Anda di halaman 1dari 84

SKRIPSI 2017

KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELLITUS


GESTASIONAL DI RSIA SITI KHADIJAH
MAKASSAR PERIODE JANUARI – DESEMBER 2016

OLEH:
Ali Imran Zainuddin
C 111 11 104

PEMBIMBING:
dr. Muh. Rum Rahim, M.Sc

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


PADA BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017
BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
DAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR

TELAH DISETUJUI UNTUK DICETAK DAN DIPERBANYAK

Judul Skripsi

“KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELLITUS


GESTASIONALDI RSIA SITI KHADIJAH
MAKASSAR PERIODE JANUARI – DESEMBER
2016”

Makassar, Juni 2017

Pembimbing,

dr. Muh. Rum Rahim, M.Sc

ii
PANITIA SIDANG UJIAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

Skripsi dengan judul “KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES


MELLITUS GESTASIONAL DI RSIA SITI KHADIJAH
MAKASSAR PERIODE JANUARI – DESEMBER 2016” telah diperiksa,
disetujui, dan dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi di Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin pada :

Hari/Tanggal : Rabu, 21 Mei 2014


Pukul : 10.00 WITA
Tempat : Ruang Seminar PB.622 IKM & IKK FK-UNHAS

Makassar, Mei 2017

Ketua Tim Penguji

dr. Sultan Buraena, MS, Sp. Ok

Anggota Tim Penguji,

Penguji I Penguji II

Dr. dr. Sri Ramadhany, M.Kes dr. Muh. Rum Rahim, M.Kes

iii
KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Segala puji dan syukur hanya bagi Allah SWT pencipta alam semesta yang
telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya.
Salam dan shalawat senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW sang Cahaya
yang telah menuntun kita dari dalam kegelapan dengan cahaya ilmu-Nya menuju
alam terang benderang. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah
satu persyaratan akademik dalam mencapai gelar Profesi Dokter pada Program Studi
Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar.
Penghormatan dan terimah kasih setinggi – tingginya penulis haturkan
kepada kedua orang tua penulis Ayahanda dr.Zainuddin,Sp.M dan Ibunda dr.
Aisyah, MARS atas kasih sayang, doa dan dukungan, arahan, perhatian serta
pengorbanan yang tiada putusnya. Kepada istri saya Adila Rahmah Lathifah
kepada saudara-saudara penulis Khairunnisa dan Hikmah Nur
Hidayah atas dukungannya selama ini.
Banyak kendala dan hambatan yang penulis hadapi dalam penyusunan skripsi
ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak, akhirnya penulis dapat melewati
kendala-kendala dan hambatan tersebut. Oleh karena itu, penulis menghaturkan
banyak terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak
yang telah mendukung penulis dalam penyusunan skripsi ini, baik secara moril
maupun materil, khususnya kepada:
1. Prof. dr. Andi Ashadul Islam, Sp.B, Sp.BS selaku Dekan Fakultas
Kedokteran Universitas Hasanuddin.
2. dr. Muh. Rum Rahim, M.Sc selaku pembimbing skripsi yang telah
bersedia meluangkan segenap waktu, tenaga dan pikirannya untuk
membimbing dan memberikan petunjuk sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan skripsi ini.

iv
3. Teman seperjuangan dalam menjalani Co. Assistant selama ini Aswal
Basuki, S.Ked dan Muh.Ilham Azis, S.Ked, atas bantuan dan
perjuangannya melewai hari-hari yang berat dalam meraih cita-cita.
4. Teman-teman angkatan 2011 ProphilaXIs yang telah mengajarkan
kebersamaan dan kekompakannya selama ini.
5. Teman kelompok belajar sekaligus sahabat dari penulis yang selalu
memberikan dorongan dan motivasi serta bantuan materi maupun moril
Aswal Basuki, Ahmad Yani Sukarso, Syahril Zainuddin, Arliawan Arsadi
Alli, Arman Aspar Pratama, Noor Adnan Setiawan,Ariandi Syam
6. Seluruh dosen staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
beserta karyawan dan karyawati Fakultas Kedokteran Universitas
Hasanuddin yang telah banyak membantu penulis.
7. Seluruh staf beserta karyawan dan karyawati RSIA Siti Khadijah yang
telah banyak membantu penulis.
8. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu dan telah
memberikan bantuan dan dukungannya kepada penulis.

Semoga segala bantuan dan dukungan yang telah diberikan pada penulis
menjadi amalan dan berkah dari Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Sebagai makhluk ciptaan-Nya, penulis menyadari tak ada yang luput dari segala
kesalahan dan khilaf. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun demi terciptanya suatu karya yang lebih bermutu. Akhirnya,
semoga karya kecil ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta manfaat
bagi pengembangan ilmu pengetahuan kedepannya.
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Makassar, 2017

Penulis

v
SKRIPSI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
, 2017

Ali Imran Zainuddin/C1111104


dr. Muh. Rum Rahim, M.Sc
KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELLITUS GESTASIONAL DI
RSIA SITI KHADIJAH MAKASSAR PERIODE JANUARI-DESEMBER
2013
(xviii + 60 halaman + 9 tabel + 9 grafik + lampiran)

ABSTRAK

Latar Belakang : Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) adalah toleransi karbohidrat


yang mengakibatkan hiperglikemia dengan berbagai variabilitas keparahan dengan
onset atau dideteksi pertama saat hamil. DMG merupakan masalah kesehatan
masyarakat sebab penyakit ini berdampak langsung pada kesehatan ibu dan janin.
Menurut American Diabetes Association (ADA) tahun 2000, DMG terjadi 7% pada
kehamilan setiap tahunnya. Prevalensi diabetes gestasional bervariasi yaitu 1%-14%.
DMG terjadi sekitar 4% dari semua kehamilan di Amerika Serikat, dan 3-5% di
Inggris. Prevalensi DMG di Eropa sebesar 2-6%. DMG di Indonesia sebesar 1,9%-
3,6% pada kehamilan umumnya. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi
Sulawesi Selatan tahun 2009 diperoleh jumlah kasus DMG sebanyak 283 kasus
dimana prevalensinya sebesar 0,1%.

Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional


dengan pendekatan deskritptif. Jenis penelitian ini dimaksudkan untuk memaparkan
karakteristik pasien diabetes mellitus gestasional berdasarkan fakta yang terdapat di
lapangan. Penentuan variabel ini didasarkan pada ketersediaan data dari rekam medik
pasien, dengan tetap mengingat kepentingan keterkaitan variabel tersebut dengan
kasus diabetes mellitus gestasional.

Hasil : Penelitian ini mendapatkan sampel sebanyak 30 kasus. Berdasarkan


kelompok umur menunjukkan bahwa insiden terbanyak terjadi pada rentang umur
30-34 tahun dengan jumlah 10 kasus (33%) diikuti oleh rentang umur >35 tahun
sebanyak 8 kasus (27%) selanjutnya umur 25-29 tahun sebanyak 6 kasus (20%), lalu
diikuti umur 20-24 tahun sebesar 4 kasus (13%), dan yang paling sedikit pada umur
<20 tahun dengan jumlah sebesar 2 kasus (7%).
Berdasarkan status gizi, didapatkan pasien dengan status gizi normal sebanyak 8
kasus (27%) dan pasien dengan status gizi obesitas sebanyak 22 kasus (73%).
Berdasarkan keluhan utama pasien saat datang ke Rumah Sakit, dengan keluhan
yang paling banyak adalah pusing, mual dan muntah sebanyak 20 pasien (67%),
kemudian keluhan obesitas sebanyak 8 pasien (27%), keluhan lemah badan,
kesemutan, gatal, pandangan kabur, dan pruritus vulva sebanyak 2 pasien (7%),
keluhan poliuria (banyak buang air kecil) sebanyak 0 orang (0%), dan keluhan
polidipsia (banyak minum) dan polifagia (banyak makan) sebanyak 0 orang (0%).

vi
Berdasarkan stress/merokok, didapatkan pasien dengan ada stress/merokok
sebanyak 12 kasus (40%) dan pasien dengan tidak ada stress/merokok sebanyak 18
kasus (60%).
Berdasarkan riwayat grande multipara, didapatkan pasien dengan ada riwayat
grande multipara sebanyak 3 kasus (10%) dan pasien dengan tidak ada riwayat
grande multipara sebanyak 27 kasus (90%).
Berdasarkan riwayat konsumsi obat-obatan, didapatkan pasien dengan ada
riwayat konsumsi obat-obatan sebanyak 2 kasus (7%) dan pasien dengan tidak ada
riwayat konsumsi obat-obatan sebanyak 28 kasus (93%).
Berdasarkan riwayat diabetes dalam keluarga menunjukkan bahwa insiden
terbanyak terjadi pada salah satu orang tua diabetes dengan jumlah 18 kasus (60%)
diikuti oleh kedua orang tua diabetes dengan jumlah 9 kasus (30%) dan yang paling
sedikit pada tidak ada diabetes dengan jumlah sebesar 3 kasus (10%).
Berdasarkan riwayat abortus berulang, didapatkan pasien dengan ada riwayat
abortus berulang sebanyak 3 kasus (10%) dan pasien dengan tidak ada riwayat
abortus berulang sebanyak 27 kasus (90%).
Berdasarkan riwayat melahirkan bayi >4 kg, didapatkan pasien dengan ada
riwayat melahirkan bayi >4 kg sebanyak 6 kasus (20%) dan pasien dengan tidak ada
riwayat melahirkan bayi >4 kg sebanyak 24 kasus (80%).

Kesimpulan : DMG terbanyak ditemukan pada rentang umur 30 – 34 tahun dengan


sebagian besarnya lebih banyak menyerang pasien yang mengalami obesitas, keluhan
utama tersering saat datang ke Rumah Sakit adalah pusing, mual dan muntah. Faktor
resiko terbanyak adalah riwayat diabetes dalam keluarga kemudian diikuti oleh
stress/merokok, riwayat melahirkan bayi >4kg, riwayat gande multipara, riwayat
abortus berulang dan yang terakhir riwayat konsumsi obat-obatan.
Kata Kunci : Diabetes Mellitus Gestasional, karakteristik

Daftar Pustaka : 25 (2002-2012)

vii
THESIS
FACULTY OF MEDICINE
UNIVERSITY HASANUDDIN
May, 2017
Ali Imran Zainuddin/C11111104
dr. Muh. Rum Rahim, M.Sc
CHARACTERISTICS OF PATIENT OF GESTATIONAL DIABETES
MELLITUS IN RSIA SITI FATIMAH MAKASSAR PERIOD JANUARY-
DECEMBER 2013
(xviii+ 60 pages + 9 tabels + 9 chart + attachment)

ABSTRACT

Background: Gestational Diabetes Mellitus (GDM) is a carbohydrate tolerance


resulting in hyperglycemia with a range of variability of severity with onset or first
detected during pregnancy. DMG is a public health concern because this disease has
a direct impact on the health of the mother and fetus. According to the American
Diabetes Association (ADA) of 2000, DMG 7% of pregnancies occur each year. The
prevalence of gestational diabetes varies the 1% -14%. DMG occurs in about 4% of
all pregnancies in the United States, and 3-5% in the UK. The prevalence of GDM in
Europe amounted to 2-6%. DMG in Indonesia of 1.9% -3.6% of pregnancies in
general. Data obtained from the South Sulawesi Provincial Health Office in 2009
obtained the number of cases as much as 283 DMG case where the prevalence of
0.1%.

Methods: This type of research is an observational study with deskritptive approach.


This type of research is intended to describe the characteristics of gestational
diabetes mellitus patients based on the facts contained in the field. The determination
of this variable is based on the availability of data from medical records of patients,
keeping in mind the interests of the relationship of these variables to the case of
gestational diabetes mellitus.

Results: This study obtain a sample of 30 cases. By age group showed that the
highest incidence occurs in the age range of 30-34 years with a total of 10 cases
(33%) followed by range of age >35 years as many as 8 cases (27%) aged 25-29
years later as many as 6 cases (20%), followed by the age of 20-24 years for 4 cases
(13%) , and at least at age <20 years with a number of 2 cases (7%). Based on
nutritional status, nutritional status of patients get the ideal as much as 8 cases (27%)
and patients with nutritional status is not ideal (over nutrition) were 22 cases (73%).
Based on the patient's chief complaint when it comes to the hospital, with the most
complaints were dizziness, nausea and vomiting by 20 patients (67%), then
complaints of obesity by 8 patients (27%), weak complaints body, tingling, itching,
blurred vision and pruritus vulvae by 2 patients (7%), complaints of polyuria
(urinating a lot) of 0 (0 % ), and complaints of polydipsia (drinking a lot) and

viii
polyphagia (eating a lot ) as 0 (0 %). Based on the stress / smoking , found patients
with no stress / smoking as many as 12 cases (40 %) and patients with no stress /
smoking as many as 18 cases (60%). Based on the history grande multiparous, found
patients with no history of grande multiparous much as 3 cases (10%) and patients
with no history of grande multipara of 27 cases (90%). Based on the history of
consumption of drugs, found patients with no history of drug taking as much as 2
cases (7%) and patients with no history of drug taking as many as 28 cases (93%).
Based on family history of diabetes showed that the highest incidence occurs in one
of the older people with diabetes with the number of 18 cases (60%) followed by
both parents with diabetes with the number 9 cases (30%) and the least in the no
diabetes in the amount of 3 cases (10%). Based on recurrent miscarriage, found
patients with a history of recurrent miscarriage as much as 3 cases (10%) and
patients with no history of recurrent miscarriage by 27 cases (90%). Based on a
history of delivering a baby >4 kg, found patients with a history of delivering a baby
> 4 kg of as many as 6 cases (20%) and patients with no history of delivering a baby
> 4 kg were 24 cases (80 %)

Conclusion: DMG mostly in the age range 30-34 years with most of it is more
common in patients who are obese, the most common presentation when it comes to
the Hospital are dizziness, nausea and vomiting. Most risk factors are family history
of diabetes was followed by stress / smoking, a history of delivering a baby> 4kg,
Gande multiparous history, a history of recurrent miscarriage and the final history of
consumption of drugs.

Keywords: Gestational Diabetes Mellitus, Characteristics

Bibliography: 25 (2002-2012)

ix
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................... i

HALAMAN PENGESAHAN................................................................. ii

HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................... iii

KATA PENGANTAR............................................................................. v

ABSTRAK ............................................................................................... vi

ABSTRACT............................................................................................. viii

DAFTAR ISI............................................................................................ xi

DAFTAR TABEL ................................................................................... xiii

DAFTAR GRAFIK ................................................................................. xv

DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xviii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................. 3
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum ........................................................................ 4
1.3.2 Tujuan Khusus........................................................................ 4
1.4 Manfaat Penelitan .............................................................................. 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Defenisi .............................................................................................. 7
2.2 Etiologi............................................................................................... 8
2.3 Patofisiologi ....................................................................................... 10
2.4 Tanda dan Gejala ............................................................................... 13
2.5 Penanganan
2.5.1 Pengelolalan Medis ................................................................ 13
2.2.2 Pengelolaan Obstetrik ............................................................ 15

x
2.6 Penatalaksanaan
2.6.1 Penapisan................................................................................ 16
2.6.2 Pengelolaan ............................................................................ 17
2.6.3 Pemberian Insulin................................................................... 19
2.6.4 Penatalaksanaan Antepartum ................................................. 21
2.6.5 Cara dan Waktu Persalinan .................................................... 21
2.6.6 Pasca Persalinan ..................................................................... 22
2.7 Komplikasi pada Ibu dan BAyi.......................................................... 24

2.8 Pencegahan ........................................................................................ 25

BAB III KERANGKA KERJA PENELITIAN


3.1 Kerangka Teori .................................................................................. 27
3.2 Kerangka Konsep ............................................................................... 28
3.3 Defenisi Operasional dan Kriteria Objektif ....................................... 29

BAB V METODE PENELITIAN


4.1 Jenis Penelitian................................................................................... 34
4.2 Waktu dan Tempat Penelitian
4.2.1 Waktu Penelitian .................................................................... 34
4.2.2 Tempat Penelitian................................................................... 34
4.3 Populasi dan Sampel
4.3.1 Populasi .................................................................................. 34
4.3.2 Sampel.................................................................................... 35
4.3.3 Cara Pengambilan Sampel ..................................................... 35
4.4 Jenis Data dan Instrumen Penelitian
4.4.1 Jenis Data ............................................................................... 35
4.4.2 Instrumen Penelitian............................................................... 36
4.5 Managemen Penelitian
4.5.1 Pengumpulan Data ................................................................. 36
4.5.2 Pengolahan Data..................................................................... 36
4.5.3 Penyajian Data........................................................................ 36
4.6 Etika Penelitian .................................................................................. 37

xi
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Distribusi Sampel Menurut Kelompok Umur.................................... 38
5.2 Distribusi Sampel Menurut Status Gizi ............................................. 40
5.3 Distribusi Sampel Menurut Keluhan Utama ...................................... 42
5.4 Distribusi Sampel Menurut Stress/Merokok...................................... 43
5.5 Distribusi Sampel Riwayat Grande Multipara ................................... 45
5.6 Distribusi Sampel Riwayat Konsumsi Obat-obatan .......................... 46
5.7 Distribusi Sampel Riwayat Diabetes Dalam Keluarga ...................... 48
5.8 Distribusi Sampel Riwayat Abortus Berulang ................................... 50
5.9 Distribusi Sampel Riwayat Melahirkan Bayi > 4 kg ......................... 51

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN


6.1 Kesimpulan .................................................................................... 53
6.2 Saran .................................................................................... 56

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 57

LAMPIRAN............................................................................................. 61

xii
DAFTAR TABEL

1. Tabel 1 Distribusi Kelompok Umur Pada Pasien


Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di
RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari
–Desember 2016 ........................................................... 38
2. Tabel 2 Distribusi Status Gizi Pada Pasien
Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di
RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 40
3. Tabel 3 Distribusi Keluhan Utama Pada Pasien
Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di
RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 42
4. Tabel 4 Distribusi Stress/Merokok Pada Pasien
Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di
RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 43
5. Tabel 5 Distribusi Riwayat Grande Multipara Pada Pasien
Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di
RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari

Desember 2016 ........................................................... 45
6. Tabel 6 Distribusi Riwayat Konsumsi Obat-obatan Pada
Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat
di RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 46
7. Tabel 7 Distribusi Riwayat Diabetes dalam Keluarga Pada
Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat
di RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 48
8. Tabel 8 Distribusi Riwayat Abortus Berulang Pada Pasien
Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di

xiii
RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 50
9. Tabel 9 Distribusi Riwayat Melahirkan Bayi > 4 kg Pada
Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat
di RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 51

xiv
DAFTAR GRAFIK

1. Grafik 1 Distribusi Kelompok Umur Pada Pasien


Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di
RSIA Siti KHadijah Makassar periode Januari
–Desember 2016 ........................................................... 39
2. Grafik 2 Distribusi Status Gizi Pada Pasien
Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di
RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 41
3. Grafik 3 Distribusi Keluhan Utama Pada Pasien
Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di
RSIA Siti Khdijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 43
4. Grafik 4 Distribusi Stress/Merokok Pada Pasien
Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di
RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 44
5. Grafik 5 Distribusi Riwayat Grande Multipara Pada Pasien
Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di
RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari

Desember 2016 ........................................................... 45
6. Grafik 6 Distribusi Riwayat Konsumsi Obat-obatan Pada
Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat
di RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 47
7. Grafik 7 Distribusi Riwayat Diabetes dalam Keluarga Pada
Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat
di RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 49
8. Grafik 8 Distribusi Riwayat Abortus Berulang Pada Pasien
Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di

xv
RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 50
9. Grafik 9 Distribusi Riwayat Melahirkan Bayi > 4 kg Pada
Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat
di RSIA Siti Khadijah Makassar periode Januari –
Desember 2016 ........................................................... 52

xvi
DAFTAR GAMBAR

1. Gambar 1 Diabetes Gestasional .................................................. 8


2. Gambar 2 Makanan Diet Sehat ................................................... 18
3. Gambar 3 Olahraga untuk Ibu Hamil.......................................... 19
4. Gambar 4 Pemberian Insulin pada Ibu Hamil............................. 20

xvii
DAFTAR LAMPIRAN
1. Format Pengisian Data .......................................................................... 61
2. Hasil Data Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di
RSIA Siti Fatimah Makassar periode Januari – Desember 2016 .......... 62
3. Hasil Data Distribusi Kelompok Umur Pada Pasien Diabetes
Mellitus Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Khadijah
Makassar periode Januari – Desember 2016 ......................................... 63
4. Hasil Data Distribusi Status Gizi Pada Pasien Diabetes Mellitus
Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Khadijah Makassar
periode Januari – Desember 2016 ......................................................... 63
5. Hasil Data Distribusi Keluhan Utama Pada Pasien Diabetes
Mellitus Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Khadijah
Makassar periode Januari – Desember 2016 ......................................... 63
6. Distribusi Stress/Merokok Pada Pasien Diabetes Mellitus
Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Khadijah
Makassar
periode Januari – Desember 2016 ......................................................... 64
7. Hasil Data Distribusi Riwayat Grande Multipara Pada Pasien
Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di RSIA Siti
Kadijah Makassar periode Januari – Desember 2016 ........................... 64
8. Hasil Data Distribusi Riwayat Konsumsi Obat-obatan Pada
Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di RSIA Siti
Kahidjah Makassar periode Januari – Desember 2016 ......................... 64
9. Hasil Data Distribusi Riwayat Diabetes dalam Keluarga Pada
Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di RSIA Siti
Khadijah Makassar periode Januari – Desember 2016 ......................... 64
10. Distribusi Riwayat Abortus Berulang Pada Pasien Diabetes
Mellitus Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Khadijah
Makassar periode Januari – Desember 2016 ......................................... 65
11. Hasil Data Distribusi Riwayat Melahirkan Bayi > 4 kg Pada
Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat di RSIA Siti
Khadijah Makassar periode Januari – Desember 2016 ......................... 65

xviii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi

terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita

hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-

minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil

untuk pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1. Seorang wanita yang

belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.1

Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia

dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda

dari perkembangan janin. Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran

(kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan ke-2

perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ke-3 menandakan

awal 'viabilitas', yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal

alami atau kelahiran dipaksakan.1

Dalam renatang waktu kehamilan banyak penyakit yang dapat menyertai

kehamilan itu sendiri, segala sesuatu yang terjadi selama masa kehamilan dapat

memberikan banyak efek pada kondisi kehamilan itu sendiri. Salah satu penyakit

penyerta kehamilan adalah diabetes gestasional atau yang sering disebut dengan

DMG ( Diabetes Melitus Gravidarum).1

Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) didefinisikan sebagai gangguan

toleransi glukosa berbagai tingkat yang diketahui pertama kali saat hamil tanpa

1
membedakan apakah penderita perlu mendapat insulin atau tidak. Pada kehamilan

trimester pertama kadar glukosa akan turun antara 55-65% dan hal ini merupakan

respon terhadap transportasi glukosa dari ibu ke janin. Sebagian besar DMG

asimtomatis sehingga diagnosis ditentukan secara kebetulan pada saat

pemeriksaan rutin.1,2

Diabetes melitus gestasional menjadi masalah global dilihat dari angka

kejadian dan dampak yang ditimbulkannya.Menurut American Diabetes

Association (ADA) tahun 2000, diabetes melitus gestasional terjadi 7% pada

kehamilan setiap tahunnya. Prevalensi diabetes gestasional bervariasi yaitu 1%-

14%. Angka ini tergantung pada populasi yang diteliti dan kriteria penyaringan

yang digunakan.3

Diabetes melitus gestasional terjadi sekitar 4% dari semua kehamilan di

Amerika Serikat, dan 3-5% di Inggris. Prevalensi diabetes melitus gestasional di

Eropa sebesar 2-6% .Diabetes melitus gestasional di Indonesia sebesar 1,9%-3,6%

pada kehamilan umumnya. Pada ibu hamil dengan riwayat keluarga diabetes

melitus, prevalensi diabetes gestasional sebesar 5,1%. Angka ini lebih rendah dari

pada prevalensi di Negara Ingris dan Amerika Serikat.3

Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun

2009 mengenai surveilans rutin penyakit tidak menular rawat inap yang

dilaporkan dari rumah sakit diperoleh jumlah kasus diabetes melitus gestasional

sebanyak 283 kasus dimana prevalensinya sebesar 0,1%.3

Diabetes mellitus gestasional menjadi masalah kesehatan masyarakat sebab

penyakit ini berdampak langsung pada kesehatan ibu dan janin. Dampak yang

ditimbulkan oleh ibu penderita diabetes melitus gestasional adalah ibu berisiko

2
tinggi terjadi penambahan berat badan berlebih, terjadinya preklamsia, eklamsia,

bedah sesar, dan komplikasi kardiovaskuler hingga kematian ibu. Setelah

persalinan terjadi, maka penderita berisiko berlanjut terkena diabetes tipe 2 atau

terjadi diabetes gestasional yang berulang pada 3 masa yang akan datang.

Sedangkan bayi yang lahir dari ibu yang mengalami diabetes gestasional berisiko

tinggi untuk terkena makrosomia, trauma kelahiran. Selain itu, bayi berisiko

tinggi untuk terkena hipoglikemia, hipokalsemia, hiperbilirubinemia, sindrom

gangguan pernafasan, polistemia, obesitas dan diabetes melitus tipe 2.2,3

Berhubung penelitian mengenai diabetes mellitus gestasional masih jarang

dilakukan dilihat dari susahnya memperoleh data epidemiologi yang

menggambarkan tentang kasus diabetes mellitus gestasional di Indonesia

khususnya di Sulawesi Selatan, maka akan dilakukan penelitian tentang gambaran

karakteristik pasien diabetes mellitus gestasionaldi RSIA Siti Fatimah

Makassar.Pemilihan lokasi berdasarkan pertimbangan RSIA Siti Fatimah

Makassarmerupakan rumah sakit tipe B khusus, sehingga pasien yang

menggunakan jasa pelayanan medis di rumah sakit tersebut cukup banyak dan

memiliki fasilitas pemeriksaan dalam mendiagnosis diabetes mellitus gestasional

1.2 RUMUSAN MASALAH

Bagaimanakah gambaran karakteristik pasienDiabetes Mellitus

Gestasional di RSIA Siti Fatimah Makassar Periode Januari-Desember 2013.

3
1.3 TUJUAN PENELITIAN

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik pasienDiabetes

Mellitus Gestasional di RSIA Siti Fatimah Makassar Periode Januari-

Desember 2013.

1.3.2 Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah:

 Untuk mengetahui jumlah pasien Diabetes Mellitus Gestasional

yang menjalani pengobatan di RSIA Siti Fatimah Makassar

Periode Januari-Desember 2013, Periode Januari – Desember

2013.

 Untuk mengetahui distribusi pasien Diabetes Mellitus

Gestasional yang menjalani pengobatan di RSIA Siti Fatimah

Makassar, Periode Januari – Desember 2013, berdasarkan umur

 Untuk mengetahui distribusi pasien Diabetes Mellitus

Gestasional yang menjalani pengobatan di RSIA Siti Fatimah

Makassar, Periode Januari – Desember 2013, berdasarkan berat

badan ideal ibu hamil

 Untuk mengetahui distribusi pasien Diabetes Mellitus

Gestasional yang menjalani pengobatan di RSIA Siti Fatimah

Makassar, Periode Januari – Desember 2013, berdasarkan

keluhan utama

4
 Untuk mengetahui distribusi pasien Diabetes Mellitus Gestasional

yang menjalani pengobatan di RSIA Siti Fatimah Makassar,

Periode Januari – Desember 2013, berdasarkan stress / merokok

 Untuk mengetahui distribusi pasien Diabetes Mellitus Gestasional

yang menjalani pengobatan di RSIA Siti Fatimah Makassar,

Periode Januari – Desember 2013, berdasarkan riwayat grande

multipara

 Untuk mengetahui distribusi pasien Diabetes Mellitus Gestasional

yang menjalani pengobatan di RSIA Siti Fatimah Makassar,

Periode Januari – Desember 2013, berdasarkan riwayatkonsumsi

obat-obatan

 Untuk mengetahui distribusi pasien Diabetes Mellitus

Gestasional yang menjalani pengobatan di RSIA Siti Fatimah

Makassar, Periode Januari – Desember 2013, berdasarkan riwayat

diabetes mellitus pada orang tua

 Untuk mengetahui distribusi pasien Diabetes Mellitus Gestasional

yang menjalani pengobatan di RSIA Siti Fatimah Makassar,

Periode Januari – Desember 2013, berdasarkan riwayat abortus

berulang

 Untuk mengetahui distribusi pasien Diabetes Mellitus Gestasional

yang menjalani pengobatan di RSIA Siti Fatimah Makassar,

Periode Januari – Desember 2013, berdasarkan riwayat

melahirkan bayi > 4 kg

5
1.4 MANFAAT PENELITIAN

Manfaat dari penelitian ini adalah:

a) Memberikan informasi sebagai bahan referensi untuk melakukan

penyuluhan, dan pencegahanuntuk penyakit kolelitiasis.

b) Sebagai bahan masukan untuk menambah pengetahuan.

c) Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai bahan rujukan bagi

penelitian selanjutnya.

6
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi

Diabetes Melitus Gestasional adalah gangguan dari glukosa yang dipicu

oleh kehamilan, biasanya menghilang setelah melahirkan.Diabetes Melitus

Gestasional didefinisikan sebagai gangguan toleransi glukosa berbagai tingkat

yang diketahui pertama kali saat hamil tanpa membedakan apakah penderita perlu

mendapat insulin atau tidak. Pada kehamilan trimester pertama kadar glukosa

akan turun antara 55-65% dan hal ini merupakan respon terhadap transportasi

glukosa dari ibu ke janin.1,2

Diabetes gestasional terjadi pada minggu ke 24 sampai ke 28 pada masa

kehamilan. Walaupun diabetes pada masa kehamilan termasuk salah satu faktor

resiko terkena diabetes tipe II. Kondisi ini adalah kondisi sementara dimana kadar

gula darah akan kembali normal setelah melahirkan. Disebut diabetes gestasional

bila gangguan toleransi glukosa yang terjadi sewaktu hamil kembali normal

dalam 6 minggu setelah persalinan.2

Pada wanita hamil, sampai saat ini pemeriksaan yang terbaik adalah dengan

test tantangan glukosa yaitu dengan pembebanan 50 gram glukosa dan kadar

glikosa darah diukur 1 jam kemudian. Jika kadar glukosa darah setelah 1 jam

pembebanan melebihi 140 mg% maka dilanjutkan dengan pemeriksaan test

tolesansi glukosa oral.2

7
Gambar 1. Diabetes Gestasional2

2.2 Etiologi

Pada saat seorang wanita hamil, perubahan hormon-hormon dalam tubuhnya

membuat kerja insulin menjadi tidak efektif. Karena kerja insulin membantu

penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh tidak efektif, akibatnya jumlah glukosa

dalam darah meningkat dan penyebab lainnya adalah :1,3,4

 Pola makan

Apabila tidak diimbangi oleh sekresi insulin dalam jumlah yang cukup

akan mengkonsumsi makanan yang berlebihan yang berarti jumlah kalori

yang dibutuhkan tubuh jumlahnya berlebih. Konsumsi makanan yang

berlebihan menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat.

 Faktor keturunan / Genetik

Diabetes militus dapat diwariskan dari orang tua kepada anak. Gen

penyebab diabetes melitus akan dibawa oleh anak jika orang tuanya

menderita diabetes melitus. Pewaris gen ini dapat sampai ke cucunya

bahkan cicit walaupun resikonya kecil. Sevara klinis, penyakit DM

awalnya didominasi oleh resistensi insulin yang disertai defect fungsi

8
sekresi. Tetapi, pada tahap yang lebih lanjut hal itu didominasi defect

fungsi sekresi yang disertai dengan resistensi insulin. Kaitannya dengan

mutasi DNA mitokondria yaitu karena proses produksi hormon insulin

sangat erat kaitannya dengan mekanisme proses oxidative

phosphorylation (OXPHOS) di dalam penkreas.

 Stres dan merokok

Ketika dalam keadaan stres, hormon-hormon stres ditubuh akan

meningkat hal ini juga akan memicu naiknya kadar gula di dalam darah.

Sedangkan merokok dapat memperberat gangguan sirkulasi darah di

daerah ujung-ujung tubuh misalnya jari kaki, sehingga denga merokok

dapat mempercepat proses pembentukan gangren.

 Kegemukan / obesitas biasanya terjadi pada usia 40 tahun

Sebenarnya DM bisa menjadi penyebab dan akibat. Sebagai penyebab,

obesitas menyebabkan sel beta ( yang mengsekresi insulin dalam darah)

pankreas penghasil insulin hipertropi yang pada gilirannya akan

kelelahan dan jebol sehingga insulin menjadi berkurang produksinya.

Sebagai akibat pengguna insulin sebagai terapi diabetes melitus

belebihan menyebabkan penimbunan lemak subkutan yang berlebian

pula.

 Bahan kimia dan obat-obatan

Bahan kimia tertentu dapat mengiritasi pakreas sehingga menyebabkan

radang pankreas. Peradangan pada pankreas menyebaban pankreas tidak

berfungsi secara optimal dalam mensekresikan hormon yang diperlukan

untuk metabolisme tubuh, termasuk hormon insulin.

9
 Mengkonsumsi karbohidrat berlebihan

Tingginya konsumsi karbohidrat menyebabkan konsentrasi glukosa

dalam darah meningkat. Jika jumlah insulin yang diproduksi tidak

disekresikan oleh sel-sel beta ( yang mengsekresi insulin dalam darah)

pankreas akibat beberapa gangguan dalam tubuh, glukosa darah tidak

diubah menjadi energi dan tidak dapat diubah dalam bentuk glikogen.

Hal ini menyebabkan kadar glukosa dalam darah tinggi, (melewati batas

kesanggupan ginjal untuk menyaring glukosa karena konsentrasinya

terlalu tinggi), glukosa akan dikeluarkan melalui urin sehingga terjadi

glukosaria (glukosa dalam urin = kencing manis)

 Kerusakan pada sel pankreas

Infeksi mikroorganisme dan virus pada pangkreas juga dapat

menyebabkan radang pankreas yang otomatis akan menyebabkan fungsi

pankreas turun sehingga tidak ada sekresi hormon-hormon untuk proses

metabolisme yubuh termasuk insulin. Penyakit seperti kolesterol tinggi

dan displidemia dapat meningkatkan risiko terkena diabetes militus.

2.3 Patofisiologi

Pada diabetes mellitus gestasional, selain perubahan-perubahan fisiologi

tersebut, akan terjadi suatu keadaan di mana jumlah/fungsi insulin menjadi tidak

optimal. Terjadi perubahan kinetika insulin dan resistensi terhadap efek insulin.

Akibatnya, komposisi sumber energi dalam plasma ibu bertambah (kadar gula

darah tinggi, kadar insulin tetap tinggi).5

10
Melalui difusi terfasilitasi dalam membran plasenta, dimana sirkulasi janin

juga ikut terjadi komposisi sumber energi abnormal dapat menyebabkan

kemungkinan terjadi berbagai komplikasibaik pada ibu maupun janin. Selain itu

terjadi juga hiperinsulinemia sehingga janin juga mengalami gangguan

metabolik seperti ; hipomagnesemia, hipokalsemia, hiperbilirubinemia, dan

sebagainya .5,6

Diabetes kehamilan sama dengan diabetes Tipe II. Perubahan hormon

selama kehamilan akan mengubah kemampuan toleransi tubuh terhadap insulin.

Pada kehamilan dini (sebelum usia 20 minggu), sel-sel sangat responsif terhadap

insulin dan kadar glukosa di dalam darah kemungkinan akan lebih rendah

dibanding biasanya. Hal ini juga yang menjadi alasan beberapa wanita hamil

mengalami mual dan muntah jika tidak ada asupan makanan selama kurun waktu

yang lama, misalnya sepanjang malam.5

Pada diabetes melitus yang terjadi selama kehamilan disebabkan karena

kurangnya jumlah insulin yang dihasilkan oleh tubuh yang dibutuhkan untuk

membawa glukosa untuk melewati membran sel. Tingginya kadar glukosa darah

menyebabkan ginjal harus mengsekresikannya melalui urine dan bekerja keras

sehingga ginjal tidak dapat menanggulanginya sebab peningkatan laju filter

glomerulus dan penurunan kemampuan tubulus renalif profesional/renalis untuk

mereabsorbsi glukosa.5

Penyakit diabetes dapat merupakan kelainan herediter dengan cara

insufisiensi atau absennya insulin dalam sirkulasi darah, konsentrasi gula darah

tinggi. Diabetes dalam kehamilan menimbulkan banyak kesulitan, penyakit ini

11
akan menyebabkan perubahan-perubahan metabolik dan hormonal pada penderita

yang juga dipengaruhi oleh kehamilan.5

Peningkatan produksi hormon kehamilan terutama HPL (Human Placenta

Lactogen) akan meningkatkan resistensi sel terhadap insulin sehingga muncul

kondisi diabetes. Efek puncak HPL terjadi pada umur kehamilan sekitar 26

sampai 28 minggu. Waktu tersebut merupakan saat yang tepat melakukan

penapisan.6,7

Hiperglikemi menimbulkan banyak efek merugikan pada kehamilan. Angka

aborsi spontan dan lahir mati juga meningkat. Kematian pembuluh darah ke uterus

dan plesenta sehingga meningkatkan insufisiensi uteroplasma, yang

mengakibatkan IUGR dan efek-efek lain. Pada sejumlah besar wanita juga

ditemukan hipertensi dan preeklamsi.6,7

Glukosa darah ibu yang meningkat akan disalurkan ke janin melalui

plasenta. Janin memang tidak menderita diabetes, tetapi harus meningkatkan

produksi insulinnya guna metabolisme glukosa yang ada. Akibat peningkatan

kadar insulin dan glukosa, terjadilah pertumbuhan fisik yang dramatis, yang

menghasilkan bayi besar (makrosomia). Makrosomia disebabkan oleh hiperplasia,

peningkatan jumlah sel, hipertrofi, dan pembesaran sel bayi. Kondisi ini

menyebabkan perubahan yang berlangsung seumur hidup bagi janin dan terbukti

meningkatkan kemungkinan obesitas pada masa kanak-kanak dan dewasa

sekaligus meningkatkan risiko diabetes dikemudian hari.5,7

12
2.4 Tanda Dan Gejala

Tanda dan gejala dari diabetes melitus gestasional sangatlah mirip dengan

penderita diabetes melitus pada umumnya, yaitu :8,9,10

a) Poliuria (banyak kencing)

b) Polidipsia (haus dan banyak minum) dan polifagia (banyak makan)

c) Pusing, mual dan muntah

d) Obesitas

e) Lemah badan, kesemutan, gatal, pandangan kabur, dan pruritus vulva

f) Ketonemia (kadar keton berlebihan dalam darah)

g) Glikosuria(ekskresi glikosa ke dalam urin)

h) Gula darah 2 jam > 200mg/dl

i) Gula darah sewaktu > 200 mg/dl

j) Gula darah puasa > 126 mg/dl

2.5 Penanganan

2.5.1 Pengelolaan Medis

Sesuai dengan pengelolaan medis diabetes mellitus pada umumnya,

pengelolaan diabetes mellitus gestasional juga didasari atas pengelolaan

gizi/diet dan pengendalian berat badan ibu .11

1. Kontrol secara ketat gula darah, sebab bila kontrol kurang baik

upayakan lahir lebih dini, pertimbangkan kematangan paru janin.

Dapat terjadi kematian janin memdadak. Berikan insulin yang

bekerja cepat, bila mungkin diberikan melalui drips.

13
2. Hindari adanya infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya.

Lakukan upaya pencegahan infeksi dengan baik.

3. Pada bayi baru lahir dapat cepat terjadi hipoglikemia sehingga

perlu diberikan infus glukosa.

4. Penanganan DMG yang terutama adalah diet, dianjurkan

diberikan 25 kalori/kgBB ideal, kecuali pada penderita yang

gemuk dipertimbangkan kalori yang lebih mudah.

5. Cara yang dianjurkan adalah cara Broca yaitu BB ideal = (TB-

100)-10% BB.

6. Kebutuhan kalori adalah jumlah keseluruhan kalori yang

diperhitungkan dari:

 Kalori basal 25 kal/kgBB ideal

 Kalori kegiatan jasmani 10-30%

 Kalori untuk kehamilan 300 kalor

 Perlu diingat kebutuhan protein ibu hamil 1-1.5 gr/kgBB11

Perhitungan menu seimbang sama dengan perhitungan pada

kasus diabetes mellitusumumnya, dengan ditambahkan sejumlah 300-500

kalori per hari untuk tumbuh kembang janin selama masa kehamilan sampai

dengan masa menyusui selesai.12

Pengelolaan DM dalam kehamilan bertujuan untuk :

− Mempertahankan kadar glukosa darah puasa < 105 mg/dl

− Mempertahankan kadar glukosa darah 2 jam pp < 120 mg/dl

− Mempertahankan kadar Hb glikosilat (Hb Alc) < 6%

− Mencegah episode hipoglikemia

14
− Mencegah ketonuria / ketoasidosis deiabetik

− Mengusahakan tumbuh kembang janin yang optimal dan

normal12

Kenaikan berat badan ibu dianjurkan sekitar 1-2.5 kg pada trimester

pertama dan selanjutnya rata-rata 0.5 kg setiap minggu. Sampai akhir

kehamilan, kenaikan berat badan yang dianjurkan tergantung status gizi awal

ibu (ibu BB kurang 14-20 kg, ibu BB normal 12.5-17.5 kg dan ibu BB

lebih/obesitas 7.5-12.5 kg).12,13

Pada diabetes mellitus gestasional, insulin yang digunakan adalah

insulin dosis rendah dengan lama kerja intermediate dan diberikan 1-2 kali

sehari. Obat hipoglikemik oral tidak digunakan dalam diabetes mellitus

gestasional karena efek teratogenitasnya yang tinggi dan dapat diekskresikan

dalam jumlah besar melalui ASI.13

2.5.2 Pengelolaan Obstetrik

Pada pemeriksaan antenatal dilakukan pemantauan keadaan klinis ibu

dan janin, terutama tekanan darah, pembesaran/ tinggi fundus uteri, denyut

jantung janin, kadar gula darah ibu, pemeriksaan USG dan kardiotokografi

(jika memungkinkan). Pemantauan ibu dan janin dilakukan dengan cara :14,15

Pengukuran tinggi fundus uteri

 NST – USG serial

 Penilaian menyeluruh janin dengan skor dinamik janin plasenta

(FDJP), nilai FDJP < 5 merupakan tanda gawat janin.

 Penilaian ini dilakukan setiap minggu sejak usia kehamilan 36

minggu. Adanya makrosomia, pertumbuhan janin terhambat

15
(PJT) dan gawat janin merupakan indikasi untuk melakukan

persalinan secara seksio sesarea.

 Pada janin yang sehat, dengan nilai FDJP > 6, dapat dilahirkan

pada usia kehamilan cukup waktu (40-42 mg) dengan persalinan

biasa. Pemantauan pergerakan janin (normal >l0x/12 jam).

 Bayi yang dilahirkan dari ibu DMG memerlukan perawatan

khusus.

 Bila akan melakukan terminasi kehamilan harus dilakukan

amniosentesis terlebih dahulu untuk memastikan kematangan

janin (bila usia kehamilan < 38 mg).

 Kehamilan DMG dengan komplikasi (hipertensi, preeklamsia,

kelainan vaskuler dan infeksi seperti glomerulonefritis, sistitis dan

monilisasis) harus dirawat sejak usia kehamilan 34 minggu.

Penderita DMG dengan komplikasi biasanya memerlukan insulin.

 Penilaian paling ideal adalah penilaian janin dengan skor fungsi

dinamik janin-plasenta (FDJP) .

2.6 Penatalaksanaan

2.6.1 Penapisan

Penapisan faktor risiko untuk terjadinya DMG pada perempuan hamil

sebaiknya dilakukan pada saat kali pertama pasien memeriksa kehamilannya.

Faktor risiko antara lain berat badan yang sangat berlebihan (obesitas),

riwayat DMG pada kehamilan sebelumnya, riwayat intoleransi glukosa atau

glikosuria (glukosa dalam air seni), atau riwayat keluarga dengan DM tipe 2.

16
Jika seorang perempuan hamil memiliki faktor risko tinggi untuk timbulnya

DMG, pemeriksaan TTGO harus segara mungkin dilakukan. Jika

pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya DMG, harus dilakukan

pemeriksaan TTGO ulang pada pasien tersebut pada saat kehamilan berusia

24-28 minggu. Jika risiko untuk terjadinya DMG adalah moderat, pasien

seyogianya melakukan pemeriksaan TTGO pada saat kehamilan berusia 24-

28 minggu.5,8,16,17

2.6.2 Pengelolaan

Pengelolaan DM dalam kehamilan bertujuan untuk:18

 Mempertahankan kadar glukosa darah puasa < 105 mg/dl

 Mempertahankan kadar glukosa darah jam pp < 120 mg/dl

 Mempertahankan kadar Hb glikosilat (Hb Alc) < 6%

 Mencegah episode hipoglikemia

 Mencegah ketonuria/ketoasidosis diabetic

 Mengusahakan tumbuh kembang janin yang optimal dan normal

Dianjurkan pemantauan gula darah yang teratur minimal 2 kali

seminggu (ideal setiap hari, jika mungkin dengan alat pemeriksaan sendiri

dirumah). Dianjurkan kontrol sesuai jadwal pemeriksaan antenatal, semakin

dekat dengan perkiraan persalinan maka kontrol semakin sering. Hb glikosilat

diperiksa secara ideal setiap 6-8 minggu sekali.18,19,20

Pada wanita DMG harus dilakukan pengamatan gula darah

preprandial dan postprandial.Fourth International Workshop Conference on

Gestational Diabetes Mellitus menganjurkan untuk mempertahankan

17
konsentrasi gula darah kurang dari 95 mg/dl (5,3 mmol/l) sebelum makan dan

120 mg/l-140 mg/dl).20

Pengaturan pola makan bertujuan untuk menurunkan konsentrasi

glukosa serum maternal, dengan cara membatasi asupan karbohidrat hingga

40%-50% dari seluruh kalori, protein 20%, lemak 30%-40% (saturated

kurang dari 10%), makan tinggi serat. Kenaikan berat badan selama

kehamilan (weight gain) diusahakan hanyaa sekitar 11-12,5 kg saja. Program

pengaturan gizi dan makanan yang dianjurkan oleh Ikatan Diabetes

Amerika (American Diabetes Association)adalah pemberian kalori dan gizi

yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan kehamilan dan mengurangi

hiperglikemi ibu. Kalori harian yang dibutuhkan oleh bagi perempuan dengan

berat badan normal pada paruh kedua kehamilan adalah 30 kkal/kg BB

normal.20

Gambar 2. Makanan diet sehat20

18
Bila Indeks Masa Tubuh (Body Mass Index) lebih dari30 kg/m2,

maka dianjurkan asupan rendah kalori sampai 30-33% (sekitar 25 kkal/kg).

diet ini untuk mencegah ketonemia. Olahraga teratur untuk memperbaiki

control kadar gula darah pada perempuan hamil dengan diabetes militus

gestasional walaupun pengaruhnya terhadap hasil perinatal belum jelas.20

Gambar 3. Olahraga untuk ibu hamil20

2.6.3 Pemberian insulin

Perempuan yang memiliki gejala morbiditas janin (berdasarkan

pemeriksaan glukosa atau adanya janin yang besar) atau perempuan yang

mempunyai konsentrasi gula darah yang tinggi harus dirawat lebih seksama

dan biasanya diberi insulin. Terapi insulin dapat menurunkan kejadian

makrosimia janin dan morbilitas perinatal.2,4,21,22

Dosis insulin yang diberikan sangat individual. Pemberian insulin

ditujukan untuk mencapai konsentrasi gula darah pascaprandial kurang dari

140 mg/dl sampai mencapai kadar glikemi dibawah rata-rata dan hasil

19
perinatal yang lebih baik, ketimbang dilakukannya upaya mempertahankan

konsentrasi gula darah praprandial kurang dari 105 mg/dl, tetapi keadaan

janin tidak diperhatikan. Kejadian makrosomia dapat diturunkan dengan cara

pemberian insulin untuk mencapai konsentrasi gula darah praprandial kurang

lebih 80 mg/dl (4,4 mmol/l). oleh karena itu, dalam merancang

penatalaksanaan pemberian insulin harus dipertimbangkan ketepatan waktu

pengukuran gula darah, konsentrasi target glukosa, dan karakteristik

pertumbuhan janin.21

Sebagai alternative pemberian obat antidiabetik seperti metformin dan

sulfonylurea dapat dipakai untuk mengendalikan gula darah.21

Gambar 4. Pemberian Insulin pada ibu hamil21

20
2.6.4 Penatalaksanaan antepartum

Penatalaksanaan antepartum pada perempuan dengan DMG bertujuan

untuk:8,10,11,23,24

 Melakukan penatalaksanaan kehamilan trimester ketiga dalam

upaya mencegah bayi lahir mati atau asfiksia, serta menekan

sekecil mungkin kejadian morbiditas ibu dan janin akibat

persalinan.

 Memantau pertumbuhan janin sacara berkala dan terus-menerus

(misalnya dengan USG) untuk mengetahui perkembangan dan

pertumbuhan ukuran janin sehinggadapat ditentukan saat dan cara

persalinan yang tepat.

 Memperkirakan maturitas (kematangan) paru-paru janin (misalnya

dengan amniosintesis) apabila ada rencana terminasi (seksio

sesarea) pada kehamilan 39minggu.

 Pemeriksaan antenatal dianjurkan dilakukan sejak umur kehamilan

32-40 minggu.Pemeriksaan antenatal dilakukan terhadap ibu hamil

yang kadar gula darahnya tidak terkontrol, yang mendapat

pengobataninsulin, atau yang menderita hipertensi.Dianjurkan

untuk melakukan pemeriksaan nonstrest test, profil biofisik,

ataumodifikasi pemeriksaan profil biofisik seperti nonstres test dan

indeks cairan amnion.

2.6.5 Cara dan waktu persalinan

Perempuan hamil dengan diabetes mellitus gestasional bukan

merupakan indikasi SC. Penanganan persalinan tetap harus berdasarkan

21
kepada indikasi ibu dan janin, sama halnya dengan pengelolaan perempuan

hamil tanpa diabetes.22,24,25

Pada perempuan hamil diabetes militus gestasional dengan

makrosomial, komplikasi utama yang mungkin terjadi pada persalinan adalah

trauma kelahiran seperti distosia bahu, fraktur tulang dan injuri fleksus

brachialis. Bayi yang dilahirkan juga beresiko mengalami hipoglikemia dan

kelainan metabolic lainnya. Pengambilan keputusan untuk melakukan

persalinan lebih awal (pada kehamilan 38 minggu) dengan cara induksi

persalinan atau seksio secaria dilakukan atas pertimbangan resiko terjadinya

kematian perinatal atau morbiditas perinatal yang berhubungan dengan

makrosimia, distosia bahu, gawat janin dan terjadinya sindroma dan distress

respirasi.24,25

Penatalaksanaan perempuan hamil dengan DMG pada kehamilan 38

minggu dengan cara induksi persalinan yang mendapatkan pengobatan

insulin, dihubungkan dengan upaya menurunkan berat badan janin di atas

4000 gram atau diatas persentil ke 90. Pada perempuan hamil dengan DMG

yang mendapatkan pengobatan insulin, tidak ada manfaatnya manunda

persalinan sampai melampaui umur kehamilan 38-39 minggu karena

persalinan yang dilakukan pada kehamilan 38-39 minggu, bisa menurunkan

kemungkinan terjadinya makrosomia. Bila berat janin diduga lebih dari 4500

gran, persalinan dianjurkan dengan cara SC.24,25

2.6.6 Pasca persalinan

Karena sudah tidak ada resisitensi terhadap insulin lagi, maka pada

periode pasca persalinan perempuan dengan diabetes gestasional jarang

22
memerlukan insulin. Pasien dengan diabetes terkontrol dengan diet, setelah

persalinan tidak perlu diperiksa kadar glukosanya. Namun bila pada waktu

kehamilan diberi pengobatan insulin, sebelum meninggalkan rumah sakit

perlu diperiksa kadar glukosa puasa 2 jam pascaprandial.1,3,6,7,24

Karena risiko terjadi DM tipe II di kemudian hari meningkat, maka 6

minggu pasca persalinan perlu dilakukan pemeriksaan diabetes dengan cara

pemeriksaan gula darah puasa dalam dua waktu atau 2 jam setelah pemberian

75 gram glukosa pada glucose tolerance test(kadar kurang dari 140 mg/dl

berarti normal, kadar antara 140-200 mg/dl, berarti ada gangguan toleransi

glukosa, kadar lebih dari 200 berarti diabetes melitus). Bila tes ini

menunjukan kadar yang normal, maka kadar glukosa darah puasa dievaluasi

lagi setelah 3 tahun. Skrining diabetes ini harus dilakukan secara berkala,

khususnya pada pasien dengan kadar glukosa darah puasa yang meningkat

waktu kehamilan. Perempuan yang pernah menderita diabetes melitus

gestasional harus diberi konseling agar rmenyusui anaknya karena pemberian

ASI akan memperbaiki kontrol kadar gula darah.1,3,6,24

Harus direncanakan pengunaan kontrasepsi karena sekali perempuan

hamil menderita diabetes, maka dia berisiko terkenal hal yang sama pada

kehamilan berikutnya. Tidak ada pembatasan gangguan kontrasespi hormonal

pada pasien dengan riwayat DMG. Bagi perempuan yang obesitas, setelah

melahirkan upaya penurunan berat badan dengan diet dan beolahraga secara

teratur agar risiko terjadinya diabetes menjadi menurun.1,3,6,7,24

23
`2.7 Komplikasi Pada Ibu Dan Bayi

Masalah yang ditemukan pada bayi yang ibunya menderita diabetes dalam

kehamilan adalah kelainan bawaan, makrosomia (bayi besar > 4 kg), hipoglikemia

(kadar gula darah rendah), hipokalsemia (kadar kalsium dalam tubuh rendah),

hiperbilirubinemia (bilirubun berlebihan dalam tubuh), sindrom gawat napas, dan

kematian janin. Faktor maternal (pada ibu) yang berkaitan dengan peningkatan

angka kejadian makrosomia adalah obesitas, hiperglikemia, usia tua, dan

multiparitas (jumlah kehamilan > 4). Makrosomia memiliki risiko kematian janin

saat dilahirkan karena ketika melahirkan, bahu janin dapat nyangkut serta dan

peningkatan jumlah operasi caesar. Hipoglikemia pada bayi dapat terjadi beberapa

jam setelah bayi dilahirkan. Hal ini terjadi karena ibu mengalami hiperglikemia

(kadar gula darah berlebihan) yang menyebabkan bayi menjadi hiperinsulinemia

(kadar hormone insulin dalam tubuh janin berlebihan).22, 25

Komplikasi yang didapatkan pada ibu dengan diabetes gestasional berkaitan

dengan hipertensi, pre-eklampsia, dan peningkatan risiko operasi caesar.

Pengaruh diabetes militus terhadap kehamilan :25

1. Pengaruh kehamilan, perrsalinan dan nifas terhadap DM.

a. Kehamilan dapat menyebabkan status prediabetik menjadi manifes

(diabetic).

b. DM akan menjadi lebih berat karena kehamilan.

2. Pengaruh penyakit gula terhadap kehamilan diantaranya:

a. Abortus dan partus premature

b. Hidronion

c. Pre-eklamsi

24
d. Kesalahan letak jantung.

e. Insufisiensi plasenta.

3. Pengaruh penyakit terhadap persalinan

a. Gangguan kontraksi otot rahim partus lama/terlantar.

b. Janin besar sehingga harus dilakukan tindakan operasi.

c. Gangguan pembuluh darah plasenta sehingga terjadi asfiksia sampai

dengan lahir mati.

d. Perdarahan post partum karena gangguan kontraksi otot rahim.

e. Post partum mudah terjadi infeksi.

f. Bayi mengalami hypoglikemi post partum sehingga dapat

menimbulkan kematian.

4. Pengaruh DM terhadap kala nifas

a. Mudah terjadi infeksi post partum

b. Kesembuhan luka terlambat dan cenderung infeksi mudah menyebar

5. Pengaruh DM terhadap bayi

a. Abortus, premature < usia kandungan 36 minggu

b. Janin besar (makrosomia)

c. Dapat terjadi cacat bawaan, potensial penyakit saraf dan jiwa

2.8 Pencegahan

Faktor keturunan merupakan factor yang tidak dapat diubah, tetapi factor

lingkungan yang berkaitan dengan gaya hidup seperti kurang berolahraga serta

asupan nutrisi yang berlebihan dan kegemukan merupakan factor yang dapat

diperbaiki.12,14,15,17,23

25
Tidak diragukan bahwa nutrisi merupakan faktor yang penting untuk

timbulnya diabetes tipe 2 khususnya diabetes milletus pada kehamilan ini .

12,14,15,17,23

Berikut adalah beberapa cara umum yang dapat dilakukan untuk mencegah

agar tidak terkena diabetes milletus :15,19,21,25

1. Pada bayi, pemberian ASI ( air susu ibu ) dapat mencegah resiko

diabetes mellitus tipe 1 dan 2 minimal sampai umur 4 bulan .

2. Pengaturan pola makan atau diet yang sehat untuk menjaga berat tubuh

yang stabil.

3. Membatasi jumlah lemak jenuh dan lemak trans di dalam pola makan.

4. Konsumsi sumber karbohidrat, sebagian dari kebutuhan energy. Pilihlah

karbohidrat yang kompleks dan serat.

5. Hindari merokok dan pengaruh asapnya.

6. Meningkatkan aktivitas tubuh dan berolahraga yang cukup.

26
BAB III

KERANGKA KERJA PENELITIAN

3.1 KERANGKA TEORI


IBU HAMIL

Obesitas Geneti Stress/m Konsums Kerusakan


erokok i obat- sel
obatan pankreas
Sel Beta Mutasi
Pankreas Hormon yang
DNA
meningkatkan
insulin
gula darah dan
hipertrof Mengiritasi
memperberat Fungsi
gangguan pankreas pankreas
sirkulasi darah menurun

Jumlah / fungsi insulin tidak optimal

Meningkatkan
Hiperglikemi resistensi insulin

Anamsesis dan Pemfis


a. Poliuria Diabetes Mellitus Hormon HPL
b. Polidipsia& polifagia
c. Pusing, mual dan muntah Gestasional (Human Placenta
d. Obesitas Lactogen) meningkat
e. Lemahbadan, kesemutan,
gatal, pandangan kabur,
dan pruritus vulva
Pengaruh terhadap kehamilan:
 Abortus dan partus premature.
 Hidronion.
 Pre-eklamsi.
 Kesalahan letak jantung.
 Insufisiensi plasenta

Pemeriksaan Penunjang Pengaruh terhadap kala nifas:


− Mudah terjadi infeksi post partum
a) Glikosuria − Kesembuhan luka terlambat dan
b) Gula darah 2 jam > 200mg/dl cenderung infeksi mudah menyebar
c) Gula darah sewaktu > 200
mg/dl
d) Gula darah puasa > 126 mg/dl
Pengaruh terhadap persalinan :
a. Gangguan kontraksi otot rahim partus lama/terlantar.
b. Janin besar sehingga harus dilakukan tindakan
Pengaruh terhadap bayi : operasi.
o Abortus, premature < usia kandungan 36 minggu c. Gangguan pembuluh darah plasenta sehingga terjadi
o Janin besar (makrosomia) asfiksia sampai dengan lahir mati.
o Dapat terjadi cacat bawaan, potensial penyakit saraf d. Perdarahan post partum karena gangguan kontraksi
dan jiwa otot rahim.
27 e. Post partum mudah terjadi infeksi.
f. Bayi mengalami hypoglicemi post partum sehingga
dapat menimbulkan kematian
3.2 KERANGKA KONSEP

Dari tinjauan pustaka telah diperoleh beberapa faktor yang berhubungan

dengan diabetes mellitus gestasional. Penyakit diabetes mellitus gestasional

merupakan penyakit yang ditimbulkan akibat adanya interaksi dari berbagai faktor

yang dimiliki seseorang. Berbagai penelitian telah menghubungkan antara

berbagai faktor risiko terhadap timbulnya diabetes mellitus gestasional.

Beberapa faktor resiko yang merupakan faktor yang dapat menyebabkan

diabetes mellitus gestasionalyaitu: umur,obesitas, riwayat diabetes mellitus pada

orang tua, riwayat abortus berulang, riwayat melahirkan bayi > 4 kg.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan terarah akan alur

penelitian ini digambarkan dalam kerangka konseptual di bawah ini:

UMUR

STATUS GIZI

KELUHAN UTAMA

STRES / MEROKOK

Diabetes Mellitus
RIWAYAT GRANDE MULTIPARA
Gestasional

RIWAYAT KONSUMSI OBAT-OBATAN

RIWAYAT DIABETES MELLITUS PADA


ORANG TUA

RIWAYAT ABORTUS BERULANG

RIWAYAT MELAHIRKAN BAYI > 4 KG

28
3.3 DEFINISI OPERASIONAL DAN KRITERIA OBJEKTIF

1. Umur

a. Definisi : Umur pasien sejak dilahirkan sampai saat pasien berobat

dan dinyatakan dalam tahun yang tercatum di dalam

rekam medik.

b. Alat ukur : Lembar isian tabel

c. Cara Ukur : Mencatat umur pasien sebagaimana tercantum dalam

daftar rekam medik.

d. Hasil ukur :

1. ≤20 tahun

2. 20-24 tahun

3. 25-29 tahun

4. 30-34 tahun

5. > 35 tahun

2. Status gizi

a. Definisi : Data mengenai berat badan badan saat hamil yaitu ideal

atau tidak ideal berat badan pasien

b. Alat ukur : Lembar isian tabel

c. Cara ukur: Mencatat sebagaimana tercantum dalam daftar rekam

medik.

d. Hasil ukur:

1. Normal

2. Obesitas

29
3. KeluhanUtama

a. Definisi : Hal yang dirasakan penderita,sehingga membuatnya

datang berobat.

b. Alat Ukur : Lembar isian tabel

c. Cara Ukur : Mencatat keluhan pasien sebagaimana tercantum dalam

daftar rekam medik.

d. Hasil Ukur :

1. Poliuria (banyak buang air kecil)

2. Polidipsia (banyak minum) dan polifagia (banyak

makan)

3. Pusing, mual dan muntah

4. Obesitas

5. Lemah badan, kesemutan, gatal, pandangan kabur,

dan pruritus vulva

4. Stres atau Merokok

a. Definisi : Stres adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi

maupun mental. Merokok adalah seseorang yang

mengkonsumsi rokok.

b. Alat ukur : Lembar isian tabel

c. Cara Ukur: Mencatat stres atau merokok sebagaimana tercantum

dalam daftar rekam medik.

30
d. Hasil ukur:

1. Ada stres/merokok

2. Tidak ada stres/merokok

5. Riwayat Grande Multipara

a. Definisi : Data riwayat grande multipara yaitu mengenai ada atau

tidaknya pasien mengalami kehamilan lebih dari 4 kali

b. Alat ukur : Lembar isian tabel

c. Cara Ukur: Mencatat riwayat grande multipara sebagaimana

tercantum dalam daftar rekam medik.

d. Hasil ukur:

1. Ada riwayat grande multipara

2. Tidak ada riwayat grande multipara

6. Riwayat konsumsi obat-obatan

a. Definisi : Data riwayat konsumsi obat-obatan yaitu mengenai ada

atautidaknya pasien memakai obat-obatan dalam jangka

panjang sehingga dapat megiritasi pankreas.

b. Alat ukur : Lembar isian tabel

c. Cara Ukur: Mencatat riwayat konsumsi obat-obatan sebagaimana

tercantum dalam daftar rekam medik.

d. Hasil ukur:

1. Ada riwayat konsumsi obat-obatan

2. Tidak ada riwayat konsumsi obat-obatan

31
7. Riwayat Diabetes dalam keluarga

a. Definisi : Data riwayatdiabetes dalam keluarga (ayah dan ibu)

subjek, yaitu mengenai ada atau tidaknya orang tua subjek

yang mengalami diabetes

b. Alat ukur : Rekam medik

c. Cara Ukur :Mencatat riwayat diabetes dalam keluarga pasien

sebagaimana tercantum dalam daftar rekam medik.

d. Hasil ukur:Kejadian diabetes pada keluarga yaitu orang tua pasien

dikategorikan dalam:

1. Salah satu orang tua diabetes

2. Kedua orang tua diabetes

3. Orang tua tidak diabetes

8. Riwayat abortus berulang

a. Definisi : Data riwayat abortus berulang yaitu mengenai ada atau

tidaknya pasien mengalamiabortus spontan yang terjadi

tiga kali berturut-turut atau lebih

b. Alat ukur : Lembar isian tabel

c. Cara Ukur: Mencatat riwayat abortus berulang sebagaimana tercantum

dalam daftar rekam medik.

d. Hasil ukur:

1. Ada riwayat abortus berulang

2. Tidak ada riwayat abortus berulang

32
9. Riwayat melahirkan bayi > 4 kg

a. Definisi : Data riwayat melahirkan bayi > 4 kg yaitu mengenai ada

atau tidaknya pasien melahirkanbayi dengan bobot lebih

dari 4 kg.

b. Alat ukur : Lembar isian tabel

c. Cara Ukur: Mencatat riwayat melahirkan bayi > 4 kg sebagaimana

tercantum dalam daftar rekam medik.

d. Hasil ukur:

1. Ada riwayat melahirkan bayi > 4 kg

2. Tidak ada riwayat melahirkan bayi > 4 kg

33
BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1 JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan

pendekatan deskritptif. Jenis penelitian ini dimaksudkan untuk memaparkan

karakteristik penderita penyakit diabetes mellitus gestasional berdasarkan fakta

yang terdapat di lapangan. Penentuan variabel ini didasarkan pada ketersediaan

data dari rekam medik pasien, dengan tetap mengingat kepentingan keterkaitan

variabel tersebut dengan kasus diabetes mellitus gestasional.

4.2 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN

4.2.1 Waktu penelitian

Penelitian dilakukan dari tanggal28 April -10 Mei 2014 di RSIA

Siti Fatimah Makassar.

4.2.2 Tempat penelitian

Penelitian dilaksanakan di bagian Rekam Medik RSIA Siti

Fatimah Makassar berdasarkan pertimbangan bahwa RSIA Siti

Fatimah Makassar merupakan rumah sakit tipe B khusus.

4.3 POPULASI DAN SAMPEL

4.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus

gestasional di RSIA Siti Fatimah Makassar antara bulan Januari -

Desember 2013.

34
4.3.2 Sampel

Sampel yang diambil adalah pasien diabetes mellitus gestasional

yang datang berobat jalan maupun rawat inap di RSIA Siti Fatimah

Makassar antara bulan Januari - Desember 2013.

4.3.3 Cara Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan

metode consecutive sampling yaitu mengambil sampel yang sesuai

dengan ketentuan atau persyaratan sampel dari populasi tertentu yang

paling mudah dijangkau atau didapatkan.

a) Kriteria Inklusi

Pasien yang terdiagnosis keluar sebagai diabetes mellitus

gestasionaldi RSIA Siti Fatimah Makassar antara bulan

Januari - Desember 2013

b) Kriteria Eksklusi

Pasien yang Rekam Mediknya tidak terbaca dan pasien yang

Rekam Mediknya mengandung kurang dari 50% variable

yang dibutuhkan.

4.4 JENIS DATA DAN INSTRUMEN PENELITIAN

4.4.1 Jenis Data

Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang

diperoleh dari bagian Rekam Medik RSIA Siti Fatima Makassar.

35
4.4.2 Instrumen Penelitian

Alat pengumpulan data dan instrumen penelitian yang

dipergunakan adalah alat tulis dan tabel-tabel tertentu untuk merekam

atau mencatat data-data yang didapatkan dari rekam medik..Microsoft

Word dan Microsoft Excel sebagai tempat untuk mengolah hasil

penelitian

4.5 MANAJEMEN PENELITIAN

4.5.1 Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan setelah meminta perizinan dari

pihak pemerintah dan RSIA Siti Fatima Makassar. Kemudian nomor

rekam medik dalam periode yang telah ditentukan dikumpulkan

dibagian rekam medik RSIA Siti Fatima Makassar. Setelah itu

dilakukan pengamatan dan pencatatan langsung ke dalam tabel yang

telah disediakan.

4.5.2 Pengolahan Data

Pengolahan dilakukan setelah pencatatan data dari rekam medik

yang dibutuhkan ke dalam tabel data dilakukan dengan bantuan

microsoft exceluntuk memperoleh hasil statistik deskriptif yang

diharapkan.

4.5.3 Penyajian Data

Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan grafik

disertai dengan penjelasan.

36
4.6 ETIKA PENELITIAN

Hal-hal yang terkait etika dengan penelitian dalam penelitian ini adalah

1. Sebelum melakukan penelitian maka peneliti akan meminta izin pada

beberapa instansi terkait, antara lain Sub Bagian Kesatuan Bangsa

Pemerintah Daerah TK. I Sulsel, Kepala RSIA Siti Fatima Makassar,

bagian rekam medik RSIA Siti Fatima Makassar, dan Kepala Instalansi

bagian Obgyn RSIA Siti Fatima Makassar.

2. Berusaha menjaga kerahasiaan identitas pasien yang terdapat pada rekam

medik, sehingga diharapkan tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas

penelitian yang dilakukan.

3. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak

yang terkait sesuai dengan manfaat penelitian yang telah disebutkan

sebelumnya.

37
BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 April - 10 Mei 2014 dengan

mengambil data sekunder dari rekam medis penderita Diabetes Mellitus

Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode Januari –

Desember 2013. Adapun banyaknya populasi dalam penelitian ini berjumlah 32

orang, namun karena ada rekam medis yang tidak memenuhi kriteria variabel

yang diteliti maka sampel yang diambil berjumlah 30 sampel.

Berdasarkan data yang diperoleh setelah diteliti data rekam medik yang

diambil. Maka hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut :

5.1 Distribusi Sampel Menurut Kelompok Umur

Tabel 5.1. Distribusi Kelompok Umur Pada Pasien Diabetes Mellitus

Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode Januari –

Desember 2013

Umur Jumlah Presentase


(n) (%)
<20 2 7

20-24 4 13

25-29 6 20

30-34 10 33

>35 8 27

Jumlah 30 100

Sumber : Bagian Rekam Medik RSIA Siti Fatimah Makassar

38
Berdasarkan Tabel 5.1, distribusi pasien diabetes mellitus gestasional

berdasarkan kelompok umur menunjukkan bahwa insiden terbanyak terjadi

pada rentang umur 30 – 34 tahun dengan jumlah 10 kasus atau sebesar 33%

diikuti oleh rentang umur >35 tahun sebanyak 8 kasus atau sebesar 27%

selanjutnya umur 25-29 tahun sebanyak 6 kasus atau sebesar 20%, lalu

diikuti umur 20 - 24 tahun sebesar 4 kasus atau sebesar 13%, dan yang paling

sedikit pada umur <20 tahun dengan jumlah sebesar 2 kasus atau sebesar 7%

35

30 33

25 27

20
20
15
13
10
10
5 8
7 6
2 4
0
<20 20-24 25-29 31-34 ≥ 35

Jumlah Presentase

Gambar 5.1. Grafik Distribusi Kelompok Umur Pada Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang

dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode Januari – Desember 2013

Odds Ratio (OR) Kelompok

Faktor Resiko umur 20−24 4


1. Umur 20-24 =Tidak Beresiko = umur <20 = 2 = 2

Odds Ratio untuk kelompok umur 20-24 pada distribusi sampel

menurut kelompok umur adalah 2 kali lebih beresiko daripada

sampel umur <20.

39
Faktor Resiko umur 25−29 6
2. Umur 25-29 =Tidak Beresiko = umur 20−24 = 4 = 1,5

Odds Ratio untuk kelompok umur 25-29 pada distribusi sampel

menurut kelompok umur adalah 1,5 kali lebih beresiko daripada

sampel umur 20-24.

Faktor Resiko umur 30−34 10


3. Umur 30-34 =Tidak Beresiko = umur 25−29 = 6 = 1,7

Odds Ratio untuk kelompok umur 30-34 pada distribusi sampel

menurut kelompok umur adalah 1,7 kali lebih beresiko daripada

sampel umur 25-29.

Faktor Resiko umur 30−34 10


4. Umur 30-34 =Tidak Beresiko = umur ≥35 = 8 = 1,3

Odds Ratio untuk kelompok umur 30-34 pada distribusi sampel

menurut kelompok umur adalah 1,3 kali lebih beresiko daripada

sampel umur ≥ 35.

5.2 Distribusi Sampel Menurut Status gizi

Tabel 5.2. Distribusi Status gizi Pada Pasien Diabetes Mellitus Gestasional

yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode Januari – Desember

2013

Status Gizi Jumlah (n) Presentase


(%)

Normal 8 27

Obesitas 22 73

Jumlah 30 100
Sumber : Bagian Rekam Medik RSIA Siti Fatimah Makassar

40
Tabel 5.2. Menunjukan Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional

yang di rawat menurut status gizi, didapatkan pasien dengan status gizi

normal sebanyak 8 kasus atau sebesar 27% dan pasien dengan status gizi

obesitas sebanyak 22 kasus atau sebesar 73%.

80
70
73
60
50

40
30

20 27
22
10
8
0
Normal Obesitas

Jumlah Presentase

Gambar 5.2. Grafik Distribusi Status Gizi Pada Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang dirawat

di RSIA Siti Fatimah Makassar periode Januari – Desember 2013

Faktor Resiko
Odds Ratio (OR) Status gizi = Obesitas 22
Tidak Beresiko = Normal = 8 = 2,75

Odds Ratio untuk obesitas pada distribusi sampel menurut status gizi

adalah 2,75 kali lebih beresiko daripada sampel yang status gizinya normal.

41
5.3 Distribusi Sampel Menurut Keluhan Utama

Tabel 5.3. Distribusi Keluhan Utama Pada Pasien Diabetes Mellitus

Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode Januari –

Desember 2013

KeluhanUtama Jumlah Presentase


(n) (%)

Poliuria 0 0

Polidipsia dan polifagia 0 0

Pusing, mual dan muntah 20 67

Obesitas 8 27

Lemah badan, kesemutan, gatal, pandangan 2 7


kabur, dan pruritus vulva

Jumlah 30 100
Sumber : Bagian Rekam Medik RSIA Siti Fatimah Makassar

Tabel 5.3. Menunjukan Distribusi pasien diabetes mellitus yang dirawat

menurut keluhan utama pasien saat datang ke Rumah Sakit, dengan keluhan

yang paling banyak adalah pusing, mual dan muntah sebanyak 20 pasien atau

sebesar 67%, kemudian keluhan obesitas sebanyak 8 pasien atau sebesar

27%, keluhan lemah badan, kesemutan, gatal, pandangan kabur, dan pruritus

vulva sebanyak 2 pasien atau sebesar 7%, keluhan poliuria (banyak buang air

kecil) sebanyak 0 orang atau sebesar 0%, dan keluhan polidipsia (banyak

minum) dan polifagia (banyak makan) sebanyak 0 orang atau sebesar 0%.

42
70

60 67

50

40

30

20 27
20
10
0 0 0 0 8 2 7
0
Poliuria Polidipsia & Pusing, mual & Obesitas Lemah badan,
polifagia muntah kesemutan, gatal,
pandangan kabur
& pruritus vulva

Jumlah Presentase

Gambar 5.3. Grafik Distribusi Keluhan Utama Pada Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang

dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode Januari – Desember 2013

5.4 Distribusi Sampel Menurut Stres / Merokok

Tabel 5.4. Distribusi Stres / Merokok Pada Pasien Diabetes Mellitus

Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode Januari –

Desember 2013

Stress / Jumlah Presentase


Merokok (n) (%)

Ada 12 40

Tidak Ada 18 60

Jumlah 30 100
Sumber : Bagian Rekam Medik RSIA Siti Fatimah Makassar

43
Tabel 5.4. Menunjukan Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional

yang di rawat menurut stress/merokok, didapatkan pasien dengan ada

stress/merokok sebanyak 12 kasus atau sebesar 40% dan pasien dengan tidak

ada stress/merokok sebanyak 18 kasus atau sebesar 60%.

70
60
60
50
40
40
30
20

10 18
12
0
Ada Tidak Ada

Jumlah Presentase

Gambar 5.4. Grafik Distribusi Stres/Merokok Pada Pasien Diabetes Mellitus Gestasional yang

dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode Januari – Desember 2013

Odds Ratio (OR) Tidak Stres/Merokok


18
Faktor Resiko
=Tidak Beresiko = Tidak = = 1,5
Ada 12

Odds Ratio untuk tidak stres/merokok pada distribusi sampel menurut

stres/merokok adalah 1,5 kali lebih beresiko daripada sampel yang

stres/merokok.

44
5.5 Distribusi Sampel Riwayat Grande Multipara

Tabel 5.5. Distribusi Riwayat Grande Multipara Pada Pasien Diabetes

Mellitus Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode

Januari – Desember 2013

Riwayat Grande Jumlah Presentase


Multipara (n) (%)
Ada 3 10
Tidak Ada 27 90
Jumlah 30 100
Sumber : Bagian Rekam Medik RSIA Siti Fatimah Makassar

Tabel 5.5. Menunjukan Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional

yang di rawat menurut riwayat grande multipara, didapatkan pasien dengan

ada riwayat grande multipara sebanyak 3 kasus atau sebesar 10% dan pasien

dengan tidak ada riwayat grade multipara sebanyak 27 kasus atau sebesar

90%.

100

80 90

60

40

20 27
3 10
0
Ada Tidak Ada

Jumlah Presentase

Gambar 5.5. Grafik Distribusi Riwayat Grande Multipara Pada Pasien Diabetes Mellitus

Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode Januari – Desember 2013

45
Odds Ratio (OR) Riwayat Grande Multipara
27
Faktor Resiko
=Tidak Beresiko = Tidak = = 9
Ada 3

Odds Ratio untuk tidak memiliki riwayat grande multipara pada

distribusi sampel menurut stres/merokok adalah 9 kali lebih beresiko daripada

sampel yang memiliki riwayat grande multipara .

5.6 Distribusi Sampel Riwayat Konsumsi Obat-obatan

Tabel 5.6. Distribusi Riwayat Konsumsi Obat-obatan Pada Pasien Diabetes

Mellitus Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode

Januari – Desember 2013

Riwayat Konsumsi Obat- Jumlah Presentase


obatan (n) (%)
Ada 2 7
Tidak Ada 28 93
Jumlah 30 100
Sumber : Bagian Rekam Medik RSIA Siti Fatimah Makassar

Tabel 5.6. Menunjukan Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional

yang di rawat menurut riwayat konsumsi obat-obatan, didapatkan pasien

dengan ada riwayat konsumsi obat-obatan sebanyak 2 kasus atau sebesar 7%

dan pasien dengan tidak ada riwayat konsumsi obat-obatan sebanyak 28 kasus

atau sebesar 93%.

46
100
90
93
80
70
60
50
40
30
20 28
10
2 7
0
Ada Tidak Ada

Jumlah Presentase

Gambar 5.6. Grafik Distribusi Riwayat Konsumsi Obat-obatan Pada Pasien Diabetes Mellitus

Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar

periode Januari – Desember 2013

Faktor Resiko
Odds Ratio (OR) Riwayat konsumsi obat-obatan =
Tidak Beresiko

Tidak 28
= Ada = 2 = 14

Odds Ratio untuk tidak memiliki riwayat konsumsi obat-obatan pada

distribusi sampel menurut riwayat konsumsi obat-obatan adalah 14 kali lebih

beresiko daripada sampel yang memiliki riwayat konsumsi obat-obatan.

47
5.7 Distribusi Sampel Riwayat Diabetes Dalam Keluarga

Tabel 5.7. Distribusi Riwayat Diabetes Dalam Keluarga Pada Pasien Diabetes

Mellitus Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode

Januari – Desember 2013

Riwayat DM dalam Keluarga Jumlah Presentase


(n) (%)
Salah Satu Orang Tua 18 60
Diabetes
Kedua Orang Tua Diabetes 9 30
Tidak Ada Diabetes 3 10
Jumlah 30 100
Sumber : Bagian Rekam Medik RSIA Siti Fatimah Makassar

Tabel 5.7. Menunjukan Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional

yang di rawat menurut riwayat diabetes dalam keluarga menunjukkan bahwa

insiden terbanyak terjadi pada salah satu orang tua diabetes dengan jumlah 18

kasus atau sebesar 60% diikuti oleh kedua orang tua diabetes dengan jumlah

sebanyak 9 kasus atau sebesar 30% dan yang paling sedikit pada tidak ada

diabetes dengan jumlah sebanyak 3 kasus atau sebesar 10%.

48
70

60
60
50

40

30
30
20
18
10
9 3 10
0
Salah Satu Orang Tua Kedua Orang Tua Tidak Ada Diabetes
Diabetes Diabetes

Jumlah Presentase

Gambar 5.7. Grafik Distribusi Riwayat Diabetes Dalam Keluarga Pada Pasien Diabetes Mellitus

Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar

periode Januari – Desember 2013

Faktor Resiko
Odds Ratio (OR) Riwayat DM dalam keluarga =
Tidak Beresiko

27
= Tidak 3=
Ada = 9

Odds Ratio untuk sampel yang memiliki riwayat DM dalam keluarga

pada distribusi sampel menurut riwayat DM dalam keluarga adalah 9 kali

lebih beresiko daripada sampel yang tidak memiliki riwayat DM dalam

keluarga.

49
5.8 Distribusi Sampel Riwayat Abortus Berulang

Tabel 5.8. Distribusi Riwayat Abortus Berulang Pada Pasien Diabetes

Mellitus Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode

Januari – Desember 2013

Riwayat Abortus Berulang Jumlah Presentase


(n) (%)
Ada 3 10
Tidak Ada 27 90
Jumlah 30 100
Sumber : Bagian Rekam Medik RSIA Siti Fatimah Makassar

Tabel 5.8. Menunjukan Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional

yang di rawat menurut riwayat abortus berulang, didapatkan pasien dengan

ada riwayat abortus berulang sebanyak 3 kasus atau sebesar 10% dan pasien

dengan tidak ada riwayat abortus berulang sebanyak 27 kasus atau sebesar

90%.

100
90
80 90
70
60
50
40
30
20 27
10 3 10
0
Ada Tidak Ada

Jumlah Presentase

Gambar 5.8. Grafik Distribusi Riwayat Abortus Berulang Pada Pasien Diabetes Mellitus

Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar

periode Januari – Desember 2013

50
Faktor Resiko
Odds Ratio (OR) Riwayat abortus berulang =
Tidak Beresiko

Tidak 27
= Ada = 3 = 9

Odds Ratio untuk tidak memiliki riwayat abortus berulang pada

distribusi sampel menurut riwayat abortus berulang adalah 9 kali lebih

beresiko daripada sampel yang memiliki riwayat abortus berulang.

5.9 Distribusi Sampel Riwayat Melahirkan Bayi >4 kg

Tabel 5.9. Distribusi Riwayat Melahirkan Bayi >4 kg Pada Pasien Diabetes

Mellitus Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar periode

Januari – Desember 2013

Riwayat melahirkan bayi > 4 kg Jumlah Presentase


(n) (%)
Ada 6 20
Tidak Ada 24 80
Jumlah 30 100
Sumber : Bagian Rekam Medik RSIA Siti Fatimah Makassar

Tabel 5.9. Menunjukan Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional

yang di rawat menurut riwayat melahirkan bayi >4 kg, didapatkan pasien

dengan ada riwayat melahirkan bayi >4 kg sebanyak 6 kasus atau sebesar

20% dan pasien dengan tidak ada riwayat melahirkan bayi >4 kg sebanyak 24

kasus atau sebesar 80%.

51
90
80
80
70

60
50

40

30

20 24
20
10
6
0
Ada Tidak Ada

Jumlah Presentase

Gambar 5.9. Grafik Distribusi Riwayat Melahirkan Bayi >4 Kg Pada Pasien Diabetes Mellitus

Gestasional yang dirawat di RSIA Siti Fatimah Makassar

periode Januari – Desember 2013

Faktor Resiko
Odds Ratio (OR) Riwayat Melahirkan Bayi >4 Kg =
Tidak Beresiko

Tidak 24
= Ada = 6 = 4

Odds Ratio untuk tidak memiliki riwayat melahirkan bayi >4 kg pada

distribusi sampel menurut riwayat melahirkan bayi >4 kg adalah 4 kali lebih

beresiko daripada sampel yang memiliki riwayat melahirkan bayi >4 kg.

52
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Banyaknya populasi dalam penelitian mengenai Diabetes Mellitus

Gestasional yang menjalani pengobatan di RSIA Siti Fatimah

Makassar Periode Januari-Desember 2013, berjumlah 32 orang, namun

karena ada rekam medis yang tidak memenuhi kriteria variabel yang

diteliti maka sampel yang diambil berjumlah 30 sampel.

2. Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional berdasarkan kelompok

umur menunjukkan bahwa insiden terbanyak terjadi pada rentang umur

30 – 34 tahun dengan jumlah 10 kasus (33%) diikuti oleh rentang umur

>35 tahun sebanyak 8 kasus (27%) selanjutnya umur 25-29 tahun

sebanyak 6 kasus (20%), lalu diikuti umur 20 - 24 tahun sebesar 4

kasus (13%), dan yang paling sedikit pada umur <20 tahun dengan

jumlah sebesar 2 kasus (7%). Odds Ratio untuk kelompok umur 20-24

pada distribusi sampel menurut kelompok umur adalah 2 kali lebih

beresiko daripada sampel umur <20.Odds Ratio untuk kelompok umur

25-29 pada distribusi sampel menurut kelompok umur adalah 1,5 kali

lebih beresiko daripada sampel umur 20-24.Odds Ratio untuk

kelompok umur 30-34 pada distribusi sampel menurut kelompok umur

adalah 1,7 kali lebih beresiko daripada sampel umur 25-29. Odds Ratio

untuk kelompok umur 30-34 pada distribusi sampel menurut kelompok

umur adalah 1,3 kali lebih beresiko daripada sampel umur ≥ 35

53
3. Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional yang di rawat menurut

status gizi, didapatkan pasien dengan status gizi normal sebanyak 8

kasus (27%) dan pasien dengan status gizi obesitas (gizi lebih)

sebanyak 22 kasus (73%). Odds Ratio untuk obesitas pada distribusi

sampel menurut status gizi adalah 2,75 kali lebih beresiko daripada

sampel yang status gizinya normal

4. Distribusi pasien diabetes mellitus yang dirawat menurut keluhan

utama pasien saat datang ke Rumah Sakit, dengan keluhan yang paling

banyak adalah pusing, mual dan muntah sebanyak 20 pasien (67%),

kemudian keluhan obesitas sebanyak 8 pasien (27%), keluhan lemah

badan, kesemutan, gatal, pandangan kabur, dan pruritus vulva

sebanyak 2 pasien (7%), keluhan poliuria (banyak buang air kecil)

sebanyak 0 orang (0%), dan keluhan polidipsia (banyak minum) dan

polifagia (banyak makan) sebanyak 0 orang (0%).

5. Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional yang di rawat menurut

stress/merokok, didapatkan pasien dengan ada stress/merokok

sebanyak 12 kasus (40%) dan pasien dengan tidak ada stress/merokok

sebanyak 18 kasus (60%). Odds Ratio untuk tidak stres/merokok pada

distribusi sampel menurut stres/merokok adalah 1,5 kali lebih beresiko

daripada sampel yang stres/merokok.

6. Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional yang di rawat menurut

riwayat grande multipara, didapatkan pasien dengan ada riwayat

grande multipara sebanyak 3 kasus (10%) dan pasien dengan tidak ada

riwayat grande multipara sebanyak 27 kasus (90%). Odds Ratio untuk

54
tidak memiliki riwayat grande multipara pada distribusi sampel

menurut stres/merokok adalah 9 kali lebih beresiko daripada sampel

yang memiliki riwayat grande multipara

7. Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional yang di rawat menurut

riwayat konsumsi obat-obatan, didapatkan pasien dengan ada riwayat

konsumsi obat-obatan sebanyak 2 kasus (7%) dan pasien dengan tidak

ada riwayat konsumsi obat-obatan sebanyak 28 kasus (93%). Odds

Ratio untuk tidak memiliki riwayat konsumsi obat-obatan pada

distribusi sampel menurut riwayat konsumsi obat-obatan adalah 14 kali

lebih beresiko daripada sampel yang memiliki riwayat konsumsi obat-

obatan

8. Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional yang di rawat menurut

riwayat diabetes dalam keluarga menunjukkan bahwa insiden

terbanyak terjadi pada salah satu orang tua diabetes dengan jumlah 18

kasus (60%) diikuti oleh kedua orang tua diabetes dengan jumlah 9

kasus (30%) dan yang paling sedikit pada tidak ada diabetes dengan

jumlah sebesar 3 kasus (10%). Odds Ratio untuk sampel yang

memiliki riwayat DM dalam keluarga pada distribusi sampel menurut

riwayat DM dalam keluarga adalah 9 kali lebih beresiko daripada

sampel yang tidak memiliki riwayat DM dalam keluarga.

9. Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional yang di rawat menurut

riwayat abortus berulang, didapatkan pasien dengan ada riwayat

abortus berulang sebanyak 3 kasus (10%) dan pasien dengan tidak ada

riwayat abortus berulang sebanyak 27 kasus (90%). Odds Ratio untuk

55
tidak memiliki riwayat abortus berulang pada distribusi sampel

menurut riwayat abortus berulang adalah 9 kali lebih beresiko daripada

sampel yang memiliki riwayat abortus berulang

10. Distribusi pasien diabetes mellitus gestasional yang di rawat menurut

riwayat melahirkan bayi >4 kg, didapatkan pasien dengan ada riwayat

melahirkan bayi >4 kg sebanyak 6 kasus (20%) dan pasien dengan

tidak ada riwayat melahirkan bayi >4 kg sebanyak 24 kasus (80%).

Odds Ratio untuk tidak memiliki riwayat melahirkan bayi >4 kg pada

distribusi sampel menurut riwayat melahirkan bayi >4 kg adalah 4 kali

lebih beresiko daripada sampel yang memiliki riwayat melahirkan bayi

>4 kg.

B. Saran

1. Perlu adanya penelitian analitik lebih lanjut untuk menentukan

hubungan antar variable.

2. Diharapkan adanya penyuluhan mengenai penyakit diabetes mellitus

gestasional, sehingga masyarakat bisa mengerti mengenai penyakit

tersebut dan diperlukan adanya kesadaran dan perhatian yang lebih bagi

para dokter dalam mengisi rekam medis pasien terkait anamnesis,

pemeriksaan fisis, dan diagnosis terhadap kondisi pasien

3. Diharapkan agar ibu hamil senantiasa rutin memeriksakan kesehatan di

sarana-sarana kesehatan agar deteksi dini dan pencegahan dapat

ditegakkan guna meminimalisir komplikasi diabetes mellitus

gestasional yang akan terjadi.

56
DAFTAR PUSTAKA

1. Reece EA. The fetal and maternal consequences of gestational diabetes

mellitus. J Matern Fetal Neonatal Med. Mar 2010;23(3):199-203.

2. Reader DM. Medical Nutrition Therapy and Lifestyle Interventions.

Diabetes Care. July 2007 2007;30(Supplement 2):S188-S193.

3. Saldah, Ifan. Faktor Risiko Kejadian Prediabetes/ Diabetes Melitus

Gestasional Di Rsia Sitti Khadijah I Kota Makassar. Epidemiologi Fakultas

Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar. 2012

4. American Diabetes Association. Standards of medical care in diabetes--

2012. Diabetes Care. Jan 2012;35 Suppl 1:S11-63.

5. International Association of Diabetes Pregnancy Study Groups Consensus

Panel, Metzger BE, Gabbe SG, et al. International association of diabetes

and pregnancy study groups recommendations on the diagnosis and

classification of hyperglycemia in pregnancy. Diabetes Care. Mar

2010;33(3):676-682.

6. Kim SY, England L, Wilson HG, Bish C, Satten GA, Dietz P. Percentage

of gestational diabetes mellitus attributable to overweight and obesity. Am

J Public Health. Jun 2010;100(6):1047-1052.

7. Crowther CA, Hiller JE, Moss JR, et al. Effect of treatment of gestational

diabetes mellitus on pregnancy outcomes. N Engl J Med. Jun 16

2005;352(24):2477-2486.

8. Han S, Crowther CA, Middleton P, Heatley E. Different types of dietary

advice for women with gestational diabetes mellitus. Cochrane Database

Syst Rev. 2013;3:CD009275.

57
9. Institute of Medicine. Weight Gain During Pregnancy: Reexamining the

Guidelines. Washington DC: National Academy of Sciences; 2009.

10. Hone J, Jovanovič L. Approach to the Patient with Diabetes during

Pregnancy. Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. August 1,

2010 2010;95(8):3578-3585.

11. Metzger BE, Buchanan TA, Coustan DR, et al. Summary and

recommendations of the Fifth International Workshop-Conference on

Gestational Diabetes Mellitus. Diabetes Care. Jul 2007;30 Suppl 2:S251-

260.

12. Hawkins JS, Casey BM, Lo JY, Moss K, McIntire DD, Leveno KJ.

Weekly compared with daily blood glucose monitoring in women with

diet-treated gestational diabetes. Obstet Gynecol. Jun 2009;113(6):1307-

1312.

13. Serlin DC, Lash RW. Diagnosis and management of gestational diabetes

mellitus. Am Fam Physician. Jul 1 2009;80(1):57-62.

14. Moore TR. Glyburide for the Treatment of Gestational Diabetes. Diabetes

Care. July 2007 2007;30(Supplement 2):S209-S213.

15. Metzger BE, Buchanan TA, Coustan DR, et al. Summary and

recommendations of the Fifth International Workshop-Conference on

Gestational Diabetes Mellitus. Diabetes Care. Jul 2007;30 Suppl 2:S251-

260.

16. Hawkins JS, Casey BM, Lo JY, Moss K, McIntire DD, Leveno KJ.

Weekly compared with daily blood glucose monitoring in women with

58
diet-treated gestational diabetes. Obstet Gynecol. Jun 2009;113(6):1307-

1312.

17. Serlin DC, Lash RW. Diagnosis and management of gestational diabetes

mellitus. Am Fam Physician. Jul 1 2009;80(1):57-62.

18. Moore TR. Glyburide for the Treatment of Gestational Diabetes. Diabetes

Care. July 2007 2007;30(Supplement 2):S209-S213.

19. Duncan I, Ahmed T, Li QE, et al. Assessing the value of the diabetes

educator. The Diabetes educator. Sep-Oct 2011;37(5):638-657.

20. Kim C, Newton KM, Knopp RH. Gestational diabetes and the incidence of

type 2 diabetes: a systematic review. Diabetes care. Oct 2002;25(10):1862-

1868.

21. Lawrence JM, Black MH, Hsu J-W, Chen W, Sacks DA. Prevalence and

Timing of Postpartum Glucose Testing and Sustained Glucose

Dysregulation After Gestational Diabetes Mellitus. Diabetes Care. March

1, 2010 2010;33(3):569-576.

22. Getahun D, Fassett MJ, Jacobsen SJ. Gestational diabetes: risk of

recurrence in subsequent pregnancies. Am J Obstet Gynecol. Nov

2010;203(5):467 e461-466.

23. Tovar A, Chasan-Taber L, Eggleston E, Oken E. Postpartum screening for

diabetes among women with a history of gestational diabetes mellitus.

Preventing chronic disease. Nov 2011;8(6):A124.

24. Henderson CE, Kavookjian J, Leitstein H, et al. Window of Opportunity:

Postpartum Screening of Women with Gestational Diabetes for Early

59
Detection of Prediabetes and Type 2 Diabetes. The Open Diabetes Journal.

2012;5:25-28.

25. Henderson CE, Lipman R. Promoting health after gestational diabetes: a

National Diabetes Education Program call to action. Obstet Gynecol. May

2012;119(5):1055; author reply 1055.

60
1

DATA PASEIEN DIABETES MELLITUS GESTASIONAL DI RSIA SITI FATIMAH MAKASSAR PERIODE JANUARI - DESEMBER 2013

Umur (tahun) Status Gizi Keluhan Utama Stres / Merokok ayat Grande Multipat Konsumsi Obat-o Riwayat DM dlm Keluarga wayat abortus berul at melahirkan bayi

Lemah badan,
No. No. RM Tidak Ideal Polidipsia & Pusing, mual kesemutan, gatal, Tidak Tidak Tidak Salah Tidak Tidak Tidak
< 20 20-24 25-29 30-34 ≥35 Ideal Poliuria Obesitas Ada Ada Ada keduanya Ada Ada
(gizi lebih) polifagia & muntah pandangan kabur, & ada ada ada satu ada ada ada
pruritus vulva
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
Total

61
DATA PASEIEN DIABETES MELLITUS GESTASIONAL DI RSIA SITI FATIMAH MAKASSAR PERIODE JANUARI - DESEMBER 2013

Umur (tahun) Status Gizi Keluhan Utama Stres / Merokok ayat Grande Multipat Konsumsi Obat-o Riwayat DM dlm Keluarga wayat Abortus Berul at melahirkan bayi

Lemah badan,
No. No. RM Pusing,
Tidak Ideal (Gizi Polidipsia & kesemutan, gatal, Tidak Tidak Tidak Salah Tidak Tidak Tidak
< 20 20-24 25-29 30-34 ≥35 Ideal Poliuria mual & Obesitas Ada Ada Ada Keduanya Ada Ada
Lebih) polifagia pandangan kabur, ada ada ada satu ada ada ada
muntah
& pruritus vulva

1 78474         
2 76921         
3 79415         
4 76921         
5 81080         
6 85628         
7 86703         
8 86738         
9 86859         
10 88468         
11 87744         
12 78906         
13 88129         
14 88180         
15 88133         
16 87973         
17 88156         
18 88170         
19 88217         
20 88300         
21 87973         
22 88319         
23 88320         
24 88410         
25 88543         
26 88572         
27 88716         
28 88723         
29 88892         
30 89307         
Total 2 4 6 10 8 8 22 20 8 2 12 18 3 27 2 28 18 9 3 3 27 6 24

62
Umur

Umur Jumlah (n) Presentase (%)

<20 2 7
20-24 4 13
25-29 6 20
30-34 10 33
>35 8 27
Jumlah 30 100

Status Gizi

Status Gizi Jumlah (n) Presentase (%)

Normal 8 27
Obesitas 22 73
Jumlah 30 100

Keluhan Utama

Keluhan Utama Jumlah (n) Presentase (%)

Poliuria 0 0

Polidipsia dan
polifagia
0 0

Pusing, mual dan


muntah
20 67
Obesitas 8 27

Lemah badan,
kesemutan,
gatal, pandangan
kabur, dan
pruritus vulva

2 7
Jumlah 30 100

63
Stress / Merokok

Stress / Presentase
Jumlah (n)
Merokok (%)
Ada 12 40
Tidak Ada 18 60
Jumlah 30 100

Riwayat Grande Multipara

Riwayat Grande Presentase


Jumlah (n)
Multipara (%)

Ada 3 10
Tidak Ada 27 90
Jumlah 30 100

Riwayat Konsumsi Obat-obatan

Riwayat
Presentase
Konsumsi Obat- Jumlah (n)
(%)
obatan

Ada 2 7
Tidak Ada 28 93
Jumlah 30 100

Riwayat DM dlm Keluarga

Riwayat DM Presentase
Jumlah (n)
dlm Keluarga (%)

Salah Satu 18 60
Keduanya 9 30
Tidak Ada 3 10
Jumlah 30 100

64
Riwayat Abortus Berulang

Riwayat Abortus
Jumlah (n) Presentase (%)
Berulang
Ada 3 10
Tidak Ada 27 90
Jumlah 30 100

Riwayat melahirkan bayi > 4 kg

Riwayat melahirkan
Jumlah (n) Presentase (%)
bayi > 4 kg

Ada 6 20
Tidak Ada 24 80
30 100

65
BIODATA PENULIS

Nama : Marisa Trirahayu

Stambuk : C111 08 181

Tempat Tanggal Lahir : Ujung Pandang, 28 Januari 1991

Agama : Islam

Suku Bangsa : Jawa

Alamat : Jl. Landak Baru no.11A Makassar

Nama Orang Tua

Ayah : Brigjen Pol. (P) Drs. H. Mardjito, SH, MH

Ibu : Drg. Hj. Sri Hariani Aris, MARS

Pendidikan :

TK Surya Bandung (1995-1996)

SDN Mangkura I Makassar (1996-2002)

SMPN 6 Makassar (2002-2005)

SMAN 1 Makassar (2005-2008)

Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas

Hasanuddin (2008 – 2012)

Program Penddidikan Profesi Dokter (2012-2014)