Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ketebalan adalah jarak pendek yang diukur antara dua bidang sejajar yang
merupakan batas antara dua lapisan. Kedalaman adalah jarak vertical dari suatu
ketinggian tertentu terhadap suatu titik (misalnya muka air laut) terhadap suatu
titik atau bidang.pengukuran secara langsung maupun tidak langsung.

Pengukuran kedalaman dan ketebalan secara langsung dilakukan pada


daerah relative datar dengan kedudukan hamper tegak atau pada tebing terjal
dengan lapisan relative mendatar. Dengan kata lain pengukuran ketebalan secara
langsung diterapkan bila topografi tegak lurus dengan kemiringan batuan

1.2TUJUAN

1.Mengetahui cara pengukuran tidak langsung

2.Dapat mengetahui apa itu kedalaman

Laporan Praktikum Geologi Struktur | ketebalan dan kedalaman 1


BAB II
DASAR TEORI

2.1 Landasan teori

Data dalam ilmu kebumian selalu berkaitan dengan kedalaman dan


ketebalan. Oleh karena itu seorang ahli ilmu kebumian harus mempunyai
kemampuan untuk menentukan kedalaman dan ketebalan. Kedalaman sendiri
sebenarnya adalah lokasi sebuah titik yang diukur secara vertical terhadap
ketinggian titik acuan. Seperti hal nya kedalaman ,kemampuan untuk menentukan
ketebalan juga sangat diperlukan. (Munir, H. Moch.
1995)

Berdasarkan saat pembentukannya, struktur garis dapat dibedakan menjadi


struktur garis primer yang meliputi: liniasi atau penjajaran mineral-mineral pada
batuan beku tertentu, dan arah liniasi struktur sediment. Struktur garis sekunder
yang meliputi: gores garis, liniasi memanjang fragmen breksi sesar, garis poros
lipatan dan kelurusan-kelurusan dari topografi, sungai dan sebagainya.
Kedudukan struktur garis dinyatakan dengan istilah-istilah : arah penunjaman
(trend), penunjaman (plunge, baca : planj), arah kelurusan (bearing, baca : biring)
dan rake atau pitch. (Bemmelem,
V. 1949)

Dalam pengertian geologi, suatu struktur garis dapat berdiri sendiri, misalnya
struktur garis berupa arah butiran mineral dan arah memanjangnya suatu tubuh
batuan. Pada umumnya struktur garis berada pada suatu struktur bidang, misalnya
sumbu perlipatan pada bidang perlapisan, gores-garis pada bidang sesar, lineasi
mineral pada bidang foliasi, dan perpotongan dua buah bidang. Penunjaman
(Plunge) Dan Arah Penunjaman (Trend) Struktur Garis Penunjaman sebuah
struktur garis adalah sudut yang dibentuk oleh struktur garis tersebut dengan
bidang horizontal
Struktur garis adalah struktur batuan berbentuk garis yang mempunyai arah
dan kedudukan. Struktur garis dijumpai sebagai sumbu lipatan,
sesar dan lain sebagainya. Garis merupakan unsur dari bidang sehingga

Laporan Praktikum Geologi Struktur | ketebalan dan kedalaman 2


kedudukannya dapat mengikuti suatu bidang dan dapat juga berdiri sendiri
sebagai struktur garis. Struktur garis dalam geologi struktur dapat di bedakan
menjadi dua, yaitu struktur garis rill dan struktur garis semu. Struktur Garis Riil
Struktur garis yang arah dan kedudukannya dapat diamati dan diukur langsung di
lapangan, contoh: gores garis yang terdapat pada bidang sesar. Struktur Garis
Semu Semua struktur garis yang arah atau kedudukannya ditafsirkan dari orientasi
unsur-unsur struktur yang membentuk kelurusan atau liniasi, contoh: liniasi
fragmen breksi sesar, liniasi mineral-mineral dalam batuan beku, arah liniasi
struktur sedimen (groove cast, flu te cast) dan sebagainya.
(Ganijanti A.S.2002)

Laporan Praktikum Geologi Struktur | ketebalan dan kedalaman 3


BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan

3.1.1 Alat

1.Busur derajat

2.Kompas geologi

3.Clipboard

4.Alat tulis

5.Meteran

6.Penggaris lengkap

3.1.2 Bahan

1.Maket

2.Lks

3.2 Skema Kerja

3.2.1 Cara pengukuran ketebalan dan kedalaman

1).Tentukan arah dip pada bidang maket yang menunjukan kedalaman pada
maket yang menunjukan kedalamannya

2).Kemudian tentukan arah dan ukur strike pada bidang maket

3).Ukur ketinggian maket dengan menggunakan meteran yang menunjukkan


nilai kedalamannya

4).Kemudian ukur panjang total dari maket yang menunjukkan ketebalan


menggunakan meteran

5).Kemudian catat hasilnya dan masukkan kedalam table

Laporan Praktikum Geologi Struktur | ketebalan dan kedalaman 4


BAB V
PEMBAHASAN
5.1 Pembahasan
Pada pratikum kali ini membaha ketebalan dan kedalaman,pratikum ini
dilakukan pengukuran pada maket sebanyak 4.dan dilakukan pengukuran
strike,dipp pada bidang tersebut dan mengukur ketebalan .pada pengukuran
pertama dilakukan pengukuran panjang didapatkan hasil nya 180,6 cm.dan
Azimuth nya 123◦ dan data pengukuran strike nya didapatkan yang pertama N
142◦ E kedua N 199◦ E yang ketiga N 146◦ E dan yang ke empat N 200◦
E.kemudian pengukuran dip didapatkan yang pertama 31◦ kedua 52◦ ketiga 32◦
dan keempat 47◦.kemudian slope yang didapatkan 89.tebal pada pengukuran ini
yang pertama 51,96 cm kedua 25,80 cm ketiga 27,42 cm dan keempat 40,29
cm.pada pratikum ini diberi simbol litologi seperti warna kuning,pemerian nya
batuan sedimen klastik ukuran butir pasir kasar,pemilahan
baik,membundar,kemas tertutup.pada warna coklat pemeriannya tersusun atas
endapan material lain memiliki tekstur kasar berlubang dan warna hijau
pemeriannya sedimen klastik,struktur laminasi,pemilahan baik,agak
membundar,dan kemas tertutup dan yang terakhir warna hijau pemerian nya
sedimen klastik,tekstur masif,pemilahan baik,membundar dan kemas
tertutup.Dengan cara yang sama dapat dipakai apabila pengukuran lebar
singkapan dilakukan permukaan miring. Dalam hal ini ketebelan merupakan
fungsi dari sudut miring dan sudut lereng .Pendekatan lain untuk mengukur
ketebalan secara tidak langsung dapat dilakukan dengan cara mengukur jarak
antara titik, yang merupakan batas lapisan sepanjang lintasan tegak lurus jurus.
Pengukuran ini dilakukan apabila bentuk lereng tidak teratur. Bisa juga
menghitung ketebalan lapisan dari peta geologi.Untuk mengukur ketebalan pada
lereng
Ketebalan lapisan bisa ditentukan denganbeberapa cara, baik secara langsung
maupun tidak langsung.Pengukuran secara langsung dapat dilakukan pada suatu
keadaan tertentu, misalnya lapisan horisontal yang tersingkap pada tebing vertikal
atau lapisan vertikal yang tersingkap pada topografi datar.ketebalan tegak lurus
antara dua bidang sejajar yang merupakan batas lapisan batuan.pengukuran

Laporan Praktikum Geologi Struktur | ketebalan dan kedalaman 5


kedalaman dan ketebalan secara langsung dilakukan pada daerah relatif
mendatar.dengan kata lain pengukuran ketebalan secara langsung diterapkan bila
topografi tegak lurus dengan kemiringan batuan.pengukuran ketebalan dan
kedalaman secara tidak langsung,dilakukan pada kondisi medan tertentu,sehingga
pengukuran secara langsung sulit dilaksanakan.

Laporan Praktikum Geologi Struktur | ketebalan dan kedalaman 6


BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktikum struktur garis ini adalah

1.Pengukuran tidak langsung yang paling sederhana adalah pada lapisansederhana yang
tersingkap pada permukaan yang horizontal, dimana lebar singkapan diukur tegak
2.Kedalaman ialah jarak vertikal dari ketinggian tertentu (umumnyapermukaan
bumi) kearah bawah terhadap suatu titik
6.2 Saran
Untuk kedepannya praktikan lebih serius lagi dalam mendengarkan penjelasan
oleh asisten.

Laporan Praktikum Geologi Struktur | ketebalan dan kedalaman 7


DAFTAR PUSTAKA

Bemmelem, V. 1949. The Geology of Indonesia. Government Printing Office, the


Hague.

Ganijanti A.S.(2002), Mekanika , Penerbit Salemba TeknikaHaryanto,I.,dkk.


2011. Struktur bidang. Sukabumi, Jawa Barat
Munir, H. Moch. 1995. Geologi dan Mineralogi Tanah. Malang..

Utoyo, Bambang. 2007. Geografi Membuka Wawasan Cakrawala Dunia . Setia Purnama
Inves. Bandung

Laporan Praktikum Geologi Struktur | ketebalan dan kedalaman 8