Anda di halaman 1dari 13

Portofolio

Teknologi Digital

OLEH:

Nama : Sumire Shiny Dartok

Kelas : XII MIA 1

SMA SANTO TARCISIUS


YAYASAN PRAYOGA RIAU
T.P. 2018/2019
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan limpahan rahmat-Nya maka saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan
tepat waktu.

Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah tugas portofolio yang menurut


saya dapat memberikan manfaat bagi kita untuk mempelajari Fisika.

Melalu kata pengantar ini penulis meminta maaf apabila dalam makalah ini
terdapat kekurangan dan penulisan yang kurang tepat atau menyinggung
perasaan pembaca. Kritik dan saran yang pembaca berikan tentunya akan
sangat membantu dalam memperbaiki setiap kesalahan atau kekurangan yang
ada dalam tugas ini.

Dengan ini saya mempersembahkan tugas ini dengan penuh rasa terima kasih
dan semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi tugas ini sehingga dapat
memberikan manfaat.

Ttd

Sumire Shiny Dartok


A. Pengertian Teknologi Digital
Teknologi Digital adalah teknologi yang dilihat dari pengoperasionalannya
tidak lagi banyak menggunakan tenaga manusia. Tetapi lebih cenderung pada
sistem pengoprasian yang serba otomatis dan canggih dengan system
komputeralisasi/format yang dapat dibaca oleh komputer. Teknologi digital
pada dasarnya hanyalah sistem menghitung sangat cepat yang memproses
semua bentuk-bentuk informasi sebagai nilai-nilai numeris. Pada teknologi
analog, gambar dan suara diubah menjadi gelombang radio, maka teknologi
digital menkonversi gambar dan suara menjadi data digital yang terdiri dari
angka 1 dan 0. Dengan teknologi digital ini, gambar yang ditampilkan
memiliki kualitas warna yang lebih natural dan resolusi yang lebih baik, tidak
pecah atau turun kualitasnya jika gambar ditampilkan di layar yang besar.

B. Sinyal Transmisi Data


1. Sinyal Digital
Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi
kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), sehingga tidak mudah
terpengaruh oleh derau, proses informasinya pun mudah, cepat dan akurat,
tetapi transmisi dengan isyarat digital hanya mencapai jarak jangkau
pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya isyarat ini juga dikenal dengan
isyarat diskret.

Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit
merupakan istilah khas pada isyarat digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0)
atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21).
Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan
11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n
bit adalah sebesar 2n buah
Kelebihan Sinyal Digital
Kelebihan informasi digital adalah kompresi dan kemudahan utnuk ditranfer
ke media elektronik lain. Kelebihan ini dimanfaatkan secara optimal oleh
teknologi internet, misalnya dengan menaruhnya ke suatu website atau
umumnya disebut dengan meng – upload. Cara seperti ini disebut online di
dunia cyber.

Beberapa kelebihan dari sistem digital adalah :


 Menawarkan biaya lebih rendah, keandalan (reability) lebih baik, pemakain
ruang yang lebih kecil dan konsumsi daya yang lebih rendah
 Membuat kualitas komunikasi tidak tergantung pada jarak
 Ideal untuk komunikasi data yang semakin berkembang
 Memungkinkan pengenalan layanan-layanan baru
 Menyediakan kapasitas transmisi yang besar
 Kemampuan memproduksi sinyal yang lebih baik dan akurat.
 Mempunyai reliabilitas yang lebih baik (noise lebih rendah akibat imunitas
yang lebih baik).
 Fleksibilitas dan fungsionalitas yang lebih baik.
 Kemampuan pemrograman yang lebih mudah.
 Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang
mengakibatkan informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
 Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi
kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.

Kelemahan Sinyal Digital


Sinyal digital juga mempunyai beberapa kerugian dibandingkan dengan sinyal
analog, bahwa sinyal digital memerlukan bandwidth yang besar. Sebagai contoh,
sebuah kanal suara tunggal dapat ditransmisikan menggunakan single – sideband
AM dengan bandwidth yang kurang dari 5 kHz. Dengan menggunakan sinyal
digital, untuk mentransmisikan sinyal yang sama, diperlukan bandwidth hingga
empat kali dari sistem analog. Kerugian yang lain adalah selalu harus tersedia
sinkronisasi. Ini penting bagi sistem untuk mengetahui kapan setiap simbol yang
terkirim mulai dan kapan berakhir, dan perlu meyakinkan apakah setiap simbol
sudah terkirim dengan benar.

2. Sinyal Analog
Sinyal analog adalah sinyal yang ditransmisikan terus-menerus dengan amplitude
yang bervariasi di antara nilai minimum dan maksimum. Analog : proses
pengiriman sinyal dalam bentuk "gelombang". Untuk lebih gampangnya kata-kata
analog menurut saya adalah "Kontinyu". Contoh adalah jam analog (Dinding)
yang terus menerus melakukan memutar tanpa putus. Isyarat analog adalah istilah
yang digunakan dalam ilmu teknik (terutama teknik elektro, teknik informasi,
dan teknik kendali), yaitu suatu besaran yang berubah dalam waktu atau dan
dalam ruang, dan yang mempunyai semua nilai untuk untuk setiap nilai waktu
(dan atau setiap nilai ruang). Digunakan juga istilah isyarat kontiyu, untuk
menggambarkan bahwa besaran itu mempunyai nilai yang kontinyu (tak terputus).
Contoh isyarat analog adalah isyarat listrik yang dihasilkan oleh peralatan elektrik
non-digital: isyarat suara pada radio konvensional, isyarat gambar (foto) pada
kamera konvensional, isyarat video pada televisi konvensional.

Kelebihan Sinyal Analog


Sinyal analaog memiliki potensi jumlah tak terbatas resolusi sinyal. Dibandingkan
dengan sinyal-sinyal digital, sinyal analog kepadatan tinggi, dapat dilakukan
pengolahan lebih sederhana dibandingkan dengan setara digital. Sinyal analog
dapat diproses secara langsung oleh komponen analog, meskipun beberapa proses
tidak tersedia kecuali dalam bentuk digital
Kelemahan Sinyal Analog
Kelemahan dari teknologi ini adalah tidak bisa mengukur sesuatu dengan cukup
teliti. Karena hal ini disebabkan kemampuan mereka untuk secara konsisten terus
– menerus merekam perubahan yang terus menerus terjadi, dalam setiap
pengukuran yang dilakukan oleh teknologi analog ini selalu ada peluang keragu –
raguan akan hasil yang dicapai, dalam sebuah teknologi yang membutuhkan
ketepatan kordinasi dan ketepatan angka – angka yang benar dan pas, kesalahan
kecil akibat kesalahan menghitung akan berdampak besar dalam hasil akhirnya.
Dan teknologi ini butuh ketepatan dan ketelitian yang akurat, salah satu
bentuknya adalah otak kita.

Perbedaan Sinyal Analog dan Sinyal Digital


Perbedaan Sinyal Analog Sinyal Digital
Defenisi Sinyal analog adalah Sinyal digital adalah
gelombang kontinyu yang gelombang diskrit yang
berubah selama periode membawa informasi
waktu tertentu dalam bentuk biner
Kelebihan Bagus digunakan untuk Bagus digunakan untuk
komunikasi yang lalu komunikasi yang lalu
lintasnya rendah lintasnya tinggi
Gelombang Ditandai dengan Ditandai dengan
gelombang sinus gelombang persegi
Perwakilan Menggunakan berbagai Menggunakan nilai diskrit
nilai yang terus menerus atau diskontinu untuk
untuk mewakili informasi mewakili informasi
Deskripsi Dijelaskan dengan Dijelaskan dengan bit rate
amplitude, periode atau dan interval bit
frekuensi, dan fasa
Jarak Tidak memiliki jangkauan Memiliki jangkauan
tetap terbatas antara 0 dan 1
Distorsi Lebih rentan terhadap Kurang rentan terhadap
distorsi distorsi
Mengirimkan Mentransmisikan data Membawa data dalam
dalam bentuk gelombang bentuk biner missal 0 dan
1
Contoh Suara manusia di udara, Komputer, CD, DVD, dan
perangkat elektronik perangkat elektronik
analog digital lainnya
Teknologi Teknologi analog Bentuk gelombang analog
mencatat bentuk sampel menjadi kumpulan
gelombang sebagaimana angka yang terbatas dan
adanya mencatatnya
Transmisi Data Ditolah memburuknya Bisa menjadi noise-kebal
noise selama transmisi dan tanpa kemunduran selama
menulis/membaca siklus transmisi dan menulis/
membaca siklus
Respon Terhadap Noise Lebih mungkin untuk Kurang terpengaruh
mendapatkan dampak karena respon noise
penurunan akurasi bersifat analog
Fleksibilitas Perangkat keras analog Perangkat keras digital
tidak fleksibel fleksibel dalam
implementasi
Kegunaan Hanya bisa digunakan di Paling cocok untuk
perangkat analog transmisi audio dan video.
Cocok untuk komputasi
dan elektronik digital
Aplikasi Termometer PC, PDA
Bandwith Pengolahan sinyal analog Tidak ada jaminan bahwa
bisa dilakukan secara pemrosesan sinyal digital
waktu sebenarnya dan dapat dilakukan secara
mengkonsumsi bandwith waktu sebenarnya dan
lebih sedikit mengkonsumsi lebih
banyak bandwith untuk
melakukan informasi yang
sama
Memory Disimpan dalam bentuk Disimpan dalam bentuk bit
sinyal gelombang biner
Daya Instrumen analog menarik Instrumen digital menarik
daya besar hanya daya yang dapat di
abaikan
Impedansi Rendah Pesanan tinggi 100
megaohm
Biaya Biaya rendah dan mudah Biaya tinggi dan tidak
di bawa mudah di bawa
Kesalahan Biasanya memiliki skala Bebas dari kesalahan
yang sempit di ujung pengamatan seperti
bawah dan memberikan kesalahan paralaks dan
kesalahan pengamatan aproksimasi
yang cukup besar
Perbaikan Sulit Lebih mudah

C. Bilangan Transmisi Data


1. Bilangan Biner
Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah
sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol
yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem
bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya
ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita
sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam
komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah
komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer,
seperti ASCII, American Standard Code for Information
Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.

20=1, 21=2, 22=4, 23=8, 24=16, 25=32, 26=64, dst.

2. Bilangan Heksadesimal
Bilangan heksadesimal menggunakan 16 digit, mulai dari 0-9, kemudian
10 = A, 11 = B, 12 = C, 13 = D, 14 = E, 15 = F. Bilangan heksadesimal
digunakan dalam komputasi dan menampilkan sebuah byte.

D. Metode Transmisi Data


1. Transmisi Data Analog
Transmisi analog merupakan proses pemindahan sinyal analog tanpa
menhurangi kontennya sama sekali. Sinyal dapat berupa data analog
(misalnya data suara) atau data digital (data keluaran modem).

Contoh sinyal analog adalah sinyal telepon, sinyal televisi, dan sinyal
radio. Sinyal digital memiliki nilai diskrit, contohnya text dan integers.
Gambar 1. Spektrum Akustik pada Suara dan Musik

Audio merupakan contoh sinyal analog. Gambar 1 menjelaskan spektrum


akustik suara manusia dan musik. Suara manusia ditransmisikan dengan
frekuensi sekitar 100Hz – 7kHz. Suara manusia ini memiliki tingkat
densitas suara sekitar 25dB.

2. Transmisi Data Digital


Transmisi digital merupakan proses pemindahan sinyal digital. Sinyal
digital mengandung data dalam bentuk biner. Untuk pengiriman jarak jauh,
transmisi digital memerlukan alat pengulang. Alat pengulang menerima
sinyal digital, memulihkan kembali pola jajaran byte, dan menstransmisi
ulang sinyal yang baru.

Contoh paling umum dari sinyal digital adalah text atau character string.
Informasi yang disajikan dalam bentuk text lebih nyaman untuk
dimengerti oleh manusia. Oleh karena itu, data binary yang ditransmisikan
melalui sinyal digital akan diproses untuk ditampilkan dalam bentuk text.
Data telah dirancang sedemikian rupa sehingga karakter dapat
direpresentasikan oleh pola byte dari data. Digunakan byte parity untuk
menentukan letak kesalahan dalam pengiriman data.

Data digital dapat direpresentasikan dengan data analog dengan


menggunakan modem. Modem mengubah sinyal binary menjadi sinyal
analog dengan melakukan encoding data dalam frekuensi yang
membawanya. Hasil sinyal konversinya menempati spektrum dari
frekuensi tertentu di tengah – tengah frekuensi yang membawanya.
Modem merubah data digital yang berasal dari perangkat komputer
menjadi data analog yang selanjutnya disalurkan melalui kabel telepon.

E. Media Transmisi Data


1. Media Transmisi Guided
Media transmisi guided merupakan media kasat mata untuk
mentransmisikan sekaligus memandu data menuju ke tujuannya. Contoh:
kawat tembaga, kabel pasangan terpilin, kabel koaksil, dan serat optic.

2. Media Transmisi Unguided


Media transmisi unguided merupakan media kasat mata untuk
mentransmisikan data tetapi tidak bertugas sekaligus sebagai pemandu
yang mengarahkan sinyal ke tujuannya. Contoh: Microwave, radio, dan
inframerah.

F. Penyimpanan Data Digital


1. Compact Disc
DVD dapat menyimpan lebih banyak data dan aksesnya lebih cepat
daripada CD karena menggunakan cahaya laser yang panjang
gelombangnya lebih pendek.

2. Pita Magnetik
Pita magnetic menyimpan data dalam bentuk analog dan perekaman data
dilakukan secara sekuensial sehingga untuk mengakses data yang
kebetulan terletak di tengah, drive terpaksa harus memutar gulungan pita
hingga head mencapai tempat data tersebut.

3. Floppy Disk ( Disket)


Floppy disk, menyerupai kaset yang menggunakan perekaman magnetic.

4. Flash Disk
Flash disk adalah alat penyimpan data eksternal yang saat ini paling
popular digunakan untuk menyimpan data.

5. Kartu memori
Memory card adalah suatu alat penyimpan data digital seperti gambar
digital, berkas digital, suara digital, dan video digital.

Keuntungan alat penyimpan digital:


1. Kapasitas penyimpan datanya adalah besar dalam peralatan digital.
2. Akses ke data tertentu yang disimpan adalah cepat.
3. Perbaikan data yang cepat.
4. Penyimpannya dapat diandalkan
5. Data yang disimpan dapat dikopi atau dihapus dengan mudah.
6. Data dapat diproses dan dimanipulasi oleh sebuah computer.