Anda di halaman 1dari 11

Kata Pengantar

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan inayah-Nya serta kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan
Makalah Geologi Indonesiai ini dengan judul “Daerah Dangkalan Sunda”. Makalah
ini disusun dalam rangka memenuhi tugas dan kewajiban kelompok mata kuliah
Geologi Indonesia.

Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari
kata sempurna, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun guna sempurnanya makalah ini. Penyusun berharap semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ika Meviana M. PD. yang telah
mengarahkan dalam menyusun makalah ini serta kepada rekan-rekan dari semua
pihak yang telah berpartisipasi didalam penyusunan makalah ini sehingga dapat
diselesaikan tepat pada waktunya.

Kelompok 5

Malang, 03 Oktober 2017

1|Geologi Indonesia
DAFTAR ISI

Kata pengantar ........................................................................................................... 1

Daftar isi...................................................................................................................... 2

BAB I ........................................................................................................................... 3
Pendahuluan ............................................................................................................... 3

A. Latar belakang ............................................................................................... 3


B. Rumusan masalah .......................................................................................... 3
C. Tujuan penulisan............................................................................................ 3
BAB II ......................................................................................................................... 5
Pembahasan ................................................................................................................ 5

A. Dangkalan Sunda ........................................................................................... 4


B. Proses Terbentuknya Dangkalan Sunda...................................................... 5
C. Perkembangan Dangkalan Sunda ................................................................ 5
D. Garis Pemisah Imajiner ................................................................................. 7
E. Karateristik Dangkalan Sunda ..................................................................... 7
F. Istilah Sundaland ........................................................................................... 8
BAB III ..................................................................................................................... 10
Penutup ..................................................................................................................... 10

A. Kesimpulan ................................................................................................... 10
B. Saran ............................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 11

2|Geologi Indonesia
BAB I

PENDAHULUAN

A. latar belakang

Benua-benua di Bumi itu membentuk satu kesatuan benua besar yang


disebut Pangea (pan berarti keseluruhan, seluruh dan gaia berarti Bumi dalam
Bahasa Yunani Kuno). Terbentang sekitar 250 tahun yang lalu atau pada zaman
Paleozoikum dan Mesozoikum (zaman pertengahan dimana dinosaurus hidup) dan
akhirnya terbelah menjadi beberapa bagian benua dan menyebar ke seluruh Bumi.

Telah diketahui sebelumnya bahwa dulu benua di bumi ini menyatu


termasuk Indonesia. Sepanjang barat Indonesia bersatu dengan Asia dan Timur
Indonesia menyatu dengan Australia. Bekas penyatuan itu kemudian menjadi
sebuah dangkalan yang bernama Dangkalan Sunda (Barat) dan Dangkalan Sahul
(Timur)–Warna putih di sekitar pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera dan sebagian
Sulawesi adalah Dangkalan Sunda dan warna putih disekitar Papua adalah
Dangkalan Sahul. Daerah tersebut kaya akan hasil perikanan.

B. Rumusan masalah
1. Bagaimana definisi dari daerah Dangkalan Sunda ?
2. Bagaimana proses terbentuknya Dangkalan sunda ?
3. Bagaimana perkembangan Dangkalan Sunda?
4. Bagaimna adanya Garis Pemisah Imajiner ?
5. Bagaimana Karateristik Dangkalan Sunda ?
6. Apa itu Sundaland ?
C. Tujuan Penulisan
1. Memahami Dangkalan Sunda
2. Mengetahui proses terbentuknya dangkalan sunda
3. Mengetahui perkembangan Paparan sunda
4. Mengetahui Garis pemisah Imajiner
5. Mengetahui karateristik dangkalan sunda
6. Memahami istilah Sundaland

3|Geologi Indonesia
BAB II

PEMBAHASAN

A. Paparan Sunda

Dangkalan sunda adalah dangkalan terluas di asia, bahkan di dunia (luasnya


kurang lebih 1.850.000 km persegi ) daerah dangkalan ini biasanya dicirikan oleh
laut yang dalamnya tidak melebihi 200 meter. Laut laut di dangkalan sunda
umumnya dalamnya kurang dari 100 meter, yang terdiri dari teluk Thailand, Selat
Malaka, bagian barat laut Cina Selatan, Laut Jawa, dan bagian barat daya Selat
Makassar. Pulau pulau yang tersumbul dari laut tingginya kurang dari 1000 meter.

Dari kenampakan kenampakan yang ada, dangkalan sunda sebagian besar


dianggap sebagai suatu peneplain tua yang tenggelam akibat transgresi sesudah
zaman es. Sebagian bukti adanya peneplain tersebut molengraaf menggambarkan
adanya bekas bekas alur sungai lama, ternyata mempunyai hubungan dengan muara
muara sungai sekarang d Timur, Kalimantan barat, Kalimantan Selatan, dan Jawa
Utara. Pualu pulau yang tersembul diatas permukaan air laut dianggap sebagai
monadnock-monadnock.

Alur sungai purba tersebut dapat dibagi menjadi 2 sistem aliran yaitu: (1)
North Sunda River System, berasal dari Sumatera dan bermuara di Laut Cina
Selatan dengan cabang cabangnya dari Semenanjung Malaka dan Kalimantan Barat
dan (2) South Sunda River,yang sebagian berasal dari Sumatera Selatan dan
mengalir ke timur serta bermuara di Selat Makassar sekarang, dengan cabang-
cabangnya dari Kalimantan Selatan dan Jawa.

4|Geologi Indonesia
Istilah Sundaland digunakan dalam studi Biogeografi untuk menyebut
sebuah wilayah daratan kontinental Asia yang kembali menyatu selama zaman es
terakhir 110.000 -12.000 Sebelum Masehi akibat penurunan permukaan laut, dan
kawasan luas yang kemudian disebut Sundaland itu muncul di atas permukaan.
Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Kalimantan, dengan laut-laut dangkal di
sekitarnya bergabung membentuk daratan yang amat luas.

B. Proses Terbentuknya Paparan Sunda


Dulu benua-benua di bumi itu membentuk satu kesatuan benua besar yang
disebut pangea (pan berarti keseluruhan, seluruh dan gaia berarti Bumi dalam
bahasa Yunani Kuno). Terbentang sekitar 250 tahun lalu atau pada zaman
paleozoikum dan mesozoikum (zaman pertengahan dimana dinosaurus hidup) dan
akhirnya terbelah menjadi beberapa bagian benua dan menyebar ke seluruh Bumi.

Telah diketahui sebelumnya bahwa dulu benua di bumi ini menyatu


termasuk indonesua. Sepanjang barat indonesia bersatu dengan Asia dan Timur
Indonesia menyatu dengan Australia. Bekas penyatuan tersebut kemudian menjadi
sebuah dangkalan yang disebut Dangkalan Sunda (Barat) dan Dangkalan Sahul
(Timur)- Warrna putih disekitar pulau jawa, Kalimantan, Sumatera, dan sebagian
Sulawesi adalah Dangkalan Sunda dan warna putih disekitar Papua adalah
Dangkalan Sahul. Daerah tersebut terkenal kaya dengan hasil perikanan.

C. Perkembangan Paparan Sunda

Sejarah pembentukan Daratan Sunda adalah dulunya sebagai gelang-gelang


jalur subduksi yang berkembang semakin muda ke arah barat-daya – selatan dan ke
arah utara. Interaksi antar lempeng Hindia Australia dari arah selatan dengan Laut
Cina Selatan menyebabkan jalur subduksi dan busur magmatik di Sundaland
berpindah-pindah. Gelang-gelang jalur subduksi dan busur gunung berapi dari
Perm sampai Tersier tersebut secara relatif semakin muda berkembang ke arah barat
daya dan selatan untuk subduksi yang awalnya berada di sebelah barat Sundaland

5|Geologi Indonesia
pada Karbon Akhir dan ke arah utara untuk jalur subduksi yang berada di sebelah
timur Sundaland.

Ada beberapa teori tentang pembentukan pola struktur dan tektonik Paparan
Sunda (Sundaland), yaitu :
 Sebagai gelang-gelang jalur subduksi yang berkembang semakin muda ke
arah barat daya-selatan dan ke arah utara (Katili).
 Sejak awal merupakan bagian dari Benua Asia
 Sebagai amalgamasi unsur-unsur yang berasal dari Benua Asia dan
Gondwana
Daratan Sunda sejak 70 – 55 juta tahun lalu merupakan bagian dari Benua Asia,
yaitu Asia Tenggara, yang dikelilingi oleh jalur-jalur subduksi antara Lempeng
Indo-Australia di bagaian selatan dan Lempeng Pasifik di bagian Utara. Pada ± 45
juta tahun lalu, India bergerak ke arah utara dan membentur Benua Asia. Benturan
ini menghasilkan deformasi di Benua Asia, yaitu terjadi pergeseran melalui sesar-
sesar mendatar yang berukuran raksasa. Proses ini juga mempengaruhi proses
terbentuknya dan deformasi dari cekungan-cekungan yang ada di Indonesia Bagian
Barat (Daratan Sunda). Disamping itu akibat desakan dari bagian tepi timur Asia
yaitu membukanya laut Cina Selatan.

Deformasi yang terbentuk akibat bergeraknya India ke utara membentur Benua Asia.

6|Geologi Indonesia
D. Garis Garis Pemisah Imajiner.

Nusantara tidak sepenuhnya bersatu dalam daratan, tebing curam di dasar


laut sebelah timur membatasinya, batas yang kemudian dikenal sebagaiGaris
Wallace karena dicetuskan oleh seseorang yang bernama Alfred Russel Wallace.
Garis imajiner itu digunakan untuk menandai garis pemisah zona ekologi Asialis
dan Australasia.

Biogeografi; studi tentang distribusi spesies dan ekosistem dalam ruang


geografis dan rentang waktu geologi. Phytogeography adalah cabang Biogeografi
yang mempelajari distribusi tanaman dan Zoogeografi adalah cabang yang
mempelajari distribusi hewan.Richard Lydekker seorang geolog yang ahli dalam
penelitian flora dan fauna kemudian ikut juga memberi garis pemisah biogeografi
antara Australialis di bagian barat dan Asialis yang berada di bagian timur
Indonesia. Tak lupa juga ia menamai garis itu sesuai dengan namanya, Garis
Lydekker. Bukti bahwa Kepulauan Sunda Besar pernah tergabung dengan benua
Asia bisa terlihat dari kajian biogeografi berkenaan dengan sebaran jenis mamalia
darat seperti beberapa jenis harimau, gajah, kera, macan ada di Sumatra, Jawa, dan
Bali, serta orang utan ditemukan di Sumatra dan Kalimantan.

E. Karakteristik Paparan Sunda

Dangkal sunda kedalamannya kurang 200 meter. Dulunya bersatu dengan benua
Asia. Akibat pencairan es dari kutub utara dan selatan secara besar-besaran pada
jaman es, daratan yang rendah ini tergenang air dan menjadi laut dangkal. Bukti-
bukti yang mendukung atau kenampakan geologis yang membuktikan bahwa
daerah tersebut bekas daratan :

1. Dipantai utara jawa terdapat sejenis endapan yang sekarang tenggelam di


dasar laut. Yang paling dekat dengan pantai adalah batu kerikil kemudian
pasir kasars emakin jauh adalah pasir halus kemudian wallet sehingga
diasumsikan dulunya bekas sungai.
2. Di sebelah timur Sumatera banyak alur sungai yang tenggelam dan banyak
ditemukan bijih putih yang berasal dari pelapukan batuan granit. Ini
membuktikan bahwa sebelum tergrnang air laut dulunya merupakan alur
7|Geologi Indonesia
sungai yang bermuara di laut Cina Selatan. Demikian pula sungai Kapuas
di Kalimantan Barat juga menuju ke laut Cina Selatan dan bergabung juga.
Alur-alur sungai inilah yang disebut Nort Sunda Rivers System. Sedangkan
yang dari Jawa bagian utara dan Kalimantan Selatan mengalir ke Sungai
Makasar.
3. - Adanya persamaan Jenis Ikan di Kalimantan Barat dan Sumatera Timur
- Adanya kesamaan jenis Flora dan Fauna tertentu, seperti : Harimau dan
badak terdapat di Sumatera dan Jawa sedangkan di Kalimantan tidak ada
Beruang terdapat di Kalimantan dan Sumatra tetapi di Jawa tidak ada Orang
Hutan terdapat di Kalimantan dan Sumatra sedang di Jawa tidak ada.
Banteng terdapat di Jawa dan Bali.
4. sebelah Timur Kalimantan dan sebelah barat pantai Makasar terdapat suatu
daratan karang penghalang (Barior Reef ) terjadinya karang penghalang ini
sejajar dengan pantai. Karang Penghalang Sunda ( Sunda Barior Reef )
sejajar dengan pantai Kalimantan Timur dan Spermonde sejajar dengan
pantai Makasar. Hal ini menunjukkan bahwa dulunya terbentuk pola pantai
yang sama sebelum tergenang air laut.

F. Istilah Sundaland

Siapa yang pertama kali mencetuskan istilah “Sundaland” dalam kajian ilmu
bumi, untuk saat ini belum begitu jelas diketahui, tapi kemungkinan istilah tersebut
telah berkembang dan cukup dikenal pada kajian-kajian ilmu alam abad ke-18
masehi. Porf. Edi Ekadjati, menyatakan bahwa Sunda sebagai nama tempat,
pertama kali digunakan oleh seorang ahli bumi Yunani bernama Ptolemaeus yang
menggunakan istilah itu pada abad ke-2 Masehi untuk menyebutkan tiga pulau yang
terletak di sebelah timur India. Kemudian van Bemmelen (1949) seorang geolog
dari Belanda mengatakan hal hampir sama, bahwa Sunda adalah istilah yang
digunakan untuk menamai daratan bagian barat laut India Timur, sedangkan bagian
tenggaranya dinamai Sahul. Dataran Sunda menurutnya, dikelilingi sistem Gunung
Sunda yang melingkar dengan panjangnya sekitar 7000 km.

Sunda merujuk kepada nama Gunung purba lebih lanjut diungkapkan oleh
Gona (1973) yang menyebut bahwa pada mulanya kata Sunda merupakan nama

8|Geologi Indonesia
sebuah gunung yang menjulang tinggi di bagian barat Pulau Jawa. Gunung itu dari
jauh tampak putih karena tertutup abu asal gunung tersebut. Kemudian nama
tersebut diterapkan pula pada wilayah gunung itu berikut penduduknya. Beberapa
pihak ada juga menyebutkan bahwa Keberadaan Gunung Sunda Purba 100 juta
tahun yang lalu. Umumnya pendapat yang menyoal keberadaan gunung Sunda ada
pada periode Pleistosen (2,8 juta-12.000 tahun lalu).

Sunda menurut G.P Rouffaer (1950) Peneliti dari Belanda yang gemar
meneliti sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara menyebutkan bahwa kata Sunda
sebagai nama tempat merupakan pinjaman dari kebudayaan Hindu seperti juga kata
Sumatra, Madura, Bali, Sumbawa dll. Mungkin kurang tepat jika disebut
“pinjaman”, tapi kata itu memang ada dalam kosa-kata bahasa sanskerta yang
artinya secara sederhana “putih, bersih, dana tau suci”. Kebetulan saat itu, Sanskerta
berkembang sejalan dengan Hindu dan Buddha kemudian.

Jauh sebelum itu, kata “Sunda” memang sudah cukup dikenal dalam sejarah
masyarakat di Indonesia, Sunda di abad ke-8 hingga abad 16 misalnya, merujuk
kepada nama kerajaan yang berada di wilayah jawa bagian barat. Kekinian, di
Indonesia, Sunda lebih dikenal sebagai nama suku, bahasa, “agama” dan cakupan
geografis dari penutur bahasa Sunda yang umumnya mendiami wilayah Jawa Barat.
Selain Sundaland, atau paparan Sunda, kata Sunda dalam ruang lingkup geologi
juga dipakai dalam istilah Kepulauan Sunda Besar (Sumatra, Jawa, Bali,
Kalimantan) dan Kepulauan Sunda Kecil (Lombok, Nusa Tenggara, dan pulau lain
di sekitarnya). Mereka yang mengenyam pendidikan sebelum akhir abad ke-20 di
Indonesia, pasti cukup familiar dengan peristilahan tersebut.

9|Geologi Indonesia
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

istilah dalam geologi yang menamai dataran atau paparan indonesia barat,
meliputi Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, dan pulau-pulau serta dasar laut
transgresi (laut jawa, natuna, dibagian selatan Laut Cina Selatan dan Selat Malaka).

Sebelum zaman pleistosen menjadi satu kesatuan dengan benua Asia. Batas
daerah dangkalan sunda di sebelah timur yaitu “Garis Wallace” garis yang
melintang mulai dari perairan Timur Pulau Mindanau (Filipina) terus ke laut
Sulawesi, Selat Makassar, Selat Lombok, dan berakhir di Samudera Indonesia.
Laut-laut transgersi di wilayah Dangkalan Sunda rata-rata berkedalaman 200 meter.

B. Saran

Melalui makalah ini Penulis mengharapkan bagi para pembaca untuk bisa
memahami Dangkalan Sunda. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca untuk dapat mengevaluasi hasil penyusunan makalah ini dan agar dapat
disempurnakan kembali Atas kritik dan sarannya penulis sampaikan terima kasaih.

10 | G e o l o g i I n d o n e s i a
Daftar Pustaka

Hall, R., Clements, B., Smyth, H. R. Sundaland: Basement Character, Structure


and Plate Tectonic Development. Proceedings, Indonesian Petroleum Association,
Thirty-Third Annual Convention & Exhibition, May 2009.
Hamilton, W. Tectonics of Indonesian Region. Proceedings, Regional Conference
of The Geology of Southeast Asia, July 1973.
Hutchison, C. S. Tectonic Evolution of Sundaland: A Phanerozoic Syntesis.
Proceedings, Regional Conference of The Geology of Southeast Asia, July 1973.
Perangkat Lunak:
Microsoft Student with Encarta Premium 2009.
http://fitrinuraenialhafidza.wordpress.com/2013/02/19/makalah-asal-usul-
penyebaran-dan-pengaruh-nenek-moyang-bangsa-indonesia/
http://www.artikelsiana.com/2014/09/persebaran-nenek-moyang-bangsa-
Indonesia.html#_
Mustafa Shodiq . 2006. Wawasan Sejarah 1 Indonesia dan Dunia. Solo : Tiga
Serangkai
Mustopo Habib. 2007. Sejarah 1. Jakarta : Yudhistira

11 | G e o l o g i I n d o n e s i a