TEORI DAN PARADIGMA YANG MEMPENGARUHI PEMBANGUNAN DUNIA DAN ANALISA KRITIS TERHADAP MODEL PEMBANGUNAN INDONESIA PERIODE

REPELITA 1969-1994
Oleh Julissar An-Naf

RINGKASAN
Pembangunan secara umum diartikan sebagai pemenuhan kesejahteraan individu yang meliputi pendapatan per kapita, kebutuhan pendidikan, kesehatan, kualitas hidup termasuk kebutuhan akan adanya harga diri. Dalam prakteknya perencanaan dan penyelenggaraan pembangunan sangat dipengaruhi oleh cara pandang, hashab atau paradigma pembangunan yang dianut oleh para elit pada masing-masing negara. Paradigma yang berkembang dimulai dengan Teori Pembangunan Klasik yang terpecah menjadi berbagai aliran dan menurunkan faham-faham kapitalisme dan sosialisme. Selanjutnya berkembang pula teori-teori turunan seperti Teori Tahapan Linear, Teori Perubahan Struktural, Teori Revolusi Ketergantungan Internasional, Tesis Pembangunan Dualistik, Teori Kontra Revolusi Neoklasik, dan yang terakhir Paradigma Pembangunan Berkelanjutan.

selalu dihadapkan kepada keadaan dead lock baik di masa Orde Lama maupun di masa Orde Baru. Hal yang perlu dicatat. pendidikan. Karena tumpuan dari proses perubahan tersebut adalah bidang ekonomi. maka definisi dari pembangunan sering terfokus kepada definisi pembangunan ekonomi. Teori atau paradigma tersebut dapat diklasifikasikan dan dirangkum sebagai berikut: . tidak satu pun Negara Sedang Berkembang bisa menyelesaikan masalah pembangunannya dengan hanya mengadapsi satu teori secara bulat dan utuh. HAKEKAT PEMBANGUNAN Secara umum disepakati bahwa pembangunan adalah suatu proses perubahan yang mengarah kepada peningkatan kesejahteraan manusia yang meliputi perbaikan tingkat hidup. Karena teori-teori pembangunan yang ada berkembang secara local spesific sehingga tidak sepenuhnya dapat diterapkan pada situasi yang berbeda. Namun karena situasi local spesific tidak terlalu dikenali dan didalami. (2) pemenuhan kebutuhan pendidikan. dan (3) pemenuhan akan adanya harga diri (self-esteem dan self-respect).Negara-negara Sedang Berkembang (Developing Countries) banyak bereksperimentasi dengan campuran dari teoriteori di atas mulai dari yang sentralistik sampai kepada yang liberal tergantung faham idiologi yang di anut. Pearce and Warford. 1971. kesehatan. Namun ada satu ciri yang khas. 1993). serta keadilan. (Goulet. mazhab atau paradigma pembangunan yang dianut oleh para elit dari masing-masing negara. dan kualitas hidup secara umum. TEORI DAN PARADIGMA YANG MEMPENGARUHI DUNIA PEMBANGUNAN Praktek-praktek perencanaan pembangunan sangat dipengaruhi oleh cara pandang. yaitu menerapkan teori-teori yang liberal namun dalam situasi yang sangat sentralistik dan peranan pemerintah sangat dominan. yaitu: (1) pemenuhan kesejahteraan individu yang sering diukur dalam bentuk pendapatan per kapita. Sejak kemerdekaan tahun 1945 pembangunan di Indonesia sendiri dapat dikatakan telah berganti-ganti faham. kesehatan.

Esensi dari teori ini adalah pembangunan akan mewujudkan masyarakat tanpa kelas (classless society) dan materialisme sebagai hirarkinya. dan (5) masyarakat komunis. Sedangkan menurut Karl Marx. masyarakat terbagi atas: (1) masyarakat primitif. Menurut Rostow. yaitu adanya perubahan orientasi masyarakat dari berfikir tradisional menjadi modern. (3) masyarakat kapitalis. Max Weber. Menurut Durkheim pembangunan adalah proses perubahan masyarakat dalam dimensi kuantitatif dan kualitatif. Weber berpendapat bahwa pembangunan adalah perubahan orientasi masyarakat dari tradisional-irasional menuju modern-rasional. (2) masyarakat feodal. pembangunan adalah perubahan sosial yang terjadi sebagai akibat konflik sosial antar kelas. Sebelum suatu negara berkembang menjadi negara maju.1. Teori Pembangunan Klasik. Teori Tahapan Linear (Tahapan Pertumbuhan Ekonomi Rostow). masyarakat berkembang secara bertahap sebagai berikut: y Tahap Pra Industri: pada tahap ini hubungan sosial yang berkembang pada umumnya hanya terjadi dalam kelompok masyarakat (isolasi fungsional). Berdasarkan teori Marx. dan Karl Marx. a. (4) masyarakat sosialis. Karena itu akan terjadi perubahan tata nilai masyarakat dari yang berbasiskan solidaritas mekanik menjadi solidaritas organik. harus dilalui suatu tahap yang disebut tahap tinggal landas (take off). y Tahap Perkembangan: pusat secara terus menerus menyebarkan modernisasi sehingga tercapai keseimbangan hubungan fungsional antara pusat dan pinggiran. Aliran Weber. 2. yang secara bertahap akan merubah kehidupan masyarakat. Aliran Durkheim. Teori ini menyarankan agar negara-negara sedang berkembang . Indikator yang bisa dilihat adalah tumbuh dan berkembangnya organisasi-organisasi sosial ekonomi modern. Implikasi dari konsep pembangunan ini. Teori Pembangunan Klasik memiliki tiga aliran. Indikatornya adalah munculnya birokratisasi dalam setiap unsur kehidupan yang dicapai melalui distribusi kekuasaan serta munculnya budaya oposisi di wilayah pinggiran sebagai respon terhadap dominasi pusat yang berkepanjangan. Aliran Marx. yaitu aliran-aliran Emile Durkheim. a. perubahan dari terbelakang (underdeveloped) menjadi maju (developed) dapat dijelas dalam seri tahapan yang harus dilalui oleh semua negara. y Tahap Industrialisasi: sebagai akibat dari proses industrialisasi maka terjadi perembesan (spill over) struktur budaya modern dari pusat yang berada di kota ke daerah pinggiran yang berada di pedesaan. b.

sebagai tempat penampungan tenaga kerja yang ditranfer sedikit demi sedikit dari Sektor Tradisional. yang dimungkinkan dengan adanya perluasan lapangan kerja di Sektor Modern. Model Pembangunan Lewis. suatu negara harus mampu membangun pertanian. Model ini menyatakan bahwa peningkatan tabungan dan investasi perlu tetapi tidak harus cukup (necessary but not sufficient condition) untuk memungkinkan terjadinya pertumbuhan ekonomi. produktivitasnya tinggi. perekonomian dianggap terdiri dari dua sektor: (1) Sektor Tradisional. dan perdaganganya sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. industri. Teori Revolusi Ketergantungan Internasional. yaitu lebih banyak bagian GNP yang ditabung dan diinvestasikan maka akan lebih besar lagi pertumbuhan GNP tersebut. Dalam Model Pembangunan Lewis. Perubahan struktur ini melibatkan seluruh fungsi ekonomi termasuk tranformasi produksi dan perubahan dalam komposisi permintaan konsumen. Teori Perubahan Struktural ini mempunyai dua model. sehingga pada gilirannya akan berkembang menjadi negara maju. dengan ciri-ciri di pedesaan. 4. subsisten. a.(developing country) tinggal mengikuti saja seperangkat aturan pembangunan tertentu untuk tinggal landas. Prasyarat penting untuk dapat tinggal landas. . Prasyarat penting lainnya adalah harus ada mobilisasi tabungan dengan maksud untuk menciptakan investasi yang cukup untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. diperlukan pula himpunan perubahan yang saling berkaitan dalam struktur perekonomian suatu negara untuk terselenggaranya perubahan dari sistem ekonomi tradisional ke sistem ekonomi modern. dengan ciri-ciri di perkotaan. industri. Harrod-Domar mengemukakan bahwa Pertumbuhan Pendapatan Nasional Kotor (Gross National Product/GNP) secara langsung bertalian erat dengan rasio tabungan. perdagangan internasional serta perubahan-perubahan sosial-ekonomi seperti urbanisasi. yaitu Model Pembangunan Lewis dan Model Perubahan Struktur dan Pola Pembangunan. 3. Model ini memfokuskan pada terjadinya proses pengalihan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi serta kesempatan kerja di Sektor Modern. Di negara-negara berkembang pembentukan modal relatif rendah sehingga untuk memperoleh pertumbuhan yang diinginkan dibutuhkan pinjaman luar negeri. b. pertumbuhan dan distribusi penduduk. yaitu pergeseran dari produksi barang pertanian ke produksi barang industri pada saat pendapatan per kapita meningkat. Pola ini juga menyaratkan bahwa selain akumulasi modal fisik dan manusia. kelebihan tenaga kerja dan produktivitas marjinalnya sama dengan nol. (2) Sektor Modern. Teori Perubahan Struktural. Model ini dikembangkan oleh Hollis Chenery yang menyarankan adanya perubahan struktur produksi. Dari model yang dikemukakan oleh Harrod-Domar tersebut Rostow menyimpulkan bahwa negara-negara yang dapat menabung 10-20% dari GNP-nya dapat tumbuh dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dibanding dengan negara-negara yang tabungannya kurang dari kisaran tersebut. Model Perubahan Struktur dan Pola Pembangunan Hollis Chenery .

status sosial. Nasihat atau saran tersebut mungkin bermaksud baik tapi sering tidak mempunyai informasi yang cukup tentang negara yang akan dibantu terutama negara-negara sedang berkembang. Teori ini mempunyai dua aliran. Kelompok-kelompok tertentu di negara-negara sedang berkembang (tuan tanah. Secara sengaja negara-negara kaya mengeksploitasi dan menelantarkan ko-eksistensi negara-negara miskin negara miskin dalam sistem internasional yang didominasi oleh hubungan kekuasaan yang sangat tidak seimbang antara pusat atau centre (negara-negara maju) dan pinggiran atau periphery (negara-negara berkembang). teori dan model-model ketergantungan internasional kian mendapat dukungan di Dunia Ketiga. Ketergantungan itu sendiri berarti berarti situasi di mana ekonomi suatu negara dikondisikan oleh perkembangan dan ekspansi ekonomi negara lain dan ekonomi negara tersebut tunduk padanya. Tesis ini berlandaskan fenomena eksistensi ganda. a. 5. Tesis Pembangunan Dualistik. Teori Ketergantungan ini muncul sebagai antitesi terhadap Teori Modernisasi dan merupakan variasi dari teori yang dikembangkan oleh Karl Marx (Marxian). pejabat. dan kekuasaan politik merupakan kaum elit dalam masyarakat. y Ko-eksistensi superior dan inferior bukan sesuatu yang bersifat transisional tetapi sesuatu yang bersifar kronis. Negara-negara Dunia Ketiga telah terjebak dalam hubungan ketergantungan dan dominasi oleh negara-negara kaya. yaitu adanya masyarakat yang kaya (superior) dan adanya masyarakat yang miskin (inferior). Keterbelakangan negara-negara Dunia Ketiga disebabkan oleh kesalahan atau ketidaktepatan nasihat/saran yang diberikan oleh para penasihat dan para pakar internasional dari lembaga-lembaga bantuan negara maju dan donor-donor multinasional.Pada dasawarsa 1970-an. Model Ketergantungan Kolonial. yaitu Model Ketergantungan Kolonial dan Model Paradigma Palsu. militer) yang menikmati penghasilan tinggi. b. Tesis ini memeiliki empat syarat: y Dualisme merupakan prasyarat yang memungkinkan pihak yang superior dan inferior hidup berdampingan pada suatu tempat dan waktu yang sama. Teori ini memadang bahwa negara-negara Dunia Ketiga telah menjadi korban dari berbagai kelakuan kelembagaan politik dan ekonomi internasional maupun domestik. Kepentingannya. sengaja atau tidak sengaja melestarikan ketidakmerataan dan eksploitasi ekonomi oleh negara-negara maju terhadap negara-negara miskin karena secara langsung atau tidak langsung mereka mengabdi kepada kekuasaan kapitalis internasional. Praktek dan kondisi tersebut menggoda negara-negara miskin untuk mandiri dan bebas dalam upaya-upaya pembangunan mereka yang sulit dan bahkan kadang-kadang serba tidak mungkin. pengusaha. Model Paradigma Palsu. .

ekologi. 6. Kanada. Teori ini menyerukan agar diadakan swastanisasi perusahaan-perusahaan milik pemerintah di negara-negara maju serta munculnya himbauan untuk meninggalkan campur tangan pemerintah dalam perekonomian serta deregulasi di negara-negara berkembang. Pembangunan berkelanjutan memiliki tiga pendekatan. World Commision for Environmental and Development (WECD) mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai ³pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan generasi yang akan datang´. Kemudian pada tahun 1980-an hingga awal tahun 1990-an mulai dikenal konsep dan argumen pentingnya pembangunan berkelanjutan. yaitu pendekatan ekonomi. UNEP. dan Jerman Barat. efisiensi teknis dan kebijaksanaan (IUCN. Pendekatan ekologi menekankan pada pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati yang akan memberikan kontribusi pada keseimbangan ekosistem dunia. organisasi. 1993). Proses kristalisai paradigma pembangunan berkelanjutan dimulai dari tahap perdebatan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan pada tahun 1960-an hingga tahun 1970-an. Esensi pembangunan berkelanjutan adalah ³perbaikan mutu kehidupan manusia dengan tetap berusaha tidak melampaui kemampuan ekosistem yang mendukung kehidupannya. y Saling keterkaitan antara unsur superioritas dan unsur inferioritas sehingga keberadaan unsur superioritas sedikit atau sama sekali tidak meningkatkan unsur inferioritas. yaitu ³sistem ekonomi yang tetap memelihara basis sumberdaya alam yang digunakan dengan terus mengadakan penyesuaian-penyesuaian dan penyempurnaan-penyempurnaan pengetahuan. Pendekatan ekonomi menekankan pada perolehan pendapatan yang berbasis pada penggunaan sumberdaya yang efisien. Teori Kontra-Revolusi Neoklasik. Sedangkan ekonomi berkelanjutan merupakan buah dari pembangunan berkelanjutan. Sedangkan pendekatan sosial menekankan pada pemeliharaan kestabilan sistem sosial budaya meliputi penghindaran konflik keadilan baik dalam satu generasi maupun antar generasi (Munasinghe. bahkan keduanya cendrung menguat untuk menjadi kekal. Paradigma Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development). 7.y Superioritas dan inferioritas tidak menunjukan tanda-tanda melemah. Inggeris. Teori ini menegaskan bahwa keterbelakangan negara-negara berkembang bersumber dari buruknya alokasi sumberdaya yang bertumpu pada kebijakankebijakan harga yang tidak tepat dan campur tangan pemerintah yang berlebihan. PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI NEGARA-NEGARA SEDANG BERKEMBANG Di Negara-negara Sedang Berkembang (Developing Countries) seringkali diterapkan campuran dari perencanaan secara terpusat yang bergaya etatisme sampai kepada perencanaan . dan sosial. 1993). Teori ini muncul pada dasawarsa 1980-an yang berhaluan konservatif yaitu politik yang dianut Amerika. WWF.

PEMBANGUNAN DI INDONESIA Sejak kemerdekaan hingga tahun 1960-an. seperti di laksanakan di Ceylon. y Pada bulan Juli tahun 1947 itu juga. y The Free Enterprice Equivators: lebih menyerahkan perencanaan kepada kekuatan pasar atau bahkan tidak ada perencanaan yang sesungguhnya. Tapi rencana tersebut tidak sempat dilaksanakan karena perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan. Panitia ini menghasilkan rencana sementara berjudul ³Dasar Pokok Dari Pada Plan Mengatur Ekonomi Indonesia´.J.yang liberal menggunakan mekanisme pasar atau harga. yaitu (Tjokroamidjoyo 1982): y Pada tanggal 12 April 1947 dibentuk Panitia Pemikir Siasat Ekonomi yang diketuai oleh Mohammad Hatta. y The Doctrinaire Nationalist: yang merupakan perencanaan terpusat dan sangat menganut etatisme. y Sectoral Planning atau Perencanaan Sektoral yang merencanakan kebijaksanaan dan kegiatan usaha untuk mengembangkan suatu sektor kegiatan ekonomi tertentu. . Ditinjau dari teknik perencanaannya. Namun tidak satupun dari rencana-rencana tersebut mencapai tahap yang matang dan membuahkan hasil yang memuaskan. teknik perencanaan yang sering dilakukan di Negaranegara Sedang Berkembang adalah: y Project by Project Approach atau Perencanaan Proyek demi Proyek. seperti di Philipina. y Comprehensive Planning atau Perencanaan Komprehensif yang meliputi perencanaan yang menyeluruh pada Sektor Pemerintah dan Sektor Masyarakat. Kasimo dirumuskan ³Plan Produksi Tiga Tahun RI´. berbagai upaya perencanaan pembangunan telah dilakukan di Indonesia. Misalnya Paauw (1965) mengemukan sedikitnya ada tiga klasifikasi perencanaan di negara Asia Tenggara: y The Small Effective planners: menggunakan policies yang efektif terhadap sektor swasta. di bawah pimpinan I. seperti diterapkan di Malaysia dan Taiwan. y Integrated Public Investment Planning yaitu perencanaan investasi menyeluruh pada Sektor Publik. Birma. y Kemudian disusun ³Rencana Kesejahteraan Istimewa 1950-1951´ (untuk bidang pertanian pangan) yang disusul dengan ³Rencana Urgensi Untuk Perkembangan Industri 1951-1952´ di bawah pimpinan Sumitro Djojohadikusumo. Tapi karena clash I dan II dengan penjajah rencana ini juga tidak sempat dilaksanakan. dan Indonesia. Rencana-rencana ini tidak berjalan dengan baik.

Pemerintahan Suharto menetapkan prioritas pada stabilisasi ekonomi. kebutuhan untuk menjamin ketersediaan pangan di perkotaan dengan harga yang relatif stabil. Pemerintah meneruskan proses pembangunan Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) dengan tiga tujuan utama (Trilogi Pembangunan) yaitu Stabilisasi. Anggaran pembangunan untuk bidang kesejahteraan sosial seperti pendidikan. kebutuhan untuk menjaga kendali politik di daerah pedesaan (White 1989). y REPELITA II (tahun fiskal 1973/1974 ± 1978/1979) difokuskan pada peningkatan standar kehidupan rakyat. investasi modal asing diundang masuk. memperbaiki dan mengembangkan infrastruktur. pakaian. sandang. dan Pemerataan. Akibat tidak satupun rencana pembangunan mendatangkan hasil. terutama penurunan tingkat inflasi yang telah mencapai 600 persen pada tahun 1965 dan 1966.y Selanjutnya ada pula yang dinamakan ³Rencana Pembangunan Lima Tahun 1956-1960´ yang disusun oleh Biro Perancang Negara yang diprakarsai oleh Sumitro Djojohadikusumo. Gambaran mengenai kebijaksanaan dan strategi dari REPELITA adalah sebagai berikut (Department of Information Republic of Indonesia 1991): y REPELITA I (tahun fiskal 1969/1970 sampai 1973/1974) menekankan pada rehabilitasi perekonomian terutama peningkatan produksi pertanian serta perbaikan irigasi dan sistem transportasi. Pertumbuhan. REPELITA Belajar dari pengalaman sebelumnya. Namun pelaksanaannya tertunda hingga tahun 1958 dan pada tahun 1959 sudah diganti dengan rencana baru. sehingga rencana kurang berjalan baik dan keadaan ekonomi bertambah parah. kesehatan dan keluarga berencana lebih besar dibanding dengan pada . dan perumahan (pangan. Pertama. serta menyediakan lapangan kerja baru. keadaan ekonomi Indonesia kian bertambah parah hingga jatuhnya Pemerintahan Soekarno oleh kudeta Gerakan 30 September PKI pada tahun 1965. y Pada tahun 1960 berhasil disusun lagi ³Rencana Pembangunan Nasional Semesta Berencana 1961-1969´.) Juga perlu dicatat bahwa pembangunan pertanian dan pedesaan menjadi titik tolak pembangunan dengan tujuan ganda. perbaikan keuangan pemerintah. Tujuan spesifik dari REPELITA II adalah memenuhi kecukupan pangan. kedua. menyebarkan dan memeratakan distribusi hasil-hasil pembangunan. Namun dalam kenyataannya rencana ini lebih berupa ³dokumen politik´ dari pada rencana pembangunan dalam arti yang sesungguhnya. dan rehabilitasi basis-basis ekonomi yang produktif. tidak realistis. y Dalam keadaan ekonomi yang cukup kritis disusun pula ³Perencanaan Ekonomi Perjuangan Tiga Tahun´ yang disebut juga ³Rencana Banting Stir´. Rencana ini tidak pernah terselenggara dengan baik dan tidak mampu menolong parahnya situasi ekonomi. dan bantuan (pinjaman) luar negeri dicari secara aktif. papan). Pengoperasian kekuatan-kekuatan pasar digalakan dari sebelumnya.

Sumbangan dari ekspor minyak dan gas bumi pada nilai ekspor pada periode PELITA III meningkat rata-rata 75.REPELITA I. y REPELITA IV (tahun fiskal 1984/1985-1988/1989) meletakan penekanan pada Sektor Pertanian untuk mempertahankan swasembada pangan terutama swasembada beras. Pada masa REPELITA V ini pembangunan pada bidang ekonomi diberikan prioritas dengan penekanan pada pembangunan pada Sektor Industri dengan didukung oleh pertumbuhan yang cukup tinggi dari Sektor Pertanian. Sejalan dengan itu terjadi perkembangan yang memuaskan dalam neraca pembayaran. ANALISA KRITIS TERHADAP PELITA Catatan yang perlu dikemukan pada rangkaian REPELITA di atas oil boom yang dimulai tahun 1973 memberikan sumbangan yang sangat menentukan pada Perekonomian Indonesia.). Pada periode REPELITA VI pun format keunggulan komparatif (comparative advantages) dari Ekonomi Indonesia belum tampak.2 persen per tahun. dan menjaga stabilitas nasional. Hal itu diperberat pula dengan masalah-masalah micro economy yang tidak terselesaikan dan berbagai miss management di dalam bidang pemerintahan. yaitu: memperoleh distribusi yang lebih merata dari hasil-hasil pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Sejak PELITA II anggaran pembangunan dapat melampaui budget. Memasuki awal REPELITA VI agaknya Indonesia tidak berhasil menemukan jalan keluar dalam menghadapi krisis ekonomi global. menjaga pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Selama periode REPELITA IV kecendrungan perkembangan perekonomian global yang menguntungkan ditambah dengan turunnya harga minyak secara drastis di pasaran internasional memaksa pemerintah untuk mengambil langkah-langkah penyesuaian (readjustment and reform) di berbagai bidang seraya mencoba menggalakan ekspor non-migas (Ibid. y REPELITA V (tahun fiskal 1989/1990 ± 1993/1994) dinilai sangat menentukan karena merupakan tahap akhir untuk persiapan menuju era tinggal landas (take off) pada periode REPELITA VI. y REPELITA III (tahun fiskal 1978/1979 ± 1983/1984) diarahkan kepada tiga tujuan pokok. Akibatnya pemerintah mengalami kesulitan neraca pembayaran dan sangat mengandalkan hutang luar . Demikian juga dengan anggaran pembangunan untuk bidang industri dan pertambangan. Ini dikarenakan meningkatnya penerimaan negara dari ekspor minyak mentah. Pengembangan industri diprioritaskan pada industri-industri yang bisa menghasil mesinmesin ringan maupun berat. Anggaran pembangunan selama REPELITA III meningkat 274 persen. Pembangunan pertanian dan pedesaan tetap memperoleh anggaran terbesar. Hal itu diindikasikan dengan tidak mampu bersaingnya harga-harga sebagian besar produk pertanian maupun industri Indonesia di pasaran internasional. Sementara itu prioritas pembangunan ditujukan pada Sektor Pertanian untuk mencapai swasembada pangan serta industri pengolahan bahan baku menjadi barang jadi.

Paauw.S. Foutrh Edition.W.negeri yang sudah sangat spektakuler jumlahnya. M. (1954) Economic Development with Limited Supply of Labour. Jakarta. Wardford (1993) World Without End. Akhirnya semuanya bermuara pada krisis politik sehingga Suharto harus turun dari kursi kepresidenan. J.J. LP3ES. REFERENSI: Pearce. (1965) Development Planning in Asia. Keynes.M. and J. B. D.A. (1982) Perencanaan Pembangunan. (1971) The Stage of Economic Growth. Desember 1989. Cambridge University Press. Longman Group Limited. Tjokroamidjoyo. Oxford University Press. (1989) ³Java¶s Green Revolution in Long-term Perspective´ in: Prisma (English Edition). . 48. W. Interest and Money. Department of Information. White. Economics. B. Directorate of Foreign Information Services.P. Jakarta. Lewis. TODARO. (1936) The General Theory of Employment. Center for Development Planing. W.W. National Planning Association. D. Rostow. (1989) Economic Development in the Third World. No. Environment and Sustainable Development. PT Gunung Agung Department of Information Republic of Indonesia (1991) Indonesia 1991: An Official Handbook.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful