Anda di halaman 1dari 11

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peningkatan mutu pendidikan merupakan fokus perubahan dalam rangka peningkatan
kualitas sumber daya manusia. Sekolah merupakan satuan pendidikan formal yang
mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan
siswa.

Untuk menjadi manusia yang berkualitas dalam kehidupannya, manusia tidak cukup
hanya tumbuh dengan dorongan instingnya saja, melainkan perlu bimbingan dan pengarahan
dari luar dirinya. Pengarahan dari luar dirinya salah satu bisa berasal dari lingkungan
pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, diperlukan suatu sistem
pendidikan yang berkualitas pula. Dalam pelaksanaan sistem pendidikan di tanah air yang
terus berkembang, dituntut penyesuaian dalam segala faktor yang mempengaruhi pelaksanaan
dalam sistem pendidikan tersebut. Beberapa faktor tersebut yaitu kurikulum, buku, sarana dan
prasarana belajar lainnya, guru dan siswa.

Dari beberapa faktor tersebut, salah satu faktor yang cukup penting adalah kurikulum.
Kurikulum pendidikan mengacu pada 8 standar nasional pendidikan yang menunjang
terlaksananya proses kegiatan belajar mengajar dengan baik. Adapun standar yang dimaksud:

1. Standar Isi, [Permendikbud 21/2016]


2. Standar Proses, [Permendikbud 22/2016]
3. Standar Kompetensi Lulusan, [Permendikbud 20/2016]
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, [Permen 13/2007 Ttg Kasek, Permen
16/2007 Ttg Guru, Permen 24/2008 Ttg Tenaga Adm]
5. Standar Sarana Dan Prasarana [Permen 24/2007]
6. Standar Pengelolaan, [Permen 19/2007]
7. Standar Pembiayaan, [PP. 48/2008]
8. Standar Penilaian Pendidikan. [Permendikbud 23/2016]

Salah satu standar yang merupakan poin penting dalam pembelajaran di SMK adalah
standar kompetensi kelulusan. Berdasarkan Peraturan Undang Undang Sistem Pendidikan
Nasional (UU Sisdiknas) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal
2

(15) yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang
mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.
Lembaga pendidikan menengah kejuruan dalam hal ini Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) adalah sebuah lembaga yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan sekolah
menengah umum (SMA/MA). Karakteristik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) didesain
untuk mempersiapkan peserta didiknya setelah lulus dari SMK memiliki pengetahuan dan
keterampilan untuk memasuki dunia usaha dan industri (DU/DI), dengan kata lain siap
bekerja guna mengisi peluang kerja di dunia usaha atau dunia industri pada posisi tenaga
terampil tingkat menengah. Untuk mencapai tujuan tersebut berbagai upaya melalui proses
pembelajaran telah dilakukan antara lain :
1. Proses pembelajaran yang diselenggarakan di Sekolah;
2. Proses pembelajaran yang diselenggarakan di Industri/Perusahaan melalui kegiatan
pendidikan Sistem Ganda atau Praktek Kerja Industri (Prakerin).
Disamping penyelenggaraan pembelajaran sebagaimana tersebut di atas, upaya untuk
memperkenalkan dunia usaha/dunia industri kepada peserta didik juga dapat dilakukan
melalui kegiatan kunjungan industri. Kunjungan industri adalah salah satu proses kegiatan
pengungkapan fakta - fakta melalui observasi dan wawancara dalam proses memperoleh
keterangan atau data dengan cara terjun langsung ke lapangan (Field Study). Kunjungan
industri berguna untuk berbagai penelitian dan merupakan sejumlah cara ilmiah yang
dilakukan dengan rancangan operasional dan dapat memberikan hasil yang lebih akurat untuk
menghindari kesalahan penelitian serta dapat menambah pengalaman. Selain itu, dengan
kunjungan industri dapat diungkapkan fakta-fakta sebagai realisasi dari teori yang ada.
Terkait dengan proses pembelajaran, kunjungan industri akan membantu guru dan siswa
dalam mengungkap fakta terkait dengan materi pembelajaran di sekolah. Kunjungan industri
tersebut merupakan salah satu bentuk Outdoor Learning (pembelajaran di luar kelas). Dengan
demikian, siswa tidak hanya menerima teori yang bersifat taken for granted tetapi sesuai
dengan kenyataan yang ada. Dengan Outdoor Learning diharapkan pembelajaran lebih
bersifat kontekstual dan penuh makna serta tidak hanya terbatas dalam tembok sekolah.
Selain itu bisa membantu peserta didik dalam berinteraksi sosial.
Diharapkan melalui kegiatan kunjungan industri berbagai kegiatan dalam proses
produksi di industri atau perusahaan dapat disaksikan secara langsung oleh peserta didik,

dengan kata lain pengalaman yang diperoleh peserta didik melalui kegiatan kunjungan
industri diharapkan dapat memberikan stimulus/rangsangan pada diri setiap peserta didik
yang terlibat dalam kegiatan tersebut dan selanjutnya diharapkan akan muncul respon positif
3

atau nilai-nilai positif dari peserta didik yang diwujudkan melalui semangat belajar yang
tinggi untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri.

B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 Tentang Standar Isi
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar
Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
4. PERMENDIKNAS No. 24 Tahun 2006, tentang Pelaksanaan Standar Isi Dan
Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah.
5. PERMENDIKNAS No 65 Tahun 2013, tentang Standar Proses Kurikulum 2013
6. PERMENDIKNAS No. 64 Tahun 2013, tentang Standar Isi
7. PERMENDIKNAS No 65 Tahun 2013, tentang Standar Proses Kurikulum 2013
8. PERMENDIKNAS No 104 Tahun 2014, tentang Standar Penilaian Kurikulum 2013
9. PERMENDIKNAS No 60 Tahun 2013, tentang Standar Kerangka Dasar dan Sruktur
Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan / Madrasah Aliyah kejuruan.
10. PERMENDIKNAS No 61 Tahun 2014, tentang Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan.
11. PERMENDIKNAS No 64 Tahun 2014, tentang Mata Pelajaran Peminatan Sekolah
Menengah Kejuruan / Madrasah Aliyah kejuruan.
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 97 Tahun 2013, tentang
Kriteria Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan penyelenggaraan ujian
Sekolah/Madrasah Pendidikan kesetaraan dan Ujian Nasional
13. Peraturan pemerintahan Nomor 32 Tahun 2013, tentang perubahan peraturan
pemerintahan Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
14. Kep Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah No 7013/D/KP/2013,
tentang Spektrum SMK.
15. PERMENDIKBUD Nomor 20 Tahun 2016, tentang Standar Kompetensi Lulusan.
16. PERMENDIKBUD Nomor 21 Tahun 2016, tentang Standar Isi.
17. PERMENDIKBUD Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses.
18. PERMENDIKBUD Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian.
19. PERMENDIKBUD Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi
Dasar pada Kurikulum 2013.
4

20. Kalender pendidikan untuk tahun pelajaran 2016/2018 penyelenggaraan pendidikan


pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah.
21. Program kerja kepala sekolah dan wakil kepala bidang hubungan industri tahun
pelajaran 2016/2018.

C. Maksud dan Tujuan


Kegiatan ini dimaksudkan :
1. Agar para peserta didik SMK Negeri 2 Depok dapat melihat dan merasakan secara
langsung aktivitas yang dilakukan di dunia industri yang sesuai dengan paket keahlian
di SMK Negeri 2 Depok.
2. Agar para peserta didik dapat mengambil pelajaran berharga dari pengalaman
kunjungan industri tersebut, sehingga dapat memacu dan membangkitkan semangat
untuk berprestasi setinggi-tingginya guna meraih sukses dalam hidupnya.
3. Agar para peserta didik dapat melihat dan merasakan langsung disamping penting
artinya untuk meningkatkan kemampuan kompetensi sesuai dengan profesinya, juga
sangat perlu untuk berlatih dan membiasakan hidup dengan bekal kemampuan
attitude (sikap, tingkah laku, dan disiplin yang tinggi) yang wajib dimiliki oleh setiap
peserta didik di SMK Negeri 2 Depok.
Kunjungan industri bagi peserta didik kelas X semua program keahlian SMK Negeri 2
Depok bertujuan untuk :
1. Memfasilitasi para peserta didik SMK Negeri 2 Depok untuk dapat melihat dan
merasakan secara langsung tentang aktivitas yang diterapkan di dunia industri
seprofesi, sehingga dapat mengambil pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga
untuk dapat diimplementasikan selama mengikuti atau menyelenggarakan diklat atau
belajar di SMK Negeri 2 Depok.
2. Memotivasi dan membangkitkan semangat belajar para peseta didik untuk terus
menerus mampu meningkatkan dan mengembangkan kemampuan kompetensi sesuai
profesi guna meraih prestasi terbaik untuk mencapai sukses hidup setinggi-tingginya.

3. Membuka wawasan para peserta didik sehingga diharapkan dapat mengambil


pelajaran positif tentang bagaimana cara membentuk sikap dan tingkah laku serta
kedisiplinan kerja sebagai seorang ahli (sesuai dengan bidang keahliannya) yang
berkualitas sehingga setelah tamat mengikuti diklat di SMK Negeri 2 Depok dapat
segera terserap di dunia kerja.
5

D. Nama Dan Tema Kegiatan


Kegiatan yang akan dilaksanakan ini bernama “Kunjungan Industri SMK Negeri 2
Depok tahun 2018” serta mengambil tema “Mewujudkan Semangat Kerja dan Jiwa
Technopreneurship dalam Diri Peserta Didik”

E. Bentuk Kegiatan
Kegiatan Kunjungan Industri ini terdiri dari 4 macam acara yaitu :
1. Kunjungan Industri
2. Study Banding
3. Guiding
4. Membuat laporan hasil kunjungan industri

F. Waktu dan Tempat Kegiatan


Kunjungan industri dilaksanakan pada :
Tanggal : 21 - 28 April 2018
Tempat Kegiatan :
1. Paket Keahlian Teknik Pemanfaatan Instalasi Tenaga Listrik :
a. PT Diamond Bali
b. PT Sosro
c. Indonesian Power
d. Pocari Sweat
e. Indofood
2. Paket Keahlian Teknik Audio Video :
a. Bali Orange Communication
b. Radio RRI
c. Bali TV
d. Pocari Sweat
e. Indofood
3. Paket Keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara :
a. PT Diamond Bali
b. PT Sosro
c. Indonesian Power
d. Pocari Sweat
e. Indofood
4. Paket Keahlian Jasa Boga :
a. Grand Inna Bali Beach
b. Pie Susu Bali
c. Madina Roti
d. Pocari Sweat
e. Indofood
5. Paket Keahlian Tata Busana :
a. Peternakan Ulat Sutera
b. Wulan Bali
c. Yen Li Desain
d. Pocari Sweat
e. Indofood
6. Teknik Komputer Jaringan
6

a. Bali Orange Communication


b. Indosat
c. Bali TV
d. Pocari Sweat
e. Indofood

7. Kunjungan Wisata :
a. Bali dan sekitarnya :
1) Garuda Wisnu Kencana
2) Pantai Kuta
3) Tanjung Benoa
4) Pantai Pandawa
5) Sukawati
6) Celok Sukawati
7) Joger
8) Museum Tapak Sirih
9) Bedugul
b. Malang dan sekitarnya :
1) Bromo
2) Museum Angkut
3) Batu Night Spectaculer
c. Yogyakarta dan sekitarnya :
1) Prambanan
2) Malioboro

G. Sistematika
HALAMAN SAMPUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Dasar Hukum
C. Maksud dan Tujuan
D. Nama dan Tema Kegiatan
E. Bentuk Kegiatan
F. Waktu dan Tempat Kegiatan
G. Sistematika
BAB II PENGORGANISASIAN
A. Susunan Panitia
B. Uraian Tugas Panitia
C. Daftar Nama Peserta
7

BAB III RENCANA ANGGARAN BIAYA


BAB IV PENUTUP
LAMPIRAN
8

BAB II
PENGORGANISASIAN

A. Susunan Panitia
Penanggung Jawab : Tatang Komarudin, S.Pd, MM.
( Kepala Sekolah SMKN 2 Depok)
Pengarah : Sunardi, S.Pd, MM.
Sutarsa, M.Pd.
Dra. Turmi Ngestiningsih, MM.
Yunizar, M.Pd.
Drs. Yunus
Ketua : Umi Fadhilah, M.Pd
Wakil Ketua : Helva Roza, M.Pd.
Sekretaris : Ramadhan Wedha Yoga, S.Pd
Bendahara : Nuryati, M.Pd.
Siti Suraya, S.Ag.
Humas : Umi Fadhilah, M.Pd.
. Lely Mandalika, S.Pd.
Sie Dokumentasi : 1. Drs. Ruslan, MM. ( Koordinator )
2. Amvon Yompa, ST.MM.(TAV)
3. Arief Rachman, S.Kom. (TL)
4. Supari, S.Pd. (TP)
5. Lutfiana, S.Pd. (JB)
6. Dessy Ratna Susanti, S.Kom. (TB)
Sie Kesehatan (P3K) : 1. Rini Nurbandiah, S.Pd.
2. Idris, S.Pd.
Seksi Perlengkapan : Arief Budi Hernawan, S.Pd.
Staff TU dan Karyawan

B. Uraian Tugas Panitia


PENANGGUNG JAWAB : Bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan

PENGARAH : Mengarahkan terselenggaranya kegiatan

KETUA : 1. Bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan


2. Koordinasi semua kegiatan

SEKRETARIS : 1. Mengatur penyusunan program, pengetikan dan


penggandaan .
2. Mengatur pelaksanaan penyelenggaraan kunjungan industri
9

3. Mengatur,mempersiapkan, dan menyelesaikan


administrasi
4. Menyusun pelaporan.
5. Mewakili ketua apabila berhalangan
6. Bertanggung jawab kepada ketua.
7. Mengkoordinasikan kegiatan anggota.
8. Menghimpun dan mendokumentasikan serta
menyimpan administrasi
BENDAHARA : 1. Menerima, menyimpan,dan mengeluarkan uang
2. Mengatur keuangan pada masing-masing bagian
3. Membukukan keuangan Kunjungan industri
4. Menyusun SPJ untuk pelaporan.
5. Bertanggung jawab kepada ketua
SIE HUMAS : 1. Mempublikasikan segala informasi yang berkaitan dengan
kegiatan
2. Membuat LPJ Humas
SIE P3K : 1. Menyiapkan peralatan P3K
2. Siaga terhadap peserta yang membutuhkan bantuan kesehatan
3. Membuat LPJ P3K
DOKUMENTASI : 1. Mendokumentasikan aktifitas selama kunjungan industri
2. Membuat LPJ dokumentasi
PERLENGKAPAN : 1. Menyiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan
2. Menyiapkan sarana tempat kegiatan apabila dibutuhkan
3. Membuat LPJ perlengkapan

C. Daftar Nama Peserta


Kunjungan industri SMK Negeri 2 Depok tahun 2016 ini diikuti oleh semua
peserta diklat kelas X sejumlah kurang lebih 450 peserta yang terdiri dari program
keahlian Teknik Pemanfaatan Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Audio Video, Teknik
Komputer Jaringan, Jasa Boga dan Tata Busana dan didampingi oleh para wali kelas dan
guru yang berjumlah 40 guru.
Daftar nama peserta secara rinci terlampir.
10

BAB III
RENCANA ANGGARAN BIAYA

(terlampir)
11

BAB IV
PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat, semoga dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan di
lapangan.

Depok, Januari 2018

Ketua, Sekretaris

Umi Fadhilah, M.Pd. Ramadhan Wedha Yoga, S.Pd.


NIP. 196812241997022002 NIP. 199011062014031001

Mengetahui,
Kepala Sekolah, Waka. Hubin,

Tatang Komarudin, S.Pd.MM. Yunizar, M.Pd.


NIP. 196903052007011017 NIP. 197306012006042020