Anda di halaman 1dari 3

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN PROFESI NERS

LAPORAN REFLEKSI KASUS

a. Deskripsi kejadian
Ketika saya berdinas di stase Komunitas Keluarga Gerontik, pada saat itu kami
sedang melakukan pendataan. Kami menemukan satu klien dengan kondisi gizi
buruk. Kllien balita berusia ±2 tahun. Klien hanya tinggal dengna ibu dan kedua
kakaknya. Klien dalam keadaan yang cukup memprihatinkan karena tampak
kotor. Rabut klien tidak dibersihkan, begitu juga dengan telinga klien penuh
dengan kotoran. Kllien hanya ditinggal dengan kakanya yyang sekolah keals 5
SD untuk menjaganya saat orangtuanya bekerja kesawah. Kami sudah
melaporkan ke puskesmas ttapi saying sekali kurang ditanggapi mlah seakan-
akan keberadaannya harus ditutupi oleh pekerja kesehatan di puskesmas
tersebut. Kami mengusahakan untuk mengedukasi orangtuanya agar
membersihkan anaknya dan memberikan makanan begizi dan susu agar
membantu untuk pertumbuhannya nanti. Ibu klien tidak bisa menjanjikan untuk
selalu memberikan makanan bergizi dan susu, tapi ibu klien mengerti setelah
dijelaskan bahwa anaknya dalam keadaan yang kurang baik.

b. Perasaan saat menghadapi kasus tersebut


Perasaan saya saat menghadapi kasus tersebut saya merasa miris dengan kondisi
kita. Dimana seharusnya masalah busung lapar/marasmus sendiri seharusny
atidak ada lagi namun ternyata masih ditemukan di lingkungan yang sudah
cukup teredukasi dengan baik tetapi oleh oknum-oknum tertentu terkesan
ditutup-tutupi hingga kasusnya tidak muncul ke permukaan. Sebagai perawat
kami membantu semampu kami untuk mengubah pola fikir orangtua klien dan
mengedukasi tentang pentingnya makanan bergizi untuk balita tersbut.

c. Evaluasi: sisi negatif dan positif dari kasus/kejadian


Sisi negatif
Karena itu adalah kejadian pertama yang saya temukan berhadapan langsung
dengan klien dengan busung lapar saya belum mampu memutuskan secara cepat
apa yang perlu dilakukan terlebih dahulu/ menentukan prioritas utama pada
klien

Sisi positif
Dari kejadian itu saya belajar bagaimana perawat itu harus caring secara holistic
dan berusaha semampunya melayani dengan hati agar kejaian tersebut tidak
terjadi lagi, dan kalaupun ada tidak terkesan ditutup-tutupi karena sudah
dilakukan tindakan oleh petugas kesehatan -terutama perawat- terlebih dahulu

d. Analisis
a) Mengapa kasus tersebut menarik?
Kasus tersebut menarik karena ini tantangan tersendiri bagi saya yang kurang
fasih dalam menentukan tindakan pertama pada klondisi klien tersebut
b) Mengapa bisa terjadi?
Hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan, sumber informasi
dan minat keluarga klien untuk belajar tentang kesehatan, terutama tentang
kesehatan anggota keluarganya.
c) Bagaimana hubungannya dengan kompetensi ners?
Pada saat hal tersebut terjadi, peran ners adalah sebagai perawat educator,
yaitu untuk membantu meningkatkan pengetahuan klien tentang
kesehatannya, tanda dan gejala penyakit yang dideritanya, prognosis
kedepan, bahkan detail tindakan yang akan dilakukan beserta komplikasi
yang mungkin terjadi jika tidak dilakukan
d) Analisis dapat dilihat dari berbagai aspek
Kejadian ini merupakan kejadian yang mempengaruhi keselamatan klien.
Apabila ditangani dengan lambat atau dibiarkan klien dengan keputusannya
yang membahayakan dirinya dibiarkan akan berakibat fatal terhadap klien
Disinilah peran perawat diperlukan.

e. Kesimpulan
Seorang perawat dituntut untuk pandai, kritis dan hebat dalam analisis.
Tujuannnya adalah untuk menyelesaikan masalah – masalah serta keluhan yang
dirasakan/terjadi pada pasien, untuk itu seorang perawat di tuntut untuk banyak
tahu dan banyak ilmu, serta hebat dalam kompetensi baik hard skill ataupun soft
skill salah satunya adalah dalam mempersuasi klien.
f. Action plan
Dari kejadian itu saya akan berusaha untuk dapat memberikan penanganan dan
penjelasan yang lebih detail terhadap klien yang memang belum memahami
tentanag penyakitnya dan prognosis dan komplikasi yang akan terjadi

Anda mungkin juga menyukai