Anda di halaman 1dari 2

Faktor Penyebab Seseorang Merokok

Penyebab seseorang merokok terdiri dari beberapa faktor, antara lain adalah sebagai
berikut:
1. Faktor Personal
Faktor personal yang menyebabkan seseorang merokok sangat berkaitan erat.
Faktor personal melingkupi beberapa faktor lainnya, yaitu:
 Faktor Sosiodemografik
Faktor ini meliputi usia, jenis kelamin, etnis, dan beberapa hal lain. Jumlah
perokok pada usia remaja cenderung akan meningkat seiring bertambahnya usia. Masa
remaja akhir dan awal usia 20 adalah puncak seseorang akan berhenti merokok (WHO,
2009). Pada dasarnya, remaja yang mulai merokok di usia yang ebih muda akan
cenderung berhenti merokok dibandingkan dengan seseorang yang merokok di usia
remaja akhir/usia > 20 tahun.
 Faktor Sosio-ekonomi
Status sosial ekonomi menimbulkan resiko merokok pada kalangan remaja.
Remaja dengan latar belakang ekonomi yang rendah lebih beresiko untuk menjadi
seorang perokok dibandingkan dengan remaja dari kalangan ekonomi menengah ke
atas (WHO, 2009). Remaja dari kalangan ekonomi yang lebih rendah cenderung
memiliki pengetahuan, sikap, kepercayaan, harga diri dan citra diri yang kurang
karena bagi mereka merokok adalah sesuatu hal yang dapat meningkatkan martabat
mereka.

2. Faktor Lingkungan Sosial


Faktor lingkungan sosial tidak terbatas hanya dari beberapa faktor saja. Beberapa
studi menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang sangat mempengaruhi seseorang untuk
memulai dan melanjutkan merokok adalah tingkat pendidikan, pendapatan
keluarga/orangtua dan teman sebaya (Caliskan, 2009). Faktor-faktor yang membuat
seseorang memulai dan melanjutkan merokok tidak hanya terbatas pada studi tersebut.
 Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan
Seseorang di kalangan ekonomi yang rendah dan pendidikan yang kurang
diketahui akan cenderung merokok. Ketika tingkat pendidikan dan pendapatan
meningkatkan, diharapkan probabilitas merokok menurun (Caliskan, 2009).
 Pengaruh Orangtua
Sejumlah penelitian menemukan bahwa dampak orangtua yang merokok akan
membuat seorang remaja mengikuti kebiasaan orangtuanya merokok (WHO, 2009).
Pengaruh orangtua dalam memberikan contoh kebiasaan hidup sehat adalah hal yang
terpenting untuk membentuk karakter seseorang untuk kebiasaan di masa yang akan
datang.
 Teman Sebaya
Teman sekolah dan teman sebaya adalah faktor lingkungan yang penting dalam
suatu relasi. Hal ini akan cenderung memiliki resiko yang tinggi dalam mempengaruhi
seseorang untuk merokok (Caliskan, 2009). Dorongan dari teman sebaya untuk
merokok akan membuat seseorang yang tidak merokok akan menjadi seorang perokok
karena penolakkan biasanya akan membuat seseorang tersebut dikatakan tidak keren
atau dihina oleh teman-teman sebayanya meskipun sekolah atau instansi telah
mengajarkan perilaku positif.

3. Faktor Psikologis
Penyebab seseorang mulai merokok akibat dari faktor psikologis, yaitu:
 Stress, banyak orang yang merokok karena pernah mengalami hal yang negatif
selama hidupnya. Perokok biasanya merokok untuk mengurangi stres, namun ada
beberapa orang yang mengalami tekanan yang berbeda (WHO, 2009). Tekanan
yang dirasakan antara lain memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan
secara bersamaan atau sebagainya karena stres yang dialami seseorang akan relatif
berbeda dengan yang lainnya.
 Berat Badan, merupakan alasan seorang wanita tetap merokok. Remaja putrid atau
wanita dewasa telah menemukan hubungan antara merokok dan berat
badan/perilaku diet (WHO, 2009). Wanita yang merokok cenderung akan
memiliki tubuh yang lebih ideal tanpa harus melakukan diet lemak atau
mengurangi porsi makan mereka.
 Depresi, prevalensi merokok lebih tinggi untuk orang-orang yang memiliki
gangguan kejiawaan seperti depresi karena bagi seseorang yang depresi merokok
adalah tempat pelarian terbaik untuk menghindari depresi. Hal ini karena sensasi
rileks yang akan didapatkan dari merokok. Perokok dengan riwayat depresi akan
mengalami kekambuhan setelah berusaha untuk berhenti merokok (WHO, 2009).

Penyebab merokok yang paling banyak ditemukan di kalangan mahasiswa Universitas


Sanata Dharma adalah stres. Stres yang dialami oleh mahasiswa biasanya dikarenakan tugas
yang menumpuk, kuliah sambil kerja dan masih ada banyak aspek yang dapat menyebabkan
mahasiswa stres. Mahasiswa merokok untuk merasakan rileks dalam menjalani kehidupan
sehari-harinya.

DAFTAR PUSTAKA
Caliskan, S., 2009, The Factors That Affect Smoking Probability and Smoking Expenditures in
Turkey, Serbian Journal of Management, Vol. 4(2), 183-202.
Jones, J.C., 2009, Prevalence of Tobacco Use an Factors Influencing Initiation and Maintenance
Among Women, World Health Organoization, Vol. 3, 29-50.