Anda di halaman 1dari 6

I.

Pengukuran

I. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan massa jenis zat
padat.
II. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam perobaan ini, yaitu:
1. Jangka sorong
2. Neraca
3. Balok kayu
III. Pelaksanaan percobaan
Adapun pelaksanaan perobaan pengukuran ini, yaitu:
1. Ukurlah panjang, lebar, dan tinggi balok dengan meletakkan balok
sedemikian sehingga balok dapat terjepit oleh dengan baik oleh
jangka sorong.
2. Kemudian perhatikan angka yang tertera pada skala utama jangka
sorong.
3. Selanjutnya perhatikan angka yang tertera pada skala nonius jangka
sorong.
4. Setelah itu, hitunglah volume balok dengan menggunakan rumus:

𝑉=𝑃𝑥𝑙𝑥𝑡

5. Timbanglah massa bola dengan neraca yang terlebih dahulu neraca


harus terkalibrasi.
6. Hitunglah massa jenis balok menggunakan rumus:

𝜌 = 𝑚/𝑉

IV. Data Pengamatan


Adapun data yang kami dapatkan berdasarkan hasil pengamatan sebagai
berikut:
Massa Panjang Lebar Tinggi Volume Massa jenis
No.
(gram) (cm) (cm) (cm) (cm) (gr/cm3)
𝑚
𝜌=
𝑉
1 12,05 3,5 2,135 3,43 25,63
12,05
= 0,47
25,63

V. Pembahasan
Dalam praktikum pengukuran massa jenis pada benda padat ini
digunakan dua buah alat ukur yaitu neraca dan jangka sorong. Neraca
dalam praktikum ini digunakan sebagaimana fungsinya untuk
menimbang massa dari sebuah balok kayu yang terlebih dahulu neraca
tersebut terkalibrasi dengan baik agar hasil pengukuran yang didapatkan
akurat. Massa Yang didapatkan dari penimbangan balok kayu yaitu 12,
05 gram.
Jangka sorong secara umum digunakan untuk mengukur jarak,
kedalaman, maupun diameter dalam suatu objek dengan tingkat akurasi
dan presisi yang sangt baik (±0,05 mm). Dalam percobaan ini jangka
sorong digunakan untuk mengukur panjang, lebar, dan tinggi dari balok
kayu tersebut. Sesuai dengan tujuan dari pecobaan ini yaitu untuk
menentukan massa jenis benda padat. Maka untuk mendapatkan massa
jenis dari benda padat tersebut dalam hal ini yang dimaksud adalah
balok kayu, terlebih dahulu menentukan volume balok kayu yang telah
di timbang menggunakan neraca dan di ukur panjang, lebar, dan
tingginya menggunakan jangka sorong. Sesuai dengan rumus
mementukan volume suatu balok:
𝑉=𝑃𝑥𝑙𝑥𝑡
𝑉 = 3,5 𝑐𝑚 𝑥 2,135 𝑐𝑚 𝑥 3,43 𝑐𝑚
𝑉 = 25,63𝑐𝑚3
Dari hasil perkalian antar panjang, lebar, dan tinggi yang didapatkan
dalam pengukuran menggunakan jangka sorong menghasilkan volume
sebesar 25,63 cm3. Untuk mendapatkan massa jenis dari balok tersebut
dengan cara membagi antar massa yang didapatkn dari hasil
penimbangan menggunakan neraca dengan volume dari balok tersebut.
Secara matematis persamaan massa jenis dapat ditulis sebagai berikut:
𝑚
𝜌=
𝑉
12,05 𝑔𝑟𝑎𝑚
𝜌=
25,63 𝑐𝑚3
𝜌 = 0,47 𝑔𝑟/𝑐𝑚3
Maka massa jenis balok yang digunakan dalam percobaan ini yaitu
sebesar 0,47 gr/cm3.
VI. Kesimpulan
Dari Perobaan tersebut dapat kesimpulan bahwa massa jenis suatu
benda padat dapat ditentukan dengan mengukur panjang, lebar, dan
tinggi dari benda tersebut menggunakan alat ukur panjang. Selain ketiga
faktor tersebut, massa juga berpengaruh dalam penentuan massa jenis
suatu benda. Pengukuran massa menggunakan neraca dengan baik dan
teliti merupakan salah satu faktor ketepatan hasil massa jenis suatu
benda. Massa jenis atau rapat massa merupakan sebuah besaran turunan
yang diperoleh dengan membagi massa benda dengan volumnya.
II. Pipa U
I. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan massa jenis zat air.
II. Alat dan bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam perobaan ini, yaitu:
1. Pipa U
2. Penggaris
3. Gelas kimia
4. Zat cair (Air, Oli, dan Minyak Kelapa).
III. Pelaksanaan percobaan
Adapun pelaksanaan perobaan pengukuran ini, yaitu:
1. Isilah pipa U dengan air secukupnya
2. Tuangkan zat cair oli dan minyak kelapa secara bergantian pada pipa U
yang telah berisi air pada salah satu mulut pipa U dan ukur tinggi dari
oli tersebut.
3. Kemudian, ukur juga beda tinggi permukaan air pada kedua mulut pipa
U.
4. Hitung massa jenis zat cair dengan rumus sebagai berikut:
𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑖𝑟. ℎ𝑧𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑖𝑟 = 𝜌𝑎𝑖𝑟. ℎ𝑎𝑖𝑟

5. Lakukan percobaan yang sama sebanyak tiga kali untuk setiap zat cair.
IV. Data Pengamatan
Adapun data yang kami dapatkan berdasarkan hasil pengamatan sebagai
berikut:
Tinggi zat cair pada
Massa jenis (gr/cm3)
Nama Zat Cair percobaan
1 2 3 1 2 3
Air 2,7 cm 4,8 cm 6,3 cm 1 1 1
Oli 3 cm 5,6 cm 6,7 cm 0,9 0,8 0,9
Air 2,8 cm 4 cm 6,2 cm 1 1 1
Minyak kelapa 3 cm 4,3 cm 6,8 cm 0,9 0,9 0,9
V. Pembahasan
Pada percobaan ini bertujuan untuk menentukan massa zat cair air
atau yang disering disebut dengan fluida. Percobaan ini, dilakukan jenis
percobaan pipa u dengan menggunakan oli dan minyak kelapa. Oli
merupakan zat kimia, yang umumnya cairan, yang diberikan diantara
dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Zat ini merupakan
fraksi hasil destilasi minyak bumi yang memiliki suhu 105-135 derajat
Celsius. Pada percobaan ini pipa u diisi dengan zat air air dan kemudian
pada salah satu mult tabung diisi dengan zat cair oli , hal ini berfugsi
untuk mendapatkan beda ketinggian pada kedua zat cair. Perbedaan
ketiinggian zat cair ini merupakan factor dari penentuan massa jenis
suatu zat cair. Secara matematis persamaan untuk mendapatkan massa
jenis zat cair sebagai berikut:

𝐹
𝑃=
𝐴
𝑚. 𝑔
𝑃=
𝐴
𝜌. 𝑉. 𝑔
𝑃=
𝐴
𝜌 (𝑝 𝑥 𝑙 𝑥 ℎ). 𝑔
𝑃=
(𝑝 𝑥 𝑙)
𝑃 = 𝜌. 𝑔. ℎ
Jadi untuk perbandingan dua buah zatcair dapat ditentukan
menggunakan persamaan berikut:

𝑃𝑧𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑖𝑟 = 𝑃𝑎𝑖𝑟

𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑖𝑟 . 𝑔. ℎ𝑧𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑖𝑟 = 𝜌𝑎𝑖𝑟 . 𝑔. ℎ𝑎𝑖𝑟


𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑖𝑟 . ℎ𝑧𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑖𝑟 = 𝜌𝑎𝑖𝑟 . ℎ𝑎𝑖𝑟
Penggunaan persamaan tersebut menghasilkan data massa jenis
yang sama dalam tiga kali penambahan. Hal ini telah sesuai dengan
teori.
𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑖𝑟 . ℎ𝑧𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑖𝑟 = 𝜌𝑎𝑖𝑟 . ℎ𝑎𝑖𝑟
ℎ𝑎𝑖𝑟
𝜌𝑧𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑖𝑟 = 𝑥 𝜌𝑎𝑖𝑟
ℎ𝑧𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑖𝑟

VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan maka dapat disimpulkan bahwa
penentuan massa jenis suatu jenis zat cair atau fluida menggunakan
percobaan pipa u dengan zat air oli dan minyak kelapa. Massa jenis zat
cair oli dan minyak kelapa dalam tiga kali percobaan adalah 0,9 gr/cm3.