Anda di halaman 1dari 20

SIMAK UI PAKET A

31. Sebuah silinder pejal menggelinding tanpa slip dari puncak suatu bidang
miring. Laju silinder di puncak 80 cm/s. Jika kehilangan energi akibat
gesekan diabaikan, laju silinder pada posisi 18 cm dibawah titik puncak
adalah…
(A) 200 cm/s
(B) 173 cm/s
(C) 152 cm/s
(D) 98 cm/s
(E) 67 cm/s

Jawaban:

𝐸𝑀𝒂𝒘𝒂𝒍 = 𝐸𝑀𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟

𝐸𝐾𝑡𝑟𝑎𝑛𝑠𝑙𝑎𝑠𝑖 + 𝐸𝐾𝑟𝑜𝑡𝑎𝑠𝑖 + 𝐸𝑃 = 𝐸𝐾 ′ 𝑡𝑟𝑎𝑛𝑠𝑙𝑎𝑠𝑖 + 𝐸𝐾 ′ 𝑟𝑜𝑡𝑎𝑠𝑖 + 𝐸𝑃′

1 1 1 2 1 2
𝑚𝑣 2 + 𝐼𝜔2 + 𝑚𝑔ℎ = 𝑚𝑣 ′ + 𝐼𝜔′ + 𝑚𝑔ℎ′
2 2 2 2
2
1 1 1 𝑣 2 1 2 1 1 𝑣′
𝑚𝑣 2 + ( 𝑚𝑅 2 ) ( ) + 𝑚𝑔ℎ = 𝑚𝑣 ′ + ( 𝑚𝑅 2 ) ( ) + 𝑚𝑔ℎ′
2 2 2 𝑅 2 2 2 𝑅

1 1 1 2 1 2
𝑚𝑣 2 + 𝑚𝑣 2 + 𝑚𝑔ℎ = 𝑚𝑣 ′ + 𝑚𝑣 ′ + 𝑚𝑔ℎ′
2 4 2 4
3 3 2
𝑚𝑣 2 + 𝑚𝑔ℎ − 𝑚𝑔ℎ′ = 𝑚𝑣 ′
4 4

3 3 2
𝑚𝑣 2 + 𝑚𝑔(ℎ − ℎ′ ) = 𝑚𝑣 ′
4 4

3 3
(0,8)2 + (9,8)(ℎ − (ℎ − 0,18)) = 𝑣 ′ 2
4 4

3 2
48 𝑥 10−2 + 176,4 𝑋 10−2 = 𝑣 ′
4

3 2
224,4 𝑥 10−2 = 𝑣 ′
4

𝑣′2 = 299,2 𝑥 10−2

𝑣 ′ = √(299,2 𝑥 10−2 )

𝑣 ′ = 1,73 𝑐𝑚⁄𝑠

𝑣 ′ = 173 𝑚⁄𝑠

32. Duah buah sistem isotermis memiliki massa molar gas A adalah 20 gr/mol
dan gas B adalah 30 gr/mol. Ketika gas A diberikan tekanan 1 atm dengan

masaa jenis 1.5 kg/m3. Berapa massa jenis gas B jika diberikan tekanan 1.5
atm ?
(A) 0,667 kg/m3
(B) 1,5 kg/m3
(C) 2,25 kg/m3
(D) 3,375 kg/m3
(E) 4,5 kg/m3

Jawaban:

dik. nA = 20 gr/mol = 0,02 kg/mol

nB = 30 gr/mol = 0,03 kg/mol

PA = 1 atm
PB = 1,5 atm

𝜌𝐴 = 1,5 kg/m3

dit. 𝜌𝐵 .... ?

penyelesaian :

𝑃. 𝑉 = 𝑛. 𝑅. 𝑇 dimana 𝑉 = 𝜌. 𝑚

𝑃. 𝜌. 𝑚 = 𝑛. 𝑅. 𝑇

Pada penyelesaian ini suhu (T) diangggap sama untuk kedua gas sehingga
dapat diabaikan.

𝑃. 𝜌. 𝑚 = 𝑛. 𝑅 , sehingga untuk gas A dapat langsung diketahui :

𝑘𝑔 0,02𝑘𝑔
1 𝑎𝑡𝑚 . 1,5 . 𝑚 = . 0,08205
𝑚3 𝑚𝑜𝑙

𝑘𝑔
0,02 . 0,08205
𝑚= 𝑚𝑜𝑙 = 0,001094 𝑘𝑔
1,5 𝑘𝑔/𝑚3

Nilai massa untuk kedua gas sama, sehingga dapat ditentukan massa jenis
untuk gas B:

𝑃. 𝜌. 𝑚 = 𝑛. 𝑅

𝑘𝑔
𝑛. 𝑅 0,03 . 0,08205
𝜌= = 𝑚𝑜𝑙 = 𝟏, 𝟓𝒌𝒈/𝒎𝟑
𝑃. 𝑚 1,5 𝑎𝑡𝑚 . 0,001094 𝑘𝑔

33. Jarak rata-rata planet A ke sebuah pusat tata surya adalah R. Waktu yang
1
dibutuhkan oleh planet A mengelilingi pusat tata surya adalah 8 kali waktu

yang dibutuhkan planet B mengelilingi pusat yang sama. Jika mula-mula


planet A dan B berada dalam satu baris dengan pusatnya dan bergerak
searah. Berapa jarak planet A terhadap B setelah keduanya bergerak selama
1
periode A?
4

(A) 3.31 R
(B) 3.92 R
(C) 4.31 R
(D) 4.93 R
(E) 5.31 R

Jawaban:

Diket.
1
𝑇𝐴 = 8 𝑇𝐵
1 1
𝑇 = 32 𝑇𝐵
4 𝐴

1
Dit. R antara A dan B ketika 4 𝑇𝐴

Jawab.
1
TA = 8 TB

8 TA =TB
A 𝑇𝐴 2 R 𝑇𝐵 2 4R B
=
𝑅𝐴 3 𝑅𝐵 3
𝑇𝐴 2 (8𝑇𝐴 )2
=
𝑅𝐴 3 𝑅𝐵 3
𝑅𝐵 4
=
𝑅𝐴 1

1 1
𝑇𝐴 = 𝑇
4 32 𝐵
1
Pada saat planet 4 putaran = 90º
1
Maka planet B disaat 32 putaran = 11,25º
B
4R
11.25º
B
90 º

c
R

A
𝑐 = √𝑎2 + 𝑏 2 − 2𝑎𝑏 cos 𝜃

𝑐 = √(𝑅)2 + (4𝑅)2 − 2𝑅4𝑅 cos(90° + 11.25°)

𝑐 = √𝑅 2 + 16𝑅 2 − 8𝑅 2 cos 101.25°

𝑐 = √17𝑅 2 − 8𝑅 2 ∙ (−0.195)

𝑐 = √17𝑅 2 + 1.56𝑅 2

𝑐 = √18.56𝑅 2

𝑐 = 4.308 ≈ 4.31 (c)

34. Bola kayu dengan massa 200 gram dijatuhkan dari ketinggian 45 cm diatas
lantai, bola memantul kembali keatas dengan koefisien restitusi 0.8. pada
pantulan keberapa kelajuan bola setelah pantulan menjadi sekitar 51% dari
kelajuan V0 ?
(A) Ke-2
(B) Ke-3
(C) Ke-4
(D) Ke-5
(E) Ke-6

Jawaban:

Diket :
𝑚 = 200 𝑔𝑟𝑎𝑚

ℎ = 45 𝑐𝑚 = 0.45 𝑚

𝑒 = 0.8

Dit : pantulan ke berapa saat 𝑣 = 51% 𝑣0 ?

Jawab :

o 𝐸𝑀𝐴 = 𝐸𝑀𝐵
𝐸𝑃𝐴 + 𝐸𝑘𝐴 = 𝐸𝑃𝐵 + 𝐸𝑘𝐵
1
𝑚𝑔ℎ𝐴 + 0 = 0 + 𝑚𝑣𝐵 2
2

1
𝑚𝑔ℎ𝐴 = 𝑚𝑣𝐵 2
2

1
10 𝑚⁄𝑠 2 . 0.45 𝑚 = 𝑣𝐵 2
2
𝑣𝐵 2 = 9
𝑣𝐵 = √9
𝑣𝐵 = 3 𝑚⁄𝑠

o 𝑣 = 51% 𝑣0
𝑣 = 0.51 𝑣0
𝑣 = 0.51.3
𝑣 = 1.53 𝑚⁄𝑠

𝑒 = 0.8

3 × 0.8 = 2.4…………...pantulan ke-1

2.4 × 0.8 = 1.92…….…pantulan ke-2

1.92 × 0.8 = 1.536……pantulan ke-3

Jadi, saat 𝑣 = 51% 𝑣0 pada pantulan ke-3

35. Sebuah bola logam dengan volume 0,5 𝑚3 memiliki modulus bulk sebesar
5 x 1010 𝑁/𝑚2 ketika tercelup di dalam air di dapatkan volume ola tersebut
berkurang sebesar 1 x 10−6 𝑚3 kedalaman boa tersebut adalah...m (g = 10
m/𝑠 3 )
(A) 1 m
(B) 4 m
(C) 10 m
(D) 20 m
(E) 40 m

Jawaban:

Modulus Bulk  Apabila sebuah benda mengalami gaya deformasi yang


egak lurus terhadap permukaan benda secara uniform, sehingga erjad
perubahan volume tetapin bentuknya tetap.

Sebingga,

Keterangan:
∆𝑷
B =- ∆𝑃 : Perubahan Tekanan
∆𝑽/𝒗
∆𝑉 : Perubahan Volume

v : Volume Mula-Mula

(Ganijayanti, 2013: 333)


Pertama carilah nilai perubahan tekanan (∆𝑃)

𝐵 ∆V
∆𝑃 = 𝑣

5 𝑥 1010 𝑁/𝑚2 .1 𝑥 10−6 𝑚3


= 5 𝑥 10−1 𝑚3

= 105 𝑁/𝑚2

Kemudian carilah kedalaman bola

𝑃
h=𝜌
𝑎𝑖𝑟

105 𝑁/𝑚2
= 1000 𝑘𝑔/𝑚3 . 10 𝑚/𝑠2

105 𝑁/𝑚2
= 104 𝑘𝑔𝑚/𝑠2 1/𝑚3

Karena F (N) = Massa (Kg) x Percepatan (𝑚/𝑠 2 )

Maka, (N) = Kg 𝑚/𝑠 2 Sehingga bisa di coret

= 10 m

Jadi kedalaman bola adalah (C).10 m

36. Sebuah electron mempunyai kecepatan 2 x 104 m/s pada arah sumbu x. lalu
memasuki medan listrik dengan vector medan 𝐸(Vektor) = 900 N/C yang
arahnya ke sumbu y positif . Dengan mengabaikan gaya berat pada electron
, waktu yang diperluka electron untuk menempuh jarak 15 cm pada arah
sumbu x sejak memasuki medan listrik tersebut adalah ……. (𝑚𝑒 =
9𝑥10−31 ; 𝑒 = 1,6 𝑥 10−19 𝐶 )
(A) 7,5 𝜇𝑠
(B) 7,5 ms
(C) 15 𝜇𝑠
(D) 15 ms
(E) 8 𝜇𝑠
Jawaban:

Dik : 𝑚𝑒 = 9 𝑥 10−31

V=2x104 m/s

e=1,6x10−19

x= 15 cm = 15x10−2m

𝐸̅ =900 N/C

Dit : t ketika jarak 15 cm dari sumbu x ketika memasuki medan magnet

Jawab :

Pertama-tama kita mencari percepatan dari electron terlebih dahulu dengan


rumus :

𝑁
−19 𝑐)(900 )
𝐹 𝑒𝐸 (1,6 𝑥 10
a= 𝑚 = = 𝐶
= 1,6 x1014 𝑚/𝑠
𝑚 9𝑥 10−31

1
kemudian dari persamaan x=𝑥𝑜 + 𝑣𝑜𝑥 + 2 𝑎𝑡 2

dari persamaan ini kita dapat menemukan nilai t (waktu) ,

2(𝑥−𝑥0 −𝑣𝑜𝑥 )
|𝑡| =√
𝑎

2(15𝑥10−2 −0−(2𝑥104 ))
=√ 1,6 𝑥 1014

30𝑥10−2 +4𝑥104
=√ 1,6𝑥1014

4,00003𝑥104
=√ =√2,5 𝑥10−10 = 1,5 𝑥 10−5 𝑠 = 15𝑥10−6 𝑠 = 15 𝜇𝑠
1,6𝑥1014

37. Duah buah silinder pejal dan berongga, yang memiliki massa dan ukuran
geometrik yang sama, dilepaskan secara bersamaan dari keadaan diam
dipuncak bidang miring yang panjang. Jika kemiringan bidang adalah “370”.
Kedua silinder mengglinding tanpa slip dan silindir pejal telah menempuh
jarak 8 cm, si silinder kosong (pipa) menempuh jarak…?
(A) 10 cm
(B) 8 cm
(C) 6 cm
(D) 5 cm
(E) 4 cm

Jawaban:

𝐸𝑘𝑝𝑒𝑗𝑎𝑙 = 𝐸𝑘𝑟𝑜𝑛𝑔𝑔𝑎

1 1 1 1
𝑚𝑣 2 + 𝐼𝜔2 = 𝑚𝑣 2 + 𝐼𝜔2
2 2 2 2

1 2
1 1 2
𝑣2 1 2
1 2
𝑣2
𝑚𝑣 + ( 𝑚𝑅 ) 2 = 𝑚𝑣 + (𝑚𝑅 ) 2
2 2 2 𝑅 2 2 𝑅

1 1 1 1
𝑚𝑣 2 + 𝑚𝑣 2 = 𝑚𝑣 2 + 𝑚𝑣 2
2 4 2 2

3
𝑚𝑣 2 = 𝑚𝑣 2
4

3 𝑠 2 𝑠
( ) = ( )2
4 𝑡 𝑡

3𝑠 2 𝑠 2
=
4𝑡 2 𝑡 2

3(8)2 𝑠 2
= 2
4𝑡 2 𝑡

3(64) 𝑠 2
= 2
4𝑡 2 𝑡

192 𝑠 2
=
4𝑡 2 𝑡 2

192𝑡 2 = 4𝑡 2 𝑠 2
4𝑠 2 = 192

192
𝑠2 =
4

𝑠 2 = 48

𝑠 = √48

𝑠 = 6,92 𝑐𝑚 → 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝐶

38. Suatu benda diletakkan pada jarak 𝑙 = 90 𝑐𝑚 dari layar. Jika sebuah lensa
tipis konvergen diletakkan diantara benda dan layar, ada 2 posisi berbeda
yang dapat menghasilkan bayangan dengan jelas pada layar. Jika jarak
antara kedua posisi itu 30 cm, fokus lensa tersebut adalah...
(A) 10 cm
(B) 20 cm
(C) 25 cm
(D) 30 cm
(E) 40 cm
Jawaban:
Diketahui :
Jarak benda pada titik A ke layar = 90 cm.
Jarak titik B dengan titik A = 30 cm di depan titik A.
Lensa konvergen = lensa cembung = lensa positif
Ditanya : fokus lensa (f)?
Jawab :
𝑠𝐴′ = 𝑠𝐵′
Misalkan
𝑠𝐴′ = 𝑠𝐵′ = 𝑠 ′ = 12 𝑐𝑚
1) Menghitung fokus lensa dengan meninjau titik A
𝑠𝐴′ = 12 𝑐𝑚
𝑠𝐴′ + 𝑠𝐴 = 90 𝑐𝑚
𝑠𝐴 = 90 𝑐𝑚 − 𝑠𝐴′
𝑠𝐴 = 90 𝑐𝑚 − 12 𝑐𝑚 = 78 𝑐𝑚
1 1 1
= +
𝑓 𝑠 𝑠′
1 1 1
= +
𝑓 78 12
1 12 + 78
=
𝑓 936
1 90
=
𝑓 936
𝑓 = 10,4 𝑐𝑚 ≅ 10 𝑐𝑚
2) Menghitung fokus lensa dengan meninjau titik B
𝑠𝐵′ = 12 𝑐𝑚
𝑠𝐵′ + 𝑠𝐵 = 90 𝑐𝑚 − 30 𝑐𝑚
𝑠𝐵 = 90 𝑐𝑚 − 30 𝑐𝑚 − 𝑠𝐵′
𝑠𝐵 = 90 𝑐𝑚 − 30 𝑐𝑚 − 12 𝑐𝑚 = 48 𝑐𝑚
1 1 1
= +
𝑓 𝑠 𝑠′
1 1 1
= +
𝑓 48 12
1 1+4
=
𝑓 48
1 5
=
𝑓 48
𝑓 = 9,6 𝑐𝑚 ≅ 10 𝑐𝑚
Sehingga diperoleh fokus lensa (f) sebesar 10 cm
39.
Sebuah sumber daya dc yang memiliki tahanan dalam 𝑅𝑑 = 2 𝛺
dihubungakan dengan tiga buah tahanan R yang terangkai seperti terlihat
pada gambar. Nilai tahanan R agar daya disipasi pada rangkaian maksimum
adalah ....
(A) 2 Ohm
(B) 3 Ohm
(C) 5 Ohm
(D) 6 Ohms
(E) 8 Ohm
Jawaban:

1 1 1 1
= + +
𝑅𝑑 𝑅 𝑅 𝑅
1 3
=
2 𝑅
𝑹=𝟐×𝟑=𝟔𝜴
40. Terdapat system dua cermin datar yaitu cermin B yang berhadapan dengan
cermin A dan membentuk sudut 300 . Jika seberkas sinar jatuh pada cermin
B dengan sudut datang 300, lalu dipantulkan pada A,sinar akan datang
dipantulkan oleh A dengan sudut 600.
SEBAB
Sudut pantul sinar yang datang pada cermin datar besarnya sama dengan
sudut datang.

Jawaban:
Pernyataan I adalah Salah

Pernyataan II adalah Benar

∴D

41. Dengan memutar lilitan kawat lebih cepat. Akan dihasilkan GGL Induksi
yang lebih besar pada sebuah generator
SEBAB
Besarnya GGL induksi pada sebuah generator AC dinyatakan dengan
formula ɛ𝑚𝑎𝑘𝑠 = 𝑁𝐴𝐵𝜔 dengan N jumlah lilitan kawat. A luas bidang
lilitan kawat, B medan magnet dan 𝜔 kecepatan angular kawat

Jawaban:

Berikut ini adalah beberapa cara untuk memperbesar GGL induksi


generator:

 Menggunakan magnet yang lebih kuat


 Melilit kumparan pada inti besi lunak
 Menggunakan kumparan dengan jumlah lilitannya banyak
 Memutar kumparan dengan lebih cepat

Memutar kumparan berhubungan dengan kecepatan angular kawat. Pada


rumus ɛ𝑚𝑎𝑘𝑠 = 𝑁𝐴𝐵𝜔 diketahui bahwa 𝜔 merupakan kecepatan sudut
kawat. Semakin cepaat pemutaran lilitan kawat. Maka semakin Besar GGL
induksi pada generator

Contoh

Diketahui:

𝜔2 = 2𝜔1

Hitung besar GGL Induksi Pada generator

ɛ𝑚𝑎𝑘𝑠1 = 𝑁𝐴𝐵𝜔1

ɛ𝑚𝑎𝑘𝑠2 = 𝑁𝐴𝐵2𝜔1

ɛ𝑚𝑎𝑘𝑠1 𝑁𝐴𝐵𝜔1
=
ɛ𝑚𝑎𝑘𝑠2 𝑁𝐴𝐵2𝜔1

ɛ𝑚𝑎𝑘𝑠1 1
=
ɛ𝑚𝑎𝑘𝑠2 2

ɛ𝑚𝑎𝑘𝑠2 = 2ɛ𝑚𝑎𝑘𝑠1

Ini menunjukkan bahwa semakin besar kecepatan memutar lilitan kawat,


semakn besar GGL induksi pada Generator

Pernyataan benar

Alasan benar

Alasan adalah formula untuk membuktikan pernyataan

Keduanya berhubungan

Jawaban A

42.
Jika frekuensi pada sumber AC diperbesar dengan menjaga amplitudo
konstan, lapu pada rangkaian akan menyala lebih terang
SEBAB
Jika frekuensi diperbesar, maka reaktansi induktif induktor membesar
sehingga besar arus dari sumber akan melewati lampu yang mengakibatkan
lampu bertambah terang.
Jawaban:

Jawaban E

Pernyataan pertama salah

Karena nila frekuensi rangkaan RLC berbanding lurus dengan reaktan


induktif induktor. Ehingga semakin besa frekuensi maka semakin besa pula
reaktan induktornya. Sesuai persamaan :

𝑋𝐿 = 2𝜋𝑓𝐿

nilai reaktansi induktor berbanding terbalik dengan arus, sehingga semakin


besar reaktansi induktif induktornya maa semain kecil arus yang mengalir.
Sesua persamaan :

𝑉
= √𝑅 2 + (𝑋𝐿 − 𝑋𝐶 )2
𝐼
Berdasarkan kedua persamaan diatas dapat disimpulkan bahwa frekuensi
berbanding tebalik dengan arus yang menyebabkan lampu menyala redup.

Pernyataan kedua salah

Sesua persamaan :

𝑋𝐿 = 2𝜋𝑓𝐿

Maka dapat dilihat bahwa frekuensi berbanding lurus dengan rekatan


induktor. Dimana reaktansi induktor yang besar akan menghambat arus
yang mengalir. Sehingga menyebabkan lampu bertambah redup.

43.

A B
Gambar disamping merupakan struktur kisi suatu material. Pernyataan yang
benar berkaitan dengan material-material ini adalah...

(1) Cacat pada kristal B disebut kekosongan


(2) Cacat pada kristal A disebut interstisial
(3) Jarak antarkisi kedua kristal ini berbeda
(4) Jarak antarkisi pada kedua kristal ini bernilai sama

Jawaban:
Jawaban : D (Pernyataan 4 benar)

Karena jarak antarkisi kedua kristal akan sama, walau terdapat cacat pada
material tersebut.

Kondisi pada gambar A dan B merupakan cacat material.

Berdasarkan geometrinya, cacat pada material dapat dibagi menjadi empat


kategori, yaitu cacat titik, cacat garis, cacat bidang, dan cacat volume.

1. Cacat Titik
Cacat titik terdiri dari kekosongan, interstisial dan subtitutional, cacat
schottky dan cacat Frenkel.
a. Kekosongan
Hal ini terjadi ketika temperatur kristal cukup tinggi, dimana atom-
atom bergetar dengan frekuensi tertentu dan secara acak dapat
meninggalkan kisi. Lokasi kisi yang ditinggalkan disebut vacancy
atau kekosongan.

(Gambar A merupakan kondisi kekosongan pada material)

b. Interstisial
Interstisial yaitu penekanan atau penumpukan antara tempat kisi
teratur. Cacat ini terjadi karena adanya atom lain yang menyusup
dan adanya pergantian atom pada susunan atom.

(Gambar B merupakan interstisial pada material)

c. Cacat Schottky dan Cacat Frenkel


Cacat schottky adalah kekosongan pasangan kation dan anion.
Sementara cacat frenkel adalah kekosongan pasangan ion dan kation
interstisial. Keduanya, cacat schottky dan cacat frenkel merupakan
pasangan cacat titik yang tetap berdekatan satu sama lain karena
tarikan Coulomb yang kuat antara muatan yang berlawanan.
44. Seorang anak mengikat peluit dengan tali 1 m dan memutarnya dengan
kecepatan 2 m/s. Peluit mengeuarkan bunyi dengan frekuensi 200 Hz. Jika
ada seorang teman berdiri 500 m dari anak itu, maka …

(1) ketika peluit menuju teman, ia mendengar frekuensi lebih besar dari 200
Hz
(2) ketika peluit menuju teman, si anak mendengar frekuensi lebih besar dari
200 Hz
(3) ketika peluit menjauhi teman, ia mendengar frekuensi lebih kecil dari
200 Hz
(4) ketika peluit menjauhi teman, si anak mendengar frekuensi lebih kecil
dari 200 Hz

Jawaban:

Diketahui :

r =1m; 𝑣𝑠 = 2 m/s ; Fs = 200 Hz ; Sp = 500 m ; Vp = 0 m/s

𝑣 ± 𝑣𝑝
𝐹𝑝 = 𝐹
𝑣 ± 𝑣𝑠 𝑠

a. Saat pluit menuju teman


𝑣 + 𝑣𝑝
𝐹𝑝 = 𝐹
𝑣 − 𝑣𝑠 𝑠
340𝑚⁄𝑠+0 𝑚/𝑠
= ∙ 200 𝐻𝑧
340 𝑚/𝑠−2 𝑚/𝑠

340 𝑚⁄𝑠
= ∙ 200 𝐻𝑧
338 𝑚⁄𝑠
= 201.18 𝐻𝑧

b. Saat pluit menjauhi teman


𝑣 + 𝑣𝑝
𝐹𝑝 = 𝐹
𝑣 − 𝑣𝑠 𝑠
340𝑚⁄𝑠−0 𝑚/𝑠
= ∙ 200 𝐻𝑧
340𝑚⁄𝑠+2 𝑚/𝑠

340 𝑚⁄𝑠
= ∙ 200 𝐻𝑧
342 𝑚⁄𝑠
= 198.83 𝐻𝑧
c. Frekuensi yang didengar oleh si anak akan tetap 200 Hz, karena si anak
tersebut dapat dikatakan sebagai sumber bunyi karena pluit tersebut
berada di tangan anak tersebut.

Berdasarkan penjabaran diatas jawaban yang tepat adalah nomor (1) dan
(3), yaitu B.
45. n mol gas ideal digunakan sebagai zat kerja mesin dengan proses siklik
seperti pada gambar . Pada proses 1 → 2, kerja dilakukan pada gas sebesar
5 j dan gas melepas kalor sebanyak 25 j. Pada proses 2 → 3, energi dalam
gas bertambahsebesar 10 j. Pada proses 3 → 1, gas menyerap kalor sebesar
20j. Pernyataan yang benar untuk proses tersebut adalah....
(1) kerja yang dilakukan gas pada proses 3 → 1 sebesar 10j
(2) kerja yang dilakukan dalam satu siklus sebesar 15j
(3) pada proses 3 → 1, energi dalam gas bertambah sebanyak 10j
(4) efisiensi mesin tersebut adalah 50%

Jawaban:

Pada proses 3 → 1,energi dalam gas bertambah sebanyak 10j