Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang dituangkan dalam GBHN, maka
diperlukan suatu sistem pendidikan yang benar-benar mantap sebagai tolak ukur untuk
menghadapi era globalisasi. Reformasi di bidang pendidikan sangat penting, karena dengan
pendidikan yang berkualitas, akan dihasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pula.
Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Profesi Guru
Pra Jabatan serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 9 Tahun 2010 tentang
Program Pendidikan Profesi Guru bagi Guru dalam Jabatan, menegaskan bahwa guru
merupakan jabatan profesional yang wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi,
sertifikasi pendidik, tujuan pendidikan nasioanl. Dengan demikian, guru memiliki peranan
strategis dalam peningkatan mutu pendidikan.
Terkait dengan hal tersebut di atas, dalam upaya meningkatkan mutu guru
sebagaimana diamanatkan UU No. 14 Tahun 2005 dan PP 74 Tahun 28, guru harus
berkualifikasi akademik minimal S-1/D-IV dan wajib memiliki sertifikat pendidik yang
diperoleh melalui pendidikan profesi.
Pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjana yang
mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian
khusus (UU No 20/2003). Sedangkan Program PPG Prajabatan Pasca SM-3T merupakan
Program Pendidikan Profesi Guru bagi sarjana pendidikan diawali dengan penugasan
pengabdian di daerah 3T selama satu tahun sebagai prasyarat untuk menjadi pendidik
profesional.
Peserta PPG Prajabatan Pasca SM-3T adalah mereka yang memiliki kualifikasi
akademik sarjana pendidikan yang sesuai dengan Program PPG. Struktur kurikulum PPG
SM-3T adalah workshop pengemasan/ pengembangan perangkat pembelajaran yang diawali
dengan penguatan substansi materi yang akan diajarkan, disertai dengan peer teaching, dan
dilanjutkan dengan PPL.
Praktik Penglaman Lapangan (PPL) adalah salah satu rangkaian kegiatan yang sudah
tercantum dalam kurikulum PPG Prajabatan Pasca SM-3T. PPL itu sendiri terintegrasi
dalam kurikulum pendidikan, khususnya program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang kami ikuti berlokasi di SMA Negeri 1
Semarang yang diharapkan dapat mengembangkan dan mendapatkan pengalaman baru
dalam proses pendidikan terhadap calon-calon tenaga pendidik profesional.

B. Profil Sekolah Mitra


Profil sekolah mitra yang menjadi bahasan dalam laporan meliputi kondisi fisik
sekolah dan keadaan lingkungan sekolah tempat PPL. Adapun penjelasan keduanya sebagai
berikut.
1. Kondisi Fisik Sekolah
Sekolah mitra yang menjadi lokasi PPL adalah SMA Negeri 1 Semarang. SMA
Negeri 1 Semarang atau lebih dikenal dengan SMANSA Semarang, merupakan salah
satu sekolah menengah atas negeri favorit yang ada di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Terletak di Jalan Taman Menteri Supeno No. 1, Mugassari, Semarang Selatan, Kota
Semarang.
Tabel Profil Lokasi SMA Negeri 1 Semarang 2017
No Kelompok Jumlah Luas (m2)
TANAH
A Luas Tanah 1 15.713
Lapangan Upacara + Olahraga 1 1000
BANGUNAN
B
Luas Bangunan 42 3.729
1 Ruang Administrasi
Ruang Kepala Sekolah 1 24
Ruang Guru 1 96
Ruang Tata Usaha 1 48
Ruang BP/BK dan konseling 1 72
Ruang Bendahara 1 15
Ruang Humas
Ruang Kurikulum
Ruang Sarana 1 40
Ruang Kesiswaan
Ruang Tamu
2 Ruang Penunjang
Ruang Perpustakaan 1 144
Aula 1 40
Ruang Koperasi 1 12
Ruang STP2K 1 8
Ruang UKS 1 8
Ruang OSIS/Pramuka 1 20
Ruang Satpam 1 9
Masjid 1 108
No Kelompok Jumlah Luas (m2)
Kamar Mandi/WC Kepsek dan Guru 3 18
Kamar Mandi/WC Siswa 16 96
Gudang + Gudang OR 3 18
Dapur 1 12
Ruang Green House 1 38
3 Ruang Teori
Ruang Kelas 24 1.658
4 Laboratorium
Laboratorium Bahasa 1 140
Laboratorium Biologi 1 140
Laboratorium Kimia 1 144
Laboratorium Fisika 1 144
Laboratorium Komputer 1 72
5 Ruang Parkir Guru + Siswa 4 380

2. Keadaan Lingkungan Sekolah/Tempat Latihan


Keadaan lingkungan sekolah tempat praktikan mengajar terbagi ke dalam batas
sekolah dan bangunan yang terdapat di lingkungan sekolah. Adapun rinciannya sebagai
berikut.
a) Batas Sekolah
SMA Negeri 1 Semarang berbatasan langsung dengan:
a. Sebelah barat, pemukiman penduduk;
b. Sebelah timur, Taman KB, Kantor pemerintahan;
c. Sebelah selatan, Pertokoan, kantor pemerintahan;
d. Sebelah utara, SMK N 8 Semarang, SMK N 7 Semarang dan Stikubank;
b) Kondisi Lingkungan Sekolah
Dilihat dari kondisi lingkungan sekolahnya meliputi beberapa aspek, sebagai
berikut:
a. Tingkat Kebersihan Sekolah
Dari segi kebersihan sekolah, pihak SMA Negeri 1 Semarang sudah melakukan
program yang mendukung kebersihan sekolah. Penerapan nilai-nilai kebersihan juga
terlihat dari pengadaan tempat sampah yang dibagi menjadi sampah organik dan
anorganik. Ditinjau dari tingkat kebersihan kamar mandi siswa bisa dikatakan sudah
bersih dan bebas dari bau tidak sedap. Kamar mandi dipisahkan antara kamar mandi
putra dan putri dengan jumlah yang mencukupi. SMA Negri 1 Semarang juga adalah
juara sekolah adiwiyata tingkat provinsi Jawa Tengah.
b. Tingkat Kebisingan Sekolah
Letak SMA Negeri 1 Semarang yang berada di pinggir jalan dan di lingkungan
perumahan ternyata tidak berpengaruh besar terhadap tingkat kebisingan. Tingkat
kebisingan rendah ini dikarenakan halaman SMA Negeri 1 Semarang sangat luas,
sehingga letak ruang kelas menjorok kedalam menjauhi jalan raya.
c. Sanitasi Sekolah
Sanitasi di lingkungan sekolah seperti saluran air sudah cukup baik. Selain itu di
kantin juga diberikan washtafel untuk mencuci tangan baik sesudah
maupun sebelum makan. Juga terdapat beberapa washtafel di sekitar taman di
dalam sekolah. Namun selokan di depan kantin sekolah masih agak terlihat jorok
dan bau. Untuk saluran pembuangan saluran AC ditempatkan dibelakang gedung
sekolah.
d. Jalan Penghubung dengan Sekolah
Jalan penghubung menuju sekolah mudah untuk dijangkau karena letak
sekolah yang strategis, sehingga cukup mudah untuk dijangkau dengan
menggunakan menggunakan transportasi, baik yang menggunakan kendaraan
pribadi maupun kendaraan umum. Di sebelah sekolah juga terdapat halte BRT yang
memudahkan siswa untuk naik dan turun BRT. Jalan di sekitar sekolah juga halus
dan tidak berlubang serta cukup lebar jadi tidak berbahaya bagi siswa, terutama
yang mengendarai motor.
e. Masyarakat Sekitar
Masyarakat sekitar SMA Negeri 1 Semarang adalah warga yang tinggal di
pemukiman sekitar dan lingkungan sekolah, serta para pekerja di gedung
perkantoran dan pedagang kaki lima di sekeliling Taman KB (depan SMA Negeri
1 Semarang).
BAB II
ANALISIS SITUASI DAN POTENSI

Analisis situasi dan potensi di SMA Negeri 1 Semarang meliputi kondisi fasilitas
sekolah, interaksi antarwarga sekolah.
A. Fasilitas Sekolah
SMA Negeri 1 Semarang mempunyai fasilitas-fasilitas yang cukup baik dan lengkap.
Berikut ini adalah fasilitas-fasilitas yang ada di SMA Negeri 1 Semarang.
1. Ruang Kepala Sekolah
Ruangan kepala sekolah digunakan kepala sekolah untuk pusat kegiatan dalam hal-
hal yang berhubungan dengan kedinasan. Ruangan kepala sekolah di SMA
Negeri 1 Semarang terletak di bagian gedung depan yang terpisah dengan ruang
guru. Fasilitas ruang kepala sekolah dilengkapi dengan set meja kerja, AC, Ruang
Tamu, Simbol-simbol kenegaraan, kulkas, lemari, dan piala-piala.
2. Ruang Wakil Kepala Sekolah
Ruang wakil kepala sekolah terletak tepat di samping ruang kepala sekolah. Fasilitas
dalam ruang wakil kepala sekolah meliputi meja sesuai bagian wakil kepala sekolah
seperti kurikulum, kesiswaan, sarpras, dan penjaminan mutu sekolah. Ada juga
fasilitas penunjang seperti AC dan lemari besi berbentuk segiempat yang tertata rapi
mengelilingi ruangan.
3. Ruang Guru
Ruang guru (Teacher Room) terletak di sebelah utara parkir siswa dan di sebelah
selatan kantin sekolah. Di dalam ruang guru terdapat peralatan kantor serta
perlengkapan kantor yang mendukung aktivitas guru dalam menjalankan tugas dan
kewajibannya. Ruang guru dilengkapi dengan set meja kursi, tempat ibadah, kamar
mandi, LCD, proyektor, dispenser, loker, dan lemari.
4. Ruang Tata Usaha
Ruang tata usaha berfungsi sebagai pusat administrasi sekolah. Ruang tata usaha
berada di sebelah timur aula kecil. Fasilitas ruangan ini dilengkapi dengan ruang
tamu, kamar mandi, ruang meeting, tempat ibadah, AC, komputer, dan TV.
Selain ruang tata usaha, ada juga ruang SPP untuk para siswa membayar uang
sekolah dan ruang material yang berisi material penunjang pembelajaran, seperti
spidol, tinta, kertas, dsb. 3. Ruang OSIS berada di sebelah kelas X MIPA 6 yang
berfungsi sebagai pusat pengembangan kegiatan siswa dalam beorganisasi.
5. Perpustakaan
Ruang perpustakaan terletak di sebelah barat ruang guru. Di dalam perpustakaan
terdapat rak buku, komputer, TV, meja kursi, buku, AC, ruang membaca di lantai
dua, dan meja tamu.
6. Ruang BP/BK
Ruang BK SMA Negeri 1 Semarang terletak di lantai dua atas ruang TU. Ruang
Bk digunakan untuk tempat bagi para siswa yang membutuhkan bimbingan dan
konseling dari pihak guru BK.
7. Ruang Aula
Ruang aula merupakan ruang serbaguna yang digunakan oleh warga di SMA
Negeri 1 Semarang. Terdapat dua aula, yaitu Aula Kecil dan Aula Besar. Aula Kecil
berdekatan dengan UKS, biasanya digunakan untuk rapat siswa dan sosialisasi
berskala kecil. Sedangkan Aula Besar berdekatan dengan lapangan basket dan
lapangan sepak bola. Aula Besar digunakan untuk acara-acara besar seperti rapat
komite dan latian aubade se- kota Semarang. Aula Besar juga sering digunakan
untuk kegiatan olahraga, misalnya badminton dan senam lantai, serta untuk kegiatan
ekstrakulikuler, seperti karawitan dan cheersleaders. Kapasitas ruang ini belum
mencukupi untuk menampung seluruh warga sekolah
8. Kantin
Kantin sekolah terletak di pojok belakang sebelah ruang guru. Terdapat empat warung
yang biasa digunakan siswa maupun guru untuk makan. Ketiga kantin tersebut
berjejer saling bersampingan.
9. Ruang Kelas
Ruang kelas di SMA Negeri 1 Semarang terdapat 42 ruang dengan rincian dan kondisi
perlengkapan ruang yang cukup memadai.
10. Lapangan
Lapangan SMA Negeri 1 Semarang terletak di depan masjid dan aula besar. Lapangan
biasanya digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperti upacara, olahraga,
ekstrakulikuler, dsb.
11. Masjid
Masjid SMA Negeri 1 Semarang terletak di sebelah barat lapangan sepak bola. Di
samping masjid terdapat ruangan yang biasa digunakan untuk kegiatan rohani bagi
siswa yang beragama islam dan kegiatan belajar agama.
12. Tempat Parkir
Tempat Parkir di SMA Negeri 1 Semarang terdapat 4 lokasi dimana antara guru,
siswa dan tamu tempat parkirnya terpisah. Tempat parkir siswa berada di depan ruang
kurikulum dan ruang guru, ada juga di depan Ruang UKS. Sedangkan tempat parkir
guru berserta karyawan di depan TU. Untuk parkir tamu di depan sebelah kanan
gerbang.
13. Laboratorium
Laboratorium SMA Negeri 1 Semarang terdiri dari laboratorium bahasa 1 ruang,
laboratorium komputer 2 ruang, laboratorium biologi 2 ruang, laboratorium kimia 1
ruang, dan laboratorium fisika 1 ruang. SMA Negeri 1 Semarang memiliki lahan yang
cukup luas. Pembagian pemakaian ruang laboratorium didasarkan pada pembagian
jam pelajaran.
14. Koperasi
Koperasi yang ada di SMA Negeri 1 Semarang terletak di sebelah. Di koperasi ini
terdapat beberapa kebutuhan siswa, seperti : pensil, buku, bolpoin, seragam, dll.
15. Toilet
Toilet di SMA Negeri 1 Semarang antara siswi, siswa atapun guru dan karyawan
terpisah. Toilet siswi terletak di sebelah utara parkir siswa, toilet siswa berada di
samping kelas XI sedangkan toilet guru terletak di sebelah timur ruang Guru.
16. UKS
UKS di SMA Negeri 1 Semarang merupakan fasilitas penunjang yang disediakan
bagi warga SMA Negeri 1 Semarang yang kondisi tubuhnya kurang sehat disediakan
UKS untuk istirahat. UKS di SMA Negeri 1 Semarang memiliki luas 25 m2. Di dalam
UKS ini terdapat obat-obatan yang bisa membantu siswa yang kondisinya kurang
sehat dengan dilengkapi dengan tabung oksigen, kasur yang jumlahnya banyak dan
nyaman, ber-AC, terdapat kamar mandi, dll.
17. Lapangan Upacara
Terdapat lapangan upacara yang luas disekeliling SMA Negeri 1 Semarang yang
digunakan sebagai upacara, senam ataupun kegiatan lainnya.
18. Ruang Agama
Ada tiga ruang agama, yaitu agama Islam, Katolik dan Kristen
19. Ruang Seni
Terdapat satu ruang seni, yang digunakan untuk pembelajaran kesenian dan satu
ruang musik, biasanya digunakan siswa yang mengambil ekstrakulikuler band.
20. Ruang Fitnes
Ruang fitnes berada di belakang lapangan basket.
21. Pos Satpam
Pos satpam/ keamanan berada di halaman depan sekolah sebelah pintu gerbang,
terdapat 2 set meja kursi, tv, papan penguman, dan buku tamu yang
disediakan bagi para tamu untuk mengisi buku tamu ketika berkunjung ke SMA
Negeri 1 Semarang.

B. Penggunaan Sekolah
Gedung SMA Negeri 1 Semarang yang terletak di Jalan Taman Menteri
Supeno No. 1 Semarang tidak hanya digunakan untuk KBM semata, namun juga
dapat digunakan oleh pihak lainnya untuk melaksanakan berbagai kegiatan tertentu,
seperti wisuda SMA/Yayasan, Dinas Pendidikan, dan Dispora. Sedangkan untuk
pembagian jam KBM di SMA Negeri 1 Semarang hanya ada 5 hari kerja sesuai
dengan ketentuan dari pemerintah. Pembelajaran di SMA Negeri 1 Semarang
dimulai pukul 07.00-15.30 WIB, kecuali pada hari jum’at KBM dimulai pukul
07.00-11.30 WIB, namun jam kerja guru sesuai dengan peraturan gubernur yaitu
sampai pukul 15.30.

C. Keadaan Guru dan Siswa


a. Tenaga Pendidik (Guru)
SMA Negeri 1 Semarang didukung oleh tenaga pendidik yang
berpengalaman dibidang masing-masing. Terkait prestasi, para pendidik di sekolah
ini telah banyak yang sukses membawa peserta didiknya menjuarai beragam
kompetisi baik akademik maupun non akademik di tingkat lokal dan nasional.

8
b. Peserta Didik (Siswa)
Banyak peserta didik SMA Negeri 1 Semarang yang mampu menjuarai
berbagai event perlombaan baik skala lokal maupun nasional. Sekolah ini
memberikan pelayanan penunjang untuk membentuk karakter peserta didik serta
mengembangkan bakat yang mereka miliki. Pelayanan yang diberikan sekolah
kepada para peserta didiknya antara lain adalah, bimbingan konseling;
pembelajaran indoor/outdoor; parent teacher. SMA Negeri 1 Semarang juga
memiliki program tambahan dibidang keagamaan antara lain: pelaksanaan sholat
dhuhur, ashar, serta sholat jum’at secara berjama’ah; mengisi kotak infaq di kelas
dan di masjid; berdo’a setiap mengawali dan mengakhiri kegiatan belajar.
Kegiatan rutin lain yang dilakukan untuk membentuk kedisiplinan dan
kepedulian peserta didik adalah pengibaran bendera merah putih dan setiap pagi
serta upacara bendera setiap hari senin maupun upacara-upacara lain dalam
memperingati hari besar nasional, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
setiap pagi sebelum memulai kegiatan pembelajaran; kerja bakti membersihkan
lingkungan sekolah; membiasakan peserta didik untuk membuang sampah pada
tempat yang sudah disediakan, dimana para guru berkewajiban untuk
mengingatkan/menegur peserta didik apabila kelas kotor, dan sampah berserakan.
Sekolah ini juga menyediakan beragam kegiatan ekstakurikuler antara lain
pramuka, pecinta alam, rebana, BTA, rohis, PMR, seni tari, KIR, jurnalistik,
olahraga (atletik, basket, sepak bola, volley, dll.), paduan suara dan lain-lain.
Peserta didik dapat memilih kegiatan-kegiatan tersebut sesuai minat mereka
sehingga bakat yang mereka miliki dapat semakin dikembangkan.

D. Interaksi Sosial
Interaksi sosial dipaparkan sebagai berikut.
1. Kepala Sekolah dengan Guru
Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab pelaksana pendidikan sekolah,
termasuk di dalamnya penanggung jawab pelaksanaan administrasi sekolah. Selain itu
dalam kehidupan lingkungan sekolah, Kepala Sekolah juga berinteraksi dengan warga
sekolah, salah satunya adalah guru. Dalam interaksi dengan guru, Kepala Sekolah
SMA Negeri 1 Semarang sudah baik. Kepala Sekolah tidak hanya berada di ruang

9
Kepala Sekolah saja namun juga ke ruang guru, BP/BK, maupun ruang Tata Usaha
serta kantin. Dengan demikian dapat dilihat keakraban Kepala Sekolah dengan guru.
Keakraban Kepala Sekolah dengan guru tersebut dapat meningkatkan mutu dan
kualitas sekolah. Karena adanya interaksi Kepala Sekolah dengan Guru yang baik
maka program kegiatan yang telah disusun akan terlaksanan dengan kompak dan
sejalan sesuai dengan visi dan misi sekolah.
2. Guru dan Guru
Interaksi guru dan guru yang terjalin di SMA Negeri 1 Semarang sudah
tergolong baik. Hal ini terlihat dari hangatnya antarguru etika saling bertemu satu sama
lain. Selain itu, interaksi yang baik juga terlihat dari kekompakan guru ketika
menjalankan tugas bersama dalam program sekolah.
3. Siswa dan Siswa
Warga sekolah selain kepala sekolah dan guru adalah siswa. Tidak ada siswa
berarti tidak ada sekolah. Sejauh ini interaksi antar siswa di SMA Negeri 1 Semarang
cukup baik walaupun terkadang terdapat konflik. Namun hal ini masih dalam taraf
kewajaran. Interaksi siswa juga dapat dilihat pada keikutsertaan siswa dalam
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan sejumlah organisasi siswa lainnya. Dalam
organisasi tersebut siswa dapat saling mengenal, memahami, serta bekerja sama dalam
berbagai hal, misalnya dalam kegiatan yang dilakukan oleh Dewan Ambalan yang
mengikutsertakan OSIS, PMR, ROHIS, dan beberapa organisasi siswa lainnya.
4. Guru dan Siswa
Interaksi antara guru dengan siswa di SMA Negeri 1 Semarang sudah terjalin
dengan baik. Hal ini dapat dilihat dengan adanya siswa yang datang ke ruang guru
untuk konsultasi masalah pelajaran atau masalah pribadi. Selain pada guru yang
dipercaya (guru mata pelajaran), ada juga siswa yang berkonsultasi pada guru BP/BK.
Peran guru selain mengajar juga sebagai pendidik serta sebagai orang tua siswa selama
di sekolah.
5. Guru dengan Staf Tata Usaha
Guru selain berinteraksi dengan kepala sekolah, guru lain, dan siswa, juga
berinteraksi dengan staf tata usaha. Interaksi guru dengan staf tata usaha di SMA
Negeri 1 Semarang sudah terjalin dengan baik, walaupun ruangan guru dengan staf
berbeda. Staf tata usaha tidak hanya berada di ruangannya saja, tetapi juga berkunjung

10
ke ruang guru. Sebaliknya guru juga berkunjung ke ruang tata usaha bila tidak sedang
mendapat tugas. Hubungan yang demikian dapat memberikan efek yang baik bagi
program sekolah serta kemajuan sekolah.
6. Hubungan secara Keseluruhan
Secara keseluruhan hubungan antarwarga sekolah di SMA Negeri 1 Semarang
sudah terjalin dengan baik. Hal ini terlihat pada keakraban seluruh komponen sekolah
SMA Negeri 1 Semarang yaitu antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru,
siswa dengan siswa, dan guru dengan staf tata usaha lainnya.

E. Bidang Pengelolaan dan Administrasi


a) Motto, visi, misi dan tujuan sekolah
 Motto
Motto yang dimiliki oleh SMA Negeri 1 semarang adalah prima dalam prestasi,
santun dalam perilaku (excellent in achivement and polite in behavior).
 Visi
Visi yang dimiliki oleh SMA Negeri 1 Semarang adalah “Sekolah sebagai
pusat keunggulan imtaq dan iptek berwawasan lingkungan serta mampu
bersaing di era global selaras dengan kepribadian nasional”.
 Misi
Adapun misi SMA Negeri 1 Semarang untuk mendukung tercapainya visi
adalah sebagai berikut.
1. Melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan akhlak mulia yang
berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Melaksanakan pembelajaran, pelatihan, dan bimbingan secara efektif untuk
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berwawasan lingkungan
sehingga mampu bersaing di era global;
3. Melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan kepribadian bangsa dan
menanamkan semangat kebangsaan;
4. Mengupayakan pelestarian fungsi lingkungan dan mencegah pencemaran
yang merusak lingkungan hidup;
5. Meningkatkan kualitas sumber daya lingkungan dan mencegah pencemaran
yang merusak lingkungan hidup;

11
6. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia menuju profesionalisme
pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu bersaing di era global;
7. Menyelenggarakan sistem administrasi sekolah berbasis ICT dan pelayanan
prima;
8. Menerapkan manajemen partisipatif yang berstandar internasional dengan
melibatkan seluruh warga sekolah dan stakeholder sekolah.
 Tujuan Pendidikan di SMA Negeri 1 Semarang
SMA Negeri 1 Semarang mendapat predikat sebagai Sekolah Adiwiyata atau
Sekolah Berwawasan Lingkungan. SMA Negeri 1 Semarang adalah sekolah
favorit dengan lima keunggulan sebagai ciri karakter siswanya yakni
berwawasan teknologi, berwawasan lingkungan, berwawasan
entrepreneurship, generasi peneliti dan generasi sehat.
b) Struktur Organisasi Sekolah
Struktur organisasi sekolah SMA Negeri 1 Semarang sudah menggambarkan
kepengurusan yang baik dan sistematis. Hal ini ditandai dengan kepala sekolah
mempunyai peran dan pengaruh yang sangat penting dalam segala keputusan yang
diambil sekolah. Untuk lebih detail tentang bagan struktur maka bersama ini
dilampirkan struktur organisasi sekolah SMA Negeri 1 Semarang.
c) Struktur Administrasi Sekolah, Administrasi Kelas, dan Administrasi Guru
Pengelolaan administrasi di SMA Negeri 1 Semarang dikelola oleh staf bagian
Tata Usaha (TU) yang dibawahi oleh kepala bagian Tata Usaha. Pengelolaan
administrasi kelas dilaksanakan oleh kelas yang bersangkutan yang pengelolaannya
oleh wali kelas dan kepengurusannya dipimpin oleh seorang ketua kelas. Dalam
kelas dibentuk kepengurusan kelas yang mengurusi segala administrasi kelas yang
bersangkutan. Pengelolaan administrasi guru dilaksanakan oleh guru yang
bersangkutan sesuai bidang keahlian masing-masing.
d) Struktur Organisasi Kesiswaan, Kegiatan Intra dan Ekstrakulikuler
Kepengurusan organisasi siswa di SMA Negeri 1 Semarang dilaksanakan oleh
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang dipimpin oleh seorang ketua OSIS
dan dibimbing oleh Pembina OSIS. Kegiatan intra dan ekstrakurikuler ditangani
oleh Wakasek urusan kesiswaan. Kegiatan intrakulikuler merupakan kegiatan yang

12
dilakukan dalam jam pelajaran sekolah yang meliputi Proses Belajar Mengajar
(PBM) di kelas dan praktek di laboratorium masing-masing program keahlian.
e) Alat Bantu PBM
Dalam proses belajar mengajar guru menggunakan alat bantu dalam
menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Alat bantu dalam PBM antara lain
meliputi : LCD, Proyektor, Buku Mata Pelajaran, LKS, whiteboard, spidol
boardmaker, dan penghapus. Sedangkan alat bantu PBM untuk praktik sesuai
dengan program keahlian masing-masing.
f) Kalender Akademik dan Jadwal Kegiatan Pelajaran
Pelaksanaan PBM dan kegiatan sekolah lainnya dilaksanakan sesuai kalender
pendidikan yang berlaku di sekolah meliputi jadwal kegiatan pembelajaran, hari
libur nasional, dan jadwal kegiatan lainnya.
g) Komite Sekolah dan Peranannya
Menurut Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 44 Tahun 2002,
Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat
dalam rangka peningkatan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan
di satuan pendidikan. Dalam hal ini komite sekolah ikut berperan sebagai pemberi
pertimbangan (advisory), pendukung (Supporting), pengontrol (controlling), dan
mediator (links). Keanggotaan komite sekolah diambil dari unsur masyarakat,
pihak sekolah (dewan guru) dan siswa.

13
BAB III
PELAKSANAAN PPL PPG

A. Waktu dan Tempat


Waktu dan tempat pelaksanaan PPL dapat dirinci sebagai berikut:
Waktu : 31 Juli s/d 10 November 2017
Tempat : SMA Negeri 1 Semarang

B. Tahapan Kegiatan
Adapun tahapan kegiatan PPL dapat dirinci sebagai berikut;
21 Juli : Pembekalan PPL
31 Juli : Penerjunan praktikan ke sekolah
2 Agustus : Penyegaran Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
31 Juli-10 November : Pelaksanaan PPL
7 Agustus-4 November : Pelaksanaan PTK
30 Oktober-4 November : Ujian PPL
6-9 November : Ujian Kinerja
10 November : Penarikan PPL

C. Materi Kegiatan
Adapun materi kegiatan selama proses PPL berlangsung disesuaikan dengan
disiplin ilmu dan kurikulum masing-masing.

D. Proses Pembimbingan
Proses pembimbingan dengan guru pamong dan dosen pembimbing tercatat
dalam blangko yang telah disediakan pihak LPTK. Adapun rekapitulasi
proses pembimbingan terlampir.

E. Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan PPL


Dalam suatu kegiatan pasti terdapat faktor yang mendukung maupun faktor
yang menghambat. Demikian juga dengan pelaksanaan PPL juga terdapat
faktor pendukung dan faktor penghambat.

14
a. Faktor pendukung pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan di SMA
Negeri 1 Semarang, antara lain:
1) Mahasiswa praktikan diterima dengan tangan terbuka oleh civitas
akademika SMA Negeri 1 Semarang terutama guru pamong yang
menyambut ramah keberadaan praktikan.
2) Guru pamong yang setiap hari dapat ditemui untuk dimintai saran,
masukan dan bimbingan, serta kepercayaan guru pamong dalam
memberikan kesempatan praktikan untuk mengajar di kelas XI IPS
1 sehingga praktikan memperoleh pengalaman mengajar yang
sangat banyak.
3) Peserta didik SMA Negeri 1 Semarang menerima praktikan
mengajar kelas mereka dengan sikap ramah dan bersedia mengikuti
pembelajaran dari mahasiswa praktikan sebagaimana pembelajaran
yang dilakukan guru pamong.
4) Adanya kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan
mahasiswa praktikan sehingga memperlancar pelaksanaan
program PPL.
5) Dosen pembimbing praktikan sangat terbuka kepada mahasiswa,
membantu mahasiswa bila mengalami kesulitan dan memantau
praktikan dalam mengajar.
6) Dilibatkannya mahasiswa praktikan dalam kegiatan-kegiatan yang
diadakan oleh sekolah seperti kegiatan-kegiatan intrakurikuler dan
ekstrakurikuler sehingga menambah pengalaman praktikan
mengenai hal-hal dalam sekolah selain mengajar.
7) Sarana dan prasarana sekolah yang cukup memadai, diantaranya
ruang kelas yang dilengkapi dengan white board, LCD, dan
speaker, perpustakaan sekolah yang menyediakan buku-buku
pelajaran, laboratorium Bahasa, IPA, komputer, lapangan basket,
lapangan voli dan parkiran yang luas.
8) Kedisiplinan warga sekolah yang baik.

15
b. Faktor Penghambat dalam melaksanakan kegiatan PPL di SMA Negeri
1 Semarang adalah sebagai berikut :
1) Kesulitan menerapkan teori pembelajaran yang sudah diperoleh di
kampus, terkait dengan kondisi peserta didik. Tetapi praktikan
terus berusaha menerapkan model-model pembelajaran yang
menarik bagi peserta didik.
2) Penyampaian materi dikejar waktu, sehingga praktikan tidak bisa
menyampaikan materi secara mendalam.
3) Rasa ingin tahu dan tanggung jawab yang dimiliki peserta didik
masih kurang.
4) Beragamnya karakteristik siswa sehingga memerlukan perlakuan
yang berbeda dalam pengajaran dan harus terampil dan pandai
dalam memahami karakteristik siswa tersebut.

16
REFLEKSI DIRI

Nama : Siti Hayani, S.Pd


NIM : 3201017026
Prodi : Pendidikan Geografi
Fakultas : Ilmu Sosial

Berdasarkan Peraturan Rektor Unnes Nomor 23 Tahun 2016 tentang


Pedoman Praktikan Pengalaman Lapangan bagi mahasiswa program
pendidikan, bahwa Universitas Negeri Semarang sebagai salah satu Lembaga
Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) melalui UPT PPL telah menetapkan
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sebagai salah satu program wajib yang
harus dilaksanakan oleh semua mahasiswa program kependidikan. Kegiatan
PPL ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa praktikan menjadi calon
tenaga pendidik yang professional sesuai dengan prinsip pendidikan sehingga
diharapkan akan memberikan manfaat bagi mahasiswa kelak jika terjun ke
lingkungan masyarakat sebagai tenaga pendidik.
Kegiatan PPL dilaksanakan dengan beberapa kegiatan meliputi praktik
mengajar, penelitian tindakan kelas, dan uji kinerja.

1. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Geografi


a. Kekuatan Pembelajan Geografi
Bedasarkan hasil obervasi yang telah dilaksanakan praktikan
menemukan beberapa keunggulan metode maupun sistem pembelajaran
yang ada di lingkungan SMAN 1 Semarang. Untuk mata pelajaran
Geografi terdapat beberapa kekuatan, antara lain:
 Mata Pelajaran Geografi memberikan ruang kepada siswa untuk dapat
mengeksplorasi diri lebih luas, khususnya dalam hal belajar secara
langsung dengan alam sekitar.
 Materi pada pelajaran Geografi mencakup hal-hal yang diperlukan
siswa agar dapat memahami alam dan mengaitkannya dengan sumber
ilmu lainnya.
 Guru Geografi dalam melaksanakan Proses Belajar Mengajar (KBM)
menggunakan metode konstruktivisme yang membantu siswa
menemukan sendiri materi yang diajarkan (inkuiri).
 Guru Geografi mendemonstrasikan secara langsung di hadapan siswa
ketika materi praktik, misalnya materi pemetaan.

b. Kelemahan Pembelajaran Geografi


 Sebagian siswa yang kurang memahami materi Geografi yang baik dan
benar sehingga hasil pekerjaan siswa seringkali mengalami banyak
perbaikan.
 Bagi siswa yang kurang menyukai materi geografi, proses pembelajaran
Geografi berbasis praktik sering membuat siswa mengeluh dan
kesulitan mengikuti pembelajaran.
 Siswa terkadang kurang kondusif ketika pembelajaran berlangsung. Hal
ini dikarenakan ada beberapa siswa yang menjadi trouble maker di

17
kelas. Selain itu, waktu pembelajaran yang siang juga menjadikan siswa
kurang semangat mengikuti pembelajaran.
 Fasilitas penunjang pembelajaran seperti LCD, speaker active belum
memadai sehingga seringkali pembelajaran hanya menggunakan LKS
pegangan siswa.

2. Ketersediaan sarana dan prasarana PBM di sekolah latihan


Sarana dan Prasarana yang terdapat di SMA Negeri 1 Semarang sangat
menunjang kegiatan belajar-mengajar. Di dalam kelas tempat
berlangsungnya KBM, fasilitas yang dapat ditemui berupa LCD Proyektor,
layar, AC, media player, TV dan speaker, serta fasilitas wifi yang dapat
mengakses informasi apapun. Fasilitas ini dapat digunakan untuk keperluan
KBM dengan berbagai inovasi. SMA Negeri 1 Semarang juga memiliki
laboratorium sains (biologi, fisika dan kimia), komputer dan bahasa.

3. Kualitas guru pamong dan dosen pembimbing


Guru pamong mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Semarang adalah
Ibu Dra.Sri Wiyanti, M.Pd. Selama kegiatan PPL yang dilaksanakan di
sekolah ini, peran guru pamong sangat besar bagi praktikan. Selain
pengarahan dan pengalaman mengajar, guru pamong juga memberikan
saran perbaikan kepada praktikan untuk menyelesaikan tugas. Tugas yang
diberikan berupa pembuatan perangkat pembelajaran, perencanaan
pembelajaran, praktik mengajar, pelaksanaan penelitian tindakan kelas
hingga penyusunan laporan. Dosen pembimbing mahasiswa PPL jurusan
Geografi di SMA Negeri 1 Semarang adalah Ibu Dr. Eva Banowati, M.Si.
Dosen pembimbing memberikan saran dan bimbingan kepada praktikan,
sehingga memudahkan praktikan untuk melaksanakan kegiatan PPL. Dosen
pembimbing juga sudah melakukan beberapa kali kunjungan ke sekolah
tempat latihan terkait dengan evaluasi kegiatan belajar, Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) dan penilaian mahasiswa praktikan.

4. Kualitas pembelajaran di sekolah latihan


Kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Semarang dapat dikatakan baik
dan proses pembelajaran berjalan lancar. Pembelajaran yang dilakukan
berpedoman pada Kurikulum 2013 (K13), yang menekankan pada
ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
Metode pembelajaran yang diterapkan banyak menuntut keberanian siswa
dalam menyampaikan pendapat dan pembentukan karakter yang
diintegrasikan kedalam mata pelajaran geografi.

5. Kemampuan diri praktikan


Kemampuan yang praktikan miliki berupa kemampuan dibidang akademik
dan non akademik. Di bidang akademik, dapat praktikan berikan melalui
pembelajaran di dalam kelas khususnya mata pelajaran Geografi.
Sedangkan non akademik berupa kegiatan pendampingan ekstrakurikuler
dan organisasi di sekolah. Kemampuan ini tentunya terbatas dan masih
memerlukan bimbingan dari pihak yang lebih mumpuni agar kelak dapat
dimanfaatkan secara maksimal.

18
6. Nilai tambah yang diperoleh mahasiswa setelah melaksanakan PPL
Selama melaksanakan kegiatan PPL, banyak hal yang dapat diperoleh
praktikan, meliputi pengalaman mengajar di satuan pendidikan Sekolah
Menengah Atas (SMA), pembuatan perangkat pembelajaran, membuat
media belajar interaktif, kemampuan sosial berupa interaksi dengan
masyarakat sekolah dan lobbying. Selain itu, praktikan juga memperoleh
banyak informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan intra dan
ekstrakurikuler di sekolah peraturan sekolah, struktur administrasi,
organisasi sekolah, serta pelaksanaan pendidikan di SMA Negeri 1
Semarang.

7. Saran pengembangan bagi sekolah latihan dan Unnes


Untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu pendidikan di SMA
Negeri 1 Semarang yang sudah baik, perlu adanya pengadaan alat-alat
praktikum Geografi yang lebih memadai, agar jumlahnya seimbang dengan
jumlah siswa yang ada dan untuk perpustakaan agar ada penambahan buku
Referensi Geografi agar siswa dapat lebih mengenal mengenai pentingnya
mempelajari Geografi. Kepada UNNES, sebagai tempat pencetak tenaga
kependidikan yang profesional, maka UNNES harus benar-benar
menyeleksi calon mahasiswa khususnya mahasiswa yang mengambil
progam kependidikan serta menjalin kerjasama yang baik terhadap semua
instansi yang terkait dengan kegiatan PPL, khususnya dengan SMA Negeri
1 Semarang.

Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar SMA


Negeri 1 Semarang yang telah menerima dengan baik kedatangan mahasiswa
praktikan serta membimbing dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa
untuk menambah pengalaman mengajar di sekolah. Semoga SMA Negeri 1
Semarang dapat terus mengadakan perbaikan di segala bidang demi kemajuan
dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Semarang, November 2017

Mengetahui,
Guru Pamong, Mahasiswa PPL PPG SM3T,

Dra. Sri Wiyanti, M.Pd Siti Hayani, S.Pd.


NIP. 19601013 198503 2 006 NIM. 3201017026

19
LAMPIRAN

20