Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Secara umum bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada
konsumen atau bisnis lainnya untuk mendapatkan laba. Dewasa ini bisnis berjalan lebih
cepat, lebih kompleks dan lebih menuntut dibanding sebelumnya. Konsumen individual
dan pelanggan bisnis menginginkan barang dan jasa yang bermutu tinggi yang sesuai
dengan pesanan, harga yang bermutu serta layanan yang berkualitas terhadap konsumen.
Dan perusahaan sukses menanggapi tantangan ini dimana keberhasilan suatu perusahaan
bergantung pada lingkungannya, karena lingkungan bisnis yakni faktor-faktor yang ada
diluar jangkauan perusahaan yang nantinya dapat menimbulkan suatu peluang atau
ancaman. Jadi lingkungan bisnis segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis
dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut pihak manajemen suatu perusahaan
untuk menggunakan strategi pemasaran yang tepat bagi produk atau jasa layanan yang
dijualnya. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk dapat bertahan atau memenangkan
persaingan bisnis. Pihak perusahaan harus mengamati kondisi persaingan bisnis yang
selalu berkembang atau berubah setiap saatnya. Strategi pemasaran merupakan
pernyataan mengenai bagaimana suatu merek atau lini produk mencapai tujuan. Oleh itu
suatu organisasi harus dapat menerapkan suatu strategi yang tepat agar persaingan
organisasi dapat berhasil dengan baik, hal ini perlu agar dapat mengungguli organisasi
pesaing, sehingga organisasi dapat tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.
Organisasi harus dapat mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang
dimiliki agar mengetahui, memahami, serta menerapkan suatu strategi yang baik.

Dewasa ini, outsourching telah menjadi trend dan kebutuhan dalam dunia usaha,
akan tetapi pengaturannya masih belum memadai. Kebutuhan akan penyedia jasa
outsourching yang meningkat mendorong berkembangnya perusahaan-perusahaan
penyedia jasa outsourching. Beberapa perusahaan yang bergerak dalam penyediaan jasa
outsourching antara lain yaitu PT ISS Indonesia, PT Ibu Jero, PT Haracare Indonesia, PT
Trustindo Utama, dan lain-lain.

1
Seiring dengan meningkatnya permintaan akan tenaga outsourching, maka setiap
perusahaan outsourching dituntut untuk memiliki strategi dalam menghadapi persaingan
antara perusahaan outsourching lainnya. Kunci utama bagi sebuah perusahaan
outsourching dalam menghadapi persaingan bisnis adalah kualitas sumber daya manusia
dalam hal ini adalah pekerja outsourching. Untuk itu, diperlukan sistem rekruitmen,
pelatihan dan penyaluran tenaga outsourching yang baik agar hubungan harmonis
dengan perusahaan outsourching, pekerja dan lembaga-lembaga pengguna jasa ini dapat
terjaga.

Berawal dari kondisi ini, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai
outsouching antara PT ISS Indonesia Denpasar dengan PT Ibu Jero. Perusahaan ini
adalah perusahaan penyedia tenaga outsourching di Bali, yang bergerak dalam bidang
jasa penyediaan tenaga kebersihan. Pengguna atau konsumen dari PT ISS Indonesia dan
PT Ibu Jero ini adalah perkantoran, pemerintahan, rumah sakit, dan hotel yang berada di
Bali. PTT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero memiliki karyawan dengan berbagai kualifikasi
dalam rangka memberikan layanan yang lebih baik dan lebih cepat kepada klien.

1.2 Tujuan Penulisan

Mendeskripsikan dan menjelaskan bahwa perubahan lingkungan memiliki


pengaruh terhadap pengelolaan perusahaan dalam upayanya agar tetap terkenal dan
mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Lingkungan Bisnis

Lingkungan bisnis adalah keseluruhan hal-hal atau keadaan ekstern badan usaha
atau industri yang mempengaruhi kegiatan organisasi atau kekuatan atau institusi diluar
organisasi bisnis yang dapat mempengaruhi kinerja bisnis.

Dewasa ini, terminologi “lingkungan“ tidak hanya semata-mata merefleksikan


lingkungan ekologi, tetapi juga konsep umum yang menjelaskan gambaran keseluruhan
konsep terhadap kekuatan lingkungan eksternal. Hal tersebut dapat berdampak pada
aktifitas organisasi dari segala aspek. Begitu halnya juga dengan istilah “bisnis” yang
membentuk tipe organisasi, apakah berbentuk perusahaan berorientasi laba, badan
pemerintah, atau pun lembaga nirlaba. Lingkungan bisnis adalah faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung terhadap manajemen organisasi
atau aktifitas usaha. Lingkungan bisnis dibagi menjadi dua yaitu lingkungan internal dan
lingkungan eksternal.

Lingkungan internal yaitu segala sesuatu di dalam organisasi atau perusahaan yang
akan memengaruhi organisasi atau perusahaan tersebut. Lingkungan Internal di
pengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : SDM (Sumber Daya Manusia), modal (money),
bahan baku (material), peralatan (machine), keterampilan manajemen (management
skill).

Lingkungan eksternal yaitu segala sesuatu di luar batas-batas organisasi atau


perusahaan yang memengaruhi organisasi atau perusahaan dan mempengaruhi semua
pelaku dalam lingkungan internal perusahaan. Lingkungan eksternal ini terdiri dari
lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan mikro merupakan pelaku yang
dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani
pelanggannya seperti ; perusahaan, pemasok, perantara pemasaran, pelanggan, pesaing,
masyarakat.

Lingkungan Makro, dimana perusahaan hanya dapat merespon lingkungan di luar


perusahaan seperti ; lingkungan demografi, lingkungan ekonomi, lingkungan fisik,
lingkungan teknologi, lingkungan politik atau hokum, lingkungan sosial / budaya.

3
2.2 Kinerja Organisasi

Kinerja ( performance ) sudah menjadi kata popular yang sangat menarik dalam
pembicaraan manajemen publik. Konsep kinerja pada dasarnya dapat dilihat dari dua
segi, yaitu kinerja pegawai (per-individu) dan kinerja organisasi. Kinerja adalah
gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi, dalam
upaya mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi tersebut (Bastian,
2001:329).

Konsep kinerja (Performance) dapat didefinisikan sebagai sebuah pencapaian hasil


atau degree of accomplishtment (Rue dan byars, 1981 dalam Keban 1995). Hal ini berarti
bahwa, kinerja suatu organisasi itu dapat dilihat dari tingkatan sejauh mana organisasi
dapat mencapai tujuan yang didasarkan pada tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Kinerja merupakan hasil dari kegiatan kerjasama diantara anggota atau komponen
organisasi dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi. Sederhananya, kinerja
merupakan produk dari kegiatan administrasi, yaitu kegiatan kerjasama dalam sebuah
organisasi atau kelompok untuk mencapai tujuan yang pengelolaannya biasa disebut
sebagai manajemen.

2.3 Sistem Tenaga Kerja Outsourching

Outsourcing adalah pendelegasian operasi dan managemen harian dari suatu proses
bisnis kepada pihak luar (perusahaan penyedia jasa outsourcing). Melalui pendelegasian,
maka pengelolaan tak lagi dilakukan oleh perusahaan, melainkan dilimpahkan kepada
perusahaan jasa outsourcing.

Outsourcing adalah salah satu hasil samping dari Business Process


Reengineering (BPR). BPR adalah perubahan yang dilakukan secara mendasar oleh
suatu perusahaan dalam proses pengelolaannya, bukan hanya sekedar melakukan
perbaikan. BPR adalah pendekatan baru dalam managemen yang bertujuan
meningkatkan kinerja, yang sangat berlainan pendekatan lama yaitu continuous
improvement process. BPR dilakukan untuk memberikan respons atas perkembangan
ekonomi secara global dan perkembangan teknologi yang demikian cepat
sehingga berkembang persaingan yang bersifat global dan berlangsung sangat ketat.
Menurut Candra Soewondo Outsourcing adalah Pendelegasian operasional dan
manajemen harian dari suatu proses bisnis kepada pihak luar (penyedia jasa).

4
Dari pengertian diatas maka dapat ditarik suatu definisi operasional mengenai
outsourching yaitu suatu bentuk perjanjian kerja antara perusahaan pengguna jasa
dengan perusahaan penyedia jasa, dimana perusahaan pengguna jasa meminta kepada
perusahaan penyedia jasa untuk menyediakan tenaga kerja yang diperlukan untuk bekerja
di perusahaan pengguna jasa dengan membayar sejumlah uang dan upah atau gaji tetap
dibayarkan oleh perusahaan penyedia jasa.

Pola perjanjian kerja dalam bentuk outsourcing secara umum adalah ada beberapa
pekerjaan kemudian diserahkan ke perusahaan lain yang telah berbadan hukum, dimana
perusahaan yang satu tidak berhubungan secara langsung dengan pekerja tetapi hanya
kepada perusahaan penyalur atau pengerah tenaga kerja. Pendapat lain menyebutkan
bahwa outsourcing adalah pemberian pekerjaan dari satu pihak kepada pihak lain dalam
2 (dua) bentuk, yaitu :
1. Menyerahkan dalam bentuk pekerjaan.
2. Pemberian pekerjaan oleh pihak I dalam bentuk jasa tenaga kerja.

5
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitian deskriptif yaitu suatu


rancangan yang ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tentang sebuah
fenomena yang menjadi pokok bahasan. Dimana pada karya tulis ini kami membahas
lingkungan bisnis jasa cleaning service yang ada di Kota Denpasar yaitu PT ISS
Indonesia dan PT Ibu Jero.

3.2 Jenis Sumber Data


3.2.1 Jenis Data
a) Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka atau data kualitatif yang
diangkakan (Sugiyono, 2010:14). Dalam penelitian ini, data kuantitatifnya adalah
jumlah karyawan kedua perusahaan, presentase pendapatan dalam kurun waktu lima
tahun, presentase tingkat pengunduran diri dan pelamar, serta jumlah klien baru dan
yang berhenti dalam kurun waktu lima tahun.
b) Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka dan tidak dapat diukur dengan
satuan ukur (Sugiyono, 2010:13). Dalam penelitian ini, data kualitatifnya adalah hasil
dari wawancara.
3.2.2 Sumber Data
Sumber data untuk penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data
primer merupakan data yang didapatkan langsung dari sumber data kepada
penelit(Sugiyono, 2010:193). Dalam penelitian ini, data primernya adalah hasil
wawancara. Kemudian, data sekunder adalah data yang didapatkan secara tidak langsung
(Sugiyono, 2010:193)

3.3 Metode Pengumpulan Data


Pengumpulan data dan informasi didapat melalui beberapa metode yaitu:
1. Wawancara
Dilakukan dengan cara mewawancarai Manajer HRD PT ISS Indonesia dan
Manajer Pemasaran dan Manajer Keuangan PT Ibu Jero di wilayah Denpasar.

6
2. Library Research
Diperoleh dari hasil mencari di website dan membaca buku yang berhubungan
dengan perusahaan jasa outsourching dalam hal ini mengenai jasa cleaning service.
3. Pengumpulan data melalui internet
Pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari dan memilah data dari
internet kemudian dipadukan dan disusun menjadi suatu karya tulis.

3.4 Motode Analisa Data


Metode analisis data disini kami menggunakan metode statistik deskriptif.
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara
mendeskripsikan atau menggambarkan data tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang
berlaku untuk umum atau generalisasi. Dalam hal ini kami menggunakan nilai rata-rata.

7
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Perusahaan Jasa PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero
4.1.1 Identitas Perusahaan
1. Identitas Perusahaan PT ISS Indonesia

Tahun 1901, kelompok ISS didirikan sebagai perusahaan keamanan (security


company) di Denmark. Perusahaan ini kemudian memasuki pasar cleaning service dan
menambahkan layanan untuk kompetensi, hingga menjadi salah satu perusahaan facility
service terbesar di dunia hingga saat ini. ISS Indonesia didirikan pada tahun 1996 di
Indonesia dengan mengakuisisi ESGO, anak perusahaan Jasa Lingkungan Hongkong.
Pada tahun 1998 mengakuisisi Reliance, anak perusahaan dari Grup Jardine-Hongkong.

PT ISS Indonesia adalah perusahaan Asing dari Denmark, dan di Indonesia bisa
dikatakan perusahaan outsourching. PT ISS Indonesia bergerak dibidang jasa yaitu ada
cleaning service, security, catering, dan parking. ISS tidak memiliki singkatan, itu
merupakan sebuah nama yang berdiri tahun 1901 di Conpenhagen, Denmark. PT ISS
Indonesia ini berdiri di Indonesia pada tahun 1996, pertama kali di wilayah Jakarta
dengan karyawan awal yaitu sekitar 2000 orang, kemudian di tahun 2014 terdri dari
57000 lebih karyawan. Sedangkan di Bali berdiri sejak tahun 2005 dengan karyawan
awal sekitar 56 orang hingga tahun 2016 berkembang menjadi 2.134 orang dengan
jumlah karyawan cleaning service 1471. Denga wilayah pemasaran di sekitar Bali.
Visi dan Misi PT ISS Indonesia
Visi : Menjadi perusahaan facility service terhebat di Indonesia.
Misi : Memberikan dan mengembangkan pelayanan kualitas terbaik untuk
kepentingan semua pihak.

2. Deskripsi Umum PT Ibu Jero

8
PT. Ibu Jero sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa
penyediaan tenaga kerja. PT. Ibu Jero memiliki tujuan membantu menyediakan tenaga
kerja yang professional di bidangnya yang nantinya akan ditempatkan di perusahaan-
perusahaan. Diharapkan tenaga kerja yang disalurkan PT. Ibu Jero dapat menciptakan
SDM yang efektif dalam melaksanakan tugasnya, sehingga perusahaan pemakai jasanya
dapat memperoleh pelayanan yang maksimal.

Lembaga yang bergerak di bidang jasa pelatihan, penempatan dan pengelolaan


tenaga kerja ini didirikan oleh Dewa Putu Suyasa, S.Pd pada tahun 1997 dengan kantor
pusat di Kota Gianyar yang dinamai Yayasan Sayang Ibu. Karena tuntutan penggelolaan
dan pelayanan jasa yang semakin meningkat maka pada tahun 2001, Yayasan Sayang Ibu
dilebarkan menjadi CV Ibu Jero yang beralamat di Jl. Suli no 74 dan Jl. Trijata no.65,
yang telah berhasil menjalin kerjasama dengan perusahaan kecil, menengah, dan besar
baik skala reginal nasional maupun international. Dan sekarang PT Ibu Jero ini berlokasi
di Jl. Pidada No 6x, Denpasar.

Demi mengikuti perkembangan pengelolaan sumber daya manusia, maka CV. Ibu
Jero dilebur menjadi PT. Ibu Jero yang diawaki oleh tenaga-tenaga professional yang
ahli di bidangnya, guna menunjang persaingan di bursa kerja dan pelayanan kliennya.
PT. Ibu Jero sebagai badan usaha milik swasta yang bergerak di bidang jasa
pengembangan sumber daya manusia dan sudah eksis selama 20 tahun ini telah
melengkapi dirinya dengan ijin usaha dari kantor Departemen Tenaga Kerja untuk
melaksanakan kegiatan antar kerja. Dengan komitmen membantu pengadaan tenaga
outsource yang berkualitas, PT Ibu Jero mempermudah kliennya dalam penanganan
karyawan, sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada investasi, bisnis utama, dan
pengembangan usaha.

9
Visi dan Misi PT Ibu Jero
Visi : Membangun perusahaan penyedia jasa tenaga kerja/outsourcing
yang terbaik, terpercaya dan terbesar di Indonesia.
Misi :
1. Membangun sirkel kemitraan, untuk maju bersama dengan dukungan
sumber daya manusia yang bekerja dengan hati, pikiran, dan langkah pada
waktu serta tempat yang tepat sesuai dengan talenta yang dimiliki.
2. Memberikan pelayanan yang terbaik kepada mitra kerja.
3. Mengembangkan dan mengaplikasikan sistem rekrutmen, penempatan serta
pengelolaan sumber daya manusia dengan kualitas yang prima.
4. Mengembangkan sistem dan manajemen yang efektif kreatif, inovatif,
dinamis, dan responsif yang selalu siap mengikuti perubahan jaman serta
kondisional kemitraan.

4.1.2 Lingkup Usaha


1. Lingkup Usaha PT ISS Indonesia

PT ISS Indonesia adalah group badan usaha facility service terbesar di dunia
dengan lima macam bisnis utama, yaitu :
1. Cleaning Service (termasuk didalamnya Commercial Cleaning, General Cleaning,
Special Cleaning, Hospital Cleaning, High Rise Cleaning dan Washroom Service)
serta Business Support Service (Pelayanan Pendukung Bisnis).
2. Property Service (termasuk didalamnya Building Maintenance, Landscaping and
Gardening, Indoor Plants, Indoor Air Quality, Pest Control, Portable Toilet,
Handyman, dan Technical Service) Access Control Action (Pelayanan Keamanan).
3. Business Support Service (termasuk didalamnya Call Center, Reception,
Messengerial, Oddice Boys and Tea Girls, Mailroom Service dan lain-lain).
4. Parking Management (Pelayanan Pengelolaan Parkir).
5. Catering Service.

Wilayah pemasaran dari PT ISS Indonesia di daerah Bali ini meliputi wilayah Bali
dan Nusa Tenggara dengan kantor pusat di Denpasar. Untuk di wilayah Bali sendiri, PT
ISS Indonesia memusatkan distribusi jasa cleaning service ini pada wilayah Denpasar
dan Badung. Hal ini dikarenakan di wilayah Denpasar dan Badung terdapat banyak

10
bangunan perkantoran maupun hotel yang membutuhkan cukup banyak jasa cleaning
service. Selain wilayah tersebut PT ISS Indonesia juga memasarkan jasa cleaning service
nya ke wilayah Singaraja. Pengguna jasa cleaning service PT ISS Indonesia berasal dari
berbagai sektor seperti sektor pemerintahan (Kantor Gubernur dan Pusat Pemerintahan
Kabupaten Badung), hotel-hotel, bank, Universitas Udayana, dan lain-lain. Selain di Bali
PT ISS Indonesia juga memiliki beberapa cabang di Indnesia seperti di Tangerang,
Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan lain-lain.

Tabel 4.1
Jumlah karyawan bagian cleaning service PT ISS Indonesia di wilayah Bali
Perubahan Wanita Perubahan
Tahun Pria (Orang) Jumlah
(%) (Orang) (%)
2012 377 - 879 - 1256
2013 417 32 885 68 1302
2014 492 36 874 64 1366
2015 545 38 889 62 1434
2016 587 40 884 60 1471

2. Lingkup Usaha PT Ibu Jero

Ruang lingkup tenaga kerja formal PT. Ibu Jero meliputi sektor pariwisata,
industry, perdagangan, dan jasa. Adapun tenaga kerja yang disediakan diantaranya
adalah: security/satpam, office boy/girl, cleaning service, driver, sales promotion girl
(SPG), Operator telepon, teknisi, ekspedisi, front office, sekretaris, administrasi,
reservasi, dan housekeeping. PT Ibu Jero memiliki visi membangun kemitraan untuk
maju bersama melalui potensialisasi sumber daya manusia yang bekerja dengan hati,
pikiran, dan langkah pada waktu serta tempat yang tepat sesuai dengan talenta yang
dimiliki.

Dengan berpegang pada visi dan misinya, PT Ibu Jero telah berkembang pesat dan
memiliki beberapa kantor cabang di Indonesia, yaitu di Subaraya, Malang, Madiun,
Semarang, Bandung, dan Manado. Dan sekarang PT. Ibu Jero berpusat di Jl. Pidada No
6x, Denpasar.

11
Tabel 4.2
Jumlah karyawan bagian cleaning service PT Ibu Jero di wilayah Bali
Perubahan Wanita Perubahan
Tahun Pria (Orang) Jumlah
(%) (Orang) (%)
2012 131 - 142 - 273
2013 99 44 126 56 225
2014 139 46 164 54 303
2015 168 47 190 53 358
2016 201 50 201 50 402

4.1.3 Pesaing
Pesaing PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero

Persaingan merupakan proses sosial yang melibatkan individu atau kelompok yang
saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu. Persaingan
dapat terjadi apabila beberapa pihak menginginkan sesuatu yang terbatas atau sesuatu
yang menajadi pusat perhatian umum. Persaingan berlangsung tanpa ancaman atau
kekerasan.

Menurut kami, persaingan perusahaan yang kami teliti adalah PT ISS Indonesia
dan PT Ibu Jero. Kami mengambil kedua perusahaan tersebut karena lingkup bisnisnya
sama dan targetnya pasarnya sama. Menurut Manager PT ISS Indonesia , pesaing yang
menyerupai perusahaan PT ISS Indonesia sangat banyak karena lingkungan bisnis yang
mendukung seperti permintaan masyarakat yang membutuhkan cleaning service, begitu
juga dengan PT Ibu Jero. Menurut Manager PT Ibu jero banyak perusahaan yang
menjalani jasa cleaning service di Bali karena Bali merupakan daerah wisata dan
penduduk di Bali sangat padat sehingga banyak hotel-hotel, bank dan kampus yang ada
di Bali khususnya di Denpasar. Dalam menanggapi banyaknya persaingan yang sama-
sama menjalankan jasa cleaning service, maka Manager PT ISS Indonesia terus
melakukan inovasi baru agar PT ISS Indonesia tetap eksis di Indonesia khususnya di
Bali. Kemudian, PT Ibu jero agar tetap eksis dalam menghadapi persaingan yang ketat
dengan cara meningkatkan kualitas dari karyawan cleaning service tersebut.

Menurut prediksi kami, pesaing potensial akan sangat banyak seiring dengan
padatnya penduduk yang ada di Bali dan banyaknya perusahaan yang ada di Bali
12
sehingga perusahaan yang mempunyai jasa cleaning service akan mengalami persaingan
ketat. Sehingga benar yang dikatakan oleh Manajer PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero
dengan melakukan inovasi baru dan meningkatkan kualitas karyawan cleaning service,
mereka akan mampu bersaing di masa yang akan datang.

4.2 Kinerja Organisasi/Perusahaan Selama Lima Tahun Terakhir


4.2.1 Kinerja Bidang Pemasaran
Kinerja Bidang Pemasaran PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero
Data permintaan jasa cleaning sevice oleh klien pada PT ISS Indonesia dan PT Ibu
Jero selama tahun 2012-2016
Tabel 4.3
Perusahaan PT ISS Indonesia Perusahaan PT Ibu Jero
Tahun
Jumlah Perubahan (%) Jumlah Perubahan (%)
2012 118 - 12 -
2013 131 10,0 7 -41,6
2014 151 13,2 10 30
2015 169 11,9 6 -40
2016 186 9,1 5 -16,7
Berdasarkan tabel datas dapat dideskripsikan bahwa dalam perkembangan
permintaan pada PT ISS Indonesia mengalami peningkatan pada jumlah kuantitas klien
setiap tahunnya dan pada tahun 2012-2014 jumlah persentasenya mengalami
peningkatan. Pada tahun 2014-2016 jumlah persentase mengalami penurunan karena
adanya pemberhentian kontrak setelah masa kontrak habis dari klien. Alasan para klien
memutuskan kontrak dengan PT ISS Indonesia dikarenakan tidak sanggup membayar PT
ISS Indonesia itu sendiri akibat pendapatan dari klien mengalami penurunan dan banyak
yang memiliki outsourching sendiri. Pada PT Ibu Jero mengalami fluktuasi pada jumlah
kuantitas dan persentasenya setiap tahun, dikarenakan karyawan banyak yang
mengundurkan diri, pulang ke daerah masing-masing karena karyawan banyak yang
berasal dari luar bali dan beberapa ada klien yang komplain akibat cleaning service yang
kurang memuaskan kemudian kebanyakan perusahaan memiliki outsourching sendiri.

Jumlah pelanggan dari PT ISS Indonesia lebih banyak dari pada PT Ibu Jero ,
dikarenakan banyak klien yang mempercayai PT ISS Indonesia dan PT ISS Indonesia
cara mempromosikannya lebih akurat dengan cara mouth to mouth dari karyawan PT ISS

13
Indonesia itu sendiri sehingga banyak menarik klien, kemudian dengan mendatangkan
tender baru untuk memperluas jangkauan pemasarannya dan PT ISS Indonesia memiliki
website untuk layanan jasa cleaning service. Sedangkan PT Ibu jero sendiri hanya
menunggu klien apabila ada yang membutuhkan jasa PT Ibu jero itu sendiri. Kemudian
PT Ibu jero hanya mengandalkan website untuk menarik para klien yang ingin bekerja
sama dengannya dan memakai tender untuk memperluas jangkauan pemasarannya.
Menurut kami cara paling efektif untuk mempromosikan dengan cara mouth to mouth
karena dengan mouth to mouth sudah memberikan pengalaman yang baik dan akurat
sehingga banyak yang mempercayai PT ISS Indonesia.

Untuk jangkauan wilayah pemasarannya, PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero untuk
wilayah bali yaitu daerah pendistribusian tenaga kerja yang paling besar adalah Denpasar
dan Badung hal ini dikarenakan banyak hotel, kantor, bank dan kampus, kemudian Ibu
kota di Bali adalah Denpasar, kependudukan juga sangat padat berada di daerah
Denpasar dan dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai, sehingga kedua
perusahaan itu memilih jangkauannya pemasarannya di Kota Denpasar dan Kabupaten
Badung. Tidak dipungkiri lagi banyak masyarakat maupun perusahaan-perusahan yang
membutuhkan jasa cleaning service tersebut.

Pasar yang dapat ditembus dari PT ISS Indonesia sebagain besar atau 80%
bergerak di sekitar wilayah Denpasar dan Badung. Sama halnya dengan PT Ibu Jero yang
sebagian besar beroperasi di wilayah Denpasar dan Badung. Dimana sebagian besar
pengguna jasa dari kedua perusahaan tersebut merupakan perkantoran, hotel, pabrikan,
bank, maupun universitas serta instansi pemerintahan. Tentunya melihat dari pengguna
atau klien pengguna jasa kedua perusahaan ini maka target pasarnya merupakan
menengah keatas. Selain itu, PT ISS Indoneisa memiliki rencana untuk memperluas
(ekspansi) ke wilayah Singaraja, mengingat di wilayah tersebut terdapat isu akan
dibangunnya bandara. Hal ini tentunya merupakan peluang yang sangan bagus untuk PT
ISS Indonesia itu sendiri.

Kepuasan pelanggan dari PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero sendiri dapat dilihat
dengan pelayanan yang baik dan banyak klien yang ingin bekerjasama dengan kedua
perusahaan itu sendiri , kepuasan pelanggan dapat dipicu oleh karyawan yang disiplin
dan karyawannya diberikan asuransi BPJS dan gaji yang tepat waktu sehingga itu bisa
menumbuhkan rasa semangat yang besar dan bisa memaksimalkan pekerjaannya pada

14
klien yang diajak kerjasama, tetapi dalam kurun waktu PT Ibu Jero pernah mengalami
komplain dari klien akibat kurang memuaskan sehingga banyak yang beralih ke Jasa
lainnya.

4.2.2 Kinerja Bidang Keuangan


Kinerja Bidang Keuangan PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero
Tabel 4.4
Data Pendapatan Perusahaan PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero Selama Tahun 2012 -
2016
Perubahan Pendapatan PT Perubahan Pendapatan PT
Tahun
ISS Indonesia % Ibu Jero %
2012 11,7 25,8
2013 13,4 28,0
2014 17,6 23,0
2015 17,0 21,5
2016 23,7 20,7
Rata-Rata 16,68 23,8

Berdasarakan tabel diatas dapat didiskripsikan bahwa pendapatan PT ISS Indonesia


mengalami peningkatan setiap tahunnya, tetapi pada tahun 2015 mengalami penurunan
dalam bentuk jumlah persentasenya. Sedangkan, pendapatan yang diperoleh dari
perusahaan PT Ibu Jero cenderung menurun tiap tahunnya

Hal tersebut membuktikan bahwa potensi pendapatan jasa cleaning service ini
setiap tahunnya meningkat, seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri properti,
hospitality, dan layanan publik serta instansi pemeritahan. Sehingga PT ISS Indonesia
dan PT Ibu Jero ini dengan giat-giatya untuk memperbanyak klien-klien melalui
pemasaran yang dilakukan dari masing-masing perusahaan tersebut sehingga pendapatan
yang diperolehnya dari tahun ketahun tetap meningkat. Selain itu, terlihat bahwa
pendapatan dari PT ISS Indonesia meningkat tiap tahunnya terlihat dari presentase yang
ada pada data yang telah disajikan menunjukkan bahwa pelanggan atau klien lebih puas
pada pelayanan PT ISS Indonesia, sehingga hal tersebut tercermin dari pendapatan yang
meningkat tiap tahunnya meskipun terjadi penurunan pada tahun 2015 dikarenakan
terdapat beberapa klien yang tidak memperpanjang kontrak sehingga berimbas pada

15
jumlah persentase pendapatan di tahun 2015 yang sedikit menurun dibandingkan tahun
sebelumnya. Sedangkan pada PT Ibu Jero meskipun jumlah pendapatannya tetap
meningkat tiap tahun namun, peningkatan pendapatan di tahun 2013 tidak terlalu banyak
hal ini dikarenakan di akhir tahun 2013 PT Ibu Jero berhenti untuk menyediakan jasa
pembantu rumah tangga maka persentase pendapatan PT Ibu Jero menurun di tahun 204
walaupun jumlah pendapatannya tetap meningkat pada jasan cleaning service.
Begitupula pada tahun 2015 dan 2016 juga memberikan dampak pada pendapatannya
melalui julah persentase pendapatan yang selalu menurun. Hal tersebut dapat kami
indikasikan karena klien yang mengontrak jasa cleaning service tidak terlalu puas
terhadap kinerja tenaga kerjanya sehingga para klien cenderung tidak memperpanjang
kontrak kerjanya terhadap PT Ibu Jero

4.2.3 Kinerja Bidang Sumber Daya Manusia


Kinerja Bidang Sumber Daya Manusia PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero
Tahun 2012-2016
Tabel 4.5
Data Pekerja Cleaning Service PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero Selama Tahun
2012-2016

PT ISS Indonesia PT Ibu Jero


Tahun
Jumlah Perubahan (%) Jumlah Perubahan (%)
2012 1256 - 273 -
2013 1302 3,6 225 -17,5
2014 1366 4,6 303 25,7
2015 1434 4,7 358 15,3
2016 1471 2,5 402 10,9
Rata-Rata 1366 3,85 312 8,6

Berdasarkan tabel diatas dapat dideskripsikan bahwa jumlah tenaga kerja dari PT
ISS Indonesia mengalami peningkatan tiap tahun, dan di tahun 2016 meskipun PT ISS
Indonesia mengalami peningkatan dalam jumlah kapasitas tenaga kerja, namun dalam
jumlah persentase PT ISS Indonesia mengalami penurunan. Sedangkan jumlah tenaga
kerja pada PT Ibu Jero mengalami fluktuasi, dimana pada tahun 2013 mengalami
penurunan jumlah tenaga kerja karena banyaknya tenaga kerja yang memutuskan untuk
mengundurkan diri. Pada tahun 2014 PT Ibu Jero mengalami peningkatan kembali dalam
16
hal jumlah kapasitas dan jumlah persentase. Kemudian ditahun 2015 dan 2016 PT Ibu
Jero mengalami peningkatan dalam jumlah kapasitas dan mengalami penurunan dalam
jumlah persentase.

Selama kurun waktu lima tahun yaitu dari tahun 2012-2016 pada PT ISS Indonesia
mengalami peningkatan dalam hal jumlah kapasitas tenaga kerja, hal ini disebabkan
karena semakin banyak permintaan akan tenaga kerja untuk jasa cleaning service oleh
klien. Selain itu juga, hal ini dipengaruhi oleh jumlah pelamar tiap tahun. Dimana setiap
tahun pelamar dari PT ISS Indonesia mengalami fluktuas. Sedangkan dalam kurun waktu
lima tahun pada PT Ibu Jero mengalami penurunan jumlah tenaga kerja pada tahun 2013.
Hal ini dikarenakan banyak pekerja untuk jasa cleaning service mengajukan
pengunduran diri. Selain itu, PT Ibu Jero juga menghentikan usaha penyedia jasa
pembantu rumah tangga. Kedua hal inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan yang
cukup signifikan pada jumlah tenaga kerja di PT Ibu Jero.

Tenaga kerja di bidang cleaning service ini diberikan pelatihan selama kurun
waktu 1-3 bulan. Hal ini dimaksudkan agar kedua perusahaan ini memiliki kualitas yang
terjamin dalam hal pemberian jasanya. Melalui pelatihan ini nantinya para karyawan
akan memiliki sertifikat dari kelas yang telah diikuti. Sehingga para klien akan lebih
percaya akan keterampilan ataupun kompetensi yang dimiliki oleh tenaga kerja.

Dari sisi turn over karyawan pada PT ISS Indonesia selama kurun waktu lima
tahun dari tahun 2012-2016 cukup kecil. Rata-rata tingkat turn over karyawan selama
kurun waktu tersebut berkisaran anatara 2 % - 3 %. Hal ini dikarenakan beberapa faktor
salah satunya yaitu yaitu karena pekerjaan ini tidak menjanjikan gengsi seseorang.
Selanjutnya pada PT Ibu Jero, tingkat turn over karyawan untuk jasa cleaning service
sekitar 2 % - 4 %. Para pekerja berhenti di PT Ibu Jero karena beberapa alasan selain
alasan diatas juga karena tingkat kepuasan kerja yang kurang, dan lainnya. Untuk gaji di
kedua perusahaan ini baik PT ISS Indonesia maupun PT Ibu Jero menggunakan standar
UMK per kabupaten. Sehingga untuk masalah gaji tidak ada yang menggunaka standar
di bawah UMK karena melanggar peratura perundang-undangan. Pada PT ISS Indonesia
dan PT Ibu Jero tidak hanya mendapatkan gaji saja, namun pekerja cleaning service juga
mendapatakan tunjangan lainnya seperti asuransi tenaga kerja. Selain itu, terdapat
perbedaan lainnya dari kedua perusahaan ini yaitu jika UMK per kaupaten naik maka PT
ISS Indonesia juga akan menaikkan gaji dari tenaga kerjanya walaupun kontrak

17
perusahaan yang mengontrak jasa cleaning service ini masih berjalan dengan harga awal
yang telah disepakati. Maka dari itu, kami menyimpulkan bahwa kepuasan dari tenaga
kerja PT ISS Indonesia dikarenakan hal tersebut. Sedangkan di beberapa perusahaan
lainnyaseperti PT Ibu Jero tetap menggunakan UMK lama sampai terjadi pembaharuan
kontrak kerja dengan perusahaan pengontrak maka gaji dari tenaga kerja juga dinaikkan
saat kontrak baru dari tenaga kerja tersebut berjalan. Namun dari kedua perusahaan tetap
memberikan asuransi yang memang sekiranya diperlukan untuk tenaga kerja.

4.2.4 Kinerja Bidang Operasi


Kinerja Bidang Operasi PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero

Kinerja operasi mempunyai peranan penting pada setiap perusahaan untuk


menjalankan kinerja pada perusahaan tersebut. Dalam hal ini perusahaan PT ISS
Indonesia dan PT Ibu Jero mempunyai sitem operasi yang hampir sama dengan
menggunkan website masing-masing. Untuk pengoperasian penggunaan jasa cleaning
service ini selain menggunakan website dalam pemesananya juga dapat datang langsung
keperusahaan cabang yang sudah ada. Selain itu, PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero
mendistibusikan jasa cleaning service ini dengan cara tender yaitu menawarkan jasa
secara langsung ke perusahaan-perusahaan lain. Melalui tender ini merupakan salah satu
cara untuk mendapatkan kontrak bisnis dalam skala besar untuk memperluas usaha jasa
dari kedua perusahaan tersebut. Selain itu, perusahaan tersebut juga sudah menyediaakan
sumber daya manusia yang sudah siap bekerja. Perusahaan jasa cleaning service ini
sudah menyediakan segala peralatan yang menjadi kebutuhan karyawannya dalam
menjalankan tugasnya sebagai cleaning service. Oleh karena itu karyawan yang bekerja
pada perusahaan tersebut dapat bekerja secara langsung pada instansi-instansi yang
menggunakan jasa perusahaan cleaning service ini.

18
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil pembahasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa adapun
perbandingan dari segi pelayanan jasa cleaning service antara PT ISS Indonesia dan PT
Ibu Jero. Dimana dalam hal ini kedua perusahaan tersebut memberikan pelayanan yang
maksimal kepada klien sesuai dengan mutu dan harga yang telah ditetapkan. Dari segi
kepuasan pelanggan rata-rata klien cenderug lebih banyak menggunakan jasa cleaning
service dari PT ISS Indonesia dibandingkan jasa cleaning service dari PT Ibu Jero. Hal
ini menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh PT ISS Indonesia lebih baik
dibandingkan PT Ibu Jero. Jadi, secara signikikan lingkungan bisnis dapat membentuk
suatu evaluasi yang menunjukkan sesuatu yang lebih baik. Terutama dalam hal
persaingan. Pesaing adalah hal yang membuat sesuatu menjadi lebih berarti. Hal ini
terlihat dari persaingan antara PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero yang menitikberatkan
pada kualitas jasa cleaning service yang diberikan sehingga pelanggan dalam hal ini
klien lebih puas terhadap mutu yang diberikan oleh kedua perusahaan tersebut.

Selanjutnya, dilihat dari sisi kinerja organisasi PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero
terlihat perbedaan yang cukup signifikan dari jumlah tenaga kerja, jumlah klien dan
jumlah pendapatan. Hal ini dapat terjadi karena jumlah permintaan jasa cleaning service
yang cukup berbeda dari kedua perusahaan tersebut. Sehingga hal tersebut menyebabkan
terjadinya perbedaan pada tingkat pendapatan per tahun dari kedua perusahaan tersebut.

5.2 Saran
Jadi, dilihat dari segi mutu atau kualitas yang diberikan para pelanggan dalam hal
ini klien lebih puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PT ISS Indonesia
dibandingkan PT Ibu Jero. Maka, dengan pelayanan yang baik tersebut jumlah klien tiap
tahun dari PT ISS Indonesia terus meningkat dibandingkan dari PT Ibu Jero. Sehingga,
hal ini akan berdampak pada pendapatan perusahaan. Untuk itu, saran yang dapat penulis
berikan yaitu agar PT Ibu Jero ini dapat meningkatkan mutu atau kualitas dari tenaga
kerjanya terutama dalam jasa cleaning service agar pendapatan perusahaan dapat
meingkat tiap tahunnya. Selain itu, diharapkan PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero
semakin menggencarkan promosi sehingga semakin dikenal. Diharapkan pula untuk

19
kedepannya PT ISS Indonesia dan PT Ibu Jero dapat melakukan inovasi-inovasi baru
sehingga semakin banyak penawaran yang dapat diberikan kepada pelanggan dalam hal
ini disebut klien.

20