Anda di halaman 1dari 2

Tugas/ Soal

BAB II

1. Mengapa seseorang yang telah dinyatakan memenuhi kriteria dan


persyaratan menjadi guru yang profesional harus memiliki profesionalisme
melalui profesionalisasi?
2. Kemukakan apa yang dapat terjadi jika guru tidak mengalami
profesionalisme tersebut
3. Diskusikan dalam kelompok Anda mengapa jabatan guru dan guru
profesional harus diawasi dan dilindungi
4. Diskusikan dalam kelompok Anda suatu gagasan tentang bagaimana
upaya melindungi guru profesional dalam menjalankan profesinya

Jawaban Soal
1. Kata profesionalisme mengacu pada kata proses. Demikian pula proses
menjadi guru. Seseorang yang ingin menjadi guru, tidak serta merta
setelah ada niat menjadi guru langsung menjadi guru. Seseorang yang
memilki niat menjadi guru itu harus mengikuti atau mengalami sejumlah
perjalanan yang terancang sedemikian rupa, dan dari setiap perjalanan
tersebut ia akan mengalami perubahan-perubahan tertentu yang pada
kahirnya dirinya terbentuk menjadi sosok guru yang profesional.
Proses yang harus dilalui seorang guru yang memiliki niat menjadi guru
sejak memilki niat menjadi guru, lalu memasuki lembaga pendidikan
untuk mengalami proses pendidikan, kemudian memperoleh pengakuan
sebagai guru yang profesional, kemudian terus belajar sampai menemukan
sosok guru yang benar-benar profesional
2. Jika seorang guru tidak mengalami profesionalisme maka yang akan
terjadi adalah guru tersebut tidak dapat menjadi guru yang benar-benar
profesional. Selain itu kinerja guru yang tidak mengalami profesionalisme
tentunya kurang baik. Kinerja guru merupakan salah satu indikator
penentu tercapainya tujuan pendidikan dan pembelajaran baik secara

1
kuantitatif maupun kualitatif. Sehingga apabila kinerja seorang guru
kurang baik, maka tujuan pendidikan tidak dapat berjalan baik.
3. PGRI mengeluarkan sebuah kode etik guru yang pada dasarnya mengatur
perilaku etis guru, melindungi profesi dan individu guru, mengatur batas
kewenangan guru dan mempertahankan kesejahteraan guru. Kode etik
guru terdiri dari 2 bagian yakni : (1) Kode etik Guru Indonesia; dan (2)
Kode Etik Jabatan Guru.
Kode etik tersebut menjadi patokan perilaku anggotanya, agar setiap
anggota terhindar dari pelanggaran larangan dan terhindar pula dari sanksi
yang mungkin diberikan oleh organisasi profesi.
4. Agar guru sebagai profesi aman dalam statusnya, perlu mendapat
perlindungan yang mencakup : perlindunganterhadap LPTK sebagai satu-
satunya lembaga pelatih dan pendidik guru, guru hanya boleh dijabat oleh
lulusan LPTK, organisasi guru, seperti PGRI, dilibatkan dalam memberi
pertimbangan dalam hal-hal yang menyangkut status, pengembangan,
pemberhentian, dan hak guru, serta pengawasan terhadap kode etik profesi
guru.

Anda mungkin juga menyukai