Anda di halaman 1dari 4

KESELAMATAN KERJA PADA PENGELASAN

LISTRIK SECARA MANUAL

Latar Belakang

Pengelasan listrik secara manual mempunyai potensi membahayakan bagi juru las, orang
disekitarnya maupun lingkungan tempat kerjanya. Potensi bahaya tersebut antara lain
berupa sengatan arus listrik, gas logam berat, sinar las, kebaran dan percikan api las.
OLeh karena itu pengelasan listrik secara manual perlu dibakukan.
DAFTAR ISI

1. RUANG LINGKUP

2. DEFINISI

3. ALAT PELINDUNG DIRI

4. KETENTUAN
KESELAMATAN KERJA
PADA PENGELASAN LISTRIK SECAR MANUAL

1. RUANG LINGKUP

Standar ini meliputi definisi, alat pelindung diri serta ketentuan pada pengelasan listrik
secara manual sehingga pekerjaan pengelasan dapat dilaksanakan dengan aman.

2. DEFINISI

Pengelasan listrik secara manual adalah pekerjaan pengelasan dengan menggunakan


listrik yang setang lasnya dipegang oleh juru las.

3. ALAT PELINDUNG DIRI

Alat pelindung diri yang memenuhi syarat standar keselamatan dan kesehatan kerja
meliputi sepatu pengaman, topi pengaman, sarung tangan asbes atau kulit, rompi (apron)
asbes atau kulit, kacamata las, topeng las, baju kerja lengan panjang, dan khusus untuk
pengelasan bahanseng, kadmium, kuningan, perunggu atau baja berlapis seng harus
disediakan alat bantu pernapasan dan kanisternya.

4. KETENTUAN

4.1 Ketentuan Umum

4.1.1 Pemadam api (api, pasir, busa atau tepung kimia) yang sesuai dengan keperluannya
harus diletakkan pada tempat yang mudah dicapai dan dekat dengan lokasi
pekerjaan pengelasan dan pemotongan. Juru las dan pembantunya harus mampu
menggunakan pemadam api dan memadamkan api.

4.1.2 Tempat pengelasan harus mempunyai sirkulasi udara yang baik.

4.1.3 Tempat pengelasan harus bebas dari benda atau bahan yang mudah terbakar apabila
terdapat benda atau bahan yang mudah terbakar, yang tidak dapat dipindahkan
maka bahan tersebut harus tetap dibasahi sampai pekerjaan selesai.

4.1.4 Jika benda yang akan dilas menyatu dengan benda padat yang mudah terbakar,
maka benda padat yang mudah terbakar tersebut harus tetap dibasahi sampai
pekerjaan selesai.

4.1.5 Pembantu juru las harus memakai topi pengaman dan kacamata pengaman serta
tidak boleh memandang terus-menerus pada sinar las selama pengelasan.

4.1.6 Untuk menghindarkan pekerja lain terkena sinar las dan percikan bunga api las,
maka tempat pengelasan tersebut dipasang tirai pelindung.
4.1.7 Kabel las harus dalam keadaan terisolasi dengan baik. Sambungan kabel harus kuat
dan terisolasi dengan baik.

4.1.8 Hantaran balik dari benda/objek yang sedang dilas sedapat mungkin harus langsung
ke mesin las.

4.1.9 Apabila hantaran balik tidak bisa dilakukan maka mesin las dari benda atau objek
yang dilas harus dibumikan dengan baik.

4.1.10Pemilihan lokasi pembumian pada daerah yang bebas api harus dilakukan oleh
petugas yang berkompeten.

4.1.11 Kabel dari sumber listrik ke las listrik portabel harus terlindung dengan baik dan
sedapat mungkin tidak diletakkan diatas tanah/lantai.

4.1.12 Apabila pada jarak 15 meter dari tempat pengelasan terdapat pipa saluran gas
maka pipa tersebut harus ditutup dengan baik dengan bahan yang tidak mudah
terbakar.

4.2 Ketentuan Khusus

4.2.1 Alat bantu pernafasan lengkap dengan kanester harus dipakai untuk pengelasan
bahans seng, kadmium, kuningan, perunggu dan baja berlapis seng.

4.2.2 Kabel las listrik yang menggunakan arus bolak balik sedapat mungkin dihindari
dari sambungan-sambungan dan kabel tersebut harus memenuhi SNI......

4.2.3 Pekerjaan pengelasan pipa, drum, tangki bekas cairan atau gas yang mudah
terbakar hanya boleh dilakukan setelah pipa, drum dan tangki tersebut dibersihkan
dan udara harus dapat bebas keluar masuk kedalam pipa, drum maupun tangki
tersebut.