Anda di halaman 1dari 19

DAMPAK EKONOMI KESEHATAN

AKIBAT KONSUMSI TEMBAKAU DI


INDONESIA
METODE (WHR 2000)

 Perhitungan beban penyakit


menggunakan metode Global
Burden of Disease (GBD) 1990,
menggunakan DALYs (Disability
Adjusted Life Years) yang hilang
 Dipergunakan WHO dalam World
Health Report 2000; Health
Systems: Improving Performance
METODE (WHR, 2000)
 DALY merupakan ukuran yang
mengkombinasikan usia produktif yang
hilang karena kematian prematur dan
karena sakit atau cacat/disabilitas
 DALY = YLL + YLD
 YLL = years of life lost due to premature
mortality
 YLD = years of life lost due to disability
Sumber Data Utama
 Survei Kesehatan Nasional & Susenas 2001,
2004 (mortalitas, morbiditas, disabilitas)
 RSUP di Jakarta: CFR, satuan biaya
pelayanan, biaya & lama perawatan, operasi,
laboratorium, radiologi, penggunaan obat
 Hasil studi Peto et al (1992): proporsi
kematian penyakit spesifik karena tembakau
 Badan LitBangKes: Life Table Indonesia
2000
 Sensus Penduduk 2000 & proyeksinya: data
demografi
 Global Burden of Disease: disability weight
untuk masing-masing penyakit
Beban Ekonomi Tembakau
 Langsung: biaya pembelian rokok/
tembakau, biaya pengobatan dan
rehabilitasi
 Tidak langsung: pendapatan yang
hilang karena sakit, cacat atau
kematian dini
 Dapat dilihat dari 2 perspektif:
 Secara makro (pemerintah)
 Secara mikro (individu/keluarga)
Pengeluaran Untuk Rokok, 2005
 Tingkat Makro:
Biaya untuk membeli rokok:
230 Milyard batang X Rp. 450,- =
103,5 Trilyun rupiah

 Tingkat Mikro:
 Biaya langsung untuk membeli rokok pada
tingkat rumah tangga/individu:
 Pengeluaran untuk tembakau:
10 bt/orang/hari atau 300 bt/orang/ bulan
@ Rp. 450 ~ Rp. 135.000 (17 hari kerja sesuai
UMR Rp. 8000,- per orang per hari
 7,47 % - 9,1 % total pengeluaran rumah tangga
Beban Penyakit Utama Karena
Rokok/Tembakau, Indonesia 2005

Nama Penyakit Jumlah Jumlah YLL YLD DALYs


Kasus Mening Loss
-gal
Neoplasma
1. Kanker mulut dan oropharynx 16.200 37.872 733.00 11.040 744.04
2. Kanker Lambung 14.190 49.000 65.140 5.210 70.350
3. Kanker Hati 9.970 59.191 957.610 4.510 962.120
4. Kanker Pancreas 3.800 5.790 48.980 1.270 50.250
5. Kanker Trachea, bronchus 30.180 45.583 666.120 6.940 673.060
dan paru

B. Penyakit Jantung dan Pemb.


Darah
1. Peny. Jantung Koroner 249.080 26.815 263.830 5.560 269.390
2. Stroke 192.250 136.707 1.462.470 298.350 1.760.820

C. Penyakit Saluran
Pernapasan
1. PPOK 274.130 34.995 319.490 617.890 937.380
2. Bronchitis, Emphysema 529.320 3.847 62.000 552.130 614.130

1.319.120 399.800 3.846.373 1.502.900 5.349.273


TOTAL
Biaya tidak langsung karena
tembakau (makro), 2005

 Sedikitnya 399.800 kematian atau sekitar


23,7 % dari total kematian di Indonesia
(1.687.500) dapat dikaitkan dengan
merokok
 3.846.373 tahun hidup produktif hilang
karena kematian dini atau kerugian
makro sebesar US $ 4.923.357.440,- (4,9
Milyard US Dolar) (pendapatan per kapita
per tahun pada 2005: US $ 1.280.00,-)
Biaya tidak langsung karena sakit
dan disabilitas (Makro), 2005

 Produktivitas yang hilang karena


sakit dan disabilitas: 1.502.900
DALYs (tahun kehidupan produktip)
Nilai ekonomi: 1,92 Milyard US
Dolar
TOTAL BEBAN PENYAKIT UTAMA
KARENA TEMBAKAU (Makro), 2005

 Kerugian ekonomi negara:


 Penderita terkait tembakau: 1.319.120
 Tahun produktif yang hilang karena
kematian dini, sakit dan disabilitas:
5.349.273 DALYs (Disability Adjusted
Life Year)
 Nilai ekonomi: 6,8 Milyard US Dolar
(61,6 Trilyun Rupiah)
Biaya Langsung (2005):
Perawatan Medis (rawat inap)
Karena Penggunaan Tembakau

 Data biaya perawatan dikumpulkan dari


RSUP (pemerintah) di Jakarta
 Biaya meliputi: pelayanan gawat darurat,
pelayanan bedah, obat dan bahan habis
pakai, pelayanan radiologi (Rontgen, CT
Scan, MRI), pemeriksaan patologi
anatomi, ECG, laboratorium klinik dan
biaya rawat di Kelas 2
Tabel: Perkiraan proporsi kasus karena
tembakau, Indonesia 2005

Nama Penyakit No Kode ICD- Perkiraan proporsi kasus


10 karena tembakau
A. Neoplasms
1. Mouth and oropharynx cancers C 00-14 0.70
2. Stomach cancer C 16 0.25
3. Liver cancer C 22 0.10
4. Pancreas cancer C 25 0.20
5. Trachea, bronchus and lung cancers C 33-34 0.80

B. Cardiovascular Diseases
1. Ischaemic Heart Disease I 20-25 0.35
2. Stroke I 60-69 0.40

C. Respiratory Diseases
1. COPD J 44-47 0.70
2. Bronchitis, Emphysema J 40-43 0.60

D. Others.
1. Respiratory Distress Syndrome P 22 0.10
2. Low Birth Weight P 05, P 07 0.30
Tabel:
Biaya Medis Penyakit (selektif) Karena
Tembakau, Indonesia 2005

Nama Penyakit Kode Perkiraan Biaya Total Biaya


ICD- jumlah kasus Medis Medis
10 pada tahun Rata-Rata (Rupiah)
2005 (Rupiah)
Neoplasms
1. Mouth and oropharynx C 00-14 16,200 3,742,200 60,623,640,000
cancers C 16 14,190 1,472,800 20,899,032,000
2. Stomach cancer C 22 9,970 2,687,720 26,796,568,400
3. Liver cancer C 25 3,800 1,879,200 7,140,960,000
4. Pancreas cancer C 33-34 30,180 3,928,000 118,547,040,000
5. Trachea, bronchus and
lung cancers

B. Cardiovascular Diseases I 20-25 249,080 1,500,800 373,819,264,000


1. Ischemic Heart Disease I 60-69 192,250 1,712,000 329,132,000,000
2. Stroke

C. Respiratory Diseases J 44-47 274,130 1,579,200 432,906,096,000


1. COPD J 40-43 529,320 1,130,000 598,131,600,000
2. Bronchitis, Emphysema

D. Others. P 22 53,300 309,400 16,491,020,000


1. Respiratory Distress P 05, P 24,230 461,860 11,190,867,800
Syndrome 07
2. Low Birth Weight GRAND TOTAL 1,995,678,088,200
BIAYA MEDIS PENYAKIT
(SELEKTIF) KARENA TEMBAKAU
 Hasil perhitungan menunjukkan bahwa biaya
medis penyakit (selektif) yang terkait dengan
penggunaan tembakau di Indonesia pada tahun
2005 adalah:

 Penyakit Pernapasan: Rp. 1,031,037,264,000


 Penyakit Jantung & Pembuluh Darah:
Rp. 702,951,264,000
 Neoplasma/Kanker: Rp. 234,007,240,400
 Gangguan Perinatal: Rp. 27,681,887,800
TOTAL: Rp. 1,99 Trilyun

(perkiraan biaya terendah, karena hanya


mencakup 11 penyakit dan tidak
termasuk biaya rawat jalan atau
komplikasi)
ILUSTRASI PENGELUARAN UNTUK ROKOK,
PADA TAHUN 2011 DI KOTA KUPANG

 Jumlah Penduduk >15 tahun : 288.679


 Persentase perokok aktif (SKRT, 2007 30%)
= 86. 604
 Asumsi batang rokok/hari : 5 batang
 Harga 1 batang rokok Rp. 1000
ILUSTRASI PENGELUARAN UNTUK ROKOK,
PADA TAHUN 2011 DI KOTA KUPANG
Tingkat Makro:
Biaya untuk membeli rokok:
 Perhari : 86.604 x 5 x 1.000
= Rp. 433.020.000,-
 Per bulan : Rp. 433.020.000 x 30 hari
= Rp. 12.990.600.000,-
 Per tahun : Rp. 12.990.600.000 x 12
= Rp. 155.887.200.000,-
ILUSTRASI PENGELUARAN UNTUK ROKOK,
PADA TAHUN 2011 DI KOTA KUPANG
Tingkat Mikro:
 Biaya langsung untuk membeli rokok pada
tingkat rumah tangga/individu:
Pengeluaran untuk tembakau:
5 bt/orang/hari atau 150 bt/orang/
bulan @ Rp. 1.000 = Rp. 150.000
UMR Kota Kupang Rp. 925.000,- per
orang per bulan
 Pengeluaran utk rokok/bln + 16% total
pengeluaran rumah tangga
Kesimpulan
 Penggunaan tembakau membawa dampak negatip
yang cukup besar terhadap kesehatan dan ekonomi
baik pada tingkat makro ataupun tingkat keluarga
 Penggunaan sumber daya keluarga yang sudah
terbatas, sebagai akibat tembakau; mengurangi
pembiayaan untuk keperluan primer lain seperti:
pendidikan, makanan berkualitas, perumahan,
pakaian
 Kebijakan “cost-effective” seperti disepakati dalam
Framework Convention on Tobacco Control (FCTC)
harus dilaksanakan, untuk mengurangi dampak
negatip tersebut
Kesimpulan
 Komitmen pemerintah dan biaya untuk
upaya pengendalian tembakau saat ini
masih minimal