Anda di halaman 1dari 6

Tugas Awal

PERCOBAAN IV
MILIKAN OIL DROP

DISUSUN OLEH :

NAMA : MELGYANDTIANO ARUNG PADANG


STAMBUK : A 241 16 108
KELAS :C
KELOMPOK : III (TIGA)
ASISTEN : SITTI RAHMA S.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2018
Percobaan Milikan disebut sebagai percobaan oil-drop karena dirancang untuk mengukur
muatan listrik. Percobaan tetes minyak milikan dilakukan oleh Robert A Milikan (1868– 1953).
Dalam percobaannya ia berhasil menemukan harga muatan electron secara akurat dan
menunjukkan bahwa muatan electron bersifat diskrit. Elektron mempunyai peran penting dalam
mempelajari gejala kelistrikan dan kemagnetan. Dalam eksperimen ini, kita menyemprotkan
minyak dalam bentuk hujan tetes-tetes minyak dari atomizer. Setelah diamati hujan tetes-tetes
minyak tersebut tampak seperti bintang kecil-kecil yang jatuh perlahan-lahan yang dipengaruhi
gaya gravitasi dengan kecepatan yang bergantung pada massanya, viskositas udara dan gaya
stokes. Selanjutnya tetesan minyak di beri muatan dengan beda potensial yang cukup tinggi
berkisar 300 volt – 450 volt. Besar muatan tetes minyak akan mempengaruhi gerakan atau
kecepatannya. Hal ini dapat diamati jika tetes minyak bergerak turun berbeda kecepatannya jika
bergerak ke atas, begitupun saat bergerak bebas tanpa muatan. Sehingga ada tiga kecepatan yang
dialami oleh butir tetes minyak berdasarkan arah geraknya, ini bergantung oleh gaya yang
mempengaruhinya. Besar kecepatan bintik minyak dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan gerak lurus beraturan. y = v.t
Elektron merupakan partikel dasar penyusun atom yang ditemukan dengan menggunakan
tabung kaca yang bertekanan sangat rendah yang tersusun dari plat logam sebagai elektroda pada
bagian ujungn tabung. Elektroda dengan kutub negative (katoda), dan elektroda dengan kutub
positif (anoda). Elektron mempunyai peran yang besar dalam memahami gejala kelistrikan dan
kemagnetan sampai pada saat ini. J.J Thompson melakukan percobaan tabung sinar katoda yang
menghasilkan tetapan standard e (e/m).
Percobaan ini dilakukan dengan menyeimbangkan gaya – gaya antara gaya gravitasi dan
gaya listrik pada suatu tetes minyak yang berada diantara dua plat elektroda.Tetesan yang
mengalami gaya ke atas berupa gaya stokes, gaya Archimedes, dan gaya gerak ke bawah. Jika
kedua plat diberi tegangan, maka partikel (tetesan minyak) akan bergerak. Partikel yang bergerak
ke atas disebut partikel elekton (+) dan partikel bergerak ke bawah disebut proton(-).Jomla.2009.
Medan listrik yang dihasilkan dari kedua plat akan menarik muatan listrik dari tetesan
minyak bagain atas, dan jika beda tegangan diatur agar bisa mengimbangi pada tetes minyak
maka partikel – partikel minyak yang mengandung muatan tersebut akan melayang karena
adanya gaya keseimbangan.Pada keadaan ini gaya gravitasi sama dengan elektrostatik sehingga
muatan dapat diketahui besarnya.
Milikan mengamati bahwa hasil dari muatan listrik yang diperoleh selalu kelipatan dari
1,602 10ˉ¹⁹ C, sehingga dari percobaan tetes minyak Milikan diperoleh harga muatan yang
dimiliki oleh partikel kecil elektron. Jadi bilangan tersebut disebut e = 1,602 x 10ˉ¹⁹C. Dari hasil
harga muatan elektron (e) maka secara akurat dan telah menunjukkan bahwa sifat muatan diskrit
yang artinya elektron ada di dalam bentuk paket–paket yang disebut kuanta. Djuhana. 2008.
Dalam percobaan ini elektron dapat bergerak ke atas dan ke bawah. Gaya–gaya ke atas
dengan medan listrik yang terjadi pada percobaan ini adalah :
1. Gaya berat karena setiap benda yang mempunyai massa pasti mengalami yang berat dimana
W = mg.
2. Gaya stokes merupakan gaya ke atas, semua berada jauh baik di dalam air yang akan
mengalami gaya ke atas sehingga terjadi penghambatan sampai kecepatan menjadi konstan.
Fs = 6 r Vr π.
3. Gaya listrik pada plat konduktor diberi beda potensial (V).
Fl = qE
Percobaan yang dilakukan oleh millikan dapat menyingkap secara meyakinkan bagiamana
sifat muatan listrik dan harga muatan suatu elektron (e n) maupun bilangan Avogadro (N) Dalam
percobaan ini bukan hanya memahami elektron, medan listrik tetapi juga mekanika fliuda yang
berperan dalam percobaan ini. Dimana fluida merupakan aliran atau garis–garis arus dalam
medan aliran yang dibuat pada saat waktu tertentu, sehingga kecepatan fluida pada setiap titik
dalam garis merupakan garis singgung terhadap garis arus. Partikel–pertikel fluida bergerak
rambang. Apabila zat warna yang disuntuikkan ke dalam arus akan tersebar dan berdifusi
keseluruh medan aliran. (Pitts, 1987). Percobaan tetes minyak milikan dilakukan sebagai berikut:

Gambar 3: Eksperimen Milikan


1. Dengan menggunakan alat penyemprot, minyak disemprotkan sehingga membentuk tetesan-
tetesan kecil. Sebagian tetes minyak akan melewati lubang pada pelat atas dan jatuh karena
tarikan grafitasi.
2. Dengan menggunakan teropong, diameter tetes minyak dapat ditentukan, sehingga massa
minyak dapat diketahui.
3. Radiasi sinar X akan mengionkan gas di dalam silinder. Ionisasi akan menghasilkan elektron.
Elektron tersebut akan melekat pada tetes minyak, sehingga tetes minyak menjadi bermuatan
listrik negatif. Ada yang menyerap satu,dua, atau lebih elektron. Jika pelat logam tidak diberi
beda potansia, tetes-tetes minyak tetap jatuh karena pengaruh grafitasi.
4. Jika pelat logam diberi beda potensial dengan pelat bawah sebagai kutub negatif, maka tetes
minyak yang bermuatan negatif akan mengalami gaya tolak listrik. Sesuai dengan hukum
coloumb, tetes minyak yang mengikat lebih banyak elektron akan tertolak lebih kuat.
Pergerakan tetes minyak dapat menggunakan teropong. Dengan mengatur beda potensial,
tetes minyak dibuat mengambang. dalam keadaan seperti itu berarti gaya tarik grafitasi sama
dengan gaya tolak listrik.
5. Melalui percobaan tersebut, Milikan menemukan bahwa muatan tetes-tetes minyak selalu
merupakan kelipatan bulat dari suatu muatan tertentu, yaitu 1,602 x 10−19 coloumb. Millikan
menyimpulkan bahwa muatan tersebut adalah muatan dari satu elektron. Perbedaan muatan
antar tetesan terjadi karena satu tetesan dapat mengikat 1,2,3 atau lebih elektron.

Dengan telah diketahuinya muatan elektron, maka dapat ditentukan massa elektron (m) yaitu
dengan membagi nisbah muatan terhadap massa (nilai e/m dari percobaan tabung sinar katoda)
dengan muatan elektron.

Hasil percobaan Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron –1 dan massa elektron 0,
sehingga elektron dapat dilambangkan (e). Data Fisis Elektron :

e/m = 1.76 𝑥 108 Coulomb/gram


e = 1.602 𝑥 10−19 coulomb
maka massa elektron = 9.11 𝑥 10−28 gram
Adapun fungsi alat dan bahan yang digunakan,yaitu diantaranya millikan oil drop
apparatus yang di gunakan untuk mengubah tegangan (+ atau -)sehingga akan merubah arah
gerak tetes minyak, adaptor DC 12 Volt berfungsi untuk menghasilkan tegangan DC 12 volt
pada lampu halogen, power supply berfungsi sebagai sumber tegangan., atomizer + minyak
berfungsi untuk menyemprotkan minyak millikan kedalam chamber, multimeter digital berfungsi
untuk mengukur nilai arus listrik, resistansi dan tegangan listrik, stopwatch berfungsi untuk
menghitung waktu tempuh dari partikel dan kabel banana atau kabel penghubung yang berfungsi
sebagai penghubung dalam rangkaian.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Laporan Milikan Oil Drop. Universitas Tadulako. Palu.

Anonim. 2013. Milikan Oil Drop. http://dokumen.tips /documents/ percobaan-tetes-minyak-


milikan 55cac75b737cf .html. di akses tanggal 1 desember 2015

Anonim. 1988. Milikan Oil Drop Experiment. www.pasco.com di akses tanggal 13 desember
2015.

Saripudin,A dkk.2007.Praktis Belajar Fisika.Jakarta : PT Grafindo Media Pratama

Tim Penyusun. 2018. Praktikum Fisika Modern. Universitas Tadulako.Palu.