Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kabupaten Wonosobo merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian

berkisar antara 275 meter sampai dengan 2.250 meter di atas permukaan laut.

Wonosobo dengan luas wilayah 98.468 hektar mempunyai topografi yang

berbukit-bukit. Rata-rata suhu udara di Wonosobo antara 14,3 – 26,5oC

dengan curah hujan rata-rata per tahun berkisar antara 1.713 – 4.255

mm/tahun (BPS, 2012). Banyaknya gunung di Wonosobo juga menjadi

sumber mata air beberapa sungai. Daerah aliran sungai yang berhulu di

wilayah Kabupaten Wonosobo antara lain adalah DAS Serayu, Bogowonto,

Jalicokroyasan, Luk Ulo dan Wawar Medono. Hasil penelitian erosi

khususnya pada DAS di Indonesia cukup tinggi seperti laju erosi di DAS

Cimanuk, Jawa Barat mencapai 5 mm/tahun pada luasan 332 ribu Ha ; Erosi

di Sub DAS Citarum, Jawa Barat pada tahun 1991 sebesar 95 ton/Ha/tahun

sedangkan pada tahun 1992 sebesar 103 ton/ha/tahun (Kusumandari, 2011)

Kabupaten Wonosobo secara umum merupakan kawasan yang terletak pada

daerah dengan potensi iklim dan kondisi lahan yang sangat baik untuk

pertanian. Dengan curah hujan yang cukup tinggi dan tanah yang subur, sektor

pertanian merupakan sektor dominan dalam perekonomian.

1
Pada sektor pertanian Wonosobo memiliki komoditas antara lain Padi, Teh,

Tembakau, kopi dan berbagai jenis sayuran serta tanaman hortikultura lainnya.

Wonosobo yang memiliki suhu udara antara 14,3 - 26,5 °C sangat cocok untuk

pengembangan budidaya jamur, carica pepaya, asparagus dan beberapa jenis kayu

sebagai komoditi ekspor non migas serta beberapa jenis tanaman khas Wonosobo

seperti seperti Purwaceng, Gondorukem dan Kayu putih. Di sector ini juga dapat

dijadikan sebagai komoditas wisata, yaitu Agrowisata Teh Tambi.

Agrowisata Kebun Teh Tambi merupakan daya tarik wisata berbasis

perkebunan, pemandangan alam, dan outbound yang berada di kaki Gunung

Sindoro. Kebun teh ini merupakan peninggalan zaman Belanda yang saat ini

masih diusahakan oleh sebuah perusahaan milik pemerintah. Keberadaannya

cukup dikenal karena berdekatan dengan jalur utama menuju Dataran Tinggi

Dieng.

Agrowisata Kebun Teh Tambi terletak kurang lebih 16 km arah utara kota

Wonosobo. Tempat wisata ini dilengkapi dengan kamar-kamar penginapan

yang bagus dan komplit. Akan ada pemandu yang membawa berkeliling

perkebunan teh, melihat karyawan pemetik teh sedang bekerja dan ke dalam

pabrik teh melihat prosesing teh sejak dari daun sampai siap saji.

B. Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang sudah penulis buat, fokus penelitian yang

penulis lakukan adalah sebagai berikut :

1. Asal muasal berdirinya agro wisata teh tambi


2. Melihat kepuasan para pekerja yang telah lama berkerja di sini

2
3. Survey kepuasan pengunjung

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan fokus penelitian, penulis sudah menyiapkan 3 pertanyaan

Rumusan masalah tersebut di antaranya:

1. Berapa upah yang di berikan pengelola kepada para pekerja di sini?


2. Sudah berapa lama berkerja disini?
3. Apakah upah yang di berikan cukup untuk sehari hari?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, dapat disimpulkan tujuan yang

ingin penulis capai sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui upah yang di berikan pengelola terhadap para pekerja


2. Untuk mengetahui sudah berapa lama masyarakat berkerja di kebun teh
3. Untuk mengetahui cukup atau tidaknya upah yang di berikan pengelola

E. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, penulis dapat menyimpulkan

bahwa penelitian ini memiliki dua manfaat sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis : untuk mengetahui mengenai perkebunan teh


2. Manfaat Praktis : menjaga rasa dari teh tersebut.

3
BAB II

KAJIAN TEORI

A. Pengertian teh

Teh adalah minuman yang mengandung kafeina, sebuah infusi yang dibuat

dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan

dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas.

B. Pengertian pekerja

Pekerja (1) adalah tenaga kerja yang bekerja di dalam hubungan kerja

pada pengusaha dengan menerima upah.” (Pasal 1 Angka 3 UU Nomor 25

Tahun 1997 Tentang Ketenagakerjaan). “Pekerja (2) adalah setiap orang yang

bekerja dengan menerima gaji, upah, atau imbalan dalam bentuk lain.” (Pasal

1 Angka 11 UU Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial

Nasional). “Pekerja(3) adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima

gaji, upah, atau imbalan dalam bentuk lain.” (Pasal 1 Angka 8 UU Nomor 24

Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). “Pekerja

(4) adalah setiap orang yang bekerja denganmenerima upah atau imbalan

dalam bentuk lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-

undangan.” (Pasal 1 Angka 4 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang

Tabungan Perumahan Rakyat)

C. Pengertian agro wisata teh tambi

4
Agrowisata Perkebunan Teh Tambi merupakan salah satu tempat rekreasi

berbasis wisata agro milik PT. Perkebunan Tambi, berlokasi di Desa Tambi,

Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Perkebunan teh Tambi menempati

area kurang lebih 256,43 hektare, dengan kawasan wisata agro seluas 2,05

hektare. Kompleks agrowisata perkebunan teh Tambi dilengkapi fasilitas

Pondok Penginapan, Gedung Pertemuan, Restorasi, dan Jasa Penyelenggaraan

Outbound. Agrowisata Perkebunan Teh Tambi merupakan tempat wisata

eksklusif di Kabupaten Wonosobo, cocok untuk traveler dari berbagai daerah

yang membutuhkan tingkat kenyamanan tinggi.

5
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat: agro wisata teh tambi


2. Waktu : 3-7 januari 2018

Sebagai objek yang diperlukan dalam penulisan karya tulis ilmiah, penulis

mengambil penelitian yang dilakukan di agro wisata teh tambi

Waktu yang penulis butuhkan dalam menyusun karya tulis ilmiah ini

dimulai dari bulan desember 2017 sampai febuari 2018. Setelah melaksanakan

penelitian dan tiba di Jakarta, penulis mulai menganalisis data yang telah

didapat.

B. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang terlibat dalam penelitian agro wisata teh tambi

nulis sendiri. Berikut data diri penulis:

Nama : DAFFA GRENZA REVANZA

TTL : Jakarta, 26 Januari 2001

Kelas : XI IIS 3

NIS :

Sekolah : SMA PKP Jakarta Islamic School

C. Populasi dan Sampel Penelitian

6
D. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data serta informasi yang digunakan dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Penelitian lapangan

2. Observasi

3. Wawancara

4. Studi literature

5. Eksperimen

E. Teknik Analisis Data

(sesuaikan dengan metode)

7
8
BAB IV

HASIL PENELITIAN

Keberhasilan suatu daerah dalam mengembangkan daerahnya adalah

dengan ketersediaannya lapangan pekerjaan yang ada di daerah tersebut.

Selain itu, kepadatan penduduk mempunyai andil yang cukup besar dalam hal

tersebut. Bila jumlah penduduk suatu daerah yang seimbang dengan luas

wilayah yang ditempati, maka akan memberikan pengaruh bagi kehidupan

masyarakatnya. Pertumbuhan penduduk pada dasarnya bukanlah satu-satunya

faktor yang menentukan perkembangan di suatu daerah, namun ada beberapa

faktor lain yang juga mempengaruhi hal tersebut antara lain letak geografis

dan mata pencaharian penduduknya. Dua faktor tersebut mampu memberikan

peran terhadap pertumbuhan dan perkembangan perekonomian yang ada di

suatu daerah.

Upah 350/kilogram
BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis dapat menyimpulkan

bahwa

B. Saran

Berdarakan simpulan hasil penelitian, penulis memberi saran


DAFTAR PUSTAKA