya sebagian (58,5- 63,0 it), dan diendapkan yang barat terbentuk dari Formasi
berkerucut. Batasnya di timurlaut
5 6

di dataran Pangkajene-Maros dan di sungai besar, di sekitar lekuk Danau metasedimen dan rijang radiolaria. Shell menunjukkan umur Kapur Akhir
bagian utara dataran Bone. Tempe, dan di sepanjang pantai. Daerah baratlaut mengandung dan diendapkan di lingkungan neritik
banyak batupasir dan ke arah dalam (T.M. van Leeuwen, hubungan
Endapan pantai setempat tenggara, lebih banyak batulempung tertulis. 1978). Formasi ini tebalnya
Endapan Permukaan mengandung sisa kerang dan dan serpih. lebih dari 1000 m.
batugamping koral (Qc). Sisipan
lempung laut yang mengandung Baru-baru ini Labaratorium Total CTF
Qpt ENDAPAN UNDAK: kerikil, moluska (Arca,. Trocbus dan mengenali Globotruncana pada serpih Teos FORMASI SALO KALUPANG:
pasir dan lempung, membentuk Cypraea) dan buncak besi terdapat di -lanauan dari sebelah timur batupasir, serpih dan batulempung.
dataran rendah bergelombang di sekitar Danau Tempe (t’Hoen & Bantimala, dan pada grewake dari berselingan dengan konglomerat
sebelah utara Pangkajene. Terutama Ziegler, 1915). Undak sungai yang jalan antara Padaelo Tanetteriaja gunungapi, breksi dan tufa bersisipan
berasal dari batua pra-tersier di berumur Plistosen (tak terpetakan) di yang berumur Kapur Akhir (P.F lava, batugamping dan napal,
sebelah timur Pangkajene. Satuan ini Kampung Sompoh, dekat Sungai Burollet, hubungan tertulis, 1979). batulempung. serpih dan batupasir di
dapat dibedakan secara morfologi Walanae, mengandung tulang gajah beberara tempat tercirikan oleh
dari endapan aluvium yang lebih purba yang dikenali sebagai warna merah, coklat, kelabu dan
Formasi ini tebalnya sekitar 2000 m;
muda. Satuan ini barangkali dapat Archidiscodon celebensis (Hooijer, hitam; setempat mengandung fosil
tertindih tak selaras batuan Formasi
dinasabahkan dengan endapan undak 1949). moluska dan foraminifera, terutama
Mallawa dan Batuan Gunungapi
di dekat sungai Walanae yang di dalam lapisan batugamping dan
Terpropilitkan, dan menindih tak
mengandung tulang gajah purba yang napal pada umumnya gampingan.
selaras Kompleks Tektonik Bantimala.
berumur Plistosen; tidak terpetakan. Batuan Sedimen dan Bautan padat dan sebagian dengan urat
Lempung, pasir dan kerikil yang tidak Gunungapi kalsit, sebagian serpihnya sabakan;
terpetakan di daerah tata-sungai Kb FORMASI BALANGBARU : kebanyakan lapisan terlipat kuat
Walanae mungkin termasuk satuan Km FORMASI MARADA (van
sedimen tipe flysch; batupasir dengan kemiringan antara 20° - 57°.
ini. Leeuwen. 1974): sedimen bersifat
berselingan dengan batulanau, penampang di Salo Kalupang
flysch; perselingan batupasir,
batulempung dan serpih bersispan memperlihatkan lebih banyak
batulanau, arkosa, grewake. serpih
Qc TERUMBU KORAL : konglomerat, batupasir konglomerat di bagian barat, dengan
dan konglomerat; bersisipan
batugamping terumbu, dibeberapa konglomeratan. tufa dan Lava; komponen andesit dan basal. Di
batupasir dan batulanau gampingan,
tempat di sepanjang pantai terangkat batupasirnya bersusunan grewake sebelah timur Palatae tersingkap lebih
tufa. lava dan breksi yang tersusun
membentuk singkapan kecil. Yang dan arkosa. sebagian tufaan dan banyak tufa dan batupasir daripada di
oleh basal, andesit dan trakit.
dipetakan hanya ditemukan di selatan gampingan: pada umumnva SaLo Kalupang. Di timur Samaenre
Marek. Di dangkalan Spermonde menunjukkan struktur turbidit; di terdapat lebih banyak singkapan
beberapa tempat di temukan Batupasir dan batulanau berwarna serpih daripada di tempat lain;
terumbuh koral muncul ke atas muka
konglomerat dengan susunan basal, kelabu muda sampai kehitaman; batuannya berwarna coklat
laut, melampar kira-kira 60 km di
andesit, diorit. serpih, tufa serpih berwarna kelabu tua sampai kemerahan dan kelabu berselingan
lepas pantai ke arah barat, dan kira-
terkersikkan, sekis, kuarsa, dan coklat tua: konglomerat tersusun oleh dengan batugamping berlapis (Teol)
kira 50 km di lepas pantai ke arah
bersemen batupasir; pada umumnya kerikil andesit dan basal: lava dan dan batupasir.
timur di bagian selatan Lembar.
padat dan sebagian serpih breksi terpropilitkan kuat dengan
terkersikkan. Di bawah mikroskop, mineral sekunder berupa karbonat,
Qac ENDAPAN ALUVIUM, DANAU Fosil foraminifera yang dikenali oleh
batupasir dan batulanau terlihat silikat, serisit, klorit dan epidot. Fosil
DAN PANTAI: lempung, lanau. D. Kadar (hubungan tertulis, 1971
mengandung pecahan batuan beku. Globotruncana dari batupasir
lumpur pasir dan kerikil di sepanjang dan 1974). dan lokasi A.29.b.
gampingan yang dikenali oleh PT
Tc.239.b dan Tc.239.d yang, di
7
8

antaranya Discocyclina javana Research, hubungan tertulis, 1974) Cytboropteron sp.2, Kritbinids sp,. Fosil dari batuan Formasi Tonasa
(VERBEEK), Nummulites sp. , N. dan oleh Robert H. Tschudy (Don E. Loxoconcba sp,. Paijenborcbella sp,. telah dikenali oleh D. Kadar
gizehensis FORSKAL. V pengaronensis Wolcort, USGS, hubungan tertulis, Pokornyella sp,. Traciryleberis sp,. (Hubungan tertulis 1971, 1973), Reed
(VERBEEK), Heterostegina sp, 1973). Sepuluh buah contoh dari Dan xestoberis sp,.Tebal formasi ini & Malicoat (M.W. Konts, hubungan
Catapsydrax unicavus BOLLI- singkapan B.32 (a-f) dan B.54 (a-c, tidak kurang dari 400 m; tertindih tertulis, 1972), Purnamaningsih
LOEBLICH-TAPPAN, Globorotalia dan RR.10), daerah Tanetteriaja, dan selaras oleh batugamping Temt. dan (hubungan tertulis, 1973, 1974), dan
opima BOLLI. Globigerina binaensis sebuah dari dekat galian lempung di menindih tak Selaras batuan sedimen oleh Sudiyono (hubungan tertulis, :
KOCH, Gn. tripartita BOLLI. Gn. Tonasa mengandung fosil mikroflora Kb dan batuan gunungapi Tpv. 1973). Contoh batuan yang dianalisa
tapuriensis BLOW & BANNER, Gn. sbb.: Acritarchs sp., Anacolosidites dari lokasi: A.46, A.112, B.28.b.
venezuelana HEDBERG, ganggang sp., Anno daceae sp. Barringtonia sp, B.29. B30. B.33, P.58, B. 129, C.8,
dan lithothamnium. menunjukkan Betulaceae pollen, Bombacaceae sp., Temt FORMAST TONASA : C51, D.30, Ta.72, Ta.79. Ta.81,
kisaran umur Eosen Awal - Oligosen Compositae sp. Cyatbidites sp., batugamping koral pejal sebagian Ta.90. Ta.131, Ta.134.d, Ta.186.a.
Akhir. Tebal satuan ini diperkirakan Dicolpopollis cf , D. kalewesis, D. terhablurkan. Berwarna putih dan Ta.452, Ta.506. Tb.2. Tc.65.a. Tc.94,
tidak kurang dari 4500 m. verrucate, D. smooth, Dinoflagellates kelabu muda; batugamping Tc.100, Tc.134, Td.6, Td.20. Td.63,
sp., Florscbuetzia trilobata, Gunnera bioklastika dan kalkarenit. Berwarna Td.70. Td.101, Td.112, Td.116,
sp., Intratriporopollenites, Leotriletes putih coklat muda dan kelabu muda. Te.121, Te.216.a, Ti.1, Ti.3, dan Ti.9.
Tem FORMASI MALAWA: sp., Monosulcate pollen, Monosulites sebagian berlapis baik, berselingan Fosil yang dikenali termasuk:
batupasir, konglomerat, batulanau. sp., Myricaceae pollen, Olacacea sp., dengan napal globigerina tufaan; Dictyoconus sp., Asterocydina sp.,
batulempung. dan napal, dengan Palmea pollen, Psilamonoletes sp,. bagian bawahnya mengandung An. matanzensis COLE, Biplanispira
sisipan lapisan atau lensa batubara Retitricolpitesantonii. Retikutcbensis batugamping berbitumen, setempat sp., Discocyclina sp., Nummulites sp.,
dan batulempung; (VENKATCHALA & KAR. 1968), bersisipan breksi batugamping dan N. atacicus LEYMERIE. N.
Sapotaceoidacpollenites sp., batugamping pasiran; di dekat, pangaronensis (VERBEEK), Fasciolites
Sterculiaceae sp., Syncolporate Malawa, daerah Camba terdapat sp., F. oblonga D’ORBIGNY,
Batupasirnya sebagian besar
pollen, Tetraporina sp., Tricolpate batugamping yang mengandung Alveolinella sp., Orbitolites sp.,
batupasir kuarsa, ada pula yang
pollen, Tricolpate verrucate pollen, glaukonit, dan di beberapa tempat di Pellatispira sp., P. madaraszi
arkosa, grewake. dan tufaan,
Triporate pollen. Verrucatosporites daerah Ralla ditemukan batugamping HANTKEN, P. orbitoidae PROVALE. P.
umumnya berwarna kelabu muda dan
sp., Verrustriletesmajor. dan yang mengandung banyak sepaian provaleae YABE, Spiroclypeus sp., S.
coklat muda; pada umumnya bersifat
Verrutricolporites sp. Berdarsarkan sekis dan batuan ultramafik; tidoenganensis VAN DER VLERK. S.
rapuh, kurang padat; konglomeratnya
fosil tersebut A . Khan dan R.H. batugamping berlapis sebagian verinicularis TAN, Globorotalia sp., Gl.
sebagian kompak; batulempung.
Tschudy memperkirakan umur mengandung banyak foraminifera centralis CUSHMAN & BERMUDEZ, Gl,
batugamping dan napal umumnya
Paleogen dengan lingkungan paralas besar, napalnya banyak mengandung mayeri CUSHMAN & ELLISOR, Gl.
mengandung moluska yang belum
sampai dangkal. foraminifera kecil dan beberapa obesa BOLLI, Gl preamenardii
diperiksa, dan berwarna kelabu muda
lapisan napal pasiran mengandung CUSHMAN & STAINFORTH. Gl.
sampai kelabu tua; batubara berupa
Berdasarkan fosil Ostrakoda dari banyak kerang (pelecypoda) dan siakensis (LE ROY), Globoquadrina
lensa setebal beberapa sentimeter
contoh batuan B.45/e. E. Hazel siput (gastropoda) besar. altispira (CUSHMAN & JARVIS), Gn.
dan berupa lapisan sampai 1,5 m.
memperkirakan, umur Eosen (DL. dehiscens (CHAPMAN-PARR COLLINS)
Wolcort. USGS, hubungan tertulis. Hantkenina alabamensis CUSHMAN,
Penelitian palinologi terhadap sisipan Batugamping pejal pada umumnya
1973). Fosil Ostracoda yang dikenali Heterostegina sp., H. bornensis VAN
batubara telah dilakukan oleh Asrar terkekarkan kuat; di daerah
adalah: Bairdiiac sp,. Cytberella sp,. DER VLERK, Austrotrillina bowcbini
Khan (M.E - Scrutton, Robertson Tanetteriaja terdapat tiga jalur napal
Cytberelloidea sp,.1 Cytberelloidea (SCHLUMBERGER), Lepidocyclina sp.,
yang berselingan dengan jalur
sp.2 Cytboropteron sp.1 barugamping berlapis.
9 10

L. cf. Omphalus TAN, L. Ephippioides mengeras kuat dan sebagian kurang BANNER. Gl. praemenardii Tmcv, Anggota Batuan Gunungapi;
JONES, L, sumatrensis (BRADY), L. padat; berlapisan dengan tebal CUSHMANN & STAINFORTH. Gl. batuan gunungapi bersisipan batuan
parva OPPENOORTH, Iniogypsina sp., antara 4 cm dan 100 cm. Tufanya siakensis (LEROY) Globoqudrina sedimen laut; breksi gunungapi, lava,
Globigerina sp., G. venezuelana berbutir halus hingga lapili; tufa altispira (CUSHMAN JARVIS,, Gn konglomerat gunungapi, dan tufa
HEDBERG, Globigerinoides sp., Gd. lempungan berwarna, merah dehiscens (CHAPMAN PARR-COLLINS) berbutir halus hingga lapili;
altiaperturus BOLLI, Gd. immaturus mengandung banyak mineral biotit; Globerinaoides immaturus LEROY. bersisipan batupasir tufaan, batupasir
LE ROY, Gd. Subquadratus BRONNI- konglomerat dan breksinya terutama Gd. obliquas BOLLI, Gd. Sacculifer gampingan, batulempung
MANN, Gd. trilobus (REUSS), Orbulina berkomponen andesit dan basal (BRADY, Gd. Subquadratus mengandung sisa tumbuhan,
bilobata (D’ORBIGNY). O. suturalis dengan ukuran antan 2 cm dan 40 BRONNIMANN. Gd. Trilobus (REUSS), batugamping dan napal. Batuannya
BRONNIMANN, O. universa cm; batugamping pasiran dan Orbulina universa D’ORBIGNY, bersusunan andesit dan basal;
D’ORBIGNY, Opercuna sp., batupasir gampingan mengandung Biorbulina bilobata (D’ORBIGNY), umumnya sedikit terpropilitkan,
Amphistegina sp. dan Cycloclypeus pecahan koral dan moluska: Operculina sp., Cycloclypeus sp., sebagian terkersikkan, amigdaloidal
sp. Gabungan fosil ini menunjukkan batulempung gampingan kelabu tua Hastigerina Praesiphonifera BLOW, dan berlubang-lubang diterobos oleh
kisaran umur dari Eosen Awal (Ta.2) dan napal mengandung foram kecil Sphaeroidinellopsis seminulina retas, sill dan stok bersusunan basal
sampai Miosen Tengah (Tf), dan dan moluska; sisipan batubara (SCEWAGER), Sp. kochi (CAUDRIE), dan diorit; berwarna kelabu muda,
lingkungan neritik dangkal hingga setebal 40 cm ditemukan di S. dan Sp. subdehiscens BLOW. kelabu tua dan coklat.
dalam dan laguna. Tambahan pulah Maros. Pada umumnya berlapis baik, Gabungan fosil ini menunjukkan umur
ditemukan fosil-fosil foraminifera terlipat lemah dengan kemiringan berkisar dari Miosen Tengah sampai Pemeriksaan petrografi menunjukkan
yang lain. ganggang, koral dan sampai 30°. Miosen Akhir (N.9—N.15), dan fonolit nefelin, porfiri sienit nefelin,
moluska dalam formasi ini. lingkungan neritik. diabas hipersten, tufa batuan basa
Fosil dari Formasi Camba telah andesit, andesit, andesit trakit dan
Tebal formasi ini diperkirakan tidak dikenali oleh D. Kadar (hubungan Lagi pula ditemukan fosil-fosil basal leusit (Subroto dan Saefuddin,
kurang dari 3000 m; menindih tertulis. 1971, 1973, 1974). A.F foraminifera yang lain, ganggang dan hubungan tertulis, 1972): dan tefrit
selaras batuan Formasi Malawa, dan Malicoat (M.W. Kontz, hubungan koral dalam formasi ini. Kemungkinan leusit basanit leusit, leusitit dan dasit
tertindih tak selaras batuan Formasi tertulis, 1972), dan oleh sebagian dari Formasi Camba (von Steiger, 1913).
Camba; diterobos oleh sill, retas, ban Purnamaningsih (hubungan tertulis, diendapkan dekat daerah pantai.
stok batuan beku yang bensusunan 1974), dari contoh batuan: B.27, Secara setempat ditemukan pula fosil Penarikan Kalium Argon pada batuan
basal, trakit, dan diorit. B.73, B.134. C.43, C.44. Ta.57. berumur Pliosen Awal, seperti yang di basal dari lokasi 7 menghasilkan 17,7
Ta.153. Ta.243. Ta.275, Ta.276, sebelah utara Ujung Pandang. juta tahun (Indonesia Gulf Oil,
Tc.48. Tc.416. Td.46, Td.182. Td.332, hubungan tertulis, 1972), dasit dan
Tmc FORMASI CAMBA : batuan dan Ti.15. Fosil-fosil yang dikenali Satuan ini tebalnya sekitar 5000 m, andesit dari lokasi 1 dan 2 masing-
sedimen laut berselingan dengan termasuk: Lepidocyclina cf. menindih tak selaras batugamping masing menghasilkan umur 8,93 dan
batuan gunungapi; batupasir tufaan borneensis PROVALE. Lephippioides dari Formasi Tonasa (Temt) dan 9,29 juta tahun (ET.D. Obradovich,
berselingan dengan tufa, batupasir, JONES & CHAPMAN. L. sumatrensis batuan dari Formasi Malawa (Tem), hubungan tertulis, 1974), dan basal
batulanau dan batulempung; (BRADY) Iniogypsina sp., Globigerina mendatar berangsur berubah jadi dari Birru menghasilkan 6,2 juta
bersisipan dengan napal, venezuelana HEDBERG , Globorotalia bagian bawah dari pada Formasi tahun (T.M. vaan Leeuwen, hubungan
batugamping konglomerat dan breksi baroemoenensis LEROY. Gl. mayeri Walanae (Tmpw); diterobos oleh tertulis, 1978).
gunungapi, dan setempat dengan CUSHMAN & ELISOR, Gl menardii retas, Sil dan stok bersusunan basal Beberapa lapisan batupasir dan
batubara, berwarna beraneka, putih , (DORBIGNY. Gl lenguaensis BOLLI. piroksen, andesit dan diorit. batugamping pasiran mengandung
coklat, merah, kuning, kelabu muda Gl. lobata BERMUDEZ. G.l obesa moluska dan sepaian koral. Sisipan
sampai kehitaman: umumnya BOLLI, Gl. peripheroacuta BLOW & tufa gampingan, batupasir tufa
11 12

gampingan, batupasir gampingan, Tmca : Basal di sekatar G. Gatarang (D’ORBIGNY), Sphaeroidinellopsis Fosil foram kecil banyak ditemukan di
batupasir lempungan, napal dan yang dikelilingi tebing melingkar kochi (GAUDRIE), Sp. Seminulina dalam napal dan sebagian
batugamping mengandung fosil menyerupai kaldera, dan juga di (SGHWAGER), Operculina sp., batugamping; setempat moluska
foraminifera. beberapa tempat yang lain, tercirikan Amphistegina sp., Cyclocypeus sp., ditemukan melimpah di dalam
oleh limpahan kandungan leusit. dan ganggang. Gabungan fosil batupasir, napal dan batugamping; di
tersebut menunjukkan umur Miosen daerah selatan setempat ditemukan
Fosil yang dikenali oleh Sudiyono dan Tmcl, Anggota Batugamping, Tengah (Tf; N.9 - N. 13). ada tumbuhan di dalam batupasir
Purnamaningsih (hubungan tertulis, batugamping, batugamping tufaan, silangsiur dan beberapa lensa
1973, 1974) dari lokasi Td.7 dan batugamping pasiran, setempat batubara di dalam batulempung;
Td.338 adalah Globigerina dengan sisipan tufa; sebagian Tmpw FORMAS1 WALANAE : batutahu ditemukan di dalam
venezuelana (HEDBERG), Globorotalia kalkarenit, pejal dan sarang, berbutir batupasir berselingan dengan batupasir dekat Pampanua dan
mayeri CUSHMAN & ELLISOR, Gl. halus sampat kasar; putih, kelabu, batulanau, tufa, napal, batulempung. Sengkang, daerah utara.
menardii (D’ORBIGNY), Gl. siakensis kelabu kecoklatan, coklat muda dan konglomerat dan batugamping:
(LEROY). Gl. acostaensis BLOW, Gl. coklat; sebagian mengandung Fosil foraminifera yang dikenali oleh
Cf. dutertrei, Globoquadrin.a altispira glaukonit: fosil terutama foraminifera, Sebagian memakas dan sebagian D. Kadar (hubungan tertulis, 1973.
(CUSHMAN & JARVIS), dan sedikit moluska dan koral. repih; umumnya berwarna muda, 1974), oleh Pumarnaningsih dan M.
Globigerinoides extremus BOLLI. Gd putih keabuan, kecoklatan dan kelabu Karmini (hubungan tertulis, 1974)
immaturus LEROY, Gd. obliqus BOLLI. Fosil yang dikenali oleh D. Radar muda. Batupasir berbutir halus dan contoh batuan Ta.150. Ta.157,
Gd. ruber (D’ORBIGNY) Gd. sacculifer (hubungan tertulis, 1973) dan contoh sampai kasar, umumnya tufaan dan Ta.168. Ta.192. Ta.219. Ta.
(BRADY), Gd. trilobus (REUSS), batuan Ta.37, Ta.52, Ta.58.a, Td.104 gampingan, terdiri terutama dari 24O Ta.389, Tc.296.a, Td.43, dan
Hastigerina aequilateralis (BRADY), dan Td.105, adalah: Lepidocyclina sepaian batuan beku dan sebagian Te.75, adalah: Lepidocyclina sp.,
dan Sphaerodinellopsis subdehiscens sp., L. cf) omphalus TAN, L. mengandung banyak kuarsa. Katacyclocypeus sp., Miogypsina sp..
(BLOW). Baik gabungan fosil maupun sumtrensis (BRADY), B. Verbeeki Komponen batuan gunungapi Globigerina bulloides DORBIGNY, G.
data radiometri menunjukkan jangka (NEWTON & HOLLAND), Mogypsina jumlahnya bertambah secara nephentes DODD, Globorotalia obesa
umur Miosen Tengah - Miosen Akhir. sp., M. thecidaeforinis (RUTTEN), M. berangsur ke arah barat dan selatan, BOLLI. Gl. dutertrei (D’ORBIGNY), Gl.
cf. cupulaeforinis (ZUFFARDI- terdiri dari butiran abu hingga lapili, lobata BERMUDEZ, Gl. Scitula
Batuannya sebagian besar COMERCY), Globorotalia sp., Gl. tufa kristal, setempat mengandung (BRADY), Gl. acostaensis BLOW. Gl.
diendapkan dalam lingkungan laut Mayeri CUSHMANN & ELLISOR, Gl. banyak batuapung dan biotit. crassula CUSHMAN & STEWART, Gl.
neritik sebagai fasies gunungapi lobata BERMUDEZ, Gl. praemenardii Konglomerat ditemukan lebih banyak merotumida BLOW & BANNER Gl.
Formasi Camba, menindih tak selaras CUSHMANN & STAINFORTH. Gl di bagian selatan dan barat, tersusun Tumida (BRADY;, Globoquadrina
batugamping Formasi Tonasa dan praescitula BLOW, Gl. siakensis terutama dari kerikil dan kerakal altispira (CUSHMAN & JARVIS),
batuan Formasi Malawa; sebagian (LEROY), Globorotaloides variabilis andesit, trakit dan basal. Ke arah Globigerinoides conglobatus, BRADY.
terbentuk dalam lingkungan darat, BOLLI, Globoquadrina altispira utara dan timur jumlah karbonat dan Gd. Extremus BOLLI, Gd. immaturus
setempat breksi gunungapi (CUSHMAN & JARVIS), Gn. globosa klastika bertambah; di sekitar Tacipi LEROY. Gd. ruber (D’ORBINY) Gd.
mengandung sepaian batugamping BOLLI, Globigerinoides sp., Gd. batugamping berkembang jadi sacculifer (BRADY). Gd. obliquus
seperti yang ditemukan di S. immaturus LEROY. Gd. sacculifer anggota Tacipi; di daerah sekitar BOLLI, Gd. trilobus (REUSS). Orbulina
Paremba; tebal diperkirakan tidak (BRADY) Gd. subquadratus Watampone ditemukan lebih banyak universa D’ORBIGNY, Hastigerina
kurang dari 4000 m. BRONNIMANN, Biorbulina bilobata batugamping pasiran berlapis yang aequilateralis (BRADY),
(D’ORBIGNY), Orbulina suturalis berselingan dengan napal. Sphaeroidinellopsizs seminulina
BRONNIHANN, O. universa batulempung, batupasir dan tufa. (SCHWACER), Ep. subdehiscens
D’ORBIGNY, Hastigerina siphonifera BLOW, Pulleniatina obiquiloculata
13 14

(PARKER & JONES), Amphistegina tempat membentuk pebukitan Satuan ini tebalnya sekitar 400 m; lava, dengan sisipan tufa berbutir
sp., dan Operculina sp. Gabungan kerucut, dan beberapa membentuk sebagai lanjutan dan yang tersingkap pasir sampai lapili, dan batulempung;
fosil tersebut menunjukkan umur punggungan yang sejajar dengan di Birru, di lembar Ujung Pandang, di bagian utara lebih banyak tufa dan
Miosen Tengah - Pliosen (N.9-N.20). pantai timur, yaitu di barat Benteng & Sinjai, yang oleh van breksi, sedangkan di bagian selatan
Lagi pula ditemukan fosil-fosil Watampone; di lembah S. Walanae, Leeuwen (1974) disebut batuan lebih banyak lavanya; sebagian
foraminifera yang lain, moluska, dan di utara Tacipi, batugamping Gunungapi Langi; ditindih takselaras bersusunan basal piroksen dan
ganggang dan koral dalam formasi Anggota Tacipi tarsingkap di sana-sini oleh batuan Eosen Formasi Tonasa sebagian basal leusit, kandungan
ini. di dalam batuan Formasi Walanae; dan Formasi Malawa; diterobos oleh leusitnya makin banyak ke arah
tebal satuan ini dperkirakan tidak batuan granodiorit dan basal. selatan: sebagian lavanya berstuktur
Satuan batuan ini tersebar luas di kurang dan 1700 m. bantal dan sebagian terbreksikan;
sepanjang lembah S. Walanae, di breksinya berkomponen antara 5 cm
timur D. Tempe dan sekitar Tmkv BATUAN GUNUNGAPI - 50 cm; warnanya kebanyakan
Watampone; pada umumnya terlipat Batuan Gunungapi KALAMISENG : lava dan breksi, kelabu tua sampai kelabu kehijauan.
lemah, dengan kemiringan lapisan dengan sisipan tufa, batupasir,
kurang dan 15°, pelipatan kuat Tpv BATUAN GUNUNGAPI batulempung dan napal; kebanyakan Batuan gunungapi ini pada umumnya
terjadi di sepanjang lajur sesar, TERPROPILITKAN : breksi, lava bersusunan basal dan sebagian terubah sangat kuat, amigdaloid
dengan kemiringan sampai 60°. dan tufa. di bagian atas lebih banyak andesit; kelabu tua hingga kelabu dengan mineral sekunder berupa urat
Bagian bawah formasi ini diperkirakan tufa, sedangkan di bagian bawah kehitaman, umumnya tansatmata, karbonat dan silikat; diterobos oleh
menjemari dengan Formasi Camba, lebih banyak lava: umumnya bersifat kebanyakan terubah, amidaloid retas (0,5 m - 1 m) dan sil trakit dan
dan bagian atasnya menjemari andesit, sebagian trakit dan basal; dengan mineral sekunder karbonat andesit, dengan arah umum retas
dengan Batuan Gunungapi Parepare; bagian atas bersisipan serpih merah dan silikat; sebagian lavanya timurlaut-baratdaya. Satuan ini
telal diperkirakan tidak kurang dari dan batugamping; komponen breksi menunjukkan struktur bantal. ditaksir setebal 4.000 m, menindih
4.500 m. beraneka, dari beberapa cm sampai takselaras batugamping Formasi
melebihi 50 cm, terekat tufa yang Satuan batuan ini tersingkap di Tonasa dan ditindih; selaras batuan
Tmpt, Anggota Tacipi: batugamping jumlahnya kurang dari 50%; lava dan sepanjang daerah pegunungan di Formasi Camba; diperkirakan
koral dengan sisipan batugamping breksi berwarna kelabu tua sampai timur lembah Walanae, terpisahkan berumur Miosen Bawah.
berlapis, napal, batulempung, kelabu kehijauan, sangat terbreksikan oleh lajur sesar dari batuan sedimen
batupasir, dan tufa: putih, kelabu dan terpropilitkan, mengandung dan karbonat yang berumur Eosen di Tpbv BATUAN GUNUNGAPI
muda, dan kelabu kecoklatan; banyak karbonat dan silikat. bagian baratnya diterobos oleh retas BATURAPE CINDAKO : lava dan
sebagian sarang dan sebagian pejal. dan stok basal, ansdesit dan diorit. breksi, dengan sisipan sedikit tufa
setempat berstruktur breksi dan Penarikhan Kalium/Argon pada basal dan konglomerat; bersusunan basal,
konglomerat; setempat mengandung dan timur Bantimala (lokasi 5)- sebagian besar ponfiri dengan
Satuan batuan ini berumur lebih
banyak moluska. menghasilkan umur 58,5 juta tahun fenokris piroksen sampai 1 cm
muda dari batugamping Eosen dan
(J.D. Obradovich, hubungan tertulis. panjangnya, dan sebagian
lebih tua dari Formasi Camba Miosen
1974), dan penarikhan jejak belah tansatmata; kelabu tua kehijauan
Fosil foram yang dikenali oleh D. Tengah, mungkin Miosen Bawah; dan
pada tufa dari bagian bawah Batuan hingga hitam; lava sebagian berkekar
Kadar (hubungan tertulis, 1974), dan tebalnya tidak kurang dari 4.250 m.
Gunungapi Langi menghasilkan umur meniang dan sebagian berkekar lapis;
lokasi E.755 dan Ta. 157 adalah :
63 + 2 juta tahun (T.M. van Leeuwen. pada umumnva breksi berkomponen
Amphistegina sp., Operculina sp.,
hubungan tertulis 1978). kasar, 15 cm - 60 cm, terutama basal
Orbulina sp., Rotalia sp., dan Tmsv BATUAN GUNUNGAPI dan sedikit andesit, terekat oleh tufa,
Gastropoda. Satuan ini di banyak SOPPENG : breksi gunungapi dan Dasit pasir sampai lapili, mengandung
15 16

banyak sepaian piroksen. Satuan Batuan Terobosan ultramafik; terobosan yang terjadi di sabagian dicirikan oleh srtuktur kekar
batuan ini tebalnya tidak kurang dari sekitar Camba sebagian terdiri dari meniang bersegi enam, beberapa di
1250 m di lembar Ujungpandang, gd GRANODIORIT : terobosan granodiorit porfir, dengan banyak antaranya bertekstur gabro.
Benteng & Sinjai setelah selatan granodiorit, berwarna kelabu muda, fenokris berupa biotit dan amfibol,
daerah lembar ini menindih dengan miksoskop batuannya terlihat dan menerobos batugamping Formasi Terobosan basal di sekitar Tonasa
takselaras batuan gunungapi Formasi mengandung felspar. kuarsa, biotit, Tonasa dan batuan Formasi Camba. membentuk sil di dalam batugamping
Camba (Tmcv); mungkin berumur sedikit piroksen dan horenblenda, Formasi Tonasa dan terobosan yang
Pliosen Akhir dengan mineral ikutan zirkon, apatit Penarikhan Kalium/Argon granodiorit terjadi di sekitar Malawa kebanyakan
dan magnetit; mengandung senolit dari timur Camba (lokasi 8) pada membentuk retas dalam batuan
bersusunan diorit dan diterobos oleh biotit menghasiikan 9.03 juta tahun Formasi Malawa.
Tppv SATUAN GUNUNGAPI aplit; beberapa bagian yang (J.D. Obradovich, hubungan tertulis
PAREPARE : tufa, berbutir halus bersusunan diorit terkaolinkan. 1974). Penarikhan Kalium/Argon pada
sampai lapili, breksi dan konglomerat batuan basal dari lokasi 7, di timur
gunungapi , setempat dengan sisipan Batuan terobosan ini terdapat Tonasa 1, menunjukkan umur 17,7
lava dan batupasir tufaan: terutama dibagian tenggara Lembar, tersingkap t TRAKIT: terobosan trakit berupa juta tahun (Indonesia Gulf Oil,
bersusunan trakit dan andesit, luas di sekitar Birru, di lembar stok, sil dan retas; bertekstur porfir hubungan tertulis. 1972).
pemeriksaan petrografi menunjukan Ujungpandang, Benteng & Sinjai. kasar dengan fenokris sanidin sampai
andesit trakit, beberapa lapisan tufa menerobros batuan Formasi Marada 3 cm panjangnya; berwarna putih
mengandung banyak biotit; (Km) dan Batuan Gunungapi keabuan sampai kelabu muda. Di Kompleks Tektonika Bantimala
umumnya memakas lemah dan Terpropilitkan (Tpv), tetapi tidak ada sekitar Bantimala dan Tanetteriaja
sebagian repih; berwarna putih santuhan dengan batugamping trakit menerobos batugamping
keabuan hingga kelabu; setempat Formasi Tonasa Temt). Formasi Tonasa, dan di utara
terlihat lapisan silang-siur dan sisa Ub BATUAN ULTRABASA :
Soppeng menerobos batuan
tumbuhan. Sebagian dari batuan, peridotit, sebagian besar
Penarikhan jejak belah percontoh gunungapi Soppeng (Tmsv).
gunungapi ini di daerah timur terdiri terserpentinkan, berwarna hijau tua
granodiorit menghasilkan umur 19 + sampai hijau kehitaman; kebanyakan
terutama dari lava (Tppl), bersusunan Penarikhan Kalium/Argon trakit; dari
2 juta tahun, dan memberikan terbreksikan dan tergerus melalui
trakit, mengandung banyak biotit. barat Bantimala (lokasi 3 dan 4
dugaan batuan terobosan ini sesai naik ke arah baratdaya; pada
Satuan ini ditaksir setebal 500 m, menghasilkan : pada felspar 8,3 juta
ditempatkan selama Miosen (T.M. van bagian yang pejal terlihat struktur
menindih batuan Formasi Camba dan tahun, dan pada biotit 10.9 juta
Leeuwen, hubungan tertulis. 1978). berlapis, dan di beberapa tempat
kemungkinan menjemari dengan tahun (Indonesia Gulf Oil, hubungan
bagian atas Formasi Walanae. mengandung buncak dan lensa
tertulis. 1972). kromit; satuan ini tebalnya tidak
Umurnya Pliosen, berdasarkan
penarikhan radiometri pada trakit dan d DIORIT – GRANODIORIT : kurang dan 2500 m, dan mempunyai
tufa dari timurlaut Parepare (Lembar terobosan diorit dan granodiorit, sentuhan sesar dengan satuan batuan
Majene-Palopo), yang masing-masing terutama berupa stok dan sebagian b BASAL : terobosan basal berupa di sekitarnya.
menghasilkan 4,25 dan 4,95 juta berupa retas, kebanyakan bertekstur sil, stok dan retas, kebanyakan
tahun (J.D. Obradovich, hubungan porfir, berwarna kelabu muda sampai bertekstur porfir dengan fenokris
tertulis, 1974) kelabu. Diorit yang tersingkap di piroksen kasar mencapai ukuran s BATUAN MALIHAN : sebagian
sebelah utara Bantimala dan di lebih dari 1 cm, dan sebagian putih besar sekis dan sedikit genes; secara
sebelah timur Birru menerobos batu tansatmata; berwarna kelabu tua megaskopik terlihat mineral di
pasir Formasi Balangbaru dan batuan kehitaman sampai kehijauan, antaranya glaukofan, garnet, epidot,
18
17

mika dan klorit; di bawah mikroskop baratdaya; satuan ini tebalnya tidak daratan yang dicirikan oleh endapan seluruhnya nampak hingga sekarang
t’Hoent & Ziegler (1915) dan Subroto kurang dari 1750 m, dan mempunyai darat serta batubara di dalam di sebelah timur, dan sesar Soppeng
& Saefudin (hubungan tertuis. 1972) sentuhan sesar dengan satuan batuan Formasi Malawa; sedangkan di yang hanya tersingkap tidak menerus
mengenali sekis glaukofan, eklogit, di sekitarnya. daerah timur, berupa cekungan laut di sebelah barat.
sekis garnet, sekis amfibol, sekis dangkal tempat pengendapan batuan
kiorit, sekis muskovit, sekis klastika bersisipan karbonat Formasi Selama terbentuknya terban
muskovit-tremoilit-aktinolit, sekis Salo Kalupang. Pengendapan Formasi Walanae, di timur kegiatan gunungapi
muskovit-aktinolit, genes albit- Malawa kemungkinan hanya terjadi hanya di bagian selatan
TEKTONIKA
ortoklas, dan genes kuarsa-felspar; berlangsung selama awal Eosen, sedangkan di barat terjadi kegiatan
eklogit tidak ditemukan berupa sedangkan Formasi Salo Kalupang gunungapi yang hampir merata dari
singkanan, melainkan berupa Batuan tua yang masih dapat berlangsung sampai Oligosen Akhir. selatan ke utara, berlangsung dari
sejumlah bongkah besar di daerah diketahui kedudukan stratigrafi dan
Miosen Tengah sampai Pliosen.
batuan malihan; di lokasi Te. 149.a tektonikanya adalah sedimen flych
Di barat diendapkan batuan karbonat Bentuk kerucut gunungapi masih
sekisnya mengandung grafit;, Formasi Balangbaru dan Formasi
yang sangat tebal dan luas sejak dapat diamati di daerah sebelah barat
berwarna kelabu, hijau, coklat dan Marada; bagian bawah takselaras
Eosen Akhir sampai Miosen Awal. ini, di antaranya Puncak Maros dan G.
biru. menindih satuan yang lebih tua, dan
Gejala ini menandakan bahwa selama Tondongkarambu. Suatu tebing
bagian atasnya ditindih takselaras
waktu itu terjadi paparan laut dangkal melingkar mengelilingi G. Benrong, di
oleh batuan yang lebih muda. Batuan
Baruan malihan ini umumnya yang luas, yang berangsur-angsur utara G. Tondongkarambu, mungkn.
yang lebih tua merupakan masa yang
berpendaunan miring ke arah menurun sejalan dengan adanya merupakan sisa suatu kaldera.
terimbrikasi melalui sejumlah sesar
timurlaut, sebagian terbreksikan, dan pengendapan. Proses tektonik di
sungkup, terbreksikan, tergerus,
tersesarkan naik ke arah baratdaya. bagian barat ini berlangsung sampai Sesar utama yang berarah utara-
terdaunkan dan sebagian tercampur
Satuan ini tebalnya tidak kurang dari Miosen Awal, sedangkan di bagian baratlaut terjadi sejak Miosen
menjadi melange. Oleh karena itu
2000 m dan bersentuhan sesar timur kegiatan gunungapi sudah Tengah, dan tumbuh sampai setelah
komplek batuan ini dinamakan
dengan satuan batuan di sekitarnya. mulai lagi selama Miosen Awal, yang Pliosen. Pelipatan besar yang berarah
Komplek Tektonik Bantimala.
Penarikhan Kalium/Argon pada sekis diwakili oleh Batuan Gunungapi hampir sejajar dengan sesar utama
Berdasarkan himpunan batuannya
di timur Bantimala (lokasi 5) Kalamiseng dan Soppeng (Tmkv dan diperkirakan terbentuk sehubungan
diduga Formasi Balangbaru dan
menghasilkan umur 111 juta tahun Tmsv). dengan adanya, tekanan mendatar
Formasi Marada itu merupakan
(J.D. Obradovich. hubungan tertulis, berarah kira-kira timut-barat pada
endapan lereng di dalam sistem
1974). Akhir kegiatan ganungapi Miosen waktu sebelum akhir Pliosen.
busur-palung pada zaman Kapur
Akhir. Gejala ini menunjukkan, bahwa Awal itu diikuti oleh tektonik yang Tekanan ini mengakibatkan pula
melange di Daerah Bantimala terjadi menyebabkan terjadinya permulaan adanya sesar sungkup lokal yang
m KOMPLEK MELANGE : batuan sebelum Kapur Akhir. terban Walanae yang kemudian menyesarkan batuan pra-kapur Akhir
campur aduk secara tektonik terdiri menjadi cekungan tempat di Daerah Bantimala yang kemudian
dari grewake, breksi, kongomerat, Kegiatan gunungapi bawah laut pembentukan Formasi Walanae. tertekan melawati batua tersier.
batupasir; terkersikkan, serpih dimulai pada Kala Paleosen, yang Peristiwa ini kemungkinan besar
kelabu, serpih merah, rijang hasil erupsinya terlihat di timur berlangsung sejak awal Miosen Penyesaran yang relarif lebih kecil di
radiolaria merah, batusabak, sekis, Bantimala dan di daerah Birru Tengah, dan menurun perlahan bagian timur Lembar Walanae dan di
ultramafik, basal, diorit dan lempung; (lembar Ujungpandang, Benteng & selama sedimentasi sampai Kala bagian barat pegunungan barat yang
himpunan batuan ini mendaun, Sinjai). Pada Kala Eosen Awal, Pliosen. Menurunnya Terban Walanae berarah baratlaut - tenggara dan
kebanyakan miring ke arah timurlaut rupanya daerah di barat berupa tepi dibatasi oleh dua sistem sesar
dan tersesarkan naik ke arah normal, yaitu sesar Walanae yang
19 20

merencong, kemungkinan besar dan Fe, 13.47%. Di beberapa tempat DAFTAR REFERENSI/REFERENCES jaarb. Mijnw. Verb. II, pp. 235-
terjadi oleh gerakan mendatar ke kromit ditambang oleh perusahaan 363.
kanan sepanjang sesar besar. daerah. Hooijer, DA. 1949. Plistocene
vertebrates from Celebes. IV van Leeuwen, T.M., 1974 . The
Batugamping Formasi Tonasa dan Archideskodon celebensit nov. geology of Birru area, South
SUMBERDAYA MINERAL DAN lempung. Formasi Malawa digali di Spec.; Zool. Meded. , DeelXX, Sulawesi; PT Riotinto
ENERGI tenggara dan di timur laut No. 14, Leiden 1949. Bethlehem Indonesia, unpubl.
Pangkajene, sebagian bahan dasar rept.
Gejala mineralisasi yang didapatkan bagi pabrik semen Tonasa I dan Patty, E.J. and S. Wiryosujono, 1962.
di daerah Lembar Pangkajene dan Tonasa II. Batuan terobosan basal, The raw materials for cement
Watampone Bagian Barat ialah trakit, diorit dan granodiorit yang plant in the Tonasa - Baloci
sebagai berikut: ditemukan di beberapa tempat baik area on South Sulawesi;
sebagai bahan bangunan fondasi. unpubl. rept GSI, No. 20/do.
Sebuah urat kuarsa yang
mengandung sulfida tembaga dan Lapisan batubara ditemukan di Steiger, von H., 1915. Petrografische
malakit tersingkap pada sentuhan beberapa tempat di dalam Formasi beschrijying van eenege
retas diorit di dalam batuan klastika Malawa. Beberapa di antaranya telah gesteenten uit de
Teos kira-kira 30 km sebelah ditambang selama dan sebelum onderafdeeling Pangkadjene en
timurlaut Camba. Hasil analisis oleh perang dunia kedua. Eksplorasi het landscap Tanette v/h Govt.
Direktorat Geologi (197) minyak dan gas telah dilakukan oleh Celebes dan Onderhorighede;
memperlihatkan kandungan Cu, Gulf Oil Indonesian sejak tahun 1967 jaarb. Mijnw. Verh., pp. 171-
11,19% dan Zn 1,58%. Ketul mangan baik di daerah pantai maupun di lepas 227.
dengan kandungan MnO2, 20,39% pantai. Tes pemboran di Singkang
yang berserakan di dekat sentuhan telah membuktikan adanya gasbumi
Sukamto. R, 1975. Geologic map of
antara batugamping Temt dan batuan di daerah itu.
Indonesia, Sheet VIII
gunungapi Tpv di daerah Birru, Ujungpandang, scale 1 :
menurut hasil penelitian PT Riotinto Mataair panas dan mineral ditemukan 1,000.000; Geological Survey
Bethlehen Indonesia (1974) ternyata di beberapa tempat, yang di of Indonesia.
tudung besi petunjuk mineral logam antaranya mencapai temperatur 40o
dasar. C. Analisis kimia air mineral
Sung, G.L., 1948. Samenvatting van
percontoh dari utara Tanettariaja
belangrijkere geologische
Kromit ditemukan dalam batuan menunjukkan susunan utama dalam
gegevens over Celebes; GL. A.
ultrabasa di timur Barru dan di mg/liter: Ca2+, 206,5; CO2 bebas,
Raport No. 22575; unpubl. rent.
timurlaut Pangkajene, terutama pada 238,1; HCO3, 697,8; dan Cl, 116,0.
PERTAMINA.
bagian yang berlapis berupa lensa
atau buncak. Tanah palapukannya
t’Hoent, C. and K. Ziegler, 1917.
mengandung apungan kromit.
Verslag ovede resultaten van
Analisis kimia apungan kromit dari
geologisch - Mijnbouwkundige
baratlaut Tanetteriaja
verkenningen in Z.W. Celebes;
memperlihatkan kadar Cr2O3, 24.70%
21 22

Keterangan dan Peta Geologi Lembar Ujung Pandang, Benteng dan Sinjai, Sulawesi. Kebanyakan penduduk terlihat hanya ular, kijang, anoang
Sulawesi betempat tinggal di kota-kota dan kera.
Kabupaten dan Kecamatan. Yang
tersebar di sepanjang pesisir, dan Daerah pemetaan umumnya mudah
(Oleh Rab. Sukamto dan Supriatna S. Tahun 1982)
juga di desa-desa yang besar di dicapai. Perhubungan udara yang
pedalaman. Sebagian besar pada tahun 1971 hanya ada
penduduknya bertani sawah dan penenbangan dan Jakarta ke
ladang, dan ada pula yang bekerja Makassar (sekarang Ujung Pandang)
sebagai nelayan. Penduduk di kota- beberapa kali dalam seminggu,
PENDAHULUAN 1974, dan Agustus sampai dengan kota. sebagian berniaga dan sebagian sekarang telah berubah menjadi
Nopember 1974. Hasilnya disusun karyawan. Kehidupan sosiai di daerah beberapa kali dalam satu hari.
menjadi peta geologi bersistem luar ini mencerminkan kebudayaan asli Lapangan Udara Mandai terletak di
Jawa sekala 1 : 250.000. Pemetaan Sulawesi Selatan yang diantaranya bagian baratlaut lembar peta. di
Pemetaan geologi daerah Lembar
selama 1974 dilakukan oleh R. Bugis, Makassar, Bajo, dll. antara Ujung Pandang dan Maros.
Ujung Pandang. Benteng dan Sinjai,
Sukamto,. S. Supriatna. I. Umar, A. Kebanyakan masyarakatnya Dari Mandai atau dan Ujung Pandang
Sulawesi Selatan, dilaksanakan dalam
Koswara dan dibantu oleh Sanardjo. beragama islam ada pula beragama; hampir seluruh daerah pemetaan
rangka Proyek Pemetaan Geologi dan
Katolik dan protestan sedikit yang dapat dicapai dengan kendaraan
interpretasi Foto Udara. Pelita I, oleh
Lembar Ujung Pandang, Benteng dan beragama lain. mobil. Semua kota Kabupaten dan
Subdirektorat Perpetaan, Direktorat
Geologi (skarang Pusat Penelitian dan Sinjai dibatasi oleh kordinat: 119o - sebagian dari kota-kota Kecamatan
Pengembangan Geologi). Semula 120° 30’ BT dan 5o – 6o LS. Untuk Fisiografi lengan selatan Sulawesi mempunyai hubungan jalan yang
pemetaan dilaksanakan secara tinjau mudahnya seluruh Pulau Salayar yang membentang dengan arah dapat dilalui oleh kendaraan mobil.
dengan tujuan untuk melengkapi data yang memanjang sampai 6° 30’ LS utara-selatan mempengaruhi keadaan Jalan-jalan desa dan setapak dapat
geologi di daerah selatan garis 5° LS dimasukkan ke dalam lembar ini. iklim di daerah ini. Seperti di daerah datemukan hampir di seluruh daerah
(termasuk Lembar Pangkajene dan Oleh karena itu lembar ini sebenarnya Indonesia yang lain di daerah ini pun ini. Pulau Salayar sekarang
Watampone Bagian Barat) guna di selatan dibatasi oleh lintang 6° 35’. ada dua musim, yaitu musim mempunyai hubungan laut teratur
kompilasi Peta Geologi Regional kemarau dan musim hujan. Musim di dengan Bulukumba di daratan
sekala 1 :1.000.000, yang sekarang Daerah ini meliputi Daerah Tk II daerah di bagian barat berbeda Sulawesi, dan baru-baru ini juga
sudah terbit (Sukamto 1975) Kabupaten Maros, Sungguminasa, waktunya dengan daerah bagian hubungan udara yang disebut
Pemetaan tinjau dilakukan selama Takalar. Jeneponto, Benteng, timur. Musim hujan di bagian barat perintis.
Agustus dan September 1971 oleh R. Bulukumba, Sinjai dan Salayar; biasanya berlangsung dan Nopember
Sukamto H. Sumadirdja. T.S Suria termasuk Daerah Tk. I Propinsi s/d April, dan di bagian timur Peta dasar yang dipakai dalam
Admadja. K.A Astadiredja, dan Sulawesi Selatan. Lembar peta biasanya berlangsung dari Mei s/d pemetaan ini adalah peta topografi
dibantu oleh S. Hardjprawiro. D. berbatasan dengan Lembar Oktober. bersekala 1 : 250.000, AMS seri T-
Sudana N. Ratman dan E. Titersole. Pangkajene dan Watampone Bagian 503, 1962, SB 50-5 dan SB 51-5 ± 9.
Barat di utara Selat Makassar di Hutan lebat hanya ditemukan di Peta sekala ini dipakai sebagai peta
Data geologi tinjau yang dihasilkan barat, Teluk Bone di timur dan Laut daerah dongak yang tinggi, yaitu di dasar kompilasi. Di lapangan dipakai
pada 1971 Kemudian dilengkapi Flores di selatan. sekitar G. Lompobatang dan G. pula peta topografi bersekala 1 :
dengan berbagai lintasan geologi Cindako. Daerah berdongak rendah 100.000. Di samping itu dipakai pula
yang lebih rapat yang dilakukan Penduduk di daerah lembar ini relatif. sebagian besar berupa daeah potret udara yang melengkapi
selama April sampai dengan Juli padat daripada daerah lain di pertanian. Binatang hutan sudah sebagian besar daerah, dengan
jarang ditemui di daerah ini, yang sekala sebagian besar 1:50.000, dan
23 24

beberapa bersekala 1:10:000. Hanya terdapat di sebelah barat dan sebelah bukit terisolir yang tersusun oleh Pulau Salayar mempunyai bentuk
2 daerah sempit yang memanjang utara G. Lompobatang. Di sebelah batuan klastika gunungapi berumur memanjang utara-selatan, yang
utara-selatan. satu melewati bagian barat terdapat G. Baturape, mencapai Miosen dan Pliosen. Pesisir baratdaya secara fisiografi merupakan lanjutan
timur Puncak G. Lompobatang dan ketinggian 1124 m dan di sebelah ditempati oleh morfologi berbukit dari pegunungan sebelah timur di
yang lain melewati Sinjai yang tidak utara terdapat G. Cindako, mencapai memanjang rendah dengan arah Lembar Pangkajene dan Watampone
terlingkupi potret udara. ketinggian 1500 m. Kedua bentuk umum kirar-kira baratlaut-tenggara. Bagian Barat. Bagian timur rata-rata
kerucut tererosi ini disusun oleh Pantainya berliku - liku membentuk berdongak lebih tinggi dengan puncak
Laporan penyelidikan geologi bawan gunungapi berumur Pliosen. beberapa teluk, yang mudah tertinggi 608 m, dan bagian barat
sebelumnya yang dipakai sebagai dibedakan dari pantai di daerah lain lebih rendah. Pantai timur rata-rata
referensi dalam penusunan peta Di bagian utara lembar tendapat 2 pada lembar ini. Daerah ini disusun terjal dan pantai barat landai secara
Lembar Ujung Pandang. Benteng dan daerah yang tercirikan oleh topografi oleh batuan karbonat dari Formasi garis besar membentuk morfologi
Sinjai ini adalah yang disusun t‘Hoen kras yang di bentuk oleh Tonasa. lereng-miring ke anah barat.
dan Ziegler (1915), Korte (1924), batugamping Formasi Tonasa. Kedua
Sung (1942), Purbo-Hadiwidjoyo daerah bertopografi kras ini Secara fisiografi pesisir timur
(1970) dan van Leeuwen (1974). dipisahkan oleh pegunungan yang merupakan penghubung antara
tersusun oleh batuan gunungapi Lembah Walanae di utara, dan Pulau STRATIGRAFI
berumur Miosen sampai Pliosen. Salayar di selatan. Di bagian utara,
daerah berbukit rendah dari Lembah
Tatanan Stratigrafi
Daerah sebelah barat G. Cindako dan Walanae menjadi lebih sempit
GEOMORFOLOGI
sebelah utara G. Baturape merupakan dibanding yang di (Lembar
Pangkajene dan Watampone Bagian Satuan batuan tertua yang telah
daerah berbukit. kasar di bagian
Bentuk morfologi yang menonjol di Barat) dan menerus di sepanjang diketahui umurnya adalah batuan
timur dan halus di bagian barat.
daerah lembar ini adalah kerucut pesisir timur Lembar Ujung Pandang, sedimen flysch Kapur Atas yang
Bagian timur mencapai ketinggian.
gunungapi Lompobatang. yang Benteng dan Sinjai ini. Pegunungan dipetakan sebagai Formasi Marada
kina-kira 500 m, sedangkan bagian
menjulang mencapai ketinggian 2876 sebelah timur dan Lembar (Km) Batuan malihan (s) belum
barat kurang, dan 50 m di atas muka
m di atas muka laut. Kerucut Pangkajene dan Watampone Bagian diketahui umurnya, apakah lebih tua
laut dan hampir merupakan suatu
gunungapi dari kejauhan masih Barat berakhir di bagian utara pesisir atau lebih muda dari pada Formasi
datanan. Bentuk morfologi ini disusun
memperlihatkan bentuk aslinya. dan timur lembar ini. Marada; yang jelas diterobos oleh
oleh batuan klastika gunungapi
menempati lebih kurang 1/3 daerah granodiorit yang diduga berumur
berumur Miosen. Bukit-bukit
lembar. Pada potret udara terlihat Miosen (19 ± 2 juta tahun).
memanjang yang tersebar di daerah Bagian selatan pesisir timur
dengan jelas adanya beberapa Hubungan Formasi Marada dengan
ini mengarah ke G. Cindako dan G. membentuk suatu tanjung yang
kerucut parasit, yang kelihatannya satuan batuan yang lebih muda, yaitu
Baturape berupa retas-retas basal. ditempati sebagian besar oleh daerah
lebih muda dan kerucut induknya Formasi Salo Kalupang dan Batuan
berbukit kerucut dan sedikit topografi
bersebaran di sepanjang jalur utara- Gunungapi Terpropilitkan tidak begitu
Pesisir barat merupakan daratan kras. Bentuk morfologi semacam ini
selatan melewati puncak G. jelas, kemungkinan tak selaras.
rendah yang sebagian besar terdiri ditemukan pula di bagian baratlaut P.
Lompobatang. Kerucut gunungapi
dari daerah rawa dan daerah pasang- Salayar. Teras pantai dapat diamati di
Lompobatang ini tersusun oleh Formasi Salo Kalupang (Teos) yang
surut. Beberapa sungai besar daerah ini sejumlah antara 3 dan 5
batuan gunungapi berumur Plistosen. diperkirakan berumur Eosen Awal -
membentuk daerah banjir di dataran buah. Bentuk morfologi ini disusun
oleh batugamping berumur Miosen Oligosen Akhir berfasies sedimen
ini. Bagian timurnya terdapat buki
Dua buah bentuk kerucut tererosi Akhir-Pliosen. laut, dan diperkirakan setara dalam
yang lebih sempit sebarannya umur dengan bagian bawah Formasi
25 26

Tonasa (Temt). Formasi Salo Batuan gunungapi berumur Pliosen berisipan batupasir dan batulanau lapisannya terlipat kuat dengan
Kalupang terjadi di sebelah timur terjadi secara setempat, dan gampingan. tufa, lava dan breksi kemiringan antara 20o - 75o.
Lembah Walanae dan Formasi Tonasa menyusun Batuan Gunungapi yang bersusunan basal. andesit dan
terjadi di sebelah baratnya. Baturape - Cindako (Tpbv). Satuan trakit. Fosil dari Formasi Salo Kalupang yang
batuan gunungapi yang termuda dikenali oleh D. Kadar (hubungan
Satuan batuan berumun Eosen Akhir adalah yang menyusun Batuan Batupasir dan batulanau berwarna tertulis, 1974) pada contoh batuan
sampai Miosen Tengah menindih Gunungapi Lompobatang (Qlv), kelabu muda sampai kehitaman; Td. 140, terdiri dari: Asterocyclina
takselaras batuan yang lebih tua. berumur Plistosen. Sedimen termuda serpih berwarna kelabu tua sampa matanzensis COLE, Discocyclina
Berdasarkan sebaran daerah lainnya adalah endapan aluvium dan coklat tua; konglomerat tersusun oleh dispansa (SOWERBY), D. javana
singkapannya, diperkirakan batuan pantai (Qac). andesit dan basal; lava dan breksi (VERBEEK), Nummulites sp.,
karbonat yang dipetakan sebagai terpropilitkan kuat dengan mineral Pellatispira madaraszi (HANTKEN),
Formasi Tonasa (Temt) tenjadi pada sekunder berupa karbonat, silikat, Heterostegina saipanensis COLE, .
daerah yang luas di lembah ini. serisit. klorit dan epidot. dan Globigerina sp. Gabungan fosil ini
Formasi Tonasa ini diendapkan sejak Perian Satuan Peta menunjukkan umur Eosen Akhir (Tb).
Eosen Akhir berlangsung hingga Fosil globotruncana, dari batupasir Formasi Salo Kalupang yang
Miosen Tengah, menghasilkan gampingan yang dikenal oleh PT Shell tersingkap di daerah Lembar
endapan karbonat yang tebalnya menunjukKan umur Kapur Akhir, dan Pangkajene dan Watampone Bagian
Endapan Permukaan
tidak kurang dan 1750 m. Pada kala diendapkan di lingkungan neritik Barat mengandung fosil yang
Miosen Awal rupanya terjadi endapan dalam (T.M. van Leeuwen, hubungan berumur Eosen Awal sampai Oligosen
batuan gunungapi di daerah timur Qac ENDAPAN ALUVIUM, RAWA Akhir. Formasi ini tebalnya tidak
tertulis, 1975 . Formasi ini diduga
yang menyusun Batuan Gunungapi DAN PANTAI: kerikil. pasir, kurang dari 1500 m, sebagai lanjutan
tebalnya tidak kurang dari 1000 m.
Kalamiseng (Tmkv). lempung, lumpur dan batugamping dari daerah lembar Pangkajene dan
koral. Watampone Bagian Barat sebelah
Satuan batuan berumur Miosen utaranya ; ditindih tak selaras oleh
Tengah sampai Pliosen menyusun Terbentuk dalam lingkungan sungai, batuan dari Formasi Walanae dan
rawa, pantai dan delta. Di sekitar Teos FORMASI SALO KALUPANG: dibatasi oleh sesar dan batuan
Formasi Camba (Tmc) yang tebalnya
Bantaeng, Bulukumba dan S. Berang batupasir, serpih dan batulempung gunungapi Tmkv.
mencapai 4.250 m dan menindih tak
endapan aluviumnya terutama terdiri berselingan. dengan konglomerat
selaras batuan-batuan yang lebih tua.
dari rombakan batuan gunungapi G. gunungapi, breksi dan tufa.
Formasi ini disusun oleh batuan
Lompobatang: di dataran pantai barat bersisipan lava. batugamping dan
sedimen laut berselingan dengan
terdapat endapan rawa yang sangat napal: batulempung. serpih dan
klastika gunungapi, yang Temt FORMASl TONASA:
luas. batupasirnya di beberapa tempat
menyamping beralih menjadi batugamping, sebagian berlapis dan
dicirikan oleh warna merah, coklat,
dominan batuan gunungapi (Tmcv). sebagian Pejal; koral, bioklastika, dan
kelabu dan hitam; setempat
Batuan sedimen laut berasosiasi kalkarenit. dengan sisipan napal
mengandung fosil moluska dan
dengan karbonat mulai diendapkan Batuan Sedimen dan Batuan Gunungapi
globigerina.
foraminifera di dalam sisipan
sejak Miosen Akhir sampai Pliosen di
Km FORMASI MARADA (TM. VAN batugamping dan napal; pada
cekungan Walanae, daerah timur, dan Batugamping kaya foram besar,
LEEUWEN, 1974): batuan sedimen umumnya gampingan, padat, dan
menyusun Formasi Walanae (Tmpw) batugamping pasiran, setempat
bersifat flysch: perselingan. sebagian dengan urat kalsit, sebagian
dan Anggota Salayar (Tmps). dengan moluska: kebanyakan putih
batupasir, batulanau, arkose. dari serpihnya sabakan; kebanyakan
Grewake, serpih dan konglomerat; dan kelabu muda. sebagian kelabu
27 28

tua dan coklat. Perlapisan baik dan diorit; berkembang baik di Globigerina venezuelana HEDBERG,. gunungapi dari lava yang
setebal antara 10 cm dan 30 cm, sekitar Tonasa di daerah Lembar Globoquadrina altispira (CUSHMAN & berkomposisi andesit ban basal;
terlipat lemah dengan kemiringan Pangkajene dan Watampone Bagian JARWS). Orbulina universa konglomerat juga berkomponen
lapisan rata-rata kurang dari 25o; di Barat, sebelah utaranya. D’ORBIGNY, O. suturalis andesit dan basal dengan ukuran 3 -
daerah Jeneponto banugamping BROWNIMANN Cellantbus 50 cm; tufa berlapis baik, terdiri dari
berlapis berselingan dengan napal cratuculatus FICHTEL & MOLL, dan tufa litik, tufa kristal dan tufa vitrik.
globigerina. Tmc FORMASI CAMBA : batuan Elphidium advenum (CUSHMAN) Bagian atasnya mengandung
sedimen laut berselingan dengan Gabungan fosil tersebut menunjukkan ignimbrit bersifat trakit dan tefrit
Fosil dari Formasi Tonasa dikenal: batuan gunungapi, batupasir tufaan umur Miosen Tengah (Tf). Lagi pula leusit; ignimbrit berstruktur kekar
oleh D. Kadar (hubungan tertulis. benselingan dengan tufa batupasir ditemukan fosil foraminifera jenis meniang, berwarna kelabu kecoklatan
1973, 1974, 1975;. dan oleh dan batulempung ; bersisipan napal, yang lain, ostrakoda dan moluska dan coklat tua, tefrit leusit
Purnamaningsih (hubungan tertulis, batugamping , konglomerat dan dalam Formasi ini. Kemungkinan berstruktur aliran dengan permukaan
1974). Contoh-contoh yang dianalisa breksi gunungapi. dan batubara. Formasi Camba di daerah ini berumur berkerak roti, berwarna hitam.
fosilnya adalah: La.8, La.35, Lb.1, sama dengan yang di Lembar Satuan Tmcv ini termasuk yang
Lb.49, Lb83, Lc.44, Lc.97, Lc. 114, Warna beraneka dari putih, coklat, Pangkajene dan Watampone Bagian dipetakan oleh T.M. van Leeuwen
Td.37, Td.161, dan Td.167. Fosil fosil merah. kelabu muda sampai Barat, yaitu Miosen Tengah sampai (hubungan tertulis, 1978) sebagai
yang dikenali termasuk: Discocyclina kehitaman umumnya mengeras kuat; Miosen Akhir. Batuan Gunungapi Sopo, Batuan
sp., Nummuliites sp. . Heterostegina berlapis-lapis dengan tebal antara 4 Gunungapi Pamusureng dan Baruan
sp.. Flosculineilla sp., Spirochypues cm dan 100 cm. Tufa berbutir halus Formasi ini adalah lanjutan dari Gunungapi Lemo. Breksi gunungapi
sp., S. Orbitoides DOUVILLE, hingga lapili; tufa lempungan Formasi Camba yang terletak di yang tersingkap di P. Salayar
Lepidocyclina sp., L. ephippiodes berwarna merah mengandung banyak Lembar Pangkajene dan Bagian Barat mungkin termasuk formasi ini;
JONES & CHAPMAN. L. verbeeki mineral biotit; konglomenat dan Watampone sebelah utaranya kira- breksinya sangat kompak, sebagian
NEWTON & HOLLAND, L. cf. breksinya terutama berkomponen kira 4.250 m tebalnya, diterobos oleh gampingan; berkomponen basal
Sumatrensis JONES & CHAPMAN, andesit dan basal dengan ukuran retas basal piroksen setebal antara ½ amfibol, basal piroksen dan andesit
Miogypsina sp., Globigerina sp, Gn. antara 2 cm dan 30 cm; batugamping - 30 m, dan membentuk bukit-bukit (0,5 — 30 cm), bermassa dasar tufa
triprtita COCH, Globoquadrina pasiran mengandung koral dan memanjang Lapisan batupasir yang mengandung biotit dan
altispira (CUSHMAN & JARVIS), moluska; batulempung kelabu tua kompak (10 - 75 cm) dengan sisipan piroksen.
Amphistegina sp.,Cycloclypeus sp.. dan napal mengandung fosil foram batupasir tufa (1 - 2 cm) dan
dan Operculina sp. Gabungan fosil kecil; sisipan batubara setebal 40 cm konglomerat berkomponen basal dan Fosil yang dikenali oleh D. Kadar
tersebut menunjukkan umur berkisar ditemukan di S. Maros. andesit, yang tersingkap di P. Salayar (hubungan rertulis, 1971) dari lokasi
dari Eosen sampai Miosen Tengah (Ta diperkirakan termasuk satuan Tmc. A.75 dan A.76.b termasuk:
- Tf). dan lingkungan pengendapan Fosil dari Formasi Camba yang Amphistegina sp., Globigerinides,
neritik dangkal sampai dalam dan dikenal oleh D. Kadar (hubungan Tmcv Batuan Gunungapi Formasi Operculina sp., Orbulina universa
sebagian laguna. tertulis 1974, 1975) dan Camba: breksi gunungapi, lava D’ORBIGNY, Rotaila sp., dan
Purnamaningsih (hubungan tertulis, konglomerat dan tufa berbutir halus Gastropoda. Penarikhan jejak belah
Formasi ini tebalnya tidak kurang dari 1975). pada contoh batuan La.3. hingga lapili bersisipan batuan dan contoh ignimbrit menghasilkan
1750 m, tak selaras menindih batuan L.a.24, La.125, dan La.448/4, terdiri sedimen laut berupa barupasir umur 13 ± 2 juta tahun dan K-Ar dan
Gunungapi Terpropilitkan (Tpv) dan dari: Globorotalia mayeri CUSHMAN & tufaan, batupasir gampingan dan contoh lava menghasilkan umur 6,2
ditindih oleh Formasi Camba (Tmc); ELLISOR,. Gl. praefoksi BLOW & batulempung yang mengandung sisa juta tahun (TM. van Leeuwen,
di beberapa tempat diterobos oleh MANNER, Gl. siakensis (LEROY), tumbuhan. Bagian bawahnya lebih hubungan tertulis, 1978). Data
retas, sil dan stok bersusunan basal Flosculinella bontangensis (RUTTEN). banyak mengandung breksi paleontologi dan radiometri tersebut
30
29

menunjukkan umur Miosen Tengah di bagian selatan sampai di P. Salayar bagian coklat dan merah; setempat undak pantai pada batugamping;
sampai Miosen Akhir. batuannya merjemari dengan mengandung moluska. paling sedikit ada 3 atau 4 undak
batugamping Anggota Salayar pantai. Daerah batugamping ini
Satuan ini mempunyai tebal sekitar (Tmps); kebanyakan batuannya membentuk pebukitan rendah dengan
Di sebelah timur Bulukumba dan di P.
2.500 m dan merupakan fasies berlapis baik, terlipat lemah dengan ketinggian rata-rata 150 m, dan yang
Salayar terlihat batugampmg ini
gunungapi dari pada Formasi Camba kemiringan antara 10o – 20o, dan paling tinggi 400 m di P. Salayar.
relatif lebih muda dan pada batupasir
yang berkembang baik di daerah membentuk perbukitan dengan
Formasi Walanae, tetapi di beberapa
sebelah utaranva Lembar Pangkajene ketinggian rata-rata 250 m di atas
tempat terlihat adanya hubungan
dan Watampone Bagian Barat); muka laut; tebal Formasi ini sekitar
menjemari. Fosil dari Anggota Salayar Batuan Gunungapi
lapisannya kebanyakan terlipat 2500 m. Di P. Salayar Formasi ini
yang di kenali oleh Purnamaningsih
lemah, dengan kemiringan kurang terutama terdiri dari lapisan-lapisan
(hubungan tertulis, 1975) pada Tpv BATUAN GUNUNGAPI
dari 20o; menindih tak selaras batupasir tufaan (10 - 65 cm) dengan
contoh batuan La.437, La.438 dan TERPRO PILITKAN : breksi, lava
batugamping Formasi Tonasa (Temt) sisipan. napal; batupasirnya
La.479, terdiri dari: dan tufa.
dan batuan yang lebih tua. mengandung kuarsa, biotit, amfibol
Globigerinanaphentes TODD,
dan piroksen.
Globorotalia acostaensis BLOW, Gl.
dutertrei (D’ORBIGNY),Gl. margaritae Mengandung lebih banyak tufa di
Tmpw FORMASI WALANAE :
Fosil dari Formasi Walanae yang BOLLI & BERMUDEZ, Gl. menardii bagian atasnya dan lebih banyak lava
penselingan batupasir, konglomerat,
dikenali oleh Purnamaningsih (D’ORBIGNY), GL scitaes (BRADY), di bagian bawahnya, kebanyakan
dan tufa. dngan sisipan batulanau,
(hubungan tertulis, 1975) pada Gl. tumiida (BRADY), Globoquadrina bersifat andesit dan sebagian trakit;
batulempung, batugamping, napal
contoh batuan La.457 dan La,468, altispira (CUSHMAN & JARVIS), Gn. bersisipan serpih dan batugamping di
dan lignit;
terdiri dari: Globigerina sp., Dehiscens (CHAPMANN- bagian atasnya; koponen breksi
Globorotalia menardi (D’ORBIGN’Y), PARRCOLLINS), Globigerinoides beraneka ukuran dari beberapa cm
Batupasir berbutir sedang sampai Gl. tumida (BRADY). Globoquadrina extremus BOLLI & BERMUDEZ, Gd. sampai lebih dan 50 cm, tersemen
kasar, umumnya gampingan dan altispira (CUTSHMAN & JARVIS), immaturus LEROY, Gd. obliquus oleh tufa yang kurang dan 50%; lava
agak kompak, berkomposisi sebagian Globigerinoides immaturus LEROY, Gl. BOLLI, Gd. ruber: (D’ORBIGNY), Gd. dan breksi berwarna kelabu tua
andesit dan sebagian lainnya banyak obliquus BOLLI dan Orbulina universa sacculifer (BRADY), Gd. trilobus sampai kelabu kehijauan, sangat
mengandung kuarsa; tufanya D’ORBIGNY. Gabungan fosil tersebut (REUSS), Biorbulina bilobata terbreksikan dan terpropilitkan,
benkisar dari tufa breksi, tufa lapili menunjukkan umur berkisar dari (D’ORBIGNY), Orbulina universa mengandung bank-bank karbonat dan
dan tufa kristal yang banyak Miosen Akhir sampai Pliosen, (N18 – (D’ORBIGNY), Hasdgerina silikat.
mengandung biotit; konglomerat N20). Lagi pula ditemukan jenis aequiiateralis (BRADY), Pulleniatina
berkomponen andesit, trakit dan foraminifera yang lain, ganggang, dan primalis BANNER & BLOW, Satuan ini tebalnya sekitar 400 m,
basal, dengan ukuran ½ - 70 cm. koral dalam Formasi ini. Sphaeroidinellopsis seminulina ditindih tak selaras oleh batugamping
rata-rata 10 cm. SCHWAGER dan Sp. subdehiscens Eosen Formasi Tonasa, dan diterobos
BLOW. Gabungan fosil tersebut oleh batuan granodiorit (gd); disebut
Formasi ini terdapat di bagian timur, menunjukkan umur berkisar dan Batuan Gunungapi Langi oleh van
Tmps Anggota Salayar Formasi
sebagai lanjutan dari lembah S. Miosen Akhir sampai Pliosen Awal Leeuwen (1974). Penarikhan jejak
Walanae: batugamping pejal,
Walanae di lembar Pangkajene dan (N16-N19). belah sebuah contoh tufa dari bagian
batugamping koral dan kalkarenit,
Watampone Bagian Barat sebelah bawah satuan menghasilkan umur -
dengan sisipan napal dan batupasir
utaranya. Di daerah urara banyak Tebal satuan diperkirakan sekitar 63 juta tahun atau Paleosen (T.M.
gampingan; umumnya putih,
mengandung tufa, di bagian tengah 2000 m. Di Kp. Ara dan di ujung
banyak mengandung batupasir, dan utara P. Salayar ditemukan undak-
31
32

van Leeuwen, hubungan tertulis, Bersusunan basal, sebagian besar sebelah barat Sinjai dan ada yang Formasi Marada (Km) dan Batuan
1978). porfiri dengan fenokris piroksen berlapis; lava yang terdapat kira-kira Gunungapi Terpropilitkan (Tpv),
besar-besar sampai 1 cm dan 2½ km sebelah utara Bantaeng tetapi tidak ada kontak dengan
sebagian kecil tansatmata, kelabu tua berstruktur bantal; setempat breksi batugamping Formasi Tonasa (Temt).
Tmkv BATUAN GUNUNGAPI
kehijauan hingga hitam warnanya; dan tufanya mengandung banyak Penarikan jelak belah dari contoh
KALIMISENG : lava dan breksi,
lava sebagian berkekar maniang dan biotit. granodiorit yang menghasilkan umur
dengan sisipan tufa; batupasir,
sebagian berkekar lapis, pada 19 ± 2 juta tahun memberikan
batulempung dan napal.
umumnya breksi berkomponen kasar, Bentuk morfologi tubuh gunungapi dugaan bahwa penerobosan batuan
dari 15 cm sampai 60 cm, terutama masih jelas dapat dilihat pada potret ini berlagsung di Kala Miosen Awal
Kebanyakan bensusunan basal dan basal dan sedikit andesit, dengan udara: (Qlvc) adalah pusat erupsi (T.M. van Leeuwen, hubungan
sebagian andesit, kelabu tua hingga semen tufa berbutir kasar sampai yang memperlihatkan bentuk kubah tertulis, 1978).
kelabu kehijauan, umumnya lapili, banyak mengandung pecahan lava; bentuk kerucut parasit
tansatmata, kebanyakan terubah. piroksen. memperlihatkan paling sedikit ada 2
amigdaloidal dengan mineral perioda kegiatan erupsi, yaitu Qlvpl d DIORIT: terobosan diorit,
sekunder karbonat dan silikat; Komplek terobosan diorit berupa stok dan Qlvp2. Di daerah sekitar pusat kebanyakan berupa stok dan
sebagian lavanya menunjukkan dan retas di Baturape dan Cindako erupsi batuannya terutama terdiri sebagian retas atau sill;
struktur bantal. diperkirakan merupakan bekas pusat dari lava dan aglomerat (Qlv), dan di Singkapannya ditemukan di sebelah
erupsi (Tpbc); batuan di sekitarnya daerah yang agak jauh terdiri timur Maros, menenobos
Satuan batuan ini tersingkap di terubah kuat, amigdaloidal dengan terutama dan breksi, endapan lahar batugamping Formasi Tonasa (Temt);
sapanjang daerah pegunungan mineral sekunder zeolit dan kalsit: dan tufa (Qlvb). Berdasarkan posisi umumnya berwarna kelabu,
sebelah timur Lembah Walanae. mineral galena di Baturape stratigrafinya diperkirakan batuan bertekstur porfiri, dengan fenokris
sebagai lanjutan dan Tmkv yang kemungkinan berhubungan dengan gunungapi ini berumur Plistosen. amfibol dan biotit, sebagian berkekar
tersingkap bagus di daerah sebelah terobosan diorit ini; daerah sekitar meniang.
utaranya (Lembar Pangkajene dan Baturape dan Cindako batuannya
Watampone Bagian Barat); didominasi oleh lava Tpbl. Satuan ini Penarikhan Kalium Argon pada biotit
terpisahkan oleh jalur sesar dari tidak kurang dari 1250 m tebalnya
Batuan Terobosan dan aplit (lokasi 2) dan diorit (lokasi
batuan sedimen dan karbonat dan berdasarkan posisi stratigrafinya 3) menunjukkan umur masing-
Formasi Salo Kalupang (Eosen — kira-kira berumur Pliosen Akhir. masing 9.21 dan 7,74 juta tahun atau
Oligosen) di bagian baratnya; gd GRANODIORIT : terobosan
Miosen. Akhir. (J.D. Obradovich
diterobos oleh retas dan stok granodiorit, batuannya berwarna
Qlv BATUAN GUNUNGAPI hubungan tertulis. 1974).
bensusunan basal, andesit dan diorit. kelabu muda, di bawah mikroskop
LOMPOBATANG : aglomerat, lava.
Satuan batuan ini diperkirakan terlihat adanya felspar, kuarsa, biotit,
breksi, endapan lahar dan tufa. t/a TRAKIT DAN ANDESIT :
beramur Miosen Awal; tebal satuan di sedikit piroksen dan hornblende,
terobosan trakit dan andesit berupa
lembar Pangkajene dan Watampone dengan mineral pengiring zirkon,
Membentuk kerucut gunungapi strato retas dan stok.
Bagian Barat tidak kurang dari 4250 apatit dan magnetit; mengandung
dengan puncak tertinggi 2950 m di senolit bersifat diorit, diterobos retas
m.
atas muka laut; batuannya sebagian aplit, sebagian yang lebih bersifat Trakit berwarna putih, bertekstur
besar berkomposisi andesit dan diorit mengalami kaolinisasi. porfiri dengan fenokris sanidin sampai
Tpbv BATUAN GUNUNGAPI sebagian basal, lavanya ada yang sepanjang 1 cm; andesit berwarna
BATURAPE CINDAKO : lava dan berlubang - lubang seperti yang di kelabu tua, bertekstur porfiri dengan
breksi, dengan sisipan sedikit tufa Batuan terobosan ini tersingkap di
fenokris amfibol dan biotit. Batuan ini
dan konglomerat. sekitar Birru, menerobos batuan dari
33 34

tersingkap di daerah sebelah Batuan Malihan Rupanya pada Kala Eosen daerah kemungkinan sebagian muncul di
baratdaya Sinjai, dan menerobos sebelah barat Lembah Walanae permukaan pada kala Pliosen.
batuan gunungapi Formasi Camba menapakan suatu paparan laut Kegiatan gunungapi selama Miosen
(Tmcv). s BATUAN MALIHAN KONTAK : dangkal, dan daerah sebelah meghasilkan Formasi Camba, dan
batutanduk yang berkomposisi timurnya merupaKan suatu cekungan selama Pliosen menghasilkan Batuan
BASAL : terobosan basal berupa mineral-mineral antofilit. kordiorit, sedimentasi dekat daratan. Gunungapi Baturape-Cindako.
retas, sill dan stok, bertekstur porfir epidot, garnet, kuarsa, felspar,
dengan fenokris piroksen kasar muskovit dan karbonat. Paparan laut dangkal Eosen meluas Kelompok retas basal berbentuk
mencapai ukuran lebih dan 1 cm, Berwarna kelabu kehiauan sampai hampir ke seluruh daerah lembar radier memusat ke G. Cindako dan G.
berwarna kelabu tua kehitaman dan hijau tua, tersingkap daerah yang peta, yang buktinya ditunjukkan oleh Baturape, terjadinya mungkin
kehijauan; sebagian dicirikan oleh sempit (±2 km2), pada kontak sebaran Formasi Tonasa di sebelah berhubungan dengan gerakan
struktur kekar meniang, beberapa di dengan granodiorit (gd) dan dibatasi barat Birru, sebelah timur Maros dan mengkubah pada kala Pliosen.
antaranya mempunyai tekstur gabro. oleh sesar dari batuan gunungapi di sekitar Takalar. Endapan paparan
Terobosan basal di sekitar Jene Tmcv. Batutanduk ini mengandung berkembang selama Eosen sampai Kegiatan gunungapi di daerah ini
Berang berupa kelompok retas yang banyak lensa magnetit. Miosen Tengah. Sedimentasi klastika masih berlangsung sampai dengan
mempunyai arah kira- kira radier di sebelah timur Lembah Walanae kala Plistosen, meghasilkan Batuan
memusat ke Baturape dan Cindako ; rupanya berhenti pada Akhir Gunungapi Lompobatang.
sedangkan yang di sebelah utara Oligosen, dan diikuti oleh kegiatan
TEKTONIKA Berhentinya kegiatan magma pada
Jeneponto berupa stok. gunungapi yang menghasilkan akhir Plistosen, diikuti oleh suatu
Formasi Kalamiseng. tektonik yang menghasilkan sesar-
Semua terobosan basal menerobos Batuan tertua yang tersingkap di
daerah ini adalah sedimen flysch sesar en echelon (merencong) yang
batuan dan Formasi Camba (Tmc). Akhir dari pada kegiatan gunungapi melalui G. Lompobatang berarah
Penarikan Kalium/Argon pada batuan Formasi Marada, berumur Kapur Atas.
Asosiasi batuannya memberikan Eosen Awal diikuti oleh tektonik yang utara-selatan. Sesar-sesar en echelon
basal dari lokasi 1 dan 4, dan gabro menyebabkan terjadinya pemulaan mungkin sebagai akibat dari suatu
dari lokasi 5 menunjukkan umur petunjuk suatu endapan lereng
bawah laut, ketika Kegiatan magma terban Walanae. yang kemudian gerakan mendatar dekstral dari pada
masing-masing 7,5. 6,99 dan 7,36 menjadi cekungan di mana Formasi batuan alas di bawah Lembah
juta tahun, atau Miosen Akhir berkembang menjadi suatu
gunungapi pada waktu kira-kira 63 Walanae terbentuk. Peristiwa ini Walanae. Sejak kala Pliosen pesisir-
(Indonesia Gulf Oil Co., hubungan kemungkinan besar berlangsung barat ujung lengan Sulawesi Selatan
tertulis, 1972; J.D. Obradovich, juta tahun, dan menghasilkan Batuan
Gunungapi Terpropilitkan. sejak awal Miosen Tengah dan ini merupakan dataran stabil, yang
hubungan tertulis, 1974). lni menurun perlahan selama pada kala Holosen hanya terjadi
menandakan bahwa sedimentasi sampai kala Pliosen. endapan aluvium dari rawa-rawa.
kemungkinan besar penerobosan Lembah Walanae di lembar
basal berlangsung sejak Miosen Akhir Pangkajene dan Watampone Bagian
sampai Pliosen Akhir. Barat sebelah utaranya menerus ke Menurunnya cekungan Walanae
Lembar Ujung Pandang, Benteng dan dibarengi oleh kegiatan gunungapi SUMBER DAYA MINERAL DAN
Sinjai, melalui Sinjai di pesisir timur yang terjadi secara luas di sebelah ENERGI
Lembah ini memisahkan batuan baratnya dan mungkin secara lokal di
berumur Eosen. yaitu sedimen sebelah timurnya. Peristiwa ini terjadi Gejala mineralisasi didapatkan di
klastika Formasi Salo Kalupang di selama Miosen Tengah sampai daerah Lembar Ujung Pandang,
sebelah timur dan sedimen karbonat Pliosen. Semula gunungapinya terjadi Benteng dan Sinjai. Gosan mangan
Formasi Tonasa di sebelah baratnya. di bawah muka laut, dan ditemukan berserakan di atas tanah
35 36

lapukan dari Batuan Gunungapi baik di pantai maupun di lepas


Terpropilitkan (Tpv), dekat sentuhan pantai.
dengan terobosan granodiorit (gd).
Hasil penyelidikan yang diiakukan
oleh PT Riotinto Bethlehen Indonesia ACUAN
menunjukkan bahwa gosan mangan
itu berasal dari prospek endapan bijih
Korte, P.. 2924. Geologische
logam dasar (van Leeuwen, 1974).
verkenning in Saleier; unpubl.
Endapan timbal terjadi di daerah
rept. GSI
pinggiran komplek terobosan diorit
(Tpbc) pada Batuan Gunungapi
Baturape-Cindako (Tpbv), yang oleh Purbo-Hadiwidioyo 1970, Tentang
perusahaan setempat telah pemeriksaan gerakan tanah di
ditambang sejak sebelum Perang Kp. Salohe, Kabupaten Sinjai,
Dunia ke-II. Sulawesi Selatan unpubl. rept
GSI, IS/Gth/165,
Batugamping dari Formasi Tonasa
yang berlimpah memberikan Sukamto, K., 1975, Geologic Map of
cadangan bahan galian industri yang Indonesia, sheet VIII Ujung
cukup besar. Batugamping ini Pandang, scale 1,000,000;
telah digunakan sebagai bahan baku Geological Survey of Indonesia.
untuk Pabrik Semen Tonasa yang
terletak di Pangkajene di sudut t’Hoen, C. & K. Ziegler, 1917, Verslag
baratdaya lembar Pangkajene dan over he resultaten van
Watampone Bagian Barat. Batuan geologisch-mijnhouv-kundige
beku berupa terobosan dan lava verkenninger in Z.W. Celebesc
(basal, trakit, andesit, diorit, jaarb. Mijnw. Verb. II, pp.
granodorit) yang ditemukan di 235—361,
berbagai tempat baik sebagai bahan
bangunan fondasi. van Leeuwen. TM., 1974, The geology
of Birru area, South Sulawesi
Mataair panas dan mineral ditemukan PT Riotinto Eethlehem
di beberapa tempat. Beberapa Indonesia, unpubl. rept.
airpanas di sebelah baratdaya dan
selatan Sinjai, di antaranya ada yang
bersuhu sampai 40oC (Purbo-
Hadiwidjoyo, 1970). Eksplorasi
minyak dan gasbumi dilakukan oleh
Gulf Oil Indonesia sejak 1967 di
beberapa tempat di darat dan di lepas
pantai. Pemboran uji telah dilakukan
37 38

Geologi Lembar Majene dan Bagian Barat Lembar Palopo, Sulawesi Eosen Tengah Eosen Akhir. Formasi dasit; setempat dijumpai breksi,
Toraja menindih takselaras Formasi batuapung Umurnya diduga Plistosen
Latimojong, dan tertindih takselaras dan tebalnya sekitar 300 m. Nama
(Oleh : Djuri, Sudjatmiko, S. Bachri dan Sukido, 1998)
oleh Batuan Gunungapi Lamasi satuan ini pertamakali digunakan oleh
(Toml) yang terdiri dari batuan Abendanon (1915).
Edisi Kedua gunungapi, sedimen gunungapi dan
batugamping yang berumur Oligo-
Miosen atau Oligosen Akhir - Miosen Qphs ENDAPAN ANTAR GUNUNG :
Awal. Batuan gunungapi ini Konglomerat mengandung komponen
mempunyai Anggota Batugamping granit, batupasir tufaan, batulanau
(Tomc), tertindih selaras oleh Formasi dan serpih, setempat mengandung
Riu (Tmr) yang terdiri dari fosil moluaka; termampatkan lemah.
PENDAHULUAN Tatanan Stratigrafi batugamping dan napal. Formasi Riu
berumur Miosen Awal - Miosen
Peta dasar dibuat oleh Pusat Daerah Lembar Majene dan Bagian Tengah, tertindih takselaras oleh Qpps NAPAL PAMBAUANG : Napal
Penelitian dan Pengembangan Barat Lembar Palopo terbentuk oleh Formasi Sekala (Tmps) dan Batuan tufa, serpih napalan meagandung
Geologi, berdasarkan peta dari U.S. beraneka macam batuan seperti, Gunungapi Talaya (Tmtv). Formasi nodul, batupasir tufaan, dan lensa-
Army Map Service, seri T-503, batuan sedimen, malihan, gunungapi Sekala terdiri dari grewake, batupasir lensa konglomerat; mengandung fosil
Lembar SA 50-16 dan SA 51-13, dan terobosan. Umurnya berkisar dari hijau, napal dan batugamping foraminifera yang menunjukkan umur
1965. Mesozoikum sampai Kuarter. bersisipan tuf dan lava bersusunan Plistosen. Tebal satuan sekitar 300 m,
andesit-basal; berumur Miosen dan kemungkinan terendapkan di
Tengah - Pliosen; berhubungan men- lingkungan laut dangkal.
Peta geologi dibuat berdasarkan Satuan tertua di Lembar ini adalah
jemari dengan Batuan Gunungapi
pemetaan pada tahun 1912 oleh Batuan Malihan (TR w) yang terdiri
Talaya. Batuan Gunungapi Talaya
Sudjatmiko, Djuri, Budi Santoso, dari sekis, genes, filit dan batusabak.
terdiri dari breksi, lava dan tuf yang Tmpi BATUAN TEROBOSAN :
Memed dan Yop Yusuf, serta Satuan ini mungkin dapat disamakan
bersusunan andesit-basal dan Umumnya batuan beku bersusunan
kompilasi oleh S. Bachri pada tahun dengan Kompleks Wana di Lembar
mempunyai Anggota Tuf Beropa asam sampai menengah seperti
1997. Pasangkayu yang diduga berumur
(Tmb). Batuan Gununapi Talaya granit, granodiorit, diorit, senit,
lebih tua dan Kapur dan tertindih
menjemari dengan Batuan Gunungapi monzonit kuarsa den riolit; setempat
Edisi pertama (1974), oleh Djuri dan takselaras oleh Formasi Latimojong
Adang (Tma) yang terutama dijumpai gabro di G. Pangi.
(Kls). Formasi tersusun oleh filit,
Sudjatmiko bersusunan leusit basal.
kuarsit, batulempung malih dan Singkapan terbeser di daerah G.
pualam, berumur Kapur. Paroreang yang menerus sampai
daerah G. Gandadiwata di Lembar
Edisi kedua (1997), digambar dan Satuan berikutnya adalah Formasi
Pemerian Satuan Mamuju (Ratman dan Atmawinata,
dicetak ulang dengan beberapa Toraja (Tet) terdiri dari batupasir 1993). Umumya diduga Pliosen
perbaikan oleh : kuarsa, konglomerat kuarsa, kuarsit, Qa ALUVIUM : Lempung lanau, karena menerobos Batuan Gunungapi
serpih dan batulempung yang pasir, dan kerikil Walimbong yang berumur Mio-
S. Bachri dan Sukido umumnya berwarna merah alau Pliosen, serta berdasarkan
Disunting oleh D. Sukarna, N Ratman ungu. Formasi ini mempunyai Qpbt TUF BARUPU : Tuf, putih kesebandingan dengan granit di
dan (and) T.C. Amil Anggota Rantepao (Tetr) yang terdiri hingga kelabu muda, mengandung Lembar Pasangkayu yang berumur
dari batugamping numulit berumur biotit dan batuapung, bersusunan 3,35 juta tahun (Sukamto, I975a)
39 40

Tppv BATUAN GUMINGAPI tuf, napal, konglomerat dan tebal mencapai 400 m, mungkin Tms PORMASI SALOWAJO : Napal
PAREPARE : Breksi gunungapi batugamping. Batugamping di Tacipi diendapkan di lingkungan laut dan batugamping yang tersisip,
berkomponen trakit dan andesit; disebut Anggota Tacipi. Tebal formasi dangkal sampai deltaik; di Lembar setempat mengandung batupasir
batuapung, batupasir tufaan, tidak kurang dari 1700 m. Mamuju formasi ini dikuasai oleh gampingan berwarna abu-abu biru
konglomerat dan breksi tufaan; napal dan batugamping dengan sampai hitam, konglomerat dan
diterobos oleh, retas-retas trakit- sisipan tuf, batupasir dan breksi, Foraminifera umurnya
andesit. Umur satuan adalah Pliosen Tpl ANGGOTA BATUGAMPING konglomerat, serta disebut Formasi berjangka dari Miosen Awal hingga
berdasarkan penarikhan radiometri FORMASI WALANAE : Batugamping Mamuju (Ratman dan Atmawinata, Miosen Tengah termuda.
pada trakit dan tufa di Parepare yang terumbu, tebalnya kurang dari 100 1993).
menghasilkan umur 4,25 dan 4,95 m, dijumpai menumpangi atau
juta tahun (S.D. Obradovich, dalam sebagai lensa pada bagian atas Tml FORMASI LOKA : Batuan
Sukamto, 1982). Batuan Gunungapi Walimbong Tmps FORMASI SEKALA : epiklastik gunungapi terdiri dari
(Tmpv). umurya sekitar Mio-Pliosen. Batupasir, konglomerat, serpih, tuf, batupasir andesitan batulanau,
dengan lingkungan pengendapan laut sisipan lava andesit – basalan,; konglomeerat dan breksi. Berlapis
Tppl ANGGOTA LAVA BATUAN dangkal. Batuan serupa dan seumur mengandung foraminifera berumur hingga masif terutama sebagai
GUNUNGAPI PAREPARE : Lava di Lembar Pangkajene dan bagian Miosen Tengah – Pliosen dengan endapan darat hingga delta dan laut
trakit, kelabu muda hingga putih, barat Watampone (Sukamto, 1982) lingkungan pengendapan laut dangkal. Fosil foraminifera
berkekar-tiang. disebut Anggota Tacipi Formasi dangkal; tebalnya sekitar 500 m. Di menunjukkan umur Miosen Tengah -
Walanae, di Lembar Enrekang Lembar Mamuju (Ratman dan Miosen Akhir. Tebalnya mencapai
(Sukido. 1997) disebut Formasi Atmawinata, 1993) formasi ini juga ratusan meter.
Tmpm FORMASI MAPI : Batupasir Tacipi. disusun oleh batupasir hijau, napal
tufan, batulanau, batulempung, dan lava bantal, dan sebagian batuan
batugamping pasiran dan bercirikan endapan turbidit. Tolv BATUAN GUNUNGAPI
kanglomerat. Berdasarkan kandungan Tmpv BATUAN GUNUNGAPI LAMASI : Lava andesit, basal, breksi
fosil foraminiferanya umur formasi ini WALIMBONG : Lava berausunsn gunungapi, batupasir dan batulanau;
Miosen Tengah - Pliosen. Formasi ini basal sampai andesit, sebagian lava Tomd FORMASI DATE : Napal setempat mengandung feldspatoid;
tersingkap di daerah S. Mapi, bantal; breksi andesit piroksin, breksi diselingi batulanau gampingan dan umumnya terkloritkan dan
tebalnya sekitar 100 m. andsit trakit; mengandung feldspatoid batupasir gampingan; tebal endapan terkersikan; umurnya diduga
di beberspa tempat; diendapkan di mencapai 500 - 1000 m; kandungan Oligosen karena menindih Formasi
lingkungan laut. diduga berumur Mio- foraminifera menunjukkan umur Toraja (Tets) yang berumur Eosen,
Pliosen karena menjemari dengan Oligosen Tengah - Miosen Tengah sedang Formasi Toraja menurut
Tpw FORMASI WALANAE :
Formasi Sekala yang berumur Miosen dengan lingkungan pengendapan laut Simandjuntak, drr. (1991) berumur
Konglametat, sedikit batupasir
Tengah - Pliosen; tebalnya ratusan dangkal. Di Lembar Mamuju (Ratman Paleosen. Tebal satuan tidak kurang
glaokonit dan serpih; mengandung
meter. dan Atmawinata. 1993) formasi ini dari 500 m.
kokuina, moluska dan foraminifera
disebut Formasi Rio.
yang menunjukkan umur Pliosen,
Tets FORMAS1 TORAJA : Serpih
sedang lingkungan pengendapannya
Tmm FORMASI MANDAR : coklat kemerahan, serpih napalan
darat hingga laut dangkal. Ke arah
Batupasair, batulanau dan serpih, Tomm FORMASI MAKALE : kelabu, batugamping, batupasir
Selatan, di Lembar Pangkajene dan
berlapis baik, mengandung lensa Batugamping terumbu, terbentuk di kuarsa, konglomerat, batugamping,
Watampone bagian barat (Sukamto.
lignit, mengandung foraminifera laut dangkal. Umurnya diduga Miosen dan setempat batubara. Tebal formasi
1982), batupasir semakin menguasai
berumur Miosen Akhir, Awal - Miosen Tengah. diduga tidak kurang dan 1000 m.
dan berselingan dengan batulanau,
41 42

Fosil foraminifera besar pada TEKTONIKA DAN STRUKTUR SUMBERDAYA MINERAL DAN Pusat Penelitian dan
batugamping menunjukkan umur ENERGI Pengembangan Geologi.
Eosen - Miosen (Budiman, 1981. Lembar Majene dan bagian barat
dalam Simandjuntak, drr., 1993). Palopo terletak di Mendala Geologi Reyzer. E.C., 1915. Geologische
Sedang lingkungan pengendapannya Sulawesi Barat (Sukamto, 1975 b, Secara setempat, yaitu di daerah aanteekeningen betreffende de
laut dangkal. Formasi ini menindih lihat gambar). Mendala ini dicirikan utara G. Gandang dijumpai Zuidelijke Toraja Landen,
tidak selaras Formasi Latimojong dan oleh batuan sedimen laut dalam mineralisasi tembaga, timbal, seng verzameld uit de Verslagen der
ditindih tidak selaras oleh Batuan berumur Kapur - Paleogen yang dan besi, yaitu pada batuan mijnbouwkundige onder-
Gunungapi Lamasi. kemudian berkembang menjadi gunungapi dan pada batuan zoekingen In Midden Celebes:
batuan gunungapi bawah laut dan terobosan. Karena sebaran batuan Jaarboek v.h Mijnwezen in
akhirnya gunungapi darat di akhir gununapi cukup luas, disertai Nederlandsch Oost-Indie, 1918,
Tetl ANGGOTA BATUGAMPING Tersier. Batuan terobosan granitan penerobosan batuan granitoid yang Weltevreden (now Jatinegara),
FORMASI TORAJA : Batugamping berumur Miosen-Pliosen juga cukap luas pula, maka kemungkinan Gov”t. Printing Office p, 154 –
kelabu hingga putih, bebeepa lensa- mencirikan mendale ini. Sejarah di daerah ini mempunyai potensi 209. pl.14
lensa besar, mengandung numulites tektoniknya dapat diuraikan mulai mineral logam yang tinggi. Adanya
berumur Eosen dengan lingkungan dari jaman Kapur, yaitu, saat alterasi seperti kloritisasi dan
Simandjuntak, TO, E. Rusmana,
pengendapan laut dangkal, tebalnya Mendala Geologi Sulawesi Timur silisifikasi pada Batuan Gunungapi
Surono dan Supandjono,
sekitar 500 m; di Lembar Mamuju bergerak ke barat mengikuti gerakan Lamasi juga merupakan petunjuk
250.000. Penelitian dan
disebut Anggota Rantepao Formasi tunjaman landai ke barat di bagian adanya mineralisasi. Berbagai macam
Pengembangan, Geologi.
Toraja (Ratman dan Atmawinata, timur Mendala Gaologi Sulawesi batuan beku terobosan yang ada
1993). Barat. Penunjaman ini berlangsug menpunyai potensi sangat besar
hingga Miosen Tengah, saat kedua untuk keperluan bahan bangunan. Sukamto, R., 1915 a. Geologic Map of
mendala tersebut bersatu. Pada akhir Adapun sumber energi yang ada Sulawesi Sheet VIII Ujung
Kls FORMASI LATIMOJONG : Miosen - Tengah sampai Pliosen adalah batubara yang tersingkap Pandang Scale 1:1000.000
Secara umum formasi ini mengalami terjadi pengendapan sedimen molasa dibeberapa tempat pada Formasi Geological Survey of Indonesia.
pemalihan lemah - sedang; terdiri secara tak selaras di atas seluruh Toraja.
atas serpih, filit, rijang, marmer, mendala geologi di Sulawesi, serta ------1975 b. The Structure of
kuarsit dan breksi terkersikkan; terjadi terobosan batuan granitan di Sulawesi in the light of plate
diterobos oleh batuan beku Mendala Geologi Sulawesi Barat, Pada tectonics, Proc. Reg, on the
menengah sampai basa; di Lembar Plio-Pliosen seluruh daerah Sulawesi DAFTAR ACUAN Geol, and Min Resources of
Mamuju (Ratman dan Atmawinata, tercenangga. Didaerah pemetaan, Southeast Asia. Jakarta:
1993) juga dijumpai batulempung percenanggaan ini diduga telah Indonesian Association of
mengandung fosil Globotruncana mengakibatkan terbentuknya lipatan Abendanon, E.C., 1915. Geologische Geologist.
berumur Kapur Akhir, dengan dengan sumbu berarah baratlaut - en geographische
lingkungan pengendapan laut dalam. tenggara, serta sesar naik dengan doorkruisingen van Midden- ------R., 1982. Geologi Lembar
Tabal formasi lebih dari 1000 m. bidang sesar miring ke timur. Setelah Celebes (1909-1910): Leiden, Pangkajene dan Watampone
itu seluruh daerah Sulawesi terangkat E.J. Brill, v.I, 451 p Bagian Barat, Sulawesi. Pusat
dan membentuk bentangalam seperti Penelitian dan Pengembangan
sekarang ini. Geologi.
Ratman, N. Dan S. Atmawinata,
1993. Geologi Lembar Mamuju,
Sulawesi, Sekala 1 : 250.000.
43

Sukido, D. Satria dan S


Koesoemadinata, 1997, Peta
geologi Lembar Enrekang
Sulawesi, skala 1 : 100.000,
Puslitbang Geologi.
46

PENDAHULUAN GEOMORFOLOGI
Geologi Lembar Mamuju, Sulawesi
Geology of the Mamuju Quadrangle, Sulawesi
Lembar Mamuju sebagian besar
berupa pegunungan, hanya sebagian
kecil berupa pebukitan
Pemetaan geologi bersistim Lembar
menggelombang dan dataran rendah.
Mamuju, sekala I : 250.000 dilakukan
Oleh (By): Topografi kras terdapat sempit di
dalam rangka pelaksanaan Pelita IV
N. Ratman dan (and) S. Atmawinata tahun kedua, Proyek Pemetaan
sekitar Rantepao, di bagian tenggara
Lembar (Gb. 4). Daerah pegunungan
Geologi dan Interpretasi foto citra di
Morfologi ini menempati hampir dua
lingkungan Puslitbang Geologi.
pertiga luas daerah yang dipetakan
yaitu di bagian tengah, utara,
Pekerjaan lapangan berlangsung timurlaut dan selatan. Daerah ini
Geologi dipetakan pada 1985 oleh: selama 4 bulan yang dibagi dalam umumnya berlereng terjal dan curam,
Geology mapped in 1985 by: dua tahap. Yang pertama dari Juni puncak bukitnya berkisar dari 800
sampai Juli 1985 dan kedua dan sampai 3.000 m. Puncak tertinggi
N. Ratman dan (and) S. Atmawinata
Oktober sampai November 1985. adalah Bulu Gandadiwata ( 3.074 m)
dan Bulu Potali ( 3.008 m). Halaan
Proyek yang sama pada 1972 telah tertentu tidak terdapat pada sebaran
Ditelaah dan disunting oleh: dilakukan pemctaan geologi tinjau di gunung tersebut, akibatnya pola
Reviewed and edited by: Lembar ini dan hasilnya berupa aliran berkembang tidak mengikuti
T.O. Simandjuntak, S. Gafoer & K. Sukamto laporan terbuka (Apandi drr., 1982). aliran tertentu, melainkan
Lembar Mamuju dibatasi oleh menyesuaikan dengan keadaan tanah
kordinat 118°30’ - 1200 BT dan 2° - bawahnya. Di banyak tempat
3° LS, yang luas daratannya 11.305 terdapat air terjun, yang
km2. Di utara batasnya adalah menunjukkan ciri kemudaan daerah.
Lembar Pasangkayu; di umur Lembar Ciri lain berupa lembah yang sempit
DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI Malili; di selatan Lembar Majene dan dan curam. Di sekitar Barupu dan
DIREKTORAT JENDERAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL di barat Selat Makassar. Secara Panggala, terdapat suatu morfologi ,
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN GEOLOGI kepamongprajaan, Lembar ini yang berpola saliran memancar.
termasuk dalam Kabupaten Mamuju, Lereng bukit umumnya terjal dan
Kabupaten Majene, Kabupaten membentuk ngarai, dindingnya digali
Polmas (Polewali-Mamasa), untuk pemakaman. Di daerah
DEPARTMENT OF MINES AND ENERGY
Kabupaten Tator (Tana Toraja) dan pegunungan terdapat sedikit
DIRECTORATE GENERAL OF GEOLOGY AND MINERAL RESOURCES Kabupaten Luwu, Propinsi Sulawesi topografi krast dan dataran aluvium
GEOLOGICAL RESEARCH AND DEVELOPMENT CENTRE Selatan (Gb. 2). Sebagaimana daerah sempit, yaitu di sekitar Rantepao.
lainnya di Indonesia. Gua alamiah pada batugamping di
daerah ini digunakan penduduk
1993 setempat sebagai lokasi pemakaman.
47 48

Daerah pebukitan meng- Satuan berikutnya adalah Formasi Batuan Gunungapi Adang Perian satuan peta
gelombang Toraja (Tet) terdiri dari batupasir berhubungan menjemari dengan
kuarsa, konglomerat kuarsa, kuarsit, Formasi Mamuju (Tmm) yang
Morfologi ini terdapat di bagian serpih dan batulempung yang berumur Miosen Akhir. Formasi ENDAPAN PERMUKAAN
baratdaya Lembar, yaitu daerah umumnya berwarna merah atau Mamuju terdiri atas napal, batupasir
antara Teluk Lebani dan Teluk ungu. Formasi ini mempunyai gampingan, napal tufan dan
Qf ENDAPAN KIPAS ALUVIUM ;
Mamuju. Tinggi pebukitan berkisar Anggota Rantepao (Tetr) yang terdiri batugamping pasiran bersisipan tuf
Breksi, batupasir sedang-kasar,
dan 500 sampai 600 mdpl atas muka dari batugamping numulit berumur Formasi ini mempunyai Anggota
lempung danpasir.
laut. Daerah ini berpola aliran Eosen Tengah Eosen Akhir. Formasi Tapalang (Tmmt) yang terdiri dari
meranting. Toraja menindih takselaras Formasi batugamping koral, batugamping
Latimojong, dan tertindih takselaras biokiastika dan napal yang banyak Satuan ini umumnya terdapat pada
oleh Batuan Gunungapi Lamasi mengandung moluska. Formasi lereng bukit yang berbatuan
Daerah dataran rendah
(Toml) yang terdiri dari batuan Lariang terdiri dari batupasir gunungapi dan batuan beku (andesit,
gunungapi, sedimen gunungapi dan gampingan dan mikaan, basal dan granit) Singkapannya
Dataran rendah menempati batugamping yang berumur Oligo- batulempung, bersisipan kalkarenit, terdapat di bagian tenggara Lembar
bagianbarat Lembar, yaitu sepanjang Miosen atau Oligosen Akhir - Miosen konglomerat dan tuf; umumya Miosen di daerah Tandung dan Litke.
pantai mulai dan Kaluku sampai Awal. Batuan gunungapi ini Akhir-Pliosen Awal. Komponen batuan umumnya ber
Babana (daerah S. Budong-budong). mempunyai Anggota Batugamping bentuk menyudut tanggung-
Umumnya berpolah aliran meranting (Tomc), tertindi selaras oleh Formasi menyudut, berukuran pasir-bongkah,
(dendritik) dan beberapa sungal Di bagian tenggara Lembar,
Riu (Tmr) yang terdiri dari terpilah buruk. Breksi dan
bermeander. tersingkap Tuf Barupu (Qbt) yang
batugamping dan napal. Formasi Riu batupasirnya berlapis buruk, dengan
terdiri dari tuf, tuf lapili dan lava,
berumur Miosen Awal - Miosen massadasar pasir lempungan; kurang
yang umumnya bersusunan dasit,
Tataan Stratigrafi Tengah, tertindih takselaras oleh mampat sampai lepas. Satuan ini
dan diduga berumur Plistosen.
Formasi Sekala (Tmps) dan Batuan diduga berumur Plistosen sampai
Sedangkan di bagian baratlaut
Daerah Lembar Mamuju terbentuk Gunungapi Talaya (Tmtv). Formasi Holosen
tersingkap Formasi Budong-budong
oleh beraneka macam batuan seperti, Sekala terdiri dari grewake, batupasir (Qb) yang terdiri dari konglomerat,
batuan sedimen, malihan, gunungapi hijau, napal dan batugamping batupasir, batulempung; dan Qa ALUVIUM ; Bongkah, kerakal,
dan terobosan. Umurnya berkisar dan bersisipan tuf dan lava bersusunan batugamping koral (Ql). kerikil, pasir, lanau, lempung dan
Mesozoikum sampai Kuarter. andesit-basal; berumur Miosen lumpur; setempat mengandung sisa-
Tengah - Pliosen; berhubungan sisa tumbuhan.
Endapan termuda di Lembar ini
menjemari dengan Batuan Gunungapi
Satuan tertua di Lembar ini adalah adalah endapan kipas aluvium (Qt)
Talaya. Batuan Gunungapi Talaya Satuan ini terhampar luas di daerah
Batuan Malihan (TR w) yang terdiri dan aluvium (Qa) yang terdiri dari
terdiri dari breksi, lava dan tuf yang muara sungai besar, yaitu S. Budong
dari sekis, genes, filit dan batusabak. endapan-endapan sungai, pantai dan
bersusunan andesit-basal dan budong S. Lumu, S. Karama, dan S.
Satuan ini mungkin dapat disamakan antar gunung.
mempunyai Anggota Tuf Beropa Kaluku serta terdapat di sepanjang
dengan Kompleks Wana di Lembar
(Tmb). Batuan Gununapi Talaya pantai. Tebalnya berkisar antara I
Pasangkayu yang diduga berumur
menjemari dengan Batuan Gunungapi dan 5 m. Satuan ini menindih
lebih tua dan Kapur dan tertindih
Adang (Tma) yang terutama takselaras satuan yang ada di
takselaras oleh Formasi Latimojong
bersusunan leusit basal. bawahnya. Umumya adalah Holosen
(Kls). Formasi tersusun oleh filit,
kuarsit, batulempung malih dan Setempat berupa endapan antar
pualam, berumur Kapur. gunung yang terdiri dari breksi,
49 50

konglomerat batupasir, batulempung formicata formicata PLUMMER, lapisan tipis resin dalam setempat bersisipan batugamping
yang belum padat, dan sisa Gbobotruncana stuartiformis batulempung. kelabu yang keras setebal 1 sampai 5
tumbuhan. DOLBIER, Globotruncana sp. cm dan tak berfosil.
Kumpulan fosil ini menunjukkan umur Umumnya berlapis baik, dengan tebal
Kapur Akhir dengan lingkungan lapisan berkisar dan beberapa cm Batubara umumnya terdapat sebagai
BATUAN SEDIMEN pengendapan laut dalam sampai lebih dari 1 m. Setempat sisipan dalam batupasir kuarsa,
(Purnamaningsih, hubungan tertulis, berstruktur perarian sejajar, lapisan tebalnya 40 - 75 cm, tersingkap di
1985). Satuan ini diterobos oleh bersusun dan silang-siur. utara Tamalea dan sebelah barat
Kls FORMASI LATIMOJONG :
Granit Mamasa dan Granit Kambuno, Galumpang. Batulanau, berwarna
batusabak, kuarsit, filit, batupasir
tertindih takselaras oleh Formasi kelabu muda sampai kelabu tua;
kuarsa malih, batulanau malih dan Satuan ini umumnya terlipat,
Toraja dan batuan yang lebih muda mudah hancur; agak gampingan;
pualam; setempat batulempung setempat mempunyai kemiringan
lainnya. berlapis baik dengan tebal dari 2 cm
gampingan. hampir tegak. Secara keseluruhan,
satuan ini mempunyai warna yang sampai 15 cm; yang lapuk berwarna
Sebarannya terdapat di bagian khas yaitu merah kecoklatan sampai merah kecoklatan. Batuan ini disisipi
Batusabak, berwarna kelabu
tengah, selatan dan timurlaut ungu, dan beberapa berwarna kelabu oleh lapisan tipis napal, berwarna
kehitaman sampai hitam, berlapis
Lembar, serta sedikit di bagian timur. kehitaman. Batupasir kuarsa, putih; cukup keras; tak berfosil.
baik dengan tebal dan 2 cm sampai
Di bagian timurlaut, menerus ke berwarna putih-kelabu muda, coklat Umumnya terdapat pada bagian
10 cm; mampat; setempat
Lembar Pasangkayu di utara, dan ke kemerahan sampai ungu; berukuran bawah formasi.
mengandung urat kuarsa. Kuarsit,
Lembar Malili di timur. Tebalnya lebih sedang sampai kasar; terpilah baik,
berwarna putih kehijauan; berlapis
dan 1.000 m. Singkapan batusabak di butiran membundar tanggung sampai Batulempung karbonan, berwarna
baik dengan tebal 1 sampai 3 cm;
S. Karataun daerah Galumpang membundar benar; terdiri dari 90% - kelabu tua sampai coklat kemerahan;
mampat. Filit, berwarna merah
banyak mengandung urat kuarsa 95% kuarsa dan sisanya adalah agak lunak dan mengandung sedikit
kecoklatan perdaunan searah dengan
yang disertai cebakan bijih sulfida kepingan mineral rutil dan zirkon; kerikil batuan sedimen malih yang
bidang perlapisan. Batupasir kuarsa
tembaga, besi, seng dan sedikit berperekat kuarsa halus. membundar tanggung. Batuan ini
malih dan batulempung malih,
emas. Tebal unit kuarsa beraneka setempat disisipi lapisan tipis (2 cm)
umumnya berwarna putih kelabu
dan beberapa cm sampai 50 cm. resin. Di daerah sentuhan dengan
sampai kecoklatan; berlapis baik Konglomerat kuarsa, berwarna putih
Nama Formasi Latimojong pertama tubuh granit, batuan ini menjadi
dengan tebal dan beberapa cm kelabu; sangat pejal; ukuran butir
kali digunakan oleh Brouwer (1934) sangat keras.
sampai 25 cm; terutama tersusun dari 5 mm sampai 3 cm, membundar
dengan lokasi tipenya di Pegunungan
dan kuarsa dan lempung; perdaunan tanggung sampai membundar baik,
Latimojong, Lembar Majene. (Djuri Batugamping bioklastika, berwarna
searah dengan bidang perlapisan. terpilah baik, beberapa lapisan
dan Sudjatmiko, 1979). putih kehijauan sampai kelabu; pejal;
Pualam, berwarna putih kelabu, membentuk lapisan bersusun dengan
berbutir halus dan mampat. Batuan tebal berkisar dan 2 cm sampai 15 berlapis baik dengan tebal 2 sampai
ini hanya tersingkap di daerah hulu S. cm. Komponen utamanya terdiri dari 10 cm; terdapat sebagai sisipan;
Mariri sebelah timur Galumpang. Tet FORMASI TORAJA perselingan kuarsa dan sedikit batuan sedimen lapukannya berwarna merah. Fosil
batupasir kuarsa, serpih dan malih, dengan perekat atau massa yang ditemukan dalam batugamping
batulanau, ber sisipa konglomerat dasar pasir kuarsa. bioklastika adalah Pelatispira
Batulempung gampingan, berwarna
kuarsa, batulempung karbonat, orbitoides PROVALE, Amphistegina
kelabu muda, cukup keras; berlapis
batugamping, napal, sp., Fabiania sp., Discocyclina sp.,
dengan tebal dan beberapa cm Serpih, berwarna kelabu kecoklatan;
batupasir hijau, batupasir gampingan Asterocyclina sp., Nummulites sp.,
sampai 20 cm. Batuan ini pasiran; mudah hancur; berlapis baik
dan batubara, setempat dengan Globorotalia gulbrooki BOLLI dan
mengandung fosil Globotruncana dengan tebal dan 2 cm sampai 1 m,
51 52

Operculina sp. Kumpulan fosil ini Batugamping numulit, berwarna putih Tomc ANGGOTA BATUGAMPING, cm sampai 1 m; berlapis baik dengan
menunjukkan umur Eosen Tengah- sampai coklat muda berlapis baik, BATUAN GUNUNGAPI LAMASI; lapisan hampir mendatar agak keras;
Eosen Akhir (Sudiyono, hubungan setempat tergeruskan sehingga fosil batugamping dan napal. dan banyak mengandung fosil.
tertulis, 1985). Lingkungan numulit tampak mengkilat dan
pengendapannya adalah laut dangkal menjadi terpipihkan searah bidang Batugamping, berwarna putih; pejal; Batugamping pasiran, berwarna putih
sampai darat. lapisan. Batugamping terhablur terhablur ulang; miskin fosil; sampai coklat muda; sebagian
ulang, berwarna putih kelabu sampai sebagian berupa terumbu. Napal, berlapis; setempat terhablurkan;
Formasi ini tersebar di sudut tenggara coklat terang; sebagian berlapis; berwarna kelabu kecoklatan; berlapis beberapa berupa terumbu. Serpih,
Lembar, yaitu di daerah Rantepao setempat berkepingan. baik dengan tebal dari beberapa cm berwarna kelabu; tebal lapisan
dan di bagian tengah Lembar, yaitu di sampai 25 cm. Satuan ini di banyak mencapai 1 m lebih; bersisipan
daerah S. Hau dan S. Karataun. Selain Nummulit sp., batuan ini tempat merupakan lensa di dalam batugamping pasiran setebal 5 cm
Tebalnya diperkirakan lebih dari mengandung pula fosil Discocyclina Batuan Gunungapi Lamasi (Toml). sampai 20 cm.
1.000 m. Formasi ini mempunyai sp., Pelatispira sp., Ascocyclina sp., Napal ini mengandung fosil
Anggota Rantepao yang berhubungan Quinqueloculina sp., Asterocyclina Globigerina angulisuturalis BOLLI Batupasir gampingan, berwarna
menjemari. Formasi Toraja diduga sp., ekinoid, koral dan ganggang Catapsydrax dissimilis CUSHMAN dan kelabu kecoklatan agak keras sampai
menindih takselaras Formasi yang menunjukkan umur Eosen BERMUDEZ, Globorotalia cf G. lunak; berlapis baik dengan tebal dari
Latimojong dan tertindih takselaras dengan lingkungan pengendapannya seakensis LEROY, Globorotaloides beberapa cm sampai 15 cm; biasanya
oleh satuan batuan gunungapi laut dangkal (Purnamaningsih, suteri BOLLI, dan Globigerina cf, G. berselingan dengan batulempung,
Oligosen - Miosen. hubungan tertulis, 1985). selli BORzETU. Kumpulan fosil ini bersisipan batugamping pasiran dan
menunjukkan umur Oligosen Akhir- tuf.
Satuan ini pertama kali dikenal Batugamping numulit ini sebagian Miosen Awal (P-2 1) atau bagian
sebagai Formasi Serpih Tembaga (de berupa lensa di dalam Formasi bawah N4, diendapkan dalam
Batulempung dan tuf, berwarna putih
Koning Knif, 1914). Nama Formasi Toraja. Anggota Rantepao dan lingkungan litoral sampai neritik
coklat agak lunak; umumnya
Tonja dimunculkan oleh Djuri dan Formasi Toraja tertindih takselaras (Purnamaningsih, hubungan tertulis,
merupakan sisipan tipis di dalam
Sudjatmiko (1974) yang dibagi atas oleh satuan batuan gunungapi 1985).
batugamping pasiran dan sedikit
dua bagian yaitu batuan sedimen Oligosen-Miosen dan diduga menindih
dalam serpih. Formasi ini
(serpih, batugamping, batupasir takselaras Formasi Latimojong. Satuan ini tersingkap baik, terutama mengandung fosil, di antaranya
kuarsa, dan konglomerat kuarsa) dan Satuan ini tersingkap di bagian di daerah aliran S. Lamasi sebelah adalah: Lepidocyclina martini
batugamping. Dalam laporan ini Tenggara Lembar, yaitu di daerah utara Rantepao, berhubungan SCHLUMBERGER, Lepidocyclina
batugampingnya disebut Anggota Rantepao, dan sedikit di bagian menjemari dengan seri batuan omphalus TAN SIN HOK, Mioqypsina
Rantepao. Nama Formasi ini berasal tengah Lembar, yaitu di dekat gunungapi Oligosen Miosen (Tomc). sp., dan Heterostegina sp., yang
dari daerah Toraja yang merupakan Galumpang. Tebalnya ± 500 m. Tebalnya diduga 100 m. menunjukkan umur Miosen Awal-
lokasi tipenya. Satuan ini pertama kali dikenal
Miosen Tengah dan berlingkungan
sebagai satuan Batugamping Formasi
Tmr FORMASI RIU; napal, pengendapan laut dangkal
Toraja (Djuri dan Sudjatmiko, 1974).
Tetr ANGGOTA RANTEPAO, batugamping, serpih, batupasir (Purnamaningsih, hubungan tertulis,
Nama Anggota Rantepao adalah
FORMASI TORAJA : batugamping gampingan bersisipan batulempung 1985). Sebarannya terutama di
nama baru yang diusulkan, lokasi
numulit dan batugamping terhablur dan tuf. sekitar Rantepao dan menerus ke
tipenya terdapat di sekitar Rantepao
ulang, sebagian tergerus. Lembar Majene dan Palopo di bagian
Napal, berwarna putih sampai coklat selatan dan timur.
muda dan kelabu; tebal dan beberapa
53 54

Formasi ini tertindih takselaras oleh Batulempung, berwarna coklat berupa trakit-basal; bertekstur Lembar Malili, formasi ini disebut Tuf
Formasi Sekala. Satuan ini diduga merah; keras; tufaan; belapis baik porfirit; trakit; kristalnya berbentuk Rampi (Simandjuntak drr., 1991).
menindih selaras Batuan Gunungapi dengan tebal dari beberapa cm euhedral-anhedral; berukuran sedang
Lamasi dan menindih takselaras sampai 20 cm. batuan ini berselang- sampai halus; tersusun oleh
Formasi Toraja. Tebalnya seling dengan graiwake berbutir halus plagioklas, klinopiroksen, biotit, Tmm FORMASI MAMUJU : napal,
diperkirakan 500 m - 700 m. sampai sedang, batulempung lunak felspar dan gelas. Felspar piroksen kalkarenit dan batugamping koral
dan serpih. Batupasir mikaan, sebagian besar terubah menjadi bersisipan tuf dan batupasir,
Nama Formasi ini adalah nama baru berwarna kelabu; keras; tufaan; serisit dan kiorit. setempat dijumpai konglomerat di
yang diusulkan dan singkapan terbaik berlapis dengan tebal 10 cm- 15 cm. bagian bawah.
terdapat di S. Riu. Satuan ini di Napal dan batugamping pasirannya
Lembar Majene dan bagian barat Napal, berwarna putih; agak keras; mengandung fosil Orbulina universa Napal, berwarna putih sampai kelabu;
Palopo disebut satuan napal (Djuri berlapis dengan tebal mencapai 25 D‘ORBIGNY, Globigerina venezuelana berlapis baik dengan tebal dan
dan Sudjatmiko, 1974). cm. Batuan ini setempat berselingan HEDBERG, Globigerinoides immaturus beberapa cm sampai 20 cm; agak
dengan tuf halus dan lunak. LEROY, Globoguadrina altispira keras; setempat tufan banyak
Serpihnya, berwarna hitam sampai CUSHMAN & JARVIS, Globorotalia mengandung globigerina dan sedikit
Tmps FORMASI SEKALA : batupasir ungu dan agak lunak. menardii D‘ORBIGY, Globigerinoides cangkang moluska.
hijau, grewake, napal, batulempung. trilobus REUSS, Sphaeroidinellopsis
batupasir mikaan, tuf, serpih dan Batupasir gampingan, berwarna subdehiscens BLOW, Globoguadrina
Kalkarenit, berwarna putih sampai
batupasir gampingan. dengan sisipan kelabu; mengandung fosil sp., Bulimina sp., dan Nodosaria sp.
kelabu; berlapis baik dengan tebal 10
breksi, lava dan konglomerat. foraminifera; berstruktur perarian Kumpulan fosil ini menunjukkan umur
cm sampai 50 cm; agak keras;
sejajar; bersisipan tuf, breksi Miosen Tengah - Pliosen dan
banyak mengandung globigerina.
gunungapi, tuf pasiran dan berlingkungan pengendapan “inner-
Umumya berlapis baik, setempat Batugamping koral, tak berlapis;
konglomerat. Di dalam konglomerat outer sublitoral” (Purnamaningsih,
berstruktur perlapisan bersusun. berongga; biasanya membentuk bukit
tendapat komponen batugamping hubungan tertulis, 1985). Dengan
Batupasir hijau, tufan; keras; berlapis kecil-kecil yang menonjol dan lebih
foram yang berumur Eosen. adanya struktur perlapisan bersusun
dengan tebal dan 10 cm sampai 1 m, terjal dibandingkan dengan daerah
dan “slump’, mungkin sebagian dan
berselingan dengan batulempung, sekitarnya.
formasi ini diendapkan dalam
berwarna coklat kehitaman; keras, Breksi gunungapi, berkomponen
keadaan arus pekat (turbidit).
dan tuf berwarna coklat muda. andesit-basal; berukuran dari kerikil Tuf berwarna putih kecoktatan lunak;
sampai bongkah menyudut sampai terlapis tipis (1 - 5 cm); merupakan
menyudut tanggung; bermassa dasar Formasi ini tersebar di bagian
Grewake, berwarna kelabu kehijauan sisipan di dalam kalkarenit dan napal;
tuf pasiran. tenggara Lembar, yaitu di sebelah
berlapis baik dengan tebal dan 25 cm setempat berselang-seling. Batupasir
barat Rantepao, dan di bagian tengah
sampai lebih dan 1 m; berbutir halus dan batulempung, mikaan;
Lembar. Menindih takselaras Formasi
sedang sampai kasar; setempat Lava, bersusunan andesit-basal; tufan; agak keras sampai lunak;
Riu, berhubungan menjemari dengan
konglomeratan dan membentuk berstruktur bantal; berongga umumnya terdapat sebagai sisipan di
Batuan Gunungapi Talaya. Tebal
perlapisan bersusun dan “slump’. (amigdaloid) dan terisi kalsit, dalam kalkarenit, sedikit dalam napal.
satuan diperkirakan 1.000 m. Nama
Komponennya terdiri dari mika, beberapa termineralkan dengan pirit.
formasi ini adalah nama baru yang
felspar, hornblenda dan sedikit Lava dan breksi tersebut berupa Konglomerat, lapuk, berwarna hitam;
diusulkan, diambil dari nama S.
kuarsa. trakit-andesit; porfirit; hypokristalin, komponen berukuran kerikil sampai
Sekala yang merupakan tempat
tersusun oleh plagioklas, piroksen, kerakal dengan bentuk membundar
singkapan terbaik. Ke arah timur di
felspar, gelas dan bijih. Beberapa tanggung sampai membundar baik.
55 56

Batuan ini hanya tersingkap di satu Batugamping terumbu, berwarna menunjukkan struktur silang-siur. Frazilus sp., Neoeponides sp.,
tempat, yaitu di tepi jalan Mamuju - kelabu sampai coklat; mengandung Kalkarenit, berwarna kelabu; tak Siphogenerina sp. (terdapat
Tapalang dan terletak di bawah moluska dan koral. Batugamping berlapis; sebagian terhablurkan; melimpah, Cancris sp., Ammonia sp.,
kalkarenit, diperkirakan menjemari kepingan, berwarna kelabu banyak mengandung fosil Hastigerina siphonfera D’ORBIGNY,
dengan tuf leusit (Tma). kecoklatan; berlapis baik dengan foraminifera, gastropoda dan Orbulina universa D’ORBIGNY dan
tebal 30- 100 cm; terdiri dari koral braciopoda, setempat berupa Bullimina sp. Kumpulan fosil plangton
Fosil yang dapat dikenali, baik dari dan cangkang moluska. Sedangkan terumbu koral. ini menunjukkan umur Miosen Akhir-
napal maupun batugamping napal, berwarna coklat; berlapis baik; Pliosen Awal dan terendapkan dalam
pasirannya adalah Orbulina universa mengandung foraminifera kecil dan Konglomerat, berwarna coklat lingkungan laut dangkal (Sudiyono,
D’ORBIGNY, Globorotalia menardii D cangkang moluska. kemerahan; aneka bahan; berlapis hubungan tertulis, 1985). Formasi ini
‘ORBIGNY, Globigerinoides immaturus baik dan berselang-seling dengan tersebar di bagian baratlaut Lembar
LEROY, Globigerinoides lobulus Anggota ini tersingkap di sekitar batupasir setebal 2 cm sampai 6 cm; yaitu di bagian tengah aliran S. Lumu
REUSS, Globigerina venezuelana Tapalang dan berhubungan komponen berukuran 2 cm sampai 4 dan S. Budong-budong, menerus ke
HEDBERG, Globigerinoides sicanus DE menjemari dengan batuan leusit- cm, terdiri dari batuan sedimen, utara ke Lembar Pasangkayu. Satuan
STEPHANI, Orbulina suturalis basal dari Batuan Gunungapi Adang. basal, andesit, granit, genes dan ini menindih takselaras Batuan
BRONIMAN, Sphaeroidinellopsis Tebalnya ± 50 m. Berdasarkan sekis, berbentuk membundar Gunungapi Adang. Batuan Gunungapi
seminulina SCHWAGNER dan fosil kedudukannya yang menjemari tanggung sampai membundar yang Talaya, dan Batuan Malihan; tertindih
bentosnya adalah Dentalina sp., dan dengan Formasi Mamuju, maka direkat oleh batupasir kuarsa yang takselaras oleh Formasi Budong -
Planulina sp. Kumpulan fosil plangton anggota ini diduga berumur Miosen juga sebagai massadasar. Budong dan endapan Kuarter. Tebal
tersebut menunjukkan umur Miosen Atas. satuan ini ± 500 m.
Akhir dan diendapkan pada Tuf, berwarna putih kelabu;
lingkungan inner - outer sublitoral Satuan ini merupakan nama anggota mengandung biotit dan kuarsa; Nama formasi ini adalah nama baru
(Sudiyono, hubungan tertulis, 1985). baru yang diusulkan, diambil dari mudah hancur; merupakan sisipan yang diusulkan, berasal dan nama S.
nama daerah Tapalang yang dalam batupasir gampingan dan Lariang di Lembar Pasangkayu yang
Formasi ini tersebar di sekitar merupakan tempat singkapan terbaik. batulempung. Batupasir gampingan merupakan daerah lokasi tipenya
Mamuju dan Tapalang di bagian dan kalkarenit, mengandung fosil, (Sukido, drr., dalam persiapan,
baratdaya Lembar, berhubungan antara lain Globigerinoides ruber 1987).
Tmpl FORMASI LARIANG batupasir
menjemari dengan Batuan Gunungapi gampingan, mikaan, batulempung D’ORBIGNY, Globigeinoides triloba
Adang Tebalnya ± 500 m. Formasi ini bersisipan kalkarenit, konglomerat REUSS, Globorotalia menardii
mempunyai Anggota Tapalang dan tuf. D’ORBIGNY, Globigerinoides Qb FORMASI BUDONG - BUDONG:
(Tmmt). Nama formasi ini adalah elongatus D ‘ORBIGNY, Pulleniatina konglomerat dan batupasir,
nama baru yang diusulkan, singkapan primalis BLOW dan BANNER, bersisipan tipis batugamping koral
Batupasir gampingan, mikaan,
terbaiknya terletak di sebelah Gloguadrina altispira CUSHMAN dan dan batulempung.
berwarna kelabu; berbutir sedang -
baratdaya Mamuju. JARVIS, Sphaeroidinellopsis
kasar, mampat; setempat
seminulina SCHWAGER, Konglomerat, berwarna coklat
konglomeratan. Batuan ini berlapis
Tmmt ANGGOTA TAPALANG, Globigerinoides obliguus BOLLI, kelabu; aneka bahan; mampat;
baik, dengan tebal dan beberapa cm
FORMASI MAMUJU ; batugamping Globigerinoides immaturus LEROY, sebagian mudah lepas; berlapis baik,
sampai 10 cm.
terumbu mengandung moluska Globigerina venezuelana HEDBERG, dengan tebal lapisan dan beberapa
melimpah, batugamping kepingan Globorotalia acostaensis BLOW, cm sampai 35 cm.
Batulempung, berwarna kelabu; Globorotalia cf. Globorotalia
dan napal; sebagian berlapis.
berlapis tipis sampai masif; margaritae BOLLI dan BERMUDEZ,
57 58

Komponen utamanya adalah leusit, Formasi Budong-budong menindih terutama pirit, setempat tembaga; dan gelas (35%), sedikit dan
dasit, granit, dan diorit; berbentuk takselaras Formasi Lariang, Batuan terubah dan terkersikkan; piroksen. Andesitnya berukuran halus
membundar tanggung sampai Gunungapi Lamasi, Batuan bersusunan andesit, dasit dan trakit sampai sedang; pejal; porfirit;
membundar, tertanam dalam Gunungapi Talaya dan Batuan serta sedikit basal. hipokristalin; tersusun oleh fenokris
massadasar batupasir berbutir halus malihan, dan diduga berhubungan plagioklas (35%), piroksen (25%),
sampai sedang. menjemari dengan batugamping Aneka tuf terdiri dari tuf hijau, tuf bijih (20%), sedikit kuarsa dan gelas
koral. Tebal satuan seluruhnya ± 200 sela dan tuf lapili. Tuf hijau, berbutir dengan massa dasar felspar (35%).
Batupasir, berwarna kelabu m. Formasi Budong-budong adalah sangat halus; berhablur renik; terdiri
kecoklatan agak lunak; berlapis nama baru yang diusulkan, berasal dari klorit (60%), felspar (10%), Breksi, berwarna putih kelabu;
dengan tebal dan beberapa cm dari nama S. Budong-budong, yang serisit (5%), lempung (15%), kuarsa bersusunan sama dengan lava;
sampai 20 cm; butiran berukuran merupakan tempat singkapan yang (5%) dan bijih (1%). Batuan ini agak komponennya berukuran dari
halus sampai sedang, terdiri dari terbaik. keras sampai lunak; berlapis buruk beberapa cm sampai 5 cm dengan
kuarsa dan batuan beku, dengan antara 0,5 - 2 cm sampai tak bentuk menyudut tanggung sampai
massa dasar lempung. Setempat berlapis. Setempat berwarna putih menyudut dengan massa dasar tuf.
ditemukan struktur perlapisan Ql BATUGAMPING KORAL : kehijauan; keras; terkersikkan Di beberapa tempat, batuan ini
bersusun, dan berselingan dengan batugamping terumbu dan termineralkan, terutama pirit; termineralkan yang tersebar di dalam
grewake. batugamping bioklastika, setempat berkepingan tuf putih bersifat dasit komponen maupun massa dasarnya;
dengan cangkang moluska; atau trakit, terdiri dari mineral kuarsa setempat mengandung sulfida
Batugamping koral, berwarna berongga. dan felspar. tembaga.
kecoklatan; tersusun dan pecahan
koral; berlapis tipis (2 - 5 cm); Batuan ini terutama tersusun dari Tuf sela, berwarna kuning-kehijauan, Batulempung hitam, menyerpih;
terdapat sebagai sisipan dalam koral, ganggang dan sedikit pecahan berkepingan dasit dan andesit yang terdapat secara setempat, berupa
konglomerat dan batupasir. cangkang moluska. Sebarannya tertanam dalam massa dasar mineral selingan dalam tuf breksi. Batuan ini
Batulempung, berwarna coklat; agak terutama terdapat di pantai baratlaut kuarsa dan felspar, mengandung biasanya mengandung sisipan tipis
lunak; berlapis tipis; mengandung Lembar dan diduga menjemari sedikit tembaga dan pirit. tuf lapili bersusunan andesit.
sisa tumbuhan. Batuan ini terdapat dengan Formasi Budong-budong yang
sebagai sisipan dalam batupasir dan berumur Plistosen Holosen, Tebal Tuf lapili, berupa tuf dengan pecahan Satuan batuan ini diterobos oleh retas
konglomerat. satuan ± 25 m. dasit berukuran 1 - 3 cm, berbentuk diorit, andesit dan Granit Kambuno,
menyudut sampai menyudut yang menyebabkan terjadinya
Berdasarkan kedudukan tanggung; keras; berlapis baik. pemineralan dari pengubahan
stratigrafinya, dan masih belum BATUAN GUNUNGAPI (pengersikan, pengepidotan, dan
kompak, maka formasi ini diduga pengkloritan), terutama pada bidang
Lava, berwarna kelabu muda; pejal;
berumur Plistosen-Holosen, dan kontaknya. Pemineralan yang terjadi
Toml BATUAN GUNUNGAPI bersusunan dasit-trakit; umumnya
berlingkungan pengendapan laut berupa bijih “massive”, “fragmental”
LAMASI: aneka tuf, lava dan breksi terubah dan termineralkan berupa
dangkal sampai darat. Satuan ini “stockwark” dan “network” dan sisin
gunungapi bensusunan andesit dasit, pirit. Lava bersusunan dasit,
tersebar di bagian baratlaut Lembar, urat. Bijih sulfidanya adalah sfalerit,
setempat sisipan batupasir kristalnya berbentuk anhedral sampai
terutama di bagian hilir S. Budong- pirit, galena dan kalkopirit;
gampingan dan serpih euhedral; porfirit; berbutir kasar
budong. ditemukan di daerah Sangkaropi,
sampai halus; tersusun oleh
Pompangeo dan Rumanga (semuanya
Batuan ini umumnya mengandung plagioklas (An20, 20%), kuarsa
telah diselidiki oleh PT Aneka
urat kuarsa bermineral sulfida, (15%), biotit (15%), mikrolit felspar
59 60

Tambang dan tim dari Direktorat Tuf kristal, putih, pejal dan padat, massadasar tuf pasiran; mampat; menunjukkan tekstur porfirit, dengan
Sumberdaya Mineral. Di Bilolo berbutir halus terdiri dari kristal tidak berlapis. penokris terdiri dari felspar dan
ditemukan cebakan barit di atas bijih kuarsa dan feldspar yang berbentuk piroksen; umumnya telah terubah
sulfida “massive”. Cebakan ini telah anhedral dan lempung terdapat Lava, berwarna kelabu; terkekarkan menjadi serisit, klorit dan epidot.
diselidiki dan ditambang oleh PT sebagai hasil dari mineral ubahan. dengan sturktur kekar meniang;
Aneka Tambang, Pemineralan sulfida Tuf kristal ini umumnya terdapat beberapa berstuktur bantal; pejal. Tuf lapili, berwarna kelabu kehijauan
dan barit akan dibahas lebih lanjut berelingan dengan batupasir tufan Berdasarkan penelitian petrologi, berkepingan andesit. Andesit,
dalam bab Sumberdaya Mineral dan dengan tebal lapisannya mencapai 5 batuan ini umumnya bersusunan berbutir halus (0,3 mm - 1 mm),
Energi. Batuan gunungapi ini m andesit, andesit piroksen, diabas dan anhedral euhedral, tersusun dan
mempunyai Anggota Batugamping, basal; beberapa contoh bersusunan plagioklas (40%), piroksen (15%),
sehingga umurnya diperkirakan sama Batuan ini terdapat di bagian trakit basal, dasit, andesit kripto kristalin (20%), kuarsa (2%),
dengan anggota tersebut yaitu timurlaut Lembar, menyebar ke arah horenblenda, andesit biotit dan basal ortoklas (1%), karbonat (5%), klorit
Oligosen - Miosen. timur di Lembar Malili yang leusit. Umumnya terhablur penuh, (8%), dan bijih (1%).
diperkirakan berumur Oligosen- porfirit, berbutir halus sampai sedang
Satuan ini tersebar di bagian tengah, Miosen Awal, dan takselaras menindih dengan bentuk anhedral sampai Batupasir karbonan, berwarna kelabu
utara dan timur Lembar, menindih Formasi Latimojong (Simandjuntak euhedrali; beberapa bertekstur afanit. tua; berbutir halus-sedang; sebagian
takselaras Formasi Toraja dan drr., 1991). konglomeratan yang banyak
tertindih selaras oleh Formasi Sekala. Andesit piroksen tersusun dari mengandung kepingan batulanau
Lokasi tipenya terdapat di S. Lamasi Tmt BATUAN GUNUNGAPI plagioklas An 40-50 (40% - 60%), sangat keras; berlapis dan
antara Palopo dan Sabang, Lembar TALAYA : breksi, lava, breksi tuf, tuf piroksen (10% - 20%), sedikit menunjukkan stuktur silang-siur.
Malili (Simandjuntak drr., 1982) lapili, bersisipan tuff dan batupasir lempung, kuarsa, horenblenda, biotit, Batubara dengan tebal lebih dari 2 m
dibagian tenggara Lembar. (grewake), rijang, serpih, napal, bijih dan gelas. Piroksen dan ditemukan berselingan dengan
setempat batupasir karbonan dan plagioklas, sebagian telah terubah batupasir karbonan.
batubara. menjadi kalsit, serisit dan beberapa
epidot. Massadasarnya terdiri dari Batupasir wake sebagai sisipan,
Tmrt TUF RAMPI : batupasir tufan Breksi, lava dan breksi tuf, umumnya mikrolit atau kristal renik felspar dan berwarna kelabu kehijauan; berlapis
dan tuf kristal. bersusunan andesit sampai basal; sedikit piroksen atau horenblenda, baik dengan tebal 0,5 - 1 m;
setempat mengandung leusit Batuan yang umumnya telah tembah menjadi berstuktur perlapisan bersusun;
ini sebagian besar telah terpropilitkan kalsit dan beberapa karbonat. setempat ‘slump’ dan konglomeratan.
Batupasir tufan, putih hingga
dan termineralkan, sehingga Beberapa mineral menunjukkan Batuan ini biasanya tendapat
kekuningan, berbutir halus hingga
warnanya kelabu kehijauan sampai retak-retak, yang diisi oleh kuarsa berselingan dengan lava atau breksi.
sedang, terpilah buruk, mengandung
hijau; banyak mengandung urat kalsit sekunder. Bijih berwarna hitam,
kaca gunungapi, felspar dan kuarsa.
dan setempat urat kuarsa berbutir halus (0,4 mm), kedap, Rijang, merupakan sisipan tipis dalam
Memperlihatkan perlapisan sejajar
anhedral, terdapat menyebar pada saluan ini, berwarna putih kelabu
yang disebabkan oleh perubahan
Breksi, berwarna kelabu; komponen massadasar. sampai kelabu kemerahan. Serpih.
warna atas susunan butiran batuan,
dan berlapis dengan ketebalan berukuran kerikil sampai bongkah, berwarna kelabu kecoklatan; getas;
berkisar antara 10-30 cm. Umumnya dengan bentuk menyudut tanggung Basal dan breksi basal, umumnya berlapis tipis. Napal, berwarna putih;
pejal dan telah mengalami ubahan. sampai menyudut, tertanam dalam terdiri dari plagioklas (An3o - Ab70), berlapis tipis (1 - 5 cm); keras dan
klinopiroksen, olivin, gelas, mineral mampat. Napal ini mengandung fosil
gelap dan bijih. Batuan ini ganggang,
61 62

pecahan ekinoid, Lepidocyclina sp., oksida besi, berbutir sedang sampai dengan massadasar tuf halus umumya diduga sama dengan
Miogypsina sp. dan Gypsina sp., yang kasar. bersusunan leusit. Batuan ini berlapis Formasi Mamuju, yaitu Miosen
mungkin menunjukkan umur Miosen kurang baik sampai tak berlapis. Tengah - Miosen Akhir. Umur ini
Awal - Miosen Tengah. Breksi gunungapi, berwarna kelabu sama dengan umur leusit yang ada di
kekuningan; pejal; sebagian berlapis; Breksi, berwarna kelabu; komponen Lembar Pangkajene (Silitonga, 1982).
Berdasarkan umur itu dan kedudukan komponen berukuran dan 5 sampa 30 berukuran kerikil sampai bongkah, Tebal satuan ± 400 m.
stratigrafinya yang menjemari cm dengan bentuk menyudut terutama tersusun oleh basal leusit
dengan Formasi Sekala, maka dapat tanggung sampai menyudut. dan massadasarnya tuf yang Qbt TUF BARUPU : tuf, tuf lapili,
disimpulkan bahwa umur satuan ini Tersusun oleh kepingan andesit bersusunan leusit. Basal leusit, tuf hablur, bersusunan dasit dan
berkisar dan Miosen Tengah sampai sampai basal, porfirit, tersusun dari berbutir kasar; terhablur sempurna; sedikit breksi lava bersusunan andesit
Pliosen. Lingkungan pengendapan plagioklas, horenblenda, piroksen dan porfirit, tersusun dan mineral leusit dan dasit.
satuan ini adalah laut dalam sampai gelas yang tertanam dalam (50%), piroksen (5%), gelas dan
dangkal dan sebagian darat. massadasar mikrolit felspar. felspar (40%), mineral kedap cahaya Tuf, berwarna putih sampai kelabu;
(5%) dan biotit (1%). agak mampat, sebagian mudah
Satuan ini tersebar luas di Lembar Batupasir wake sebagai sisipan hancur; setempat berlapis (10 - 25
Mamuju dan hampir tersingkap di berwarna kelabu muda, berlapis Lava basal lausit, porfirit dengan cm). Sedangkan tuf hablur, berwarna
semua tempat. Di bagain selatan cukup baik dengan tebal dan 0,5 bentuk mineral subhederal sampai patih kelabu; berbutir sedang sampai
Lembar, menerus ke Lembar Majene; sampai 0,75 m. anhedral, terdiri dari leusit (45%), kasar; terdapat sebagai sisipan tipis
ke utara ke Lembar Pasangkayu dan kalium felspar (20%), piroksen (10%) dalam tuf. Batuan ini umumnya
ke timur ke Lembar Malili dan sebelah Satuan ini diduga merupakan anggota dan biotit (8%). Beberapa contoh bersusunan dasit; biotit, sanidin, dan
barat Poso. Nama satuan diambil dari di bagian bawah dani Batuan batuan menunjukkan struktur trakit. banyak dijumpai oksida besi.
nama Gunung (Bulu) Talaya, di Gunungapi Talaya sehingga umurnya
bagian barat Lembar, tempat diduga Miosen Tengah. Tebalnya ± Batupasir dan batulempung tufaan, Breksi lava, berwarna kelabu;
ditemukan singkapan yang baik. 500 m. Satuan ini tersingkap di berwarna kelabu muda; terdapat mampat keras; komponen berukuran
Tebal satuan ini ±750 m, tengah bagian timur Lembar, sebagai sisipan dalam tufa berlapis kerikil sampai bongkah dengan
terutama di sekitar desa Belopa; cukup baik dengan tebal 1 - 5 cm bentuk menyudut tanggung sampai
Tmb TUF BEROPA : perselingan tuf menjemari dengan Batuan Gunungapi agak keras; mengandung mineral menyudut; bersusunan andesit.
dan batupasir tufan, bersisipan breksi Talaya dan menindih takselaras leusit berbutir halus sedang dan
gunungapi dan batupasir wake. Formasi Latimojong. batuapung. Setempat dalam satuan Tuf Barupu diduga berumur Plistosen
ini ditemukan batuan biotit andesit dan tebalnya ± 300 m. Sebarannya
Tuf, berwarna putih kemerahan dengan kristal biotit berukuran 2 cm. terdapat di bagian tenggara Lembar
sampai kehijauan; berbutir halus- Tma BATUAN GUNUNGAPI ADANG yaitu di daerah Kawalean, sebelah
sedang; mengandung biotit, felspar : tuf lapili, breksi bersisipan lava, Satuan ini tersebar luas di bagian selatan Bulu Malimongan dan di
dan kuarsa. Batupasir tufan, batupasir dan batulempung tufan. baratdaya Lembar, yaitu daerah di sebelah barat Rantepao. Satuan ini
berwarna kelabu kecoklatan; berlapis antara Tapalang dan Mamuju; menindih takselaras batuan
baik dan pejal. Tuf lapili, berwarna putih kehijauan; menjemari dengan Formasi Mamuju gunungapi Oligosen - Miosen.
berbutir kasar; mengandung mineral dan Anggota Tapalang; dan diduga
Batupasir wake, berwarna kelabu leusit, berukuran dan beberapa cm menjemari pula dengan Batuan Penamaan Tuf Barupu pertama kali
kehijauan; berlapis baik tersusun dari sampai 3 cm, terhablur sempurna, (gunungapi Talaya. Berdasarkan diberikan oleh Abendanon (1915),
plagioklas, mineral mafik, kuarsa dan kedudukan stratigrafi tersebut, maka
63 64

kemudian digunakan pula oleh Reyzer Riolit, putih kelabu, butir halus- BATUAN MALIHAN Satuan ini dapat disebandingkan
(1920). Namanya berasal dan sedang dan berbentuk sub-anhedral. dengan sekis glaukofan atau Komplek
Barupu, nama kampung di setelah Mineral penyusun utarnanya terdiri Pompangeo (Simandjuntak, drr.,
barat Rantepao yang merupakan dari piroksen, biotit dan plagioklas TR w BATUAN MALIHAN : sekis 1991) atau Komplek Wana (Sukido,
tempat singkapan terbaik. dengan sedikit kuarsa dan felspar. mika, genes mika, dan sedikit filit drr., 1987, dalam persiapan). Satuan
serla batusabak. ini tersingkap di daerah Budong-
Diorit, berwarna kelabu kehitaman budong, sudut baratlaut Lembar.
BATUAN TEROBOSAN sampai kehijauan, umumnya berbutir Singkapan yang cukup luas terdapat
Sekis mika dan genes mika, berwarna
sedang-halus, terhablur sempurna di sebelah utara Lembar yaitu di
kelabu; umumnya tersusun oleh
Tmpi BATUAN TEROBOSAN : setempat mengandung butiran kuarsa Lembar Pasangkayu. Satuan ini
biotit, muskovit, dan kuarsa; berbutir
granit, granodiorit, riolit. hingga terbentuk batuan diorit kuarsa tertindih takselaras oleh Formasi
sedang sampai kasar. Batuan telah
dan terdapat sebagal retas-retas di Lariang, Formasi Budong-budong
mengalami deformasi dan pada
beberapa tempat. aluvium.
Granit, berwarna kelabu, putih singkapannya terlihat paling sedikit
kemerahan sampai kehitaman, ada tiga arah pendaunan.
berbutir sedang sampai sangat kasar, Apatit, umumnya berbentuk reta-
terhablur sempurna dengan bentuk retas berwarna kelabu kemerahan, Filit, berwarna kelabu; tersusun dari
sub-euhedral, beberapa berbutir sangat kasar dengan mineral lempung, karbonat dan kuarsa, STRUKTUR DAN TEKTONIKA
panidiomorfik. Mineral utamanya felspar dan kuarsa mencapai ukuran beberapa granit dan sedikit
terdiri dari kuarsa, kalium felspar, 3 cm. Granit mempunyai penyebaran hornblende. Struktur utama di Lembar Mamuju
plagioklas, horenblenda, biotit dan yang luas terutama di bagian selatan adalah sesar normal dan sesar naik
setempat klorit, apatit dan bijih. Lembar, beberapa tempat di baglan yang mempunyai arah umum utara
Batusabak, berwarna kelabu
Kuarsa dan felspar umumnya tumbuh timur. Batuan ini ada yang timurlaut-selatan baratdaya.
kehitaman dengan susunan hampir
bersama (intergrowth), dan setempat menamakan Granit Mamasa atau Beberapa sesar berarah hampir barat
sama dengan filit. Satuan ini diduga
serisitisasi dan karbonatisasi. Pada Granit Kambuno di Lembar Malili dan - timur dan utara baratlaut - selatan
berumur lebih tua dari pada umur
beberapa mineral terlihat retak-retak Lembar Poso; Umurnya diperkirakan tenggara. Struktur lipatan di Lembar
Formasi Latimojong, berdasarkan
sebagai akibat pengaruh dari pada Miosen Akhir - Pliosen Awal. ini berkembang cukup baik.
kenyataan bahwa batuannya telah
tekanan. Di beberapa tempat
mengalami beberapa kali
mengandun emas. Di beberapa tempat, terutama yang pencenanggaan (deformasi) yang Daerah Lembar termasuk dalam
terdapat di bagian selatan Lembar dicirikan oleh adanya lebih dari dua Mandala Geologi Sulawesi Barat
Granodiorit, berwarna putih kotor telah mengalami pelapukan yang arah pendaunan, sedangkan Formasi (Sukamto, 1973a), terutama
berbintik hitam hingga kelabu cukup kuat, hingga lepas - lepas Latimojong kurang menunjukkan arah terdiri dari batuan malihan, batuan
kehitaman, berbutir sedang-kasar, seperti pasir kuarsa. pendaunan. Kenyataan ini sedimen, batuan gunungapi dan
porfiritik dengan fenokris terdiri dari Penerobosan terhadap Batuan membuktikan bahwa Komplek Wana batuan terobosan bersifat granit.
plagioklas, horenblenda, kuarsa dan Gunungapi Lamasi menunjukkan terbentuk sebelum Kapur dan diduga
biotit; sedikit piroksen, bijih; adanya pemineralan bijih sulfida dan Trias, tetapi sebelum Formasi Di daerah ini paling sedikit telah
setempat terlihat klorit, apatit, sirkon membentuk cebakan tembaga, Latimojong terbentuk. Tebal satuan terjadi empat kali gejala tektonik.
dan epidot; serisit, magnetit dan seperti yang terdapat di Sangkaropi, ini tidak diketahui dengan pasti, Tektonik awal yang dapat diamati
lempung terdapat sebagai hasil Penasuang dan Bilolo di bagian utara diduga lebih dari 1.000 m. mungkin terjadi pada Kala Kapur
ubahan. Tana Toraja. Tengah yang bersamaan dengan
gejala tektonik di Daerah Sulawesi
65 66

baratdaya (Leeuwen, 1981). Gejala Sekala. Batuan Gunungapi Talaya Sejak Pliosen Akhir daerah ini diduga daerah ini. Pemineralan terjadi pada
ini mengakibatkan perlipatan, bersusunan andesit-basal yang makin sudah berupa daratan, dan pada Kala batuan malihan, sedimen, gunungapi
persesaran dan pemalihan regional ke arah atas susunannya berubah Plistosen (?) terjadi kegiatan dan pluton.
derajat rendah pada Satuan Batuan menjadi leusit-basal, sehingga gunungapi yang menghasilkan Tuf
Malihan. terbentuk Batuan Gunungapi Adang. Barupu, Penelitian mineral logam di daerah ini
Di bagian barat, pada waktu yang telah dilakukan oleh Djumhani dan
Pada Kapur Akhir terbentuk Formasi bersamaan terendapkan batuan Pengangkatan daerah ini masih Pudjowalujo (1976), Seksi Mineral
Latimojong dalam lingkungan laut karbonat Formasi Mamuju dan berlangsung terus sampai sekarang. Vulkanogenik Direktorat Sumberdaya
dalam, terutama terbentuk di bagian batugamping terumbu Anggota dicirikan dengan tumbuhnya terumbu Mineral (1980) dan Deddi, drr.
timur dan tengah Lembar. Tektonika Tapalang. koral di sepanjang pantai barat. (1984).
selanjutnya terjadi pada Paleosen,
yang mengakibatkan satuan Batuan Pada Kala akhir Miosen Tengah, Djumhani dan Pudjowalujo (1976),
Malihan terlipat dan termalih lagi kegiatan gunungapi tersebut disertai mendapatkan beberapa daerah yang
serta Formasi Latimojong termailih dengan terobosan batun granit yang mengandung mineral logam, yaitu
SUMBERDAYA MINERAL DAN
regional derajat rendah. menerobos semua satuan yang lebih Batuisi - Salole, Huna - Lelupa,
ENERGI
tua. Terobosan ini membawa larutan Paniwangan - Salipaku dan
Pada Kala Eosen sampai Oligosen hidrotermal yang kaya akan bijih Talimbangan - Sangkaropi.
sulfida dan membentuk endapan bijih Daerah Lembar Mamuju mengandung
terjadi genang laut yang membentuk
sulfida terutama suffida tembaga, bahan galian logam dan non logam
sedimen laut Formasi Toraja dan Daerah Batuisi –Salole
seperti di daerah Sangkaropi, serta sumberdaya energi yang
Anggota Rantepao. Pada Kala
Penasuang dan Bilolo. diperkirakan mempunyai prospek
Oligosen sampai Miosen Awal terjadi
cukup baik. Mineral logam yang ditemukan di
lagi kegiatan tektonik yang disertai
daerah ini adalah pirit, kalkopirit, dan
dengan kegiatan gunungapi dalam Terobosan ini disertai dengan
Bahan galian logam kovelit; terdapat dalam urat kuarsa
bentuk busur kepulauan gunungapi, pengangkatan dan penyesaran,
yang menerobos batusabak, berupa
dan membentuk Batuan Gunungapi sehingga terbentuk sesar turun dan
urat-urat berisi pirit dan malakit.
Lamasi, yang di beberapa tempat sesar naik yang berarah utara Bahan galian logam yang ditemukan
Ditemukan juga bongkah diorit yang
terbentuk pula batugamping. Setelah timurlaut - selatan baratdaya. di daerah pemetaan adalah emas,
mengandung pirit, sfalerit dan
kegiatan gunungapinya terhenti, Pengangkatan yang terjadi di bagian perak, tembaga, besi dan seng; di
kalkopirit. Genesa pemineralannya
pengendapan batuan karbonat terus barat Lembar mungkin berlangsung antaranya berupa kalkopirit, kalkosit,
diduga metasomatisma kontak dan
berlangsung sampai awal Miosen sampai Miosen Akhir yang dilanjutkan kovelit, sfalerit, malakit, bornit,
mungkin pula impregnasi. Analisa
Tengah sehingga terbentuk Formasi dengan penurunan sehingga magnetit, galena dan pirit.
geokimia contoh tanah di S.
Riu. terbentuk Formasi Lariang. Cebakannya antara lain berupa
Belimbing menghasilkan kadar
letakan, urat, porfiri, impregnasi dan
tembaga dari 50 sampai 193 ppm dan
Pada Kala Miosen Tengah bagian Kegiatan tektonik terakhir mungkin kantong-kantong.
di S. Belopa dan 60 sampai 426 ppm.
tengah sampai Awal Miosen Akhir terjadi pada Kala Pliosen, sehingga
terjadi lagi kegiatan tektonik yang bagian timur Lembar terangkat, Sebarannya terdapat di bagian
Di daerah ini, Deddi, drr. (1984)
disertai dengan kegiatan gunungapi sedangkan pengangkatan di bagian tengah dan tenggara Lembar, dekat
menemukan tembaga dengan kadar 2
yang menghasilkan Batuan barat Lembar disusul oleh penurunan dengan batuan terobosan Granit.
sampai 130 ppm, timbal dengan
Gunungapi Talaya, Tuf Beropa dan yang menghasilkan Formasi Budong- Batuan terobosan itu sangat erat
kadar 11 sampai 46 ppm dan seng
batuan sedimen gunungapi Formasi budong dan Batugamping Koral. hubungannya dengan pemineralan di
dengan kadar 7 sampai 84 ppm.
67 68

Mineralisasi emas terdapat dalam S. Talimbangan menunjukkan kadar Bahan galian non logam Sumberdaya alam lainnya
urat-urat kuarsa halus di S. Taroto tembaga dari 1,4 sampai 836 ppm,
anak sungai Lebutang. timbal dari 31 sampai 295 ppm dan Bahan galian non logam yang Di Lembar Mamuju, selain bahan
seng dan 31 sampai 125 ppm. terdapat di daerah ini antara lain galian logam dan non logam yang
Daerah Hune-Lelupa adalah batugamping, granit, andesit, ditemukan, Juga hasil hutannya
Di daerah Sangkaropi, mineral yang basal, dasit, pasir dan kerikil yang cukup melimpah untuk dimanfaatkan,
Pemineralan di daerah ini terjadi pada ditemukan adalah pirit, galena, cukup melimpah. Sebagian bahan terutama rotan dan kayu hitam.
rekahan halus batuan pluton dan sfalerit, kalkopirit, bornit dan kovelit. galian ini telah dimanfaatkan untuk
pada retas andesit. Mineral yang Endapan berupa kantong-kantong bahan bangunan dan pengeras jalan. Tana Toraja sebagai obyek
ditemukan adalah pirit, kalkopirit dan terdapat di dalam breksi gunungapi. pariwisata, sebarusnya bisa
galena yang terdapat secara tersebar Di daerah ini ditemukan pula urat- Sumber energi dikembangkan lagi, dengan dan
(porfiri). Analisa geokimia dari contoh urat yang mengandung gabungan menjaga kelestarian lingkungan, adat
sedimen dari S. Kasomang galena-pirit-kuarsa di dalam batuan istiadat dan kebudayaannya yang
Sumber energi yang terdapat di
menunjukkan kadar tembaga 24 - 28 granit. Analisa geokimia contoh khas, serta menyediakan sarana dan
daerah mi adalah batubara dan
ppm, timbal 6 - 59 ppm, dan seng 30 tanah, menghasilkan kadar tembaga prasarana angkutan dan fasilitas
mataair panas. Batubara terdapat
- 90 ppm. Analisa contoh tanahnya 124 - 150 ppm. lainnya yang lebih baik.
sebagai sisipan dalam batuan Formasi
menunjukkan kadar tembaga 41 - Toraja dengan tebal berkisar dan 40
477 ppm. Di daerah Bilolo, cebakan tembaga sampai 75 cm. Singkapannya Daerah lainnya dapat pula dijadikan
diikuti oleh barit. Barit ini diusahakan terdapat di 5 km baratdaya obyek pariwisata, mengingat daerah
Daerah Paniwangan-Salupaku secara kecil-kecilan oleh PT. Aneka Penasuang, 4 km baratlaut inii mempunyai keadaan alam dan
Tambang. Cebakan tembaga dengan Galumpang dan di daerah Galumpang panorama yang indah dengan
barit sebagai penutupnya diduga sendiri, serta 1,5 km utara Tamalea. binatang langka yang hanya ada di
Mineral yang ditemukan di
merupakan cebakan bijih tipe Kuroko Sulawesi, yaita anoa, babirusa, tapir
Paniwangan adalah bongkah
(Seksi Mineral Vulkanogenik, 1980, dan burung maleo. Untuk perlu
magnetit; sedangkan di Salapaku Mataair panas di daerah ini terdapat
1981). diadakan suatu hutan suaka nasional
adalah butir-butir halus kalkopirit di cukup banyak tersebar di bagian
dalam batuan malihan. tengah dan timur Lembar; suhunya yang dapat dijadikan obyek
Eksplorasi tembaga oleh PT. Aneka berkisar dari 60 sampai 90° C, pariwisata sambil melindungi
Tambang bekerjasama dengan Seksi mungkin dapat digunakan sebagai binatang tersebut dan kepunahan
Mineral Vulkanogenik, SDM, di daerah pembangkit tenaga listrik yang disebabkan oleh peburuan liar.
Daerah Talimbangan-Sangkaropi-
Sangkaropi-Bilolo berlangsung dan berkekuatan sekitar 40 mega Watt
Bilolo
1976 - 1981. Selama kegiatan (Apandi drr., 1982). Daerah pantai barat, mulai dan
pemetaan geologi Lembar Mamuju Mamuju selatan sampai Belang-
Mineral yang ditemukan di daerah ini, kegiatan yang dilakukan PT.
Sumber energi lainnya adalah air belang di utara cukup baik untuk
Talimbangan adalah pirit dan Aneka Tambang, adalah
terjun yang mungkin bisa tempat hiburan dan pariwisata. Di
kalkopirit yang terkurung dalam mengusahakan barit secara kecil-
dimanfaatkan sebagal pembangkit daerah lautnya kaya akan berbagai
massa dasar magnetit pejal di dalam kecilan, sedangkan tembaganya
tenaga listrik dengan sistem mikro- jenis karang, tumbuhan, dan ikan
batusabak. Selain itu ditemukan juga tidak, mungkin kurang
hidro. Air terjun ini terdapat di daerah karang dengan lingkungan yang
urat berisi pirit, kalkopirit, galena dan menguntungkan.
aliran cabang S. Mamasa di bagian masih bersih dan indah.
sfalerit yang menerobos breksi
andesit dan granodiorit. Analisa tenggara Lembar.
geokimia contoh sedimen sungai dan ACUAN
69

70

Abendanon, E.C., 1915, Geologische Djumhani dan H. Pudjowalujo, 1976, insel Celebes, Weisbaden. Arsip
en geographische door Laporan 5 tahun Peta tahap I, Perpustakaan Puslitbang
kruisingen van Midden Bagian Pemetaan dan Geologi.
Celebes (1905-1910). Leiden, Penyelidikan Mineral daerah
E.J. Brill, v.1,451 p. Sulawesi Selatan Blok 5, Seksi Mineral Vulkanogenik, 1980,
1969-1979, Direktorat Laporan penyelidikan geologi
Apandi, T., N. Ratman dan Yusup, Geologi. dan geokimia tinjau regional
1982, Laporan Geologi daerah basin S. Lamasi dan
Lembar Mamuju, Sulawesi, Djuri dan Sudjatmiko, 1979, Peta S. Sadari, Kecamatan Sesean
sekala 1: 250.000. Pro. Geologi Bersistem, Lembar dan Kecamatan Walenrang,
P.G.I.F., Bid. Geo. Reg. Majene-Palopo, Sulawesi Kabupaten Tana Toraja dan
Puslitbang Geologi. Selatan, sekala 1 250.000. Kabupaten Luwu, Sulawesi
Direktorat Geologi. Selatan, Sub. Dit. Eksp. Min.
Brouwer, HA., 1934, Geologische Log. DSM,
onderzoekingen op het eiland Leeuwen Th.M. van, 1981, The
Celebes, Verh. Geol. Mynb. Geology of Southwest Simandjuntak, TO., B. Rusmana,
Gen. Ned. en Kol., Geola Sulawesi with Special Surono dan LB. Supandjono,
Serie Vol. x. Reference to the Biru Area. 1991, Peta Geologi Bersistem
In: Bather Al. & Wiryosujono, Lembar Malili, Puslitbang
Deddi, T. Sutisna, Sukmana dan S. The Geology and Tectonics Geologi.
Zulkifli, 1984, Peyelidikan of Eastern Indonesia, GRDC,
Pendahuluan Geologi, Spec. Publ. No. 2, 1981, Sukamto, R., 1978, The structure of
Pendulangan dan Geokimia pp.177-304. Sulawesi in the light of plate
Daerah Kecamatan Budong- tectonics. Proc. Rag. Conf.
budong, Kabupaten Mamuju, Reyzer, J., 1920, Geologische ann Geol. Min. Res. S.E. Asia,
Sulawesi Selatan. Seksi tekeningen betreffende de 1975, Jakarta.
Mineral Vulkanogenik, Sub. zuidelijke Toraja-Landen,
Dit.Mift Log. SDM. vetzaineld uit de vuslagen der Sukido, D. Sukarna dan K. Sutisna,
mijnbouwkundige 1987, Peta Geologi Lembar
De Koning Knijff. J., 1914, onderzoekingen in Midden Pasangkayu, Sulawesi, sekala
Geologische gegevens Celebes Jaarb. V.h. Mijw. in 1: 250.000, Puslitbang
omtrent gedeelten der Ned. Qast Indie, 1918, p. Geologi.
afdelingen Loewoe, Parepait 154-209, p1. 14.
en Boni van het Government
Celebes en Onder Sarasin F. & P. Sarasin, 1901,
hoorigheden. Jaarb. v.h. Entwurf einer geografische,
Mijnwezen in Nederlandsek geologisehe Beschreibung der
Oost indie
1912, Batavia Staatsdrukkerij
Deel I, p.227 -295.
71 72

Geologi Lembar Malili, Sulawesi PENDAHULUAN dan musim hujan dan Nopember
sampai April. Curah hujan di bagian
Geology of the Malili Quadrangle, Sulawesi
selatan antara 2500 - 3000 mm, dan
Pemetaan gcologi bersistem Lembar di bagian utara antara 3500 - 4000
Malili (2113) dilakukan oleh Bidang mm per tahun.
0leh (By): Geologi Regional (sekarang Bidang
TO. Simandjuntak, E. Rusmana, Surono dan (and) J. B Supandjono Pemetaan Geologi), Pusat Penelitian Penduduknya terdiri dari beberapa
dan Pengembangan Geologi, dalam suku. Suku Bugis dan Bajo’e yang
rangka kegiatan Proyek Pemetaan menempati daerah pantai bermata
Geologi dipetakan pada 1979/1980 oleh: Geologi dan Interpretasi Foto udara, pencarian menangkap ikan dan
tahun anggaran 1979/1980, PELITA berdagang. Suku Mori, Tolaki, Toraja
Geology mapped in 1979/1980 by:
III tahun ke 1. Tujuannya ialah dan Pamona yang hidup di pedalaman
penyelidikan geologi serta umumnya bertani dan mencari hasil
sumberdaya mineral dan energi yang hutan. Sejak adanya tambang nikel di
TO. Simandjuntak, E. Rusmana, Surono, J. R Supandjono, A. Koswar, R.L. akan rnenghasilkan data dasar untuk Soroako banyak diantara penduduk
Situmorang, T. Turkandi, K. Sutisna, A. Azis dan (and) M. Endharto menunjang inventarisasi sumberdaya asli yang menjadi karyawan
mineral dan energi wilayah tersebut. perusahaan. Orang Bugis dan Bajo’e
pada umumnya beragama Islam;
Pekerjaan lapangan berlangsung orang Mori dan Toraja beragama
Ditelaah dan disunting oleh Kristen, sedangkan orang Tolaki ada
Reviewed and edited by: dalam dua tahap:
tahap pertama dan Juni sampai yang Islam dan ada yang Kristen.
Agustus 1979, dan tahap kedua dan
Nopember 1979 sampai Januari 1980. Daerah yang dipetakan dapat dicapai
Rab. Sukamto dan (and) T. Soeradi dan Ujung Pandang melalui udara,
darat dan laut. Penerbangan perintis
Lembar Malili terletak diantara
Ujung Pandang - Soroako
kordinat 120° - 121°30’ BT dan 2°00’
berlangsung dua kali seminggu, dan
- 3°00’ LS, dan meliputi daerah
DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI Ujung Pandang - Masamba sekali
seluas 21.000 Km2. Lembar ini di
DIREKTORAT JENDERAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL utara dibatasi oleh Lembar Poso, di
seminggu, menggunakan pesawat
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN GEOLOGI kecil Twin otter, Cessna atau Cassa.
timur oleh Lembar Bungku, di selatan
Jalan darat dan Ujung Pandang ke
oleh Lembar Kendari, Teluk Bone dan
Palopo sudah beraspal dan dapat
Lembar Majene, dan di barat oleh
dilalui segala jenis kendaraan
DEPARTMENT OF MINES AND ENERGY Lembar Mamuju. Bagian selatan
bermotor pada setiap musim. Jalan
DIRECTORATE GENERAL OF GEOLOGY AND MINERAL RESOURCES lembar termasuk Kabupaten Luwu,
ini merupakan ruas jalan Trans
Propinsi Sulawesi Selatan, sedangkan
GEOLOGICAL RESEARCH AND DEVELOPMENT CENTRE Sulawesi. Antara kota Malili dan
bagian utara termasuk Kabupaten
Soroako terentang jalan raya yang
Poso, Propinsi Sulawesi Tengah.
dibangun dan dikelola oleh PT Inco.
Palopo dan Malili selain jalan darat
1991 Musim kemarau di daerah ini juga dihubungkan dengan perahu
berlangsung dan Mei sampai Oktober, atau kapal laut.
73 74

Peta dasar yang dipakai bersekala Pegunungan Verbeek dengan permukaan laut dan dibentuk oleh Berdasarkan himpunan batuan,
1:250.000, seri Sc yang berasal dan ketinggian antara 800 - 1346 m di batugamping. Daerah ini dicirikan struktur dan biostratigrafi, secara
US Army Service. Potret Udara yang atas permukaan laut, dibentuk oleh oleh adanya dolina, “Sinkhole” dan regional Lembar Malili termasuk
terscdia hanya meliputi bagian timur batuan ultramafik dan batugamping. sungai bawah permukaan. Puncak Mendala Geologi Sulawesi Timur dan
dan tengah daerah pemetaan, dibuat Puncak-puncaknya antara lain G. yang tinggi di daerah m di antaranya Mendala Geologi Sulawesi Barat,
otch Angkatan Udara Australia. Citra Baliase (3016 m), G. Tambake (1838 Butu Wasopute (1768 m) dan dengan batas Sesar Palu Koro yang
Landsat meliputi seluruh daerah. m), Bulu Nowinokel (1700 m), G. Pegunungan Toruke Empenai (1185 membujur hampir utara-selatan.
Kaungabu (1760 m), Buhi Taipa m). Mendala Geologi Sulawesi Timur
Laporan terdahulu mengenai daerah (1346 m), Bulu Ladu (1274 m), BuLu dapat dibagi menjadi dua lajur (Telt):
ini ditulis oleh Koolhoven (1930), Burangga (1032 m) dan Bulu Lingke Daerah Pedataran menempati daerah lajur batuah malihan dan lajur ofiolit
Brouwer (1934), Loczy (1934), Rulten (1209 m). Sungai-sungai yang selatan lembar peta, melampar mulai Sulawesi Timur yang terdiri dari
(1927), Umbgrove (1935), Hetzel mengalir di daerah ini yaitu S. dan utara Palopo, Sabbang, Masamba batuan ultramafik dan batuan
(1936), Bothc (1927), Hopper Kataena, S. Pincara, S. Rongkong. S. sampai Bone-Bone. Daerah ini sedimen petagos Mesozoikum.
(1941), Soeria - Atmadja dkk.(1972), Larona dan S. Malili merupakan mempunyai ketinggian hanya
Sukamto (1975), Achmad (1975) dan sungai utama. Pola aliran sungai beberapa meter di atas permukaan Mendala Geologi Sulawesi Barat
Sophaheluwakan & Suparka (1978). umumnya dendrit. laut dan dibentuk oleh endapan dicirikan oleh lajur gunungapi
Laporan - laporan tersebut terutama aluvium. Pada umumnya merupakan Paleogen dan Neogen, intrusi Neogen
menyangkut daerah yang berbatuan Daerah Pebukitan menempati bagian daerah pemukiman dan pertanian dan sedimen flysch Mesozoikum yang
ultrabasa. Bagian barat Lembar telah tengah dan timurtaut lembar peta yang baik. Sungai yang mengaliri di diendapkan di pinggiran benua
ada peta geologi yang bersifat dengan ketinggian antara 200 - 700 daerah ini diantaranya S. (Paparan Sunda).
kompilasi. m di atas permukaan laut dan Pampengan, S. Rongkong dan S.
merupakan pebukitan yang agak Kebu, menunjukkan proses berkelok. Di Mendala Geologi Sulawesi Timur,
landai yang terletak di antara daerah batuan tertua adalah batuan ofiolit
FISIOGRAFI pegunungan dan daerah pedataran. Terdapatnya pola aliran subdendrit yang terdiri dari ultramafik termasuk
Pebukitan ini dibentuk oleh batuan dengan air terjun di beberapa harzburgit, dunit, piroksenit, wehrlit
vulkanik, ultramafik dan batupasir. tempat, terutama di daerah dan serpentinit, setempat batuan
Secara morfologi daerah ini dapat
Puncak-puncak bukit yang terdapat di pegunungan, aliran sungai yang mafik termasuk gabro dan basal.
dibagi atas 4 satuan : Daerah
daerah ini di antaranya Bulu Tiruan deras, serta dengan memperhatikan Umurnya belum dapat dipastikan,
Pegunungan, Daerah Pebukitan,
((630 m), Bulu Tambunana (477 m) dataran yang agak luas di bagian tetapi diperkirakan sama dengan
Daerah Kras dan Daerah Pedataran.
dan Bulu Bukila (645 m). selatan peta dan adanya perkelokan ofiolit di lengan timur Sulawesi yang
Daerah Pegunungan menempati
bagian barat dan tenggara lembar sungai utama, semuanya berumur Kapur – Awal Tersier
peta. Di bagian barat terdapat 2 Sungai-sungai yang bersumber di menunjukkan morfologi dewasa. (Simandjuntak, 1986).
rangkaian pegunungan: Pegunungan daerah pegunungan mengalir
Tineba dan Pegunungan Koro-Ue melewati daerah ini terus ke daerah Di bagian barat mendala ini terdapat
yang memanjang dan baratlaut - pedataran dan bermuara di Teluk lajur metamorfik, komplek
tenggara, dengan ketinggian antara Bone. Pola alirannya dendrit. Pompangeo yang terdiri dari berbagai
STRATIGRAFI
700-3016 m di atas permukaan laut jenis sekis hijau di antaranya sekis
dan dibentuk oleh batuan granit dan Daerah Kras menempati bagian mika, sekis hornblenda, sekis
timurlaut lembar peta dengan Tatanan Stratigrafi glaukofan, filit, batusabak,
malihan. Sedangkan di bagian
tenggara lembar peta terda pat ketinggian antara 800 - 1700 m dari batugamping terdaunkan atau
75 76

pualam dan setempat breksi. Di Mendala Geologi Sulawesi Barat Terdapat dua bauan terobosan granit Satuan ini merupakan endapan
Umurnya diduga tidak lebih tua dari batuan tentua adalah Formasi yang berbeda umurnya; yang sungai, rawa dan pantai. Sebarannya
Kapur. Di atas ofiolit diendapkan tak Latimojong yang diduga berumur pertama berumur Miosen Akhir dan meliputi dataran di utara Teluk Bone,
selaras Formasi Matano: bagian atas Kapur Akhir. Batuan ini terdiri dari yang kedua Pliosen. Yang terakhir Rampi dan Leboni yang terletak di
berupa batugamping kalsilutit, rijang deret flysch, perselingan antara lamparannya cukup luas di bagian bagian baratlaut lembar, daerah
radiolaria, argilit dan batulempung argilit, filit, batusabak dan wake baratlaut lembar peta. Di daerah Somba Limu di timur Danau Poso,
napalan, sedangkan bagian bawah dengan sisipan rijang radiolaria dan Palopo granit berumur Miosen Akhir sepanjang lembah S. Laa di bagian
terdiri dari rijang radiolaria dengan konglomerat. Batuan ini diduga telah menerobos Formasi Latimojong dan timurlaut lembar, serta daerah
sisipan kalsilutit yang semakin diendapkan di pinggiran benua Formasi Toraja dan menghasilkan Bungku yang terletak di sebelah barat
banyak ke bagian atas. Berdasarkan Sunda. Tak selaras di atasnya di- mineralisasi hidrotermal. Batuan Danau Matano.
kandungan fosilnya Formasi ini endapkan Formasi Toraja yang terdiri termuda di daerah ini adalah aluvium
menunjukkan umur Kapur. dari serpih, batugamping, batupasir yang terdiri dari endapan sungai,
dan konglomerat. Umurnya berjangka danau dan pantai. Sebarannya luas di
Pada mendala ini dijumpai pula dari Eosen - Miosen Tengah (Djuri utara Teluk Bone dan di selatan
Mendala Geologi Sulawesi Barat
komplek bawah bancuh (Melange dan Sudjatmiko, 1974). Danau Poso.
Wasuponda), terdiri dari bongkahan
BATUAN SEDIMEN
asing batuan mafik, serpentinit, Pada Kala Oligosen terjadi kegiatan
pikrik, rijang, batugamping gunungapi bawah laut yang Perian Satuan Peta
terdaunkan, sekis, amfibolt dan menghasilkan lava bantal dan breksi Kls FORMASI LATIMOJONG :
eklogit (?) berbagai ukuran yang yang bersusunan basa sampai ENDAPAN PERMUKAAN perselingan batusabak, filit, wake,
tertanam di dalam masa dasar menengah. Batuan itu membentuk kuarsit, batugamping dan batulanau
lempung merah bersisik. Batuan Gunungapi Lamasi. Kegiatan dengan sisipan konglomerat dan
Ql ENDAPAN DANAU : Lempung,
ini berlangsung terus sampai Kala rijang, umumnya termalih sangat
pasir dan kerikil.
Miosen Tengah (Batuan Gunungapi lemah.
Batuan tekonika ini tersingkap baik di
daerah Wasuponda serta di daerah Tineba dan Tufa Rampi), yang
sebagian sudah muncul ke atas Lempung menunjukkan penlapisan
Ensa, Koro Mudi dan Petumbea, Batusabak, hitam sampai kelabu
permukaan laut. karena perbedaan warna dan agak
diduga terbentuk sebelum Tersier kehitaman padat dan keras, tebal
mengeras, tebal lapisan antara
(Simandjuntak, 1980). Pada Kala lapisan an tar 10-20 m. Filit, merah
beberapa sampai 100 mm. Pasir dan
Miosen Akhir batuan sedimen pasca Di atasnya secara tak selaras kecoklatan; belahan berkembang baik
kerikil, kelabu hingga hitam, kurang
orogenesa Neogen (Kelompok Molasa diendapkan Formasi Bone-bone yang dan persekisan sudah tampak agak
padat, mengandung banyak sisa
Sulawesi) diendapkan tak selaras di terdiri dari endapan turbidit dan keras dan kompak.
tumbuhan. Perlapisan cukup baik,
atas batuan yang lebih tua. Kelompok perselingan antara konglomerat dan dengan tebal lapisan antara beberapa
ini termasuk Formasi Tomata yang klastika halus. Formasi ini banyak Wake, kelabu kehijauan sampai
hingga 20 cm. Sebaran satuan
terdiri dari klastika halus sampai mengandung fosil foram kecil yang kelabu; padat, keras; berukuran
meliputi daerah di selatan Danau
kasar, dan Formasi Larona yang menunjukkan umur Miosen Akhir - sedang; kepingan (fragmen)
Poso, sekitar Danau Matano, Danau
umumnya terdiri dari klastika kasar Pliosen. Kegiatan gunungapi terjadi membulat sampai membulat
Mahalona dan Danau Towuti. Tebal
yang diendapkan dalam lingkungan lagi pada Plio-Plistosen bahkan tanggung, terdiri atas rombakan
satuan diperkirakan puluhan meter.
laut dangkal sampai darat. sampai Holosen yang menghasilkan batuan gunungapi, hornblenda dan
Pengendapan ini terus berlangsung lava dan bahan piroklastika yang felspar; berlapis baik dengan tebal
sampai Kala Pliosen. bersusunan andesit (Batuan Oal ALUVIUM : lumpur, lempung, lapisan sekitar 60 cm. Perarian
Gunungapi Masamba). pasir, kerikil dan kerakal.
77 78

sejajar berkembang baik; kontak atas oleh Formasi Toraja dan batuan berselingan dengan serpih, dengan serta masa dasar berbutir halus yang
dan bawah lapisan sangat jelas. gunungapi Lamasi. Satuan ini sisipan konglomerat. Fosil terdiri dari mineral plagioklas dan
merupakan kelanjutan dan Formasi foraminifera besar yang ditemukan piroksin. Kedua jenis lava itu
Kuarsit, hijau cerah sampai merah Latimojong di Lembar Majene Palopo dalam batugamping: Muniditcs sp, terpropilitkan dan terubah dengan
keputihan; padat, sangat keras; (Djuri & Sudjatmiko, 1974) di Discocyclina Sp, Bordis S mineral ubahnya berupa lempung dan
berlapis baik; tebal lapisan sampai 1 tenggara lembar peta. Lepidocyclina sp. Operculina sp, kiorit.
m. Cydoclypcus sp dan Miogypsina sp
Tets FORMASI TORAJA : serpih, menunjukkan umur Eosen-Miosen Breksi, kelabu sampai kelabu
batugamping dan batupasir dengan (Budiman, 1981). Satuan ini kehitman; berkomponen batuan
Batugamping, hitam; padat,
sisipan konglomerat. diendapkan pada lingkungan dangkal andesit, basal dan batuapung;
menghablur dan sangat keras;
sampai air payau. menyudut sampai menyudut
berlapis baik dengan tebal lapisan 30
- 50 cm. Serpih, merah tua sampai merah tanggung berukuran antra 10- 40 cm;
hati; padat dan keras; perlapisan Sebarannya dari sekitar desa Maro, perekatnya tufa halus sampai kasar,
cukup baik dengan tebal lapisan memanjang ke barat dan selatan Padat dan keras. Di beberapa tempat
Batulanau, kelabu sampai kelabu
antara 5-30 cm; memperlihatkan melewati desa Tondon hingga di mengalami proses hidrotermal,
kemerahan; perarian; berbutir halus
“reticulate cleavage”. Lembar Majene yang berdampingan hingga termineralisasikan
padat dan keras. Konglomerat,
(Djuri & Sudjatmiko, 1975). membentuk endapan pirit dan perak.
kelabu; bersifat padat, dengan
Ketebalan seluruhnya melebihi 1000
komponen andesit dan batupasir, Batugamping, putih kekuningan
m. Satuan ini menindih secara tidak Tufa, putih sampai kelabu;
berukuran 2- 5 cm, kemas terbuka, sampai kelabu kehitaman; berupa
selaras Formasi Latimojong dan mengandung mineral hornblenda dan
perekat batupasir. batugamping koral, padat dan sangat
ditindih secara tidak selaras oleh kaca volkanik, berukuran sampai 0,1
keras, tidak berlapis; tebal mencapai
satuan batuan gunungapi Lamasi. cm. Perlapisan cukup baik;
Rijang, putih sampai merah; padat, 50 m.
merupakan perselingan antara tufa
pejal, sangat keras; berfosi radiolaria.
halus dan tufa kasar; tebal tiap
Fosil untuk penentuan umur batuan Batupasir, kelabu kehijauan sampai
lapisan antara 5-45 cm. Tebal seluruh
tidak ditemukan, tetapi Brouwer coklat; padat, keras, berkomponen
BATUAN GUNUNGAPI lapisan tufa mencapai 10 m.
(1934) di Pegunungan Latimojong kepingan batuan, kuarsa dan felspar
dan Reyzer (1920) di Babakan di berbutir sedang, membulat sampai
Batuan gunungapi Lamasi berupa
bagian tenggara lembar, menemukan membulat tanggung; berlapis baik, Tplv BATUAN GUJNUNGAPI
perselingan lava, breksi dan tufa,
fosil yang berumur Kapur. Himpunan tebal tiap lapisan antara 3 - 15 cm. LAMASI: lava, breksi dan tufa.
dengan lava dan breksi merupakan
batuan dan struktur sedimen
batuan penyusun utamanya.
memperlihatkan bahwa Formasi Konglomerat, kelabu kehitaman; Lava, bersusunan andesit sampai Berdasarkan penarikhan pada batuan
Latimojong adalah endapan flysch padat dan keras, berkomponen basal; memperlihatkan struktur aliran basal di daerah Palopo (Sukamto,
yang diendapkan di pinggiran benua kuarsit, kuarsaan baturijang; dan amigdaloid, padu dan pejal; tebal 1975) dan korelasi dengan batuan
yang aktif Tanah Sunda (Sundaland). berukuran 0,5-3 cm, membulat 1 - 10 m. Lava andesit berwarna gunungapi di daerah Biru (van
Formasi Latimojong melampar di tanggung sampai membulat, terekat kelabu;.bentekstur porfirit dengan Leeuwen, 1979) dan daerah
pojok baratdaya daerah penyelidikan, oleh batupasir kasar dan berkemas fenokris plagioklas dan piroksen serta Bantimala (Sukamto, 1982), satuan
mulai dan Palopo sampai anak sungai terbuka masa dasar, berbutir halus, Lava ini diperkirakan berumur Paleogen.
Rongkong. Tebal satuan ini basal berwarna kelabu kehitaman, Batuan gunungapi ini merupakan
diperkirakan melebihi 1000 m, di Formasi Toraja didominasi oleh bertekstur porfirit dangan fenokris
atasnya tertindih secara tidak selaras serpih, batugamping dan batupasir plagioklas, piroksen dan horenblenda,
79 80

hasil kegiatan gunungapi bawah laut. kristal, tebal sampai 5 m. Batuan ini biotit; masa dasar berbutir halus, ortoklas, dengan masa dasar mikrolit
Sebarannya mulai dari Palopo, diterobos oleh batuan granit berumur terdiri atas mineral felspar, biotit, plagioklas, kaca dan lempung.
melampar ke utara sampai Sabbang. Miosen Akhir-Plistosen, dan karena kiorit, lempung dan serisit; felspar
Tebal satuan diperkirakan mencapai itu diperkirakan berumur Oligosen- kalium dan plagioklas terubah Lava basal, hitam; amigdaloid,
500 m. Satuan ini menindih secara Miosen Awal; berupa endapan menjadi lempung dan serisit; klorit afanitik; berstruktur aliran,
tak selaras Formasi Toraja dan gunungapi bawah laut. Sebarannya berupa ubahan dan mineral mafik. mengandung mikrolit felspar; massa
Formasi Latimojong. dari barat desa Rampi di bagian barat dasar sangat halus dari kaca dan
laut Lembar Malili meluas ke arah Sebaran ke atas berupa lava andesit klorit. Sebagian terubah menjadi
Batuan gunungapi Lamasi dapat barat Lembar Mamuju. Tebal satuan horenblenda; basal terubah dan latit mineral lempung. Batuan ini
dikorelasikan dengan batuan diperkirakan sekitar 600 m. Satuan kuarsa sulit diperikan. Batuan berongga yang diisi oleh kalsit
gunungapi Miosen di Lembar Majene ini menindih tidak selaras Formasi gunungapi Tineba berupa hasil Batuan gunungapi Masamba
(Djuri & Sudjatmiko, 1975; Sunarya Latimojong dan menjemari dengan peleleran batuan gunungapi bawah diperkirakan hasil kegiatan gunungapi
& Surawinata, 1980). Batuan Gunungapi Tineba. laut yang diduga berumur Oligosen- Plio-Plistosen dalam lingkungan
Miosen Awal, karena satuan ini daratan. Penarikhan Kalium/Argon
diterobos oleh batuan bersifat granit atas batuan trakit yang terdapat di
Tmrt TUFA RAMPI: Batupasir Tmtv BATUAN GUNUNGAPI yang berumur Miosen Akhir-Plistosen. beberapa tempat di sepanjang jalur
Tufaan, tufa ubu dan tufa kristal. TINEBA: lava andesit horenblenda, Satuan ini menempati tinggian sesar Palu-Koro menunjukkan umur
basal, Latit kuarsa dan breksi. Tineba, terus melampar ke arah utara 4,25 juta tahun (Sukamto, 1975a).
Batupasir tufaan, putih kekuningan; daerah Rampi di bagian baratlaut Sebaran satuan batuan ini meliputi
berbutir halus sampai sedang agak Lava andesit horenblenda, kelabu Lembar Malili. Ketebalan satuan daerah di bagian utara Masamba.
padat, mengandung kaca vulkanik, berbintik putih; porfiritik dengan diperhitungkan dan penampang Batuan ini menindih tak selaras granit
felspar dan kuarsa. Perlapisan sejajar fenokris mineral plagioklas dan geologi, diperkirakan tidak kurang Kambuno dan Formasi Bone-Bone.
disebabkan oleh perubahan warna hornblenda; berbutir sedang masa dan 500 m. Berdasarkan kesamaan litologi
susunan batuan. Secara keseluruhan dasar sangat halus, terdiri dari dinasabahkan dengan batuan
batuan ini berselingan dengan mineral felspar, horenblenda, kaca Gunungapi (Qtv) yang terdapat di
batupasir tufaan; tebal tiap lapisan dan lempung. Horenblenda sebagian QTpmv BATUAN GUNUNGAPI daerah Lembar Ujung Pandang
antara 10 - 30 cm. Batuan ini terubah menjadi biotit, sedangkan MASAMBA: batuan piroklastika dan (Sukamto, 1975).
umumnya telah mengalami ubahan. lempung berupa hasil ubahan lava.
plagioklas; pejal dan padat.
Tufa kristal, putih; pejal, padat; Batuan piroklastika, merupakan BATUAN BEKU/TEROBOSAN
terdiri dari kristal anhedron Lava basal, umumnya mengalami rempah gunungapi bersusunan
bersusunan felspar, kuarsa dan ubahan; kelabu sampai kehitaman andesit dan dasit; menunjukkan Tmpg GRANIT PALOPO : granit dan
lempung. Felspar dan kuarsa berbutir berbintik putih berbutir halus yang kemas terbuka. granodiorit.
halus; lempung hasil ubahan felspar. terdiri dari mineral plagioklas, serisit,
Batuan telah mengalami ubahan stibik, kaca dan lempung. Granit, putih koton benbintik hitam;
Lava, bersusunan andesit dan basal.
kuat. Lava andesit, kclabu; bertekstur berhablur penuh; berbudaran sama
Lava latit kuarsa, kelabu berbintik porfiritik; berbutir halus sampai besar; berbutir menengah; fanerik
putih; pejal; porfiritik dengan fenokris menengah; mengandung fenokris dengan mineral utama kuarsa,
Tufa Rampi tersusun terutama oleh
berbutir sedang; terdiri atas mineral plagioklas, piroksen dan sedikit ortoklas, plagioklas dan sedikit
perselingan batupasir tufaan dengan
kuarsa, felspar kalium, plagioklas dan horenblenda. Umumnya mengalami
tufa yang mengandung lapisan tufa
81 82

pelapukan, terbreksikan dan di atas masa dasar kuarsa, Mendala Geologi Sulawesi Timur Rijang. kelabu sampai kebiruan dan
terkekarkan. hornblenda, biotit dan mineral coklat kemerahan; pejal dan padat.
lempung. Umumnya batuan ini masih berupa lensa atau sisipan dalam
Granodiorit, putih kehitaman; pejal; segar. Ditemukan berbagai jenis BATUAN SEDIMEN batugamping dan napal; ketebatan
fanerik dan porfiritik; berbutir granit, di antaranya mikrolit sampai 10 cm.
menengah sampai kasar fenokris horenblenda-biotit, mikrogranit biotit,
plagioklas dengan masadasar kuarsa, genes-mikrogranit biotit, dan mikro- Kml FORMASI MATANO: Batusabak, coklat kemerahan; padat
hornblenda, biotit dan mineral leukogranit (Hartono S, 1980). batugamping hablur dan kalsilutit, dan setempat gampingan; berupa
ubahan kloril. Mineral mafik napal, serpih, dengan sisipan rijang sisipan dalam serpih dan napal,
umumnya telah terkloritisasikan. Granodiorit, putih berbintik hitam; dan batusabak. ketebalan sampai 10 cm.
Batuan yang bertekstur porfiritik pejal dan bertekstur porfiritik dan Berdasarkan kandungan fosil
tersebut telah terkekarkan dan sedikit fanerik; berhablur penuh; Formasi Matano bagian bawah batugamping, yaitu Globotruncana sp
terbreksikan. hipidiomorf; butiran berukuran ditempati oleh batugamping kalsilutit dan Heterohelix sp, serta Radiolaria
sedang. Susunan mineral berupa berlapis dengan lensa rijang, sedang dalam rijang (Budiman, 1980),
Di dalam satuan batuan ini fenokris plagioklas dan jenis bagian atas merupakan perselingan Formasi Matano diduga berumur
kedudukan granit terhadap oligoklas, ortoklas, kuarsa dan antara batugamping pejal dan Kapur Atas.
granodiorit sulit ditentukan, baik ke horenblenda, serta masa dasar terhablur ulang, napal dan srrpih
arah atas maupun mendatar. epidot, serisit, magnetit, kuarsa dan dengan lensa batusabak dan rijang. Satuan ini diendapkan dalam
Berdasarkan hasil penarikhan pada mineral ternpung. Bauan ini lingkungan laut dalam. Sebaran
retas granit di daerah Palopo, batuan umumnya terdapat dalam keadaan formasi antara daerah Ulu Uwoi dan
segar. Setempat telah terkekarkan Batugamping, putih kotor sampaii
itu berumur 8,10 juta tahun kelabu; berupa endapan kalsilutit Balu Wasopute, memanjang pada
(Sukamto, 1975) atau Akhir Miosen. dan menunjukkan kekar tiang. arah baratdaya-timurlaut dan S.
yang telah menghablur ulang dan
Satuan ini menempati daerah berbutir halus (lutit); perlapisán Bantai Hulu sampai Pegunungan
pegunungan antara desa Tojambu Berdasarkan kesamaan litologi sangat baik dengan ketebalan lapisan Tometindo. Ketebalan seluruh lapisan
dan Tondon, yang terletak di bagian dengan granit di Lembar Pasangkayu antara 10 - 15 cm; di beberapa mencapai 550 m. Hubungan dengan
baratdaya Lembar Malili. Satuan yang hasil penarikhan granit tempat dolomitan; di tempat lain Komplek Ultramafik berupa sesar
batuan ini menerobos Formasi Toraja menunjukkun umur 3,35 juta tahun mengandung lensa rijang setempat naik; biasanya berupa suatu lajur
dan Formasi Latimojong. (Sukamto, 1975), granit Kambuno perdaunan. termilonitkan atau terserpentinkan
diduga berumur Pliosen. Sebaran yang bisa mencapai puluhan meter
sauan ini meliputi pegunungan di tebalnya. Satuan ini menindih secara
sekitar Bulu Kambuno di bagian barat Napal, kelabu sampai kecoklatan; selaras Formasi Lamusa, serta
Tpkg GRANIT KAMBUNO : granit padat dan pejal; terlipat kuat;
dan granodiorit. Lembar Malili. Di baratlaut desa tertindih secara tidak selaras oleh
Sabbang tampak gejala peruntuhan berlapis baik dengan tebal lapisan Formasi Tomata dan Formasi Larona.
tektonik dengan batuan dan Formasi sampai 15 cm. Di beberapa tempat Koolhoven (1930) menamakan
Granit, putih berbintik hitam terdapat lensa rijang dan sisipan
Latimojong di daerah Rampi satuan satuan ini “Lapisan Matano Atas”.
kebiruan; berbutir sedang sampai batusabak.
ini menerobos satuan gunungapi
kasar; berhablur penuh
Tinemba yang menunjukkan gejala
(holokristalin); umumnya bertekstur Serpih, kelabu; pejal dan padat
alterasi dan pemineralan.
porfiritik. Fenokris terdiri atas berlapis baik dengan ketebaan lapisan
ortoklas, plagioklas, kuarsa, sampai 5 cm; terkadang gampingan
horenblenda dan biotit, yang tersebar atau napalan.
83 84

LAJUR OFIOLIT SULAWESI TIMUR mineral kedap cahaya. Batuan ini bertekstur faneritik dengan susunan BATUAN TEKTONIK
telah mengalami penggerusan, mineral plagioklas, olivin, antigorit,
hingga di beberapa tempat terdapat serta sedikit magnetit dan serisit. MTwm BANCUH (MELANGE)
BATUAN BEKU pemilonitan dalam ukuran sangat Tebal retas gabro sampai 2 m. WASUPONDA: Terdiri dari bongkahan
halus yang memperlihalkan struktur asing, sekis, genes, batuan mafik,
MTosu BATUAN ULTRAMAFIK: kataklas. Diabas, kelabu sampai hitam; pejal amfiboilt, diabas malih, batuan
harzburgit, lherzolit, wehrlit, dan bertekstur afanitik atau ultramafik (pikrit), batugamping
websterit, serpentinit dan dunit. Serpentinit, kelabu tua sampai membutir; hipidiomorf dengan terdaunkan dan eklogit; berukuran
kehitaman; padu dan pejal. butiran halus sampai sedang. Mineral dari beberpa sentimeter sampai
Batuannya bentekstur afanitik dengan penyusunnya ortoklas atau piroksen, puluhan meter, bahkan ratusan
Harzburgit, hijau sampai kehitaman;
susunan mineral antigorit, lempung klorit, lempung, oksida besi, dan meter; terutama dalam masa dasar
holokristalin, padu dan pejal.
dan magnetit. Umumnya sedikit kuarsa. Plagioklas dan ortoklas lempung merah bersisik yang sering
Mineralnya halus sampai kasar, terdiri
memperlihatkan struktur kekar dan urnumnya terubah menjadi lempung menunjuktan perdaunan, s tempat
atas olivin (60%) dan piroksen
cermin sesar yang berukuran kelabu. Piroksen sebagian terubah juga masa dasar serpentinit
(40%). Di beberapa tempat
megaskopis. Dunit, kehitaman; padu menjadi kiorit dan oksida besi. Klorit terdaunkan (pikrit). Satuan ini diduga
menunjukkan struktur perdaunan.
dan pejal, berteksur afanitik. Mineral berwarna hijau muda; umumnya merupakan bancuh tektonik
Hasil penghabluran ulang pada
penyusunnya ialah olivin, piroksen. bercampur dengan oksida besi, (Simandjuntak, 1980), berdasarkan
mineral piroksen dan olivin
plagioklas, sedikit serpentin dan sehingga warnanya menjadi bentuk bodin yang menunjukkan
mencirikan batas masing-masing
magnetit; berbutir halus sampai kekuningan serta sering terdapat kesan penekukan dan lempung
kristal bergerigi.
sedang. Mineral utama Olivin mengisi rongga di antara mineral. bersisik yang terdaunkan.
berjumlah sekitar 90%: Tampak Batuan ini terdapat di dalam Komplek Berdasarkan ketiadaan bongkah asing
Lherzolit, hijau kehitaman; adanya penyimpangan dan Ultramafik sebagal bagian daripada yang berumur Tersier, diperkirakan
hotokristalin, padu dan pejal. Mineral pelengkugan kembaran yang ofiolit. satuan ini terbentuk datam lajur
penyusunnya ialah olivin (45%), dijumpai pada piroksen. mencirikan penunjaman Zaman Kapur. Ketebalan
piroksen (25%), dan sisanya epidot, adanya gejala deformasi yang dialami sulit ditentukan; hubungannya
yakut, klorit dan bijih dengan mineral Batuan Ultramafik dan Mafik ini
oleh batuan ini. Di beberapa tempat dengan batuan ultramafik dan
berukuran halus sampai kasar. diperkirakan merupakan batuan
dunit terserpentinkan kuat yang Formasi Matano berupa persentuhan
tertua di Lembar Malili dan diduga
ditunjukkan dari struktur sisa seperti tektonik. Singkapan baik terdapat di
berumur Kapur. Sebarannya meluas
Wehrlit, bersifat padu dan pejal; jaring dan barik-barik mineral olivin daerah Wasuponda di baratdaya
di sekitar Danau Matano dan Danau
kehitaman; bertekstur afanitik. dan piroksen; serpentin dan talkum Danau Matano.
Towuti di timur dan tenggara Lembar
Batuan ini tersusun oleh mineral sebagai mineral pengganti. peta, meliputi pegunungan Verbeek,
olivin, serpentin, piroksen dan MTs BATUAN SERPENTIN:
Bulu Salura, Pegunungan Tometindo,
iddingsit. Serpentin dan iddingsit serpentin (pikrit, dikuasai oleh
Bulu Bukia, Bulu Tambuhuna, Bulu
berupa mineral hasil ubahan olivin. mineral antigorit, sedikit talkurn,
Tampara Masapi dan Butu Lingke.
lempung dan magnetit; hitam
MTosm BATUAN MAFIK : gabro, Satuan ini secara tektonik
Websterit, hijau kehitaman; kehijauan; permukaan mengkilap;
diabas. bersentuhan dengan batuan
holokristalin, padu dan pejal. Batuan tergeruskan, dengan cermin sesar
Mesozoikum dan Paleogen, dan
ini terutama tersusun oleh mineral dan kekar yang tak beraturan;
Gabro, sebagai retas di dalam batuan secara tak selaras tertindih batuan
olivin dan piroksenkilno berukuran umumnya memperlihatkan persekisan
ultramafik; kelabu berbintik hitam; sedimen Neogen dan Kuarter.
halus sampai sedang. Juga ditemukan yang setempat terlipat, dan dapat
bersifat padu dan pejat. Batuan ini
mineral serpentin, klorit, serisit dan
86
85

dilihat dengan mata bugil. Talkum dan augen, dan di beberapa tempat persekisan, tekstur umumnya Batusabak, kelabu sampai coklat;
menyerabut, menempati retakan di perdaunan terlipat. nematoblas yang memperlihatkan agak padat sampai padat, setempat
antara serpentin; lempung, kelabu, pengarahan. Persekisan dalam batuan tampak struktur perlapisan halus
sangat halus, terdapat secara Batuan terdiri atas sekis mika, sekis ini didukung oleh adanya pengarahan (perarian).
berkelompok di beberapa tempat mika yakut (garnet, sekis klorit- kalsit hablur yaag tergabung dengan
dalam batuan. Magnetit, hitam amfibolit dan sekis klorit-zoisit. mineral lempung dan mineral kedap Filit, coklat muda sampai coklat tua;
kedap; biasanya mengisi retakan amfibolit dan fasies sekis hijau- (opak). Batuan terutama tersusun padat, belahan berkembang baik,
dalam batuan. glaukofan-lawsonit. Tekstur batuan oleh kalsit, dolomit dan piroksen; setempat terdaunkan; lensa atau
heteroblas; terdiri dari mineral mineral lempung dan mineral bijih pisahan kuarsa (quartz segregation)
Batuan serpentin merupakan hasil lepidoblas dan granoblas berbutir dalam bentuk garis. Wolastonit dan berwarna putih sampai coklat setebal
ubahan batuan ultramafik yang halus sampai sedang; kuarsa, apatit terdapat dalam jumlah sangat beberapa mm sampai 1 cm.
terbentuk dalam kerak samudera muskovit horenblende, klinozoisit, kecil. Plagioklas jenis albit mengalami
pada Paleozoikum Akhir diperkirakan felspar, yakut (garnet), klorit, serisit; penghabluran ulang dengan piroksen.
Breksi aneka bahan, coklat
dialih mampatkan pada Mesozoikum. apatit dan titanit sebagai mineral kemerahan; padat, terkërsikkan dan
Singkapan di daerah selatan D. Poso, tambahan. Serpentinit (MTsp), kehijauan sampai termalihkan lemah. Komponen terdiri
dan sebagai bongkahan dalam kehitaman; terdaunkan, dari batugamping, rijang dan argilit;
Bancuh (Melange) Wasuponda. Genes, kelabu sampai kelabu menunjukkan kesan cermin sesar sebagian terdaunkan; berukuran
Ketebalan sulit diperkirakan, kehijauan; bertekstur heteroblas, yang mengkilap pada permukaannya. sampai 15 cm; bentuk menyudut;
berdasarkan penampang melebihi xenomorf sama butiran, terdiri dari Setempat mengandung asbes dan masa dasar kalsit. Urat kuarsa dan
1000 m. Hubungan dengan batuan mineral granoblas berbutir halus rodingit. Batuan ini ditemukan dalam kalsit memotong breksi ini secara
sekitarnya berupa persentuhan sampai sedang. Jenis batuan ini lajur sesar dengan ketebalan kurang tidak beraturan.
tektonik. terdiri atas genes kuarsa biotit dan dari satu meter sampai beberapa
genes pumpelit-muskovit-yakut. meter, dan dalam lajur sesar besar
Secara umum, Komplek Pompangeo
Bersifat kurang padat sampai padat. melebihi ratusan meter. Di beberapa
didominasi oleh sekis dan genes.
BATUAN MALIHAN tempat perdaunan yang telah terlipat
Serpentinit umumnya ditemukan
(kink banding). Serpentin terdapat di
Genes kuarsa-biotit tersusun oleh dalam lajur sesar. Pualam, kuarsit,
LAJUR METAMORFIC SULAWESI sebelah utara Masamba, diantara
mineral kuarsa, plagioklas dan biotit. batusabak dan filit terdapat berupa
TENGAH sesar Palu-Koro dan sesar naik
Genes pumpelit-muskovit-yakut, lensa atau perselingan dengan
Masamba.
berbutir halus sampai sedang srkis.Umur satuan ini belum dapat
MTpm KOMPLEK POMPANGEO : setempat ditemukan blastomilonit dipastikan, tetapi diduga tidak lebih
sekis, genes, pualam, serpentinit dan yang berupa hancuran felspar, Kuarsit, putih sampai coklat muda; tua dari Kapur.
meta kuarsit, batusabak, filit dan muskovit dan kuarsa. Batuan pejal dan keras; berbutir (granular),
setempat breksi. terutama terdiri atas plagioklas, terdiri atas mineral granoblas, Sebaran satuan batuan ini meliputi
kuarsa, muskovit dan pumpelit; yakut senoblas, dengan butiran dan halus daerah Pegunungan Pompangeo,
terdapat dalam bentuk granoblas. sampai sedang. Batuan sebagian Koro-Ue dan Bakase yang terletak di
Sekis, putih, kuning kecoklatan, besar terdini dari kuarsa, jumlahnya
kehijauan kelabu; kurang padat sebelah utara pebukitan Bone-Bone,
Pualam (MTmm), kehijauan, kelabu sekitar 97%. Oksida besi bercelah serta di utara, barat dan selatan
sampai sangat padat serta diantara kuarsa, jumlahnya sekitar
memperlihatkan perdaunan. sampai kelabu gelap, coklat sampai
merah coklat, dan hitam bergaris 3%. Batuan ditemukan sebagai lensa
Setempat menunjukkan struktur di dalam batuan malihan; tebal
chevron, lajur tekuk (kink banding) putih; sangat padat dengan
mencapai 10 cm.
87 88

Danau Poso, di barat desa Serpih, kelabu kehitaman; padat; Satuan ini tersingkap di selatan Konglomerat, berkomponen kuarsit,
Mangkutana, dan di utara Masamba. berlapis baik dengan tebal lapisan Kolonodale, dan meluas ke utara di kuarsa, batugamping terdaunkan;
mencapai 5 cm. Setempat Lembar Poso. Tebal satuan sekitar terekat pasir berlumpur secara
Pualam terdapat cukup luas di barat mengandung lensa tipis batupasir 500 m. Diduga satuan ini menindih kurang padat sampai padat;
Mangkutana yang merupakan lereng kelabu, berbutir sedang - kasar; selaras Formasi Tetambahu dan membulat tanggung sampai
timur Pegunungan Bakase, serta padat. Tebal lensa mencapai 0,5 cm. bersentuhan secara tektonik dengan membulat, dengan ukuran sampai 10
dalam lensa-lensa kecil dengan batuan ofiolit dan Formasi Matano. cm; tebal lapisan sampai 40 cm.
ketebalan kurang dari satu meter Filit, kelabu gelap; berbutir halus,
sampai beberapa meter sering padat berlapis baik dengan tebal Napat, kelabu; agak padat; berupa
dijumpai dalam sekis dan genes. lapisan mencapai 5 cm; belahan sisipan dalam serpih dan batupasir
Setempat ditemukan perselingan berkembang baik setempat Sedimen Klastika Pasca Orogenesa dengan ketebalan sampai 10 cm.
dengan sekis seperti tersingkap di mengandung urat kuarsa sampai Neogen
Kodina, selatan D. Poso. setebal 1 cm. Lignit, kehitaman; kurang padat,
KELOMPOK MOLASA SULAWESI : sebagai sisipan dalam serpih di
Satuan ini tertindih tak selaras oleh Batupasir, kelabu kecoklatan; Kelompok ini terdiri dari batuan bagian atas satuan; tebal sampai 200
Formasi Tomata dan Formasi Bone- berbutir halus sampai kasar klastika kasar, termasuk Formasi m.
Bone; persentuhan tektonik berupa komponen terdiri dari kuarsa, mika, Tomata, Formasi Bone-bone dan
sesar-naik dengan batuan granit di felspar dan kepingan batuan; padat; Formasi Larona. Ke arah atas serpih dan batupasir
barat dan batuan ofiolit di sebelah lapisan cukup baik dengan tebal lebih dominan dibandingkan dengan
Timurnya. sampai 10 cm. konglomerat.
Tmpt FORMASI TOMATA :
perselingan serpih, batupasir,
Batugamping, putih kotor, kelabu batupasir dan konglomerat dengan Kandungan fosil dalam batupasir
Mendala Geologi Lajur Banggai-Sula muda sampai coklat; berbutir halus; sisipan napal dan lignit. halus: Globigerinoides immaturus
berlapis baik dengan tebal lapisan LEROY, Globigerinoides trilobus
mencapai 15 cm; di beberapa tempat REUSS, G. ruber D’ORBIGNY, G.
Serpih, kelabu sampai kecoklatan;
mengandung urat-urat kalsit; obliquus BOLLI, Globorotalia
BATUAN SEDIMEN berlapis baik dan padat; tebal lapisan
setempat mengandung buncah rijang. acostacusis BRADY, Globoquadrina
sampai 40 cm; di beberapa tempat
gampingan dan mengandung konkresi altispira USHMAN & JARVIS, G.
Rijang, coklat kemerahan; berupa oksida besi berukuran sampai 10 cm dehiscens CHAPMAN, PARR, COLLINS
KJml FORMASI MASIKU: lensa dan buncah berbentuk lonjong dan Sphacroidinella seminulia
atau berupa lensa setebal 5 cm.
batusabak, serpih, filit, batupasir, dan memanjang. Tebal mencapai 5 SCHWAGER, yang menunjukkan umur
batugamping dengan buncah cm; mengandung fosil mikro. Miosen Akhir - Pliosen serta
gamping rijangan. Batupasir, kelabu sampai kuning
Batuan ini terlipat kuat dan lingkungan pengendapan laut dangkal
kecoklatan; berbutir halus sampai
tersesarkan; rekahan dan kekar dan setempat payau.
kasar; setempat kerikilan; terdiri dari
Batusabak, kelabu hingga kelabu tua; sangat umum dijumpai.
rombakan kuarsa, kuarsit, mika dan
berlapis baik, tebal lapisan sampai 5 Sebaran satuan batuan ini meliputi
rijang perlapisan cukup baik; tebat
cm; padat; belahan berkembang Fosil penunjuk umur tidak ditemukan. daerah lembah S. Kadata di antara
tiap lapisan 30 cm; tidak padat
baik. Diduga Formasi Masiku berumur Jura desa Sombu Limu dan Koro Lemo,
kecuali setempat.
Akhir-Kapur Awal dan diendapkan daerah antara desa Tomata dan
dalam llngkungan laut dalam. Gontara, serta pebukitan antara Bulu
89 90

Ponteoa dan Bulu Paangkombe, di Batupasir, kelabu sampai kecoklatan; Akhir-Pliosen (N16-N19). Satuan ini lapisan antara 3-10 cm; padat dan
bagian timurlaut daerah Malili. padat dan keras, kadang - kadang diendapkan pada lingkungan laut berlapis baik.
gampingan; berbutir halus sampai dangkal dan terbuka (neritik).
Tebal satuan ini sekitar 1000 m. kasar, setempat kerikilan; menyudut Tersebar di utara Masamba, Bone- Lempung, kelabu; berlapis baik,
Hubungan antara Formasi Tomata tanggung sampai membulat Bone sampai Mangkutana. berupa sisipan dalam konglomerat
dan Formasi Larona mungkin tanggung, terpilah baik; kompone Ketebalannya diduga melebihi 750 m; atau dalarn batupasir; padat,
menjemari. Berdasarkan kesamaan berupa kepingan batuan malihan, terletak tak selaras di atas Komplek setempat gampingan dan
litologi, Formasi Tomata dapat gunungapi, mika, imineral mafik, dan Malihan Pompangeo. mengandung fosil Gastropoda,
dikorelasikan dengan molasa kuarsa membentuk perselingan setempat jejak daun; tebal tiap
Sulawesi Sarasin dan Sarasin (1901). dengan napal dan lempung tufaan; lapisan sampai 10 cm.
tebal lapisan antara 25 cm - 1 m.
Struktur permukaan erosi, kesan
Tpls FORMASI LARONA : Tufa, kelabu; berbutir halus dan
beban. dan perlapisan bersusun
Konglomerat, batupasir, batulempung kompak; berupa sisipan dalam
dalam beberapa lapisan batupasir
Tmpb FORMASI BONE-BONE: dengari sisipan tufa. batupasir, ketebalan mencapai 10
secara berangsur beralih ke
Perselingan antara konglomerat, cm.
konglomerat di bawahnya.
batupasir, napal dan lempung tufaan. Konglomerat, kelabu sampai kelabu
hitam; komponen berupa batuan Berdasarkan kesamaan litologi
Napal, kelabu tua sampai kelabu
ultramafik, batugamping terdaunkan, dengan Formasi Bone-Bone (Tmpb),
muda; kurang padat, berlapis baik
Konglomerat, kelabu kecoklatan; kuarsit, rijang berukuran 10-30 cm, Formasi Larona berumur Miosen
dengan ketebalan tiap lapisan antara
kurang padat hingga padat; pilahan membulat tanggung sampai Akhir-Pliosen. Satuan batuan ini.
1 - 15 cm.
dan kemas buruk, komponen membulat; terekat padat oleh diendapkan dalarn lingkungan laut
terutama didominasi oleh batuan batupasir kasar kecoklatan, setempat dangkal sampai darat. Sebarannya
Lempung tufaan, kelabu kecoklatan gampingan; pilahan dan kemas meliputi pebukitan di utara S. Waki
malihan, juga terdapat batuan
sampai coklat; kurang padat, berlapis kurang baik, tebal tiap lapisan sampai desa Lerea, di bagian selatan
gunungapi andesit, batugamping
baik; setempat struktur perarian. minimum 25 cm; memperlihatkan Lembar Bungku; tebal sekitar 1000
terdaunkan, kuarsit dan kuarsa.
Tebal tiap lapisan 1 - 20 cm, tidak perlapisan bersusun. m; perlipatan lemah yang
Bentuk komponen membundar
jarang sampai 200 mm. menyebabkan sudut kemiringan
sampai membundar tanggung,
umumnya berukuran sampai 10 cm, Batupasir, kelabu sampai coklat; sampai 350. Formasi Laorana dan
tetapi ada juga yang sampai 30 cm. Bagian bawah formasi terutama berbutir kasar, komponen berupa Formasi Tomata tertindih secara tidak
Perekatnya batupasir berbutir sedang terdiri dari perselingan napal, kepingan batuan, juga kuarsa dan selaras oleh endapan danau dan
sampai kasar, di beberapa tempat batupasir dan lempung tufaan, piroksen; cukup padat; perlapisan aluvium.
gampingan; setempat perlapisan sedangkan bagian atas didominasi baik, di beberapa tempat
bersusun dengan bidang lapisan sulit oleh konglomerat dan batupasir sela menunjukkan perlapisan bersusun;
dikenali. Tebal lapisan berkisar 1 - 6 (litos). Napal mengandung fosil tebal tiap lapisan sampai 20 cm.
m. Lapisan bergabung umum foraminifera kecil diantaranya:
STRUKTUR DAN TEKTONIKA
terdapat, sehingga lapisan menjadi Globoquadiin dehiscens CHAPMAN,
Juga terdapat. batupasir hijau,
sangat tebal, mencapai belasan PARR, COLLINS, Globorotalia
berbutir kasar dengan komponen Struktur dan geologi Lembar Malili
meter. acostacizsis BLOW dan G.
hampir seluruhnya terdiri dari memperlihatkan ciri Komplek
plesiotumida BLOW & BANNER, yang
rombakan batuan ultramafik, tebal tubrukan dan pinggiran benua yang
menunjukkan umur Miosen
aktif. Berdasarkan struktur,
91 92

himpunan batuan, biostratigrafi dan bersamaan atau setelah sesar utama lagi pada Plio-Plistosen, dan terbentuk di pinggiran benua yang
umur, daerah ini dapat dibagi tersebut. Dengan demikian sesar- membentuk lipatan fasa ketiga (f3) saat ini menjadi Mendala Banggai-
menjadi 2 domain yang sangat sesar ini dapat dinamakan Sistem dengan sumbu lipatan yang berarah Sula. Semuanya tersingkap di Lembar
berbeda, yakni : Sesar Matano-Palu-Koro. baratlaut-tenggara, sama dengan Bungku (Simandjuntak drr., 1981) di
lipatan pada batuan sedimen muda. sebelah timur lembar ini.
1) alohton: ofiolit dan malihan, dan Lipatan yang terdapat di daerah ini Jenis lipatan ini dalam ukuran
2) autohton: batuan gunungapi dan dapat digolongkan dalam lipatan megaskopis berkembang dataran Pada Zaman Kapur, dibagian lain
pluton Tersier dan pinggiran benua lemah, lipatan tertutup dan lipatan batuan malihan dan serpentin yang dalam cekungan laut dalam di
Sundaland, serta kelompok molasa tumpang tindih. Pada yang pertama terdaunkan. sebelah barat terjadi pemekaran
Sulawesi. Lembar Malili, sebagaimana kemiringan lapisannya landai dasar samudera, dan membentuk
halnya daerah Sulawesi bagian timur, biasanya tidak melebihi 3O° yang Kekar terdapat dalam hampir scmua kerak samudera yang sebagian
memperlihatkan struktur yang sangat dapat digolongkan dalam jenis lipatan jenis batuan dan tampaknya terjadi menjadi Lajur Ofiolit Sulawesi Timur.
rumit. Hal ini disebabkan oleh terbuka. Lipatan ini berkembang dalam beberapa perioda. Pola dan
pengaruh pergerakan tektonik yang dalam batuan yang berumur Miosen arah kekar ini sesuai dengan Pengendapan bahan-bahan pelagos di
telah berulangkali terjadi di daerah hingga Plistosen; biasanya sumbu jenisnya, ac; b atau diagonal. atas kerak samudera ini berlangsung
ini. lipatannya bergelombang dan berarah hingga Zaman Kapur Akhir (Formasi
baratdaya-timurlaut. Pada yang Perkembangan tektonik dan sejarah Matano).
Struktur penting di daerah ini adalah kedua, baik yang simetris maupun pengendapan batuan sedimcn di
sesar lipatan, selain itu terdapat yang tidak, kemiringan lapisannya daerah ini tampaknya sangat erat Pada Zaman Kapur Akhir, lempeng
kekar dan perdaunan. Secara umum antara 500 dan tegak, ada juga yang hubungannya dengan perkembangan samudera yang bergerak ke arah
kelurusan sesar berarah baratlaut- terbalik. Lipatan ini biasanya terdapat Mendala Banggai-Sula yang sudah barat menunjam di bawab pinggiran
tenggara. Yang terdapat di daerah ini dalam batuan sedimen Mesozoikum. terkeratonkan pada akhir benua dan/atau di daerah busur
berupa sesar naik, sesar sungkup, Sumbu lipatan pada umumnya Paleozoikum. gunungapi. Jalur penunjaman ini
sesar geser dan sesar turun, yang berarah utara-selatan, mungkin
sekarang ditandai oleh batuan bancuh
diperkirakan sudah mulai terbentuk golongan ini terbentuk pada Kala
Pada Zaman Trias Formasi Tokala di Wasuponda (Simandjuntak, 1980).
sejak Mesozoikum. Beberapa sesar Oligosen atau lebih tua.
diendapkan di datam paparan tepi Di cekungan rumpang parit busur di
utama tampaknya aktif kembali. lereng benua. Pada akhir Trias terjadi pinggiran yang aktif di sebelah barat,
Sesar Matano dan sesar Palu-Koro Adapun yang ketiga berkembang pemekaran pinggiran benua yang diendapkan batuan sedimen jenis
merupakan sesar utama berarah dalam batuan sedimen Mesozoikum, kemudian disusul pengendapan “flysch, Formasi Latimojong pada
baratlaut-tenggara, dan menunjukkan batuan malihan dan di beberapa Formasi Batebeta secara selaras di Kapur Atas. Pengendapan batuan ini
gerak mengiri. Diduga kedua sesar itu tempat dalam serpentin yang atasnya pada awal Jura. disusul oleh Formasi Toraja pada Kala
masih aktif sampai sekarang (Tjia terdaunkan. Lipatan dalam batuan Eosen dan kegiatan gunungapi bawah
1973; Ahmad, 1975), keduanya sedimen Mesozoikum berimpit laut pada Kala Oligosen (Vulkanik
Pada Zaman Jura Formasi Nanaka
bersatu di bagian baratlaut Lembar. dan/atau memotong lipatan Lamasi) yang berlangsung terus
diendapkan secara tidak selaras di
Diduga pula kedua sesar terscbut terdahulu, sehingga ada sumbu hingga Mioscn (Volkanik Rampi dan
atas batuan yang lebih tua, dalam
terbentuk sejak Oligosen, dan lipatan pertama (f1) yang berimpit Tineba). Satuan batuan ini sekarang
lingkungan darat hingga laut dangkal.
bersambungan dengan sesar Sorong dengan yang kemudian (f2), di merupakan bagian dan Mendala
Di bagian neritik luar diendapkan
sehingga merupakan satu sistem samping f1 terpotong oleh f2. Lipatan Sulawesi Barat.
Formasi Tetambahu dan Formasi
sesar “transform”. Sesar lain yang kedua (f2) ini diperkirakan terbentuk
Masiku pada akhir Jura hingga
lebih kecil berupa tingkat pertama pada Miosen Tengah. Kedua lipatan
permulaan Kapur. Ketiga satuan ini
dan/atau kedua yang terbentuk ini tampaknya mengalami deformasi
93 94

Pada Zaman Paleogen pengendapan yang bersifat granit menerus di terserpentinkan (Sophaheluwakan membentang mulai dan Palopo
batuan karbonat (Formasi Larca) Mendala Sulawesi Barat, yang dan Suparka, 1978). Kromit sekunder sampai daerah Wotu. Di daerah ini
berlangsung dalam busur laut yang dibarengi oleh perlipatan dan tipe sedimenter terdapat sebagai selain sarana angkutan sudah ada,
semakin mendangkal, yang disusul penyesaran bongkah yang komponen dalam konglomerat. juga tanahnya cukup subur dan baik
pengendapan Formasi Takaluku pada mengakibatkan terbentuknya Endapan tersebut terdapat di sekitar sekali untuk pesawahan, sehingga
Kala Miosca Tengah. berbagai cekungan kecil, dangkal dan Karebe dan S. Larona, sebelah sangat tepat untuk pemukiman
sebagian tertutup. Di dalamnya baratdaya Malili. transmigrasi. Pada saat ini proyek
Pada Kala Oligoson, sesar Sorong diendapkan batuan kiastika kasar dan transmigrasi sudah dilaksanakan di
yang menerus ke sesar Matano dan keseluruhan daerah terangkat. Pada Emas tipe sedimenter (placer deposit) daerah Bone-bone dan Wotu yang
Palu-Koro mulai aktif dalam bentuk bagian tertentu, endapan aluvium, terdapat di S. Lamasi, daerah Palopo, terakhir sudah dimulai sejek zaman
sesar transcurrent. Akibatnya danau, sungai dan pantai diusahakan oleh penduduk dengan Belanda (1930). Daerah lain yang
minikontinen Banggai-Sula bergerak berlangsung terus hingga sekarang. cara mendulang. sedang dikembangkan ialah daerah
ke arah barat dan memisahkan diri Wowondula dan Wasuponda, yang
dari benua Australia. SUMBERDAYA MINERAL DAN sepenuhnya dibiayai dan dikelola oleh
Batubara dan lignit tidak banyak
ENERGI PT Inco.
terdapa, berupa lensa-lensa dalam
Pada Kala Miosen Tengah bagian Formasi Toraja dan Formasi Tomata.
timur kerak samudera di Mendala Bahan galian yang terdapat di daerah Di S. Larona pembangkit listrik
Sulawesi Timur menumpang tindih yang dipetakan di antaranya nikel, tenaga air telah dibangun oleh PT.
Batugamping pejal terdapat di bagian
(obducted) platform Banggai-Sula bijih besi, kromit, emas, Inco yang menghasilkan tenaga listrik
selatan D. Matano, sebagian sudah
yang bergerak ke arah barat. Dalam batugamping, granit, basal, andesit, paling besar di Sulawesi.
dimanfaatkan oleh PT. Inco untuk
pada itu, di bagian barat lajur batubara, pasir dan kerikil Bijih nikel bahan bangunan. Pualam terdapat di
penunjaman dan busur luar pada saat ini sedang ditambang oleh daerah pegunungan Balcase. D. Poso, D. Towuti dan D. Matano
tersesarsungkupkan di atas rumpang PT. Inco di daerah Soroako. Bijih sangat untuk dikembangkan menjadi
parit busur dan busur tersebut biasanya terdapat dalam industri pariwisata disamping untuk
Granit, basal dan andesit terdapat
gunungapi, dan mengakibatkan endapan laterit berasal dari batuan perikanan.
mulai dan Palopo hingga Sabbang
ketiga mendala geologi tersebut ultramalik yang melapuk. Di samping
dan Masamba, bisa dimanfaatkan
saling berhimpitan. itu bijih besi yang potensial terdapat
untuk bahan bangunan dan pengeras
pada bagian atasnya (sebagai
jalan. Pasir dan kerikil terdapat di
Pada Akhir Miosen hingga Pliosen, penudung) yang biasanya berupa DAFFAR PUSTAKA/REFERENCES
daerah aluvium, sangat halus, di
batuan kiastika halus sampai kasar daerah-daerah datar (PT Inco, 1972,
utara Teluk Bone.
Kelompok Molasa Sulawesi (Formasi Sukamto, 1975).
Tomata, Bone-Bone) diendapkan Ahmad, W., 1975, Geology along the
dalam lingkungan taut dangkal dan Kromit dijumpai sebagai endapan Matano Fault Zone, East
terbuka dan sebagian berupa primer dan sekunder yang pertama Sulawesi, Indonesia, Proc.
endapan darat yang bersamaan berupa lensa, lapisan tipis, bentuk PROSPEK PENGEMBANGAN Regional conference on the
dengan intrusi yang bersifat granit di pod atau sebagai butiran yang WILAYAH Geology and Mineral
bagian barat. menyebar dalam batuan ultramafik Resources of Southeast Asia,
dan erat hubungannya dongan Untuk pengembangan wilayah yang pp. 143- 150.
harzburgit dan dunit yang telah menunjukkan prospek baik ialah
Pada Kala Plio-Plistosen keseluruhan
daerah mengalami deformasi. Intrusi daerah dataran rendah yang
95 96

Bemmelen, R.W.van, 1949, The Koothoven, W.C.B.,1932, The of Palu Area, Central Sulawesi : Gcot. Asia, Kualalumpur, March
Geology of Indonesia, Geology of the Malili Field, Survey of Indonesia. 1972.
Maninus Nijh off The Hague. Central Celebes (Dutch): JB
Mijnw.Ned.Indic. Verh.III. -------1975a, Geologic Map of Tjetje Apandi, 1980, Geologic Map of
Brouwer, H.A., 1974, Geological Indonesia, Sheet VIII, Mamuju Quadrangle,
Exploration in the Island of —, 1923, Report on the Investigation UjungPandang, Scale Sulawesi, Scale 1:250.000:
Celebes: Amsterdam, Nort, of Nickel Ore and Chromite in 1:1.000.000 Geol. Survey of Geol. Survey of Indonesia.
Holland Pith. Co the Lasolo Area (Subscct.: Indonesia.
Kendari) : Arsip Pus. Jaw.
Tjia, M.D. & Zakaria, T., 1974, Palu-
Djuri and Sudjatmiko, 1974, Geologic Geologi No. 20/br. -------,1975b, The Structure of Koro Strike Slip Fault Zone,
Map of the Majene and PT International Nickel Indonesia, Sulawesi in the light of Plate Central Sulawesi, Indonesia:
Western part of Palopo 1972, Laterite Deposits in the Tectonics: Proc. Reg. Conf. on Sains Malaysiana.
Quadrangles, South Sulawesi Southeast Arm of Sulawesi: the Geol. and Min. Resources
: Geol. Survey of Indonesian. Unpub. Rep. Presented at of South cast Asia, Jakarta:
Regional Conference on the Indonesian Association of Umbgrove, J.H.F., 1935, Dc
Francken, C. & Jones, D., 1971, Geology of Southeast Asia, Geologists. Pretertiare Historic van de
Report on a Photo Geological Kualalumpur, March 1972. Indischen Archipel : Leidsche
Study of South Eastern Sarasin, F, 1901, Entwurf drier GeoL Medal. 7.
Sophaheluwakan, Jan & Suparka,
Sulawesi, Prepared by Geografische, Geologischen 1978, Geologi dan Asosiasi
KLM.:Acrocanofor PT. INCO, Beschrcibung der Inset Cebakan Kromit daerah Malili Leeuwen, Th.M. van, 1979, The
Unpub. Celebes: Wiesbaden. dan sekitarnya, Sulawesi Geology of Southeast
Selatan : Laporan Penelitian, Sulawesi with Special
Hamilton, Warren, 19Th Preliminary Simandjuntak, T.O., 1980, LGPN LIPI. Reference to the Biru Area:
Tectonic Map of the Wasuponda Melange PIT lAGI CCOP-IOC/SEATAR, Bandung,
Indonesian Region: US Geol. VIII, Jakarta. July 1979.
Sunarya,Y., Yudawinata, K. &
Open file report.
Herman,D,Z.,1980, Penelitian
-------,1981, Some Sedimentological Stratigrafi dan Studi Geokimia
—--, 1973, Tectonic of the Indonesian Aspects of Mesozoic rocks in Endapan Bijih Tipe Kuroko di
Region : Proc. Regional Eastern Sulawesi : PIT IAGI daerah Sangkaropi,
Conference on the Geology of IX, Yogyakarta. Kecamatan Sesean, Tanah
Southeast Asia: Geol. Soc.
Toraja, Sulawesi Selatan : PIT
Malaysia. Bull. No.6. Simandjuntak, T.O., 1986, (AGI IX, Yogyakarta.
Sedimentology and Teetontcs
Hopper, R.H., 1941. A Geology of the Collision Complex in
Reconnaissance in the East Socria Atmadja, R., Golightly, J.P. &
the East Arm of Sulawesi,
Arm of Celebes and Island Wahju, BK, 1972, Mafic and
Unpub. PhD thesis RHBNC
Peleng: Unpub. rep. May 23, Ultramafic Rock Association in
University of London, 374 pp.
1947,: Nederlandsche Pacific the East Arm of Sulawesi:
Petroleum Maatschappij. Unpub. Rep. Presented at
Sukamto, Rab., 1973,
Reg. Conf on the Geol, of SE
Reconnaissance Geologic Map
98
97
PENDAHULUAN citraan satelit yang melingkupi
daerah ini.
Geologi Lembar Bungku, Sulawesi
Geology of the Bungku Quadrangle,Sulawesi Pemetaan geologi dan penyelidikan Laporan yang ada mengenai daerah
mineral Lembar Bungku merupakan ini berasal dan Dieckmann, (1918),
tindak lanjut Proyek Pemetaan yang meneliti pemineralan nikel di
Geologi dan Interpretasi Foto Udara sekitar Teluk Tomoni sampai Kolaka
(sekarang Proyek Pemetaan Geologi dan Kendari. PT. Inco Indonesia,
dan Geofisika), Bidang Geologi sejak 1968 Selama beberapa tahun
Oleh (By): Regional (sekarang Bidang Pemetaan menyelidiki keadaan geologi daerah
Geologi), Puslitbang Geologi. Hasilnya ini dalam rangka pencarian bijih nikel.
T.O. Simandjuntak, E. Rusmana & J.B. Supandjono diperlukan untuk menunjang Sukamto (1975a), menyusun peta
penginventarisan sumberdaya geologi Lembar Ujungpandang, 1:
mineral dan program pengembangan 1.000.000, yang juga meliputi daerah
wilayah dacrah tersebut. Bungku.
Geologi dipetakan pada 1980 oleh:
Geology mapped in 1980 by: Pekerjaan lapangan dilaksanakan Secara kepamongprajaan bagian
dalam dua tahap, yang pertama pada barat Lembar ini termasuk
T.O. Simandjuntak, E. Rusmana & J.B. Supandjono
Juni-Juli 1979, tahun anggaran Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu,
1979/1980, dan yang kedua pada Propinsi Sulawesi Selatan; sedangkan
Juni-Juli 1980, tahun anggaran bagian timurnya termasuk Kecamatan
1980/1981. Tahap pertama Bungku Tengah, Kabupaten Poso,
Ditelaah dan disunting oleh: menyangkut bagian barat dan tahap Propinsi Sulawesi Tengah.
kedua bagian timur Lembar, masing-
Reviewed and edited by:
masing dibatasi pemisah air Bulu Penduduk di daerah pemetaan terdiri
M.M. Purbo-Hadiwidjojo dan (and) R. Sukamto Karoni (Gb. 1). dari suku Pamona, Mori, Bugis dan
Bajoe. Suku Pamona umumnya
Lembar Bungku secara geografi menempati daerah pebukitan.
dibatasi oleh 121°30’ - 123°00’ BT, Tempat tinggal dan tanah
DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI dan 2°00’ - 3°00’ LS, yang meliputi pertaniannya selalu berpindah-pindah
daerah seluas 4.500 km2. Bagian tempat. Suku ini terkenal pula senang
DIREKTORAT JENDERAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
selatan berbatasan dengan Lembar berburu. Suku Mori umumnya
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN GEOLOGI Kendari; barat, Lembar Malili; utara, menempati daerah pedalaman.
Lembar Poso dan Lembar Batui; dan Mereka bertani, mendamar, merotan
timur, Lembar Kep. Sula. Peta dasar serta beternak ayam, kambing dan
DEPARTMENT OF MINES AND ENERGY yang digunakan adalah peta topografi kerbau. Suku Pamona dan suku Mori
DIRECTORATE GENERAL OF GEOLOGY AND MINERAL RESOURCES Lembar Bungku SA 51-10, seri T 503, umumnya beragama Kristen. Suku
buatan U.S. Army Map Service, Bugis umumnya bertempat tinggal di
GEOLOGICAL RESEARCH AND DEVELOPMENT CENTRE daerah pantai; mereka berdagang
dengan sekala 1 : 250.000. Selain itu
digunakan pula potret udara dan dan mencari ikan. Suku Bajoe tinggal

1994
100
99

di pantai sebagai nelayan. Suku Bugis menggelombang, kras dan antara S. Bahu Mbelu dan S, Wata, Teluk Tolo dekat Kendari di luar
dan Bajoe umumnya beragama pegunungan. antara S. Ambuno ke arah tenggara Lembar Bungku.
Islam, Penduduk di daerah pemetaan sampai sekitar G. Wahombaja, serta
sangat jarang, dengan kepadatan Morfologi dataran randah umumnya daerah pebukitan selatan
kurang dan 5 jiwa setiap km2. mempunyai ketinggian antara 0 dan membentang dan Peg. Wawoombu di
50 m di atas muka laut. Dataran ini barat sampai Peg. Lalompa di timur.
STRATIGRAFI
Musim hujan di daerah ini menempati daerah sepanjang pantai Daerah pebukitan kras ditempati oleh
berlangsung antara Mei - Oktober, timur Lembar, kecuali pantai dekat batuan karbonat dan Formasi-formasi
dan musim kemarau antara desa Todua, Tabo dan Lalompe. Tokala, Matano dan Salodik. Tatanan Stratigrafi
Nopember - April. Curah hujan rata- Batuan penyusunnya terdiri atas
rata sekitar 3000 mm/tahun. endapan sungai, pantai dan rawa. Morfologi Pegunungan, umumnya Satuan batuan di Lembar Bungku
ditempati oleh batuan ultramafik, dapat dikelompokkan dan
berketinggian lebih dan 700 m di atas ditempatkan dalam dua mendala,
Daerah pegunungan umumnya masih Morfologi dataran menengah
muka laut. Daerah pegunungan ini yaitu Mendala Banggai-Sula dan
tertutup hutan tropika. Daerah menempati daerah sekitar Desa
menempati lebih dan separoh daerah Mendala Sulawesi Timur (Sukamto,
pebukitan menggelombang banyak Tokolimbu dan Tosea yang terletak di
Lembar, yakni pegunungan sekitar 1975a). Mendala Banggai-Sula
yang tertutup oleh alang-alang dan pantai timur Danau Towuti, serta
punggungan pemisah air Bulu Karoni meliputi Formasi Tokala (TR Jt) terdiri
semak belukar, akibat perladangan daerah yang terletak antara Danau
yang ke arah baratlaut-tenggara, atas batugamping klastika dengan
yang berpindah-pindah. Sedangkan Mahalona dan Bulu Biniu. Dataran ini
serta punggungan pemisah air sisipan batupasir sela, diduga
daerah pantai umumnya ditumbuhi tersusun oleh endapan danau, dan
Wawoombu yang arahnya baratdaya- berumur Trias - Jura Awal. Formasi
oleh bakau. Ular besar dan kecil, babi memiliki ketinggian sekitar 300 mdpl
timurlaut. Puncak-puncaknya antara Tokala ditindih secara selaras oleh
hutan, babi rusa, rusa serta anoa atas muka laut.
lain Bulu Lampesu (1068) dan Bulu Formasi Nanaka (Jn) yang terdiri atas
masih terdapat di daerah ini. Anoa
Karoni (1422). konglomerat, batupasir kuarsa
yang. hanya terdapat di Sulawesi Morfologi pebukitan menggelombang, mikaan, serpih dan lensa batubara
termasuk fauna yang dilindungi. berketinggian antara 100 dan 400 m yang diperkirakan berumur Jura
di atas muka laut. Pebukitan ini Pola aliran sungai umumnya
Akhir. Formasi Masiku (KJn) terdiri
Lalulintas udara secara teratur menempati daerah antara S. Ongkaya meranting. Beberapa sungai memiliki
dari batusabak, filit, batupasir,
terdapat antara Ujungpandang dan dan S. Bulu Mbelu, sebelah utara Peg. pola hampir sejajar, yaitu S.
batugamping, berumur Jura Akhir -
Soroako serta Ujungpandang dan Verbeek, sekitar daerah Lamona, Bahudopi, S. Bahumahoni dan S.
Kapur Awal. Formasi Salodik (Tems)
Kendari. Selanjutnya dapat sekitar daerah Bahu Mahoni, sekitar Wosu. Sungai sungai yang terletak di
diendapkan pada Eosen Akhir -
diteruskan dengan kendaraan darat Kampung Tabo serta di sekitar Bulu sebelah timur punggungan pemisah
Miosen Awal terdiri atas kalsilutit,
dan perahu bermotor langsung ke Talowa. Batuan penyusun pebukitan air Bum Karoni, mengalir ke amh
batugamping pasiran dan batupasir.
daerah pemetaan. ini ialah batuan sedimen dan Formasi timur dan bermuara di Teluk Tolo;
Tomata. yang terletak di sebelah barat
punggungan pemisah air Bulu Karoni Mendala Sulawesi Timur meliputi
dan Wawoombu mengalir ke arah Kompleks Ultramafik (Ku) yang
FISIOGRAFI Morfologi kras, memiliki ketinggian sampai saat ini umumya masih
antara 400 dan 800 m di atas muka barat dan bermuara di Danau Towuti.
Sedangkan sungai yang terletak dianggap yang paling tua. Batuannya
laut, dicirikan oleh adanya pebukitan terdiri dari harzburgit, lherzolit,
Morfologi di daerah Lembar Bungku antara punggungan pemisah air
kasar, sungai bawah tanah dan wehrlit, websterlit, serpentinit, dunit
dapat dibagi menjadi lima satuan, Wawoombu dan Bulu Karoni mengalir
dolina. Pebukitan kras meliputi dan gabro. Secara tektonik Kompleks
yakni dataran rendah, dataran ke arah selatan dan bermuara di
daerah S. Ongkaya, S. Tetambahu, Ultramafik menindih satuan batuan
menengah, pebukitan
101 102

yang berumur Mesozoikum, baik dari membentuk struktur perlapisan serta lapisan yang hampir tegak Tokala, Lembar Batui (Surono, drr.,
Mendala Banggai-Sula ataupun bersusun, mengandung sisa (melebihi 80o). Setempat terdaunkan. 1984).
Mendala Sulawesi Timur. Formasi tumbuhan.
Matano (Km) terdiri atas kalsilutit Batupasir sela, berukuran halus Satuan batuan ini berketebalan
hablur bersisipan napal, serpih dan Kerikil dan kerakal, bersifat lepas dan sampai kasar, berwarna kelabu melebihi 1000 m, secara selaras
rijang diduga berumur Kapur Akhir. kemas terbuka; komponennya kehijauan sampai merah kecoklatan tertindih Formasi Nanaka dan secara
Formasi Matano secara tak selaras berukuran sampai 5 cm, membulat- terakat lempung dan oksida besi tektonik bersentuhan dengan batuan
tertindih oleh Formasi Tomata (Tmpt) tanggung sampai membulat, terdiri lunak, setempat padat, mengandung ultramafik.
yang terdiri dari atas batupasir, atas kepingan batuan ultramafik, sedikit kuarsa, berlapis baik.
lempung, tuf, dan konglomerat sedimen malih, kuarsit, batugamping
dengan sisipan lignit, yang terdaunkan dan rijang. Wake, berwarna kelabu kehijauan Jn FORMASI NANAKA :
diperkirakan berumur Miosen Akhir -
sampai kecoklatan, berbutir sedang konglomerat, batupasir mikaan,
Pliosen. Di beberapa tempat terdapat
Aluvium berupa endapan sungai, sampai kasar, terekat lempung. serpih dan lensa batubam.
aluvium (Qa) yang menindih secara
rawa, danau dan pantai; diperkirakan Perlapisan berkisar dari tidak jelas
tak selaras Formasi Tomata. Aluvium
berumur Plistosen - Holosen. sampai baik. Di beberapa tempat Konglomerat, berkomponen batuan
berupa endapan sungai, pantai rawa
Sebarannya terdapat di sepanjang tampak perlapisan bensusun; tebal gunungapi, granit merah, batuan
dan danau, terdiri dari atas kerikil,
tepi danau dan pantai timur Lembar lapisan mencapai 50 cm. malihan, kuarsa, serta sedikit rijang.
kerakal, pasir lempung dan sisa
Bungku. Komponennya membulat tanggung
tumbuhan. Endapan muda tersebut
diduga berumur Plistosen - Holosen. Serpih dan napal, berwarna kelabu sampai membulat berdiameter
sampai kekbu tua, memiliki sampai 10 cm terekat padu oleh
perlapisan baik, tebal lapisan antara batupasir kecoklatan; berselingan
BATUAN SEDIMEN 10 - 20 cm. Lempung pasiran, dengan batupasir dan serpih tebal
berwarna kelabu sampai kecoklatan, lapisan dapat melebihi satu meter.
Perian Satuan Peta perlapisan baik, tebal lapisan antara 1
Mendala Banggai- Sula
- 10 cm berselingan dengan batuan Batupasir mikaan, berwarna merah
ENDAPAN PERMUKAAN yang disebutkan terdahulu. kecoklatan, berbutir halus sampai
TRJt FORMASI TOKALA :
kasar, setempat kerikilan, berlapis
perselingan batugamping klastika,
Qa ALUVIUM : lumpur, lempung, Argilit, menunjukkan kesan rijang, baik terekat lempung dan oksida besi,
batupasir sela, wake, serpih, napal
pasir, kerikil, dan kerakal. berwarna kelabu, bebepa sisipan. padat, tebal lapisan berkisar antara 3
dan lempung pasiran dengan sisipan
Batugamping, mengandung fosil - 30 cm.
argilit.
Lempung, berwarna coklat muda Halobia, Amonit dan belemnit yang
sampai coklat tua; kelabu tua sampai diperkirakan berumur Trias - Jura
Batugamping klastika, berwarna Awal dan lingkungan laut dangkal
kehitaman berselingan dengan pasir, kelabu muda, kelabu sampai merah Serpih, berbutir halus, berwarna
kerikil dan kerakal. Sebagian endapan (neritik). kelabu sampai kecoklatan, berlapis
jambu, berbutir halus, sangat padu,
danau agak padat. Tebal lapisannya serta memiliki perlapisan yang baik, baik, padat, tebal lapisan mencapai 5
beberapa cm sampai puluhan cm. dengan kekar yang diisi urat kalsit Formasi Tokala tersingkap di bagian cm.
Pasir, berwarna coklat, berbutir halus putih kotor. Umumnya telah selatan dan tenggara Lembar. Sedang
sampai kasar, perlapisan buruk dan mengalami pelipatan kuat; tidak nama formasi berdasarkan pada Batubara, berwarna kelabu tua sam-
tidak padat. Tebalnya dari beberapa jarang ditemukan sinklin dan antiklin, tempat singkapan yang baik di G. pai kehitaman, berupa sisipan atau
cm sampai puluhan cm. Setempat
103 104

lensa dalam serpih ketebalan sampai perdaunan Sebagai ciri khusus, terdapat dekat Kampung Masiku di Berdasarkan kandungan fosil
30 cm. setempat berurat kuarsa sampai 1 Peg. Wawoombo. Globorotalia spp., Globigerina sp.,
cm, yang sejajar arah perdaunan; Chilogueinbelina sp., Discocyclina
Umur satuan batuan ini diperkirakan tebal filit mencapai 5 cm. Tebal satuan sekitar 500 m. Formasi spp., Nummulites sp., Operculina sp.,
Jura, berdasarkan korelasi dengan Masiku tertindih secara selaras oleh Globigerinoides altiapertura BOLLI,
batuan yang sama di Lembar Poso. Batupasir, berwarna kelabu Formasi Matano. Globigerinoides trilobus (REUSS),
Keterdapatan batubara menunjukkan kecoklatan, berbutir halus sampai Globigerinoides immaturus LE ROY,
bahwa lingkungan pengendapannya kasar, padat, lapisan cukup baik, Gbobigerinoides sacculiferus
Tems FORMASI SALODIK :
darat hingga laut dangkal. ketebalan sampai 10 cm. (BRADY), Globigerina Spp.,
kalsilutit, batugamping pasiran,
Globorotalia sp., Praeorbulina sp.,
napal, batupasir dan rijang.
Lepidocyclina sp., dan Spiroclypeus
Formasi Nanaka menyebar di daerah Batugamping, berwarna putih kotor,
sp.; dan napal Gboboquadrina
selatan Desa Sawaitole; dibatasi kelabu muda sampai coklat Kalsilutit, berwarna putih kelabu altispira (CUSHMAN & JARVIS),
Sesar Matano dan bersentuhan kemerahan, berbutir halus, berlapis sampai kelabu, berbutir halus, padat, Sphaeroidinellopsis seminulina
tektonik dengan batuan ultramafik. baik. Di beberapa tempat rekahan perlapisan baik, dengan tebal tiap (SCHWAGER), Gbobigerinoides
terisi kalsit, tebal lapisan sampai 1 lapisan antara 10 dan 30 cm. immaturus LE ROY, Globigerinoides
Tebal seluruh lapisan sulit ditentukan; cm. Tebal lapisan batugamping
altiaperturus BOLLI, Globigerinoides
tetapi di P. Banggai dan Sula dapat sekitar 15 cm. Setempat ditemukan
Batugamping pasiran, berwarna trilobus REUSS), Globigerina
mencapai 2000 m (Sukamto, 1975b). buncak rijang.
kelabu kecoklatan, berbutir halus binaensis KOCH, Gbobigerina sp. dan
sampai sedang; padat; berlapis baik, Globigerinita sp. (Budiman, 1980;
Rijang, berwarna coklat kemerahan, dengan tebal tiap lapisan sampai 20 hubungan tertulis), di dalam
JKm FORMASI MASIKU : mengandung radiolaria, berupa lensa cm. batugamping kalsilutit, Formasi
batusabak, serpih, flit, batupasir, setebal 5 cm, dan berupa buncak Salodik diduga berumur Eosen Akhir -
batugamping dengan buncak rijang. dalam batugamping, membulat- Miosen Awal; lingkungan
Napal, berwarna kuning kecoklatan;
tanggung sampai membulat; ukurun pengendapannya diperkirakan laut
berlapis baik, dengan tebal tiap
mencapai 5 cm, perlapisan cukup dangkal dan terbuka.
Batusabak, berwarna kelabu sampai lapisan sampai 15 cm.
baik.
coklat kehitaman, berlapis baik,
padat. Tebal tiap lapisannya sampai 5 Batupasir, berwarna kekuningan Sebaran satuanbatuan ini terdapat di
cm. Berdasarkan kandungan fosil sebelah timur Peg. Wawoombu, di
sampai kelabu, berbutir halus, padat,
Globotruncana sp di dalam bagian selatan Lembar. Tebalnya
di beberapa tempat karbonatan;
batugamping dan Radiolaria di dalam sekitar 250 m.
Serpih, berwarna kelabu kehitaman, ditemukan bempa sisipan di dalam
rijang, Formasi Masiku diduga
berlapis baik, padat. Tebal tiap batugamping kalsilutit; tebal tiap
berumur Jura Akhir Kapur Awal, dan
lapisannya mencapai 5 cm. Setempat lapisan sampai 10 cm.
lingkungan pengendapannya laut
ditemukan lensa tipis dan sisipan Mendala Sulawesi Timur
dalam. Hubungannya dengan Formasi
batupasir, berwarna kelabu, berbutir Rijang, berwarna kecoklatan sampai
Nanaka tidak diketahui.
kasar, padat. Tebal lensa sampai 0,5 kemerahan; berupa lensa atau Km FORMASI MATANO : kalsilutit,
cm. sisipan dalam batugamping kalsilutit; napal, serpih dan rijang.
Sebaran satuan ini meliputi daerah
hulu S. Ongkaya dan Peg. Wawoombu tebal tiap lapisan sampai 7 cm.
Filit, berwarna kelabu tua, berbutir di bagian utara dan baratdaya Kalsilutit, berbutir halus, berwarna
halus, padat, berlapis baik, Lembar. Singkapan yang baik kelabu, padat dan keras, lapisannya
105 106

baik, tebal lapisan berkisar antara 10 Tmpt FORMASI TOMATA : di beberapa tempat. Tebal tiap Bahodopi, dan daerah sebelah barat
- 15 cm. perselingan batupasir konglomerat, lapisan sampai 400 cm. Bulu Warungkelewatu. Tebal satuan
batulempung dan tuf dengan sisipan sekitar 1000 m. Ciri litologi satuan
Napal, berwarna, kelabu, berlapis lignit. Tuf, berbutir halus sampai sedang, sama dengan Molasa Sulawesi
baik, padat dan keras. Tebal masing- berwarna kelabu muda sampai kelabu Sarasin dan Sarasin (1901). Nama
masing lapisan mencapai 15 cm. Batupasir, berwarna kelabu kuning tua, kurang padu sampai padu, Formasi Tomata berasal dari Desa
Setempat sisipan rijang setebal 10 kecoklatan, kelabu sampai coklat, perlapisan cukup baik, dengan tebal Tomata (Lembar Malili) tempat
cm. berbutir halus sampai kasar kerikilan, masing-masing lapisan sampai 15 diketemukannya singkapan yang
berlapis baik, di beberapa tempat cm. baik.
Serpih, benvama kelabu, berlapis terdapat lapisan bersusun tebal
baik, padat. Tebal tiap lapisannya lapisan mencapai 30 cm, kurang Lignit, berwarna kelabu kehitaman;
sampai padat sampai padat, komponen kurang padat; berupa sisipan dalam BATUAN BEKU
5 cm. kepingan batuan, kuarsa dan mineral batulempung dengan tebal sampai
hitam; setempat gampingan. Juga 200 cm.
Rijang, berupa sisipan dalam ditemukan batupasir hijau berbutir Ku KOMPLEKS ULTRAMAFIK :
batugamping dan napal. Tebal sisipan kasar, hampir seluruhnya terdiri dari harzburgit, lherzolit, wehrlit,
Batupasir halus mengandung fosil:
sampai 10 cm, berwarna merah batuan ultramafik. websterit, serpentinit, dunit, diabas
Bolivia sp., Pullenia sp., Robulus sp.,
sampai coklat kemerahan. Globigerinoides trilobus (REUSS), dan gabro.
Konglomerat, berkomponen sampai Globigerinoides immaturus LB ROY,
Berdasarkan kandungan fosil 10 cm, sesekali 30 cm; membulat- Globigerinoides ruber (D ‘ORB IGNY), Harzburgit, berwana hijau sampai
Heterohelix sp., dalam batugamping, tanggung sampai membulat; terekat Globigerinoides obliquus BOLLI, kehitaman, padat dan pejal setempat
dan Radiolaria dalam rijang, Formasi padu oleh batupasir kasar berwarna Globorotalia menardil (D’ORBIGNY), ada perhaluan mineral; tersusun dan
Matano diduga berumur Kapur Akhir kecoklatan; setempat gampingan; Globorotalia acostaensis BLOW, mineral halus sampai kasar, terdiri
(Budiman, 1980, hubungan tertulis); komponen berupa batuan ultramafik, Globoquadrina altispira (CUSHMAN & atas olivin (sekitar 55%), dan
berlingkungan pengendapan laut batugamping terdaunkan, kuarsit, JARVI S), Sphaeroidinella seminulina piroksen (sekitar 35%), serta mineral
dalam. dan rijang. Pilahan dan kemas SCHWAGER, Globorotalia serpentin sebagai hasil ubahan
umumnya kurang baik. Tebal lapisan plesiotumida BLOW & BANNER, dan piroksen dan olivin (sekitar 10%).
minimum 40 cm; ditemukan Hastigerma aequilaterabis (BRADY); Setempat dijumpai blastomilonit dan
Sebaran satuan meliputi daerah
perlapisan bersusun. menunjukkan umur Miosen Awal porfiroblas dengan megakris piroksen
antara hulu S. Ongkaya dan Peg.
Verbeek, Peg. Wawoombu dan Bulu hingga Pliosen; lingkungan yang tumbuh dengan massadasar
Batulempung, bewarna kelabu, pengendapannya laut dangkal, minolit.
Warungkelewatu, di bagian utara dan
kecoklatan sampai coklat kemerahan; setempat payau.
selatan Lembar. Tebalnya sekitar 550
setempat bersifat gampingan; Lherzolit, berwarna hijau kehitaman,
m. Formasi Matano tertindih secara
mengandung fosil moluska. Setempat pejal dan padat, berbutir sedang
selaras oleh Formasi Salodik. Di Satuan ini di bagian atas lebih
ada jejak daun, sering ada kongkresi sampai kasar hipidiomorf. Di
beberapa tempat persentuhan dikuasai oleh batuan klastika kasar,
oksida besi, berukuran mencapai 10 beberapa tempat terdapat tekstur ofit
tektonik dengan batuan ultramafik; di bagian bawah dikuasai oleh
cm, atau berupa sisipan setebal 3 cm. dan poikilitik. Batuan terutama terdiri
hubungan dengan batuan sedimen klastika halus. Sebarannya meliputi
Perlapisan kurang baik sampai cukup dari mosaik olivin dan piroksen-klino
yang lebih tua tidak jelas. Koolhoven daerah selatan Desa Tanoa, Bahu
baik, umumnya kurang padu, kecual atau piroksenorto; yakut dan epidot
(1932) menyebutnya “lapisan Matano Mbelu dan dekat Desa Sawogi,
Atas”. Lamona, Bahu Mahoni, sepanjang S. merupakan mineral ikutan.
107 108

Nampaknya batuan ini telah kecuali itu mineral ini terdapat pula di serpentin dan talkum sebagai mineral Lipatan yang terdapat di Lembar ini
mengalami gejala penggerusan yang seluruh bagian batuan. pengganti. tergolong lipatan terbuka, tertutup,
dicirikan oleh pelengkungan pada dan pergentengan.
kembaran polisintesis dan pada Serpentinit, berwarna kelabu tua Gabro, berbintik hitam, berbutir
mineral piroksen. sampai hijau kehitaman, pejal dan Sedang sampai kasar, padat dan 1. Lipatan terbuka berupa lipatan
padat. Mineral penyusunnya terdiri pejal. Mineral penyusunnya terdiri lemah yang mengakibatkan
Werhlit berwarna kehitaman, pejal dari antigont, lempung dan magnetit, atas plagioklas, dan olivin jenis kemiringan lapisan tidak melebihi
dan padat, berbutir halus sampai berbutir halus, dengan retakan tidak plagioklas yakni labradorit-bitaonit. 35°. Lipatan ini terdapat dalam
kasar, alotriomoif. Batuan terutama teratur, yang umumnya terisi Sebagian olivin terubah jadi antigorit, batuan yang berumur Miosen
terdiri atas olivin, dan kadang-kadang magnetit hitam kedap. Mineral dan bijih, plagioklas jadi serisit. hingga Plistosen. Biasanya sumbu
piroksen klino. Mineral olivin, dan lempung berwarna kelabu, sangat Batuan ini ditemukan berupa retas lipatannya menggelombang dan
piroksen hampir seluruhnya halus, berkelompok pada beberapa menerobos batuan ulatramafik. berarah barat-timur sampai
memperlihatkan retakan dalam jalur tempat. Batuan ini umumnya baratlaut-tenggara.
memanjang yang umumnya terisi memperlihatkan struktur kekar dan
serpentin dan talkum, strukturnya cermin sesar (slickenside) yang dapat 2. Lipatan tertutup berupa lipatan
menyerupai jala. Gejala deformasi dilihat dengan mata telanjang. sedang sampai kuat yang
STRUKTUR DAN TEKTONIKA
telah terjadi dalam batuan ini dengan mengakibatkan kemiringan
diperlihatkannya penyimpangan dan Diabas, berwarna kelabu, kelabu lapisan dan 50° sampai tegak.
pelengkungan kembaran yang Struktur utama di daerah ini berupa
kehijauan sampai hitam kehijauan, Setempat, lapisan itu hingga
dijumpai pada mineral piroksen klino. sesar dan lipatan. Sesar meliputi
padat dan pejal, berbutir halus terbalik. Lipatan ini terdapat
Setempat mineral olivin selain sesar turun, sesar geser, sesar naik
sampai sedang, setempat hablur dalam batuan sedimen
terubah jadi serpentin dan dan sesar sungkup. Penyesaran
penuh. Mineral penyusunnya terdiri Mesozoikum, dengan sumbu
talkum, juga jadi igningsit coklat diduga berlangsung sejak
atas plagioklas, ortoklas, piroksen lipatan yang umunmya berarah
kemerahan. Mesozoikum. Sesar Matano
dan bijih, jenis plagioklasnya baratlaut-tenggara. Diduga,
merupakan sesar utama dengan arah
labradorit. Di beberapa tempat lipatan ini terbentuk pada
baratlaut-tenggara. Sesar ini
Websterit, berwarna hijau kehitaman, batuan terubah kuat. Oligosen atau lebih tua.
menunjukkan gerakan mengiri,
padat dan pejal. Terutama tersusun
diduga bersambung dengan Sesar
oleh mineral olivin dan piroksen klino, Dunit, berbutir halus sampai kasar, 3. Lipatan pergentengan
Sorong. Keduanya merupakan satu
berukuran halus sampai sedang, berwarna kehijauan, kelabu kehijauan (superimposed fold) terdapat
sistem sesar jurus yang mungkin
serta hampir seluruh kristalnya sampai kehitaman, pejal dan padat. dalam satuan batuan
telah terbentuk sejak Oligosen.
berbentuk anhedron. Serpentin hasil Setempat tampak porfiroblastik. Mesozoikum, pada Mendala
Kelanjutannya diperkirakan pada
ubahan olivin dan piroksen terutama Susunan mineral terdiri atas olivin Sulawesi Timur dan Mendala
Sesar Palu-Koro yang juga
mengisi rekahan kristal tembah, dan (sekitar 90%), piroksen, plagiokias, Banggai-Sula. Sumbu lipatannya
menunjukkan gerakan mengiri (di
membentuk struktur jala. Batuan dan bijih; mineral ubahan terdiri dari berarah baratlaut-tenggara.
luar Lembar Bungku; diperkirakan
mengalami penggerusan, hingga serpentin, talkum, dan klorit, masing-
masih aktif).
setempat terdapat pemilonitan dalam masing hasil ubahan olivin dan Kekar terdapat dalam hampir semua
ukuran sangat halus dan piroksen. Di beberapa tempat batuan satuan batuan, tetapi terutama dalam
memperlihatkan struktur kataklastik. terubah kuat; memperlihatkan Sesar yang lain di daerah ini lebih
batuan beku dan batuan sedimen
Klorit, zoisit dan mineral gelap, struktur sarang, bank-bank, bentuk kecil dan merupakan sesar tingkat
Mesozoikum. Terjadinya mungkin
terdapat terutama pada lajur milonit, sisa, dan bentuk semu dengan kedua atau mungkin tingkat ketiga.
dalam beberapa perioda, sejalan
109 110

dengan perkembangan tektonik di Pada Kala Oligosen, Sesar Sorong SUMBERDAYA MINERAL Bungku memiliki potensi penting di
daerah ini. yang menerus ke Sesar Matano dan masa mendatang.
Palu-Koro mulai aktif dalam bentuk Bahan galian yang ditemukan di
Sejarah pengendapan batuan sesarjurus mendatar, sehingga benua daerah Bungku di antaranya nikel, Batugamping bersifat pejal, terdapat
sedimen dan perkembangan tektonik mini Banggai-Sula bergerak ke arah bijih besi, pasir besi, minyak bumi, di beberapa tempat seperti di Peg.
di Lembar Bungku diduga sangat erat barat dan memisahkan diri dan Benua batugamping, batuan beku, pasir dan Wawoombu, dan sekitar Kampung
hubungannya dengan perkembangan Australia. kerikil. Kuluri di bagian selatan dan tenggara
Mendala Banggai-Sula yang sudah Lembar. Penduduk setempat telah
terkratonkan pada akhir Paleozoikum. Pada Kala Miosen Tengah, bagian Bijih nikel sudah dieksplorasi oleh PT. memanfaatkan sebagai bahan
Pada Zaman Trias, terjadi timur kerak samudra di Mendala Inco tetapi tidak dilanjutkan karena pengeras jalan dan secara kecil-
pengendapan Formasi Tokala yang Sulawesi Timur menumpang tindih secara ekonomi tidak kecilan sebagai bahan bangunan,
berlangsung sampai Jura Awal. (obducted) benua mini Banggai - Sula menguntungkan. Bijih tersebut Singkapan batuan cukup luas dan
yang bergerak ke arah barat lajur biasanya terdapat dalam endapan tebal, diduga memiliki mutu yang
Kemudian pada Jura Akhir menyusul penunjaman dan busur luar laterit berasal dan batuan ultramafik baik, sehingga sebagai bahan
pengendapan Formasi Nanaka secara tersungkupkan (overthrusted) di atas yang melapuk. Bijih nikel ini biasanya bangunan batugamping ini memiliki
selaras di atasnya. Pada Eosen Akhir- rumpang parit busur gunungapi, yang berasosiasi dengan bijih besi, yang prospek cukup baik.
Miosen Awal, Formasi Salodik mengakibatkan ketiga mendala merupakan lapisan penutup endapan
diendapkan secara tidak selaras di geologi tersebut saling berdempetan. laterit yang biasanya berupa daerah Batuan beku terdiri atas batuan
atasnya; lingkungannya laut dangkal datar (PT. Inco, 1972; Sukamto, 1 ultramafik, gabro dan diorit; terdapat
sampai darat. Ketiga satuan ini Pada akhir Miosen hingga Pliosen 975b). di sekitar D. Towuti dan bagian
terbentuk di tepian benua yang saat batuan klastika halus sampai kasar tengah Lembar. Batuan ini bersifat
ini berupa Mendala Banggai - Sula. dan bagian bawah Formasi Tomata Pasir besi berupa endapan pantai pejal dan padat, sehingga dapat
mulai terendapkan dalam lingkungan setebal 1 - 2 m, ditemukan digunakan sebagai bahan pengeras
Di bagian lain, dalam cekungan laut- laut-dangkal dan terbuka. disepanjang pantai mulai dan Wata jalan dan balian bangunan.
dalam di barat Banggai-Sula, pada sampai Wosu, di bagian timurlaut
Zaman Jura terendapkan bahan Pada Kala Pliosen keseluruhan daerah Lembar. Endapan tersebut pernah Pasir dan kerikil merupakan bahan
pelagos Formasi Masiku. mengalami orogenesa yang dibarengi diteliti oleh PT. Indochrom pada baku untuk pembuatan jalan dan
Pengendapan ini terus berlangsung oleh lipatan dan sesar bongkah, tahun 1978/1979, tetapi tidak bahan bangunan. Di daerah ini
hingga awal Zaman Kapur. Formasi mengakibatkan terbentuknya dilanjutkan, mungkin secara ekonomi ditemukan sebagai endapan pantai
Matano secara selaras terendapkan di cekungan kecil dan dangkal. Batuan kurang menguntungkan. yang terletak antara Tanjung
atas Formasi Masiku. Kedua satuan klastika kasar dan bagian atas Lingkobu dan Tanjung Lalompa; dan
ini terendapkan di laut dalam. Formasi Tomata terendapkan di Rembesan minyak bumi merupakan dalam satuan batuan dan Formasi
dalamnya, kemudian seluruh daerah petunjuk adanya sumber minyak Tomata, di sekitar Bulu Talowa, hulu
Pada Zaman Paleogen Akhir terangkat. bumi, yang banyak dijumpai S. Ongkaya dan S. Bahu Mbelu, di
pengendapan batuan karbonat terutama di sepanjang S. Wosu, di bagian tenggara dan utara Lembar.
Formasi Salodik berlangsung dalam Pada bagian tertentu, endapan bagian timurlaut Lembar; diduga
busur luar yang semakin aluvium, danau, sungai dan pantai berasal dari satuan batuan sedimen
mendangkal. Proses ini berlangsung berlangsung terus hingga sekarang. Mendala Banggai-Sula. Dengan
sampai awal Kala Miosen. diketemukannya rembesan minyak
bumi tersebut, diperkirakan daerah
111 112
2

ACUAN Sukamto, R., 1975a, Geologic Map of


Indonesia, sheet VIII,
Ujungpandang, scale 1
1.000.000, Geol. Survey
of Indonesia.
Dieckmann, W., 1918, Over het
verbeekgebergte in
Celebes en deszelps --------1975b, The structure of
Ertsafzettingen. Sulawesi in light of plate
tectonics, Proc. Reg. conf
on the Geol. and Min. Res.
Koolhoven, W.B.C., 1923, Report on
of Southeast Asia, Jakarta 4
the investigation of nickel
- 7 August, 1975 :
ore and chromite in the
Indonesian Association of
Lasolo area (subsection :
Geologists.
Kendari), Arsip Pusat
Jawatan Geologi, No.
20/br. Surono, R.L. Situmorang & T.O.
Simandjuntak, 1984,
Laporun Geologi Lembar
--------, 1932, The geology of the
Batui, Sulawesi, Laporan
Malili field, Centrul
terbuka, Puslitbang Geologi.
Celebes (Dutch), Jb.
Mijnw. Ned. Indie. Verh.
III.

PT. International Nickel Indonesia,


1972, Laterite deposits in
the Southeast arm,
Sulawesi unpubl. report
presented at Regional
Conference on the
Geology of Southeast
Asia, Kuala Lumpur,
March, 1972.

Sarasin, F. & P. Sarasin, 1901,


Enwurfeinergeografische,
geologischen beschreib
ung der Insel Celebes:
Wiesbaden.

Anda mungkin juga menyukai