Anda di halaman 1dari 34

INOONESIA

.SEHAT
:?OtO

STANDAR TENAGA KEPERAWATAN


DI RUMAH SAKIT

Cetakan Ke II

,~

DIREKTORAT KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK .


DIREKTORAT JENDERAL PELA YANAN MEDIK
DEPARTEMEN KESEHATAN RI.
JAKARTA 2005
Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI
610. 73069
Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat
Ind Jenderal Pelayanan Medik.
Standar tenaga keperawatan di Rumah Sakit.
s
Jakarta: Departemen Kesehatan, 2002.

L Judul II. NURSING STAFF HOSPITAL


KATAPENGANTAR

,
Dengan mengucap puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah yang
Maha Kuasa atas ijin clan perkenanNya buku ini clapat diselesaikan
dan diterbitkan. Buku ini berisikan tentang Standar Tenaga Keperawatan
di Rumah Sakit.

Penyusunan buku ini dilatarbelakangi tuntutan masyarakat yang


meningkat atas pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan
keperawatan dan kebidanan. Di lain pihak masih terbatasnya Pedoman
atau Acuan tentang Standar Tenaga Keperawatan Rumah Sakit.

Harapan kanii dengan adanya buku ini, clapat menjadi Pedoman


bagi para manajer keperawatan dan pelaksana keperawatan dan
kebidanan di Rumah Sakit. Bagi manajer kepenlwatan, Pedoman ini
clapat digunakan juga sebagai alat pembinaan untuk mencapai
pelayanan kesehatan yang bermutu.

Walaupun Buku Pedornan ini telah di uji coba di 14 propinsi,


namun. demikian kami menyadari masih banyak kekurangan, untuk
itu kami mengharapkan masukan dan saran guna penyempurnaan
buku ini,

ra. Herawani MKes. MKe


NIP: 140 130893

i
DAFrAR ISI

Hal
KATA PENGANTAR :
I

DAFTAR 151
iii
DAFTARISTILAH
v
BAB1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang , 1
B. Tujuan
2
BAB II PENGERTIAN DAN RUANG LlNGKUP STANDAR

A. Pengertian ,
3
B. Ruang Lingkup
3
BABIII JENIS STANDAR
.
A. Standar 1 : Tugas Pokok Tenaga Keperawatan-
di Rumah Sakit S
B. Standar II: Kualifikasi Tenaga Keperawatan-
di Rumah Sakit 12
C. Standar III : Kebutuhan Tenaga Keperawatan 13
D. Standar IV : PengembanganKarirTenagaKepera:vatan..14
E. Standar V : PeniIaian Kinerja Tenaga Keperawatan 15

BAB IV PENUTUP
17
DAFTAR PUSTAKA
19
LAMPIRAN : PEDOMAN CARA PERHITUNGAN KEBUTUHAN
TENAGA PERAWATDANBIDAN 21

a
DAFTAR ISTILAH

1. Angka Kejadian
Adalah indikator mutu asuhan keperawatan ,
Contoh: - %angka kejadiandekubitus daIam kurun waktu tertentu
- % pasien jatuh.% Kontraktur, % Plebitis
-% Pneumoni Ortostastik akibat tirah baring lama
2. Asuhan keperawatan
Adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktik
keperawatan yang diberikan kepad. klien pada berbagai tatanan
pelayanan kesehatan dengan menggunakan proses keperawatan.
3. Dokumen
Ada1ah naskah berkas catatan tertulis, resrni yang memuat tentang
pencatatan laporan kegiatan perawat dan bidan, kepegawaian,
peralatan dan lain-lain yang tersimpan secara rapi dan mudah
untuk digunakan.
4. Kebijakan
Adalah sumber pedoman yang memuat tentang petunjuk, aturan-
aturanjlangkah-langkah bagi tenaga keperawatan dalam
pelaksanaan pelayanan antara lain :
a. Kebijakan tentang pelayanan kepada pasien.
b. Kebijakan tentang ketenagaan.
c. Kebijakan tentang pengelola lingkungan dimana pasien
dirawat.
d. Kebijakan tentang hubungan dengan tenaga kesehatan lain
dan unit terkait. .

5. Kolaborasi
Adalah kegiatan kerjasama antar tenaga kesehatan di suatu unit
kerja atau instansi kesehatan
6. Kriteria Struktur
Adalah persyaratan yang harus dipenuhi dari aspek inputj
masukan. . .

'V
7. Kualifikasi tenaga keperawatan

Adalah jenis tenaga keperawatan berdasarkan lulusan pendidikan


keperawatan formal dan infonnal dan masa kerja..
8. Manajer keperawatan tertinggi

Adalah pimpinan keperawatan tertinggi di Rumah Sakit. .


Contoh : Direktur Keperawatan, Kepala Bidang Perawatan, Kepala
Seksi Perawatan bagi Rumah Sakit kelas C.
9. Manajer keperawatan tingkat menengah

Adalah pimpinan keperawatan dibawah pimpinan perawatan


tertinggi dan diatas pirnpinan keperawatan terbawah.
Contoh : Jabatan setingkat Kepala Seksi Perawatan pada Rumah
Sakit kelas A dan B pada Jabatan struktural.
Jabatan setingkat dengan penyelial pengawas pada
Jabatan fungsional.
10. Manajer keperawatan terbawah

Adalah pimpinan keperawatan terbawah Contoh : Kepala ruang


Rawat Inap, Kepala ruang Rawat Jalan
11. Masalah 'mutu asuhan keperawatan

Adalah kondisi yang berdampak negatif dalam pemberian asuhan


keperawatan yang berpengaruh terhadap mutu asuhan
"
keperawatan.
Contoh: dekubitus, kontraktur, jatub.
12. Mobilisasi

Adalah pergerakan perpindahan tenaga keperawatan dari suatu


tempat kerja atau kedudukan ketempat kedudukan yang baru.
13. Model penugasan .

Adalah metode penugasan dalam pemberian asuhan keperawatan,


meliputi:
. Metodefungsional
. Metodetim
. Metodeprimer (primarynursing)

VI
14. Mutasi
Adalah perpindahan tenaga keperawatan dari satu unit ke unit
lain.
15. Mutu Asuhan Keperawatan
Adalah : Derajat kesempurnaan Asuhan Keperawatan yang sesuai
dengan Standar Profesi / Asuhan Keperawatan.
16. Pengembangan staf
Adalah program pengembangan untuk membantu staf dalam
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam rangka
mencapai pengembangan karir.
17. Pengelolaan asuhan keperawatan
Adalah proses penggunaan sumber daya (tenaga, fasilitas, alat,
dan dana) untuk mencapai asuhan keperawatan yang efisien dan
efektif.
18. Penilaian kinerja
Adalah suatu cara untuk mengetahui kualitas kerja staf sesuai
dengan uraian tugasnya.
19. Pola pengembangan karlr .

Adalah sistem pengembangan tenaga keperawatan berdasarkan


kriteria tertentu untuk meningkatkan kemarnpuan perawat.
20. Pola tenaga keperawatan
Adalah jenis kualifikasi, jumlah, komposisi, dan kategori darl
keseluruhan tenaga keperawatan.
21. Rasional
Adalah suatu alasan logis/ilmiah mengapa suatu kegiatan
dilaksanakan.
22. Retensi Staf
Adalah upaya untuk mempertahankan tenaga keperawatan di
suatu unit kerja tertentu.

Vll
23. Rotasl

Adalah perpindahan tenaga keperawatan pacta satn unit yang


sama.
24. Sistem Rekruitmen

Adalah sistem penerimaan tenaga baru perawat dan bidan.


25. Sistem pengembangan

Adalah sistem pengemhangan tenaga perawatdan bidan yang


meliputi antara lain pengembangan karir dan pengembangan sta£.
26. Standard Operating Prosedur (SOP) ketenagaan

Adalah pedoman yang berhubungan dengan ketenagaan


keperawatan meliputi antara lain penerimaan pegawai (perawat),
orientasi tenaga baru, pengembangan tenaga, cuti dan lain-lain.
27. Sumber daya,

Adalah sumber-sumber yang meliputi antara ketenagaan,


sarana/ prasarana, dan sarana.
28. Tenaga keperawatan.

Adalah tenaga perawat dan bidan (pP No. 32/1996 tentang tenaga
kesehatan pasal 2).
29. Teregistr~si

Adalah perawat/bldan yang terdaftar di Dinas Kesehatan setempat,


berdasarkan ijasah yang .diperoleh melalui pendidikan
keperawatanjkebidanan yang diakui oleh pemerintah. Bukti
perawat/bidan terdaftar adalah perawat memiliki Surat ljin Perawat
(SIP) dan bidan memililQ Surat Penugasan Bldan (SPB).

Vlll
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Undang-Undang Kesehatan Nomor 23 tahun 1992 menyatakan
bahwa senap orang mempunyai hak yang sarna dalam memperoleh
derajat kesehatan yang optimal clan memilih kewajiban untuk
ikut serta daIam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan
perorangan, keluarga dan lingkungannya. Oleh karena itu semua
<
orang terrnasuk tenaga kesehatan mempunyai kewa;iban untuk
melaksanakan pemeliharaan dan peningkatan pelayanan kesehatan
yang bermutu, merata dan terjangkau oleh masyarakat. Untuk
mewujudkan derajat kesehatan tersebut diselenggarakan upaya
kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan
kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventil) sebagai
paradigma baru kesehatan disamping penyembuhan penyakit
(kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatil) Upaya tersebut
diatas dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu, dan
.
berkesinambungan.

Rumah Sakit merupakan salah satu bentuk sarana kesehatan, baik


yang diselenggarakan oleh pemerintah dan atau masyarakat
berfungsi untuk melakukan upaya kesehatan dasar atau kesehatan
rujukan dan atau upaya kesehatan penunjang, didalam menjalankan
fungsinya diharapkan senantiasa memperhatikan fungsi sosial
dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Keberhasilan rumah sakit dalam menjalankan fungsinya ditandai
dengan adanya mutu pelayanan prima Rumah Sakit. Mutu rumah
sakit sangat dipengaruhi oleh beberapa laktor. Adapun laktor yang
paling dominan adalah sumber daya manusia.

Sumber daya manusia yang terlibat secara langsung dalam


pernberian pelayanan kepada pasien adalah dokter, perawat, bidan
serta tenaga penunjang lainnya. Diantara tenaga tersebut, tenaga
perawat dan bidan menempati urutan jumlah terbanyak (40%).

1
Meskipun tenaga keperawatan menempati urutan teratas dari segi
jumlah, namun dalam hal kualitas rnasih menjadi pennasalahan.
Pennasalahan ketenagaan tersebut disebabkan antara lain karena
belum adanya standar tenaga keperawatan yang dapat menunjang
pelayanan keperawatan dan kebidanan di rumah sakit. Pada saat
ini telah disusun standar tenaga keperawatan di rumah sakit yang
diharapkandapat di untukmenetapkankebutuhan tenaga
keperawatan berdasarkan kualiHkasi dan jenis pelayanan
keperawatan dan kebidanan di rumah sakit.

Standar tenaga keperawatan di rumah sakit ini akan ditinjau secara


berkala sesuai dengan perkembangan il!TIu pengetahuan dan
teknologi kesehatan/keperawatan dan kebidanan serta kebutuhan
masyarakat.

n. TUJUAN

L Tuju3n Umum:
Meningkatnya mum pelayanan rumah sakit melalui kualitas
pelayanan keperawatan dan kebidanan
2. Tujuankhusus:
a. Adanya standar tenaga keperawatan di rumah sakityang
dapat digunakan sebagai aeuan dalam perencanaan serta
.
pendayagunaan tenaga keperawatan.
b. Adanya standar kualifikasi tenaga keperawatan di
rumah sakit.
c. Adanya pedoman tentang standarisaSi kebutuhan~naga
keperawatan di rumah sakit. .
"
d. Adanya pedoman pengemba,ngan karier tenaga
keperawatan. '
e. Adanya pedoman penilaian kin,erja tenaga keperawatan.

2
BAB II
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP STANDAR

A. PENGERTIAN

Standar tenaga keperawatan adalah penetapan kebutuhan tenaga


keperawatan (perawat dan bidan) bail<jumlah, kualifikasi maupun
kualitas untuk melaksanakan pelayanan kepcrawatanjkebidanan
yang telah ditetapkan.

B. RUANG LINGKUP

Lingkup standar tenaga keperawatan mencakup 5 standar yaitu :


tugas pokok perawat dan bidan di Rumah Sakit sebagai manajer
maupun perawat pelaksana, kualifikasi tenaga keperawatan di
Rumah Sakit, kebutuhan tenaga keperawatan, pengembangan
karier clan sistem penghargaan tenaga keperawatan, penilaian
kinerja tenaga keperawatan. Semua lingkup ini terdiri dari
Standard I s.d V).

Standar I : Tugas pokok tenaga keperawatan Rumah Sakit.


Dalam Standar I tentang tugas pokok in! diuraikan tentang:
1.1 Tugas pokok manajer keperawatan tertinggi (Top Manajer).
1.2 Tugas pokok manajer keperawatan menengah
1.3 Tugas pokok manajer keperawatan tingkat bawah.
1.4 Tugas pokok tenaga keperawatan pelaksana

Masing-masing bagian standar diatas diuraikan berdasarkan


pernyataan, rasional clan kriteria (struktur, proses clan hasH).

Standar II : Kualifikasi di Rumah Sakit, tenaga keperawatan


diuraikan tentang pernyataan standar, rasional clan
kriteria.

Standar III : Kebutuhan tenaga keperawatan, diuraikan tentang


pemyataan standar, rasional dan kriteria.

3
Standar IV : Pengembangan karir dan sistem penghargaan tenaga
keperawatan diuraikan tentang pemyataan, standar,
rasional dan kriteria serta dilarnpirkan pedoman cara-
cara perhitungan kebutuhan tenaga.

Standar V : Penilaian kinerja tenaga keperawatan, diuraikan


tentang pemyataan standar, ra~ional clan kriteria.

4
BAB III
JENIS STANDAR

STANDARI: TUGASPOKOKTENAGAPERAWATANDIRUMAH
SAKIT

A. Standar Tugas Pokok Manajer Keperawatan Tertinggi


(Top Manager)

Pernyataan:
Terlaksananya tugas pokok manajer keperawatan tertinggi untuk
mencapai tujuan pelayanan keperawatan.

Rasional :
Pelaksanaan tugas pokok manajerkeperawatan secara profesional
diperlukan untuk menjamin tercapainya pelayanan keperawatan
yang efektif dan efisien.

Kriteria struktur :
a. Adanya kebijakan tentang manajemen pelayanan keperawatan.
b. Adanya struktur organisasi .Rumah Sakit dan tata hubungan
kerja.
c. Adanya tenaga keperawatan yang menduduki jabatan

d.
keperawatan tertinggi. .
Adanya visi, misi, falsafah dan tujuan pelayanan keperawatan.
e. Adanya persyaratan penentuan jabatan manajer keperawatan.
f. Adanya perawat dan bidan teregistrasi.

Kriteria proses:
a. Menyusun visi, misi, falsafah dan tujuan pelayanaan
keperawatan mengacu pada visi dan misi Rumah Sakit.
b. Menyusun rencana kerja kegiatan tahunan.
c. MenyusunProtap/ Standard Operasional Prosedur (SOP)
pelayanan keperawatan.
d. Menyusun rencana kebutuhan tenaga keperawatan.

5
e. Menyusun program pengendalian mutu pelayanan
keperawatan.
f. Menyusun uraian tugas tenaga keperawatan (manajer clan
pelaksana).
g. Menyusun dan melaksanakan program orientasi bagi perawat
barn.
h. Menyusun clan melaksanakan program rotasi, mutasi,
mobilisasi clan retensi sta£.
i. Menyusun model penugasan keperawatan.
j. Menyusun clan melaksanakan program pengembangan stat.
k. Menyusun standar ketenagaan, fasilitas fan SOP keperawatan.
L Menyusun alat penilaian k~nerja tenaga keperawatan.
m. Menetapkan sistem penjadwalan clan penugasan staf.
n. Melaksanakan penilaian kinerja tenaga keperawatan.
o. Melaksanakan pembinaan etika profesi perawat clan bidan.
p. Melaksanakan supervisi clan pembinaan.
q. Melaksanakan koordinasi dengan unsur terkait dalam
manajemen tenaga keperawatan.
r. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program
dan rencana tindak lanjut.

Kriteria hasH:
a. Adanya dokumen visi, misi, falsafah dan tujuan pelayanan
keperawatan.
b. Adanya dokumen rencana kerja tahunan.
c. Adanya dokumen standar ketenagaan, fasilitas, peralatan dan
prosedur tetap asuhan keperawatan.
d. Adanya dokumen pelaksanaan pengembangan sta£.
e. Adanya dokumen pembinaan perilaku etika dan buku Kode
Etik Perawat dan Bidan.
f. Adanya dokumen Protap/sor ketenagaan dan penggunaan
alat.
g. Adanya dokumen hasil penilaian kinerja dan upaya tindak
lanjut.
h. Adanya dokumen pelaksanaan pengembangan sta£.
1. Adanya dokumen kebutuhan ketenagaan, fasilitas dan alat.
j. Adanya dokumen pelaksanaan pengendalian mutu.
k. Adanya dokumen kegiatan tahuan dan tindak lanjuL

6
B. Standar Tugas Pokok Manajer Keperawatan Menengah
Pernyataan :
Terlaksananya tugas pokok manajer keperawatan menengah untuk
mencapai tujuan pelayanan keperawatan.

Rasional :
Pelaksanaan tugas pokok manajerkeperawatan menengah secara
professional diperlukan untuk rnenjamin tercapainya pelayanaan
keperawatan yang efisien dan efektif.

Kriteria struktur :
a. Adanya kebijakan tentang manajemen pelayanan keperawatan.
b. Adanya struktur organisasi keperawatan yang merupakan
bagian /:laristruktur organisasi Rumah Sakit.
c. Adanya falsafah dan tujuan pelayanan keperav.:atan.
d. Adany<.!ketenhran persyaratan untuk menduduki jabatan.
e. Adanya perawat dan bidan yang menduduki jabatan.
f. Adanya tenaga perawat dan bidan yang teregistrasi.

Kriteria proses:
a. MensosiaJisasikan falsafah dan tujuan pelayanan keperawatan.
b. Menyu~un rencana kerja tahunan.
c. Bersama dengan manajer keperawatan tertinggi menyusun
rencana: kebutuhan tenaga, fasilitas, perala tan dan dana.
d. Bersarna dengan manajer keperawatan tertinggi menyusun
Protap/SOP pelayanan keperawatan.
e. Bersama dengan manajer keperawatan tertinggi rnenyusun
standar tenaga. fasilitas dan peralatan.
f. Bersama dengan manajer keperawatan tertinggi menyusun
SOP pelayanan keperawatan.
g. Bersama dengan manajer keperawatan tertinggi menyusun
1iraian t?gas, tanggung jawab da.l1wewenang manajer tingkat
bawah dan pelaksana.
h. Hersam" dengan manajer keperawatan tertinggi menyusun alat
penilaiap, mutu pelayanan dan kinerja staf.
1. Mensosialisasikan standar-standar, Protap/SOP asuhan
keperawatan alat dan tenaga.

7
j. Melaksanakan pembinaan~ pengawasan, dan penilaian
terhadap pelayanan sesuai dengan bidang tugasnya.
k.Dilibatkan dalam menyusun program mutasi, rotasi bersama
manajer keperawatan tertinggi.
I. Dilibatkan dalam melaksanakan program mobilisasi dan retensi
tenaga.
m. Melaksanakan supervisi sesuai dengan bidang tugasnya.
n. !vlelaksanakan pengawasan dan penilaian pelayanan
keperawatan sesuai dengan bidang tugasnya.
o. Mengadakan peltilaian sumber daya (tenaga, fasiIitas, alat dan
dana) sesuai dengan bidang tugasnya bersama-sama manajer
keperawatan tertinggi.
p. Me1akukan koordinasi dengan unsur terkait dalam pengelolaan
keperawatan.
...
Kriteria hasH:

a. Adanya dokumen rencana kerja kegiatan.


b. Adanya dokumen kebutuhan tenaga, fasiIitas, perala tan dan
dana.
e. Adanya dokumen jadwal rencana supervisi dan bimbingan.
d. Adanya dokumen peIaksanaan supervisi dan bimbingan.
e. Adanya dokumen pengembangan staf, ketenagaan dan fasilitas.
f. Adanya dokumen hasil penilaian kinerja dan mutu.
g. Adan)'a dokumen hasH rapat koordinasi.

C. Standar Tugas Pokok Manajer Keperawatan Tingkat Bawah

Pernyataan :
Terlaksanan)'a, tugas pokok manajer keperawatan tingkat bawah
untuk mencapai tujuan pelayanan keperawatan di unit kerja.

Rasional :
Pelaksanaan tugas pokok manajer keperawatan tingkat bawah
secara professional diperlukan untuk menjamin keperawatan
yang efektif dan efisien.

8
Kriteria struktur :
a. Adanya kebijakan Rumah Saki! tentang pelayanan
keperawatan.
b. Adanya struktur organsasi dan tata hubungan kerja.
c. Adanya tujuan pelayanan keperawatan di unit kerjanya
mengacu kepada visi, misi, falsafah dan tujuan pelayanan di
Rumah Sakit.
d: Adanya buku kode etik perawat dan bidan serta pedoman
pembinaan etik.
e.' Adanya program pembinaan etik perawat dan bidan.
f. ~ Adanya perawat clan biclan yang menduduki jabatan manajer
tingkat bawah.

KJ;iteria proses:
a. Menyusun rencana kerja kegiatan tahunan.
b.-' Menyusun rencana kebutuhan sumber daya (tenaga, fasilitas,
alat dan dana) keperawatan.
c.:' Menyusun jadwal dinas.
d1. Menyusun jadwal cuti.
e), Menyusun rencana pengembangan staf.
f. '. Menyusun rencana kegiatan pengendalian mutu.
g. Melaksanakan bimbingan dan pembinaan clalam pelaksanaan
Protap/SOP pelayanan keperawatan.
h. Melaksanakan koordinasi pelaksanaan kegiatan keperawatan
dengan unit terkait.
L' Melaksanakan program orientasi bagi pegawai bam dan / atau
peserta didik/ peserta pelatihan.
j. Melaksankan program bimbingan bagi peserta didik dan / atau
peserta pelatihan.
k. Melaksanakan penilaian kinerja clan mutu pelayanan.

Kriteria hasH:
a. Adanya dokumen rencana kegiatan tahunan.
b.- Adanya dokumen rencana kebutuhan sumber daya.
c: Adanya dokumen jadwal dinas dan cuti.
d. Adanya dokumen rapat koordinasi.

9
e. Adanya dokumen usulan kebutuhan dan pengembangan staf.
f. Adanya dokumen penilaian kinerja dan pengendalian mutu.
g. Adanya dokumen asuhan keperawatan yang menyatu pada
dokumen rekam medik.
h. Adanya tenaga keperawatan yang menduduki jabatan manajer
tingkat bawah.
i. Adanya dokumen sistem penugasan setiap unit kerja.
J. Adanya dokumen laporan kondisi pasien setiap shift.

C. Standar Tugas Tenaga Pelaksana Keperawatan

Pernyataan :
Terlaksananya tugas pokok tenaga pelaksana keperawatan untuk
mencapai tujuan asuhan keperawatan.

Rasional :
Pelaksanaan tugas pokok tenaga pelaksana keperawatan secara
profesional diperlukan untuk menjamin tercapainya asuhan
keperawatan yang efisien dan efektif.

Kriteria struktur :
a. Adanya kebijakan Rumah sakit ten tang pelayanan
keperawqj:an.
b. Adanya perawat dan bidan teregistrasi.
c. Adanya uraian tugas tenaga pelaksana keperawatan.
d. Adanya standar praktikj asuhan keperawatan dan kebidanan.
e. Adanya Protap/SOP asuhan keperawatan, alat dan tenaga di
unit kerja.
f. Adanya penjadwalan, dinas dan curi..
g. Adanya model penugasan keperawatan.
h. Adanya sistem dokumentasi asuhan keperawatan clan
kebidanan.

10
Kriteria proses:
a. Me1aksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan Protap lOOP
asuhan keperawatan, alat dan tenaga.
b. Melaksanakan pengelolaan asuhan keperawatan.
c. Mengidentifikasi masalah mutu asuhan keperawatan.
d. Melaksanakan pelayanan keperawatan dalam tim, koordinasi
dan kolaborasi dalam pemberian asuhan keperawatan.

Kriteria HasH:

a. Adanya dokumen asuhan keperawatan dan kebidanan sesmii


SOP.
b. Adanya dokumen tentang kejadian komplikasi akibat
pemberian asuhan keperawatan dan kebidanan.

11
STANDAR II: KUALIFIKASI TENAGA PERAWAT DAN BIDAN

Pernyataan:
Perawat dan bidan professional, bekerja berdasarkan kompetensi yang
dipersyaratkan untuk mencapai tujuan pelayanan keperawatan dan
kebidanan.

Rasi inal:
Kesesuaian antara lingkup tugas, wewenang dan tanggung jawab
dengan kompetensi yang dipersyaratkan diperlukan untuk mencapai
tujuan pelayanan keperawatan yang ef;c;ien dan efektif.

Kriteria struklur :
a. Adanya kebijakan Rumah Sakit tentang kualifikasi tenaga
keperawatan.
b. Adanya standar ketenagaan keperawatan Rumah Sakit.
c. Adanya persyaratan perawat dan bidan yang sesuai dengan unit
ku:ja.
d. Adanya perawat dan bidan teregistrasi.

Kriteria proses:
a. Menyusun pola tenaga keperawatan di Rumah Sakit.
b. Mendayagunakan tenaga perawat dan bidan sesuai kualifikasi.

Kriteria hasil :
a. Adanya dokumen nota ketenagaan keperawatan di Rumah Sakit.
b. Adanya dokumen tenaga keperawatan yang bertugas di unit kerja
sesuai kompetensi yang dipersyaratkan.

12
,
,'- ,j;.
STANDAR III KEBUTUHAN TENAGA: KEPERAWATAN

Pernyataan:
Kebutuhan tenaga keperawatan ditetapkan berdasarkan karakteristik
klien, model penugasan dan kompetensi yang dipersyaratkan unr~
mencapai tujuan pelayanan keperawatan. '

Rasional :
Kesesuaian tenaga keperawatan yang mencakup jurnlah, jenis dan
kualifikasi dengan kebutuhan pelayanan diperlukan untuk meneapai
tujuan pelayanan keperawatan dan kebidanan yang efektif dan elisien.

Kriteria struktur :
a. Adanya kebijakan Rumah Sakit tentang tenaga keperawatan.
b. Adanya tenaga perawat dan bidan teregistrasi.
c. Adanya pola ketenagaan.
d. Tersedianya data dan informasi Rumah Sakit tentang beban ke~a
dan fungsi Rumah Sakit, kapasitas tempat tidur, BOR dan tata
mango
e. Adanya mekanisme rekruitmen dan seleksi tenaga.
f. Adanya SOP tentang ketenagaan.
g. Adanya pedoman cara perhitungan kebutuhan tenaga keperawatz..'1.

Kriteria Proses:
a. Mengelompokkan pasien berdasarkan karakteristik.
b. Menetapkan model penugasan keperawatan.
c. Menetapkan (ala perhitungan kebutuhan tenaga kepera\yata::..
d. Menyusun kualifikasi yang dipersyaratkan.
e. Menyusun rencana kebutuhan tenaga keperawatan berdasarkan
cara perhitungan yang ditetapkan.

Kriteria hasH:
a. Adanya dokumen pola ketenagaan keperawatan di Rumah Sakib.
b. Adanya dokumen tenaga keperawatan yang bertugas di unit
ke~""
sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan."

13
STANDARIV: PENGEMBANGAN KARIER DAN SISTEM
PENGHARGAAN TENAGA KEPERAWATAN

Pernyataan :
Pengembangan karier dan sistem penghargaan tenaga keperawatan
merupakan bagian integral dari pengembangan sumber daya Rumah
Sakit dalam rangka peningkatan kinerja dan mutu pelayanan
keperawatan.

R~sional : . .
.
KeJ€laSan slstem pen gem b angan k aner .
d an slstem peng h argaan
diperlukan untuk rneningkatkan motivasi kerja dan profesionalitas
tenaga keperawatan sehingga produktifitas optimal.

Kriteria Struktur :
a. Adanya kebijakan Rumah Sakit ten tang sistem pengembangan
karier dan sistem penghargaan tenaga perawat.
b. Adanya perawat dan bidan teregistrasi.
c. Adanya pola pengembagan karier dan system penghargaan lenaga
keperawatan.
d. Adanya program pengembangan karier tenaga keperawatan.
e. Adanya sistem penghargaan.

Kriteria proses:
a. Mengidentilikasi kemampuan staf untuk mengembangkan karier.
b. Menganalisis basil penilaian kinerja tenaga keperawatan.
c. Menetapkan jenjang karier sesuai dengan hasH analisis kinerja
tenaga keperawatan.
d. Melaksanakan program jenjang karir.
e. Menetapkan sistem penghargaan.
f. Memberikan penghargaan kepada tenaga keperawatan.

Kriteria HasH:
a. Adanya dokumen pelaksanaan pengembangan karier.
b. Adanya daftar urutan peringkat jenjang karir.
e. Adanya dokumen pemberian penghargaan dan sanksi

14
STANDAR V: PENILAIANKINERJA TENAGAKEPERAWATAN

Pernyataan:
Penilaian kinerja tenaga keperawatan merupakan bagian dari
pengembangan sumber daya di Rumah Sakit dalam rangka
terselenggaranya asuhan keperawatan dan kebidanan yang bermutu.

Rasional :
Penilaian Idnerja merupakan fungsi utama manajer keperawatan untuk
menilai pelaksanaan pelayanan keperawatan clan kebidanan yang
akurat dan adekuat sesuai standar.

Kriteria struktur :
a. Adanya kebijakan tentang penilaian kinerja.
b. Adanya program penilaian kinerja.
c. Adanya alai penilaian kinerja.
d. Adanya mekanisme penilaian kinerja.

Kriteria proses:
a. Melaksanakan penilaian Idnerja dengan menggunakan alat penilaian
b. Memberikan umpan balik hasH penilaian kinerja
c. Melaksanakan tindak lanjut hasH penilaian kinerja

Kriteria hasH:
a. Adanya dokumen pelaksanaan penilaian kinerja.
b. Adanya dokumen tindak lanjut hasil penilaian kinerja

15
BABIV
PENUTUP

Standar Ketenagaan Perawat dan Bidan ini diharapk~ clapat mengatur


tentang tugas pokok perawat dan bidan baik pada tingkat manajer
maupun pelaksana, kualifikasi tenaga keperawataan, kebutuhan tenaga,
pengembangan karier dan sistem penilaian kinerja tenaga perawat
dan bidan.

Penerapan standar ini dapat meningkatkan mutu pelayanan


keperawatan dan kebidanan sehingga clapat menunjang keberhasilan
pelayanan kesehatan di Rumah Sakit secara menyeluruh.

17
DAFTAR PUSTAKA

Kron. T (1987), Th£ managem£nt of patient care : putting lead£rship skill to


work. Philadelphia: WB Sounders

Gilles. D (1989), Nursing "'anagement a system approach: Philadelphia


WE Sounders.

Swanburg. RC :Swanburg (1999), Introductory Management and uad£rship


for nurses. Boston Jones and Bartlett Publishers

Catherine. EL & Susan HC (1996), Nursing management in the New


Paradigm.
Maryland An Aspen Publication.

19
LAMPIRAN: PEDOMAN CARA PERHITUNGAN KEBUTUHAN
TENAGA KEPERAWATAN

1. Pengelompokan urnt kerja di Rumah Sakit

Kebutuhan tenaga keperawatan (perawat dan bidan) hams


memperhatikan unit kerja yang ada di rumah sakit. Secara garis
besar terdapat pengelompokan unit kerja di rumah sakit sebagai
berikut :

a. Rawat inap dewasa


b. Rawat inap anakj perinatal
c. Rawat inap intensif
d. Gawat darurat (IGD)
e. Kamar bersalin
f. Kamar operasi
g. Rawat jalan

2. Model pendekatan dalam penghitungan kebutuhan tenaga .


keperawatan.

Beberapa model pendekatan yang dapat dipergunakan dalam


penghitungan kebutuhan tenaga keperawatan (perawat dan bidan)
di rumah sakit ;
1. Rawat lnap
1.1. Berdasarkan klasifikasi pasien
Cara perhitungan berdasarkan :
1.1.1.1 Tingkat ketergantungan pasien berdasarkan jenis
kasus
1.1.1.2. Rata-rata pasien perhari
1.1.1.3. lam perawatan yang diperlukanjharijpasien
1.1.1.4. lam perawatan yang diperlukanjruanganjhari
1.1.1.5. lam kerja efektif setiap perawatjbidan 7 jam .
perhari

21
Contoh perhitungan dalam satu ruangan :

No.

a
Jenis / Kategori

b
Rata-rata
pasien/hart
c
~tW
~w\~1
asren
d
Jumlah jam
. perawatan/hart
e
1 Pasion penyakit daJam 10 3,5 35
Pasien bedah g 4 32
2
3 Pasien gawat 1 10 10
4 Pasien anak 3 4,5 13,5
5 Pasien kebidanan 1 2,5 2,5
Jumlah 23 93,0

Keterangan :
Berdasarkanpenelitian dari luar
Jadi jumIah tenaga keperawatan yang diperlukan adaJah :

Jumlah jam perawatan


Jam kerja efektif per shift

93 = 13 perawat
7

22
Untuk penghitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah (faktor
koreksi) dengan :

1.1.1.5.1.1. Hari libur/ cuti/hari besar (ioss day)


loss day:
ITmlhari MinvP"Udalam 1 tahWl + Cuti + hari besar X jm1 perawat tersedia
iumJah hart kerja efektif

52 + 12 + 14 ~ 78 hari X 13 = 3,5 orang


286
1.1.1.5.2. Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-
tugas non keperawatan (non-nursing jobs) seperti
contohnya;
membuat perincian pasien pulang, kebersihan ruangan,
kebersihan alat-alat makan pasien, dB diperkirakan
25% dari
jam pelayanan keperawatan.

umlah tena a ke erawatan + loss da X 25


100

13+3,5 X25~4,1
100
Jumlah tenaga : tenaga yg tersedia + faktor koreksi
16,5 + 4,1 = 20,6 (dibulatkan 21 perawat/bidan)

Jadi tenaga keperawatan yang dibutuhkan untuk contoh


di atas adalah 21 orang.

23
1.2. Tingkat ketergantungan pasien:
Pasien diklasifikasikan dalam beberapa katagori yang
didasarkan pada kebutuhan terhadap asuhan keperawatan
kebidanan meIiputi :
a. Asuhan keperawatan minimaI (minimaI care),
b. Asuhan keperawatan sedang.
c. Asuhan keperawatan agak berat.
d. Asuhan keperawatan maksimal.

Contoh kasus :

No. Kategori# Rata-rata jrnl Jumlahc: Jumlahi{rbari


pasien{harie pera~~ / pera~atari
cxd
a b c d e
1 Askep minimal 7 2 14
(minimal care)
2 Askep sedang 7 3,08 21.56
3 Askep agak berat 11 4,15 45,65
4 Askeo maksimal 1 6,16 6,16
Jumlah 26 87;37

Keterangan :
# : uraian penjelasan terlampir
. : berdasarkan peneIitian di luar negeri

24
Jumlah perawat yang dibutuhkan adalah :
.
ml am erawatan diruan an hari
Jam efektif perawat
87,37 ~ 12,5
7

Untuk penghitungan jumlah tenaga terse but perJu


ditambah (Iaktor koreksi) dengan :

1.2.1.1.1. Hari liburj cutijhari besar (loss day)


loss day:
ill! hari Minltl!U dalam 1 tahu" 1 x Cuti + han besar x jml pwt yg diperlukar
jumlah had kerja efektif

52 + 12 + 14 ~ 78 hari X 12,5 ~ 3,4 orang


286

1.2.1.1.2. Tenaga keperawatan yang mengerjakan


pekerjaan
non keperawatan (non-nursing jobs) seperti
contohnya ; membuat perincian pasien pulang,
kebersihan mangan, kebersihan alat-alat rnakan
pasien, dll diperkirakan 25% dad jam pelayanan
keperawatan.

umlah tena a erawat + loss cia x 25


100

12,5 + 3,4 x 25 ~ 3,9


100

Jumlah tenaga : tenaga yg tersedia + laktor


koreksi 15,9 + 3,9 ~ 19,8 (dibulatkan 20
perawatjbidan)

Jadi tenaga keperawatan yang dibutuhkan


dalam contoh kasu~ di atas adalah sebanyak 20
orang.

25
2. Kamar Operasi
a. Di Kamar Operasi
Dasar perhitungan tenaga di kamar operasi:
1. Jumlah dan jenis operasi
2. Jumlah kamar operasi
3. Pemakaian kamar operasi ( diprediksi 6 jam per hanl pada
hari kerja
4. Tugas perawat di kamar operasi; instrumentator, penwat
,
sirkulasi (2 orangf tim) .
5. Ketergantungan pasien :
<> Operasi besar : 5 jam/ 1 operasi
<> perasi sedang : 2 jam/ 1 operasi
<> Operasi keeil : 1 jam/ 1 operasi

[Jm!. Jamperawatanfhari x Jm!. Operasi] xjmlpwtdlmtim


Jam kerja efektiffhari
Contoh kasus :
Dal!,m suatu RS terdapat 30 operasi per haD. dengan
pennClan:
- Operasi besar 6 orang
- Operasi sedang 15 orang
- Operasi keeil '
9 orang
Perhitungan kebutuhan tenaga keperawatan sebagai
benkut:
[(6x5 jam) + (15x2 jam) + (9x 1 jam)] x 2
. =19,71+1 (Perawatcadanganinli)
7Jam
Jadi jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan di kamar
operasi untuk conton kasus di ata~ adalah 20 orang.
b. Di ruang penerimaan dan RR
Kete!gantungan pasien di ruang p'enerimaan : 15
memt .
Ketergantungan pasien di RR : 1 jam
1, 25 x 30
= 5,3 orang (dibulatkan 5 orang)
7

26
Jad! jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan d!
ruangan penerimaan clan RR adalah 5 orang
* Perhitungan diatas dengan ,kondisi : alat tenun clan set
operas! d!pers!apkano[eh CSSD.

3. Gawat Darurat , .
Dasar perhitungan di unit gawat darurat adalah :
a. Rata-rata jumlah pasien per hari
b. Jumlah jam perawatan per hari
c, Jam efektif perawat/haii.

Contoh :
- Rata-rata jumlah pasienjhari = 50
- Jumlah jam perawatan ~4 Jam
- Jam efektif / hari ~ 7 jam
Jadi kebutuhan tenagaperawatdiIGD' '

50 x4 78
------- = 35,7 =' 29 or"ng + Loss day ( x 29) =
7 286

= 29 orang + ora-ng=

4. Critical Care
.;. Rata-rata jumlah pasien / hari = 10
(. Jumlah jam perawatan / hari = 12
Jadi kebutuhan tenaga perawat di Critical Care;

10 x 12 78
= 17,15 = 17 orang + loss day (--- x 17) =
7 ~6

= 17 orang + orang =

27
5. Rawat jalan
<- Rata-rata jumlah pasien 1 hari = 100
<- Jumlah jam perawatan 1 hari = 15
Jadi kebutuhan tenaga perawat di rawat jalan :

100 x 15 15
= 4 orang + koreksi 15% = x4 =
7 x 60 100

= 4 orang + orang = orang

6. Kamar Bersalin
a. Waktu yang diperlukan untuk pertolongan persalinan
mencakup kala I sl d IV ~ 4 jaml pasien
b. Jam efektif kerja bidan 7 jam I hari
c. Rata-ratajumlah pasien setiap h<\ri= 10 pasien

Contoh : Jumlah bidan yang diperlukan

10 ps x 4 jam/ps 40

7 jam/hr
~
7
~5,7 ~
:':6 orang + loss day

28
Keterangan tentang katagori asuhan keperawatan (#)

1. Asuhan keperawatan minimal, kriterianya adalah sebagai berikut:


a. Kebersihan diri, mandi, ganli pakaian dilakukan sendiri.
b. Makan & minum dilakukan sendiri.
c. Ambulasi dengan pengawasan.
d. Observasi tanda-tanda vital dilakukan seliap shif.
e. Pengobatan minimal, status psikologis stabil.
2 Asuhan keperawatan sedang, kriteria :
a. Kebersihan diri dibantu. Makan minum dibantu.
b. Observasi tanda-tanda vital setiap 4 jam.
c. Ambulasi dibantu, pengobatan lebih dari sekali.
3. Asuhan keperawatan agak berat, kriteria :
a. Sebagian besar aktivitas dibantu.
b. Observasi tanda-tanda vital setiap 2-4 jam sekali.
c. Terpasang folley chateter. Intake output dicatat.
d. Terpasang infus.
,-
e. Pengobatan lebih dari sekali.
f. Persiapan pengobatan memerl~kan prosedur.
4. Perawatan maksimal (total), kriteria:
a. Segala aktivitas diberikan oleh perawat.
b. Posisi diatur. Observasi tanda-tanda vital setiap 2 jam.
c. Makan memerlukan NGT. Terapi intra vena.
d. Penggunaan Suction.
e. Gelisahf disorientasi.

29

Anda mungkin juga menyukai