Anda di halaman 1dari 5

UJIAN AKHIR SEMESTER

IKHTIOLOGI (Take Home)


Kamis, 8 Juni 2017
Dosen : Dra. Titin Herawati M.Si.

Nama :Rahmad Afdillah

NPM : 230110160154

Kelas : Perikanan C Tanda Tangan :

1. a. Gambarkan Organ dan kelenjer Osmoregulasi pada ikan !


Menurut Stickney (1979), salinitas berhubungan erat dengan proses osmoregulasi
dalam tubuh ikan yang merupakan fungsi fisiologis yang membutuhkan energi.
Menurut Rahardjo (1980) ikan melakukan osmoregulasi untuk mengatur
keseimbangan air dan garam dalam tubuh ikan. Organ yang berperan dalam
proses tersebut antara lain ginjal, insang, kulit, dan membran mulut dengan
berbagai cara serta hormon dan kelenjer yang bekerja adalah pituitari,ginjal dan
urophisis(Stickney 1979).

Gambar 1. Insang Gambar 2. Ginjal ikan


(Sumber: ejournal.unimed.ac.id) (Sumber : ejournal.Unimed.ac.id)

Gambar 3. Lapisan Kulit Ikan Gambar 4. Membran Mulut


(Sumber : www.PintarBiologi.com) (Sumber : www.PintarBiologi.com)

b. Tuliskanlah mekanisme dan kerja organ tersebut !


Rahardjo (1980) menyatakan bahwa osmoregulasi adalah pengaturan
tekanan osmotik cairan tubuh yang layak bagi kehidupan ikan sehingga
prosesproses fisiologis tubuhnya berjalan normal.
Sistem osmoregulasi pada Ikan laut hidup di lingkungan yang hipertonik
ke jaringan dan cairan tubuh, sehingga cenderung kehilangan air melalui kulit dan
insang, dan kebobolan garam. Untuk mengatasi hilangnya air, ikan laut
minum sebanyak mungkin. Dengan demikian berarti juga akan meningkatkan
kandungan garam dalam cairan tubuh. Fakta dehidrasi dapat dicegah oleh proses
ini dan kelebihan garam harus dihilangkan. Karena ikan dipaksa oleh kondisi
untuk mempertahankan osmotik air, volume urine kurang dari ikan air
tawar.Tubuli ginjal dapat berfungsi sebagai penghalang air. Jumlah glomeruli ikan
laut cenderung lebih sedikit dan bentuk yang lebih kecil daripada di ikan air tawar
Sekitar 90% dari nitrogen limbah yang dapat dihapus melalui insang, sebagian
besar dalam bentuk amonia dan sedikit urea. Namun, urine masih mengandung
sedikit senyawa.
Sistem Osmoregulasi pada ikan air tawar Ginjal akan memompa kelebihan
air keluar sebagai urin. Apakah ginjal glomerulus dalamjumlah banyak dengan
diameter besar. Hal ini dimaksudkan untuk lebih mampu menahan tubuh garam
sehingga tidak untuk memompa air keluar dan di seni yang sama sebanyak
mungkin. Ketika cairan memasuki tubuh tubuli ginjal malpighi, glukosa akan
diserap kembali di proximallis tubuli dan garam diserap dalam tubuli distal. Ginjal
dinding tubuli impermiable (kedapair, kedap air). Ikan keluar dari air yang sangat
encer dan seniyang mengandun g sejumlah kecil senyawa nitrogen.

Gambar 5. Sitem osmoregulasi pada ikan air laut dan air tawar
(Sumber : Smith 1982 dalam Fujaya 1999)

2. a. Gambarkan Organ dan Kelenjer Reproduksi ikan baik jantan maupun


betina !

Gambar 6. a) Alat reproduksi ikan betina, b) Alat reproduksi Jantan


(Sumber: http://www.ilmudasar.com)
b. Tuliskan mekanisme kerja organ dan dan kelenjer tersebut !
Secara umum hormon reproduksi dihasilkan oleh tiga bagian utama yakni
Hipotalamus, Hipofisa, dan Gonadotropin. Ketiga bagian inilah yang memegang
peranan penting dalam mensintesis ataupun mensekresikan hormon reproduksi.
Hipotalamus menghasilkan hormon Gn-RH (Gonadotropin Releasing Hormone),
dimana Gn-RH berfungsi untuk merangsang atau menstimulasi hipofisa anterior
untuk mensintesis hormon gonadotropin yakni FSH dan LH, ICSH pada jantan.
Setelah hipotalamus menstimulasi hipofisa anterior, maka hipofisa anterior akan
mensintesis dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin yakni FSH (Follicle
Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) pada betina dan ICSH
(Interstitial Cell Stimulating Hormone) pada jantan.Hormon gonadotropin (FSH,
LH, dan ICSH) berperan dalam merangsang perkembangan pada organ reproduksi
baik jantan maupun betina. FSH akan menstimulasi pertumbuhan folikel di dalam
ovarium dalam menghasilkan hormon estrogen tepatnya pada folikel yang
terdapat di dalamnya, sedangkan LH akan menstimulasi ovarium dalam
menghasilkan hormon progesteron tepatnya pada corpus luteum.
Pada jantan, FSH akan menstimulasi testis dalam menghasilkan dan
mengatur perkembangan sperma serta proses spermatogenesis tepatnya di dalam
tubulus seminiferus. Sedangkan LH akan menstimulasi testis dalam mensintesis
hormon testosteron yang tepatnya berlangsung di dalam sel leydig atau sel
interstitial.
A. Mekanisme kerja Hormon pada ikan betina
Telah diketahui bahwa hipotalamus merupakan kelenjar sumber hormon
reproduksi. Dimana hipotalamus dalam kerjanya menghasilkan hormon Gn-RH
yang kemudian Gn-RH akan menstimulasi hipofisa anterior dalam mengatur
pelepasan hormon FSH dan hormon LH. Hormon FSH akan menstimulasi
pertumbuhan folikel dalam ovarium dan menghasilkan hormon estrogen,
sedangkan hormon LH akan menstimulasi corpus luteum dalam ovarium untuk
menghasilkan hormon progesteron. Apabila terlampau banyak FSH yang
dilepaskan oleh HA (hipofisa anterior) maka kadar estrogen yang dihasilkan oleh
folikel akan semakin meningkat, disinilah peranan enzim inhibin dalam
menghambat folikel dalam menghasilkan hormon estrogen melalui feedback
negatif terhadap HA (hipofisa anterior) (Lukman 1999).
B. Mekanisme kerja hormon pada ikan jantan
Tidak jauh beda dengan penjelasan diatas, hal yang membedakan adalah
pada hewan jantan yang berperan sebagai alat reproduksi primer adalah testis. Di
dalam testis terdiri dari tubulus seminiferus dan sel leydig. Tubulus seminiferus
akan menghasilkan dan mengatur perkembangan sperma dalam proses
spermatogenesis, sedangkan sel leydig berperan dalam mensintesis hormon
testosteron (Lukman 1999).
Proses spermatogenesis yang terjadi di dalam tubulus seminiferus
distimulasi oleh FSH sedangkan pelepasan hormon testosteron oleh sel leydig
distimulasi oleh ICSH. Apabila terlampau banyak FSH yang dilepaskan oleh HA
(hipofisa anterior) maka kadar spermatozoa yang dihasilkan oleh tubulus
seminiferus akan semakin meningkat, disinilah peranan enzim inhibin dalam
menghambat tubulus seminiferus dalam menghasilkan spermatozoa melalui
feedback negatif terhadap HA (hipofisa anterior).
3. a. Gambarkan Kelenjer Endokrin dan eksokrin pada ikan

Gambar 7. a). Kelenjer Endokrin b). Kelenjer Eksokrin


(Sumber : http://www.kuttabku.com)
b). Tuliskan Mekanisme Kerja Kelenjer tersebut!
 Kelenjar eksokrin, menghasilkan senyawa yang dialirkan melalui saluran.
Misalnya, kelenjar air liur.
 Kelenjar endokrin, menghasilkan senyawa yang dialirkan langsung ke
darah atau tidak melalui saluran. Misalnya, kelenjar tiroid dan pituitari.
Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjarendokrin
mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon.Hormon merupakan senyawa
protein / senyawa steroid yang mengatur kerja proses fisiologis tubuh.Hormon
bekerja sama dengan system syaraf untuk mengatur pertumbuhan, dan tingkah
keseimbangan internal, reproduksi dan tingkah laku. Kedua system tersebut
mengaktifkan sel untuk berinteraksi satu dengan yang lain dengan menggunakan
messenger kimia.Kelenjar endokrin menggunakan messenger kimia yaitu hormon
yang diedarkan oleh system trasnportasi (darah), dan mempengaruhi sel target
yang ada diseluruh tubuh.
Kerja system endokrin lebih lambat dibandingkan dengan system syaraf,
sebab untuk mecapai sel target hormon harus mengikuti aliran system
transportasi. Sel target memiliki receptor sebagai alat khusus untuk mengenali
impuls / rangsang. Ikatan antara receptor dengan hormon di dalam atau di luar sel
target, menyebabkan terjadinya respons pada sel target.
Mesenger kimia dalam system neuron adalah neurotransmitter.
Neurotransmitter bergerak dalam sel syaraf dan pindah ke sel syaraf berikutnya
melalui celah sinapsis, hingga sampai pada receptor sel target.

4. a). Gambarkan sistem saraf pada ikan dan tuliskan bagian-bagiannya !

Gambar 8. Sisteem syaraf pada ikan


(Sumber : Dokumentasi Pribadi)
b). Tuliskan mekanisme kerja sistem syaraf tersebut, mulai dari aksi
sampai terjadi reaksi !
Pada umumnya mekanisme kerja sistem syaraf pada ikan mulai dari aksi
sampai reaksi adalah sebagai berikut : Reseptor -> neuron sensorik -> otak ->
neuron motorik -> efektor. Pertama ikan menerima rangsangan atau reseptor dari
lingkungan luar, melalui organ atau bagian tubuh luar ikan, bisa jadi reseptor
melalui kulit atau misai. Kemudian reseptor itu diteruskan kedalam organ seperti
otak dan sumsun tulang belakang. Rangsangan yang diterima otak besar akan
diteruskan kepada otak kecil dalam bentuk impuls yang dapat diartikan oleh otak
kecil. Impuls akan merambat melalui serabut saraf dan sinapsis karena adanya
perbedaan tekanan potensial antara bagian luar dan bagian dalam serabut saraf.
Respon yang diterima oleh otak akan diolah dan diubah kedalam bentuk gerakan
atau tingkah laku.

5. Tuliskan aplikasi ikhtiologi pada ilmu terapan !


Menurut saya aplikasi ikhtiologi pada ilmu terapan yang nyata bagi saya
adalah pada bidang penangkapanbidang budidaya perikanan. Yang pertama
pengaplikasian dalam bidang penangkapan. Dengan mempelajari ikhtiologi, kita
jadi tau sifat-sifat dan kebiasaan ikan, sehingga dalam bidang penangkapan
terlahirlah inovasi-inovasi dalam bidang penangkapan baik dari teknik maupun
dari alat penangkapan, sehingga akan meningkatkan hasil tangkapan nelayan.
Contohnya pada saat mempelajari sifat ikan yang butuh cahaya banyak dan
sedikit, dan akhirnya muncullah alat tangkap dengan inovasi alat tangkapnya
ditambahkan lampu. Misal pada alat tangkap ikan teri. Dan dengan mempelajari
ikhtiologi juga kita dapat mengetahui habitat dari ikan, sehingga dalam
pengerahan wilayah tangkap dan alat yang digunakan lebih efesien dan efektif.
Sedangkan dalam bidang budidaya, dengan mempelajari ikhtiologi kita dapat
memanipulasi jumlah ikan yang diinginkan sehingga stok ikan dapat dimainkan
dan akhirnya mendapatkan keuntungan bagi pembudidaya, dengan ikhtiologi juga
mampu memunculkan inovasi pada pemilihan pakan dan pada saat pemberian
pakan.

DAFTAR PUSTAKA

Luqman, M., 1999. Fisiologi Reproduksi. Fakultas Kedokteran


Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya.

Stickney, R.R. 1979. Principles of Warmwater Aquaculture. John Willey and


Sons. New York, 375 pp.