Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH

VERTEBRATA
Tentang
PISCES
Dosen pembimbing : Fahruddin, M.Pd

DISUSUN OLEH: KELOMPOK 1


1. Hardianti
2. Andi Setiawan
3. Annisa Faturrahmawati
4. Elfira
5. M.Natsir
6. Nurfadillah

JURUSAN MIPA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) BIMA
2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Karunia serta
Hidayah-Nya kepada penyusun sehingga dapat menyelesaikan Makalah Vertebrata tentang
“PISCES”. Sholawat serta salam senantiasa tercurah pada junjungan kita Nabi besar Muhammad
SAW, beserta kerabat, sahabat dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.
Tidak lupa pula penyusun mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada
Dosen pembimbing mata kuliah vertebrata yang telah memberikan bimbingan dan arahan serta
motivasi dalam menyelesaikan makalah ini. Penyusun menyadari bahwa penyusunan laporan ini
masih jauh dari kesempurnaan yang disebabkan terbatasnya kemampuan penyusun. Oleh sebab
itu dalam kesempatan ini penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif guna
penyempurnaan makalah ini kedepannya.

Bima, 08 Maret 2018

Penyusun
KELOMPOK I

2
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ............................................................................................................... 1


KATA PENGANTAR ................................................................................................................ 2
DAFTAR ISI............................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................... 4
A. Latar Belakang ................................................................................................................ 4
B. Rumusan Masalah ........................................................................................................... 5
C. Tujuan ............................................................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................ 6
A. Pengertian Pisces ........................................................................................................... 6
B. Ciri-ciri Umum Pisces ................................................................................................... 7
C. Struktur Tubuh Pisces .................................................................................................... 7
D. Reproduksi Pisces .......................................................................................................... 9
E. Klasifikasi Pisces ......................................................................................................... 10
1. Kelas Agnatha (Ikan tak berahang) ........................................................................ 11
2. Chondrichthyes ( Ikan bertulang rawan) ................................................................ 15
3. Osteichthyes (Ikan bertulang sejati) ....................................................................... 21
BAB III PENUTUP .................................................................................................................. 28
A. Kesimpulan ................................................................................................................... 28
B. Saran .............................................................................................................................. 28
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 29

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pisces adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan
bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam
dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia, biasanya ikan dibagi menjadi ikan
tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang
rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan
bertulang keras (kelas Osteichthyes).
Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft)
hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Ada beberapa hewan
air yang sering dianggap sebagai "ikan", seperti ikan paus dan ikan duyung, yang sebenarnya
tidak tergolong sebagai ikan.
Ikan dapat ditemukan di hampir semua "genangan" air yang berukuran besar baik air
tawar, air payau maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga
beberapa ribu meter di bawah permukaan. Namun, danau yang terlalu asin seperti Great Salt
Lake tidak bisa menghidupi ikan. Ada beberapa spesies ikan dibudidayakan untuk dipelihara
untuk dipamerkan dalam akuarium.
Ikan adalah sumber makanan yang penting. Hewan air lain, seperti moluska dan
krustasea kadang dianggap pula sebagai ikan ketika digunakan sebagai sumber makanan.
Menangkap ikan untuk keperluan makan dalam jumlah kecil atau olah raga sering disebut
sebagai memancing. Hasil penangkapan ikan dunia setiap tahunnya berjumlah sekitar 100
juta ton.
Overfishing adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris untuk menjelaskan
penangkapan ikan secara berlebihan. Fenomena ini merupakan ancaman bagi berbagai
spesies ikan. Pada tanggal 15 Mei 2003, jurnal Nature melaporkan bahwa semua spesies
ikan laut yang berukuran besar telah ditangkap berlebihan secara sistematis hingga
jumlahnya kurang dari 10% jumlah yang ada pada tahun 1950. Penulis artikel pada jurnal
tersebut menyarankan pengurangan penangkapan ikan secara drastis dan reservasi habitat
laut di seluruh dunia. Dengan demikian pada makalah ini akan dibahas mengenai pisces

4
B. Rumusan Masalah
Adapun beberapa rumusan masalah yang ingin dibahas dalam makalah ini, diantaranya
ialah:
1. Apakah pengertian dari Pisces?
2. Apa sajakah ciri-ciri umum Pisces?
3. Bagaimanakah struktur tubuh Pisces?
4. Bagaimanakah reproduksi Pisces?
5. Apa sajakah klsifikasi Pisces?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka makalah ini bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui pengertian dari Pisces.
2. Untuk mengetahui ciri-ciri umum Pisces.
3. Untuk mengetahui struktur tubuh Pisces.
4. Untuk mengetahui reproduksi Pisces.
5. Untuk mengetahui klsifikasi Pisces.

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pisces
Ikan merupakan salah satu jenis hewan vertebrata yang bersifat poikilotermis
(berdarah dingin), memiliki ciri khas pada tulang belakang, insang (operculum) dan
siripnya serta bergantunga pada air tempatnya tinggal sebagai medium kehidupannya.
Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk
menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak bergantung pada arus atau gerakan air
yang disebabkan oleh arah angin. Dari keseluruhan vertebrata sekitar 50.000 jenis hewan,
ikan merupakan kelompok dengan jenis atau spesies terbanyak berkisar 25.988 jenis.
Jenis ikan yang ada di bumi sebagian besarnya ada dilaut karena perairan laut (air asin)
lebih besar daripada air tawar. Cabang ilmu biologi yang mempelajari ikan secara ilmiah
dengan penekanan pada taksonomi dan aspek lainnya disebut Ikhtologi atau Ichthyology.
Evolusi ikan dari zaman ke zaman dapat dilihat pada gambar berikut.

6
B. Ciri-ciri Umum Pisces
Ikan merupakan hewan vertebrata atau bertulang belakang. Hampir semua jenis
ikan memiliki beberapa ciri umum. Jika ada yang lebih spesifik semua tergantung kepada
jenis ikannya. Ciri umumnya adalah:
 Memiliki sirip untuk bergerak (sirip dada, punggung, perut, anal, ekor)
 Berkembang biak secara bertelur
 Memiliki endoskeleton
 Bernapas dengan insang
 Memiliki sisik yang licin dan berlendir
 Merupakan hewan poikiloterm
 Peredaran darahnya tertutup tunggal
 Morfologinya terdiri dari kepala,dada,badan dan ekor
 Geraknya dengan berenang di dalam air menggunakan sisik, gurat sisi, sirip dan
ekor.
 Hidup di air tawar maupun air asin (laut).

C. Struktur Tubuh Pisces


Struktur tubuh ikan umumnya adalah bagian kepala yang mengandung otak dan
organ-organ sensorik dengan 10 saraf cranial yang memiliki gurat sisi untuk merasakan
tekanan air, batang dengan dinding otot yang mengelilingi sebuah rongga yang berisi
organ internal dan otot ekor post-anal. Ikan merupakan hewan yang memerlukan reflek
bergerak yang memadai untuk menghindari musuh dan menangkap mangsa. Selain itu
ikan dituntut untuk memiliki keseimbangan yang baik. Maka dari itu, otak kecil pada
ikan berkembang lebih pesat karena otak kecil merupakan pusat keseimbangan dan
pergerakannya.
Ikan juga umumnya memiliki kulit yang berguna untuk menutupi tubuh beserta
dengan sekresi kelenjar berlendir yang mengurangi gesekan tubuh ikan dengan air, juga
hampir seluruh jenis ikan memiliki sisik yang berhubungan dengan sekresi kelenjar
lender membentuk lapisan yang nyaris tahan air. Ikan juga memiliki sirip yang berguna
untuk menentukan arah dan posisi berenang.

7
Tidak lepas dari sistem pernafasannya, ikan menggunakan insang yang berbentuk
lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Setiap insang terdiri
dari satu lengkung insang yang bertulang, sebaris sisir insang dan dua baris filament
insang lembut. Setiap filament insang memiliki banyak sekali pembuluh darah dan
filamen insang ini memiliki ruang permukaan yang besar untuk pertukanran gas. Bagian
terluar insang berhubungan dengan air sedangkan bagian dalamnya berhubungan erat
dengan kapiler-kapiler darah.
Alat peredaran darah ikan terdiri atas jantung dan sinus venosus. Jantung ikan
terdiri atas dua ruangan, atrium dan ventrikel terletak di belakang insang. Sinus venosus
adalah struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di
ruang depan jantung. Diantara atrium dan ventrikel jantung, terdapat klep yang menjaga
aliran darah ikan tetap searah. Peredaran darah ikan disebut peredaran darah tunggal
karena darah dari insang langsung beredar ke seluruh tubuh kemudian masuk ke jantung.
Jadi darah hanya beredar melalui jantung dengan rute jantung, insang menuju seluruh
tubuh kemudian kembali ke jantung.
Berikut struktur ikan pada umumnya:

8
Secara jelas, struktur tubuh ikan yaitu:
 Integumen (kulit)
 Mulut
 Terdapat cekung hidung (fovea nasalis)
 Terdapat rongga mulut (cavum oris)
 Mata tidak memiliki kelopak
 Insang
 Memiliki jantung terdiri dari 2 ruang (atrium dan ventrikel)
 Memiliki ekor

D. Reproduksi Pisces
Reproduksi pisces terjadi secara seksual, memiliki organ kelamin jantan dan
betina. Fertilisasinya bisa terjadi secara eksternal maupun internal. Fertilisasi eksternal
yaitu dilakukan dengan cara gamet-gametnya dikeluarkan dari dalam tubuhnya sebelum
fertilisasi. Fertilisasi ini dilakukan oleh hewan-hewan akuatik. Fertilisasi internal yaitu
dilakukan dengan cara sperma dimasukkan ke dalam alat reproduksi betina, selanjutnya
terjadi fertilisasi, setelah pembuahan telur membentuk membrane fertilisasi yang
menghalangi pemasukan sperma lainnya. Kadanng sperma itu hanya untuk mengaktivasi
telur. Fertilisasi ini dilakukan untuk adaptasi dengan kehidupan darat. Sebagian besar
betina dan jantan merupakan individu terpisah. Akan tetapi, pada beberapa family jantan
dan betinanya bisa terdapat pada satu individu sehingga mereka dapat melakukan
pembuahan sendiri (hemafrodit).

Alat Reproduksi Jantan dan Betina


9
Terdapat 3 (tiga) macam proses reproduksi pada kelas pisces yaitu ovipar, vivipar
dan ovovivipar. Sebagian besar ikan melakukan reproduksi ovipar yaitu pembuahan di
luar tubuh ikan betina dengan cara mengeluarkan telur dari dalam tubuh ikan betina dan
akan dibuahi oleh ikan jantan. Saat dibuahi, sel sperma akan masuk ke sel telur (oosit)
melalui lubang yang disebut mikrofil. Biasanya satu sel telur hanya dapat dimasuki oleh
satu selsperma. Oosit yang telah dibuahi disebut zigot. Contoh ikan yang bereproduksi
dengan cara ovipar adalah salmon, belut, ikan tuna, ikan mas.
Pada reproduksi secara vivipar, pembuahan terjadi di dalam tubuh ikan betina.
Perkembangan embroil di dalam tubuh betina dibantu oleh plasenta yang memberikan
nutrisi pada embrio. Pada reproduksi ovovivipar, perbedaanya adalah, embrio tidak
memperoleh nutrisi secara langsung dari induknya melainkan dari kuning telurnya dan
tubuh induknya berfungsi sebagai tempat perlindungan. Setiap embrio berkembang di
dalam telurnya masing-masing. Setelah cukup umur, telur akan pecaj di dalam tubuh
induknya dan anak akan keluar dari vagina indukbetinanya. Contoh ikan yang mengalami
reproduksi vivipar dan ovovivipar adalah ordo Lamniformes (ikan hiu). Anak yang
dihasilkan lebih sedikit dari yang bereproduksi secara ovipar.
Organ reproduksi ikan ada dua yaitu alat kelamin luar (lubang pengeluaran sel
telur) dan alat kelamin dalam (oviduk, ovarium). Pada ikan pembuahan secara eksternal,
betina tidak mengeluarkan telur yang bercangkang, namun ovum yang tidak akan
berkembang jika tidak dibuahi lebih lanjut. Ovum tersebut dikeluarkan melalui kloka,
sehingga terjadi fertilisasi di dalam air. Telur yang telah dibuahi tampak seperti bulatan-
bulatan kecil berwarna putih yang akan menetas dalam kurun waktu 24-40 jam.
Sedangkan pada ikan yang pembuahannya secara internal, seperti hiu dan pari, sel telur
tetap dihasilkan oleh ovarium kemudian menuju oviduk untuk dibuahi dan selanjutnya
akan melekat pada uterus hewan betina.

E. Klasifikasi Pisces
Ikan memiliki banyak jenis yang diperkirakan mencapai 40.000 spesies. Untuk
memudahkan dalam pengenalannya maka spesies tersebut dikelompokkan berdasarkan
kesamaan cirri yang dimiliki. Dalam hal pengelompokan ikan terdapat perbedaan antar
para ahli taksonomi ikan. Sebagian ahli seperti Weber memasukkan ikan ke dalam satu

10
kelas Pisces, sementara yang lain memasukkan kedalam superkelas. Ikan dikelompokkan
dalam 3 (tiga) kelas yaitu agnatha, chondrichthyes, dan osteichthyes (bony fish). Dari
ketiga klasifikasi tersebut, terbagi lagi kedalam beberapa macam, dapat dilihat pada
penjelasan berikut:
1. Agnatha / Cyclostomata (Ikan tak berahang)
Hewan yang termasuk Agnatha merupakan ikan primitif belum punya rahang.
Hidup secara parasit ataupun pemakan bangkai (Scavanger) .Bentuknya mirip seperti
belut yang memiliki mulut pengisap bundar.

Lamprey (Pretomyzon sp)


 Ciri-ciri ikan yang termasuk Agnatha.
a. Badannya memanjang berbentuk silinder sedangkan ekornya pipih. Kulitnya licin
tanpa sisik, dilengkapi kelenjar lendir (mucus). Siri tengah dorsal disokong oleh
tulang-tulang sirip (tulang rawan). Matanya ada sepasang.
b. Mulutnya ventro anterior dan merupakan mulut pengisap, dipingiran terdapat
tentakel.
c. Kanong hidung terdapat disebelah tengah atas dan jumlahnya hanya satu
d. Tengkorak kepala dan lengkung insang (viceral ) terdiri dari tulang rawan dan
notochord masih didapati dilengkapi archus neuralis yang tidak sempurna
e. Jantung terdiri dari dua ruang (seranbi dan bilik) . Darah merah berbentuk bulat-
bulat dan berinti juga memiliki butir-butir darah putih.

11
f. Insang terdiri dari 6 sampai 14 pasang terdapat di sisi pharynx berbentuk kantong
g. Ginjalnya sepasang bermuara di papil urogenitalis.
h. Temperatur tubuhnya tridak tetap (poikilothermus).
i. Alat kelamin atau (gonad) sebuah tidak memiliki saluran kepapilla urogenitalis .
Pembuahan terjadi di luar tubuh. Telur yang sudah dibuahi menetas menjadi larva
(= ammocoete = pride) dan ada yang langsung menjadi hewan (anak) - dewasa.
j. Otaknya berkembang naik, dengan 8 atau 10 pasang saraf cranial. Mempunyai
alat pendengar dengan 1 atau 2 bentuk saluran setengah lingkaran.
k. Mempunyai indra pembau.

 Struktur/Fungsi tubuh bagian luar.


Pada ikan lamprey tubuh dapat dibedakan atas caput (kepala), truncus (batang
tubuh) dan cauda (ekor). Bentuk silinder dengan bagian ekor yang pipih. Tubuhnya
tidak ditutupi oleh sisik. Sirip terdapat di dorsal tengah tubuh ada dua bagian dan
sirip ekor adalah asimetris. Diujung kepala arah ventral terdapat bentuk mangkok
yang disebut buccal funnel yang tepinya dilengkapi dengan papil-papil lunak dan
didalamnya terdapat gigi-gigi zat tanduk. Papil – Papil lunak tadi sebagai alat perasa.
Dengan adanya gigi memungkinkan Lamprey melekat dan memarut badan ikan lain.
Air ludahnya mengandung bahan kimia yang mampu mencegah pembekuan darah.
Insang terdapat di dalam kantong-kantong otot, yang terbuka keluar melalui
serangkaian celah yang terdiri dari 7 buah celah kecil di dalam berhubungan dengan
sebuah saluran yang bermuara di dalam mulut. Sepasang mata besar terdapat sebelah
lateral. Sepanjang latero-median terdapat saluran yang berisi indra peraba, dimana
saluran ini memanjang sampai ekor. Tubuh seluruhnya ditutupi (dibungkus) ephitel
dengan kelenjar lend.

 Struktur / Fungsi tubuh bagian dalam.


1. Sistem otot
Batang tubuh dan ekor tersusun oleh segment-segment otot pendek (bentuk)
seperti pada jenis ikan-ikan lain. Otot radial terdapat pada bagian buccalis dan
pada lidah sebagai otot daging protractor dan retractor.

12
2. Sistem rangka
a. Tulang tempurung kepala.
b. Tulang rawan lingulis dan tulang cincin sekitar buccalis.
c. Tulang-tulang archus yang terdapat diatas notochord seolah-olah seperti
archus neuralis pada vertebra.
d. Notochord sebagai sumbu tubuh yang dibungkus oleh jaringan ikat.
3. Sistem pencernaan makanan
a. Saluran pencernaan makanan dimulai dari mulut (terdapat di lidah) àpharynx
yang pendek – Oesophagus – intestinum (tidak ada lambung) yang
mempunyai klep disebelah anterior, didalam intestinum terdapat lekukan
spiral (typhosole) = klep spiral à anus.
b. Kelenjar pencernaan adanya hati pada umumnya tanpa saluran dan tidak
punya pancreas.
4. Sistem Peredaran Darah.
Jantung terdiri dari 2 bagian yaitu serambi dan bilik. Ventrikel memompakan
darah ke arteri dan atrium menerima darah dan pembuluh-pembuluh vena. Tidak
mempunyai sistem porta nasalis.
5. Sistem Pernafasan
Terdapat tujuh pasang insang berisi lembaran-lembaran insang yang mengandung
banyak kapiler-kapiler darah. Air tidak masuk melalui mulut seperti ikan biasa.
6. Sistem ekskresi
Terdapat dua buah ginjal (tingkat mesonephros) dilengkapi saluran sampai ke
sinus urogenitalis selanjutnya ke papila urogenitalis.
7. Sistem Reproduksi
Telur yang dibuahi berkembang menjadi larva ammocoete (pride) yang sangat
berbeda dengan hewan dewasa. Pada fase belum dewasa tidak dapat dibedakan
jantan dan betina (hermafrodit). Hewan betina mempunyai ovariy menghasilkan
beribu-ribu telor dan hewan jantan mempunyai testis menghasilkan sperma.
Saluran kelamin tidak ada pada kedua jenis kelamin tersebut. Gamet tumpah ke
dalam coelom melalui sepasang lubang (porus genitalis) masuk kedalam sinus
urogenitalis kemudian keluar (tumpah) kedalam air dan disana terjadi pembuahan

13
8. Sysem Saraf
Otak pada Lamprey masih sangat primitif. Otak depan berisi sepasang lobun
olfaktorius. Arah belakang ada cerebral hemisperes kecil, melekat ke dienophalon.
Dibawah dienophalon terdapat infindibulum dan pada bagian dorsal terdapat
struktur pineal. Pada otak tengah terdapat sepasang lobus optious (yang lebar).
Pada otak belakang terdapat cerebellum (rudimentair) kecil, arah ventral terdapat
modulls oblongata yang lebih besar. Dari otak keluar sepuluh pasang saraf
cranialis. Nervercord berbentuk sabuk dan terdapat akar belakang (dorsal) dan
ventral sebagai saraf Spinalis. Sistem saraf simpatis belum berkembang.

 Klasifikasi Agnatha
Dibedakan atas 2 ordo yaitu:
a. Myxiniformes
Tidak mempunyai sirip punggung, sirip daging kecil disekitar ekor. Mulut diujung
moncong dilengkapi dengan 4 pasang tentakel, tidak mempunyai buocal funnel,
ada beberapa gizi, kantong hidung dekat ujung kepala. Punya saluran ke pharynx,
kantong insang ada 10 sampai 14 pasang. Tidak mempunyai larva. Telur menetas
langsung menyerupai binatang dewasa (anak). Dapay menghasilkan banyak lendir
dalam waktu yang relatif singkat. Ada 1 famili, 3 genus dan 25 species terdapat di
laut beriklim dingin pada kedalaman 20-650 meter.
Contoh: Myxin glutinosa.
b. Cephalaspidomorphi
Salah satu spesies ikan anggota kelas ini adalah ikan lamprey (Lampreta planeri,
Petromyzon marinus). Ditemukan pada lingkungan laut dan perairan tawar.
Mempunyai siklus hidup sebagai larva yang disebut dengan ammocoete yang
hidup di perairan tawar. Biasanya larva mengubur dirinya di dalam substrat
lumpur. Ikan ini termasuk parasit atau predator. Ia mengisap darah dan cairan
tubuh ikan lain, seperti vampir. Kontradiksi dengan ikan dewasa, larva
(ammocoete) hidup membenamkan diri di lumpur sungai. Di sini ia akan
menyaring alga dan detritus. Dua pola hidup yang berbeda ini merupakan aspek
yang sangat menarik. Jumlah anggota kelas ini tercatat mendekati 40 spesies.

14
2. Chondrichthyes ( Ikan bertulang rawan)
Vertebrata kelas Chondrichthyes, hiu dan kerabatnya, disebutikan bertulang
rawan karena mereka memiliki endoskeleton yang relatif lentur yang terbuat dari
tulang rawan dan bukan dari tulang keras. Namun demikian, pada sebagian
besarspesies, beberapa bagian kerangka diperkuat oleh butiranberkalsium. Terdapat
sekitar 750 spesies yang masih hidupdalam kelas ini. Rahang dan sirip-berpasangan
berkembangdengan baik pada ikan bertulang rawan. Subkelas yang palingbesar dan
paling beranekaragam terdiri dari hiu dan ikan pari.

Ikan Hiu Ikan Pari

 Ciri-ciri Chondrichthyes
a. Rangka tulang rawan; Kerangka bertulang rawan pada ikan-ikan kelas ini adalah
karakteristik yang diperoleh, bukan karakteristik primitif. Hal itu disebabkan
leluhur Chondrichthyes ternyata memiliki kerangka bertulang keras dan kerangka
bertulang rawan yang merupakan karakteristik kelas itu berkembang setelahnya.
Selama perkembangan sebagian besar vertebrata, mula-mula kerangka tersusun
atas tulang rawan, kemudian menjadi tulang keras (mengeras) seiring dengan
mulai digantinya matrik tulang rawan yag lunak dengan matrik kalsium fosfat yang
keras (Neil A. Campbell, 2003)
b. Ada yang bersisik dan ada pula yang tidak;
c. Letak celah insang lateral dan ventral;
d. Mulut terletak pada sisi ventral;
e. Ada yang mempunyai spirakulum dan ada yang tidak;

15
f. Sirip berpasangan;
g. Lubang hidung sepasang; Lubang hidung pada kelas Chondrichtyes hanya
berfungsi untuk penciuman.
h. Jantung beruang dua.

 Morfologi
Morfologi pada kelas Chondichtyes dideskripsikan berdasarkan perwakilan kelas yaitu
ikan hiu. Hiu memiliki sirip ekor heterocercal yang di gunakan untuk berenang, celah
insang lateral, terdapat spirakel di belakang mata, sirip terdiri atas sepasang sirip dada
(pectoral) dan sirip perut (pelvic), satu atau dua sirip punggung (dorsal), satu sirip
ekor, kadang-kadang terdapat sepasang sirip dubur (anal).

 Antatomi eksternal
a. Gigi ikan hiu berkembang baik yang membuatnya ditakuti organisme lain. Gigi
pada hiu yang berada di gusi tidak menempel di rahang secara langsung dan gigi
tersebut bisa diganti setiap waktu.
b. Kerangka Hiu dan pari memiliki kerangka yang berbeda dengan ikan dan vertebrata
daratan. Hiu dan pari memiliki kerangka yg terbuat dari tulang rawan dan jaringan
konektif, karena itu keduanya memang tergolong pada kelas Chondrichthyes atau
ikan bertulang rawan.
c. Rahang hiu tidak melekat pada kranium. Permukaan rahang hiu dan lengkungan
tulang insangnya membutuhkan penopangan ekstra karena paparan yang berat
untuk fisik hiu serta butuh kekuatan yang besar.
d. Bentuk ekor hiu dipengaruhi lingkungan sehingga bentuknya bervariasi dari satu
jenis dengan jenis lainnya. Ekor berguna dalam memberi dorongan, memberi
kecepatan dan percepatan tergantung bentuk ekornya
e. Sistem Muskular Otot tubuh dan ekor merupakan karakter segmental dan berfungsi
untuk menghasilkan undulasi lateral batang tubuh dan ekor yang dibutuhkan untuk
berenang. Otot yang lebih terspesialisasi melayani sirip yang berpasangan, daerah
insang, dan struktur kepala.

16
 Anatomi Internal
Anatomi internal tubuh hiu berbeda dengan ikan yang memiliki tulang sejati
(tulang keras). Salah satu perbedaan utama adalah bahwa semua hiu memiliki
kerangka kartilago. Penyayatan perut dari panggul sirip ke sirip dada organ pertama
ditemui adalah hati. Hati menempati sebagian besar rongga tubuh hiu. Hati hiu
berukuran besar, lembut dan berminyak. Organ ini terdiri dari hingga 25% dari total
berat badan.
Hati hiu memiliki dua fungsi. Yang pertama adalah sebagai penyimpan energi
karena semua cadangan lemak disimpan di sini. Fungsi kedua hati adalah untuk
organ hidrostatik. Pelumas yang lebih ringan dari air disimpan dalam hati. Hal ini
mengurangi kepadatan sehingga memberikan daya apung tubuh untuk mencegah
tenggelamnya hiu. Selain hati, lambung dapat dilihat di dalam rongga tubuh. Di
dalam perut hiu sering ditemukan isi makanan terakhir.
Perut hiu sendiri berakhir pada penyempitan yang disebut pilorus, yang
mengarah pada duodenum dan kemudian ke katup spiral usus. Katup spiral usus
adalah organ yang digulung secara internal berfungsi meningkatkan luas bidang
permukaan untuk membantu penyerapan nutrisi. Katup spiral usus bermuara di
rektum dan anus yang pada gilirannya akan bermuara di kloaka. Kloaka adalah
ruang tempat saluran pencernaan, saluran kemih dan saluran kelamin yang terbuka
ke luar. Lambung, usus, dan organ dalam yang lain terdapat pada rongga tubuh
yang besar (selom). Selom dilapisi oleh membrane halus yang mengkilat yang
disebut peritoneum, yang juga melapisi organ-organ.organ0organ yang ditopang
dari dinding middorsal selom oleh mesenterium tipis, juga salah satui bentuk
peritoneum. Septum transversal memisahkan selom dari rongga yang mengandung
jantung.
Di dalam rongga tubuh juga terdapat pankreas yang merupakan kelenjar
pencernaan dengan dua lobus merah muda. Selan itu terdapat dua organ lain yang
tidak termasuk dalam sistem pencernaan. Yang pertama adalah limpa, yang
merupakan organ gelap di dekat perut yang dimiliki oleh sistem limfatik. Yang
kedua adalah kelenjar dubur, organ kecil yang terbuka oleh saluran ke dalam anus.

17
Karena berfungsi sebagai kelenjar garam, membuang kelebihan natrium klorida
(garam) dari darah.
 Sistem pencernaan
Sistem pencernaan pada Chondrichthyes terdiri dari mulut, faring,
oesofagus yang pendek, lambung, usus dan bermuara ke anus. Mulut yang
lebar dibatasi oleh barisan transversal gigi yang meruncing tajam; gigi ini
tertanam di dalam daging pada rahang dan secara berkala digantikan oleh
barisan gigi baru dari belakang. Lidah yang rata menempel ke lantai mulut. Di
sisi faring yang lebar terdapat lubang yang mengarah ke celah insang dan
spirakel yang terpisah. Esofagus yang pendek mengarah ke lambung yang
berbentuk J, yang berujung di otot sfringter sirkular, katuk polarik. Usus
mengikuti dan berhubungan langsung dengan kloaka serta anus. Di usus
terdapat sekat yang tersusun spiral, dilapisi dengan membrane mukosa, yang
menunda masuknya makanan dan menyediakan daerah absorbsi yang besar.
Hati yang besar terdiri atas dua lobus panjang, melekat di ujung anterior
rongga tubuh. Empedu dari hati mengumpul di kandung empedu yang kehijau-
hijauan dan kemudian melintas melalui saluran empedu ke bagian anterior
usus. Pankreas terdapat di antara lambung dan usus, salurannya bergabung
dengan usus tepat di bawah saluran empedu. Kelenjar rektal yang ramping,
fungsinya tidak diketahui, melekat di dorsal penghubung antara usus dan
kloaka.
 Sistem sirkulasi
Jantung terdapat di bawah daerah insang, dalam sebuah kantung
perikardium; kantung tersebut terdiri atas: Sinus venosus, berdinding tipis yang
menerima darah dari berbagai vena, diikuti oleh Atrium; Ventrikel, berdinding
tebal; dan Konus arteriorus, dari sini darah melintas secara anterior ke aorta
ventral , dari aorta ini lima pasang arteri brankial aferen terdistribusi ke kapiler
insang untuk aerasi, empat pasang arteri brankial aferen kemudian
mengumpulkan darah ke aorta dorsal, yang memanjang di sepanjang dinding
middorsal selom.
Arteri utama terdiri atas:

18
 Sepasang karotis eksternal dan internal di kepala;
 Sepasang subklavia ke sirip pektoral;
 Seliaka ke lambung, hati, dan usus;
 Mesenterika anterior ke limpa besar yang meruncing dan bagian belakang
usus;
 Mesenterika posterior ke kelenjar rektal;
 Beberapa renalis dan gonadika (ovarika atau spermatika) ke ginjal dan organ
reproduksi; serta
 Sepasang iliaka ke sirip pelvik. Di luar sirip pelvik terdapat aorta kaudal
yang menyambung ke ekor.
Pada sistem vena, darah di vena kaudal pada ekor diteruskan ke:
 Sepasang vena porta renalis ke ginjal. Darah yang lain dari daerah posterior
melintas ke depan dalam
 Sepasang vena postkardinal yang parallel dengan jantung dan pada
 Pasangan vena abdominal lateral di setiap sisi rongga tubuh
 Pasangan vena jugularis dan vena cardinal anterior mengembalikan darah
dari daerah kepala semua vena ini masuk ke dalam sinus besar yang
terhubung ke sinuis venosus. Darah dari saluran pencernaan mengalir dalam
 Vena porta hepatika untuk disaring melalui sinosuid seperti kapiler di hati
kemudian di kumpulkan di
 Vena hepatika yang bergabung dengan sinus venosus. Darah melinta melalui
jantung, tetapi hanya sekali setiap lintasan tubuh, seperti pada cylostomata
serta sebagian besar ikan, dan darah jantung semua tidak mengandung
oksigen.
 Sistem respirasi
Sistem respirasiDengan membuka dan menutup mulut ikan hiu menghalau air ke
dalam mulut dan menekan keluar dengan kekuatan (mulut menutup) melalui
celah insang dan spiracle. Insang tersusun atas filamen (lembaran-lembaran)
yang banyak mengandung pembuluh darah kapiler. Darah dari ventral aorta akan
melalui kapiler tersebut melepaskan CO2 dan mengikat oksigen yang larut
dalam air (Jasin, 1984).

19
 Sistem reproduksi
Fertilisasi internal. Ikan hiu jantan mempunyai alat kopulasi yang disebut
klasper (penjepit). Yang betina mempunyai 2 ovarium di dekat ujung anterior
kavum abdominal. Telur yang masak melepaskan diri, menembus selaput
ovarium, dan masuk kedalam selom. Telur itu lalu ditarik masuk ke dalam
ostium yang membentuk corong, terus masuk oviduk. Ujung posterior oviduk itu
masing-masing membesar menjadi uterus. Dalam uterus embrio berkembang
sampai menjadi ikan hiu yang dapat berenang.
 Sistem saraf
Otak ikan hiu sudah lebih maju di banding lamprey.dari 2 sakus olfaktori di
bagian moncong, saluran olfaktori memanjang ke lobus olfaktori besar yang
melekat pada pasangan selebral hemisfer diencephalon.

 Klsifikasi Chondrichthyes
Kelompok satu ini juga terbagi ke dalam 2 sub kelas yaitu Elasmobranchii dan
Holocephali.
a. Elasmobranchii
Vertebra terdiri atas tulang rawan (dengan sedikit pengapuran tetapi tidak terjadi
osifikasi). Ikan ini mempunyai rahang. Jumlah insang dan celah insang berkisar
antara 5 - 7 pasang, yang setiap pasangnya mempunyai sekat pelat insang.
Lengkung insang berupa tulang rawan, yang di dalamnya terdapat arteri insang
dan saraf insang. Spirakel terletak di depan celah insang. Ikan mempunyai sirip
yang berpasangan. Terdapat sepasang nostril (dirhinous). Bersisik plakoid atau
tidak bersisik. Ikan jantan biasanya mempunyai alat penyalur sperma yang
dinamakan klasper (miksopterigium). Bentuk sirip ekor tidak simetris
(heteroserkal).
b. Holocephali
Ikan ini umum disebut ratfish karena ekornya yang ramping dan memanjang
serta kepala yang meruncing seperti tikus. Rahang atas menyatu dengan
kranium. Jumlah insang ada empat pasang dan celah insang satu pasang. Tanpa
sisik pada ikan dewasa. Tidak punya spirakel dan tidak ada kloaka. Ikan yang

20
jantan mempunyai alat penyalur sperma disebut tenakulum, yang terletak di
kepala bagian depan. Kelas Holocephali hanya terdiri atas satu ordo, yaitu
Chimaeriformes. Salah satu anggotanya ialah Chimaera monstrosa L.

3. Osteichthyes (Ikan bertulang sejati)


Pada umumnya yang dimaksud ikan dalm kelas Osteichthyes yaitu tubuhnya
berskeleton tulang keras, terbungkus oleh kulit yang bersisik, berbentuk seperti
torpedo, berenang dengan sirip, bernapas dengan insang. Bermacam-macam spesies
hidup dalam air tawar atau air laut.

 Ciri-ciri khusus osteicthyes:


a. Kulitnya banyak mengandung kelenjar mucosa, biasanya diliputi oleh sisik (sisik
ganoid, cycloid atau ctenoid) beberapa spesies tidak bersisik; bersirip pada bagian
dorsal maupum bagian ventral dan pada sebelah menyebelah tubuhnya dengan
beberapa pengecualian. Sirip biasanya disokong oleh jari duri tulang rawan atau
kras, tidak berkaki.
b. Mulut terletak di ujung dan bergigi rahang tumbuh dengan baik dan bersendi pada
tempurung tulan kepal; mempunyai dua sacci olfactorious yang umumnya
berhubungan dengan ongga mulut, bermata besar, tidak berkelopak mata.

21
c. Skeleton terutama berupa tulang keras kecuali beberpa jenis yang sebagian
bertulang rawan; bentuk vertebrae bermacam-macam, pina caudalis biasanya
homocercal; sisa-sisa notochord masing-masing tampak.
d. Jantung terdiri dari dua ruangan yaitu atrium dan ventrikel dengan sinus venosus
dan conus arteriosus yang berisi darah vena; terdpat 4 pasang archus aorticus; sel
darah merah berbentuk oval dan berinti.
e. Pernapasa dilakukan dengan beberapa pasang insang yang terletak pada archus
yang berada dalam ruangan celah insang pada kedua tepi samping dari faring,
tertutupoleh operculum, biasanya memiliki gelembung udara dan memiliki ductus
pneumaticus. Beberapa mempunyai bentuk seperti paru-paru.
f. Terdapat 10 pasang nervi cranalis.
g. Suhu tebuh tergantung pada lingkungan sekitarnya.
h. Memiliki sepasang gonad, umumnya ovipar (beberapa ada yang ovovivipar atau
vivipar); fertilisasi terjadi di luar tubuh kecuali beberapa spesies.

 Struktur dan Fungsi tubuh


Bentuk tubuh bermacam-macam, tetapi sebagian besar berbentuk gelendong
pipih, ukuran tinggi tubuh lebih dari pada lebarnya, maka penampang potongannya
berbentuk oval. Bentuk gelendong atau torpedo memudahkan gerak dalam air.
Kepala terbentang mulai dari ujung moncong sampai dengan akhir operculum. Badan
tembentang dari akhir operculum sampai anus da sisanya adalah ekorr. Mulut
terdapat di ujung muka moncong terdapat rahang yang bergigi. Sebelah dorsal
moncong terdapat sepasang lubang hidung sebelah luar yang sebelah dalamnya
terdaat sacci olfactorious, mata terletak sebelah lateral tanpa kelopak mata. Di
sebelah belakang mata tebentang operculum, dibaahnya erdapat sejumlah sisir
insang. Anus dan aperture urogenitalis terdapat di depan ina analis.
Pada punggung terdapat pina dorsalis, pada akhir badan terdapat pina caudalis,
dan daerah ventral di bagian ekor terdapat anal. Sirip adalah suatu perluasan
integument yang tipis yang disokong oleh jari-jari sirip. Semua sirip, kecuali sirip
dorsal ada yang lemah yang disokong oleh jari-jari atau duri yang mengandung

22
banyak zat kapur. Fungsi sirip adalah untuk mempertahankan keseimbangan dalam
air dan untuk berenang.
a. Penutup tubuh
Seluruh tubuh dibungkus oleh kulit yang terdiri atas epidermis halus yang
menghasilkan mucosa guna mempermudah gerak di dalam air dan melindungi
diri terhadap micro organisme yang menyebabkan penyakit.
Pada tubuh dan ekor di epidermis terdapat sisik yang tersusun bertindihan seperti
genting rumah. Massing-masing sisk tertanam dalam saku dermal dan tumbuh
sepanjang hidup. Pada Osteichthyes terdapat 3 macam sisik, yaitu:
 Sisik cycloid yang berbentuk bulat. Pada sisi ini, tampak lingkaran yang
berbeda-beda.
 Sisik ctenoid yang berbentuk bulat, agak lonjong, berduri kecil-kecil pada
bagian anterior sedangkan pada posterior memecah diri manjadi beberapa
bagian.
 Sisik ganoid, berbentuk belah ketupat dengan bagian kecil yang tertanam
dalam saku dermis. Permukaan luar dilapisi oleh zat ganoine dan
mengandung duri-duri halus. Di bawah sisik sebelah menyebelah tubuh
terdapat linea lateralis yang berupa suatu saluran. Dimana di dalamnya
terdapat alat sensoris yang peka terhadap getaran gelombang air akibat
gelombang.
b. Skeleton
Sisik dan sirip merupakan eksoskeleton, sedang endoskeleton terdiri atas
tulang tempurung kepala, columna vertebralis, gardie pectoralis, tulang-tulang
kecil tambahan yang menyokong sirip.
Tempurung kepala terdiri atas cranium sebagai tempat otak, Capsule
tempat beberapa pasang organon sensoris dan skeleton viceralis yang merupakan
bagian pembentuk tulang rahang dan penyokong lidah insang untuk mekanisme.
Tengkorak melekat pada dekat sekali dengan columna vertebralis, oleh karena
itu ikan ini tidak memutan kepalanya.

23
c. Sistem musculus (Otot)
Tubuh dan ekor sebagian besar tersusun oleh otot daging yang bersegmen.
Otot daging itu melekat pada vertebra jari-jari penyokong. Bagian-bagian otot
daging itu lebar dan berbentuk lapisan yang zigzag memanjang ke belakang.
Antara segmen-segmen terdapat lapisan jaringan ikat seolah-olah sebagai septa.
Otot dagingnya kecil pada sirip bagian insang dan kepala.
d. Sistem Digestoria (Pencernaan)
Rahang banyak terdapat gigi. Terdapat sejumlah kelenjar mucosa, tetapi
tidak terdapat kelenjar ludah. Lidah kecil melekat pada dasar rongga mulut.
Faringnya pada celah insang banyak mengandung lembaran-lembaran insang
yang terletak sebelah menyebelah. Kemudian menuju esophagus terus ke
ventriculus. Antara ventriculus dan intestinum terdapat klep pyloris. Di daerah
sekitar pyloris terdapat 3 saluran kecil sebagai alat sekresi atau absorbs. Terdapat
kelenjar pencernaan yang berupa hepar yang mengandung vesica felea yang
bersaluran menuju ke intestinum sedangkan kelenjar pancreas tidak terpisah dari
hati.
e. Sistem Circulatoria (Sirkulasi)
Jantung terdiri atas dua ruang yaitu ventriculum dan auriculum. Darah
kembali ke jantung melalui vena terus berkumpul pada sinus venosus, kembali
masuk ke auriculum. Darah dari auricuum melalui vebtriculum dipompa menuju
insang melalui conus arteriosus, aorta ventralis, 4 pasang arteri afferent
branchialis. Saluran terakhir akan menyalurkan darah melalui kapiler dalam
insang untuk mengambil oksigen. Kemudian darah dikumpulkan melalui arteri
afferent branchialis menuju aorta dorsalis, kemudin beredar melalui cabang
arteri.
Darah tampak pucat dan butir-butir darah relative lebih sedikit bila
dibandingkan dengan vertebrata darat. Plasma darah mengandung eritrosit yang
berinti dan leukosit. Limpa sebagai bagian sisten sirkulasi terdapat di dekat
lambung dengan pembuluh-pembuluh lympha.

24
f. Sistem Respiratoria (Respirasi
Pernapasan dilakukan oleh insang yang terdapat dalam empat pasang
kantong insang yang terletak sebelah menyebelah faring di bawah operculum.
Setiap bilah insang terdiri atas lembaran ganda filament. Tiap filament tersusun
atas banyak plat transversal yang dibungkus oleh lapisan epithelium yang
benyak mengandung pembuluh darah apiler yang berada diantara afferent
branchialis dan efferent branchialis (lengkung insang) dan pada perbatasannya
terdapat sisir duri yang berfungsi menahan makanan dan benda-benda keras lain
lewat celah insang pada saat pernapasan berlangsung.
Waktu bernapas operculum menutup melekat pada dinding tubuh, archus
branchialis mengembang kea rah lateral. Air masuk melalui mulut. Kemudian
klep mulut menutup, sedang archus branchialis berkontraksi, dengan demikian
operculum terangkatterbuka. Selanjutnya air mengalir keluar melalui filament.
Pada saat itulah darah mengambil oksigen dan melepaskan karbon dioksida.
Gelembung udara atau gelembung renang berdinding tebal terdapat dalam
rongga tubuh seblah dorsal. Gelembung ini mempunyai hubungan dengan faring
melalui ductus pneumatticus. Saluran itu hanya terdapat pada beberapa ikan
tertentu saja. Gelembung udara berfungsi sebagai alat hidrostatis dengan
menyesuaikan diri ke dalam air. Penyesuaian itu dilakukan dengan jalan
mengeluarkan dan menyerap gas-gas dari pembuluh darah. Pada ikan tertentu
gelembung udara itu berfungsi membantu alat respirasi atau sebagai alat
respirasi. Ada juga yang berfungsi sebagai alat perasa atau penghasil suara.
g. Sistem Reproductiva (Reproduksi)
Seks terpisah. Pada ikan jantan terdapat sepasang terstis yang membesar
pada masa perkawinan. Melalui vas defferensia sperma dikeluarkan lewat
papillae urogenitalis. Pada hewan betina sel telur akan keluar dari ovari melalui
oviduct yang selanjutnya keluar melalui papillae urigenitalis. Pembuahan
umumnya terjadi di luar tubuh.
h. Sistem Exceretoria (Ekskresi)
Ginjal yang gilik terletak diantara vesica pneumattica dengan tulang
vertebrae. Cairan yang mengandung sisa-sisa persenyawaan nitrogen dan

25
hidrogen diambil dari darah dalam ginjal akan ditampung dalam vesica urinaria
melalui ureter dan selanjutnya pengosongan dilakukan melalui sinus urogenitalis
ke luar.

 Klasifikasi Osteichthyes
Kelompok yang terakhir ini juga terbagi dalam dua sub kelas yaitu Sarcopterygii
dan Actinopterygii.
a. Sarcopterygii
Ikan ini dideskripsikan oleh JLB Smith dan dinamai Latimeria chalumnae,
sebagai penghormatan bagi Marjorie Courtenay-Latimer dan sebagai pengingat
Sungai Chalumna yang dimukanya merupakan perairan tempat ikan ini
tertangkap. Miss Latimer adalah kurator sebuah musium lokal yang kecil. Dia
lah orang pertama mengenali ikan coelacanth dan memberitahu Smith. Ikan
coelacanth tak berhenti membuat berita, ketika pada tahun 1998 ditemukan
spesies baru di perairan Manado yang kemudian dinamai Latimeria
menadoensis. Sebagian dari kelas ini sudah punah dan tinggal fosil. Dari antara
anggota kelas ini ada satu spesies yang menjadi catatan penting dalam sejarah
iktiologi. Spesies ini adalah coelacanth yaitu fosil dan diperhitungkan hidup
pada kurun waktu antara masa pertengahan Devonian (350 juta tahun yang lalu)
sampai akhir Cretaceous (66 juta tahun yang lalu). Dunia terkejut ketika tepat
sebelum Natal tahun 1938 seekor coelacanth hidup tertangkap oleh pukat tarik
(trawl) pada kedalaman 70 meter di pantai timur Afrika Selatan. Perhatian dunia
tersedot dan takjub, karena sebelumnya ikan ini hanya dikenal dari fosilnya.

SARCOPTERYGII

26
b. Actinopterygii
Kelas Actinopterygii merupakan kelas yang paling banyak di bumi. Nelson
(2006) menegaskan bahwa kelas ini mencakup 44 ordo yang memiliki 26.891
spesies. Sekitar 44% dari jumlah spesies tersebut adalah ikan air tawar. Cirri-
cirinya yaitu notokorda seperti rangkaian manik, atau seperti manik-manik yang
terpisah, mempunyai rahang (maksila dan premaksila), rangka terdiri atas tulang
sejati, lengkung insang merupakan tulang sejati, yang terletak di bagian tengah
insang, mengandung arteri dan saraf, mempunyai sirip yang berpasangan (sirip
dada dan sirip perut), mempunyai sepasang lubang hidung, mempunyai sisik
yang umumnya bertipe sikloid dan stenoid, tetapi ada juga yang bersisik tipe
ganoid dan beberapa kelompok tanpa sisik, biasanya mempunyai gelembung gas
dan tidak memiliki kloaka.

ACTINOPTERYGII

27
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
a. Pisces adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air
dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling
beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia.
b. Ciri umumnya adalah memiliki sirip untuk bergerak (sirip dada, punggung, perut,
anal,ekor), Berkembang biak secara bertelur Memiliki endoskeleton Bernapas dengan
insang, Memiliki sisik yang licin dan berlendir, Merupakan hewan poikiloterm,
Peredaran darahnya tertutup tunggal, morfologinya terdiri dari kepala,dada,badan dan
ekor, Geraknya dengan berenang di dalam air menggunakan sisik, gurat sisi, sirip dan
ekor, Hidup di air tawar maupun air asin (laut).
c. Struktur tubuh ikan umumnya adalah bagian kepala yang mengandung otak dan
organ-organ sensorik dengan 10 saraf cranial yang memiliki gurat sisi untuk
merasakan tekanan air, batang dengan dinding otot yang mengelilingi sebuah rongga
yang berisi organ internal dan otot ekor post-anal
d. Reproduksi pisces terjadi secara seksual, memiliki organ kelamin jantan dan betina.
Fertilisasinya bisa terjadi secara eksternal maupun internal.
e. Pisces dikelompokkan dalam 3 (tiga) kelas yaitu ikan tanpa rahang (kelas Agnatha),
ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes), dan sisanya tergolong ikan bertulang
keras (kelas Osteichthyes).Dan dari ketiga kelas tersebut masing-masing akan dibagi
lagi super kelasnya.

2. Saran
Pembahasan untuk materi ini diperlukan pemahaman yang dalam dan juga
diperlukan banyak referensi, karena masih banyak berbagai informasi yang selalu
mengalami pembaruan dan belum dikemukakan. Namun penyusun tetap berharap dengan
adanya makalah ini dapat menjadi salah satu refrensi mengenai kelas pisces.

28
DAFTAR PUSTAKA

Aziz, Muhammad. 2010. Sistem Saraf Pada ikan. Diakses dari


http://azizmuh.wordpress.com/materi/sistem-saraf-pada-ikan/ . Pada tanggal 2 Maret
2018 pukul 19.00 Wita

Bratowidjoyo, Mukayat Djarubito. 1994. Zoologi Dasar. Jakarta: Penerbit Erlangga

Devita, 2011. Pisces. Diakses dari http://devia.site90.net/pisces.htm. Pada tanggal 3 Maret 2018
pukul 15.00 Wita

Jasin, Maskoeri. 1992. Zoologi Vertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya.

Maulana, Puri. 2012. Makalah Pisces. Diakses dari


http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/kelas-pisces-ikan-pengertian-ciri-ciri-
reproduksi-contoh.html. Pada tanggal 4 Maret 2018 pukul 17.00 Wita.

Naniu, Sulaeman. 2010. Klasifikasi Pisces Dan Struktur Tubuh. Diakses dari
http://sulemannaniu.blogspot.com/2012/11/pisces_12.html. Pada tanggal 3 Maret 2018
pukul 16.00 Wita.

Paizal, Yusuf. 2012. Makalah biologi tentang pisces. Diakses dari http://yusup-
paizal.blogspot.com/2011/03/makalah-biologi-tentang-pisces.html. Pada tanggal 2 Maret
2018 pukul 13.00 Wita.

Sukiya. 2003. Biologi Vertebrata. Jogjakarta: Jurusan Biologi FMPA UNY

Zalehah. 2012. Makalah Pisces. Diakses dari http://makalahpisces-zaleha-s.blogspot.com/. Pada


tanggal 2 Maret 2018 Wita.

29