Anda di halaman 1dari 20

ANALISIS TINGKAT KOGNITIF SOAL-SOAL BUKU TEKS

MATEMATIKA KELAS VII BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM


Giani, Zulkardi, dan Cecil Hiltrimartin
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Sriwijaya
gianiputriusman@gmail.com

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kognitif soal-


soal pada buku teks matematika kelas VII pokok bahasan sistem persamaan linier
satu variabel berdasarkan taksonomi bloom. Jenis penelitian yang digunakan
adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah soal-soal Uji Kompetensi pada
BSE Matematika kurikulum KTSP, yang ditulis oleh Dewi Nuharini dan Tri
Wahyuni, yang diterbitkan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
(2012) Bab Persamaan dan Pertidaksamaan Linier Satu Variabel sebanyak 155
butir. Pada penelitian ini secara bertahap akan dianalisis tingkat kognitif pada
soal-soal tersebut berdasarkan proses kognitif yang digunakan dalam
penyelesaiannya. Tingkat kognitif untuk masing-masing soal tersebut digolongkan
ke dalam enam tingkat kognitif berdasarkan indikator kognitif berdasarkan
taksonomi Bloom revisi. Hasil dari penelitian ini adalah persentase soal untuk
masing-masing tingkat kognitif adalah: C1 (3,23%), C2 (30,97%), C3 (61,93%),
C4 (3,87%), C5 (0%), C6 (0%). Hasil tersebut belum memenuhi proporsi soal
yang mendukung ketercapaian Kompetensi Dasar, yaitu 30% untuk C1 dan C2,
40% untuk C3 dan C4, dan 30% untuk C5 dan C6.

Kata Kunci : Tingkat kognitif, taksonomi Bloom, analisis buku teks siswa

ANALYSIS THE COGNITIVE LEVEL OF QUENTIONS IN MATH TEXT


BOOK GRADE VII BASED TAXONOMY BLOOM

Abstract: This study aimed to describe the cognitive level of problems in


mathematics textbooks of grade VII chapter system of a linear variabel equations
based bloom taxonomy. This type of research is descriptive. The subjects were
questions Competency Test on BSE Mathematics curriculum KTSP, which was
written by Dewi Nuharini and Tri Wahyuni, which published Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional (2012) Chapter Linear Equations and
Inequality One Variable much as 155 grains. In this research will be gradually
analyzed the cognitive level on such questions based on the cognitive processes
used in the settlement. Cognitive level for each question are classified into six
cognitive levels based indicators of cognitive based on Bloom's taxonomy
revision. Results from this study is the percentage of questions for each cognitive
level is: C1 (3.23%), C2 (30.97%), C3 (61.93%), C4 (3.87%), C5 (0 %), C6 (0%).
These results do not meet the proportion of questions that supports achievement of
basic competencies, namely 30% for C1 and C2, 40% C3 and C4, and 30% for C5
and C6.

Keywords: Cognitive Level, Bloom's taxonomy, analysis of students' textbooks

1
PENDAHULUAN
Buku pelajaran atau buku (Kemendiknas, 2008). Kelayakan isi,
teks merupakan salah satu perangkat bahasa, penyajian, dan kegrafikaan
pembelajaran yang penting. Dalam buku teks pelajaran ditelaah dan/atau
Peraturan Pemerintah nomor 32 dinilai oleh BSNP dan buku tersebut
tahun 2013 pasal 1 ayat 23, ditetapkan sebagai sumber utama
disebutkan bahwa buku teks belajar dan pembelajaran setelah
pelajaran adalah sumber dinilai layak oleh BSNP (Depdikbud,
pembelajaran utama untuk mencapai 2013).
Kompetensi Dasar dan Kompetensi Dalam penilaian buku teks
Inti. Zulkardi (2002) menyatakan matematika oleh BSNP, terdapat
bahwa pada praktiknya, contoh beberapa butir penilaian yang harus
penyelesaian masalah yang dinilai pada keakuratan materi yaitu
dipresentasikan oleh guru, yang keakuratan fakta, konsep, prinsip,
ditugaskan untuk dikerjakan siswa, prosedur, contoh, dan soal.
dan yang dijadikan pekerjaan rumah Selanjutnya BSNP (2014a)
oleh siswa berasal dari soal pada mendeskripsikan keakuratan soal
buku teks. Peran strategis buku teks sebagai penyajian soal dalam tiap
juga dinyatakan Chambliss dan bab harus sesuai dengan materi,
Calfee yang dikutip oleh Muslich tingkat kesulitannya bervariasi dalam
(2010) dalam Nurmutia (2013), yaitu aspek ruang lingkup yang
bahwa buku teks memiliki kekuatan mendukung tercapainya Kompetensi
yang besar terhadap perubahan otak Dasar, semua soal yang disajikan
peserta didik karena dapat harus realistik dan kuat, terdapat soal
memengaruhi pengetahuan anak dan latihan yang menuntut siswa untuk
nilai-nilai tertentu. berpikir tingkat tinggi (menganalisis,
Pemerintah melalui Badan mensintesis, mengevaluasi dan
Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mencipta).
melakukan kontrol buku dengan cara Kenyataannya, masih
penilaian untuk menyediakan buku ditemukan kelemahan-kelemahan
teks pelajaran yang layak pakai dalam buku teks yang digunakan di

1
3

sekolah saat ini. Salah satu kategori C3 sebesar 75,2 %, dan


kelemahan yang ditemukan dalam untuk kategori C4, C5, dan C6 hanya
penelitian Masduki, Subandriah, sebesar 12,1%.
Irawan dan Prihantoro (2013) adalah Nasrulloh (2011)
rendahnya proporsi soal-soal dalam menganalisis tingkat kognitif soal-
buku teks yang mendorong siswa soal tes kompetensi pada BSE
untuk mampu menggunakan Matematika SMP kelas IX yang
kemampuan penalaran mereka dalam diterbitkan oleh Pusat Perbukuan
menyelesaikan masalah matematika. Depdiknas. Persentase soal untuk
Aryani dan Hiltrimartin (2011) masing-masing tingkat kognitif yang
menyatakan bahwa alah satu tujuan diperoleh dari analisis tersebut
pembelajaran matematika adalah adalah 22,9% C1, 50,6% C2, 16,5%
mengembangkan aktifitas kreatif C3, 8,9% C4, 1,1% C5, dan 0% C6.
yang melibatkan imajinasi dan Proporsi soal-soal yang tidak merata
intuisi. menunjukkan kelemahan buku teks
Selaras dengan penelitian yang digunakan terutama dalam
Masduki dkk, penelitian Rinawati mendorong siswa untuk
dan Utami (2013) menemukan fakta menggunakan daya pikir tingkat
bahwa soal-soal dalam buku teks tinggi (high order thinking) seperti
matematika ternyata masih belum berpikir kritis, kreatif, serta analitis
memfasilitasi siswa untuk mencapai (Masduki dkk, 2013). Hasil observasi
Kompetensi Dasar pada kurikulum awal peneliti menunjukkan bahwa
yang berlaku. Penelitian Rinawati BSE Matematika tersebut merupakan
dan Utami menganalisis soal-soal buku utama yang dipakai lima SMP
pada buku teks siswa yang dipakai di Negeri di Kabupaten Ogan Ilir.
SMAN 5 Malang pada bab Untuk itu, akan dianalisis tingkat
Persamaan, Pertidaksamaan, dan kognitif soal-soal pada buku BSE
Fungsi Kuadrat.. Analisis yang Matematika kelas VII yang
dilakukan mendapatkan hasil diterbitkan Pusat Perbukuan
presentase soal-soal pada kategori Depdiknas.
kognitif C1 dan C2 sebesar 12,7%,
4

Britton dalam Sunardi (2001) kognitif dijabarkan ke dalam 19 kata


dikutip oleh Nasrulloh ( 2011) kerja yang mendeskripsikan proses
menyatakan bahwa penyajian buku kognitif secara spesifik.
teks matematika akan efektif jika Lampiran permendiknas
disesuaikan dengan pemrosesan atau nomor 23 tahun 2006 tentang
kemampuan kognitif pembacanya. Standar Kompetensi Lulusan untuk
Perlu diadakan pengklasifikasian Satuan Pendidikan Dasar dan
tingkat kognitif pertanyaan sehingga Menengah menyebutkan 21 poin
akan memudahkan siswa dalam yang dapat digunakan sebagai
mengerjakan soal secara bertahap, pedoman penilaian dalam
dari yang termudah hingga yang menentukan kelulusan peserta didik
tersulit. Pengklasifikasian soal oleh SMP atau sederajat. Terkait dengan
Nasrulloh tersebut menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi,
taksonomi pendidikan yang disusun dijabarkan bahwa salah lulusan SMP
oleh Bloom (1956). atau sederajat adalah menunjukkan
Seiring dengan adanya kemampuan berpikir logis, kritis,
kebutuhan untuk memadukan kreatif dan inovatif, serta
pengetahuan dan pemikiran baru kemampuan menganalisis dan
dalam dunia pendidikan, Anderson memecahkan masalah dalam
dan Krathwohl (2010) melakukan kehidupan sehari-hari. Dalam
revisi terhadap taksonomi Bloom. Taksonomi Bloom versi revisi,
Taksonomi versi revisi ini kemampuan berpikir tingkat tinggi
menggunakan kata kerja untuk tersebut dijabarkan pada tingkat
menamai setiap kategori tingkat kognitif C4, C5, dan C6, yaitu
kognitifnya. Penggunaan kata kerja analyze, evaluate, dan create
ini disesuaikan dengan jenis-jenis (Anderson dan Krathwohl, 2010:
proses yang lazim dijumpai dalam 120-133).
rumusan tujuan dan rencanaan Selanjutnya, Kemendiknas
pembelajaran guru (Anderson dan (2006a) menjabarkan bahwa Standar
Krathwohl, 2010: 399). Kategori- Kompetensi Lulusan untuk mata
kategori dalam dimensi proses pelajaran matematika SMP/MTs,
5

terkait bab persamaan dan memahami, menyelesaikan, dan


pertidaksamaan linier satu variabel membuat.
adalah sebagai berikut: Memahami Sudjana (2004) berpendapat
konsep aljabar, yang meliputi bentuk bahwa perbandingan soal yang baik
aljabar dan unsur-unsurnya, untuk kriteria soal mudah, sedang,
persamaan dan pertidaksamaan linear dan sulit adalah 3:4:3. Sudarsyah
serta penyelesaiannya, himpunan dan Asep (2013) menyatakan bahwa
operasinya, relasi, fungsi dan dalam praktiknya, tingkat kesulitan
grafiknya, sistem persamaan linear soal akan mengikuti hirarki
dan penyelesaiannya, serta taksonomi kognitif dari Bloom. Soal
menggunakannya dalam pemecahan kategori mudah akan dikembangkan
masalah; Memiliki kemampuan berdasarkan tingkat kemampuan
berpikir logis, analitis, sistematis, kognitif mengetahui dan memahami.
kritis, dan kreatif, serta mempunyai Soal kategori sedang dikembangkan
kemampuan bekerja sama. dari tingkat kemampuan menerapkan
Berdasarkan Standar dan menganalisis. Sedangkan soal
Kompetensi Lulusan tersebut, berkategori sukar dikembangkan dari
Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tingkat kemampuan evaluasi atau
menjabarkan Kompetensi Dasar mencipta. Berdasarkan perbandingan
dalam pembelajaran Persamaan dan tersebut, persentase soal untuk
Pertidaksamaan Linier Satu Variabel masing-masing tingkat kognitif
adalah memahami bentuk persamaan taksonomi Bloom dirumuskan
dan pertidaksamaan linier satu sebagai berikut, 30% untuk C1 dan
variabel, menyelesaikan persamaan C2, 40% untuk C3 dan C4, 30%
dan pertidaksamaan linear satu untuk C5 dan C6.
variabel, serta membuat dan
METODE
menyelesaikan model matematika
Jenis penelitian ini
dari masalah yang berkaitan dengan
merupakan penelitian deskriptif yang
persamaan dan pertidaksamaan linear
bertujuan untuk menggambarkan
satu variabel. Kata operasional dalam
tingkat kognif soal-soal pada BSE
Kompetensi Dasar tersebut adalah
6

matematika kelas VII berdasarkan yang menyediakan beragam


ranah kognitif taksonomi Bloom pemikiran strategis yang dibutuhkan
Revisi. Variabel dalam penelitian ini seseorang untuk memanipulasi dan
adalah tingkat kognitif soal-soal pada menggunakan pengetahuan.
BSE Matematika Bab Persamaan dan (Purwanto, 2012; Marzano, 2000)
Pertidaksamaan Linier Satu Variabel. Tingkat kognitif soal diukur
Tingkat kognitif soal adalah melalui pendeskripsian kemampuan
tingkat kemampuan berpikir yang kognitif yang digunakan dalam
merupakan tingkatan dari sistem penyelesaian soal.
Tabel 1. Format Penentuan Tingkat Kognitif Soal
Tingkat Kognitif Indikator
C1. Mengingat  Menggunakan Kata Operasional Mengingat
Kembali atau Mengenali
 Kemampuan yang digunakan Mengenali atau
Mengingat Kembali pengetahuan yang telah
dipelajari sebelumnya berupa istilah, fakta konsep,
prosedur, dan metode.
C2. Memahami  Menggunkan kata operasional Menafsirkan,
Mencontohkan, Mengklasifikasikan, Merangkum,
Menyimpulkan, Membandigkan, atau Menjelaskan.
 Kemampuan yang digunakan berupa
Mengkonstruksi makna dari materi pembelajaran,
termasuk yang diucapkan, ditulis, dan digambar
oleh guru.
C3. Mengaplikasikan  Menggunakan kata operasional Mengeksekusi atau
Mengimplementasi.
 Kemampuan yang digunakan berupa Menerapkan
atau menggunakan prosedur dalam keadaan
tertentu.
C4. Menganalisis  Menggunakan kata operasional Membedakan,
Mengorganisasi atau Mengatribusi.
 Kemampuan yang digunakan berupa Memecah-
mecah materi menjadi bagian-bagian penyusunnya
dan menentukan hubungan-hubungan antarbagian
itu dan hubungan dengan keseluruhan struktur
C5. Mengevaluasi  Menggunakan kata operasional Memeriksa atau
Mengkritik.
 Kemampuan yang digunakan Mengambil
keputusan berdasarkan kriteria dan/atau standar
C6. Membuat  Menggunakan kata operasional Merumuskan,
merencanakan, atau membuat.
 Memadukan bagian-bagian untuk membentuk
sesuatu yang baru atau produk yang orisinil
Subjek penelitian ini adalah berdasarkan indikator tingkat
soal-soal Uji Kompetensi pada Buku kognitif taksonomi Bloom Revisi.
Sekolah Elektronik Matematika 5) Menganalisis kategori puncak
Konsep dan Aplikasinya:untuk kelas kemampuan kognitif.
VII SMP dan MTS, yang ditulis oleh 6) Menghitung jumlah soal untuk
Dewi Nuharini dan Tri Wahyuni, masing-masing tingkat kognitif.
yang diterbitkan Pusat Perbukuan 7) Melakukan analisis persentase
Departemen Pendidikan Nasional soal untuk masing-masing tingkat
(2012) Bab Persamaan dan kognitif.
Pertidaksamaan Linier Satu Variabel 8) Kemudian, persentase tersebut
sebanyak 155 butir. dibandingkan dengan proporsi
Langkah kerja dalam yang mendukung pencapaian
menganalisis adalah sebagai berikut. Kompetensi Dasar
1) Identifikasi soal-soal Uji 9) Membuat kesimpulan dan saran.
Kompetensi Bab Persamaan dan
Pertidaksamaan Linier Satu HASIL DAN PEMBAHASAN
Variabel BSE Matematika.
Buku Sekolah Elektronik
2) Melakukan penyelesaian terhadap
Matematika Konsep dan
soal-soal Uji Kompetensi Bab
Aplikasinya:untuk kelas VII SMP dan
Persamaan dan Pertidaksamaan
MTS ditulis oleh Dewi Nuharini dan
Linier Satu Variabel BSE
Tri Wahyuni dan diterbitkan Pusat
Matematika.
Perbukuan Departemen Pendidikan
3) Mendeskripsikan setiap
Nasional. Pada bab Persamaan dan
kemampuan kognitif yang
Pertidaksamaan Linier Satu Variabel,
digunakan dalam proses
BSE tersebut memuat 155 butir soal.
penyelesaian soal tersebut.
Kompetensi Dasar dalam
4) Menggolongkan tingkat kognitif
pembelajaran Persamaan dan
untuk masing-masing kemampuan
Pertidaksamaan Linier Satu Variabel
kognitif yang muncul dalam
adalah sebagai berikut: (1)
penyelesaian soal tersebut
Menyelesaikan persamaan linear satu

1
8

variabel, (2) Menyelesaikan a. Soal nomor 1, Tentukan


pertidaksamaan linear satu variabel, Kebenaran kalimat berikut.
(3) Membuat model matematika dari b. Soal nomor 2, Jika x adalah
masalah yang berkaitan dengan variabel pada bilangan 3, 6, 9,
persamaan dan pertidaksamaan linear 12, dan 15, tentukan
satu variabel, (4) Menyelesaikan penyelesaian kalimat terbuka di
model matematika dari masalah yang bawah ini.
berkaitan dengan persamaan dan c. Soal nomor 3, Tentukan
pertidaksamaan linear satu variabel. penyelesaian dari kalimat
Keempat kompetensi Dasar tersebut berikut jika variabel pada
diuraikan ke dalam empat belas himpunan bilangan bulat.
tujuan pembelajaran. Terdapat soal- d. Soal nomor 4, Tentukan
soal Uji Kompetensi untuk masing- himpunan penyelesaian kalimat
masing tujuan pembelajaran. 155 terbuka berikut jika x adalah
butir soal pada Bab Persamaan dan variabel pada himpunan A =
Pertidaksamaan Linier Satu Variabel {1,2,3,...,25}
ini, tersebar pada Uji Kompetensi 1
Perintah pada soal nomor 1
sampai Uji Kompetensi 11. Analisis
adalah menentukan nilai kebenaran
tingkat kognitif soal untuk masing-
dari sebuah kalimat. Kalimat yang
masing Uji Kompetensi sebagai
harus ditentukan nilai kebenarannya
berikut.
berjumlah 5 buah. Menyelesaikan
A. Uji Kompetensi 1 soal nomor 1 diperlukan kemampuan
Tujuan pembelajaran pada untuk menentukan sebuah
Kompetensi 1 adalah dapat pernyataan ke dalam kategori
menentukan himpunan penyelesaian pernyataan bernilai benar atau
dari kalimat terbuka. Soal-soal pada pernyataan bernilai salah.
Uji Kompetensi 1 tediri dari 4 nomor Berdasarkan indikator tingkat
soal dengan kalimat perintah sebagai kognitif taksonomi Bloom revisi,
berikut. kemampuan untuk menentukan
sesuatu ke dalam kategori atau
9

golongan tertentu memiliki kata termasuk dalam kategori bilangan


operasional mengklasifikasikan. Kata ganjil. Selanjutnya, disimpulkan
operasional mengklasifikasikan, penyelesaiannya, yaitu himpunan
dengan nama lain mengategorikan nilai-nilai x yang jika disubtitusikan
atau mengelompokkan termasuk ke ke dalam kalimat terbuka, kalimat
dalam tingkat kognitif C2. tersebut menjadi kalimat benar.
Selanjutnya, pada soal nomor Berdasarkan indikator tingkat
2 sampai nomor 4, perintah soal kognitif taksonomi Bloom revisi,
adalah “tentukan himpunan kemampuan untuk mengelompokkan
penyelesaian kalimat terbuka sesuatu ke dalam kategori atau
berikut.” Untuk menentukan golongan tertentu memiliki kata
penyelesaian dari sebuah kalimat operasional mengklasifikasikan.
terbuka, diperlukan kemampuan Kemampuan untuk menarik
untuk mengelompokkan bilangan- kesimpulan dari informasi yang
bilangan yang termasuk dalam diterima memiliki kata operasional
kategori tertentu yang disebutkan menyimpulkan. Kata operasional
dalam kalimat terbuka. Misalnya, x mengategorikan dan menyimpulkan
adalah bilangan ganjil, maka termasuk dalam tingkat kognitif C2.
ditentukan bilangan-bilangan yang
Tabel 2
Penyebaran Tingkat Kognitif Soal Uji Kompetensi 1
C1 C2 C3 C4 C5 C6
1a, 1b, 1c, 1d,
1e, 2a, 2b, 2c,
2d, 2e, 3a, 3b,
3c, 3d, 3e, 3f,
4a, 4b, 4c, 4d
yaitu (1) dapat mengenali persamaan
B. Uji Kompetensi 2 linier satu variabel dalam berbagai
Terdapat dua buah tujuan bentuk dan variabel, (2) dapat
pembelajaran pada Kompetensi 2, menentukan penyelesaian persamaan
10

linier satu variabel dengan cara memenuhi sebagai persamaan


subtitusi. Soal-soal pada Uji linier satu variabel dan yang
Kompetensi 1 tediri dari 2 nomor tidak dan menentukan alasan
soal dengan kalimat perintah sebagai atau sebab dari pengategorian
berikut. tersebut. Kemampuan untuk
a. Soal nomor 1, tentukan yang mengelompokkan sesuatu ke
merupakan persamaan linier dalam kategori atau golongan
satu variabel dan berikan tertentu memiliki kata
alasannya. operasional mengklasifikasikan.
b. Soal nomor 2, tentukan Kemampuan untuk membuat
himpunan penyelesaian model sebab-akibat memiliki
persamaan-persamaan di bawah kata operasional Menjelaskan.
ini dengan cara substitusi, jika Mengklasifikasi dan menjelaskan
peubah (variabelnya) pada termasuk ke dalam tingkat
himpunan bilangan bulat. Soal kognitif C2.
nomor 1 Uji Kompetensi dua Pada soal nomor 2 Uji
meminta untuk menentukan Kompetensi 2, kalimat perintahnya
yang termasuk persamaan linier adalah “tentukan himpunan
satu variabel dan memberikan penyelesaian persamaan-persamaan
alasannya. Untuk di bawah ini dengan cara subtitusi,
menyelesaiakan soal tersebut, jika peubah (variabelnya) pada
harus diingat kembali ciri-ciri himpunan bilangan bulat”.
persamaan linier satu variabel Penyelesaian soal tersebut adalah
atau dapat mengenali langsung dengan menerapkan prosedur
persamaan yang merupakan penyelesaian persamaan linier 1
persamaan linier satu variabel. variabel dengan cara subtitusi untuk
Kata operasional mengenali dan menentukan himpunan
Mengingat kembali tergolong penyelesaiannya. Berdasarkan
tingkat kognitif C1. Langkah indikator tingkat kognitif taksonomi
selanjutnya, dikategorikam Bloom revisi, menerapkan prosedur
persamaan-persaman yang pada tugas yang sudah familier
11

merupakan definisi dari kata tergolong pada tingkat kognitif C3


operasional mengeksekusi dan yaitu mengaplikasikan.

Tabel 3
Penyebaran Tingkat Kognitif Soal Uji Kompetensi 2
C1 C2 C3 C4 C5 C6
1 2a, 2b, 2c,
2d, 2e, 2f,
2g, 2h, 2i,
2j, 2k, 2l,
2m, 2n, 2o

C. Uji Kompetensi 3
Tujuan pembelajaran pada persamaan berikut dengan
Kompetensi 3 adalah dapat mengalikan atau membagi kedua
menentukan bentuk ekuivalen dari ruas dengan bilangan yang
persamaan linier satu variabel sama, jika variabel berada pada
dengan cara kedua ruas ditambah, himpunan bilangan bulat.
dikurangi, dikalikan, atau dibagi Soal nomor 1 dan nomor 2
dengan bilangan yang sama. Kalimat Uji Kompetensi 3 memiliki perintah
perintah untuk masing-masing soal yang hampir sama. Yang berbeda
sebagai berikut. dari kedua soal tersebut adalah cara
a. Soal nomor 1, tentukan penyelesaian yang dikehendaki. Soal
himpunan penyelesaian dari nomor 1 meminta penyelesaian soal
persamaan berikut dengan dengan cara menambah atau
menambah atau mengurangi mengurangi kedua ruas persamaan
kedua ruas dengan bilangan dengan bilangan yang sama,
yang sama, jika variabel berada sedangkan soal nomor 2 meminta
pada himpunan bilangan bulat. penyelesaian dengan cara
b. Soal nomor 2, tentukan mengalikan atau membagi kedua
himpunan penyelesaian dari ruas dengan bilangan yang sama.
12

Kedua cara penyelesaian tersebut persamaan yang ekuivalen, yaitu


merupakan prosedur penyelesaian dengan menambah, mengurangi,
persamaan linier satu variabel mengalikan, atau membagi kedua
dengan menyatakan ke dalam bentuk ruas dengan bilangan yang sama.
persamaan yang ekuivalen. Kemampuan untuk menerapkan
Penyelesaian kedua soal prosedur pada tugas yang sudah
tersebut adalah dengan menerapkan familier memiliki kata operasional
prosedur penyelesaian persamaan mengeksekusi dan tergolong pada
linier satu variabel dengan tingkat kognitif C3 yaitu
menyatakan ke dalam bentuk mengaplikasikan.

Tabel 4
Penyebaran Tingkat Kognitif Soal Uji Kompetensi 3
C1 C2 C3 C4 C5 C6
1a, 1b, 1c,
1d, 1e, 1f,
1g, 1h, 1i,
1j, 2a, 2b,
2c, 2d, 2e,
2f, 2g, 2h,
2i, 2j

D. Uji Kompetensi 4 “Tentukan himpunan


Tujuan pembelajaran pada penyelesaian
Kompetensi 4 adalah dapat persamaan-
menentukan penyelesaian persamaan persamaan berikut
linier satu variabel bentuk pecahan. jika variabel pada
Terdapat 10 nomor soal pada Uji himpunan bilangan
Kompetensi 4, dengan kalimat rasional.”
perintah sebagai berikut.
13

Untuk menentukan Kemampuan untuk menerapkan


penyelesaian persamaan-persamaan prosedur pada tugas yang sudah
yang ada pada soal nomor 1 sampai familier memiliki kata operasional
nomor 10 Uji Kompetensi 4 mengeksekusi dan tergolong pada
diperlukan kemampuan untuk tingkat kognitif ketiga yaitu
menerapkan prosedur penyelesaian mengaplikasikan. Sehingga semua
persamaan linier satu variabel bentuk soal pada uji Kompetensi 4 berada
pecahan sehingga dapat ditentukan pada tingkat kognitif C3.
himpunan penyelesaiannya.

Tabel 5
Penyebaran Tingkat Kognitif Soal Uji Kompetensi 4
C1 C2 C3 C4 C5 C6
1, 2, 3, 4,
5, 6, 7, 8,
9, 10
E. Uji Kompetensi 5 jika variabel pada himpunan
Tujuan pembelajaran pada bilangan rasional.”
Kompetensi 5 adalah dapat
Penyelesaian soal-soal pada
menggambarkan grafik himpunan
uji Kompetensi 5 dilakukan dengan
penyelesaian persamaan linier satu
dengan cara menerapkan prosedur
variabel pada garis bilangan.
penyelesaian persamaan linier satu
Terdapat 10 butir soal pada Uji
variabel dengan menyatakan ke
Kompetensi 5, dengan kalimat
dalam bentuk persamaan yang
perintah sebagai berikut.
ekuivalen, atau dengan cara subtitusi,
“Gambarlah grafik
atau dengan cara menerapkan
himpunan penyelesaian
prosedur penyelesaian persamaan
persamaan-persamaan
linier satu variabel bentuk pecahan
berikut pada garis bilangan
untuk persamaan yang mengandung
suku berbentuk bilangan pecahan.
14

Menerapkan prosedur pada tugas penyelesaian ke dalam noktah (titik)


yang sudah familier memiliki kata pada garis bilangan. Kemampuan
operasional mengeksekusi dan Menangkap informasi yang diperoleh
tergolong pada tingkat kognitif C3 kemudian ditafsirkan ke dalam
yaitu mengaplikasikan. Selanjutnya, bentuk lain memiliki kata
himpunan penyelesaian digambar ke operasional merepresentasikan, atau
dalam bentuk grafik. Untuk dengan nama lain menafsirkan. Kata
menggambar grafik himpunan operasional Menafsirkan tergolong
penyelesaian tersebut, diperlukan pada tingkat kognitif C2 yaitu
kemampuan untuk Memahami. Sehingga kategori
merepresentasikan atau menafsirkan puncak kognitif untuk 10 butir soal
nilai-nilai pada himpunan pada Uji Kompetensi 5 adalah C3.

Tabel 6
Penyebaran Tingkat Kognitif Soal Uji Kompetensi 5
C1 C2 C3 C4 C5 C6
1, 2, 3, 4,
5, 6, 7, 8,
9, 10
Kompetensi 11 dengan kalimat
F. Uji Kompetensi 11 perintah sebagai berikut.
Terdapat dua tujuan a. Soal nomor 1, tentukan luas
pembelajaran pada Kompetensi 11 maksimum persegi panjang
yaitu, (1) dapat membuat model tersebut.
matematika berbentuk b. Soal nomor 2, tentukan luas
pertidaksamaan linier satu variabel minimum layang-layang
dari suatu masalah, (2) dapat tersebut.
menyelesaikan model matematika c. Soal nomor 3, tentukan panjang
suatu masalah yang berkaitan dengan rusuk kubus tersebut.
pertidaksamaan linier satu variabel. d. Soal nomor 4, susunlah
Terdapat 5 butir soal pada Uji pertidaksamaan yang memenuhi
dan selesaikanlah.
15

e. Soal nomor 5, tentukanlah tergolong tingkat kognitif C2. Untuk


ukuran minimum segitiga menyelesaikan pertidaksamaan yang
tersebut. telah diperoleh, digunakan prosedur
Pada soal nomor 1 uji penyelesaian pertidaksamaan linier
kompetensi 11, kalimat perintahnya satu variabel. Kemampuan untuk
adalah “tentukan luas maksimum menggunakan prosedur pada tugas
persegi panjang tersebut”. Langkah yang tidak familier memiliki kata
awal penyelesaian soal tersebut operasional mengimplementasi dan
adalah dengan cara mengingat tergolong tingkat kognitif C3.
kembali rumus keliling persegi Selanjutnya dari himpunan
panjang yaitu kll = 2(p+l). Kata penyelesaian yang telah diperoleh,
operasional mengingat kembali dipilih nilai variabel yang relevan
tergolong tingkat kognitif C1. dengan yang dikehendaki soal, yaitu
Langkah selanjutnya adalah yang akan mencapai nilai maksimum
merepresentasikan kalimat yang ada dari persamaan luas. Memilah suatu
dalam soal ke dalam rumus keliling bagian yang relevan dari tidak
yang berbentuk ketidaksamaan, relevan memiliki kata operasional
4x+10 ≤ 50. Merepresentasikan membedakan. Kata operasional
merupakan nama lain dari kata membedakan tergolong dalam level
operasional menafsirkan dan kognitif C4 yaitu menganalisis.
Tabel 7
Penyebaran Tingkat Kognitif Soal Uji Kompetensi 11
C1 C2 C3 C4 C5 C6
4 1, 2, 3, 5
masing tingkat kognitif sebagai
G. Pembahasan berikut.
Soal-soal pada Uji
Selanjutnya didapatlah
Kompetensi 1 sampai Uji
persentase soal untuk masing-masing
Kompetensi 11 berada pada tingkat
tingkat kognitif sebagai berikut: soal
kognitif C1 sampai tingkat kognitif
C1 sebanyak 5 soal, soal C2
C4 dengan jumlah soal pada masing-
16

sebanyak 48 soal, soal C3 sebanyak adalah 30% untuk tingkat C1 dan C2,
96 soal, soal C4 sebanyak 6 soal. 40% untuk tingkat C3 dan C4, dan
30% untuk tingkat C5 dan C6.
Tabel 17
Hasil analisis menunjukkan
Persentase Soal untuk Masing-
Total persentase soal pada C1 dan C2
masing Tingkat Kognitif
adalah 34,20%. Jika dibandingkan
Tingkat Persentase
dengan proporsi soal hasil analisis
Kognitif
Ketercapaian Kompetensi Dasar,
C1 3,23%
besar persentase ini telah mendekati
C2 30,97%
proporsi soal yang seharusnya.
C3 61,93%
Total Persentase soal pada
C4 3,87%
level C3 dan C4 adalah 65,81 %.
C5 0%
Persentase ini lebih besar dari
C6 0%
proporsi soal yang mendukung
Dari data tersebut, dapat dilihat ketercapain Kompetensi Dasar, yaitu
bahwa terjadi penumpukkan soal 40%. Persentase soal pada level C3
pada tingkat kognitif C3, yaitu adalah sebesar 61,94%, artinya lebih
sebesar 61, 93%. Sedangkan untuk dari setengah jumlah soal menumpuk
tingkat kognitif C1 dan C4 hanya pada level C3.
sebesar 3,23% dan 3,87% saja. Soal-soal pada level kognitif
Selanjutnya, untuk tingkat kognitif C5 dan C6 tidak ditemukan. Padahal,
C5, dan C6, tidak ada soal yang salah satu Kompetensi Dasar adalah
berada pada kedua tingkat kognitif “Membuat model matematika dari
tersebut. Persentase soal-soal yang masalah yang berkaitan dengan
berada pada tingkat kognitif C2 persamaan dan pertidaksamaan linear
adalah sebesar 30,97%. Proporsi satu variabel” . Kata operasional
tersebut belum memenuhi proporsi membuat berada di level C6.
ideal yang mendukung ketercapaian Sehingga, seharusnya bab
Kompetensi Dasar. Berdasarkan persamaan dan pertidaksamaan linier
analisis ketercapaian kompetensi satu variabel memiliki soal uji
dasar, proporsi soal yang mendukung kompetensi pada level soal C6.
17

Masduki dkk (2013) Standar Kompetensi lulusan


menyatakan bahwa kemampuan untuk tingkat satuan pendidikan SMP
matematika siswa Indonesia berada atau sederajat telah menyatakan
pada tingkatan kognitif mengetahui dengan tegas bahwa lulusan tingkat
(knowing) yang merupakan tingkatan pendidikan menengah harus mampu
terendah menurut kriteria tingkatan menunjukkan kemampuan berpikir
kognitif. Siswa Indonesia belum logis, kritis, kreatif dan inovatif, serta
dapat menerapkan pengetahuan dasar kemampuan menganalisis dan
yang dimiliki untuk menyelesaikan memecahkan masalah dalam
masalah (applying), serta belum kehidupan sehari-hari.
mampu memahami dan menerapkan Untuk menghasilkan lulusan
pengetahuan dalam masalah yang yang memiliki kompetensi tersebut,
kompleks, membuat kesimpulan, penilaian harus menuntut
serta menyusun generalisasi pemahaman, aplikasi, analisis,
(reasoning). evaluasi, dan kreativitas sehingga
Fatonah (2005) menyatakan siswa cenderung terbiasa untuk
bahwa rendahnya kemampuan siswa memiliki pengetahuan pada tingkat
pada level kognitif tingkat menengah tersebut. Kemampuan berpikir
dan tinggi berdampak dari tujuan tingkat tinggi ini dapat meningkatkan
pembelajaran dan penilaian yang kemampuan dan keterampilan siswa
dilakukan oleh guru. Penilain Guru (Widodo dan Kardawati, 2013: 162).
hanya menekankan pengenalan atau
PENUTUP
pengingatan kembali fakta-fakta Berdasarkan hasil analisis dan
sehingga siswa terbiasa memiliki pembahasan yang telah diuraikan,
pengetahuan pada level ini saja. soal-soal pada BSE Matematika
Selanjutnya, penulisan buku teks Konsep dan Aplikasinya: untuk kelas
tidak menyertakan soal-soal pada VII SMP dan MTS, yang ditulis oleh
level kognitif yang lebih tinggi Dewi Nuharini dan Tri Wahyuni,
sebagai soal Uji Kompetensi, yang diterbitkan Pusat Perbukuan
dikarenakan terlalu sulit bagi siswa.
Departemen Pendidikan Nasional
(2012), bab Persamaan dan
18

Pertidaksamaan Linier Satu Variabel, hingga C6. Sehingga untuk


berada pada tingkat kognitif C1 mendukung ketercapaian
sampai C4. Soal-soal pada tingkat Kompetensi Dasar dan tujuan
kognitif C3 mendominasi dengan pembelajaran, Uji Kompetensi pada
persentase yang jauh lebih besar Bab persamaan dan Pertidaksamaan
dibandingkan tingkat kognitif Linier Satu Variabel harus memuat
lainnya yaitu 61, 94 %. Sedangkan soal-soal pada level C5 dan C6.
persentase jumlah soal pada tingkat Dapat disimpulkan bahwa buku teks
kognitif C1 hanya sebesar 3,23 %, BSE Matematika tersebut belum
C2 sebesar 30,97%, dan C4 sebesar memuat soal-soal dengan proporsi
3,87%. Tidak ditemukan soal pada yang baik.
tingkat kognitif C5 dan C6. Berdasarkan hasil penelitian
Tidak adanya soal-soal pada yang diperoleh, peneliti
level C5 dan C6 dikarenakan mengemukakan saran sebagai
penilain Guru hanya menekankan berikut.
pada pengenalan atau pengingatan 1) Buku Sekolah Elektronik
kembali fakta-fakta sehingga siswa Matematika Konsep dan
terbiasa memiliki pengetahuan pada Aplikasinya:untuk kelas VII
level ini saja. Selanjutnya, penulisan SMP dan MTS, yang diterbitkan
buku teks tidak menyertakan soal- Pusat Perbukuan Departemen
soal pada level kognitif yang lebih Pendidikan Nasional (2012),
tinggi sebagai soal Uji Kompetensi, dalam penggunaannya sebagai
dikarenakan terlalu sulit bagi siswa. sumber utama pembelajaran,
Kompetensi Dasar dan tujuan diperlukan penambahan soal
pembelajaran persamaan dan pada tingkat kognitif C4, C5,
pertidaksamaan linier satu variabel, dan C6.
dimulai dari mengenali hingga 2) Perlu diadakan penelitian lebih
membuat model persamaan dan lanjut untuk menganalisis
pertidaksamaan linier satu variabel. tingkat kognitif soal-soal pada
Tujuan pembelajaran tersebut Bab lain pada buku tersebut dan
dimulai dari tingkat kognitif C1
19

pada Buku teks lain yang Anderson, L.W. Krathwohl, D. 2010.


Kerangka Landasan untuk
digunakan di Indralaya.
Pembelajaran, Pengajaran,
3) Penulis buku perlu dan Asesment, diterjemahkan
oleh: A. Prihantoro.
memperhatikan bahwa penulisan
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
buku untuk materi ini belum
Marzano, R. 2000. Desain Proyek
memenuhi Standar Kompetensi Efektif: Kerangka Kerja
Lulusan secara utuh, sehingga Kecakapan Berpikir
Taksonomi Baru Marzano.
disarankan untuk memuat United States: Intel Teach
kemampuan berpikir logis, Program and Assessing
Project.
kritis, dan inovatif sesuai yang
BSNP. 2014. Instrumen Penilaian
tertera pada Standar Kompetensi
Buku Teks Pelajaran. Jakarta:
Lulusan. Badan Standar Nasional
Pendidikan.
UCAPAN TERIMAKASIH BSNP. 2014a. Deskripsi Instrumen I
Penilaian Buku Teks
Penulis mengucapkan terima kasih Matematika. Jakarta : Badan
kepada Bapak Prof. Sofendi, M.A., Standar Nasional Pendidikan.

Ph.D., selaku Dekan FKIP UNSRI, Depdikbud. 2013. Peraturan


Bapak Dr. Ismet, M.Si, selaku Ketua Pemerintah No.32 tahun 2013
tentang Standar Nasional
Jurusan Pendidikan MIPA, dan Ibu Pendidikan. Jakarta: Depdikbud.
Dra. Cecil Hiltrimartin, M.Si selaku
Farida, Aryani. Hiltrimartin, Cecil.
Ketua Program Studi Pendidikan 2011. “Pengembangan Lks
Untuk Metode Penemuan
Matematika, yang telah memberi
Terbimbing pada Pembelajaran
kemudahan dalam pengurusan Matematika Kelas Viii Di Smp
Negeri 18 Palembang” dalam
administrasi penulisan skripsi
Jurnal Pendidikan Matematika,
kesempatan pada tim peneliti untuk vol. 5, no.2
melakukan penelitian ini. Fatonah, S. 2005. “Aplikasi Aspek
Kognitif (teori Bloom) dalam
Pembuatan Soal Kimia” dalam
Jurnal Kauni, vol.1, no.2.

Kemendiknas. 2006. Peraturan


DAFTAR PUSTAKA Menteri Pendidikan Nasional
No. 22 Tahun 2006 tentang
20

Standar Isi. Jakarta: Kementrian Sudjana, N. 2004. Penilaian Hasil


Pendidikan Nasional proses Belajar Mengajar.
Jakarta: Rosdakarya.
Kemendiknas. 2008. Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Sudarsyah, Asep. 2013. Manajemen
Nomor 34 Tahun 2008. Jakarta: Implementasi Kurikulum: Sisi
Kementrian Pendidikan Nasional Lain Ujian Nasional.
http://m.kompasiana.com/post/re
Masduki. Subandriah, M.R. Irawan, ad/543693/1/sisi-lain-dari-
D.Y. Prihantoro, A. 2013. un.html. Diakses online 7 Mei
“Level Kognitif soal-soal Pada 2015
Buku Teks Matematika SMP
Kelas VII”, diseminarkan pada Rinawati. Utami, T.H. 2013.”
Seminar Nasional Matematika Analisis Kesesuaian Soal-Soal
dan Pendidikan Matematika Latihan pada Buku Teks
FMIPA UNY, ISBN : 978 – Matematika Sma Kelas X
979 – 16353 – 9 – 4 Dengan Kompetensi Dasar
Berdasarkan Ranah Kognitif
Nasrulloh, A.H. 2011. “Analisis Taksonomi Bloom”, dalam
Tingkat Kognitif Tes Jurnal 425, KNPM V,
Kompetensi pada Buku Sekolah Himpunan Matematika
Elektronik (Bse) Matematika Indonesia
Smp/Mts Kelas IX berdasarkan
Berdasarkan Taksonomi Purwanto, M. N. 2012. Prinsip-
Bloom” Skripsi, Universitas prinsip dan Teknik Evaluasi
Jember. Pengajaran. Jakarta:
Rosdakarya.
Nuharini, D. Wahyuni, T. 2008.
Matematika Konsep dan Widodo, Tri. Kardawati, Sri. 2013.
Aplikasinya untuk SMP/MTS “Higher Order Thinking
Kelas VII. Jakarta: Pusat Berbasis Pemecahan Masalah
Perbukuan Depdiknas. untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Berorientasi
Nurmutia, H.E. 2013. “Analisis Pembentukan Karakter Siswa”
Materi, penyajian, dan Bahasa dalam Cakrawala Pendidikan,
Buku Teks Matematika di th.XXXII, No 1, hlm. 162
Kabupaten Rembang”, Skripsi,
FMIPA Universitas Negeri Zulkardi. 2002. Developing a
Semarang. Learning Environment on
Realistic Mathematics Education
for Indonesian Student Teachers.
Enschede: University of Twente