Anda di halaman 1dari 8

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN

FAKULTAS KEPERAWATAN ILMU KESEHATAN


PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

TUTORIAL GERONTIK
TAHAP 1: PROBLEM
I. PENGKAJIAN
A. Identitas
Nama : Ny. B
Umur : 63 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Desa Tanipah RT. 02
Suku Bangsa : Jawa
Pendidikan Terakhir : SMP
Pekerjaan : Petani
Sumber Informasi : Klien dan keluarga klien
Diagnosa Medis : Asam urat

B. Keluhan Utama
Pada saat dilakukan pengkajian klien mengatakan pegel pada bagian
pinggang dan lutut.

C. Riwayat Penyakit Sekarang


Klien mengatakan pegel pada bagian pinggang dan lutut.

D. Riwayat Penyakit Dahulu


Klien mengatakan pernah menderita penyakit maag, hipertensi, dan asam
urat.

E. Riwayat Penyakit Keluarga


Klien mengatakan bahwa ada anggota keluarga yang menderita seperti
klien yaitu ibu.

F. Pola Kebiasaan Sehari-hari


Klien mengatakan aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan bertani ke
sawah

G. Pemeriksaan fisik
1. Keadaan umum
Keadaaan umum: keadaan umum klien baik, klien mampu bergerak,
klien beraktifitas secara mandiri, klien kadang mengeluhkan sakit
pinggang dan lutut.
2. Kesadaran
Kesadaran klien composmentis
3. Tanda-tanda vital
TD: 130/90 mmHg
N:93 x/menit
T: 36,80 C
R:20 x/menit
4. Pemeriksaan head to toe
a. Kepala: tidak ada kelainan dengan bentuk kepala
b. Rambut: rabut klien lebat dan pendek tidak rontok dan warna
rambut hitam
c. Mata: klien tidak mampu melihat tulisan dengan jelas dari jarak
lebih dari 1 meter, klien mampu mengenali wajah perawat
dengan baik
d. Hidung: tidak ada keluhan dengan hidung klien, tampak simetris
antara kiri dan kanan, klien mampu membedakan aroma dengan
baik
e. Telinga: tidak ada keluhan dengan pendengaran klien, klien
mampu mendengar percakapan dengan baik
f. Mulut dan bibir: tidak ada keluhan dengan mulut dan bibir klien,
klien mampu menguyah makanan dengan baik, tidak ada
sariawan maupun lesi pada mulut klien,
g. Leher: tidak ada keluhan dengan leher klien, tidak ada tanda-
tanda pembengkakan kelenjar tiroid
h. Dada: tidak ada keluhan dengan dada klien, bentuk simetris
antara kiri dan kanan, tidak ada lesi maupun terdengar suara
nafas tambahan
i. Ektremitas dan kulit : klien mengatakan ia tidak mampu berjalan
terlalu jauh, namun untuk kegiatan sehari-hari klien mampu
melakukan sendiri denganpengawasan,kulit normal dengan
warna kuning langsat.
j. Pinggang: tidak ada keluhan dengan pinggang klien
k. Genetalia: klien berjenis kelamin perempuan dan memiliki 2
orang anak, tidak ada keluhan dengan genetalia

5. Pola Fungsi Kesehatan


a. Pola persepsi dan tata laksana hidup
Klien berharap penyakit hipertensinya bisa terkontrol dan
terobati. Klien jarang berobat ke puskemas, klien kadang-
kadang hanya berobat kebidan desa.
b. Pola Nutrisi
a) Frekuensi : klien makan 3x sehari, frekuensi minum 6
8 gelas sehari
b) Jenis : nasi, lauk pauk dan sayur-sayuran
c) Nafsu makan : menurun, klien mengatakan ada keluhan
dengan pola makan dan hanya menghabiskan sedikit dari
porsi makanannya
d) Makanan yang disukai/ pantangan
Klien menyukai makan-makanan yang berkuah dan klien
mengurangi makanan yang manis serta sayuran hijau.
e) Kebiasaan sebelum makan : klien sebelum makan selalu
Berdoa
c. Pola eliminasi
a) BAK
 Frekuensi : tidak tentu kadang-kadang 5-7x/ Hari
 Warna : normal, kuning jernih
 Keluhan : klien mengatakan BAK lancar
b) BAB
 Frekuensi : Tidak Nentu kadang 2 hari sekali
 Warna : kuning
 Konsistensi: lembek dan tidak keras
 Bau : bau khas BAB
 Keluhan : tidak ada keluhan hemoroid

d. Pola Tidur dan Istirahat


a) Lama tidur jam/hari: klien tidur pada malam hari ±5 jam
b) Tidur siang : klien mengatakan tidur siang ±2 jam
c) Gangguan : klien merasa tidak ada gangguan bila tidur

e. Aktivitas dan Istirahat


Indeks Kemandirian Katz
JENIS KEGIATAN MANDIRI TERGANTUNG

Mandiri √
Berpakaian √
Kekamar kecil √
Berpindah √
Kontinen (berkemih/ defikasi) √
Makan √
Indek katz

Indek katz A :mandiri untuk 6 aktifitas


Indek katz B : Mandiri untuk 5 aktifitas
Indek katz C : Mandiri, Kec bathing dan 1 fungsi lain
Indek katz D : mandiri, kec bathing, dressing dan 1 fungsi
lain
Indek katz E : mandiri, kec bathing, dressing,toileting dan
1 fungsi lain
Indek katz F :mandiri, kec bathing, dressing,toileting,
transfering dan 1

f. Pola hubungan dan peran


Klien memiliki hubungan yang baik terhadap keluarga maupun
dengan masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Klien berperan
sebagai seoarang ibu sekaligus seorang nenek.

g. Pola mekanisme /penanggulangan stress dan koping


klien mengatakan bila ada masalah yang membuat klien tidak
bisa diselesaikan sendiri klien biasa selalu menceritakan
masalahnya kepada anak-anaknya terutama anak terakhir karena
serumah dengan klien.

h. Pola tata nilai dan kepercayaan serta spiritual


a) Aktivitas agama yang dilakukan : Klien mengatakan bahwa
klien mengikuti yasinan yang diadakan di desa pinang
habang. Klien melakukan ibadah sholat dirumah.
b) Kegiatan Agama yang ingin dilakukaan, klien berharap bila
ada rejeki bisa berhaji
c) Percaya akan kematian: klien mengatakan percaya akan
kematian dan menyerahkan semuanya kepada sang pencipta

TAHAP 2. HYPOTESIS
1.1 Analisa Data
Etiologi
NO Data Problem
1. DS: Nyeri akut agen injuri biologis
 Klien mengatakan pegel di
pinggang dan lutut
 P: klien mengatakan nyeri
pada pinggang dan lutut
Q: nyeri seperti ditekan-
tekan
R: nyeri pada pinggang
S: skala 3 (ringan) (skala
1-10)
T: Kadang-kadang
DO:
 TTV:
TD: 140/100 mmHg
N: 93 x/menit
T: 36,80 C
R: 20 x/menit

 Klien tampak memijat


bagian lutut
 Asam urat= 7,1 mg/dl

2. DS: Defisit pengetahuan ketidaktahuan klien


 Klien mengatakan tidak tentang asam urat mengenal masalah
mengetahui tentang penyakit asam urat
penyebab asam urat
 Klien juga mengatakan
tidak mengetahui tentang
pencegahan dan
penanganan hipertensi
DO:
 Klien tampak bingung saat
ditanya tentang penyebab,
pencegahan dan
penanganan penyakit
hipertensi
 Klien tampak menanyakan
tentang penyakit hipertensi

TAHAP 3. MECHANISME
1.2 Prioritas Keperawatan
1.2.1 Nyeri akut b.d agen injuri biologis
1.2.2 Defisit pengetahuan tentang asam urat b.d ketidaktahuan klien
mengenal masalah penyakit asam urat

TAHAP 4. MORE INFO


Diagnosa 1
DS:
DO:
 TTV:
TD: 140/100 mmHg
N: 93 x/menit
T: 36,80 C
R: 20 x/menit
 Klien tampak memijat bagian lutut
 Asam urat= 7,1 mg/dl

Diagnosa 2
DS:
DO:
 Klien tampak bingung saat ditanya tentang penyebab, pencegahan dan
penanganan penyakit hipertensi
 Klien tampak menanyakan tentang penyakit hipertensi

TAHAP 5. DON’T KNOW


1. Apa penyebab asam urat?
2. Bagaimana juga pencegahan asam urat?
3. Pencegahan dan penanganan hipertensi itu seperti apa?
4. Apa itu hipertensi?

TAHAP 6. LEARNING ISSUE


1. Apa penyebab asam urat?
Jawab:
Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya konsentrasi asam urat (gout)
dalam tubuh adalah tingginya konsumsi bahan pangan sumber protein,
terutama purin. Konsumsi bahan pangan tersebut tanpa pengontrolan yang
tepat dapat memicu penyakit asam urat (Vitahealth, 2006).

2. Bagaimana juga pencegahan asam urat?


Jawab:
Sebagian besar kasus gout dan hiperurisemia termasuk hiperurisemia
asimptomatik, mempunyai latar belakang penyebab primer, sehingga
memerlukan pengendalian kadar asam urat jangka panjang. Perlu komunikasi
yang baik dengan pasien untuk mencapai tujuan terapi. Hal itu dapat diperoleh
dengan edukasi dan diet rendah purin yang menjadi tatalaksana. Pencegahan
lainnya berupa penurunan konsumsi alkohol dan penurunan berat badan
(Hidayat,2009)

3. Pencegahan dan penanganan hipertensi itu seperti apa?


Jawab:
Menurut Luckman Sorensen, 2016 cara pencegahan hipertensi adalah:
a. Turunkan berat badan
b. Kurangi konsumsi alkohol
c. Beraktivitas secara teratur
d. Mengurang konsumsi natrium berlebihan
e. Kurangi atau bahkan berhenti merokok

Sedangkan untuk penanganannya sendiri akan diberikan therapy diantaranya


adalah?
a. Diuretik, seperti furosemid, tiazid dan hidrokortiazid
b. Betablocker, seperti metildopa dan reserpin
c. Vasodilator seperti dioksid, pranosin dan hidralasin
d. ACE inhibitor
4. Apa itu hipertensi?
Jawab:
Hipertensi adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja, baik muda
maupun tua. Hipertensi juga sering disebut sebagai silent killer karena
termasuk penyakit yang mematikan. Bahkan, Hipertensi tidak dapat secara
langsung membunuh penderitanya, melainkan hipertensi memicu terjadinya
penyakit lain yang tergolong kelas berat dan mematikan serta dapat
meningkatkan resiko serangan jantung, gagal jantung, stroke dan gagal ginjal
(Pudiastuti, 2013)

Hipertensi juga merupakan salah satu penyakit degeneratif, umumnya tekanan


darah bertambah secara perlahan dengan seiring bertambahnya umur.
(Triyanto, 2014).
TAHAP 7. PROBLEM SOLVING
Perencanaan
NO Diagnosa Keperawatan
NIC
NOC
1. Nyeri akut b.d agen injuri biologis Setelah dilakukan tindakan keperawatan sebanyak 2x 1. Kaji TTV
pertemuan pertemuan diharapkan nyeri klien berkurang 2. Kaji skala nyeri
atau hilang, skala nyeri=0 3. Ajarkan teknik non farmakologi untuk mengatasi nyeri
4. Beri informasi tentang nyeri (penkes)
Kriteria hasil:

1. Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri,


mampu menggunakan tekhnik non farmakologi untuk
mengurangi nyeri)
2. Melaporkan bahwa nyeri berkurang
3. Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi
dan tanda nyeri)
4. Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang

2. Defisit pengetahuan tentang asam urat Setelah dilakukan tindakan keperawatan sebanyak 3x 1. Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan pasien tentang
b.d ketidaktahuan klien mengenal pertemuan diharapkan pengetahuan klien meningkat. penyakit
masalah penyakit asam urat 2. Jelaskan tentang proses penyakit
Kriteria hasil: 3. Gambarkan tanda dan gejala penyakit dengan cara yang tepat
4. Jelaskan tentang penyebab, pencegahan dan penanganan
1. Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit asam urat
penyakit
2. Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali
tentang penyakit