Anda di halaman 1dari 43

Golongan 8

DEPARTEMEN
NUTRISI TERNAK
DAN TEKNOLOGI
PAKAN
Probiotik suatu mikrobial
hidup yang diberikan
sebagai tambahan makanan
yang akan memberikan bagi
induk semang dengan cara
memperbaiki keseimba-
ngan populasi mikroba.
Probiotik terdiri atas bakteri
gram positif, negatif, jamur
dan ragi.
Berbentuk tepung dan
dapat dicampurkan ke
dalam ransum pada saat
pemberian makan sebanyak
kurang dari 1%.
Kultur S. cereviseae, dapat memanfaatkan
keterbatasan oksigen, sehingga keadaan rumen
menjadi lebih anaerob yang dapat merangsang
pertumbuhan bakteri rumen.
Aspergillus Oryzae yang memproduksi enzim
polisakarida yang dapat mempengaruhi
degradasi dinding sel tanaman
Bakteri asam laktat membuat populasi yang
normal dalam saluran pencernaan, dan dapat
menormalkan saluran pencernaan akibat
antibiotik
STARBIO
 Pada probiotik lebih
menekankan kepada
pencegahan perkem-
bangan bakteri patogen
dan menolong memberi-
kan keseimbangan
mikroflora di saluran
pencernaan, sehingga
memperbaiki produktiv-
itas. Sedangkan Direct
Feed Microbial tidak
menekankan kepada
kesehatan dan produksi
Pemanfaatan bakteri Synergistes jonesii
yang diisolasi dari Hawaiian Cattle mampu
mendetoksifikasi DHP, kemudian diberikan
sebagai DFM mampu memperbaiki
kemampuan detoksifikasi DHP pada sapi di
Australia.
Megasphaera elsdenii dintroduksikan ke
dalam ternak yang mengkonsumsi
konsentrat tinggi mampu mengurangi kasus
acidosis
Antibiotik adalah substansi
atau senyawa yang dapat
membunuh atau meng-
hambat pertumbuhan
bakteri.
Antibiotik dapat berasal
dari jamur, protozoa atau
sintetik. Penicillin
Koksidiostat digunakan
pada pakan ayam.
Anti biotik dapat digu-
nakan sebagai growth ANTIBIOTIK
promotor
Bakteri dengan target dinding sel,
seperti penicillins, cephalosporins
Bakteri dengan target membran sel
polymixins
Target menganggu sintesa enzim
quinolones, sulfonamides
Target menganggu sintesa protein:
aminoglycosides, macrolides and
tetracyclines
 Enzim adalah molekul protein
sebagai katalisator reaksi
tertentu.
 Penggunaan enzim dapat
dilakukan dua cara, yaitu
langsung diberikan kepada
ternak atau dengan
menyemprotkan terlebih
Glukose dahulu ke dalam pakannya.
 Penggunaan enzim
pectinase-cellulase dapat
memperbaiki fermentasi awal
anak domba tapi tidak pada
domba dewasa
Penambahan xylanase dan enzim selulolitik
memperbaiki kecernaan serat hay secara in
vitro.
Penggunaan enzim dengan cara
disemprotkan ke dalam rumput dan barley
meningkatkan produksi VFA dan kecernaan
NDF
Hidrolisis langsung terhadap pakan oleh
enzim dapat meningkatkan palatabilitas,
mengubah visikositas, sinergetis dengan
enzim ruminal dan mengubah kecernaan.
 Enzim phitase juga
tersedia secar komersial,
enzim ini akan
memperbaiki penggunaan
phitat-phosphor yang
dapat dimanfaatkan oleh
unggas muda, dan
penambahan phitase
telah terbukti
menngkatkan penggunaan
phitat-phosphor dan
sekaligus juga dapat
menurunkan ekskresi
phosphor ke lingkungan
yang dapat
mengakibatkan polusi.
Fitobiotik adalah suatu
substansi yang berasal dari
zat-zat yang terkandung da-
lam tanaman untuk
menekan mikroorganisma
memacu pertumbuhan
ternak dan memperbaiki
kinerjanya.
Temulawak dapat menu-
runkan kolesterol darah,
meningkatkan kualitas
karkas serta menurunkan
persentase lemak abdo-
minal.
Kandungan yang terdapat dalam
temulawak yaitu minyak atsiri, mirsen dan
kamfer, P-tolil, metil karbinol, dan zat
warna kurkumin mempunyai khasiat medis,
yaitu untuk mencegah timbulnya infeksi
berbagai penyakit terutama penyakit
saluran pencernaan.
Kurkumin bersifat antibakteri menyebabkan
adanya daya hambat yang cukup kuat.
Hormon adalah suatu
senyawa yang
dikeluarkan oleh suatu
sel atau sekelompok sel
yang mempengaruhi sel
pada bagian lain dalam
suatu organisme
Hormon sintetik sering
digunakan untuk
memacu pertumbuhan
(growth promotor)
Hormon pertumbuhan utama yang
digunakan dalam produksi ternak
adalah anabolic steroid dan Growth
Hormone. Namun yang menjadi
perhatian dewasa ini ialah bovine
somatotropin ( bST, bGH) dan porcine
(babi) somatotropin (pST, pGH).
Porcine somatotropin, walaupun sangat
efektif meningkatkan pertumbuhan,
sudah jelas tidak diharapkan masuk,
karena permasalahan agama.
 Meterial zeolit sudah
diketahui sejak tahun 1756
 Telah diketahui 40 jenis
zeolit alam.
 Nama zeolit berasal dari
bahasa Yunani yaitu, zein
(membuih) dan lithos (batu)
yang berarti batu membuih
 Zeolit merupakan kristal
aluminosilikat polihidrat dari
kation alkali dan alkali tanah
yang strukturnya tiga
dimensi dan berpori.
Zeolit dilaporkan dapat berperan dalam
ransum karena telah terbukti
memperbaiki pertumbuhan dan efisiensi
makanan ternak.
Mekanisme kerja zeolit bersifat
meningkatkan penyerapan nitrogen juga
memperbaiki nilai biologis protein.
Zeolit dapat menyerap amoniak akibat
deaminasi protein selama proses
pencernaan atau menyerap produk toksik
hasil drgradasi saluran pencernaan.
Zeolit dapat memperlambat laju nutrisi dalam
saluran pencernaan sehingga dapat
meningkatkan efisiensi penggunaan ransum.
Zeolit mampu menurunkan koloni mikroflora
di dalam usus.
Penambahan zeolit dalam ransum sebanyak
6% sangat nyata meningkatkan pertambahan
bobot badan tetapi tidak mempengaruhi
secara nyata terhadap konsumsi ransum,
konversi dan tidak menyebabkan kematian.
 Warna kuning ke orange pada jaringan tubuh
unggas dan udang disebabkan oleh macam-
macam pigmen karetinoid. Pigmen-pigmen ini
mengontrol warna kuning telur, warna tulang
kering dan paruh dari ayam petelur. Pigmenini
juga mempengaruhi warna kulit dari unggas dan
udang. Xantophyl merupakan karetinoid yang
terpenting dalam nutrisi unggas, dan bahan
pakan alami yang kaya akan unsur-unsur ini
adalah tepung alfafa dan corn gluten meal. Karena
banyak dari ahan alami yang kaya akan karetinoid
mempunyai energi yang rendah, maka akan
menjadi sulit untuk mencapai proses pigmentasi
tinggkat tinggi pada daging unggas tanpa
menggunakan sumber pigmen sintesis.
Canthaxanthin astaxanthin dan ß-apo-8-asam
karoten dapat dipakai untuk membuat warna
kuning pada kulit dan kuning telur unggas.
Dibandingkan dengan
ternak ruminansia dan
manusia, unggas
mempunyai cita rasa
yang lebih sedikit.
Unggas hanya
mempunyai 24 rasa
dibandingkan 9000
rasa untuk manusia
dan 25000 untuk sapi.
Bau feces ternak perlu
dikontrol agar tidak
mencemari lingkungan,
produk seperti deodrase
yang ditambahkan ke
ransum sebanyak 100-150
g/ton telah menunjukan
dapat menurunkan tingkat
ammonia yang dikeluarkan
ternak sebesar 20-30% dan
sekaligus juga memperbaiki
pertumbuhan dan
menurunkan kematian
ternak.
Lantai kandang dan
padang penggembalaan
sangat mudah untuk
terinfeksi oleh bermacam-
macam cacing. Keadaan
ini dapat ditanggulangi
dengan menggunakan anti
cacing yang ditambahkan
ke dalam ransum seperti
piperazine dan
hygromycin.
 Anticoksidial telah dipakai
dalam ransum unggas. Telah
lebih dari 20 tahun, ionophere
telah dipakai untuk
menanggulangi koksidiosis. Dari
segi nutrisi, pemakaian
antikoksidial ini perlu
diperhatian karena dapat
mempengaruhi metabolisme
pada keadaan tertentu.
Monensin merupakan salah
satu ionophore yang sangat
bermanfaat dalam
menanggulangi koksidiosis.