Anda di halaman 1dari 66

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

TAHUN 2017

Realisasi
Kinerja

Rencana
dan
penetapan
Kinerja

Indikator Kinerja
Utama

DINAS KESEHATAN
KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Judul :

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

Buku ini disusun dan diterbitkan oleh


Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar
Jalan Andi Depu nomor 2 Polewali
Telp (0428) 2410997
Fax (0428) 2410998
Polewali
Web site : http://dinkespolman.com
Email : dinkespolewali@gmail.com

2
Selalu berusaha mewujudkan keadaan sehat fisik-
jasmani, mental-spiritual serta sosial yang
memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif
secara sosial dan ekonomis
“Motto Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar”

3
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas perkenanNya,
Dinas Kesehatan Kab. Polewali Mandar dapat menyelesaikan penyusunan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2017, walaupun
dengan punuh keterbatasan dan kekurangan namun dapat diselesaikan
sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan


Aparatur Negara dan Reformasi Nomor 29 tahun 2010 tentang Pedoman
Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan, kami telah berusaha
menyajikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Tahun anggaran 2017 ini
yang merupakan wujud pertanggung jawaban pelaksanaan Perencanaan
Strategis (Renstra), yang berisi informasi tentang keberhasilan maupun
kegagalan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan, termasuk hambatan
yang dihadapi dan pemecahan masalahnya.

Kami sadar bahwa Laporan Akuntabilitas Kinerja ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran senantiasa kami harapkan
untuk perbaikan atau penyempurnaan dalam penyusunan Laporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) di tahun
mendatang.Akihirnya kami sampaikan terima kasih dan penghargaan
kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam penyusunan Laporan
Akuntabiltas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ini dan semoga Allah SWT
senantiasa memberikan petunjuk serta memberikan kekuatan kepada kita
semua dalam melaksanakan pembangunan kesehatan, amin.

Polewali, 27Januari 2017.


Kepala Dinas Kesehatan

H.M. Suaib Nawawi, SKM, M.Kes


NiP. 19630927 198311 1 001

4
Ikhtisar Eksekutif

Dinas Kesehatan Kabupaten merupakan unsur pelaksaksana Pemerintah


Kabupaten di bidang kesehatan. Dinas di pimpin oleh seorang kepala yang
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris
Daerah.

Dinas Kesehatan dalam pembangunan bidang kesehatan mempunyai visi


Terwujudnya kemandirian sehat masyarakat Polewali Mandar berdasarkan
agama dan nilai-nilai budaya. Visi ini merupakan penjabaran dari harapan
seluruh masyarakat Polewali Mandar yang tertuang dalam indikator
kesehatan yang dan ditetapkan sebagai Indikator Kienerja Utama (IKU),
yang kemudian dijabarkan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan
Penetapan Kinerja Tahunan (PKT) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali
Mandar 2014-2018.

Hasilnya adalah indikator derajat kesehatan masyarakat Polewali Mandar


yang dilihat dari Realisasi Kinerja dan Anggaran disimpulkan 1). Penetapan
34 indikator kinerja hanya dapat dicapai 3 indikator kinerja dengan capaian
100% atau lebih. 2) Alokasi Anggaran untuk 17 program,tidak ada program
yang berhasil dengan realisasi 100%.

Secara keseluruhan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar


tahun 2016, kurang sesuai dengan sasaran strategis dari Indikator Kinerja
Utama yang ditetapkan oleh Bupati Polewali Mandar, Demikian ringkasan
LAKIP Dinas Kesehatan 2017 ini dibuat, sebagai bagian dari Laporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.

5
Daftar Isi
KATA PENGANTAR (ii)
IKHTISAR EKSEKUTIF (iii)
DAFTAR ISI (iv)
DAFTAR TABEL (vi)

BAB IPENDAHULUAN (9)

1.1 Latar Belakang (9)


1.2 Dasar Hukum (10)
1.3 Maksud dan Tujuan (11)
1.4 Sistematika Penyajian (33)

BAB IIPERENCANAAN KINERJA (35)

1.1 Rencana Strategis


1.2 Penetapan Kinerja Tahun 2015

BAB IIIAKUNTABILITAS KINERJA (49)

3.1 Tujuan, Sasaran dan indikator Utama


3.2 Tujuan, Sasaran dan indikator Pertama
3.3 Tujuan, Sasaran dan indikator Kedua
3.4 Tujuan, Sasaran dan indikator Tiga
3.5 Tujuan, Sasaran dan indikator Empat
3.6 Tujuan, Sasaran dan indikator Lima
3.7 Tujuan, Sasaran dan indikator Enam
3.8 Akuntabilitas Keuangan
3.9 Kendala dan Solusi

BAB IVPENUTUP (54)

LAMPIRAN-LAMPIRAN.

6
Daftar Lampiran

Lampiran I : Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2017.

Lampiran II : Penetapan Kinerja Tahun 2017.

Lampiran III : Pengukuran Kinerja tahun 2016.

Lampiran IV : Pengukuran Kinerja dan Realisasi Anggaran

tahun 2016.

7
Daftar Tabel

1. Tabel 1. Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Dinas Kesehatan

2. Tabel 2 Angka Harapan Hidup Kabupaten Polewali Mandar tahun

2012 s.d 2016

3. Tabel 3 Jumlah Bayi Lahir Hidup, AKB dan AKHBTahun 2012 s.d

2016Kabupaten Polewali Mandar

4. Tabel 04 Jumlah Bayi Lahir Hidup, Angka Kematian Ibu tahun 2012

s.d 2016Kabupaten Polewali Mandar

8
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahdiartikan sebagai


dokumen pelaporan dan pertanggungjawaban kinerja penggunaan
anggaran yang dilaksanankan sesuai dengan Rencana Kerja Dinas
Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2017.Urgensi atau
pentingnyaLaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas
Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar disusun berdasarkan
Penetapan Kinerja Tahun 2017 yang dibuat,Rencana Kerja Tahunan
(RKT) tahun 2017, dan kemudian dinilai berdasarkan Pengukuran
Kinerja dan Realisasi Anggaran Tahun 2016.

Subtansi Muatan Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Kesehatan


Kabupaten Polewali Mandar adalah program dan kegiatan yang harus
dicapai selama tahun 2016 sebagai penjabaran dari Rencana Renja
tahun 2016 dan Renstra Dinas Kesehatan tahun (2014-2019)
sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Polewali Mandar,
oleh karenanya disusun dengan orientasi “Apa yang telah dicapai”
(Output and outcome Realitation).

Proses penyusunanLaporan Akuntabilitas Dinas Kesehatan Kabupaten


Polewali Mandar dimulai dengan persiapan penyusunan Rencana Kerja
Tahunan (RKT) tahun 2017, Penetapan Kinerja Tahun 2017 dalam
format Perjanjian Kinerja Tahunan, pemantauan dan monitoring
pelaksanaannya, kemudian dinilai berdasarkan Pengukuran Kinerja
dan Realisasi Anggaran Tahun 2016 dan laporan program dan kegiatan
lainya berupa capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang di
keluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam proses
penyusunannya dibawah koordinasi Sekretariat Daerah Bagian
Organisasi dan Tata Kelola Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.

Disusun dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Penertiban

9
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010
tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dengan adanya LAKIP Dinas
Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2017 maka dapat
dijadikan acuan dalam mengevaluasi kinerja organisasi selama satu
tahun, dan sebagai dasar dalam melaksanakan kinerja tahun
berikutnya agar lebih berdaya guna, berhasil guna, bersih,
bertanggungjawab serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

1.2 Dasar Hukum Penyusunan Laporan

Dasar hukum penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali


Mandar tahun 2016 meliputi:
1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan
Keuangan dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;
2. Instruksi Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas
Kinerja Instansi pemerintah;
3. Peraturan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman
Penyusunan penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas
Instansi Pemerintah;
4. Peraturan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
5. Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 10 tahun
2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten
Polewali Mandar.
6. Peraturan Bupati Polewali Mandar Nomor 31 Tahun 2011 tentang
Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2009 tentang
Tugas Pokok dan Fungsi Perangkat Organisasi Dinas Daerah
Kabupaten Polewali Mandar.
7. Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 2 Tahun

10
2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten
Polewali Mandar Tahun 2012-2032(Lembaran Daerah Kabupaten
Polewali Mandar Tahun 2013 Nomor 2).
8. Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 1 Tahun
2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2019 (Lembaran Daerah
Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014 Nomor 1);
9. Surat Keputusan Bupati Polewali Mandar Nomor:
KPTS/050.13/369 /HUK tentang Pengesahan Rencana Strategis
Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun 2014-2019 pada Lingkup
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.
10. Peraturan Bupati Polewali Mandar Nomor 23 Tahun 2014
tentang Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Polewali
Mandar.

1.3 Maksud dan Tujuan Pelaporan


1.3.1 Maksud
Maksud penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten
Polewali Mandar Tahun 2017 adalah untuk meningkatkan
transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan kinerja organisasi Dinas
Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.
1.3.2 Tujuan

Adapun tujuan penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Kabupaten


Polewali Mandar Tahun 2017 adalah:

1. Mempertanggungjawabkan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten


Polewali Mandar kepada Kepala Daerah Kabupaten Polewali
Mandar dan pihak yang berkepentingan, dalam rangka
mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) yang
ditandai dengan adanya transparansi dan akuntabilitas.
2. Memberikan umpan balik dalam rangka peningkatan kinerja
instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

11
1.4. Sistimatika Penyajian

Sistematika penulisan Akuntabilitas Kinerja Instansi Dinas Kesehatan


Kabupaten Polewali Mandar 2017 dibagi dalam Lima Bab, masing-
masing dapat di jelaskan sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN,

Berisi uraikan tentang pentingnya Ssasaran Akuntabilitas


Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)dalam menjamin
peningkatan kinerja SKPD yang termuat dalam Latar Belakang,
Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan dan Sistematika
Penulisan Akuntabilitas Kinerja Instansi Dinas Kesehatan.

BAB II.PERENCANAAN KINERJA,

Berisi dua Komponen dasar perencanaan kinerja, Pertama ;


Rencana Strategi berupa uraikan tentang Visi, Misi, Tujuan
serta Sasaran dan indikator sasaran yang terdapat dalam
Dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan
Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2014-2018. Kedua
Penetapan Kinerja Tahun 2017 berupa uraian tentang Sasaran
dan Indikator Sasaran serta Target Kinerja Dinas Kesehatan
dalam Tahun 2017

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA,

Memuat uraian secara terstruktur, mulai dari Tujuan, Sasaran


dan Indikator, disajikan dalam bentuk tabel dan Grafik, juga
dilengkapi data foto-foto kegiatan.Pada Bab tiga ini juga
disajikan laporan akuntabilitas keuangan, menjelaskan
anggaran program dan atau kegiatan yang digunakan untuk
mencapai target indikator. Penyajian akuntabilitas terurai per
Sasaran berdasarkan sumber-sumber dana APBD dan APBN
tahun 2017.

12
BAB IV. PENUTUP.

Memuat uraian kesimpulan umum dari Laporan Akuntabilitas


Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali
Mandar dan penyusunan langkah-langkap perbaikan kinerja

Sistematika penulisan Akuntabilitas Kinerja Instansi Dinas Kesehatan


Kabupaten Polewali Mandar 2017yang dibagi dalam Lima Bab tersebut
diakhir dengan lampiran diantaranya Perjanjian Kinerja (PK), Rencana
Kerja Tahunan (RKT) tahun 2017, Pengukuran Kinerja (PK) tahun 2016
dan Pengukuran Kinerja dan Realisasi Anggaran (PK-RA) Tahun 2016.

PETA POSISI PUSKESMAS


KABUPATEN POLEWALI MANDAR

Matangnga

Tubbi Taramanu Bulo

Batupanga Pelitakan
Matakali Anreapi
Wonomulyo
Tutallu Massenga
Mapilli Pekkabata Polewali
Limboro
Kebunsari Binuang

Tinambung Pambusuang Katumbangan


Ket Campalagian
Lokasi (Koordinat) Puskesmas

www.arali2008.com

13
BAB II
PERENCANAAN KINERJA

2.1. RENCANA STRATEGIS


2.1.1.VISI

Terwujudnya Masyarakat Polewali Mandar yang


sehat, mandiri dan berkeadilan

Arti dan makna Visi ini dapat dijelaskan sebagai berikut

Sehat diartikan sebagai manivestasi dari pengertian kesehatan yang


terdapat dalam Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 sebagai
visi nasional sekaligus juga sebagai sebagai upaya ---motto ---dari setiap
petugas kesehatan untuk selalu berusaha mewujudkannya yaitu
mewujudkan keadaan sehat fisik-jasmani, mental-spiritual serta sosial
yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial
dan ekonomis

Mandiri diartikanbahwa untuk mewujudkan keadaan sehat, pembangunan


kesehatan masyarakat hanya dapat diwujudkan dengan adanya kesadaran,
kemauan dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat.

Berkeadilan diartikan bahwa untuk mewujudkan keadaan sehat dan


mandiri diperlukan keadilan dalam pelayanan kesehatan terhadap jenis
kelamin, suku, ras, golongan, status sosial, wilayah dan kemampuan yang
berbeda, baik dari aspek akses, partisipasi, pengawasan maupun manfaat.

2.1.2 MISI

1. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang prima


2. Mengendalikan masalah kesehatan berdasarkan pola
perkembangan penyakit dan masalah kesehatan
3. Menyediakan jaminan, sarana kesehatan dan kefarmasian sesuai
dengan kebutuhan dan jaminan asuransi kesehatan yang tersedia
4. Mewujudkan Kemandirian masyarakat dalam berperilaku hidup
bersih dan sehat.

14
5. Mewujudkan Sumber Daya Kesehatan Manusia yang merata, adil
dan professional.
6. Menyelenggarakan tata kelola adminstrasi dan manajemen
pemerintahan bidang kesehatan yang berorientasi pada
pencapaian kinerja dan pengelolaan keuangan yang baik.

2.1.3 TUJUAN DAN SASARAN


2.1.3.1 Tujuan

Dalam rangka mewujudkan misi dalam mewujudkan visi


mewujudkan masyarakat Polewali Mandar yang sehat, mandiri dan
berkeadilan maka ditetapkan tujuan utama yaitu pencapaian derajat
kesehatan yang setingi-tingginya bagi masyarakat Polewali Mandar
sampai dengan tahun 2018, diarahkan dengan pencapaian sasaran
utama,

“ menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per


1000 menjadi 6.5 per 1000 kelahiran hidup,
menurunkan angka kematian ibu dari 132 per 100.000
menjadi 71 per 100.000 kelahiran hidup. Dan
menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk dari
15.32 % menjadi dibawah 7 %. Serta Meningkatnya
cakupan imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-11 bulan
dari 60% menjadi 90%”

Sasaran Utama ini dapai dicapai dengan penetapan 5 tujuan khusus :

1. Meningkatkan pelayanan Kesehatan melalui peningkatan


pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan pelayanan kesehatan
khusus termasuk pelayanan kesehatan keluarga dan promosi
kesehatan
2. Meningkatkan pengendalian masalah kesehatan melalui
pengendalian kesehatan lingkungan, pencegahan dan

15
pemberantasan penyakit menular dan tidak menular, dan
pengendalian wabah dan bencana.
3. Meningkatkan jaminan, sarana kesehatan dan kefarmasian
melalui peningkatan kebutuhan kefarmasin, akses sarana
kesehatan dan jaminan asuransi kesehatan yang tersedia.
4. Meningkatkan kesadaran, Kemauan dan kemandirian masyarakat
untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.
5. Meningkatkan Sumber Daya Kesehatan Manusia melalui
perencanaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan, pendidikan
dan pelatihan, dan registrasi dan akreditasi sarana dan prasarana
kesehatan.
6. Meningkatkan tata kelola adminstrasi dan manajemen
pemerintahan bidang kesehatan melalui tata kelola kepegawaian,
perencanaan dan pelaporan serta keuangan dan verifikasi.

2.1.3.2 Sasaran
1. Meningkatkan pelayanan Kesehatan melalui peningkatan
pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan pelayanan kesehatan
khusus termasuk pelayanan kesehatan keluarga dan promosi
kesehatan dengan pencapaian sasaran periode lima tahun sebagai
berikut
a. Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai dengan 95%
b. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sampai
dengan 80%
c. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
terlatih sampai dengan 90%
d. Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90%
e. Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani sampai dengan
80%
f. Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90%
g. Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan 90%

16
h. Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan sampai
dengan 100%
i. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak
usia 6-24 bulan pada keluarga miskin sampai dengan 100%
j. Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat sampai dengan
100%
k. Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70%
2. Meningkatkan pengendalian masalah kesehatan melalui
pengendalian kesehatan lingkungan, pencegahan dan
pemberantasan penyakit menular dan tidak menular, dan
pengendalian wabah dan bencana, melalui pencapaian sasaran
periode lima tahun sebagai berikut;

a. Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 menjadi 150 per


100.000 penduduk;
b. Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Index-API) dari 2
menjadi 1 per 1.000 penduduk;
c. Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% menjadi100%;
d. Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 menjadi 5 per
100.000 penduduk.
e. Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 balita menjadi
250 per 1000 balita
f. Menurunya penderita pneumonia dari 50 per 1000 balita
menjadi 25 per 1000 balita
g. Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB yang
dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam, sampai dengan
100%
h. Meningkatnya cakupan presentase ODF (Open Defecation Free)
dari 10% menjadi 60%
i. Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek penyakit
menular dan tidak menular dari 25 % menjadi 80%
3. Meningkatkan jaminan, sarana kesehatan dan kefarmasian
melalui peningkatan kebutuhan kefarmasian, akses sarana

17
kesehatan dan jaminan asuransi kesehatan yang tersedia, melalui
pencpaian sasaran periode lima tahun sebagai berikut :
a. Persentase ketersediaan obat terhadap kebutuhan obat sampai
dengan 100%
b. Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat level 1 yang
harus diberikan sarana pelayanan kesehatan sampai dengan
100%
c. Rasio Poskesdes per desa (1:1)
d. Rasio Fasilitas Kesehatan yang standar, sampai dengan 80%
e. Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % masyaralat miskin,
sampai dengan 100%
f. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat
miskin sampai dengan 100%
4. Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemandirian masyarakat
untuk berperilaku hidup bersih dan sehat melalui
a. Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80%
b. Cakupan posyandu mandiri sampai dengan 60%
c. Cakupan Rumah Tangga Ber PHBS mencapai 80%
5. Meningkatkan Sumber Daya Kesehatan Manusia melalui
perencanaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan, pendidikan
dan pelatihan, dan registrasi dan akreditasi sarana dan prasarana
kesehatan.
a. Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk
b. Rasio Puskesmas dengan standar operasional prosedur
pelayanan minimal kesehatan, sampai dengan 80%
c. Cakupan Bintek SDM Kesehatan professional terhadap sampai
dengan 100 % kebutuhan.

6. Meningkatkan tata kelola adminstrasi dan manajemen


pemerintahan bidang kesehatan melalui tata kelola kepegawaian,
perencanaan dan pelaporan serta keuangan dan verifikasi melalui
pencapaian sasaran periode lima tahun sebagai berikut

18
a. Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran
b. Meningkatnya sarana-prasarana, disipilin dan sumber daya
aparatur.
c. Berkembangnya system pencatatan dan pelaporan kinerja dan
keuangan secara rutin dan terpadu, termasuk pengembangan
Sistem Informasi Kesehatan.

2.1.4 Strategi dan Kebijakan


2.1.4.1 Strategi

Strategi yang digunakan untuk mencapai visi, misi tujuan dan


sasaran adalah kerjasama lintas program, lintas sektoral, koordinasi
vertical dan horizontal serta dengan pendekatan Top down dan botton
up. Pelaksanaan Strategi disesuaikan dengan tugas dan fungsi untuk
mencapai kinerja organisasi yaitu

a. Peningkatan Status pertumbuhan, perkembangan, perlindungan


dan Kelangsungan hidup.
b. Peningkatan capaian Standar pelayanan Minimal Kesehatan (SPM
–Kesehatan) sampai dengan target yang ditetapkan.
c. Peningkatan Status Kesehatan agar masyarakat dapat hidup
sehat, produktif secara sosial dan ekonomis
d. Pencapaian Standar sarana dan prasarana pelayanan kesehatan
sampai dengan yang ditargetkan
e. Peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat
dalam usaha kesehatan bersumber masyarakat
f. Peningkatan kualitas SDM-Kesehatan.
g. Peningkatan mutu manajemen administrasi bidang kesehatan.

2.1.4.2 Kebijakan

Kebijakan pelaksanaan pembangunan kesehatan di Kabupaten


Polewali Mandar akan diarahkan pada permasalahan-permasalahan

19
pada pelaksanaan strategi status kelangsunagn hidup, status
kesehatan dan status pelayanan kesehatan yang ditemukan.
Penyelesaian masalah berdasarkan pada tujuan dan sasaran yang
ditemuat dalam renstra Kesehatan dan berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku serta pemenuhan hak-hak asasi
manusia akan kesehatan dengan prioritas induvidu, keluarga,
kelompok dan masyarakat yang beresiko serta bersperspektif gender.
Kebijakan pelaksanaan pembangunan kesehatan ini termuat dalam
bentuk program dan kegiatan rutin, prioritas dan penunjang.
Kebijakan program dan kegiatan utama adalah Peningkatan Status
pertumbuhan, perkembangan, perlindungan dan Kelangsungan
hidup, melalui penurunan AKI, AKB dan Penurunan Status Gizi
Buruk dan Kurang serta daya tahan anak balita terhadap berbagai
macam penyakit. Dan dijabarkan dalam 6 Kebijakan program dan
kegiatan sebagai berikut.

1. Peningkatan Cakupan Pelayanan Kesehatan yang menekankan


pada peningkatan akses dan jaminan pelayanan kesehatan yang
merata, adil dan terus menerus, secara kualitas dan kwantitas
dapat mencapai standar pelayanan prima.
2. Peningkatan Cakupan Pelayanan Kesehatan yang menekan pada
tersedianya fasilitas kesehatan yang yang standar termasuk
Jaminan Pelaksanaan Asuransi Kesehatan Nasional dan Daerah.
3. Peningkatan Cakupan Pelayanan Kesehatan yang menekan pada
tersedianya fasilitas kesehatan yang yang standar termasuk
Jaminan Pelaksanaan Asuransi Kesehatan Nasional dan Daerah.
4. Peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat
dalam usaha kesehatan bersumber masyarakat melalui kegiatan
konsolidasi, pengembangan dan kemandirian antara petugas dan
kelompok masyarakat.
5. Peningkatan kualitas SDM-Kesehatan melalui bimbingan tehnis
secara berkala dan bekerja berdasarkan standar oprasional
prosedur

20
6. Peningkatan mutu manajemen administrasi kesehatan melalui
peningkatan sumber daya aparatur, perencanaan program dan
pengengelolaan keuangan serta pengembangan Sistem Informasi
Kesehatan.

21
Tabel 1. Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Dinas Kesehatan
VISI Terwujudnya Masyarakat Polewali Mandar Yang Sehat, MISI :
Mandiri dan Berkeadilan
1. Sehat diartikan sebagai upaya ---motto ---dari setiap petugas 1.
Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang prima
kesehatan untuk selalu berusahamewujudkan keadaan sehat fisik- 2.
Mengendalikan masalah kesehatan berdasarkan pola perkembangan penyakit dan
jasmani, mental-spiritual serta sosial yang memungkinkan setiap masalah kesehatan
orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis 3. Menyediakan jaminan, sarana kesehatan dan kefarmasian sesuai dengan
2. Mandiri dartikan Adanya kesadaran, Kemauan dan Kemampuan kebutuhan dan jaminan asuransi kesehatan yang tersedia
setiap Masyarakat untuk Hidup Sehat 4. Mewujudkan Kemandirian masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat.
3. Berkeadilan diartikan diperlukan keadilan dalam pelayanan 5. Mewujudkan Sumber Daya Kesehatan Manusia yang merata, adil dan
kesehatan terhadap jenis kelamin, suku, ras, golongan, status sosial, professional.
wilayah dan kemampuan yang berbeda, baik dari aspek akses, 6. Melaksanakan tata kelola adminstrasi dan manajemen pemerintahan bidang
partisipasi, pengawasan maupun manfaat. kesehatan yang berorientasi pada pencapaian kinerja dan pengelolaan keuangan
yang baik.
Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Tujuan Utama adalah 1. Menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per 1000 menjadi 6.5 per Peningkatan Status Peningkatan Status
Pencapaian derajat 1000 kelahiran hidup, pertumbuhan, pertumbuhan, perkembangan,
kesehatan masyarakat 2. Menurunkan angka kematian ibu dari 132 per 100.000 menjadi 71 per perkembangan, perlindungan dan
yang setingi-tingginya 100.000 kelahiran hidup. perlindungan dan Kelangsungan hidup, melalui
3. Menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk dari 15.32 % menjadi Kelangsungan hidup penurunan AKI, AKB dan
dibawah 7 %. Penurunan Status Gizi Buruk
4. Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-11 bulan dan Kurang serta daya tahan
dari 60% menjadi 90%, anak balita terhadap berbagai
macam penyakit.
1. Meningkatkan 1. Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai dengan 95% Peningkatan capaian Peningkatan Cakupan
pelayanan 2. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sampai dengan 80% Standar pelayanan Pelayanan Kesehatan yang
Kesehatan melalui 3. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih Minimal Kesehatan (SPM menekankan pada
peningkatan sampai dengan 90% –Kesehatan) sampai peningkatan akses dan
pelayanan 4. Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90% dengan target yang jaminan pelayanan kesehatan
kesehatan dasar, 5. Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani sampai dengan 80% ditetapkan yang merata, adil dan terus
rujukan dan 6. Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90% menerus, secara kualitas dan
pelayanan 7. Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan 90% kwantitas dapat mencapai
kesehatan khusus 8. Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan sampai dengan 100% standar pelayanan prima.
termasuk pelayanan 9. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24
kesehatan keluarga bulan pada keluarga miskin sampai dengan 100%
dan promosi 10. Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat sampai dengan 100%
kesehatan 11. Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70%
12. Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % masyaralat miskin, sampai
dengan 100%
13. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin
sampai dengan 100%

22
Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
2. Meningkatkan 1. Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 menjadi 150 per 100.000 Peningkatan Status Peningkatan Status Kesehatan
pengendalian penduduk; Kesehatan agar yang menekankan pada
masalah kesehatan 2. Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Index-API) dari 2 menjadi masyarakat dapat hidup peningkatan akses dan
melalui 1 per 1.000 penduduk; sehat, produktif secara jaminan hidup sehat atau
pengendalian 3. Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% menjadi100%; sosial dan ekonomis tidak sakit agar masyarakat
kesehatan 4. Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 menjadi 5 per 100.000 dapat hidup sehat, produktif
lingkungan, penduduk. secara sosial dan ekonomis
pencegahan dan 5. Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 balita menjadi 250 per
pemberantasan 1000 balita
penyakit menular 6. Menurunya penderita pneumonia dari 50 per 1000 balita menjadi 25
dan tidak menular, per 1000 balita
dan pengendalian 7. Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB yang dilakukan
wabah dan bencana. penyelidikan epidemiologi < 24 jam, sampai dengan 100%
8. Meningkatnya cakupan presentase ODF (Open Defecation Free) dari
10% menjadi 60%
9. Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek penyakit menular dan
tidak menular dari 25 % menjadi 80%

3. Meningkatkan 1. Persentase ketersediaan obat terhadap kebutuhan obat sampai Pencapaian Standar Peningkatan Cakupan
jaminan, sarana dengan 100% sarana dan prasarana Pelayanan Kesehatan yang
kesehatan dan 2. Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat level 1 yang harus pelayanan kesehatan menekan pada tersedianya
kefarmasian melalui diberikan sarana pelayanan kesehatan sampai dengan 100% sampai dengan yang fasilitas kesehatan yang yang
peningkatan 3. Rasio Poskesdes per desa (1:1) ditargetkan standar termasuk Jaminan
kebutuhan 4. Jumlah Fasilitas Kesehatan yang standar, sampai dengan 80% Pelaksanaan Asuransi
kefarmasin, akses Kesehatan Nasional dan
sarana kesehatan Daerah.
dan jaminan
asuransi kesehatan
yang tersedia.
4. Meningkatkan 1. Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80% Peningkatan kesadaran, Peningkatan kesadaran,
kesadaran, 2. Cakupan posyandu mandiri sampai dengan 60% kemauan dan kemauan dan kemampuan
Kemauan dan 3. Cakupan Rumah Tangga Ber PHBS mencapai 80% kemampuan masyarakat masyarakat dalam usaha
kemandirian dalam usaha kesehatan kesehatan bersumber
masyarakat untuk bersumber masyarakat masyarakat melalui kegiatan
berperilaku hidup konsolidasi, pengembangan
bersih dan sehat. dan kemandirian antara
petugas dan kelompok
masyarakat.

23
Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
5. Meningkatkan 1. Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk Peningkatan kualitas Peningkatan kualitas SDM-
Sumber Daya 2. Jumlah Puskesmas dengan standar operasional prosedur pelayanan SDM-Kesehatan. Kesehatan melalui bimbingan
Kesehatan Manusia minimal kesehatan, sampai dengan 80% tehnis secara berkala dan
melalui 3. Cakupan Bintek SDM Kesehatan professional terhadap sampai dengan bekerja berdasarkan standar
perencanaan dan 100 % kebutuhan. oprasional prosedur
pendayagunaan
tenaga kesehatan,
pendidikan dan
pelatihan, dan
registrasi dan
akreditasi sarana
dan prasarana
kesehatan.
6. Meningkatkan tata 1. Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran Peningkatan mutu Peningkatan mutu manajemen
kelola adminstrasi 2. Meningkatnya sarana-prasarana, disipilin dan sumber daya aparatur. manajemen administrasi administrasi kesehatan melalui
dan manajemen 3. Berkembangnya system pencatatan dan pelaporan kinerja dan bidang kesehatan. peningkatan sumber daya
pemerintahan keuangan secara rutin dan terpadu, termasuk pengembangan Sistem aparatur, perencanaan program
bidang kesehatan Informasi Kesehatan. dan pengengelolaan keuangan
melalui tata kelola serta pengembangan Sistem
kepegawaian, Informasi Kesehatan.
perencanaan dan
pelaporan serta
keuangan dan
verifikasi.

24
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

2.1 PENETAPAN KINERJA TAHUN 2017

Penetapan Kinerja Tahun 2017 adalah uraian tentang Sasaran dan


34Indikator Sasaran serta Target Kinerja Dinas Kesehatan dalam
Tahun 2017, sebagaimana terlampir dalam LAMPIRAN 1 (SATU)
dapat dijelaskan Sebagai berikut :

2.1.1 SASARAN UTAMA : Peningkatan derajat kesehatan yang


setingi-tingginya bagi masyarakat Polewali Mandar, diarahkan
dengan pencapaian indicator sasaran utama sebagai berikut :
a. menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per 1000
menjadi 10 per 1000 kelahiran hidup,
b. menurunkan angka kematian ibu dari 132 per 100.000
menjadi 106 per 100.000 kelahiran hidup.
c. menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk dari 15.32
% menjadi dibawah 10.05 %. Serta
d. Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap bayi usia
0-11 bulan dari 60% menjadi 90%,
2.1.2 SASARAN PERTAMA : Meningkatkan pelayanan Kesehatan
melalui peningkatan pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan
pelayanan kesehatan khusus termasuk pelayanan kesehatan
keluarga dan promosi kesehatan dengan pencapaian
INDIKATOR SASARAN sebagai berikut
a. Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai dengan 95%
b. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sampai
dengan 80%
c. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
terlatih sampai dengan 90%
d. Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90%

25
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

e. Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani sampai


dengan 80%
f. Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90%
g. Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan 90%
h. Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan sampai
dengan 100%
i. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak
usia 6-24 bulan pada keluarga miskin sampai dengan 100%
j. Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat sampai
dengan 100%
k. Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70%
l. Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % masyaralat
miskin, sampai dengan 100%
m. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat
miskin sampai dengan 100%

2.1.3 SASARANKEDUA :Meningkatkan pengendalian masalah


kesehatan melalui pengendalian kesehatan lingkungan,
pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dan tidak
menular, dan pengendalian wabah dan bencana, melalui
pencapaian Indikator sasaran sbb.

a. Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 menjadi


195 per 100.000 penduduk;
b. Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Index-API)
dari 2 menjadi 1.3 per 1.000 penduduk;
c. Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% menjadi
90%;
d. Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 menjadi 8 per
100.000 penduduk.

26
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

e. Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 balita


menjadi 325 per 1000 balita
f. Menurunya penderita pneumonia dari 50 per 1000 balita
menjadi 45 per 1000 balita
g. Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB yang
dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam, sampai
dengan 60%
h. Meningkatnya cakupan presentase ODF (Open
Defecation Free) dari 10% menjadi 30%
i. Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek penyakit
menular dan tidak menular dari 25 % menjadi 60%
2.1.4 SASARAN KETIGA Meningkatkan jaminan, sarana kesehatan
dan kefarmasian melalui peningkatan kebutuhan
kefarmasian, akses sarana kesehatan dan jaminan asuransi
kesehatan yang tersedia, melalui pencpaian Indiaktor
sasaran :
a. Persentase ketersediaan obat terhadap kebutuhan obat
sampai dengan 100%
b. Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat level 1 yang
harus diberikan sarana pelayanan kesehatan sampai
dengan 100%
c. Rasio Poskesdes per desa (1:1)
d. Rasio Fasilitas Kesehatan yang standar, sampai dengan
80%

2.1.5 SASARAN KE EMPAT ; Meningkatkan kesadaran, kemauan


dan kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup
bersih dan sehat melalui dengan pencapaian Indikator
sasaran sebagai berikut :
a. Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80%
b. Cakupan posyandu mandiri sampai dengan 60%

27
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

c. Cakupan Rumah Tangga Ber PHBS mencapai 80%

2.1.6 SASARAN KE LIMA : Meningkatkan Sumber Daya Kesehatan


Manusia melalui perencanaan dan pendayagunaan tenaga
kesehatan, pendidikan dan pelatihan, dan registrasi dan
akreditasi sarana dan prasarana kesehatan dengan
pencapaian indicator sasaran sebagai berikut
a. Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk
b. Rasio Puskesmas dengan standar operasional prosedur
pelayanan minimal kesehatan, sampai dengan 80%
c. Cakupan Bintek SDM Kesehatan professional terhadap
sampai dengan 100 % kebutuhan.

2.1.7 SASARAN KE ENAM : Meningkatkan tata kelola adminstrasi


dan manajemen pemerintahan bidang kesehatan melalui
tata kelola kepegawaian, perencanaan dan pelaporan serta
keuangan dan verifikasi melalui pencapaian indicator
sasaran sebagai berikut :
a. Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran
b. Meningkatnya sarana-prasarana, disipilin dan sumber
daya aparatur.
c. Berkembangnya system pencatatan dan pelaporan kinerja
dan keuangan secara rutin dan terpadu,
termasukpengembangan Sistem Informasi Kesehatan.

28
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA

Salah Indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang akan


digunakan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam menyusun
Laporan Akhir Indeks Pembangunan Manusia selama 5 tahun menjabat
(tahun 2014-2019) adalah Capaian Angka Harapan Hidup (AHH)tahun
2015.

Angka Harapan hidup dapat di interpretasikan sebagai dimensi umur


panjang dan sehat, dihitung dari Anak yang Lahir hidup dan anak yang
masih hidup dari seorang wanita yang telah nikah. Di tahun 2016
capaiannya di kabupaten Polewali Mandar berada pada usia 65.62
tahun, kisaran idealnya berada pada 25 tahun minimal dan 85 tahun
maksimal. Artinya usia maksimal umur panjang dan sehat belum
mencapai umur maksimal 85 tahun, seringnya ditemukan kematian
anak diusia muda misalnya saja kematian bayi yang masih tinggi dan
kematian ibu serta kematian-kematian karena kesakitan dan penyakit
adalah penyebab utamanya.

Tabel 2
Angka Harapan Hidup
Kabupaten Polewali Mandar tahun 2011 s.d 2016
Angka Harapan Hidup per tahun
Tahun Tahun Tahun 2014 Tahun Tahun 2016
2012 2013 2015
65.53 65.82 66.08

Sumber. BPS Polewali Mandar

Penjabaran AHH tersebut adalah Kinerja Dinas Kesehatan yang di


dapat dari hasil Pengukuran Kinerja Tahun 2016 sebagaimana
terlampir dalam LAMPIRAN 3 (TIGA).

Penetapan Kinerja Tahun 2016 adalah uraian


tentang 3 Sasaran dan 34 Indikator Sasaran
serta Target Kinerja Dinas Kesehatan dalam
Tahun 2015, hanya dapat dicapai 15 indikator
kinerja.

29
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

3.1 TUJUAN UTAMA : Peningkatan derajat kesehatan yang setingi-


tingginya bagi masyarakat Polewali Mandar,dengan pencapaian
indicator sasaran utama sebagai berikut :
a. menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per 1000
menjadi 6.5 per 1000 kelahiran hidup, yang ditargetkan
ditahun 2016 sebesar 8.82 per 1000 kelahiran hidup TIDAK
BERHASIL dicapai, Angka kematian bayi mengalami
penurunan sebesar 12.64 per 1000 kelahiran hidup.

Tabel 03
Jumlah Bayi Lahir Hidup, AKB dan AKHB
Tahun 2012 s.d 2016Kabupaten Polewali Mandar
NO Uraian 2012 2013 2014 2015 2016

1. Jumlah Bayi Lahir 8749 8355 7694 8336 8150


Hidup
2. Jumlah Kematian Bayi 109 95 85 109 103
3. AKB per 1000 12.46 11.37 11.05 13.08 12.64

4. AKH 988 988 989 987


Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar

b. menurunkan angka kematian ibu dari 132 per 100.000


menjadi 71 per 100.000 kelahiran hidup, dengan target
penurunan ditahun 2016 sebesar 94 per 100.000 kelahiran
hidup, TIDAK BERHASIL dicapai. Angka kematian ibu
mengalami penurunan sebesar 171.8 per 100.000 kelahiran
hidup.
Tabel 04. Jumlah Bayi Lahir Hidup, Angka Kematian Ibu
tahun 2012 s.d 2016 Kabupaten Polewali Mandar
NO Uraian 2012 2013 2014 2015 2016

1. Jumlah Bayi Lahir 8749 8355 7694 8336 8150


Hidup
2. Jumlah Kematian Ibu 12 11 5 17 14
3. AKI per 100.000 137 132 65 204 171.8
Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar

30
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

c. menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk dari 15.32 %


menjadi dibawah 7 %. Dengan target di tahun 2016 sebesar
09 % prevalensi gizi kurang dan buruk, di tahun 2016,
BERHASIL di turunkan menjadi 1 %
d. Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-
11 bulan dari 60% menjadi 90%, di tahun 2016 mengalami
peningkatan dengan capaian 93.2%
3.2 TUJUAN PERTAMA : Meningkatkan pelayanan Kesehatan melalui
peningkatan pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan pelayanan
kesehatan khusus termasuk pelayanan kesehatan keluarga dan
promosi kesehatan dengan pencapaian INDIKATOR SASARAN
sebagai berikut
a. Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai dengan 95% tahun
2016 hanya dapat dicapai sebesar 74.6 %. Permasalahannya
adalah masih ada ibu-ibu hamil yang datang melakukan
pemeriksaan kehamilannya pada bulan-bulan akhir
kehamilan, solusinya adalah, promosi agar ibu-ibu hamil
dapat melakukan pemeriksanaan sedini mungkin pada tenaga
kesehatan (bidan).
b. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sampai
dengan 80%, tahun 2016 BERHASIL dicapai 85.5%. karena
ibu-ibu hamil dengan Faktor Resiko sudah dengan sadar
memeriksakan kehamilannya kepada tenaga kesehatan (FR=
besarnya kemungkinan menderita sakit dari keadaan
normal/sehat), nanti menderita sakit baru kemudian
dilakukan pemeriksaan kepada tenaga kesehatan.
c. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
terlatih sampai dengan 90%, ditahun 2015 hanya dapat
dicapai sebesar 82.64%. masih ada pertolongan persalinan
yang dilakukan oleh dukun. Sebaiknya pertolongan persalinan

31
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

dapat dilakukan oleh Tenaga Kesehatan (Bidan) bermitra


dengan Dukun Bersalin.
d. Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90%, hanya dapat
dicapai sebesar 84.10 %. Disamping dipengaruhi persalinan
yang di tolong oleh dukun juga karena ibu hamil yang sudah
bersalin melakukan mobilisasi ke luar daerah.
e. Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani sampai dengan
80%. Hanya tercapai 39.26%, identifikasi faktor resiko
komplikasi neonatus harus lebih teliti untuk menghindari
sasaran yang tidak dapat ditangani.
f. Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90%, dapat di
dicapai 92.84%.
g. Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan 90%, hanya
dapat di capai sebesar 69.22%, penyebabnya adalah focus
pelayanan program layanan lebih ditekan pada 1000 hari
pertama kelahiran yaitu usia bayi dalam kandungan dampoai
dengan balita usia 2 tahun.
h. Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan sampai dengan
100%, BERHASIL di capai 100 %. Semua gizi buruk (22 kasus)
dapat dirawat oleh tenaga kesehatan.
i. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia
6-24 bulan pada keluarga miskin sampai dengan 100%. Hanya
dapat dicapai sebesar 72.6 %, ketersediaan MP-ASI adalah
kendala besar dalam pencapaian target 100%
j. Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat sampai dengan
100%, hanya dapat di capai sebesar 90%. Perencanaan
penjaringan yang tidak menjadi prioritas pada tingkat
pelayanan adalah masalah utama tidak tercapainya indicator
ini.
k. Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70%, hanya tercapai
67.73 %, ada peserta KB aktif tahun sebelumnya yang tidak

32
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

aktif lagi pada tahun berikutnya karena beberapa alasan


diantaranya ingin mempunyai anak lagi, belum mau ber KB
dan lain-lain.
l. Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % masyaralat miskin,
sampai dengan 100%, Berhasil di capai sebesar 99.42 %.
Kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan bagi keluarga
miskin sudah cukup membaik bila di bandingkan target yang
hanya 20%.
m. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat
miskin sampai dengan 100%, hanya di capai sebesar 83.2%.
Kesadaran keluarga miskin untuk mendapat layanan rujukan
belum cukup baik.

3.3 TUJUAN KEDUA :Meningkatkan pengendalian masalah


kesehatan melalui pengendalian kesehatan lingkungan,
pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dan tidak
menular, dan pengendalian wabah dan bencana, melalui
pencapaian Indikator sasaran sbb.

j. Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 menjadi


150 per 100.000 penduduk; dapa dicapai sampai
dengan penurunan prevalensi sebesar 99 per 100.000
penduduk.
k. Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Index-API)
dari 2 menjadi 1 per 1.000 penduduk; tidak ditemukan
kasus malaria baru, sehingga pencapai 0.01%
l. Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80%
menjadi100%; Berhasil di capai sebesar 83.0% atau 139
desa sebagai desa UCI dari 167 desa/kel yang ada di
Kabupaten Polewali Mandar.

33
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

m. Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 menjadi 5 per


100.000 penduduk. Dapat ditemukan kejadian sebesar
47.7 per 100.000 penduduk dari yang ditargetkan
sebesar 7 per 100.000 penduduk.
n. Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 balita
menjadi 250 per 1000 balita. berhasil diturunkan
sebagaimana yang ditargetkan, penderita diare
ditemukan 123 per 1000 balita. Kebiasaan tidak cuci
tangan sebelum dan sesudah melakukan aktifitas adalah
salah satu factor utama sering terjadinya kasus diare.
o. Menurunya penderita pneumonia dari 50 per 1000 balita
menjadi 25 per 1000 balita. berhasil diturunkan, ada
penurunan kasus 24 per 1000 balita.
p. Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB yang
dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam, sampai
dengan 100%. Tahun 2016 tidah ada desa/kelurahan
mengalami KLB.
q. Meningkatnya cakupan presentase ODF (Open
Defecation Free) dari 10% menjadi 60%. Hanya di capai
14.0 % atau 24 desa dari 167 desa/kel bebas dari buang
hajat sebarangan tempat.
r. Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek penyakit
menular dan tidak menular dari 25 % menjadi 80%.
Berhasil di capai sebesar 50.0 % dari seluruh sasaran
suspek (yang dicurigai dengan factor resiko).
3.4 TUJUAN KETIGA Meningkatkan jaminan, sarana kesehatan
dan kefarmasian melalui peningkatan kebutuhan kefarmasian,
akses sarana kesehatan dan jaminan asuransi kesehatan yang
tersedia, dengan pencapaian Indiaktor sasaran :
a. Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat level 1 yang
harus diberikan sarana pelayanan kesehatan sampai

34
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

dengan 100%. Berhasil di pertahankan 100% dari seluruh


(22 Sarana pelayanan) dalam memberikan pelayanan gawat
darurat.
b. Rasio Poskesdes per desa (1:1). Hanya mencakup 1 % atau
hanya 157 poskesdes yang ada dari 167 desa. Pada
dasarnya rasio ini belum termasuk keberadaan pustu dan
bidan yang mempunyai tanggung jawab dengan wilayah
kerja 1 desa 1 bidan.
c. Rasio Fasilitas Kesehatan yang standar, sampai dengan
80%. Baru 6 Puskesmas dengan dengan pelayanan JKN
standar dari 20 Puskesmas yang ada.

3.5 TUJUAN KE EMPAT ; Meningkatkan kesadaran, kemauan dan


kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan
sehat dengan pencapaian Indikator sasaran sebagai berikut :
a. Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80%, hanya
tercapai 74.8 % atau 85 desa siaga aktif dari 167
desa/kelurahan. Pada tahun 2016 berhasil dicapai 84%
atau 141 desa/kelurahan siaga aktif
b. Cakupan posyandu mandiri sampai dengan 60%. Hanya
250 (40.0%) Posyandu yang aktif (Mandiri dan Purnama)
dari 618 posyandu yang ada.

3.6 TUJUAN KE LIMA : Meningkatkan Sumber Daya Kesehatan


Manusia melalui perencanaan dan pendayagunaan tenaga
kesehatan, pendidikan dan pelatihan, dan registrasi dan
akreditasi sarana dan prasarana kesehatan dengan pencapaian
indicator sasaran sebagai berikut
a. Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk. Di tahun 2015
karena belum ada penambahan tenaga dokter dengan rasio

35
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

1 dokter dapat melayani 2.500 penduduk tidak dapat


dicapai. Seorang dokter melayani 3154 penduduk.
b. Rasio Puskesmas dengan standar operasional prosedur
pelayanan minimal kesehatan, sampai dengan 80%. Ditahun
2016 dicapai 50% atau 10 Puskesmas, dari 20 Puskesmas
sudah mempunyai SPO yang di persyarakatkan minimal
SOP Program Puskesmas yang ada.

3.7 TUJUAN KE ENAM : Meningkatkan tata kelola adminstrasi dan


manajemen pemerintahan bidang kesehatan melalui tata kelola
kepegawaian, perencanaan dan pelaporan serta keuangan dan
verifikasi melalui pencapaian indicator sasarandibawah ini
merupakan sasaran kegiatan rutin guna mendukung capaian
kinerja utama dan penunjang sebagai berikut :
a. Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran
b. Meningkatnya sarana-prasarana, disipilin dan sumber daya
aparatur.
c. Berkembangnya sistem pencatatan dan pelaporan kinerja
dan keuangan secara rutin dan terpadu, termasuk
pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.

3.8 AKUNTABILITAS KEUANGAN

Jumlah Total Anggaran untuk pencapaian sasaran indicator


kinerja program dan kegiatan setelah perubahan (DPA
Perubahan) Anggaran Kesehatan secara keseluruhan sebesar
Rp. 107,814,592,336.00.- dengan capaian realisasi sebesar
Rp 73,600,481,965.00 (DPA Perubahan) atau sebesar 68.27%,
Sebagaimana di sajikan pada tabel 6 dibawah ini

36
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

Tabel 6. Sasaran strategis, program dan realisasi anggaran


Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2016
SASARAN Anggaran Rp
Program
STRATEGIS PAGU Realisasi Persen
1 2 3 4 5
Peningkatan Status Program Peningkatan
pertumbuhan, Keselamatan Ibu Melahirkan & 2,142,676,500.00 561,814,844.00 26.22
perkembangan, Anak
perlindungan dan Program Perbaikan Gizi
Kelangsungan hidup
Masyarakat 172,115,000.00 144,202,000.00 83.78

Program Peningkatan Pelayanan


Kesehatan Anak Balita 61,386,000.00 54,146,000.00 88.21

Peningkatan Status Program Peningkatan Pelayanan


Kesehatan agar Kesehatan Lansia 19,541,000.00 15,403,000.00 78.82
masyarakat dapat
hidup sehat, produktif Program Pengembangan
secara sosial dan
Lingkungan Sehat 9,329,234,500.00 8,982,961,500.00 96.29
ekonomis
Pencegahan & Penanggulangan
Penyakit Menular 1,509,523,500.00 1,204,498,700.00 79.79

Peningkatnya Program Upaya Kesehatan


capaian Standar Masyarakat 860,884,500.00 785,002,520.00 91.19
pelayanan Minimal
Kesehatan (SPM – Program Pengadaan, Peningkatan
Kesehatan) sampai
Perbaikan Sarana dan Prasarana 35,803,421,200.00 33,602,523,950.00 93.85
dengan target yang
PKM Pustu & Jaringannya
ditetapkan
Program Pengadaan Obat dan
Perbekalan Kesehatan 8,560,084,000.00 8,346,666,105.00 97.51

Program Kemitraan Peningkatan


Pelayanan Kesehatan 37,773,148,764.00 12,334,707,685.00 32.65

Program Promosi Kesehatan dan


Pemberdayaan Masyarakat 2,591,326,500.00 2,534,736,900.00 97.82

Program pengawasan obat dan


makanan 2,150,000.00 2,150,000.00 100.00

Program Standarisasi Pelayanan


Kesehatan 16.278.000.00 9.128.000.00
56.08

37
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

Pencapaian Standar Program Pelayanan Administrasi


sarana dan prasarana Perkantoran 1,581,247,587.00 1,366,407,609.00 86.41
pelayanan kesehatan
sampai dengan yang Program Peningkatan Sarana &
ditargetkan
Prasarana Aparatur 1,474,773,500.00 1,320,215,209.00 89.52

Program Peningkatan Disiplin 0 0


0
Aparatur
Program Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Aparatur 280,654,000.00 266,117,120.00 94.82

Program Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan 5,636,147,785.00 2,069,800,823.00 36.72
capaian kinerja dan keuangan

JUMLAH 107,814,592,336.00 73,600,481,965.00 68,27

Dengan jumlah Total Anggaran yang dialokasilkan


sebesar Rp. 107,814,592,336.00.- dengan capaian realisasi
sebesar Rp 73,600,481,965.00(DPA Perubahan) atau
sebesar 68.27%, Kontribusi terhadap pencapaian sasaran
kinerja seperti yang di perlihatkan pada tabel diatas, dari 18
Program 2 program dengan realisasi 100 %.

3.9. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaian Kinerja


Kesehatan

Beberapa kendala yang dihadapi dalam pencapaian kinerja


kesehatan diantaranya :

1. Penggunaan Data dan informasi sebagai dasar dalam


penyusunan program dan kegiatan belum maksimal terutama
Puskesmas dalam menjabarkan penggunaan dana Kapitasi
JKN-BPJS belum optimal.

38
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

2. Sistem kerja program dan kegiatan belum diarahkan secara


maksimal untuk pencapaian kinerja sebagaimana yang
tertuang dalam Renstra dan Renja Urusan Kesehatan
3. Kerja sama lintas program dan lintas sektoral untuk
mempercepat pencapaian indicator kinerja secara vertical dan
horizontal kurang dilakukan secara tim work, masih ditemukan
berjalan sesuai dengan program dan sector masing-masing.
4. Evaluasi dan monitoring pencapaian kinerja kegiatan dan
program belum dapat diakses secara umum, sehingga upaya-
upaya perbaikan yang melibatkan masyarakat belum dilakukan
secara maksimal.

3.10. Solusi yang telah diupayakan tahun 2016

Beberapa solusi yang telah diupayakan ditahun 2016 adalah

1. Bahwa penjabaran penggunaan dana Kapitasi dan non kapitasi


puskesmas untuk kegiatan pelayanan kesehatan diarahkan
pada perbaikan dan bimbingan tehnisk puskesmas dalam
merancang kegiatan dan program berdasarkan data dan
informasi yang dihasilkan.
2. Bahwa Sistem kerja program dan kegiatan akan diarahkan
secara ketat untuk pencapaian kinerja sebagaimana yang
tertuang dalam Renstra dan Renja Urusan Kesehatan
3. Bahwa Kerja sama lintas program dan lintas sektoral untuk
mempercepat pencapaian indicator kinerja secara vertical dan
horizontal diarahkan pada cara-cara kerja secara tim.
4. Bahwa Evaluasi dan monitoring pencapaian kinerja kegiatan
dan program dapat diakses secara umum, melalui elektronik-
goverment (Komunikasi Data Online dinkes.polman.id )

39
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

sehingga upaya-upaya perbaikan segera dapat dilakukan


secara maksimal.

40
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

BAB IV
PENUTUP

1. Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan tugas


pokok dan fungsinya sebagai suatu lembaga dibentuk berdasarkan
Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 31 tahun
2011 tentang Tugas dan Fungsi, perubahan atas peraturan Bupati
Polewali Mandar no 27 tahun 2009 tentang Tugas Pokok dan
Fungsi Perangkat Organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali
Mandar.
2. Perencanaan Pembangunan Dinas Kesehatan di dasarkan pada
Rencana Strategis Dinas Kesehatan tahun 2014-2018 sesuai
Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar
nomor 440/021/KES Tentang Rencana Strategi Dinas Kesehatan
Kabupaten Polewali Mandar tahun 2014-2019.
3. Di tahun 2015 capaian Angka Harapan Hidup di kabupaten
Polewali Mandar berada pada usia 65.62 tahun, kisaran idealnya
berada pada 25 tahun minimal dan 85 tahun maksimal. Artinya
usia maksimal umur panjang dan sehat belum mencapai umur
maksimal 85 tahun, seringnya ditemukan kematian anak diusia
muda misalnya saja kematian bayi yang masih tinggi dan
kematian ibu serta kematian-kematian karena kesakitan dan
penyakit adalah penyebab utamanya.
4. Jumlah anggaran yang dialokasikan pada Dinas Kesehatan untuk
urusan kesehatan pada tahun 2016 sebesar Rp.
107,814,592,336.00.- dengan capaian realisasi sebesar Rp
73,600,481,965.00 (DPA Perubahan) atau sebesar 68,27%.
5. Secara garis besarnya program dan kegiatan penentu pencapaian
kinerja kesehatan diarahkan untuk pencapaian Tujuan dan

41
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

Sasaran Utama sasaran strategi sebagaimana yang tertuang dalam


renstra Dinas Kesehatan 2014-2019 yaitu 1) Program dan
Kegiatan yang diarahkan pada Peningkatan Status pertumbuhan,
perkembangan, perlindungan dan Kelangsungan hidup. 2)
Program dan Kegiatan yang diarahkan pada Peningkatan Status
Kesehatan agar masyarakat dapat hidup sehat, produktif secara
sosial dan ekonomis, Dan 3). Pencapaian Standar sarana dan
prasarana pelayanan kesehatan sampai dengan yang ditargetkan,
masih terus di tingkatkan sampai mencapai standarisasi yang di
targetkan, misalnya Standarisasi fasilitas pelayanan 20
puskesmas, yang optimal baru 6 puskesmas juga upaya untuk
meng BLUDkan puskesmas masih terus diupayakan.

42
LAKIP Dinkes Polewali Mandar 2016

LAMPIRAN-LAMPIRAN

43
FORMAT MONITORING DAN EVALUASI
CAPAIAN TARGET KINERJA DINAS KESEHATAN SESUAI DENGAN PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014
KEADAAN TAHUN 2015

Capaian Kinerja Dekripsi Capaian, Kendala dan Solusi


SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Target 2015
2015 dekripsi Capaian Kendala dan solusi
1 2 3 4 10
Peningkatan Status Menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per Angka per 1000 10,00 13,08 Jumlah Kematian bayi (A) = 109. Program JKN belum diarahkan secara
pertumbuhan, perkembangan, 1000 menjadi 6.5 per 1000 kelahiran hidup KH Jumlah Bayi Lahir Hidup (B) = 8336. maksimal untuk penurunan angka kematian
perlindungan dan Konstanta (K) = per 1000 kelahiran bayi, perlu pengendalian dan kerja sama lintas
Kelangsungan hidup hidup. A/B x 1000 = 13.08 kelahiran sektoral pada tingkat semua stakeholder
hidup
Menurunkan angka kematian ibu dari 132 per Angka per 106 203,9 Jumlah Kematian ibu (A) = 17. Jumlah Program JKN belum diarahkan secara
100.000 menjadi 71 per 100.000 kelahiran 100.000 KH Bayi Lahir Hidup (B) = 8336. Konstanta maksimal untuk penurunan angka kematian
hidup (K) = per 100.000 kelahiran hidup. A/Bx bayi, perlu pengendalian dan kerja sama lintas
100.000 = 203.9 per 100.000 kelahiran sektoral pada tingkat semua stakeholder
hidup
Menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk Angka Per 100 10,05% 10,93 Jumlah Balita Gizi Kurang(418) +Gizi Mencapai Target, Program dan Kegiatan
dari 15.32 % menjadi dibawah 7 % Buruk(46)= (A) =285 Jumlah Balita kurang diarahkan pada pencapain hasil
yang Ditimbang (B) = 4244. Konstanta Penimbangan Balita, perlu melibatkan sektor
(K) = per 100 balita ditimbang = 10.93 terkait untuk memaksimalkan kegiatan tiap
bulannya
Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap Per 100 90% 90,0 Jumlah bayi mendapat imunisasi lengkap Mencapai target, Distribusi Vaksin terhambat
bayi usia 0-11 bulan dari 60% menjadi 90%; (BCG, HBO, DPT, Polio dan Campak) dengan ketiadaan cold chain pada 9
(A) = 8173. Jumlah sasaran bayi dalam Puskesmas, cakupan masih bisa terus
tahun bersangkutan (B) = 9077 di kali ditingkatkan di triwulan IV dengan
konstanta (k=100 ) ----> A/B x 100 = 90 memakismal cold chain yang ditempat di
Per 100 dinas Kesehatan
Peningkatan Status Kesehatan Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 Angka per 195 133 Jumlah Penderita TB Paru Positif (A) = Mencapai Target, Pervalensi TB Paru per
agar masyarakat dapat hidup menjadi 150 per 100.000 penduduk; 100.000 pddk 505. Jumlah Penduduk dalam tahun jumlah penduduk telah turun dari per jumlah
sehat, produktif secara sosial bersangkutan (B) = 412.122 A/B x target 884 ( 2.1/1000 x pddk), namun
dan ekonomis 100.000 = 133 per 100.000 penduduk demikian upaya penemuan faktor resiko masih
harus mendapat perhatian
Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Angka per 1.000 1,3 0,1 Jumlah Penderita Kasus Malaria Positif Tidak ditemukan Kasus, Beberapa kasus
Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1.000 penduduk; pddk (A) = 26. Jumlah Penduduk dalam tahun malaria yang ditemukan adalah kasus inport.
bersangkutan (B = 412,122. A/B x Upaya pendeteksian kaus inport perlu melihat
1000= 0.1 per 1000 penduduk sektor terkait

Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% Per 100 90% 86,8 Jumlah Desa dengan UCI=80% (A) = Tidak mencapai Target, Kegiatan kurang
menjadi 90%; 145. Jumlah Desa/kel (B)= 167 ----> dilaksanakan sesuai dengan target sasaran
A/B x 86.8= 0 % Pencapaian UCI tahun 2015, cakupan masih
dapat ditingkatkan di triwulan IV dengan
memaksimal sumber daya yang ada.
Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 Angka per 8 43,4 Jumlah Penderita DBD Positif (A) = 179. Mencapai Target, Beberapa kasus DBD yang
menjadi 5 per 100.000 penduduk. 100.000 pddk Jumlah Penduduk = 412122 ----> A/B x ditemukan adalah kasus inport. Upaya
100.000 = 43 per 100.000 penduduk pendeteksian kaus inport perlu melihat sektor
terkait
Capaian Kinerja Dekripsi Capaian, Kendala dan Solusi
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Target 2015
2015 dekripsi Capaian Kendala dan solusi
1 2 3 4 10
Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 Angka per 1000 325 116 Jumlah Penderita diare Positif (A) = Tidak mencapai target, Kegiatan telah
balita menjadi 250 per 1000 balita Balita 5857. Jumlah balita resiko menderita dilaksanakan sesuai dengan Pola Kasus
diare 50279. A/B x 1000 = 116 per terjadinya penyakit diare di Polewali Mandar
1000 balita dengan angka kesakitan diare 214 per 1000
penduduk
Menurunya penderita pneumonia dari 50 per Angka per 1000 45 211,6 Jumlah Penderita Pneumonia Positif (A) Tidak Mencapai Target, Kegiatan telah
1000 balita menjadi 25 per 1000 balita balita = 1064. Jumlah saspek balita dilaksanakan sesuai dengan Pola pengendalian
penumonia dalam tahun bersangkutan terjadinya Kasus pneumonia
(B) 5028 di kali konstanta (k=1000 ) ----
> A/B x 1000= 211 per 1000 balita
Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek Per 100 60% 23,9 Jumlah penderita suspek PM (diare dan Tidak mencapai Target, Kegiatan Penyakit
penyakit menular dan tidak menular dari 25 % Pneumonia) dan PTM (Dm, HP, Strok) tidak menular melalui kegiatan Posbindu
menjadi 80% yang lacak (A) = 4923. Jumlah belum terlalu diprioritaskan dari pada kegiatan
keseluruhan saspek PM dan PTM Penyakit Menular. Solusinya penyakit tidak
dalam tahun bersangkutan (B) 20.606 di menular ( Hipertensi, Strok dan DM) adalah
kali konstanta (k=100 ) ----> A/B x 100 prioritas untuk ditanggulangi.
= 23.9 Per 100 suspek yang dilacak
Peningkatnya capaian Standar Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai Per 100 95% 77,2 A = Jumlah Ibu Hamil dengan pelayanan Tidak mencapai target, Data real yang
pelayanan Minimal Kesehatan dengan 95% 1 kali pada tribulan pertama, 1 kali pada dilaksanakan telah sesuai dengan target
(SPM –Kesehatan) sampai triwulan ke 2 dan 2 kali pada triwulan ke namun demikian sasaran proyeksi belum
dengan target yang ditetapkan 3 (7698) dibagi dengan, B = jumlah sesuai yang ditargetkan
sasaran ibu hamill dalam tahun
bersangkutan (9977) di kali konstanta
(k=100) ----> A/B x 100 = 77.2 %

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Per 100 80% 77,20 A = Jumlah Ibu Hamil dengan pelayanan Tidak mencapai target, Data real yang
sampai dengan 80% komplikasi kebidanan (1554) dibagi dilaksanakan telah sesuai dengan target
dengan, B = 20% jumlah sasaran ibu namun demikian sasaran proyeksi komplikasi
hamill dengan komplikasi dalam tahun kebidanan belum sesuai yang ditergetkan yaitu
bersangkutan (2013) di kali konstanta 20 % dari jumlah ibu hamil
(k=100) ----> A/B x 100= 77.2 %

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga Per 100 90% 83,61 A = Jumlah Ibu Hamil dengan dengan Tidak mencapai target, Data real yang
kesehatan terlatih sampai dengan 90% pertolongan persalinan oleh tenaga dilaksanakan telah sesuai dengan target
kesehatan (1739) dibagi dengan, B = namun demikian sasaran proyeksi belum
jumlah sasaran persalinan dalam tahun sesuai yang ditergetkan
bersangkutan (2380) di kali konstanta
(k=100) ----> A/B x 100 = 73 %

Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90% Per 100 90% 84,21 A = Jumlah Pelayanan ibu nifas (8019) Tidak mencapai target, Data real yang
dibagi dengan, B = jumlah sasaran ibu dilaksanakan telah sesuai dengan target
nifas dalam tahun bersangkutan (9523) namun demikian sasaran proyeksi belum
di kali konstanta (k=100) ----> A/B x sesuai yang ditergetkan
100=84.21 %
Capaian Kinerja Dekripsi Capaian, Kendala dan Solusi
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Target 2015
2015 dekripsi Capaian Kendala dan solusi
1 2 3 4 10
Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani Per 100 80% 48,90 A = Jumlah neonatus komplikasi yang Tidak mencapai target, Data real yang
sampai dengan 80% ditangani (665) dibagi dengan, B = 15 dilaksanakan telah sesuai dengan target
% jumlah sasaran neonatus komplikasi namun demikian sasaran proyeksi komplikasi
dalam tahun bersangkutan (1360) di kali neonatus belum sesuai yang ditergetkan yaitu
konstanta (k=100) ----> A/B x 100 = 15 % dari jumlah sasaran bayi lahir.
48.9 %
Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90% Per 100 90% 92,74 A = Jumlah kunjungan bayi (8409) Tidak mencapai target, Pelayanan kunjungan
dibagi dengan, B = jumlah sasaran bayi kesehatan bayi belum dilaksanakan sesuai
dalam tahun bersangkutan (9.067) di kali dengan yang ditargetkan tiap bulannya
konstanta (k=100) ----> A/B x 100 =
92.74 %
Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan Per 100 90% 61,80 A = Jumlah Pelayanan Kesehatan anak Tidak mencapai target, Pelayanan kunjungan
90% balita (25467) dibagi dengan, B = kesehatan bayi belum dilaksanakan sesuai
jumlah sasaran anak balita dalam tahun dengan yang ditargetkan tiap bulannya
bersangkutan 41.212 di kali konstanta
(k=100) ----> A/B x 100 = 61.8 %

Cakupan pemberian makanan pendamping ASI Per 100 100% 17,1 A = Jumlah anak baduta (6-24 bln) dari PelayananMP-ASI telah dilaksanakan sesuai
pada anak usia 6-24 bulan pada keluarga miskin keluarga miskin yang mendapatkan MP- dengan yang ditargetkan tiap bulannya
sampai dengan 100% ASI (1755)dibagi dengan, B = jumlah
baduta dari keluraga miskin dalam
tahun bersangkutan (10285) di kali
konstanta (k=100) ----> A/B x 100 =
17.1 %
Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan Per 100 100% 100 A = Jumlah balita dengan gizi buruk Pelayanan gizi buruk telah dilaksanakan
sampai dengan 100% yang mendapatkan perawatan (946 sesuai dengan yang ditargetkan ditemukannya
dibagi dengan, B = jumlah seluruh kasus gizi buruk
balita yang menderita gizi buruk dalam
tahun bersangkutan (46) di kali
konstanta (k=100) ----> A/B x 100=100
%
Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat Per 100 100% 78,75 A = Jumlah siswa SD kelas 1 yang Beberapa Puskesmas belum melakukan
sampai dengan 100% mendapatkan menjaringan kesehatan kegiatan sesuai dengan yang direncanakan,
(7130) dibagi dengan, B = jumlah pengawasan yang ketat harus mendapat
seluruh siswa SD Kelas dalam tahun prioritas pihak pelaksana program kabupaten
bersangkutan (9054) di kali konstanta
(k=100) ----> A/B x 100 =78.75 %
Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70% Per 100 70% 62,45 A = Jumlah Peserta KB Aktif Drop out Peserta KB Aktif. Promosi Keluarga
(40755)dibagi dengan, B = jumlah Berencana dengan melibat semua sektor harus
seluruh peserta KB aktif dan tidak aktif mendapat prioritas
dalam tahun bersangkutan (70061) di
kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100
= 62.45 %
Capaian Kinerja Dekripsi Capaian, Kendala dan Solusi
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Target 2015
2015 dekripsi Capaian Kendala dan solusi
1 2 3 4 10
Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % Per 100 100% 88,99 A = Jumlah Peserta yang mendapat Tidak Merncapai Target, Pelayanan pelayanan
masyaralat miskin, sampai dengan 100% pelayanan kesehatan dasar dari keluarga kesehatan dasar bagi masyarakat miskin telah
miskin (230.484) dibagi dengan, B = 20 sesuai dengan yang ditargetkan
% jumlah sasaran menderita sakit dari
masyarakat miskin (258.987) di kali
konstanta (k=100) ----> A/B x
100=88.99%
Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien Per 100 100% 134,8 A = Jumlah Peserta yang mendapat Mencapai Target, Pelayanan pelayanan
masyarakat miskin sampai dengan 100% pelayanan kesehatan rujukan dari kesehatan dasar bagi masyarakat miskin telah
keluarga miskin (6.894) dibagi dengan, sesuai dengan yang ditargetkan
B = 2 % jumlah sasaran rujukan dari
masyarakat miskin yang menderita sakit
(5.113) di kali konstanta (k=100) ---->
A/B x 100= 134.8 %
Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat Per 100 100% 100 A = Jumlah Sarana Fasilitas Kesehatan Sesuai target yang di rencanakan
level 1 yang harus diberikan sarana pelayanan dengan pelayanan gawat darurat level 1
kesehatan sampai dengan 100% (23) dibagi dengan, B = jumlah seluruh
sarana falitas kesehatan yang ada (23) di
kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100
= 100 %
Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB Per 100 100% 100 A = Jumlah Desa/Kel yang mengalami Sesuai target namun ada beberapa kasus KLB
yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 KLB yang dilakukan Penyelidikan yang terjadi secara berulang diantara diare,
jam, sampai dengan 100% Epidemiologi < 24 jam (15) dibagi gizi buruk, campak dll
dengan, B = jumlah seluruh Desa/Kel
yang mengalami KLB (15) di kali
konstanta (k=100) ----> A/B x 100=89
%
Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80% Per 100 80% 74,85 A = Jumlah Desa/Kel Siaga Aktif (85) Tidak mencapai Target, Dukungan dari lintas
dibagi dengan, B = jumlah seluruh sektor masih kurang dan arah pelaksana
Desa/Kel Siaga yang terbentuk (125) di program belum diarahkan pada keaktifan desa
kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100 siaga
= 78%
Cakupan posyandu mandiri sampai dengan 60% Per 100 45% 40,5 A = Jumlah Posyandu aktif ( Mandiri Anggaran Insentif Kader dan anggaran lainnya
dan Purnama) (250) dibagi dengan, B = untuk posyandu belum diarahkan pada
jumlah seluruh Posyandu yang kemandirian posyandu dan keluarga sadar gizi
terbentuk (618) di kali konstanta
(k=100) ----> A/B x 100 = 40.5 %
Cakupan ODF (Open Defecation Free) sampai Per 100 30% 14,37 A = Jumlah Desa/Kel dengan ODF Tidak Mencapai Target, Dukungan dari lintas
dengan 60% (Open Defecation Free) (24) dibagi sektor dan dana masih kurang
dengan, B = jumlah seluruh Desa/Kel
yang ada (167) di kali konstanta
(k=100) ----> A/B x 100= 14.4%
Capaian Kinerja Dekripsi Capaian, Kendala dan Solusi
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Target 2015
2015 dekripsi Capaian Kendala dan solusi
1 2 3 4 10
Pencapaian Standar sarana dan Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk Rasio 4,682 1304 B = jumlah penduduk dalam tahun Dengan jumlah penduduk 412.122 jiwa dan
prasarana pelayanan kesehatan bersangkutan (412122). B = Jumlah cakupan 1 dokter 2.500 penduduk seharus
sampai dengan yang tenaga dokter (79) dibagi dengan, di kali dibutuhkan 165 dokter. Distribusi Tenaga
ditargetkan konstanta (k= 2.500 /10000) ----> A/B dokter umum belum merata, lebih banyak di
= 1304 RSUD Polewali
Rasio Poskesdes per desa (1:1) Rasio 1,08 0,9 157 Poskesdes dibagi dengan, B = Pembangunan poskesdes disesuaikan dengan
jumlah desa/kel yang ada (167) ----> ketenagaan dan kesiapan masyarakat
A/B = 0.9
Jumlah Puskesmas dengan standar operasional Jumlah 11 30 6 Puskesmas dengan standar operasional Telah disosialisasi ditahun 2015
prosedur pelayanan minimal kesehatan, sampai Puskesmas prosedur pelayanan minimal kesehatan
dengan 80% dari 20 Puskesmas yang ada

Jumlah Fasilitas Kesehatan yang standar, sampai Jumlah Faskes 9 25 5 Jumlah Fasilitas Kesehatan puskesmas Sangat tergantung dari dukungan Kementerian
dengan 80% yang standar dari 20 Puskesmas yang Kesehatan
ada
Lampiran XII Peraturan Bupati Polewali Mandar
No. 23 Tahun 2014
tgl 16 September 2014
INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN 2014-2018

Target Kinerja
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Capain Kinerja Metode Perhitungan
2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Peningkatan Status Menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 Angka per 1000 11.37 per 1000 11,18 10,00 8,82 7,65 6,47 A = Jumlah kematian bayi (0-12) bulan dibagi dengan,
pertumbuhan, perkembangan, per 1000 menjadi 6.5 per 1000 kelahairan hidup KH KH B = Jumlah Bayi lahir hidup, dalam tahun
perlindungan dan bersangkutan di kali konstanta (k=1000 ) ----> A/B x
Kelangsungan hidup 1000
Menurunkan angka kematian ibu dari 132 per Angka per 132 per 100.000 120 106 94 82 71 A = Jumlah kematian ibu Maternal ( bumil, bulin dan
100.000 menjadi 71 per 100.000 kelahiran 100.000 KH KH nifas) dibagi dengan, B = Jumlah Bayi lahir hidup,
hidup dalam tahun bersangkutan di kali konstanta
(k=100.000 ) ----> A/B x 100.000
Menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk Angka Per 100 15,32% 12,00% 10,05% 9,00% 8,50% 7,00% A = Jumlah balita gizi kurang dan gizi buruk indeks
dari 15.32 % menjadi dibawah 7 % (BB/U) dibagi dengan, B = Jumlah seluruh balita (gizi
buruk + gizi kurang + gizi baik dan Lebih indesk
BB/U) dalam tahun bersangkutan di kali konstanta
(k=100 ) ----> A/B x 100
Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap Per 100 60% 90% 90% 90% 90% 90% A = Jumlah bayi mendapat imunisasi lengkap (BCG,
bayi usia 0-11 bulan dari 60% menjadi 90%; HBO, DPT, Polio dan Campak) dibagi dengan, B =
Jumlah sasaran bayi dalam tahun bersangkutan di kali
konstanta (k=100 ) ----> A/B x 100
Peningkatan Status Kesehatan Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 Angka per 215 per 100.000 200 195 185 165 150 A = Jumlah Penderita TB Paru Positif dibagi dengan,
agar masyarakat dapat hidup menjadi 150 per 100.000 penduduk; 100.000 pddk pddk B = Jumlah jumlah penduduk tahun bersangkutan di
sehat, produktif secara sosial kali konstanta (k=100.000 ) ----> A/B x 100.000
dan ekonomis
Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Angka per 1.000 2 per 1.000 1,5 1,3 1 0,9 0,7 A = Jumlah Penderita Kasus Malaria Positif dibagi
Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1.000 pddk pddk dengan, B = penduduk dalam tahun bersangkutan di
penduduk; kali konstanta (k=1000 ) ----> A/B x 1000
Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% Per 100 80% 90% 90% 90% 90% 90% A = Jumlah Desa dengan UCI=80% dibagi dengan, B
menjadi 90%; = Jumlah Desa/kel dalam tahun bersangkutan di kali
konstanta (k=100 ) ----> A/B x 100
Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 Angka per 10 per 100.000 9 8 7 6 5 A = Jumlah Penderita DBD Positif bagi dengan, B =
menjadi 5 per 100.000 penduduk. 100.000 pddk pddk jumlah penduduk dalam tahun bersangkutan di kali
konstanta (k=100.000 ) ----> A/B x 100.000
Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 Angka per 1000 389 per 1000 350 325 300 275 250 A = Jumlah Penderita diare Positif bagi dengan, B =
balita menjadi 250 per 1000 balita Balita Balita jumlah balita dalam tahun bersangkutan di kali
konstanta (k=1000 ) ----> A/B x 1000
Menurunya penderita pneumonia dari 50 per Angka per 1000 50 per 1000 50 45 35 30 25 A = Jumlah Penderita Pneumonia Positif bagi dengan,
1000 balita menjadi 25 per 1000 balita balita balita B = jumlah balita dalam tahun bersangkutan di kali
konstanta (k=1000 ) ----> A/B x 1000
Target Kinerja
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Capain Kinerja Metode Perhitungan
2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek Per 100 25% 45% 60% 65% 70% 80% A = Jumlah penderita suspek PM (Diare dan
penyakit menular dan tidak menular dari 25 % Pneomonia) ) dan PTM (DM,Hp,Strok) yang dilacak
menjadi 80% bagi dengan, B = jumlah keseluruhan saspek PM dan
PTM dalam tahun bersangkutan di kali konstanta
(k=100 ) ----> A/B x 100
Peningkatnya capaian Standar Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai Per 100 78% 95% 95% 95% 95% 95% A = Jumlah Ibu Hamil dengan pelayanan 1 kali pada
pelayanan Minimal Kesehatan dengan 95% tribulan pertama, 1 kali pada triwulan ke 2 dan 2 kali
(SPM –Kesehatan) sampai pada triwulan ke 3 dibagi dengan, B = jumlah sasaran
dengan target yang ditetapkan ibu hamill dalam tahun bersangkutan di kali konstanta
(k=100) ----> A/B x 100
Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Per 100 61% 80% 80% 80% 80% 80% A = Jumlah Ibu Hamil dengan pelayanan komplikasi
sampai dengan 80% kebidanan dibagi dengan, B = jumlah sasaran ibu
hamill dengan komplikasi (resti kebidanan 20%)
dalam tahun bersangkutan di kali konstanta (k=100) --
--> A/B x 100
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga Per 100 86% 90% 90% 90% 90% 90% A = Jumlah Ibu Hamil dengan dengan pertolongan
kesehatan terlatih sampai dengan 90% persalinan oleh tenaga kesehatan dibagi dengan, B =
jumlah sasaran persalinan dalam tahun bersangkutan
di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100

Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90% Per 100 85% 90% 90% 90% 90% 90% A = Jumlah Pelayanan ibu nifas dibagi dengan, B =
jumlah sasaran ibu nifas dalam tahun bersangkutan di
kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100
Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani Per 100 44% 80% 80% 80% 80% 80% A = Jumlah neonatus komplikasi yang ditangani
sampai dengan 80% dibagi dengan, B = jumlah sasaran neonatus
komplikasi (resti neonatal 15 % bayi) dalam tahun
bersangkutan di kali konstanta (k=100) ----> A/B x
100
Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90% Per 100 91% 90% 90% 90% 90% 90% A = Jumlah kunjungan bayi dibagi dengan, B =
jumlah sasaran bayi dalam tahun bersangkutan di kali
konstanta (k=100) ----> A/B x 100
Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan Per 100 50% 90% 90% 90% 90% 90% A = Jumlah Pelayanan Kesehatan anak balita dibagi
90% dengan, B = jumlah sasaran anak balita dalam tahun
bersangkutan di kali konstanta (k=100) ----> A/B x
100
Cakupan pemberian makanan pendamping ASI Per 100 99% 100% 100% 100% 100% 100% A = Jumlah anak baduta (6-24 bln) dari keluarga
pada anak usia 6-24 bulan pada keluarga miskin yang mendapatkan MP-ASI dibagi dengan, B =
miskin sampai dengan 100% jumlah baduta dari keluraga miskin dalam tahun
bersangkutan di kali konstanta (k=100) ----> A/B x
100
Target Kinerja
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Capain Kinerja Metode Perhitungan
2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan Per 100 100% 100% 100% 100% 100% 100% A = Jumlah balita dengan gizi buruk yang
sampai dengan 100% mendapatkan perawatan dibagi dengan, B = jumlah
seluruh balita yang menderita gizi buruk dalam tahun
bersangkutan di kali konstanta (k=100) ----> A/B x
100
Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat Per 100 45% 100% 100% 100% 100% 100% A = Jumlah siswa SD kelas 1 yang mendapatkan
sampai dengan 100% menjaringan kesehatan dibagi dengan, B = jumlah
seluruh siswa SD Kelas dalam tahun bersangkutan di
kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100
Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70% Per 100 50% 70% 70% 70% 70% 70% A = Jumlah Peserta KB Aktif dibagi dengan, B =
jumlah seluruh (PUS) peserta KB aktif dan tidak aktif
dalam tahun bersangkutan di kali konstanta (k=100) --
--> A/B x 100
Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % Per 100 68% 100% 100% 100% 100% 100% A = Jumlah Peserta yang mendapat pelayanan
masyaralat miskin, sampai dengan 100% kesehatan dasar dari keluarga miskin dibagi dengan, B
= jumlah sasaran 20 % menderita sakit dari
masyarakat miskin di kali konstanta (k=100) ---->
A/B x 100
Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien Per 100 100% 100% 100% 100% 100% 100% A = Jumlah Peserta yang mendapat pelayanan
masyarakat miskin sampai dengan 100% kesehatan rujukan dari keluarga miskin dibagi
dengan, B = jumlah sasaran 2 % rujukan dari
masyarakat miskin di kali konstanta (k=100) ---->
A/B x 100
Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat Per 100 100% 100% 100% 100% 100% 100% A = Jumlah Sarana Fasilitas Kesehatan dengan
level 1 yang harus diberikan sarana pelayanan pelayanan gawat darurat level 1 dibagi dengan, B =
kesehatan sampai dengan 100% jumlah seluruh sarana falitas kesehatan yang ada di
kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100
Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB Per 100 100% 100% 100% 100% 100% 100% A = Jumlah Desa/Kel yang mengalami KLB yang
yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 dilakukan Penyelidikan Epidemiologi < 24 jam dibagi
jam, sampai dengan 100% dengan, B = jumlah seluruh Desa/Kel yang
mengalami KLB di kali konstanta (k=100) ----> A/B x
100
Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80% Per 100 62% 80% 80% 80% 80% 80% A = Jumlah Desa/Kel Siaga Aktif dibagi dengan, B =
jumlah seluruh Desa/Kel Siaga yang terbentuk di
kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100
Cakupan posyandu mandiri sampai dengan Per 100 25% 30% 45% 50% 60% 65% A = Jumlah Posyandu aktif ( Mandiri dan Purnama)
60% dibagi dengan, B = jumlah seluruh Posyandu yang
terbentuk di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100
Cakupan ODF (Open Defecation Free) sampai Per 100 10% 20% 30% 40% 50% 60% A = Jumlah Desa/Kel dengan ODF (Open Defecation
dengan 60% Free) dibagi dengan, B = jumlah seluruh Desa/Kel
yang ada di kali konstanta (k=100) ----> A/B x 100
Target Kinerja
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan Capain Kinerja Metode Perhitungan
2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Pencapaian Standar sarana dan Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk Rasio 6,069 4,682 4,682 3,641 3,641 2,341 A = Jumlah tenaga dokter dibagi dengan, B = jumlah
prasarana pelayanan kesehatan penduduk dalam tahun bersangkutan di kali
sampai dengan yang konstanta (k= 2.500) ----> A/B x 2.500
ditargetkan Rasio Poskesdes per desa (1:1) Rasio 1,11 1,08 1,08 1,04 1,01 1,00 A = Jumlah desa dengan Poskesdes dibagi dengan, B =
jumlah desa/kel yang ada ----> A/B
Jumlah Puskesmas dengan standar operasional Jumlah 4 7 11 1 4 17 A = Jumlah Puskesmas dengan standar operasional
prosedur pelayanan minimal kesehatan, sampai Puskesmas prosedur pelayanan minimal kesehatan dari seluruh
dengan 80% Puskesmas yang ada
Jumlah Fasilitas Kesehatan yang standar, Jumlah Faskes 2 6 9 12 16 18 A = Jumlah Fasilitas Kesehatan puskesmas yang
sampai dengan 80% standar BLUD dari seluruh Puskesmas yang ada
Lampiran I
PERJANJIAN KINERJA TAHUNAN
TAHUN 2017 DINAS KESEHATAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
I Meningkatkan Status Pertumbuhan, perkembangan,
perlindungan dan Kelangsungan Hidup masyarakat

a Menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per 1000 Angka Kematian Bayi per 1000
menjadi 6.5 per 1000 kelahiran hidup kelahiran hidup 7,65

b Menurunkan angka kematian ibu dari 132 per 100.000 Angka Kematian Ibu per 100.000 KH
82
menjadi 71 per 100.000 kelahiran hidup
c Menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk dari Prevalensi Gizi kurang dan Buruk
8,50%
15.32 % menjadi dibawah 7 %
d Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap bayi Cakupan Imunisasi
90%
usia 0-11 bulan dari 60% menjadi 90%;
II Meningkatkan status kesehatan atau menurunkan angka
kesakitan agar masyarakat dapat hidup sehat, produktif
secara sosial dan ekonomis
a Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 menjadi Prevelensi Tuberculosis per 100.000
165
150 per 100.000 penduduk; penduduk
b Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Index-API) Annual Pasacie Indeks (API)
0,9
dari 2 menjadi 1 per 1.000 penduduk;
c Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% menjadi Presentase desa UCI
90%
90%;
d Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 menjadi 5 per Angka Kesakitan DBD per 100.000
6
100.000 penduduk. penduduk
e Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 balita Jumlah Penderita Diare per 1000 balita
275
menjadi 250 per 1000 balita
f Menurunya penderita pneumonia dari 50 per 1000 balita Jumlah Penderita pneumonia per 1000
30
menjadi 25 per 1000 balita balita
g Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek penyakit Cakupan Kasus suspek PM dan PTM
menular dan tidak menular dari 25 % menjadi 80% 70%

III Meningkatkan Status Pelayanan Kesehatan


a Meningkatnya capaian Standar pelayanan Minimal
Kesehatan (SPM –Kesehatan) sampai dengan target
yang ditetapkan
1 Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai dengan 95% Cakupan Kunjungan K4
95%

2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sampai Cakupan Komplikasi Kebidanan


80%
dengan 80%
3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Cakupan Pertolongan persalinan
90%
terlatih sampai dengan 90%
4 Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90% Cakupan Pelayanan Nifas 90%
5 Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani sampai Cakupan neonatus dengan komplikasi
80%
dengan 80%
6 Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90% Cakupan kunjungan bayi 90%
7 Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan 90% Cakupan pelayanan anak balita
90%

8 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada Cakupan pemberian makanan


anak usia 6-24 bulan pada keluarga miskin sampai pendamping ASI pada anak usia 6-24 100%
dengan 100% bulan pada keluarga miskin
9 Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan sampai Cakupan gizi buruk yang mendapat
100%
dengan 100% perawatan
10 Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat sampai Cakupan penjaringan siswa SD dan
100%
dengan 100% setingkat
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
11 Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70% Cakupan peserta KB aktif 70%
12 Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % masyaralat Cakupan pelayanan kesehatan dasar
100%
miskin, sampai dengan 100% 20 % masyaralat miskin,
13 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien Cakupan pelayanan kesehatan rujukan
100%
masyarakat miskin sampai dengan 100% pasien masyarakat miskin
14 Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat level 1 Cakupan pelayanan kesehatan gawat
yang harus diberikan sarana pelayanan kesehatan darurat level 1 yang harus diberikan
sampai dengan 100% sarana pelayanan kesehatan 100%

15 Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB yang Cakupan desa/kel yang mengalami
dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam, sampai KLB 100%
dengan 100%
16 Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80% 80%
17 Cakupan posyandu mandiri sampai dengan 60% Cakupan posyandu mandiri 60%
18 Cakupan ODF (Open Defecation Free) sampai dengan Cakupan presentase ODF
50%
60%
19 Cakupan berumah tangga ber PHBS sampai 45 % Cakupan Rumah Tangga Ber PHBS 45%
b Pencapaian Standar sarana dan prasarana pelayanan
kesehatan sampai dengan yang ditargetkan

1 Rasio tenaga dokter per 2.500


Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk 3,641
penduduk
2 Rasio Poskesdes per desa (1:1) Rasio Poskesdes per desa 1,01
3 Jumlah Puskesmas dengan standar operasional Jumlah Puskesmas dengan standar
prosedur pelayanan minimal kesehatan, sampai dengan operasional prosedur pelayanan 4
80% minimal kesehatan
4 Jumlah Fasilitas Kesehatan yang standar, sampai Jumlah Fasilitas Kesehatan yang
dengan 80% 16
standar

PROGRAM ANGGARAN (Rp) Ket


A PROGRAM PRIORITAS
Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan & 234.848.000,00
Anak
Program Perbaikan Gizi Masyarakat 1.736.850.000,00
Program Upaya Kesehatan Masyarakat 5.057.276.800,00
Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita 68.752.000,00

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia 50.340.000,00

Program Pengembangan Lingkungan Sehat 102.562.000,00


Pencegahan & Penanggulangan Penyakit Menular 1.237.756.100,00
Program Pengadaan, Peningkatan Perbaikan Sarana dan 3.425.980.800,00
Prasarana PKM Pustu & Jaringannya
Program Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 2.534.243.972,00

Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan 18.252.379.000,00

Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan 1.650.721.000,00


Masyarakat

B PROGRAM PENUNJANG
Program pengawasan obat dan makanan 36.520.000,00
Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 76.582.500,00
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
C PROGRAM RUTIN
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 964.580.600,00
Program Peningkatan Sarana & Prasarana Aparatur 1.612.552.000,00

Program Peningkatan Disiplin Aparatur 45.000.000,00


Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 465.375.000,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan 251.646.500,00


capaian kinerja dan keuangan

Polewali, 26 Januari 2017

Kepala Dinas Kesehatan


Kabupaten Polewali Mandar

H.M. Suaib Nawawi, SKM, M.Kes


Nip. 19630927 198311 1 001
Lampiran 2
RENCANA KINERJA TAHUNAN
TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

SKPD : Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar


Tahun Anggaran : 2017

Target Kinerja
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan
2017
1 2 3 4
Peningkatan Status Menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 per Angka per 1000 KH 7,65
pertumbuhan, perkembangan, 1000 menjadi 6.5 per 1000 kelahiran hidup
perlindungan dan
Kelangsungan hidup Menurunkan angka kematian ibu dari 132 per Angka per 100.000 KH 82
100.000 menjadi 71 per 100.000 kelahiran
hidup
Menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk Angka Per 100 8,50%
dari 15.32 % menjadi dibawah 7 %

Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap Per 100 90%


bayi usia 0-11 bulan dari 60% menjadi 90%;

Peningkatan Status Kesehatan Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 Angka per 100.000 165
agar masyarakat dapat hidup menjadi 150 per 100.000 penduduk; pddk
sehat, produktif secara sosialMenurunnya kasus malaria (Annual Paracite Angka per 1.000 pddk 0,9
dan ekonomis Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1.000
penduduk;
Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% Per 100 90%
menjadi 90%;
Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 Angka per 100.000 6
menjadi 5 per 100.000 penduduk. pddk
Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 Angka per 1000 Balita 275
balita menjadi 250 per 1000 balita
Menurunya penderita pneumonia dari 50 per Angka per 1000 balita 30
1000 balita menjadi 25 per 1000 balita
Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek Per 100 70%
penyakit menular dan tidak menular dari 25 %
menjadi 80%
Peningkatnya capaian Standar Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai Per 100 95%
pelayanan Minimal Kesehatan dengan 95%
(SPM –Kesehatan) sampai Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Per 100 80%
dengan target yang ditetapkan sampai dengan 80%
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga Per 100 90%
kesehatan terlatih sampai dengan 90%

Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90% Per 100 90%

Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani Per 100 80%


sampai dengan 80%
Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90% Per 100 90%

Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan Per 100 90%


90%
Cakupan pemberian makanan pendamping ASI Per 100 100%
pada anak usia 6-24 bulan pada keluarga miskin
sampai dengan 100%
Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan Per 100 100%
sampai dengan 100%
Target Kinerja
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Satuan
2017
1 2 3 4
Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat Per 100 100%
sampai dengan 100%
Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70% Per 100 70%

Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % Per 100 100%


masyaralat miskin, sampai dengan 100%
Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien Per 100 100%
masyarakat miskin sampai dengan 100%

Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat Per 100 100%


level 1 yang harus diberikan sarana pelayanan
kesehatan sampai dengan 100%
Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB Per 100 100%
yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24
jam, sampai dengan 100%
Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80% Per 100 80%

Cakupan posyandu mandiri sampai dengan 60% Per 100 60%

Cakupan ODF (Open Defecation Free) sampai Per 100 50%


dengan 60%
Pencapaian Standar sarana dan Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk Rasio 3,641
prasarana pelayanan kesehatan Rasio Poskesdes per desa (1:1) Rasio 1,01
sampai dengan yang Jumlah Puskesmas dengan standar operasional Jumlah Puskesmas 4
ditargetkan prosedur pelayanan minimal kesehatan, sampai
dengan 80%
Jumlah Fasilitas Kesehatan yang standar, Jumlah Faskes 16
sampai dengan 80%

Polewali, 26 Januari 2017

Plt. Kepala Dinas Kesehatan


Kabupaten Polewali Mandar

H.M.Suaib Nawawi, SKM, M.Kes


Nip 19630927 198111 1 001
Lampiran III
PENGUKURAN KINERJA
TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

SKPD : Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar


Tahun Anggaran : 2016
Target Kinerja 2016 Realisasi
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Persen Ket
Satuan Target tahun 2016
1 2 3 5 6 7 8
Peningkatan Status Menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 Angka per 1000 8,82 12,64 56,77 Capaian
pertumbuhan, perkembangan, per 1000 menjadi 6.5 per 1000 kelahiran hidup KH CUKUP
perlindungan dan Menurunkan angka kematian ibu dari 132 per Angka per 94 171,8 17,48
Capaian
Kelangsungan hidup 100.000 menjadi 71 per 100.000 kelahiran 100.000 KH BURUK
hidup
Menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk Angka Per 100 9,00% 1,00 116,67
Capaian
dari 15.32 % menjadi dibawah 7 % BERHASIL

Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap Per 100 90% 93,2 100,00
Capaian
bayi usia 0-11 bulan dari 60% menjadi 90%; BERHASIL

Peningkatan Status Kesehatan Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 Angka per 185 99 133,50 Capaian
agar masyarakat dapat hidup menjadi 150 per 100.000 penduduk; 100.000 pddk BERHASIL
sehat, produktif secara sosialMenurunnya kasus malaria (Annual Paracite Angka per 1.000 1 0,0 193,33
Capaian
dan ekonomis Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1.000 pddk BERHASIL
penduduk;
Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% Per 100 90% 83,0 95,56 Capaian
menjadi 90%; BERHASIL
Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 Angka per 7 47,7 477,78 Capaian
menjadi 5 per 100.000 penduduk. 100.000 pddk BERHASIL
Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 Angka per 1000 300 123 166,86 Capaian
balita menjadi 250 per 1000 balita Balita BERHASIL
Menurunya penderita pneumonia dari 50 per Angka per 1000 35 24,0 68,57 Capaian
1000 balita menjadi 25 per 1000 balita balita CUKUP
Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek Per 100 65% 50,0 70,00
Capaian
penyakit menular dan tidak menular dari 25 % CUKUP
menjadi 80%
Peningkatnya capaian Standar Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai Per 100 95% 74,6 81,05 Capaian
pelayanan Minimal Kesehatan dengan 95% BERHASIL
(SPM –Kesehatan) sampai Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Per 100 80% 85,50 96,25 Capaian
dengan target yang ditetapkan sampai dengan 80% BERHASIL
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga Per 100 90% 82,64 93,33
Capaian
kesehatan terlatih sampai dengan 90% BERHASIL

Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90% Per 100 90% 84,10 93,33 Capaian
BERHASIL
Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani Per 100 80% 39,26 60,00 Capaian
sampai dengan 80% CUKUP
Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90% Per 100 90% 92,84 102,22 Capaian
BERHASIL
Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan Per 100 90% 69,22 68,89 Capaian
90% CUKUP
Cakupan pemberian makanan pendamping ASI Per 100 100% 72,6 17,00
Capaian
pada anak usia 6-24 bulan pada keluarga BURUK
miskin sampai dengan 100%
Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan Per 100 100% 29 100,00 Capaian
sampai dengan 100% BERHASIL
Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat Per 100 100% 90,00 79,00 Capaian
sampai dengan 100% BERHASIL
Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70% Per 100 70% 67,73 96,76 Capaian
BERHASIL
Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % Per 100 100% 99,42 99,42 Capaian
masyaralat miskin, sampai dengan 100% BERHASIL
Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien Per 100 100% 83,2 83,22
Capaian
masyarakat miskin sampai dengan 100% BERHASIL

Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat Per 100 100% 22 22,00


Capaian
level 1 yang harus diberikan sarana pelayanan BURUK
kesehatan sampai dengan 100%
Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB Per 100 100% 0 100,00
Capaian
yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 BERHASIL
jam, sampai dengan 100%
Target Kinerja 2016 Realisasi
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Persen Ket
Satuan Target tahun 2016
1 2 3 5 6 7 8
Peningkatan Status Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80% Per 100 80% 84,00 105,00 Capaian
pertumbuhan, perkembangan, BERHASIL
perlindungan dan Cakupan posyandu mandiri sampai dengan Per 100 50% 40,0 80,00 Capaian
Kelangsungan hidup 60% BERHASIL
Cakupan ODF (Open Defecation Free) sampai Per 100 40% 14,00 35,00 Capaian
dengan 60% KURANG
Pencapaian Standar sarana dan Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk Rasio 3,641 3154 172,15 Capaian
prasarana pelayanan kesehatan BERHASIL
Rasio Poskesdes per desa (1:1) Rasio 1,04 1,0 83,33 Capaian
sampai dengan yang BERHASIL
ditargetkan Jumlah Puskesmas dengan standar operasional Jumlah 1 1 428,57
Capaian
prosedur pelayanan minimal kesehatan, sampai Puskesmas BERHASIL
dengan 80%
Jumlah Fasilitas Kesehatan yang standar, Jumlah Faskes 12 10 83,33 Capaian
sampai dengan 80% BERHASIL

Keterangan CAPAIAN : Polewali, 26 Januari 2017


1. Baik, berhasil >75% Capaian
2. Cukup 50-74.9 % Capaian Plt. Kepala Dinas Kesehatan
3. Kurang 25-49.9 % Capaian Kabupaten Polewali Mandar
4. Gagal < 24.9 % Capaian

H.M.Suaib Nawawi, SKM, M.Kes


Nip.19630927 198111 1 001
Lampiran IV
PENGUKURAN KINERJA DAN REALISASI ANGGARAN
TINGKAT SATUAN PERANGKAT DAERAH
SKPD : Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar
Tahun Anggaran : 2016

Target 2016 Anggaran Rp


SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Program
Satuan Target Realisasi Persen PAGU Realisasi Persen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Peningkatan Status Menurunnya angka kematian bayi dari 11.37 Angka per 1000 8,82 12,64 56,77 Program Peningkatan Keselamatan 2.142.676.500,00 561.814.844,00 26,22
pertumbuhan, per 1000 menjadi 6.5 per 1000 kelahairan hidup KH Ibu Melahirkan & Anak
perkembangan,
perlindungan dan Menurunkan angka kematian ibu dari 132 per Angka per 94 171,8 17,48 Program Perbaikan Gizi Masyarakat 172.115.000,00 144.202.000,00 83,78
Kelangsungan hidup 100.000 menjadi 71 per 100.000 kelahiran 100.000 KH
hidup
Menurunnya prevalensi gizi kurang dan buruk Angka Per 100 9,0% 1,00 116,67 Program Peningkatan Pelayanan 61.386.000,00 54.146.000,00 88,21
dari 15.32 % menjadi dibawah 7 % Kesehatan Anak Balita
Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap Per 100 90% 93,2 100,00
bayi usia 0-11 bulan dari 60% menjadi 90%;

Peningkatan Status Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 215 Angka per 185 99 133,50 Program Peningkatan Pelayanan 19.541.000,00 15.403.000,00 78,82
Kesehatan agar masyarakat menjadi 150 per 100.000 penduduk; 100.000 pddk Kesehatan Lansia
dapat hidup sehat, Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Angka per 1.000 1 0,0 193,33 Program Pengembangan Lingkungan 9.329.234.500,00 8.982.961.500,00 96,29
Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1.000
produktif secara sosial dan pddk Sehat
ekonomis penduduk;
Persentase Desa yang mencapai UCI dari 80% Per 100 90% 83,0 95,56 Pencegahan & Penanggulangan 1.509.523.500,00 1.204.498.700,00 79,79
menjadi 90%; Penyakit Menular
Menurunya Angka kesakitan DBD dari 10 Angka per 7 47,7 477,78
menjadi 5 per 100.000 penduduk. 100.000 pddk
Menurunya penderita diare dari 389 per 1000 Angka per 1000 300 123 166,86
balita menjadi 250 per 1000 balita Balita
Menurunya penderita pneumonia dari 50 per Angka per 1000 35 24,0 68,57
1000 balita menjadi 25 per 1000 balita balita
Meningkatnya penemuan kasus-kasus suspek Per 100 65% 50,0 77,0
penyakit menular dan tidak menular dari 25 %
menjadi 80%
Peningkatnya capaian Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) sampai Per 100 95% 74,6 81,1 Program Upaya Kesehatan 860.884.500,00 785.002.520,00 91,19
Standar pelayanan Minimal dengan 95% Masyarakat
Kesehatan (SPM Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Per 100 80% 85,50 96,25 Program Pengadaan, Peningkatan 35.803.421.200,00 33.602.523.950,00 93,85
–Kesehatan) sampai sampai dengan 80% Perbaikan Sarana dan Prasarana
dengan target yang PKM Pustu & Jaringannya
ditetapkan
Peningkatnya capaian
Standar pelayanan Minimal
Kesehatan (SPM Target 2016 Anggaran Rp
SASARAN STRATEGIS
–Kesehatan) sampai Indikator Kinerja Program
Satuan Target Realisasi Persen PAGU Realisasi Persen
dengan target yang
ditetapkan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga Per 100 90% 82,64 93,33 Program Pengadaan Obat dan 8.560.084.000,00 8.346.666.105,00 97,51
kesehatan terlatih sampai dengan 90% Perbekalan Kesehatan

Cakupan pelayanan nifas sampai dengan 90% Per 100 90% 84,10 93,33 Program Kemitraan Peningkatan 37.773.148.764,00 12.334.707.685,00 32,65
Pelayanan Kesehatan
Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani Per 100 80% 39,26 60,00 Program Promosi Kesehatan dan 2.591.326.500,00 2.534.736.900,00 97,82
sampai dengan 80% Pemberdayaan Masyarakat
Cakupan kunjungan bayi sampai dengan 90% Per 100 90% 92,84 102,22 Program pengawasan obat dan 2.150.000,00 2.150.000,00 100,00
makanan
Cakupan pelayanan anak balita sampai dengan Per 100 90% 69,22 68,89 Program Standarisasi Pelayanan 16.278.000,00 9.128.000,00 56,08
90% Kesehatan
Cakupan pemberian makanan pendamping ASI Per 100 100% 72,6 17,0
pada anak usia 6-24 bulan pada keluarga
miskin sampai dengan 100%
Cakupan gizi buruk yang mendapat perawatan Per 100 100% 29 100
sampai dengan 100%
Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat Per 100 100% 90,00 79,00
sampai dengan 100%
Cakupan peserta KB aktif sampai dengan 70% Per 100 70% 67,73 96,76

Cakupan pelayanan kesehatan dasar 20 % Per 100 100% 99,42 99,42


masyaralat miskin, sampai dengan 100%
Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien Per 100 100% 83,2 83,22
masyarakat miskin sampai dengan 100%

Cakupan pelayanan kesehatan gawat darurat Per 100 100% 22 22,00


level 1 yang harus diberikan sarana pelayanan
kesehatan sampai dengan 100%
Cakupan desa/kelurahan yang mengalami KLB Per 100 100% 100 100,00
yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24
jam, sampai dengan 100%
Cakupan desa siaga aktif sampai dengan 80% Per 100 80% 84,00 105,00

Cakupan posyandu mandiri sampai dengan Per 100 50% 40,0 80,00
60%
Cakupan ODF (Open Defecation Free) sampai Per 100 40% 14,00 35,00
dengan 60%
Pencapaian Standar sarana Rasio tenaga dokter per 2.500 penduduk Rasio 3,641 3154 172,15 Program Pelayanan Administrasi 1.581.247.587,00 1.366.407.609,00 86,41
dan prasarana pelayanan Rasio Poskesdes per desa (1:1) Rasio 1,04 1,0 83,3 Perkantoran
Program Peningkatan Sarana & 1.474.773.500,00 1.320.215.209,00 89,52
kesehatan sampai dengan
yang ditargetkan
Target 2016 Anggaran Rp
SASARAN STRATEGIS Indikator Kinerja Program
Pencapaian Standar sarana Satuan Target Realisasi Persen PAGU Realisasi Persen
dan prasarana1 pelayanan 2 3 4 5 6 7 8 9 10
kesehatan sampai dengan Jumlah Puskesmas dengan standar operasional Jumlah 1 1 428,57 Program Peningkatan Disiplin - - #DIV/0!
yang ditargetkan prosedur pelayanan minimal kesehatan, sampai Puskesmas Aparatur
dengan 80%
Jumlah Fasilitas Kesehatan yang standar, Jumlah Faskes 12 10 83,3 Program Peningkatan Kapasitas 280.654.000,00 266.117.120,00 94,82
sampai dengan 80% Sumber Daya Aparatur
Program Peningkatan 5.636.147.785,00 2.069.800.823,00 36,72
Pengembangan Sistem Pelaporan
capaian kinerja dan keuangan
JUMLAH 107.814.592.336,00 73.600.481.965,00 68,27

Polewali, 26 Januari 2017

Plt. Kepala Dinas Kesehatan


Kabupaten Polewali Mandar

H.M.Suaib Nawawi, SKM, M.Kes


Nip 19630927 198111 1 001
Sasaran strategis, program dan realisasi anggaran
Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2015

Anggaran Rp
SASARAN STRATEGIS Program
PAGU Realisasi
1 7 8 9
Peningkatan Status Program Peningkatan Keselamatan 234.848.000,00 233.970.100,00
pertumbuhan, Ibu Melahirkan & Anak
perkembangan,
perlindungan dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat 1.654.550.000,00 1.650.614.500,00
Kelangsungan hidup
Program Peningkatan Pelayanan 68.752.000,00 67.024.500,00
Kesehatan Anak Balita
Peningkatan Status Program Peningkatan Pelayanan 50.340.000,00 50.265.000,00
Kesehatan agar masyarakat Kesehatan Lansia
dapat hidup sehat, Program Pengembangan Lingkungan 102.562.000,00 70.167.000,00
produktif secara sosial dan Sehat
ekonomis Pencegahan & Penanggulangan 1.248.881.100,00 1.155.601.100,00
Penyakit Menular
Peningkatnya capaian Program Upaya Kesehatan 5.821.052.700,00 4.693.931.094,00
Standar pelayanan Minimal Masyarakat
Kesehatan (SPM Program Pengadaan, Peningkatan 23.750.755.862,00 3.540.599.019,00
–Kesehatan) sampai Perbaikan Sarana dan Prasarana
dengan target yang PKM Pustu & Jaringannya
ditetapkan
Program Pengadaan Obat dan 2.534.168.972,00 2.453.029.031,00
Perbekalan Kesehatan
Program Kemitraan Peningkatan 21.576.616.859,00 19.527.344.200,00
Pelayanan Kesehatan
Program Promosi Kesehatan dan 1.898.740.000,00 1.761.471.100,00
Pemberdayaan Masyarakat
Program pengawasan obat dan 36.205.000,00 36.205.000,00
makanan
Program Standarisasi Pelayanan 75.605.500,00 50.989.700,00
Kesehatan
Pencapaian Standar sarana Program Pelayanan Administrasi 965.438.500,00 862.609.184,00
dan prasarana pelayanan Perkantoran
kesehatan sampai dengan Program Peningkatan Sarana & 4.531.562.882,00 4.441.422.985,00
yang ditargetkan Prasarana Aparatur
Program Peningkatan Disiplin 66.000.000,00 66.000.000,00
Aparatur
Program Peningkatan Kapasitas 475.389.000,00 451.575.163,00
Sumber Daya Aparatur
Program Peningkatan 239.066.500,00 225.726.500,00
Pengembangan Sistem Pelaporan
capaian kinerja dan keuangan
JUMLAH 65.330.534.875,00 41.338.545.176,00

Polewali, 20 Januari 2016

Kepala Dinas Kesehatan


Kabupaten Polewali Mandar
drg. Hj. Nurwan Katta, MARS
Nip 19581222 199011 2 001
Persen
10
99,63 Menurunkan angka Angka per 100.000 106 203,9 7,39
Capaian
kematian ibu dari KH BURUK
132 per 100.000
99,76

97,49

99,85

68,41

92,53

80,64

14,91

96,80

90,50

92,77

100,00

67,44

89,35

98,01

100,00

94,99

94,42

63,28