Anda di halaman 1dari 4

TRIASE DI INSTALASI GAWAT DARURAT

NO.DOKUMEN NO.REVISI Halaman


RUMAH SAKIT
KARANG TENGAH
MEDIKA 1/4

Ditetapkan oleh:
Direktur Utama,
STANDAR Tanggal Terbit
PROSEDUR dr. Hendrik Sulo, M.Kes Sp.Rad
OPERASIONAL

Triase adalah proses khusus memilah pasien


berdasarkan beratnya cedera atau penyakit (berdasarkan
PENGERTIAN
yang paling mungkin akan mengalami perburukan klinis
segera).
1. Umum : Meningkatkan mutu dan citra RS Karang
Tengah Medika
2. Khusus : - Memberikan pelayanan yang cepat dan
tepat kepada masyarakat yang berobat
ke IGD
TUJUAN - Untuk menentukan prioritas perawatan
gawat darurat medik serta prioritas
transportasi (berdasarkan ketersediaan
sarana untuk tindakan). Pada dasarnya
memilih berdasar prioritas atau penyebab
ancaman hidup.
 Sesuai dengan SK No. 025.13/SK/DIR/RS-
YAK/VI/2009 tentang Standar Prosedur Operasional
KEBIJAKAN
RS Karang Tengah Medika
TRIASE DI INSTALASI GAWAT DARURAT

NO.DOKUMEN NO.REVISI Halaman


RUMAH SAKIT
KARANG TENGAH
MEDIKA 2/4

 Sesuai dengan SK No. 1707.13/SK/DIR/RS-


YAK/IX/2009 tentang Pemberlakuan Standar
Prosedur Operasional RS Karang Tengah Medika
KEBIJAKAN
 Sesuai dengan SK No. 1695.13/SK/DIR/RS-
YAK/VIII/2009 tentang SOP Triase di Instalasi
Gawat Darurat RS Karang Tengah Medika
1.1. Proses triase inisial harus dilakukan oleh petugas
pertama yang tiba / berada ditempat dan
tindakan ini harus dinilai ulang terus – menerus
karena status triase pasien dapat berubah.
1.2. Triase harus mencatat tanda vital, perjalanan
penyakit pra rumah sakit, mekanisme cedera,
PROSEDUR
usia dan keadaan yang diketahui atau diduga
membawa maut. Temuan yang mengharuskan
peningkatan pelayanan antaranya cedera
multipel, usia ekstrim, cedera neurologis berat,
tanda vital tidak stabil, dan kelainan jantung –
paru yang diderita sebelumnya.
TRIASE DI INSTALASI GAWAT DARURAT

NO.DOKUMEN NO.REVISI Halaman


RUMAH SAKIT
KARANG TENGAH
MEDIKA 3/4

1.3. Survei primer membantu menentukan kasus


mana yang harus diutamakan dalam satu
kelompok triase (misal pasien obstruksi jalan
nafas dapat perhatian lebih dibanding amputasi
traumatik yang stabil).
1.4. Triase dan pengelompokkan berdasar Tagging.
 Prioritas Nol (Hitam) : Pasien mati atau
cedera fatal yang jelas dan tidak mungkin
diresusitasi.
 Prioritas Pertama (Merah) : Pasien cedera
berat yang memerlukan penilaian cepat serta
PROSEDUR tindakan medik dan transport segera untuk
tetap hidup (misal : gagal nafas, cedera
torako-abdominal, cedera kepala atau
maksilofasial berat, shok atau perdarahan
berat, luka bakar berat). Prioritas Kedua
(Kuning) : Pasien memerlukan bantuan,
namun dengan cedera yang kurang berat dan
dipastikan tidak akan mengalami ancaman
jiwa dalam waktu dekat. Pasien mungkin
mengalami cedera dalam jenis cakupan yang
luas (misal : cedera abdomen tanpa shok,
cedera dada tanpa gangguan respirasi
TRIASE DI INSTALASI GAWAT DARURAT

NO.DOKUMEN NO.REVISI Halaman


RUMAH SAKIT
KARANG TENGAH
MEDIKA 4/4

fraktura mayor tanpa shok, cedera kepala


atau tulang belakang leher tidak berat, serta
luka bakar ringan).
 Prioritas Ketiga (Hijau) :Pasien dengan
cedera minor yang tidak memerlukan
bantuan pertama sederhana namun
PROSEDUR
memerlukan penilaian ulang berkala (cedera
jaringan lunak, fraktura dan dislokasi
ekstremitas, cedera maksilo-fasial tanpa
gangguan jalan nafas, serta gawat darurat
psikologis).
1.5. Triase dilakukan oleh Dokter Jaga IGD
UNIT TERKAIT 1. Ruang IGD