Anda di halaman 1dari 12

LEMBAR KERJA 2

MK. PROFESI KEPENDIDIKAN

PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA

Skor Nilai :

LEMBAR KERJA 2

(HAKIKAT PROFESI KEPENDIDIKAN)

NAMA MAHASISWA : Putri Kesuma Darma

NIM : 4151111074

DOSEN PENGAMPU : Prof. Dr.Edi Syahputra, M.Pd.

MATA KULIAH : Profesi Kependidikan

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

FEBRUARI 2018
Menjelaskan beberapa pengertian, tugas, serta hak dan kewajiban dalam dunia
pendidikan yang mencakup inti sari pembahasan :

a. Guru
b. Kepala sekolah
c. Konselor
d. Pustakawan

A. GURU

Pengertian Guru

 Menurut kamus besar bahasa Indonesia (1994 : 377) guru adalah orang
yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar.

 Menurut Suparlan (2008 : 12), guru dapat diartikan sebagai orang yang
tugasnya terkait dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam semua
aspeknya, baik spiritual dan emosional, intelektual, fisikal, maupun aspek
lainnya. Namun, Suparlan (2008 : 13) juga menambahkan bahwa secara legal
formal, guru adalah seseorang yang memperoleh surat keputusan (SK), baik
dari pemerintah maupun pihak swasta untuk mengajar.

 Menurut Imran (2010 : 23), guru adalah jabatan atau profesi yang memerlukan
keahlian khusus dalam tugas utamanya seperti mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan
menengah.

Jadi, dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa guru adalah seseorang yang
telah memperoleh surat kepustusan (SK) baik dari pihak swasta atau pemerintah
untuk menggeluti profesi yang memerlukan keahlian khusus dalam tugas utamanya
untuk mengajar dan mendidik siswa pada pendidikan anak usia dini jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar, dan menengah, yang tujuan utamanya adalah
untuk mencerdaskan bangsa dalam semua aspek.
Tugas – Tugas Guru

Tugas Pokok seorang guru adalah:

1. Membuat perangkat program pengajaran (Protah, Promes, Silabus, RPP


dan KKM )
2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
3. Melaksanakan kegiatan penilaian proses pelajaran, ulangan harian, ulangan
umum, ujian akhir.
4. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian
5. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
6. Mengisi daftar nilai siswa
7. Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan) kepada
guru lain dalam proses kegiatan belajar mengajar
8. Membuat alat pelajaran / alat peraga
9. Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni
10. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum
11. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah
12. Mengadakan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya
13. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa
14. Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pengajaran
15. Mengatur kebersihan kelas dan ruang praktikum
16. Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.
17. Mengadakan penelitian tindakan kelas

Hak dan Kewajiban Guru

Di dalam UU R.I. No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Bab IV Pasal 14
ayat 1 disebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak:

1. Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimun dan jaminan


kesejahteraan social;
2. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi
kerja;
3. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas
kekayaan intelektual;
4. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi;
5. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk
menjaga kelancaran tugas keprofesionalan;
6. Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan
kelulusan, penghargaan, dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan
kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundangundangan;
7. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan
tugas;
8. Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi;
9. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan
pendidikan;
10. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan
kualifikasi akademik dan kompetensi; dan/atau
11. Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya. Guru
profesional dituntut memiliki kompetensi-kompetensi khusus.

Selain itu, guru juga dituntut melaksanakan kewajiban-kewajiban yang


dibebankan kepadanya. Di dalam pasal 20 UU R.I. No. 14 Tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen disebutkan bahwa guru dalam melaksanakan tugasnya mempunyai
beberapa kewajiban, yaitu:

1. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang


bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
2. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi
secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni;

B. KEPALA SEKOLAH

Pengertian Kepala Sekolah

 Kepala sekolah adalah tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk
memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau
tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid
yang menerima pelajaran.

 Dalam konteks pendidikan, kepala sekolah adalah seseorang yang harus


mampu menggerakkan, mempengaruhi, memberikan motivasi dan
mengarahkan orang – orang di dalam organisasi/lembaga pendidikan tertentu
untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.

Jadi, Kepala Sekolah adalah seorang yang diberi amanat untuk memimpin suatu
sekolah agar tujuan pendidikan dapat tercapai sesuai yang ditetapkan.

Hak dan Kewajiban Kepala Sekolah

Hak kepala sekolah adalah sebagai berikut :

a. Menerima gaji sebagai pegawai negeri sipil sesuai dengan pangkat dan
golongan.
b. Memperoleh tunjangan fungsional sesuai dengan jabatan yang dimilikinya.
c. Memperoleh biaya operasioanal untuk melaksanakan tugas – tugasnya.
d. Memperoleh tunjangan profesi setelah memiliki sertifikasi.
e. Menerima subsidi dan insentif untuk menunjang pelaksanaan tugas dan
pengemabangan profesi kepala sekolah.
f. Memperoleh tunjangan khusus bagi kepala sekolah yang memiliki tempat tugas
jauh dari kota.

Namun pada dasarnya kepala sekolah memiliki Kewajiban yang harus terpenuhi
agar program dan tujuan sekolah tercapai. Kewajiban kepala sekolah tersebut
adalah sebagai berikut:

a. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah


dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
b. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam
penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan secara bersama.
c. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, sekolah dan
pemerintah tentang mutu sekolah.
d. Meningkatkan kompetensi yang sehat antar setiap sekolah untuk mencapai
keakraban.

Tugas – Tugas Kepala sekolah

Tugas pokok Kepala Sekolah sebagai pemimpin pendidikan adalah:

a. Perencanaan sekolah dalam arti menetapkan arah sekolah sebagai lembaga


pendidikan dengan cara merumuskan visi, misi, tujuan dan strategi
pencapaian.
b. Mengorganisasikan sekolah dalam arti membuat struktur organisasi
menetapkan staf dan menetapkan tugas dan fungsi masing – masing staf.
c. Menggerakkan staf dalam artian memotivasi staf melalui internal marketing
dan memberi contoh eksternal marketing.
d. Mengawasi dalam arti melakukan supervisi, mengendalikan dan
membimbing semua staf dan warga sekolah.
e. Mengevaluasi proses dan hasil pendidikan untuk dijadikan dasar pendidikan
dan pertumbuhan kualitas, serta melakukan problem solving baik secara
analitis sistematis maupun pemecahan masalah secara kreatif dan
menghindarkan serta menanggulangi konflik.

C. KONSELOR

Pengertian Konselor

 Konselor merupakan seorang ayah yang baik, penuh perhatian serta pengertian,
dan siap sedia menolong dirinya, atau sebagai ibu yang ramah, mengundang,
dan memberikan ketenangan kepadanya.

 Sedangkan menurut undang – undang Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan


“Konselor adalah pendidik” dan dalam Peraturan Mentri Pendidikan Nasional
Nomor 22 Tahun 2005 mengemukakan “ Konselor adalah pelaksana pelayanan
konseling disekolah.

 Konselor juga merupakan pendidik, yaitu tenaga profesional yang bertugas :


merencanakan dan menyelenggarakan proses pembelajaran, menilai hasil
pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan. Adapun arah
pelaksanaan pembelajaran dan penilaian hasil pembelajaran yang dimaksud
adalah melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling yaitu berbagai jenis
layanan dan kegiatan pendukung konseling dan berbagai keterkaitannya serta
penilaiannya.

Dari beberapa uraian tentang konselor di atas, maka dapat diambil kesimpulan
bahwa konselor adalah seseorang tenaga profesional yang memberikan bantuan
kepada orang lain (kilen/siswa) yang mengalami kesulitan atau permasalahan yang
tidak bisa diatasi sendiri dengan tujuan untuk memecahkan permasalahan siswa dan
apabila menunjukkan persetujuan atau penerimaan akan sangat dihargai oleh siswa.

Yang mana konselor tersebut bertugas secara profesional yaitu memang benar –
benar telah dipersiapkan serta dididik secara khusus untuk menguasai segala
sesuatu yang berhubungan dengan bimbingan dan konseling baik dalam
pengetahuan,pengalaman, dan pribadinya dalam bimbingan dan konseling.

Hak dan Kewajiban Konselor

Hak konselor adalah sebagai berikut:

a. Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan


kesejahteraan sosial.
b. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi
kerja
c. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas
kekayaan intelektual.
d. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
e. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk
menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
f. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan
tugas.
g. Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.
h. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan
pendidikan.
i. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan
kualifikasi akademik dan kompetensi, dan atau
j. Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.

Kewajiban konselor adalah sebagai berikut :

a. Konselor wajib terus menerus berusaha mengembangkan dan menguasai


dirinya.
b. Konselor wajib memperlihatkan sifat-sifat sederhana, rendah hati, sabar,
menepati janji, dapat dipercaya, jujur, tertib dan hormat.
c. Konselor wajib memiliki rasa tanggung jawab terhadap saran ataupun
peringatan yang diberikan kepadanya, khususnya dari rekan seprofesi yang
berhubungan dengan pelaksanaan ketentuan tingkah laku profesional.
d. Konselor wajib mengusahakan mutu kerja yang tinggi dan tidak
mengutamakan kepentingan pribadi termasuk material,finansial, dan
popularitas.
e. Konselor wajib trampil dalam menggunakan teknik dan prosedur khusus
dengan wawasan luas dan kaidah – kaiadah ilmiah.

Tugas – Tugas Konselor

Adapun tugas konselor sekolah adalah sebagai berikut:

a. Bertanggung jawab tentang keseluruhan pelaksanaan layanan konseling di


sekolah
b. Mengumpulkan, menyusun, mengolah, serta menafsirkan data, yang
kemudian dapat dipergunakan oleh semua staf bimbingan disekolah.
c. Memilih dan mempergunakan berbagai instrumen test psikologis untuk
memperoleh berbagai informasi mengenai bakat khusus, minat,
kepribadian, dan intelegensi untuk masing-masing peserta didik.
d. Melaksanakan bimbingan kelompok maupun individu (wawancara
konseling).
e. Membantu petugas bimbingan untuk mengumpulkan, menyusun, dan
mempergunakan informasi tentang berbagai permasalahan pendidikan,
pekerjaan, jabatan atau karier yang dibutuhkan oleh guru bidang studi dalam
proses belajar mengajar.
f. Melayani orangtua peserta didik ingin mengadakan konsultasi tentang anak
– anaknya.

D. PUSTAKAWAN

Pengertian Pustakawan

 Secara tradisonal defenisi pustakawan adalah orang yang ahli dalam mengelola
koleksi buku dan bahan – bahan informasi lainnya; dan membantu pengguna
untuk mengakses koleksi tersebut. (Feather & Sturges, 1997, p.252).

 Harrod mendefenisikan pustakawan sebagai orang yang mengelola


perpustakaan dan isinya, menyeleksi buku – buku, dokumen dan bahan non
buku untuk memenuhi kebutuhan pemakaiannya. (Harrod, 1987, p. 451).

 Reitz mendefenisikan pustakawan adalah orang yang secara profesional dilatih


untuk bertanggung jawab mengelola perpustakaan dan isinya, termasuk
mnyeleksi, mengolah, dan mengatur bahan – bahan, dan penyebaran informasi
pengajaran, dan layanan pinjam untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.

Jadi dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Pustakawan adalah seseorang
yang ahli dalam mengolah, menyeleksi suatu buku untuk memenuhi kebutuhan
pemakaiannya.

Hak dan Kewajiban Pustakawanan

Guna memberikan gambaran kepada pustakawan untuk meningkatkan kompetensi


dirinya agar mendapatkan pengakuan dari masyarakat, maka pustakawan
hendaknya mengetahui hak dan kewajiban sebagai seorang yang profesional. Hak
seorang pustakawan seperti yang tertuang dalam pasal 31, UU No. 43/ 2007 adalah:

1. Penghasilan dan jaminan kesejahteraan social

2. Pembinaan karir sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas


3. Kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas
perpustakaan. Untuk menunjang kelancaran tugas.

Sedangkan kewajiban Pustakawan adalah:

1. Memberikan layanan prima terhadap pemustaka

2. Menciptakan suasana perpustakaan yang kondusif

3. Memberikan keteladanan dan menjaga nama baik lembaga dan kedudukan


sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Tugas – Tugas Pustawanan

Tugas pokok pustakawan sesuai dengan jenjangnya adalah sebagai berikut:

a. Pustakawan Pelaksana, mempunyai tanggung jawab terselesaikannya


secara profesional pekerjaan kepustakawanan yang bersifat teknis
sederhana yang menjadi tugas pokoknya.
b. Pustakawan Pelaksana Lanjutan, mempunyai tanggung jawab
terselesaikanya secara profesional pekerjaan kepustakawanan yang besifat
teknis menengah yang menjadi tugas pokoknya. Contoh: Tanggung jawab
dalam membuat klasifikasi sederhana.
c. Pustakawan Penyedia, mempunyai tanggung jawab terselesaikannya secara
profesional pekerjaan kepustakawanan yang bersifat teknis kompleks yang
menjadi tugas pokoknya. Contoh: Tanggung jawab dalam memberikan
layanan rujukan cepat.
d. Pustakawan Pertama, mempunyai tanggung jawab terselesaikannya secara
profesional pekerjaan kepustakawanan yang bersifat analisis sederhana
yang menjadi tugas pokoknya. Contoh: Tanggung jawab dalam mengolah
data untuk menyusun rencana operasional pengembangan koleksi.
e. Pustakawan Muda, mempunyai tanggung jawab terselesaikannya secara
profesional pekerjaan kepustakawanan yang bersifat analisis menengah
yang menjadi tugas pokoknya.
f. Pustakawan Madya, mempunyai tanggung jawab terselesaikannya secara
professional pekerjaan kepustakawanan yang bersifat analisis kompleks
yang menjadi tugas pokoknya. Contoh: Tanggung jawab sebagai editor
dalam penelusuran informasi teknis.
g. Pustakawan Utama, mempunyai tanggung jawab terselesaikannya secara
profesional pekerjaan kepustakawanan yang bersifat analisis kompleks dan
pengembangannya yang menjadi tugas pokoknya. Contoh : Tanggung
Jawab dalam menelaah pengembangan di bidang perpustakaan,
dokumentasi dan informasi.

HASIL DISKUSI

Mengenai topik pembahasan “Jenis – jenis profesi di bidang pendidikan”

Dari hasil diskusi pada tanggal 19 februari 2015 ada terjadi beberapa kendala
mengenai perbedaan antara ciri dan syarat guru profesional dalam dunia pendidikan

Jadi menurut hasil diskusi semalam perbedaan antara ciri dan syarat guru
profesional dalam dunia pendidikan adalah :

Pertama adalah Syarat untuk menjadi seorang guru profesional itu apa, jadi yang
dilakukan itu, itu lah yang merupakan ciri – ciri guru profesional , jika ciri – ciri
yang dimiliki oleh guru tersebut sudah terpenuhi maka syarat untuk menjadi
seorang guru profesional sudah terpenuhi.

Maka kesimpulan dari materi mengenai jenis – jenis profesi di bidang pendidikan
adalah “ Penyelenggaraan sistem pendidikan hanya dapat dikelola dan dijalankan
oleh tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional dengan profesionalisme
yang tinggi”
DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani. (1991). Bimbingan dan Konseling di Sekolah.
Jakarta : PT.Rineka Cipta.

Kartini,Kartono. (1985). Bimbingan dan Dasar – Dasar Pelaksanaannya. Jakarta :


CV.Rajawali.

Sudrajat, Hari. (2004). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Bandung


: Cipta cekas Grafika.

Wahjosumidjo. (2005). Kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta : Raja Grafindo


Persada

Mutiara wahyuni. 2015. Peran pustakawan sebagai penyedia informasi. Jakarta:


Jurnal Iqra’ . Vol 09,No.2

http://www.definisi-pengertian.com/2015/06/definisi-atau-pengertian-guru.html
http://eprints.uny.ac.id/8404/3/BAB%202-07201241005.pdf
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/119316-T%2025210-
Ketrampilan%20instruktur-Literatur.pdf
http://www.rijal09.com/2017/02/17-tugas-pokok-dan-fungsi-guru.html

http://www.reportaseguru.com/2016/04/16-Tugas-Guru-Berdasarkan-Tupoksi-
Pendidik-Profesional.html
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=24885&val=1533

http://bicaraperpustakaan.com/2016/03/hak-dan-kewajiban-pustakawan.html/