Anda di halaman 1dari 44

KEBIJAKAN DAN STRATEGI

PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK


MENULAR

DR. Ekowati Rahajeng, SKM, MKes


Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular

Direktorat Jenderal PP dan PL


Kementerian Kesehatan RI
Tahun 2011
PENDAHULUAN

• Masalah PTM (morbiditas, mortalitas dan disabilitas)


cenderung meningkat
• Upaya pengendalian PTM belum fokus dan cenderung
“fragmented”
• Banyak potensi PPTM (daerah, organisasi , LSM, Profesi,
swasta, masyarakat/penduduk) belum terkoordinir
• Perlu pengembangan kegiatan PPTM Terintegrasi,
Terkoordinasi dan efektif yang berkesinambungan
• Perlu penguatan kegiatan PPTM (Jejaring, regulasi,
IPTEK, SDM, fasilitas, obat, alkes, dana operasional)
KOMITMEN GLOBAL

KOMITMEN REGIONAL

PPTM

KOMITMEN NASIONAL
DISTRIBUSI PENYEBAB KEMATIAN (SELURUH KELOMPOK UMUR)
DI INDONESIA, TAHUN 1995, 2001, 2007

59,5
60

49,9
50
44,2
41,7

40
31,2

% 30
28,1

20

10,1 7,3
5,9 6,5 HHS 1995
10 6 6

HHS 2001
0
Maternal and Communicable Noncommunicable Injury
Perinatal conditions Disease Disease
BHR 2007

HHS=Household Health Survey / Survei Kesehatan Rumah Tangga


BHR=Basic Health Research / Riskesdas
POLA KEMATIAN PADA SEMUA UMUR
DI INDONESIA
Penyebab kematian % Penyebab kematian %
Stroke 15,4 Pneumonia 3,8
TB 7,5 Diare 3,5
Hipertensi 6,8 Ulkus lambung & usus 12 jr 1,7
Cedera 6,5 Tifoid 1,6
Perinatal/maternal 6,0 Malaria 1,3
DM 5,7 Meningitis ensefalitis 0,8
Tumor ganas 5,7 Malformasi kongenital 0,6
Penyakit hati 5,1 Dengue 0,5
Penyakit jantung iskemik 5,1 Tetanus 0,5
Penyakit sal. nafas bawah 5,1 Septikemia 0,3
Penyakit jantung 4,6 Malnutrisi 0,2

Sumber: Riskesdas, 2007


DISPARITAS PREVALENSI PTM DI INDONESIA
PREVALENSI CEDERA
PER PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2007

PREVALENSI
(%)
0-5 INDONESIA = 7,5
5-10
> 10
Beban Ekonomi PTM di Indonesia
• Langsung: biaya pengobatan dan rehabilitasi

• Tidak langsung: pendapatan yang hilang


karena sakit, cacat atau kematian dini

• Dapat dilihat dari 2 perspektif:


– Secara makro (pemerintah)
– Secara mikro (individu/keluarga)
BIAYA MEDIS PTM di Indonesia

• Hasil perhitungan biaya medis rawat inap, diperkirakan


terdapat 7,4 juta kasus Diabetes di Indonesia pada tahun
2010
• Bila terdapat 1,0 % dengan komplikasi yang memerlukan
rawat inap, didapat 74.000 kasus

– TOTAL biaya yang dikeluarkan (INA DRG Kelas 3):


– 74.000 X Rp. 5.007.432 = Rp.370,5 Milyard

 Total biaya rawat jalan (2010); total kunjungan: 370.000;


rata-rata satuan biaya per penderita per kunjungan (tanpa
subsidi): Rp.322.496,- (INA DRG)
 Total pengeluaran rawat jalan: Rp. 119,3 Milyard
Beban Ekonomi PTM (Makro)
• Tahun 2010: 39.500 penduduk Indonesia diperkirakan
meninggal karena penyakit Diabetes

• Total tahun produktif yang hilang karena kematian prematur


dan disabilitas (2010): 6.692.382 DALYs (Disability Adjusted
Life Years loss)

• Menggunakan GDP per kapita tahun 2010: US $ 3.465,-; total


kerugian ekonomi : 23 Milyard US Dollar
PREVALENSI STROK DI PROVINSI NTT PREVALENSI PENYAKIT JANTUNG DI PROVINSI NTT
RISKESDAS, 2007 RISKESDAS, 2007

Indonesia Indonesia
NTT NTT
Sumba Barat Lembata
Sikka Alor
Belu Manggarai Barat
Kota Kupang Sumba Barat
Alor Manggarai
Kupang Rote Ndao
Rote Ndao Ngada
Manggarai Sikka
Ende Belu
Flores Timur Timor Tengah Utara
Timor Tengah Utara Ende
Sumba Timur Timor Tengah Selatan
Ngada Sumba Timur
Lembata Flores Timur
Manggarai Barat Kupang
Timor Tengah Selatan Kota Kupang
0 2 4 6 8 10 0 5 10 15 20
Prevalensi (%) Prevalensi (%)
PREVALENSI HIPERTENSI DI PROVINSI NTT
RISKESDAS, 2007

Indonesia KARAKTERISTIK HIPERTENSI


NTT
INDONESIA
Ende
Manggarai
Sikka
Manggarai Barat
Kupang
Ngada
Flores Timur
Kota Kupang
Alor
Lembata
Timor Tengah Selatan
Sumba Timur
Timor Tengah Utara
Sumba Barat
Belu
Rote Ndao
- 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 35.0 40.0
Prevalensi (%)
Sumber Riskesdas 2007
PREVALENSI TUMOR/KANKER DI PROVINSI NTT PREVALENSI PENYAKIT SENDI DI PROVINSI NTT
RISKESDAS, 2007 RISKESDAS, 2007

Indonesia Indonesia
NTT NTT
Sumba Barat Lembata
Ende Manggarai
Timor Tengah Utara Ende
Lembata Ngada
Ngada Manggarai Barat
Belu Sumba Barat
Manggarai Timor Tengah Utara
Sikka Sikka
Timor Tengah Selatan Flores Timur
Kota Kupang Sumba Timur
Manggarai Barat Rote Ndao
Rote Ndao Alor
Flores Timur Belu
Alor Kupang
Sumba Timur Timor Tengah Selatan
Kupang Kota Kupang
0 2 4 6 8 10 12 0 10 20 30 40 50 60 70
Prevalensi (‰) Prevalensi (%)
PREVALENSI ASMA DI PROVINSI NTT PREVALENSI CEDERA DI PROVINSI NTT
RISKESDAS, 2007 RISKESDAS, 2007

Indonesia Indonesia

NTT NTT

Sumba Barat Ngada

Manggarai Manggarai

Ende Flores Timur

Manggarai Barat Rote Ndao


Ngada Timor Tengah Selatan
Lembata Ende
Rote Ndao Lembata
Alor Manggarai Barat
Timor Tengah Utara Sumba Barat
Belu Sikka
Sikka Belu
Flores Timur Timor Tengah Utara
Timor Tengah Selatan Sumba Timur
Sumba Timur Kota Kupang
Kupang Alor
Kota Kupang Kupang
0 2 4 6 8 10 12 14 0 5 10 15 20 25
Prevalensi (%) Prevalensi (%)
PREVALENSI DM DI PROVINSI NTT
RISKESDAS, 2007

Indonesia
NTT
Timor Tengah Selatan
Belu
Sumba Barat
Flores Timur
Rote Ndao
Lembata
Timor Tengah Utara
Ende
Kota Kupang
Ngada
Alor
Sikka
Kupang
Manggarai Barat
Manggarai
Sumba Timur
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3
Prevalensi (%)
Faktor Risiko dan Fase Akhir
Risiko Melekat
•Umur, Sex
•Keturunan dll TIDAK MEMBERIKAN GEJALA

Fase Akhir
Faktor Risiko /
Risiko Perilaku Penyakit Antara •PJK -PD
• Tembakau •Hipertensi •Strok
• Diet •Diabetes •Diabetes
• Alkohol •Obesitas
• Aktifitas Fisik
•Ginjal Kronik
• Dislipidemia
• Stress •Kanker
•Lesi pra kanker
•Bronkhitis kr/ •PPOK
emfisema paru/
efusi pleura
Risiko Lingkungan
Globalisasi, Sosio-ekonomi
Budaya, Modernisasi, Polusi dll
COMON RISK FACTORS PTM
Faktor Risiko Kardio Stroke Diabetes Kanker PPOK
vaskular Melitus Tertt

Merokok V V V V V

Alkohol V V V V V

Kur. Aktifitas V V V V V

Diet tak Sehat V V V V


Obesitas V V V V V

Hipertensi V V V

Hiperglikemik V V V V

Hiperkolesterol V V V V
FAKTOR RISIKO PTM SEPANJANG HIDUP

Lingkungan / Pendidikan / Sosial Budaya/ Ekonomi

Janin Neonatus Remaja Dewasa


dan Anak
• Merokok Faktor Risiko
• Penyapihan
• Gangguan • Konsumsi perilaku dan
Kongenital ASI secara dini Alkohol fisiologis
•Malnutrisi • Malnutrisi •Kurang
Faktor
Risiko Maternal •Penyakit Aktifitas Fisik
Infeksi • Diet Tidak
•Kegemukan Seimbang
Anak

Akumulasi Faktor Risiko PTM

Tahapan Intervensi Rantai Kehidupan


PREVALENSI MEROKOK DI PROVINSI NTT PREVALENSI KURANG MAKAN BUAH DAN SAYUR
RISKESDAS, 2007 DI PROVINSI NTT, RISKESDAS 2007

Indonesia Indonesia
NTT NTT
Kota Kupang Sikka
Manggarai Barat Ende
Timor Tengah Selatan Kupang
Kupang Kota Kupang
Sumba barat Belu
Sumba timur Ngada
Ngada Alor
Alor Timor Tengah Selatan
Rote Ndao Timor Tengah Utara
Manggarai Sumba barat
Ende Rote Ndao
Lembata Flores Timur
Belu Manggarai
Flores Timur Sumba timur
Sikka Lembata
Timor Tengah Utara Manggarai Barat
0 5 10 15 20 25 30 35 0 20 40 60 80 100 120
Prevalensi (%) Prevalensi (%)
PREVALENSI KURANG AKTIVITAS FISIK PREVALENSI KONSUMSI ALKOHOL
DI PROVINSI NTT,RISKESDAS 2007 DI PROVINSI NTT, RISKESDAS 2007

Indonesia Indonesia
NTT NTT
Kota Kupang Ngada
Belu Lembata
Sumba timur Timor Tengah Utara
Alor Manggarai
Manggarai Alor
Ende Sikka
Sikka Belu
Timor Tengah Utara Ende
Ngada Rote Ndao
Rote Ndao Timor Tengah Selatan
Lembata Flores Timur
Flores Timur Manggarai Barat
Sumba barat Kupang
Kupang Kota Kupang
Timor Tengah Selatan Sumba timur
Manggarai Barat Sumba barat
0 10 20 30 40 50 60 0 10 20 30 40 50
Prevalensi (%) Prevalensi (%)
PREVALENSI OBESITAS DI PROVINSI NTT, PREVALENSI BB LEBIH DI PROVINSI NTT,
RISKESDAS 2007 RISKESDAS 2007

Indonesia Indonesia
NTT NTT
Kota Kupang Kota Kupang
Manggarai Barat Lembata
Lembata Ende
Flores Timur Ngada
Sikka Flores Timur
Kupang Alor
Ende Kupang
Ngada Manggarai Barat
Alor Sikka
Rote Ndao Rote Ndao
Timor Tengah Selatan Manggarai
Sumba barat Timor Tengah Utara
Sumba timur Timor Tengah Selatan
Belu Sumba timur
Timor Tengah Utara Sumba barat
Manggarai Belu
0 2 4 6 8 10 12 0 2 4 6 8 10 12
Prevalensi (%) Prevalensi (%)
Tantangan Pengendalian PTM
di Indonesia

• Upaya pengendalian PTM belum


DISPARITAS fokus dan cenderung fragmented
• Pengendalian PTM di Fasilitas
PELAYANAN Yankes Dasar belum memadai
dan masih terpusat di RS
DISPARITAS
• Alokasi anggaran kesehatan
SEKTORAL/ terbatas
SISTEM • Nakes yang tidak merata, tidak
KESEHATAN terlatih

• Desentralisasi Pemerintahan
DISPARITAS mengakibatkan Distorsi
kebijakan antara sektoral dan
KEBIJAKAN programatik yang berlebihan
(vertikalistis)
STRATEGI PENGUATAN
Jenjang “Health in All
Target Jenjang Sektoral
Keluarga/
MDG-NCD (Sistem Kesehatan) Policy ”
Komunitas
Layanan Public Health Mgmt Sektor Percepatan
Kes pembangun
5 Targets MDG
1.Mutu Yankes an
Gender
UKBM
4 Risks NCD 2. Mgmt SDMKes PKH

3. SIK & Surveilens


Pendidikan
New TNP2K
UKM 4. Obat & alkes
PHBS Food Safety
Perpajakan
Percepatan 5. Pembiayaan Kes
Penanggula Perdaganga
ngan UKP 6. Kepemimpinan n lain
Sektor
Kemiskinan kes & Akuntabilitas
PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO PTM

Kebijakan
Pemerintah
Lingkungan YANKES

GAYA FAKTOR PTM


REINVENTING COMMUNITY HIDUP Utama
GOVERNMENT DEVELOPMENT RISIKO

PASAR
(Market)
STRATEGI PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO PTM

Pegendalian
Kebijakan Penyakit SEKTOR LAIN
Pemerintah
PROMKES UPAYA
KES

SIAGA
REINVENTING COMMUNITY BERGAYA FAKTOR
GOVERNMENT DEVELOPMENT HIDUP SEHAT PTM
RISIKO Utama

SEKOLAH
PASAR PKTP DAN LAIN LAIN
PERSADIA
KLUB JANTUNG
MAJELIS SEHAT
TAKLIM
STRATEGI KOMPREHENSIF Pengendalian PTM

Penguatan
•Status Sosial Dukungan
STRUKTUR •Umur

KOORDINASI DAN SINKRONISASI PROGRAM

JEJARING KERJA-KEMITRAAN PPTM


Promotif Aksi
•Gender “Health in

ADVOKASI KEBIJAKAN PPTM


SOSIAL Masyarakat
• Geografis
All Policy”
Promosi Pengkayaan
SURVEILANS & REGISTRI

• Ling.Kerja
Kesehatan Lingkungan
LINGKUNGAN• Perumahan Kondusif

“TRIPLE Acs”
•Sekolah Peningkatan
Posbin
• Merokok Kemampuan
• Diet
du PTM masyarakat
GAYA • Aktif Fisik Peningkatan
HIDUP • Stres Pengetahuan /
•Hipertensi Deteksi & Keterampilan
•Hiperkolestrol Tindak Lanjut petugas
•Obesitas Dini Kesehatan
•Hiperglikemi
BIOLOGI Peningkatan
Kuratif-
PTM Rehabilitatif
Faskes, Obat,
Alkes dll

Monitoring-Evaluasi INFORMASI
Surveilans Promosi Kesehatan Bina Upaya Yankes
• Berbasis survey PTM berkala (Riskesdas, Susenas, SDKI, survey
kematian, Survey Pasar dll)
• Berbasis Registri PTM (Hospital based)
SURVEILANS • Berbasis Fasilitas Kesehatan (SIMPUS, SIRS, Laboratorium)
PTM • Berbasis Litbangkes
• Evidence Based  Advokasi  Perencanan Pelaksanaan

• Promosi kesehatan dan perlindungan ‘population at risk” PTM


• Regulasi Kesehatan  KTR, PERMENKES Garam-gula-lemak
PROMOSI •  Health in All Policy
KESEHATAN • Penguatan Jejaring kerja-Kemitraan  “Triple ACs”

• Deteksi dan Tindak Lanjut Dini di Masyarakat


• Self Care Faktor Risiko PTM
BINA UPAYA • Respon cepat kegawatdaruratan PTM
KESEHATAN • Tatalaksana penderita PTM yang efektif dan efisien (Di
Puskesmas dan Rumah Sakit)
PROGRAM PENGENDALIAN PTM
Populasi
Populasi Sehat Populasi Sakit PTM
Berisiko PTM

•Lingkungan Kondusif Penatalaksanaan FR Penatalaksanaan Pencegahan Komplikasi


KTR, Sarana OR dll –PTM_Cidera : Kasus PTM + Cidera :dan Rehabilitasi:
•Gaya Hidup Sehat: -Hipertensi - UGD -Rehabilitasi
- Tidak Merokok -Dislipidemia - Diagnosis -Home Care
- Cukup Aktivitas Fisik -Hiperglikemi - Rawat jalan -Monitoring dan
- Diit Sehat & Seimbang -Merokok - Rawat Inap Pengendalian FR
-Pakai helm, seat belt -Obesitas - Tindakan Medik -Perawatan Kaki DM
•Deteksi dan Tinjut dini - Lesi pra-kanker (Operasi, amputasi, -Diet PTM
/Konseling FR -Kegawatdarurat dialisis dll) -Senam PTM
•Perilaku CERDIK •Rujukan -Rujukan -Rujukan
•Rujukan

•PUSKES Yan PTM •PUSKES yan PTM


•POSBINDU PTM •DOKTER RUMAH SAKIT •Dokter Keluarga
•Masyarakat
KELUARGA •Masyarakat
Surveilans FR-PTM di Masyarakat- SP2TP Surveilans/Regristri PTM -SIRS
Puskesmas
Klinik Dokter
swasta Keluarga

DESA SIAGA
Posbindu
PTM

Pemda Masyarakat Profresi


PROMKES

UPAYA KESEHATAM

PENGENDALIAN PENYAKIT
WHERE TEMPAT WHAT
TINGGAL

Monitoring :
• Obesitas
Kegiatan • Hipertensi
SEKOLAH
Deteksi dini , • Hiperglikemi
• Hiperkolesterol
Monitoring, • Pem.Klinis
Konseling Payudara
POSBINDU FR-PTM • Masalah
PTM TEMPAT Secara kesehatan lain
KERJA Terintegrasi, Konseling :
Rutin dan • Diet,
Periodik • Stop merokok
• Stress
Aktifitas bersama:
• Penyuluhan
• Senam
TEMPAT • Berbagi
UMUM pengalaman

33
JEJARING KERJA DI PUSAT/PROPINSI/KABUPATEN /KOTA

FORUM DinKes(Yankes,P2P,Kesmas
KOMUNIKASI Gizi, Promkes,Kesling)
KOORDINASI
DAN AKSI Sektor terkait
BERSAMA : (Diknas,Sosial,
•PERENCENAAN Pertanian,Agama,Kependud
•PELAKSANAAN ukan,Bapeda,Bid LH,
•MONEV ORMAS
Perindag)(PKK, LPM,KADIN
JEJA- KONI,MUI,KJS,PERSADIA,
FUNGSI : RING LLI,APINDO, IWAPI,YKI)
• “REVIEWER”
•ADVOKATOR Org.Profesi (IDI, IBI, IAKMI,
•“THINK TANK” PPNI, ALIANSI PTM)
•INISIATOR
•FASILITATOR SWASTA (Kadin, ForumRS
•KOORDINATOR Swasta, Apindo, Industri)
•TRAINER
Perguruan Tinggi (FKM,
FKedokteran, FPsikologi)
STRATEGI “TRIPLE ACS”
• Melalui pendekatan wilayah
(kota/kecamatan/desa) sehat yang
Active merupakan tanggung jawab Pemda.
Cities

• Melalui pemberdayaan masyarakat misalnya kelompok


masyarakat madani, kelompok jemaah haji, majelis
Actives taklim, jemaat gereja, kelompok nelayan, organisasi
Communities profesi, swasta, industri dll

• Berorientasi dari penduduk dan untuk penduduk,


memperhatikan karakteristik penduduk terutama
Active penduduk miskin, penduduk perbatasan dan daerah
Citizens terpencil perlu diperhatikan tetap dengan menjadikan
penduduk mandiri namun berkeadilan
UPAYA YG PERLU DIPERKUAT DALAM
PPTM PADA ERA DESENTRALISASI?
UPAYA YG PERLU DIPERKUAT DALAM PPTM
(1)

 Advokasi PPTM kepada Pemerintah (Pusat


dan Daerah) secara intensif dan efektif dengan
fokus pesan ‘Dampak PTM (ancaman)
terhadap pertumbuhan ekonomi Negara /
Daerah
UPAYA YG PERLU DIPERKUAT DALAM PPTM
(2)

Surveilans faktor risiko dan registri PTM


 yang mampu laksana
 didukung regulasi memadai
 menjamin ketersediaan ‘evidence based’
 untuk advokasi kepada penentu kebijakan,
untuk perencanaan,
 Untuk pelaksanaan program PTM prioritas
UPAYA YG PERLU DIPERKUAT DALAM PPTM
(3)
Promosi kesehatan dan perlindungan
‘population at risk” PTM
 didukung regulasi memadai melalui “Health in

All Policy”
 secara terintegratif melalui “Triple Acs”

(active cities, active community and active


citizens)
 kerja sama lintas program & lintas sektor

 pemberdayaan swasta / industri dan

kelompok masyarakat madani


UPAYA YG PERLU DIPERKUAT DALAM PPTM
(4)

 Deteksi dan tindak lanjut dini PTM


 secara terintegrasi dan fokus pada faktor risikonya
 melalui “Community Base Intervension and
Development
 didukung oleh sistim rujukan dan regulasi memadai
 dengan kerja sama lintas profesi dan keilmuan,
 lintas program, kemitraan lintas sektor,
pemberdayaan swasta/industri dan kelompok
masyarakat madani.
UPAYA YG PERLU DIPERKUAT DALAM PPTM
(5)

 Tatalaksana penderita PTM (kuratif-


rehabilitatif) yang efektif dan efisien, yang
didukung kecukupan obat, ketenagaan,
sarana/prasarana, sistim rujukan, jaminan
pembiayaan dan regulasi memadai, untuk
menjamin akses penderita PTM dan faktor
risiko terhadap tatalaksana pengobatan baik di
tingkat pelayanan kesehatan primer, sekunder
maupun tertier.
UPAYA YG PERLU DIPERKUAT DALAM PPTM
(6)

Jejaring kerja dan kemitraan PPTM yang


terdiri sub jejaring surveilans, promosi
kesehatan, dan manajemen upaya kesehatan,
baik di Tingkat Pusat maupun Daerah
PENUTUP
• Masalah PTM meningkat dan mengancam pertumbuhan
Ekonomi Bangsa
• Spektrum masalah PTM sangat Luas NAMUN Mempunyai
Faktor Risiko Bersama  Gaya Hidup
• Pengendalian yang efektif & efisien Fokus Pada Faktor
Risikonya
• Pengendaliannya memerlukan koordinasi, integrasi,
sinkronisasi yang Sinergis (KISS) dengan berbagai pihak baik
lintas program dan sektor  Health in All Policy
• Jejaring kerja Aktif (Triple Acs) di Pusat & Daerah sangat
diperlukan