Anda di halaman 1dari 12

VISUAL MOTOR INTEGRATION (VMI)

A. Sejarah dan deskripsi Alat Tes

Alat tes VMI meupakan alat tes Developmental test of visual motor

integration yang dapat melihat dengan jelas gradasi perkembangan motorik anak.

Tes ini dikembangkan oleh Keith E. Berry, Ph. D. Adapun sasaran tes ini adalah

untuk anak usia 2-15 tahun, alat tes ini hampir sama dengan frostig dan BG.

Dalam tes ini, tugas anak adalah menirukan gambar-gambar geometric

untuk melihat VMI (korelasi antara persepsi visual dan ekspresi motorik).

Geometric design lebih umum dikenal daripada huruf atau angka. Dalam tes ini

juga perlu dilakukan observasi bagaimana anak menggambar.

B. Kegunaan VMI

Adapun kegunaan alat tes ini, antara lain;

Alat dasar penilaian pendidikan

Alat untuk melihat sejauh mana integrasi antara persepsi visual dan

ekspresi motorik

Learning disabilities

C. Administrasi Test

Pensil tanpa penghapus

24 gambar geometris

24 buah kertas ukuran lebih kurang sama dengan alat tes

1
Intruksi, “Dapatkah kamu menggambar seperti ini? selanjutnya Anak tidak

boleh menjiplak dan tester tidak boleh menyebutkan nama dari bentuk

geometric tersebut

Letakkan buku/gambar tepat didepan anak, hindari jangan sampai anak

melihat gambar berikutnya sebelum saatnya.

Anak meniru gambar satu per satu

Anak usia 5 tahun keatas, bisa diberikan secara kelompok (3 sampai 4

orang)

Anak yang usianya lebih muda dapat diberikan secara individual

 Administrasi Tes Kelompok

1. Setiap anak harus memiliki 2 pensil no.2, idealnya dengan penghapus.

2. Bagikan booklet tes dan berkata “ mohon buka booklet anda ketika saya

meminta anda untuk melakukannya.

3. Setelah distribusi, katakan “halaman dengan band menunjuk ke atas harus

menghadap anda.

4. Saat anda menunjukkan, katakan” sekarang bukakan booklet anda dengan

memutar dari atas, seperti ini”

5. Penting agar booklet dan setiap posisi tubuh anak berpusat dan sejajar

dengan meja kerja selama pengujian.

6. Menunjukkan pada papan tulis bagaimana cara menyalin bentuk, tapi tidak

menggunakan salah satu bentuk tes. bentuk yang anda buat sebagai

percobaan. Berkata: anda dapat menyalin apa yang anda lihat pada pada

2
setiap bagian atas halaman. Buatlah gambar seperti ini dari setiap bentuk

di ruang bawahnya.

7. Katakan: bentuk-bentuk ini disalin secara berurutan, dimulai dari nomor 1.

Hanya satu percobaan pada setiap bentuk diperboleh. Dan anda tidak dapat

menghapus.

8. Katakan: beberapa bentuk sangat mudah, dan beberapa bentuk sangat sulit

bahkan untuk orang dewasa. Tapi cobalah untuk mengerjakan semuanya.

9. Berkata: lakukan yang terbaik dengan yang mudah dan sulit.

 Administrasi Tes Individual

1. Beberapa tester menghapus cover booklet tes (halaman 1, 2, 23, dan 24)

untuk menggunakan halaman 23 dapat mencatat pengamatan selama

pemeriksaan.

2. Anak harus memiliki pensil no.2 tanpa pengahapus.

3. Tempatkan booklet tes menghadap ke bawah sebelum anak tiba

4. Jaga booklet tes dan posisi anak sejajar dengan meja kerja selama

pengerjaan tes. posisi tubuh dan booklet yang berbeda akan sangat

mempengaruhi tugas.

5. Bukalah booklet itu ke bentuk halaman pertama dan arahkan ke bentuk 1

dan ke ruang kosong dibawahnya. Katakan: buatlah yang seperti ini.

Buatlah disini.

6. Berikan dorongan pada anak jika perlu, namun jangan telusuri bentuk

dengan jari atau pensil. Karena hal itu akan memberikan isyarat penting.

3
7. Jika anak tidak mengerti tugasnya atau tidak menyalin salah satu dari 3

bentuk pertama dengan cukup baik, maka baliklah ke halaman kosong 22,

ulangi menarik garis vertikal dengan pensil pada bagian atas, sisi kiri

lembaran mintalah anak meniru bentuk seperti yang anda gambarkan.

8. Apakah anak tersebut menarik garis seperti yang anda contohkan, setelah

mendapatkan mendapatkan peluang- ulangi dengan menarik garis

horizontal pada bagian kanan tengah halaman 2 dan meminta anak meniru

dibawahnya. Apakah anak dapat mengikuti prosedur garis tersebut.

9. Jika anak dapat meniru dari salah satu ketiga bentuk itu, balikkan lagi

untuk mencoba menyalin bentuk halaman 4, dan meminta anak tersebut

langsung mengerjakannya tanpa dicontohkan lagi.

10. Minta dengan menununjuk dan mengatakan buatlah seperti ini untuk

sebanyak mungkin bentuk. Biarkan hanya satu percobaan per bentuk,

tanpa menghapus. Begitu anak mrespon dengan baik, katakan: bagus.

Lanjutkan dan kerjakan sisanya. Anda dapat beralih ke halaman berikutnya

jik anda sudah selesai mengerjakannya.

11. Catatlah pengamatan selama pengerjaan tes berlangsung.

12. Tes dapat diakhiri setelah tiga bentuk berurutan anak tidak berhasil

mengerjakannya.

4
THE MARRIANE FROSTIG TEST (Developmental Test of Visual

Perception)

A. Sejarah dan Deskripsi alat Tes

Tes ini hampir sama dengan Tes Bender Gestalt dan VMI, Dilakukan

pada anak usia 4-7 tahun 11 bulan, adapun tujuan dilakukan tes ini adalah ntuk

melihat kemampuan persepsi pada anak-anak normal/tidak, untuk melihat

hubungan dengan learning disabilities, dan untuk melihat 5 aspek yang

berhubungan dengan persepsi visual anak, antara lain:

- Eye motor coordination (motor skill)

- Figure & ground (recognition)

- Constancy of shape (recognition)

- Position in space (recognition)

- Spatial relationship (copying)

B. Administrasi

Terdiri dari 35 halaman booklet frostig

11 kartu demonstrasi dari macam-macam bentuk geometris

3 Transparan skoring untuk subtes 1c, 1d dan 1e

4 pensil berwarna (merah, biru, coklat dan hijau) digunakan untuk anak

TK

Batasan waktu untuk tes secara individual 30 sampai 40 menit (dapat

diberikan secara klasikal)

5
Waktu untuk setiap subtes 5 sampai 10 menit

Work limit, tapi perhatikan keseluruhan waktu yang digunakan setelah tes

selesai

* Menarik garis lurus dari kiri ke kanan

Yang harus diperhatikan pada saat tes berlangsung adalah setiap penarikan

garis jangan sampai :

- Membentur dinding

- Pensil tidak boleh diangkat

- Tidak boleh putus garisnya

- Garis lurus tidak boleh diulang-ulang

- Tidak boleh memakai penggaris atau penghapus

- Instruksi dapat diberikan 2 kali (diulang)

6
TES BENDER GESTALT

A. Sejarah

Tes Bender Gestalt sering disebut dengan tes Visual-Motor. Alat tes ini

dikembangkan oleh Lauratta Bender (1978). Kelebihan dari tes Bender Gestalt

adalah dapat mengungkap kerusakan fungsi otak dan gangguan emosi. Tes ini

dapat digunakan pada anak-anak.

B. Landasan Teori

Tes yang dikembangkan oleh Lauretta Bender pada tahun 1938.

berdasarkan penelitian Weitheimer 1923 mengenai penerapan psikologi Gestalt

dalam persepsi. Prinsip Gestalt dalam tes Bender Gestalt, adalah kemampuan

mempersepsikan sebuah desain menjadi satu kesatuan yang utuh. Adapun dasar

teori gestalt oleh Max Wertheimer, yaitu:

7
- Law of proximity (hukum kedekatan)

- Law of closure (hukum penutupan)

- Law of equivalence (hukum kesetaraan)

C. Kegunaan Tes Bender Gestalt

1. Sebagai tes Intelegensi yang memberi gambaran kasar kecerdasan anak

usia muda (5 samai 6 tahun), dan berkorelasi dengan IQ verbal dan IQ

performance WISC

2. Tes kesiapan sekolah yaitu sebagai Screening test sebelum mulai sekolah

3. Perkiraan prestasi akademik, Bila hasil test BG pada waktu masuk TK

bagus dan prestasi di sekolah bagus.

4. Mendeteksi kesulitan belajar dan berhitung

5. Mendiagnosa keterbelakangan mental: Dapat digunakn untuk anak Mental

Retarted dengan Menta Age (5 hingga 10 tahun 6 bulan)

6. Mendiagnosa Brain Injury, dan

7. Dapat mengidentifikasi & mengevaluasi Gangguan Emosional.

D. Sasaran

Tes ini Berlaku untuk usia 5 hingga 10 tahun 6 bulan atau anak Mental

Retarted dengan Mental Age 5 – 10 tahun 6 bulan.

E. Administrasi

Alat-Alat:

- 9 kartu bergambar figur BG

- 2 lembar kertas ukuran folio (posisi vertical)

8
- Pensil 2B dan penghapus (tidak dilarang menyediakan penghapus pensil).

Binalah rapport dengan subjek dan mulailah memberikan penjelasan

tentang pelaksanaan Tes Bender-Gestalt sambil menunjukkan rangkaian

kartu tes.

Instruksi: “Saya punya 9 kartu yang gambarnya harus kamu tirukan. Ini

gambar pertama, coba buat atau tirukan persis seperti ini (gambar

diperlihatkan satu persatu)

Letakkan kartu desain di atas kertas gambar anak (mintalah anak untuk

menggambar dengan kertas gambar dalam posisi vertical, sedangkan kartu

tes dalam posisi horizontal sesuai tanda penyajian).

Waktu: work limit, tapi perhatikan keseluruhan waktu yang digunakan

setelah tes selesai.

Adapun hal-hal yang dapat diobservasi pada perilaku anak, antara lain

meliputi:

 Sering muncul perilaku memutar kartu

 Bila pada desain 8 anak memutar kertas untuk mencari tempat yang

kosong untuk menggambar, maka perilaku ini tidak dapat disebut

perilaku memutar gambar (jangan disekor sebagai rotasi).

 Dalam mengerjakan anak cenderung lamban/perlahan atau tergesa-

gesa. Meskipun Tes Bender-Gestalt bukan tes kecepatan, namun

perbedaan waktu mengerjakan akan memberikan arti dalam

interpretasi.

9
 Penggunaan kata-kata/verbal untuk menggambarkan bentuk desain

(anak menggambar sambil memverbalisasi bentuk desain. Contoh:

“ini garis lurus, lurus, lurus terus disambung sama yang lengkung”)

ataubila anak mengasosiasikan desain tersebut dengan bentuk tertentu.

Contoh desain 5: “Nah! Ini huruf Y yang terbalik!” (jika anak benar-

benar memutar kartu agar bisa membuat salinan huruf Y yang terbalik,

maka tester perlu member peringatan agar tidak dibalik.

 Perhatikan pula bila terdapat perilaku anak yang sering menggambar

dulu di udara (membayangkan gerakan yang akan dilakukan) sebelum

dia menggambar di kertas. Atau bila anak sering mengikuti bentuk

desain di kartu tes dengan jarinya sebelum ia menyalin desain tersebut

dalam kertasnya.

 Bila anak menanyakan ukuran desain atau jumlah titik-titikdalam

desain, tester perlu memberi jawaban seperti “Cobalah membuat

sepersis mungkin”. Bila anak cenderung menghitung berulang-ulang

karena merasa salah dalam menghitung, maka tester harus

memperingatkan “Kamu tidak perlu menghitung titik-titik ini, cobalah

saja untuk membuat yang mirip bentuknya”.

 Bila anak meminta tambah kertas (dari 2 lembar kertas yang

disediakan) maka berilah anak kertas tambahan tanpa member

komentar.

Penyajian: bisa individual dan klasikal, Penyajian secara klasikal hanya

dapat digunakan untuk kepentingan deteksi kemampuan visual-motorik

10
dan bukan untuk kepentingan diagnosis klinis. Kartu desain dapat

diperbesar 3x lipat dengan proporsi yang sama dengan kartu asli (dapat

digunakan untuk kelompok yang kurang lebih berjumlah 6 sampai 15

orang).
 Menggunakan Booklet tes Bender-Gestalt
 Menggunakan OHP atai slide (terutama untuk kelompok yang besar)
 Memberikan satu rangkaian kartu desain tes Bender-Gestalt pada

setiap subjek

DAFTAR PUSTAKA

11
Beery K. E. (1989). The VMI Development Test of Visual-Motor Integration.

USA: Manufactured.

Koppitz, E. (1973). The bender Gestalt Rest for Young Children Vol. II Research

and Application. New York: Grune stratton Inc.

Tim Kekhususan Klinis Anak. (2014). Tes Persepsi Visual Motorik. Materi

Powerpoint. Magister Profesi Psikologi Universitas Sumatera Utara.

12