Anda di halaman 1dari 23

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERAWATAN PRE OPERASI

DI RUANG BEDAH ASTER RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

OLEH:

Kelompok I Keperawatan Medikal Bedah

1. Yan Naganingrum P., S.Kep 131313143106

2. Nuzulul Zulkarnain Haq., S.Kep 131313143107

3. Siti Khulaifah., S.Kep 131313143109

4. Israfil.,S.Kep 131313143114

5. Ketut Lastri Aryati.,S.Kep 131313143110

6. Cici Desiyani., S.Kep 131313143122

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)

ANGKATAN B15

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

2014
SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERAWATAN PRE OPERASI

DI RUANG BEDAH ASTER RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

Topik : Keperawatan Medikal Bedah

Sub Topik : Perawatan Pre Operasi

Sasaran : Pasien dan Keluarga Pasien

Tempat : Ruang Bedah Aster

Hari/tanggal : Kamis, 10 April 2014

Waktu : 45 menit

1. 1. Tujuan

1) Tujuan Instruksional Umum

Setelah mendapatkan penyuluhan, pasien dan keluarga pasien dapat memahami tentang

perawatan sebelum operasi atau pre operasi.

2) Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mendapatkan penyuluhan, pasien dan kelurga dapat :

(1) Menjelaskan pengertian perawatan pre operasi

(2) Menjelaskan jenis dan tujuan tindakan operasi

(3) Menjelaskan faktor resiko pada tindakan operasi


(4) Menjelaskan persiapan sebelum operasi

(5) Menjelaskan persiapan psikologis

(6) Menjelaskan persiapan fisik

(7) Mendemonstrasikan tekhnik keterampilan pasca operasi

1. 2. Materi

1) Pengertian perawatan pre operasi

2) Jenis dan tujuan tindakan operasi

3) Faktor resiko pada tindakan operasi

4) Persiapan sebelum operasi

5) Persiapan psikologis

6) Persiapan fisik

7) Keterampilan pasca tindakan operasi

1. 3. Metode

1) Ceramah

2) Diskusi, dan

3) Demonstrasi

1. 4. Media
1) Leaflet

2) Flip Chart

3) Alkohol gliserin

4) Tisu

1. 5. Organisasi kegiatan

Pembimbing akademik : Abu Bakar.,S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.MB

Pembimbing klinik : Tri Jungaju Ambarwati, S.Kep.,Ns

Penyaji materi : Siti Khulaifah.,S.Kep

Moderator : Ketut Lastri Aryati.,S.Kep

Observer : Israfil., S.Kep

Fasilitator : Yan Naganingrum P., S.Kep

Nuzulul Zulkarnain Haq., S.Kep

Cici Desiyani, S.Kep

1. 6. Kegiatan Penyuluhan

NO WAKTU KEGIATAN MAHASISWA KEGIATAN

PESERTA
1 5 Menit Pembukaan:

1 Membuka kegiatan dengan 1 Menjawab


mengucapkan salam salam

2 Memperkenalkan diri 2 Mendengarkan

3 Kontrak waktu 3 Memperhatikan

4 Menjelaskan tujuan dari

penyuluhan.

5 Menyebutkan materi

penyuluhan yang akan diberikan


2 25 Menit Pelaksanaan :

Menjelaskan tentang: Mendengarkan dan

memperhatikan
1. Pengertian perawatan pre

operasi

2. Jenis dan tujuan tindakan

operasi

3. Faktor resiko dalam

tindakan operasi

4. Persiapan sebelum operasi

5. Persiapan psikologis

6. Persiapan fisik

7. Mendemonstrasikan

keterampilan pasca
tindakan operasi dan cara

mencuci tangan yang baik

dan benar

3 10 menit Diskusi: Mengajukan

pertanyaan
1. Memberikan kesempatan

pada peserta untuk

mengajukan pertanyaan

kemudian didiskusikan

bersama dan menjawab

pertanyaan

2. Memberikan leaflet

kepada peserta

4 3 Menit Evaluasi :

Menjawab &
1. Menanyakan pada peserta
menjelaskan
tentang materi yang
pertanyaan
diberikan

dan reinforcement kepada

peserta bila dapat

menjawab & menjelaskan

kembali
pertanyaan/materi.

2. Memberikan kesempatan

kepada peserta untuk

mendemonstrasikan

keterampilan pasca

tindakan operasi dan cara

mencuci tangan yang baik

dan benar.

5 2 Menit Terminasi :

1 Mengucapkan terima kasih Mendengarkan dan

kepada peserta membalas salam

2 Mengucapkan salam

1. 7.

Flip Chart
: Observer
: Penyaji
: Fasilitator
: Peserta penyuluhan
: Moderator
Keterangan :
Setting Tempat Penyuluhan

1. 8. Job Description
2. Moderator

Uraian tugas :

1) Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan tim kepada peserta.

2) Mengatur proses dan lama penyuluhan.

3) Memotivasi peserta untuk bertanya.

4) Memimpin jalannya diskusi dan evaluasi.

5) Menutup acara penyuluhan.

1. Penyaji

Uraian tugas :

1) Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah dipahami

oleh peserta.

2) Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan.

3) Menjawab pertanyaan peserta.

1. Fasilitator

Uraian tugas :

1) Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.

2) Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.

3) Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.

4) Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi peserta.

5) Membagikan leaflet dan lembar evaluasi kepada peserta.


1. Observer

Uraian tugas :

1) Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri sehingga

memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan.

2) Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.

3) Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan.

4) Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana penyuluhan.

1. 9. Evaluasi

2. Standart

1) Kesiapan materi

2) Kesiapan SAP

3) Kesiapan media : Flip Chart dan leaflet

4) Undangan peserta hadir di tempat penyuluhan

5) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan diadakan H-2

6) Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 10 orang.

1. Proses

1) Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.

2) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan

3) Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar

4) Suasana penyuluhan tertib


5) Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan.

1. Hasil

Peserta dapat menjelaskan:

(1) Menjelaskan pengertian perawatan pre operasi

(2) Menjelaskan jenis dan tujuan tindakan operasi

(3) Menjelaskan faktor resiko pada tindakan operasi

(4) Menjelaskan persiapan sebelum operasi

(5) Menjelaskan persiapan psikologis

(6) Menjelaskan persiapan fisik

(7) Mendemonstrasikan tekhnik keterampilan pasca operasi

MATERI PENYULUHAN

Perawatan Pre Operasi (Persiapan Sebelum Operasi)

1. 1. Pengertian

Perawatan pre operasi merupakan suatu proses perawatan sebelum operasi, yang dimulai saat

klien dan keluarga mengambil keputusan untuk dilakukan operasi dan berakhir ketika klien

berpindah atau berada di ruang operasi.

1. 2. Jenis & Tujuan Tindakan Operasi


1) Diagnostik, yaitu jenis operasi yang dilakukan untuk memperoleh infomasi dalam

menegakkan diagnosis pasti dari suatu penyakit.

2) Paliatif, yaitu tindakan operasi yang dilakukan untuk menurunkan atau mengurangi nyeri

atau gejala penyakit dan tidak menyembuhkan.

3) Ablatif, yaitu tindakan pembedahan yang dilakukan dengan cara pengangkatan bagian

tubuh yang berpenyakit untuk proses penyembuhan, contoh amputasi.

4) Konstruktif, yaitu tindakan pembedahan yang dilakukan untuk memperbaiki fungsi atau

penampilan yang telah hilang atau menurun, contoh implantasi payudara, dagu, hidung, dll.

5) Transplantasi, yaitu tindakan pembedahan yang mengganti struktur tubuh yang tidak

berfungsi, contoh transplantasi ginjal.

1. 3. Faktor Resiko

Tindakan operasi dapat menimbulkan sedikit resiko jika keadaan umum klien baik. Masalah

kesehatan umum yang dapat meningkatkan resiko dan dapat menjadi faktor penyebab ditundanya

suatu tindakan operasi adalah malnutrisi, stres, obesitas, hipertensi, gangguan fungsi jantung,

diabetes melitus, gangguan pada pembekuan darah, dan penyakit lain yang menjadi

kontraindikasi tindakan operasi.

1. 4. Persiapan sebelum Operasi

1) Formulir Persetujuan / Informed consent

Informed consent merupakan formulir persetujuan yang membuktikan bahwa klien dan keluarga

benar membutuhkan tindakan operasi, dan bersedia untuk dilakukan tindakan operasi terhadap

klien. Formulir ini disediakan oleh pihak rumah sakit, dan ditanda tangani jika klien dan keluarga
telah mendapat penjelasan yang jelas dari petugas (dokter atau perawat) tentang tindakan operasi

yang akan dilakukan.

2) Hasil Pemeriksaan Penunnjang

Hasil pemeriksaan laboratorium pre operasi seperti pemeriksaan darah, urin, dahak, dan lain lain

harus menunjukkan hasil yang normal.

Hasil pemeriksaan lain sepert foto rontgen, USG, EKG, dan lain lain juga harus disiapkan

sebelum tindakan operasi dilakukan.

3) Persiapan Khusus

Pemeriksaan golongan darah anggota keluarga merupakan persiapan yang sangat penting untuk

mempersiapkan kebutuhan darah bagi klien jika klien membutukan transfusi darah pasca

tindakan.

1. 5. Pesiapan Psikologis

Empat dimensi tindakan perawatan sebelum operasi yang mampu mengatasi kebutuhan

psikologis klien adalah :

1) Informasi

Informasi yang jelas tentang persiapan operasi merupakan kebutuhan utama yang dapat

mengatasi kecemasan klien. Informasi yang dimaksud meliputi apa yang akan dialami klien,

berapa biaya yang dibutuhkan, kapan tindakannya dilakukan, siapa dokter penanggung jawab,

apa yang akan rasakan klien pasca tindakan, dan apa yang harus dilakukan klien dan keluarga.

2) Dukungan psikosial
Keberadaan orang terdekat selama perawatan pra operasi sangat penting dalam upaya mengatasi

kecemasan klien. Keberadaan petugas kesehatan (perawat atau dokter) juga merupakan

dukungan sosial yang penting yang sangat dibutuhkan klien selama perawatan pra operasi.

3) Peran klien dan keluarga

Peran klien dan keluarga meliputi melaksanakan semua peraturan pra operasi dan bertanya

kepada perawat atau dokter yang merawat jika mengalamai kesulitan dan membutuhkan bantuan

informasi.

4) Pelatihan keterampilan

Pelatihan keterampilan sangat penting dilakukan untuk mengatasi kecemasan klien pasca

tindakan operasi yang dialami.

Pelatihan keterampilan ini meliputi mobilisasi dini pasca operasi, latihan napas dalam, latihan

batuk efektif, cara menyokong luka operasi yang benar.

1. 6. Persiapan Fisik

1) Pembatasan Nutrisi dan Cairan

Program puasa merupakan program penting sebelum operasi dilakukan. Puasa dilakukan karena

obat obatan anastetik diyakini dapat menekan fungsi gastrointestinal dan akan berbahaya jika

klien mengalami muntah dan aspirasi selama pemberian anastetik umum.

Menurut Crenshaw dan Winslow (2002) dalam Kozier (2010) program puasa mempebolehkan :

1. Sarapan ringan (mis. Teh dan roti) diperbolehkan 6 jam sebelum prosedur.

2. Makan malam yang lebih berat 8 jam sebelum pembedahan.


3. Untuk mengatasi rasa haus selama periode puasa, basuh mulut dengan kain atau kasa

basa.

2) Eliminasi ; Pengosongan Usus dan Kandung Kemih

Pengosongan isi perut dan kandung kemih dilakukan untuk mencegah cidera yang tidak perlu

pada kandung kemih dan mencegah penyebaran infeksi dari isi usus selama pembedahan.

1. Pengosongan usus dengan enema harus dilakukan pada klien yang akan menjalani

pembedahan usus.

2. Pemasangan kateter retensi harus dilakukan untuk memastikan bahwa kandung kemih

telah kosong.

3) Higiene (kebersihan diri)

Kebersihan diri sebelum tindakan operasi harus dilakukan untuk menurunkan resiko infeksi luka.

1. Mandi disore hari atau dipagi hari sebelum pembedahan dilakukan.

2. Mencukur bulu atau rambut pada area yang akan dilakukan operasi jika ada.

3. Menggunting kuku .

4. Menggunakan kap kepala untuk mencegah penyebaran mikroorganisme dari rambut.

5. Melepas semua perhiasan dan prostesis (bagian tubuh palsu) seperti gigi palsu, lensa

kontak, kacamata, wig, bulu mata palsu, dan lain lain.

6. Mengenakan baju atau gown khusus untuk operasi.


4) Istirahat dan Tidur

Istrahat yang cukup harus dilakukan sebelum pelaksanaan pembedahan. Istirahat yang adekuat

membantu klien mengatasi stres pemebdahan dan membantu penyembuhan.

5) Medikasi (obat-obatan)

Pastikan bahwa obat-obatan yang dibutuhkan atau diresepkan harus sudah disiapkan dengan

lengkap sebelum klien berangkat keruang operasi.

1. 7. Tekhnik Keterampilan Pasca Operasi

1) Mobilisasi dini

Mobilisasi dini dilakukan 2 atau 3 setelah kilen sadar dan berada diruangan perawatan.

Mobilisasi dini dilakukan dengan cara :

1. Posisi klien terlentang atau semifowler.

2. Kedua kaki ditekuk dengan posisi kedua telapak kaki rata. Hitung selama 1 – 3,

kemudian kaki diluruskan kembali.

3. Gerakkan jari jari kaki mengahadap ke bagian tubuh atas atau ke arah kepala. Hitung

selama 1 – 3, kemudian rilekaskan kembali.

4. Tekukkan kaki kiri diatas tempat tidur, dan angkat kaki kanan secara rata (lutut tidak

ditekuk), hitung selama 1-3 dan rileks kembali. Lakukan pada kaki yang berlawanan.
2) Napas dalam

Napas dalam dilakukan saat klien mengalami rasa ketidaknyamanan seperti sesak atau sulit

bernapas, merasa tidak puas saat bernpas, atau merasa nyeri pasca tindakan operasi.

Napas dalam dilakukan dengan cara :

1. Posisi klien setengah duduk ( semi fowler)

2. Letakkan kedua telapak tangan diatas dada tepatnya dibawah batas tulang rusuk.

3. Tarik napas secara perlahan dan dalam melalui hidung sampai dada mengembang penuh.

4. Tahan napas selama 2 – 3 detik.

5. Kemudian hembuskan napas dengan perlahan dan panjang melui mulut denga posisi bibir

seperti bersiul.

3) Batuk efektif

Batuk efektif dilakukan jika klien mengalami ketidaknyaman pada tenggorokkan. Batuk yang

tidak efektif dapat menimbulkan nyeri pada luka pembedahan teutama luka operasi pada area

dada dan perut.

Batuk efektif dilakukan dengan cara :

1. Cuci tangan dengan langkah yang benar.

2. Letakkan tangan pada dada, perut, atau pada area luka pasca operasi (dengan tekanan

lembut)

3. Tarik napas secara perlahan dan dalam melalui hidung sampai dada mengembang penuh.
4. Tahan napas selama 2 – 3 detik.

5. Kemudian hembuskan napas dengan perlahan dan panjang melui mulut dengan posisi

bibir seperti bersiul.

6. Ulangi tekhnik dapas dalam (c,d,e) selama 2 sampai 3 kali.

7. Pada napas dalam yang ke 3, tahan napas 2-3 detik, dan batukkan secara perlahan.

Daftar Pustaka

1. Kozier, Barbara, dkk, (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses &

Praktik, Edisi 7, Volume 2. EGC : Jakarta

DAFTAR HADIR PENYULUHAN

PERAWATAN PRE OPERASI

DI RUANG BEDAH ASTER RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

KAMIS, 10 APRIL 2014

ALAMAT
NO. NAMA PESERTA TTD PESERTA
PESERTA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.

LEMBAR OBSERVASI PENYULUHAN

PENYAKIT EFUSI PLEURA

DI RUANG PARU LAKI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

No Kegiatan Iya Tidak Keterangan


1. Jumlah peserta

1. Peserta yang hadir dalam

penyuluhan minimal 10 orang


2.

Standart

1. Kesiapan materi
2. Kesiapan SAP

3. Kesiapan media: flipchart,

dan leaflet

3.
4. Peserta hadir di tempat

penyuluhan 5 menit sebelum

acara dimulai

5. Pengorganisasian

penyelenggaraan penyuluhan

diadakan H-2

Proses

1. Fase dimulai sesuai dengan

waktu yang direncanakan

2. Peserta antusias terhadap

materi penyuluhan

3. Peserta mengajukan

pertanyaan

4.
4. Peserta menjawab pertanyaan

secara benar
5. Suasana penyuluhan tertib

6. Tidak ada peserta yang

meninggalkan tempat

penyuluhan sebelum

penyuluhan selesai

5.
7. Fase diakhiri dengan waktu

yang tepat

Hasil

Peserta dapat menyebutkan kembali

tentang :

(1) Pengertian perawatan pre operasi

(2) Jenis dan tujuan tindakan operasi

(3) Faktor resiko pada tindakan

operasi

(4) Persiapan sebelum operasi

(5) Persiapan psikologis

(6) Persiapan fisik

(7) Tekhnik keterampilan pasca


operasi

Job description

1. Moderator

Uraian tugas::

1) Membuka acara penyuluhan,

memperkenalkan diri dan tim kepada

peserta

2) Menyampaikan kontrak waktu

lama penyuluhan

3) Memotivasi peserta untuk

bertanya

4) Memberikan feedback untuk

peserta tentang materi yang

disampaikan

5) Mempersilahkan pembimbing

untuk menambahkan,

mengklarifikasi, dan meluruskan

materi yang telah disampaikan

6) Menyimpulkan hasil diskusi

7) Menutup acara penyuluhan

1. Penyaji
Uraian tugas:

1) Memahami materi yang

disampaikan

2) Memberikan materi penyuluhan

dengan menarik dan jelas

3) Menjelaskan materi penyuluhan

dengan bahasa yang mudah dipahami

oleh peserta

4) Mampu menjawab pertanyaan

peserta

1. Fasilitator

Uraian tugas:

1) Ikut bergabung dan duduk

bersama diantara peserta

2) Mengevaluasi peserta tentang

kejelasan materi penyuluhan

3) Memotivasi peserta untuk

bertanya materi yang belum jelas

4) Membagikan leaflet

1. Observer

Uraian tugas:
1) Mencatat nama, alamat dan

jumlah peserta

2) Menjadi time keeper dalam

jalannya diskusi

3) Mencatat pertanyaan yang

diajukan peserta

4) Mengamati perilaku verbal dan

non verbal peserta selama proses

penyuluhan

5) Mengevaluasi hasil penyuluhan

dengan rencana penyuluhan