Anda di halaman 1dari 102

BIOLOGI DASAR

BAGIAN PERTAMA

Muhiddin Palennari
Hamka Lodang
Faisal
Abd. Muis
BIOLOGI DASAR
Bagian Pertama

Copyright@penulis 2016

Penulis
Muhiddin Palennari
Hamka Lodang
Faisal
Abd. Muis

Desain Cover
Muhammad Hidayat

Cover :
http://yourshot.nationalgeographic.com/profile/165067/.
http://www.wallpapersxl.com/wallpaper/1366x768/powerpoint-free-hd-fresh-leaf-
green-templates-74448.html
http://penyakit.id/wp-content/uploads/2016/07/Penyebab-Penyakit-Anemia.jpg
http://www.sahabatnuskin.com/medan/teh-hijau-dapat-mengatasi-penyakit-kanker/

Hak Cipta dilindungi undang-undang

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi buku ini dengan cara apapun, termasuk dengan
cara penggunaan

vi+96 halaman
21 x 29.7 cm
Cetakan I : Oktober 2016

ISBN : 978-602-328-205-0

Alauddin University Press


Kampus I : Jalan Sultan Alauddin No. 63 Makassar
Kampus II : Jalan Sultan Alauddin No. 36 Samata – Gowa
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, atas
penyelesaian Buku Ajar Biologi Dasar Ini. Buku ini memuat materi perkuliahan Biologi
Dasar yang mencakup lima bab perkuliahan bagian pertama, yaitu;
1. Bab I pendahuluan
2. Bab II Struktur dan Fungsi Sel
3. Bab III Organisasi Tubuh Tumbuhan
4. Bab IV Organisasi Tubuh Hewan
5. Bab V Reproduksi Mahluk Hidup
Buku ajar ini diperuntukkan bagi mahasiswa program sarjana (S1) semester pertama,
sebagai salah satu sumber belajar bagi mahasiswa dalam mencapai kompetensi mata
kuliah Biologi Dasar.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang
telah membantu, baik secara moril maupun materi dalam penyelesaian buku ajar ini. kami
ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari
bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat
kami harapkan.

Makassar , Oktober 2016

Penulis

iii
Daftar Isi

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii

Bab I
Pendahuluan 1
Biologi Sebagai Ilmu 2
Keterbatasan dan Keunggulan Metode Ilmiah 3
Asal Mula Kehidupan 4
Ciri Mahluk Hidup 6
Rangkuman 10
Soal-Soal Latihan 10

Bab II
Struktur dan Fungsi Sel 11
Konsep dan Teori Sel 12
Sel Prokariotik Versus Sel Eukariotik 13
Sel Tumbuhan dan Sel Hewan 14
Kategorisasi Fungsi Sel 28
Rangkuman 34
Soal-Soal Latihan 34

Bab III
Organisasi Tubuh Tumbuhan 36
Struktur Jaringan Pada Tumbuhan 37
Jaringan Muda 37
Jaringan Dewasa 38
Struktur Organ Pada Tumbuhan 48
Struktur Daun 48
Struktur Batang 48
Struktur Akar 49
Struktur Bunga 51
Rangkuman 51
Soal-Soal Latihan 52

iv
Bab IV
Organisasi Tubuh Hewan 53
Jaringan Dasar Vertebrata 54
Jaringan Epitel 54
Jaringan Ikat 58
Jaringan Otot 62
Jaringan Saraf 63
Sistem Tubuh Vertebrata 64
Sistem Pencernaan 64
Sistem Pernapasan 69
Sistem Peredaran Darah 71
Rangkuman 74
Soal-Soal Latihan 75

Bab V
Reproduksi Mahluk Hidup 76
Reproduksi Pada Tingkat Seluler 77
Reproduksi Pada Bakteri 77
Siklus Sel 78
Pembelahan Meiosis 82
Reproduksi Pada Tingkat Organisme 86
Reproduksi Pada Tumbuhan Berbiji 86
Reproduksi Pada Manusia 89
Rangkuman 94
Soal-Soal Latihan 95
DAFTAR PUSTAKA 96

v
1 Pendahuluan

Sejak permulaan kehidupan di bumi, manusia telah dihadapkan pada berbagai masalah
yang menyangkut hidupnya. Masalah tersebut antara lain adalh makanan yang aman dimakan
dan tidak aman dimakan serta masalah penyakit, apa penyebabnya dan
bagaimana cara mengatasinya. Sejak munculnya perasaan ingin tahu
tentang masalah yang dialami manusia sejak itupula biologi mulai
berkembang. Rasa keingintahuan (kuriositas) salah satu sifat manusia
yang menonjol jika dibanding dengan makhluk lainnya. Sifat tersebut
mendorong manusia untuk mengenal dirinya sendiri dan alam
lingkungannya bahkan bumi sebagai tempat tinggalnya. Keinginan untuk
mengetahui merupakan tonggak kewujudan manusia. Jika kita
mempelajari biologi karena alasan yang sama, mengapa kita
mempelajari fisika, kimia, matematika, geografi, sejarah, seni dan
budaya; adalah untuk memperoleh pengetahuan mengenai segi yang lain
tentang kehidupan kita di bumi yang hanya satu ini.

Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat :

1. Menjelaskan sifat pengetahuan ilmiah.


2. Menyebutkan sifat kebenaran dalam IPA (Sains).
3. Menjelaskan kedudukan biologi diantara ilmu-ilmu lain.
4. Membedakan disertai contoh antara ilmu dasar dengan ilmu terapan.
5. Menjelaskan urutan langkah-langkah metode ilmiah.
6. Menjelaskan keterbatasan dan keunggulan metode ilmiah.
7. Menjelaskan alasan penolakan teori abiogenesis (generatio spontania).
8. Melakukan percobaan Spallanzani.
9. Menjelaskan terjadinya evolusi kimiawi.
10. Menjelaskan hubungan evolusi kimiawi dengan awal evolusi biologi.
11. Menjelaskan alasan bahwa makhluk hidup di bumi berasal dari bumi sendiri.
12. Menjelaskan pengaruh hadirnya O2 di bumi terhadap keadaan bumi sendiri.
13. Menyeburtkan ciri-ciri makhluk hidup yang membedakannya dengan benda tak hidup.
14. Menjelaskan bukti adanya proses metabolisme dalam tubuh organisme.

1
Biologi Sebagai Ilmu
Biologi sebagai bagian dari ilmu Salah satu syarat ilmu pengetahuan
pengetahuan alam (sains) mempelajari seperti tersebut diatas ialah bahwa materi
materi dan energi yang berhubungan pengetahuan itu harus diperoleh melalui
dengan makhluk hidup dan proses-proses metode ilmiah. Ini berarti bahwa cara
kehidupan. Pengetahuan pada manusia, memperoleh pengetahuan itu menentukan
sejak zaman purba sampai sekarang, apakah pengetahuan itu termasuk ilmiah
diperoleh melalui berbagai cara, misalnya atau tidak. Metode ilmiah harus menjamin
melalui pengalaman sendiri atau orang akan menghasilkan pengetahuan yang
lain, melalui prasangka, mitos, intuisi, ilmiah, yaitu bercirikan objektivitas,
ataukah hasil trial and error. Pengetahuan konsisten dan sistematis.
yang didapatkan dengan cara-cara Langkah-langkah operasionalnya
tersebut termasuk pada golongan adalah sebagai berikut :
pengetahuan yang non-ilmiah atau bukan 1) Perumusan masalah yang merupakan
pengetahuan ilmiah. Bagaimanakah pertanyaan mengenai obyek empiris
pengetahuan yang ilmiah atau yang yang jelas batas-batasnya serta dapat
disebut ilmu pengetahuan itu?. Jawaban diidentifikasikan faktor-faktor yang
singkatnya adalah sebagai berikut : terkait di dalamnya.
Pengetahuan dapat dikatakan ilmiah 2) Penyusun kerangka berpikir dalam
bila memenuhi empat syarat yaitu Objektif, pengajuan hipotesis yang merupakan
metodik, sistematik dan berlaku umum. argumentasi yang menjelaskan
a. Objektif artinya pengetahuan itu sesuai hubungan yang mungkin terdapat
dengan objeknya, kesesuaian itu dapat antara berbagai faktor yang saling
dibuktikan dengan penginderaan atas mengait dan membentuk konstelasi
dasar empiris (pengalaman). permasalahan kerangka berpikir ini
b. Metodik artinya pengetahuan itu disusun secara rasional berdasarkan
diperoleh dengan menggunakancara- premis-premis ilmiah yang telah teruji
cara tertentu yang teratur dan kebenarannya dengan memperhatikan
terkontrol. faktor-faktor empiris yang relevan
c. Sistematis artinya pengetahuan ilmiah dengan permasalahan.
itu tersusun dalam suatu sistem, tidak 3) Perumusan hipotesis, yang merupakan
berdiri sendiri; satu dengan yang lain jawaban sementara atau dugaan
saling berkaitan, saling menjelaskan, jawaban pertanyaan yang diajukan,
sehingga seluruhnya merupakan satu yang materinya merupakan
kesatuan yang utuh. kesimpulan dari kerangka berpikir
d. universal artinya pengetahuan ilmiah yang dikembangkan.
itu tidak hanya berlaku atau dapat 4) Pengujian hipotesis, yang merupakan
diamati oleh seorang atau oleh pengumpulan fakta-fakta yang relevan
beberapa orang saja, tetapi semua dengan hipotesis yang diajukan untuk
orang dengan cara eksperimentasi memperlihatkan apakah terdapat fakta
yang sama akan memperoleh hasil yang merndukung hipotesis tersebut
yang sama atau konsisten. atau tidak (dari eksperimen dan / atau
ferifikasi).

2
5) Penarikan kesimpulan yang kesimpulan ilmiah atau dengan kata lain
merupakan penilaian apakah hipotesis kebenaran ilmiah bersifat relatif dan
yang diajukan itu diterima atau ditolak. tentative. Artinya, kesimpulan itu masih ada
Sekiranya dalam proses penyajian peluang keliru dan sebelum ada kebenaran
tterdapat fakta yang cukup mendukung ilmu yang dapat menolak kesimpulan itu,
hipotesis, maka hipotesis diterima. maka kesimpulan itu dianggap benar.
Sebaliknya bila dalam proses Sebaliknya kesimpulan ilmiah yang dapat
penyajian tidaqk terdapat fakta yang menolak kesimpulan ilmiah terdahulu,
cukup mendukung hipotesis, maka menjadi kebenaran ilmu yang baru,
hipotesis ditolak. sehingga mustahil kesimpulan ilmiah bisa
6) Perumusan teori, generalisasi, saja berubah sesuai perkembangan ilmu
pengabstrakan hipotesis yang ditera itu sendiri.
kemudian dianggap menjadi bagian
dari ilmua pengetahuan, apakah Keunggulan
memenuhi persyaratan keilmuan yakni Seperti telah dijelaskan di depan,
mempunyai kerangka penjelasan yang bahwa syarat pengetahuan ilmiah
konsisten dengan ilmu pengetahuan (termasuk IPA) ialah objektif, metodik,
sebelumnya, serta teruji sistematis, dan berlaku umum. Semua itu
kebenenarannya. akan membimbing kita pada sikap ilmiah
yang terpuji sebagai berikut :
Keseluruhan langkah tersebut di atas 1) Mencintai kebenaran yang objektif dan
harus ditempuh melalui urutan yang bersikap adil.
teratur, langkah yang satu merupakan 2) Menyadari bahwa kebenaran ilmiah itu
landasan dari langkah berikutnya. tidak absolut, hal ini dapat
mengarahkan manusia mencari
Keterbatasan dan Keunggulan kebenaran terus menerus.
Metode Ilmiah 3) Dengan ilmu pengetahuan, orang lalu
tidak percaya pada khayalan, karena
Keterbatasan
segala sesuatu di alam semesta ini
Seperti telah diuraikan di atas bahwa terjadi melalui suatu proses yang
dalam pengujian hipotesis yang diajukan, teratur.
dikumpulkan fakta-fakta yang relevan, 4) Ilmu pengetahuan membimbing kita
faktor-faktor ini dapat diperoleh melaui untuk ingin tahu lebih banyak.
pengalaman langsung, atau melalui 5) Ilmu pengetahuan membimbing kita
eksperimen, kemudian fakta-fakta itu untuk tidak berpikir secara prasangka,
dikumpulkan melalui penginderaan. Alat tetapi berpikir secara terbuka, suka
indera mempunyai keterbatasan menerima pendapat orang lain atau
kemampuan untuk menangkap suatu fakta, bersikap toleran.
sehingga terbuka kemungkinan bahwa 6) Metode ilmiah membimbing kita untuk
fakta-fakta yang dikumpulkan itu tidak percaya begitu saja pada suatu
bisa.keliru. Kesimpulan yang diambil dari kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti
fakta yang keliru akan keliru pula. Jadi yang nyata.
kemungkinan keliru dari suatu kesimpulan 7) Metode ilmiah membimbing kita selalu
ilmiah tetap ada. Oleh karena itu semua bersikap optimis, teliti dan berani

3
membuat sesuatu pernyataan yang Beberapa ahli telah melakukan
menurut keyakinan ilmiahnya adalah berbagai usaha untuk melakukan penelitian
benar. terhadap pandangan generatio spontanae,
diantaranya Francesco Redi, Lazzaro
Perkembangan ilmu pengetahuan Spanllanzani (keduanya berkebangsaan
sekarang ini dibedakan antara ilmu-ilmu Italia) dan Louis Pasteur (berkebangsaan
dasar dan ilmu-ilmu terapan. perancic).
Perbedaannya hanya pada tujuan bukan Setelah Louis Pasteur memperbaiki
pada metodenya. Kaidah-kaidah yang telah percobaan L. Spanllanzani, dengan
kita bicarakan berlaku bagi keduanya. menggunakan tabung kaca yang berleher
Meskipun motivasi dibelakang karyanya angsa, maka gagallah semua usaha
agak berbeda. Para peneliti dalam ilmu mempertahankan pandangan generatio
terapan mempunyai suatu masalah praktis spontanae dan teori abiogenesis.
yang dihadapannya harus dipecahkan. Muncullah teori biogenesis yang
Sebagian besar dari peneliti dalam bidang berpandangan bahwa makhluk hidup
kedokteran, pertanian, peternakan adalah berasal dari makhluk hidupn sebelumnya.
bersifat terapan. Sebaliknya peneliti dalam Masalah yang masih dipersoalkan
ilmu dasar, misalnya dalam bidang biologi adalah masalah tentang asal mula
terutama dikendalikan oleh keingintahuan kehidupan yang pertama kali ada di bumi.
tantang bagaimana alam ini bekerja. Mengenai masalah ini sampai sekarang
Kedua macam bidang penelitian ini masih menjadi pemikiran para ahli.
saling berkaitan. Ilmu terapan akan Sebagian ahli berpendapat bahwa
kehilangan momentum tanpa dukungan kehidupan yang mula-mula timbul di bumi
berkala oleh penemuan baru dari ilmu adalah akibat reaksi-reaksi kimia antara
dasar. Sebaliknya banyak peneliti dasar molekul-molekul yang berlimpa terdapat di
bergantung pada perkembangan instrumen dalam lautan yang ada pada suatu waktu
atau alat-alat baru yang dihasilkan dari suhunya cukup tinggi. Teori evolusi kimia
penelitian terapan. Penelitian biologi masa ini didukung oleh beberapa ilmuan,
kini sangat mengandalkan pada perkakas diantaranya A.I. Oparin (Rusia), J.B.S.
seperti mikroskopelektron, alat ukur pH dan Haldane (Inggeris), Harold Urey (Amerika),
sebagainya, serta pada azas dan prosedur dan Stanley Miller (Amerika).
yang dikembangkan dalam bidang kimia Pada mulanya unsur-unsur
dan fisika serta bidang lainnya. sederhana seperti hidrogen (H), carbon
(C), nitrogen (N), dan oksigen (O) di
Asal Mula Kehidupan atmosfer membentuk gas H2, H2O, CH4,
HCN, NH3, dan sebagainya. Adanya panas
Pertanyaan “ apakah hidup ” dan “ dari berbagai sumbeer energi senyawa-
dari manakah asal kehidupan “ merupakan senyawa sederhana ini saling bereaksi
masalah dari abad ke abad. Aristoteles membentuk molekul-molekul yang lebih
(384-322 SM) berpendapat bahwa bahwa kompleks. Suatu keadaan terbentuk
makhluk hidup itu terjadi begitu saja. senyawa organik. Hasil reaksi ini makin
Pendapat ini dikenal sebagai teori lama-makin banyak dan terkumpul di
abiogenesis atau teori generatio lautan sehingga terbentuknya campuran
spontanea. berbagai senyawa, oleh Haldane

4
disebutnya semacam sup yang kaya metan dan gas ammonia yang dimasukkan
materi-materi, dalam larutan yang masih ke dalam alat percobaan, yang diberi
panas. Bahan sup inilah yang merupakan percikan api dari arus listrik. Analisis
bahan pembetuk protoplasma, yang terhadap hasil reaksi yang terjadi,
selanjutnya membentuk sel awal. ditemukan campuran dari 15 macam asam
Tahun 1935 Stanley Miller di amino, asam lemak dan molekul organik
Universitas Chicago melakukan percobaan sederhanalannya.
untuk menguji hipotesis evolusi kimiawi
tersebut dengan bahan gas hidrogen,

Gambar 1.1. Percobaan Stanley Miller dan Harold Urey (Champbell,1989)

Tahun 1951 Melvin Kalvin di membuktikan bahwa jenis evolusi kimia


Universitas California membuat pula mencipatkana kehidupan pada bumi
percobaan dengan menyinari campuran primitif, akan tetapi simulasi dapat
karbondioksida dan air dengan sinar membuktikan sejumlah tahapan kunci yang
gamma. Pada percobaan itu ditemukannya mungkin telah terjadi. Asal mula kehidupan
asam format (asam metan) dan tetap merupakan spekulasi ilmiah dan ada
formaldehid. beberapa pendapat alternatif mengenai
Perdebatan mengenail asal mula beberap proses kunci terjadi. Para penelitia
kehidupan sangat banyak. Simulasi yang terus berdebat mengenai cara dan tempat
dilakukan di laboratorium tidak dapat kehidupan berasal. Tiga pandangan

5
alternatif menggali sintesis abiotik molekul Dengan peralatan yang sesuai, dapat
orgnaik pada bumi versus melalui meteorit, ditemukan bahwa udara yang
gen RNA versus molekul yang lebih dihembuskan berbeda dalam komposisi
sederhana yang bereplikasi sendiri, dan dengan udara yang dihirupnya. Semua
asal mula kehidupan dalam suatu air makhluk hidup mempunyai sifat seperti
dangkal versus lubang di laut dalam. anjing tadi. Apakah secara cepat atau
lambat mereka itu mengambil bahan dari
Ciri Makhluk Hidup lingkungan dan mengembalikannya?.
Selain itu, bahan yang dikembalikan itu
Organisasi Kehidupan yang Rumit tidak sama dengan bahan yang diambilnya.
Banyak zat yang terdapat dalam bahan
Jika memperhatikan sebuah batu tinja dan air seni itu tidak ada dalam bahan
(makhluk tak hidup), tampak rumit dengan makanan dan minuman yang ditelannya.
bermacam-macam mineral yang Selama berada dalam tubuh anjing
berserakan di dalamnya. Namun demikian, sebentar saja, maka bahan makanan
organisasi ini sendiri merupakan mengalami transportasi yang ekstensif.
kesederhanaan, apabila dibandingkan Selama proses tersebut dikeluarkan energi.
dengan organisasi-organisasi tubuh Pada akhirnya energi ini timbul sebagai
makhluk hidup yang manapun. Jika kita panas dan menghangatkan tubuh anjing.
memeriksa setiap bagian kecil dari tubuh Namun sebelum itu terjadi, energi itu dapat
seekor anjing dengan mikroskop, maka kita digunakan untuk beberapa aktivitas lain
akan menemukan bahwa bagian-bagian itu yang khas bagi kehidupan. Peristiwa
terdiri atas sel-sel. Satuan-satuan ini, yang tersebut disebut metabolisme.
umumnya terlampau kecil untuk dilihat Metabolisme meliputi 2 macam
dengan mata tanpa alat, tersusun menjadi proses yaitu anabolisme atau
jaringan yang pada gilirannya membentuk pembentukan, seperti terjadi pada
organ yang mudah dilihat seperti jantung peristiwa fotosintesis yang membentuk
dan lambung. Beberapa organ, bahan organik dari bahan anorgnaik
umpamanya lambung dan usus, bekerja dengan menggunakan energi sinar
sama membentuk suatu sistem. Dengan matahari. Proses katabolisme atau
demikian pola organisasi kehidupan mulai penghancuran terjadi pada proses respirasi
dari tingkatan paling rendah ke tingkatan di dalam sel yang mengurai sari bahan
yang paling tinggi secara berurutan adalah makanan menjadi lebih sederhana dan
atom – molekul - sel – jaringan – organ – membebaskan energi untuk aktivitas
sistem organ- individu (organisme)- makhluk hidup.
populasi – komunitas – ekosistem –
biosfer. Perkembangbiakan (Reproduksi)

Metabolisme Makhluk hidup mengalami


perkembangbiakan dengan Intisari
Anjing yang kita bicarakan di atas , pembiakan pada makhluk hidup adalah
senantiasa bertukar bahan secara duplikasi terkendali sendiri pada struktur
berkelanjutan dengan lingkungannya. Kita yang khas baginya. Hal ini terjadi apabila
lihat dia makan dan minum. Ia membuang makhluk hidup tersebut mengambil bahan
tinja dan kencing. Setiap saat ia bernapas. lebih banyak dari pada yang kembali

6
kepadanya dan mengatur bahan-bahan itu Ketanggapan (responsivenees)
menjadi strukturnya sendiri. Kita
menamakannya pertumbuhan. Semua makhluk hidup mampu
Kadang-kadang pembiakan tanggap terhadap perubahan tertentu di
melibatkan juga produksi, kopi makhluk sekitarnya. Perubahan dalam suhu,
hidup tersebut yang dapat hidup secara cahaya, gravitasi, kontak mekanik dan
sendiri-sendiri. Semua makhluk hidup pada bahan kimia di sekelilingnya merupakan
suatu saat akan mati dan kalaupun bahan stimuli agar tanggap terhadap
jenisnya akan bertahan hidup, mereka stimuli ini, organisme itu harus memiliki
harus menghasilkan turunannya sebelum suatu cara untuk mendeteksinya (biasa
mati. dinamakan alat indera).

Gambar 1.2. Tanggapan tumbuhan Mimosa pudica terhadap sentuhan

Supaya efektif, tanggap terhadap Evolusi


perubahan di sekitarnya harus
dikoordinasikan. Organisme yang paling Apabila makhluk hidup
sederhana pun terdiri aras bagian-bagian, memperbanyak diri, polanya dikopi dengan
dan setiap bagian harus melakukan hal kecermatan luar biasa. Ciri-ciri khusus
yang tepat pula untuk suatu tindakan yang akan muncul kembali dari generasi ke
sesuai. Bila anjing-anjing dipanggil untuk generasi dalam satu garis keluarga, karena
makan, maka beberapa ototnya harus informasi yang disandikan di dalam gen-
berkontraksi, otot lainnya harus gen yang diteruskan kepada setiap
berelaksasi, kelenjar pencernaannya harus generasi berikutnya.
mulai bekerja, dan seterusnya. Sistem Perubahan evolusioner itu mungkin
saraf dan sistem endokrin (hormon) terjadi di dalam garis menurun acapkali
mengkoordinasikan tindakan anjing dan adaptif; artinya perubahan-perubahan itu
banyak hewan lainnya. Tumbuhan memungkinkan keturunannya hidup dalam
bergantung sepenuhnya pada hormon lingkungan yang lebih efisien dibandingkan
untuk koordinasinya. dengan moyangnya.
Evolusi melibatkan tidak saja
perubahan di dalam garis tunggal

7
keturunan, tetapi juga melibatkan hidup di muka bumi ini jauh lebih besar
proliferasi macam-macam organisme daripada jumlah yang ada selama satu
sebagaimana kelompok tunggal organisme billiun tahun yang pertama adanya
menghasilkan 2 atau lebih keturunan yang kehidupan di bumi ini.
khas. Jumlah jenis organisme yang kini

Babakan Evolusi Kimia

I. H H2O, CO2

C H2O

O CH4, HCN

N NH3

II. CH4, H2O Gula

Asam Lemak

Gliserin

CH4, H2O, NH3 Asam Amino

CH4, HCN, H2O, Basa –basa nitrogen:Purin


NH3 dan Pirimidin

Gula + Gula Polisakarida

Asam lemak + Gliserin Lemak

Asam Amino + Asam Amino Protein

Basa Nitrogen + Gula + Fosfat Adenosin Fosfat

Nukleotida

Nukleotida + Nukleotida Asam Nukleat

8
III. H2O
Mineral Nutrisi
Karbohidrat Respirasi
Lemak Sintesis
Sel Pertama
Protein Kontrol
Asam Nukleat Reproduksi
Adenosin Adaptasi
Fosfat

IV.
Sel Pertama Virus

Sel Monera

Sel Protista

V. Sel Pertama Parasistisme

Saprottrofisme

Holotrofisme

Kemosintesis

Fotosintesis O2

VI. Revolusi Oksigen


O2 + Metana CO2

O2 + Amonia N2

O2 + Oksigen O3

O2 + Logam- Batuan
logam

O2 + Pernapasan Aerob
Organisme

(Weisz, P.B. 1961, New York).

9
Rangkuman

Biologi sebagai bagian dari sains, memiliki meskipun keduanya memiliki kaidah-
kajian mengenai materi dan energi yang kaidah sama. Salah satu objek kajian
berhubungan dengan makhluk hidup dan Biologi yang masih menjadi perdebatan
proses-proses kehidupannya. sampai saat ini, yaitu mengenai asal mula
Perkembangan ilmu pengetahuan Biologi kehidupan. Beberapa ahli memiliki
diperoleh melalui metode ilmiah, yang pendapat yang berbeda mengenai hal
terdiri atas tahapan perumusan masalah, tersebut. Aristoteles (384-322 SM)
penyusun kerangka berpikir, perumusan berpendapat bahwa makhluk hidup itu
hipotesis, pengujian hipotesis, penarikan terjadi begitu saja atau yang dikenal
kesimpulan untuk mengetahui apakah dengan istilah generatio spontanea,
hipotesis yang diajukan itu diterima atau sedangak Francesco Redi, Lazzaro
ditolak, dan diakhiri dengan perumusan Spanllanzani, dan Louis Pasteur memiliki
teori, generalisasi, pengabstrakan hipotesis pandangan yang berbeda, mereka
yang ditera kemudian dianggap menjadi berpandangan bahwa makhluk hidup
bagian dari ilmu pengetahuan. berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
Pengetahuan dapat dikatakan ilmiah Biologi juga membahas mengenai ciri-ciri
apabila memenuhi empat syarat yaitu mahluk hidup, beberapa diantaranya
objektif, metodik, sistematik dan universal melakukan metabolism, bereproduksi,
atau berlaku umum. Saat ini ilmu bergerak, membutuhkan makanan, dan
pengetahuan dapat dibedakan antara ilmu- ketanggapan terhadap rangsangan.
ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan,

Soal-Soal Latihan 4. Tuliskan 3 contoh ilmuwan yang


berperan penting terhadap
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut perkembangan awal ilmu Biologi
ini beserta hasil temuan mereka!
5. Jelaskan saling keterhubungan antara
1. Jelaskan tahapan yang mesti dilakukan kebutuhan mahluk hidup terhadap
untuk memperoleh ilmu pengetahuan! makanan dengan proses pertumbuhan
2. Jelaskan kelebihan ilmu pengetahuan dan perkembangan pada diri mahluk
dibandingkan dengan jenis hidup!
pengetahuan yang lainnya!
3. Tuliskan lima contoh cabang ilmu
Biologi beserta objek kajiannya!

10
Struktur dan Fungsi
2 Sel

Pada tubuh manusia, terdapat sekitar 200 jenis


sel yang telah terspesialisasi dan menjalankan
fungsi yang beragam dan kompleks, untuk
mendukung proses kehidupan. Pada saat yang
bersamaan, seluruh sel-sel tubuh kita saling
bekerjasama untuk mendukung fungsi-fungsi
yang mereka jalankan. Sel-sel yang membangun
tubuh suatu mahluk hidup, berasal dari sel-sel
sebelumnya yang mengalami pembelahan, dari
satu sel menjadi dua sel, dan seterusnya, yang
kemudian mengalami diferensiasi sampai
menghasilkan jutaan jenis sel dengan struktur
dan fungsi yang begitu beragam. Pada bab ini, akan dibahas mengenai teori tentang sel, struktur
sel prokariotik dan eukariotik, struktur sel tumbuhan dan sel hewan, dan terakhir mengenai
proses-proses biologis yang berlangsung di dalam sel.

Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat :

1. Menjelaskan berbagai konsep tentang teori sel.


2. Membedakan antara sel prokariotik dengan sel eukariotik.
3. Membedakan antara sel tumbuhan dengan sel hewan.
4. Menguraikan struktur dinding sel.
5. Menganalisis struktur membran sel.
6. Membedakan antara transpor pasif dengan transpor aktif
7. Menjelaskan proses pengangkutan makromolekul melewati membran sel
8. Menjelaskan fungsi 4 organel-organel sel.

11
Konsep dan Teori Sel 4. Sel mangandung material genetik
yang akan diturunkan kepada
generasinya melalui pembelahan.
Ilmuan Inggris Robert Hook pada
Teori yang diajukan tersebut
tahun 1665 Ilmuan Inggris Robert Hook
menunjukkan bahwa sel merupakan
pada tahun 1665 mengamati irisan gabus
kesatuan struktural makhluk hidup. Sel
botol dengan menggunakan mikroskop
sebagai unit struktural terkecil
sederhana, Ia melihat struktur seperti
mengandung makna bahwa sel merupakan
rumah lebah kemudian diberi nama “sel”
penyusun yang mendasar bagi tubuh
(cellula (Latin) = bilik kecil. Ia juga
makhluk hidup. Dikenal ada makhluk hidup
menyatakan bahwa setiap bagian yang
yang terdiri atas satu sel dan disebut
terlihat dibatasi oleh dinding, yang tidak
organisme uniseluler, dan ada pula yang
lain adalah dinding-dinding sel yang sudah
tersusun atas banyak sel dan disebut
mati dari tumbuhan.
sebagai organisme multiseluler.
Ilmu yang mempelajari tentang sel
Bentuk dan ukuran sel bervariasi.
adalah sitologi. Pengetahuan tentang
Sel-sel prokariot mempunyai bentuk
struktur dan fungsi sel terus berkembang
sederhana, misalnya bakteri berbentuk
hingga kini, seiring dengan teknik dan
bulat, batang, atau spiral. Sel-sel eukariot
peralatan analisis yang digunakan, baik
bentuknya sangat bervariasi, misalnya sel
secara in vitro maupun secara in vivo.
tumbuhan ada yang bentuk peluru, kubus,
Pada awalnya ilmuan dapat mengamati
prisma, dan serabut. Bentuk sel biasanya
berbagai tipe sel tumbuhan dan hewan
disesuaikan dengan fungsinya, misalnya
serta organisme bersel tunggal. Setelah
sel epidermis bentuknya pipih dan tersusun
tahun 1830-an dipahami bahwa semua
rapat berfungsi untuk melindungi
makhluk hidup baik tumbuhan maupun
sel/jaringan yang ada di sebelah dalam, sel
hewan tersusun atas sel, berdasarkan
saraf memiliki juluran sitoplasma yang
temuan Mathias Schleiden pada sel
panjang berupa dendrit dan akson yang
tumbuhan dan temuan Theodor Schwan
berfungsi untuk menghantar impuls pada
pada sel hewan, yang selanjutnya dikenal
jarak yang jauh. Pelajari bentuk sel yang
dengan teori sel.
lain dalam kaitannya dengan kesesuaian
Pernyataan-pernyataan tersebut di
dengan fungsinya.
atas dikenal dengan nama Teori sel yang
Ukuran sel bervariasi, pada
teridiri atas:
umumnya sangat kecil biasanya hanya
1. Setiap makhluk hidup terdiri atas satu
beberapa mikron, dan hanya dapat dilihat
atau lebih sel
dengan menggunakan mikroskop. Sel
2. Sel merupakan unit struktural dan
Amoeba berukuran rata-rata  300 m
fungsional semua makhluk hidup. Sel
(1m = 0,001 mm). Pengecualian pada sel
merupakan unit terkecil makhluk hidup
telur, sel-sel serabut (beberapa ratus mm),
khususnya pada organisme
dan sel-sel getah (beberapa meter),
multiseluler.
umumnya berukuran relatif lebih
3. Semua kehidupan berasal dari sel-sel
besar/panjang dan dapat dilihat dengan
sebelumnya melalui pembelahan
mata tanpa menggunakan mikroskop. Sel-
sel prokariot umumnya berukuran 1-10 m,

12
sedangkan sel eukariot umumnya Sel prokariotik adalah sel tanpa membran
berukuran 10 sampai 100 m. inti, sehingga materi inti berbatasan
langsung dengan sitoplasmanya, dan
tersebar di dalam sitoplasma.sehingga
Sel Prokariotik Versus Sel Eukariotik
tidak memiliki nukleus. Sel prokariot juga
tidak memiliki organel yang berrmembran,
Berdasarkan hasil pengamatan
sehingga strukturnya relatif lebih
terhadap struktur berbagai sel baik dari
sederhana dibanding dengan sel eukariot.
organisme uniseluler maupun organisme
Contoh sel prokariot adalah bakteri,
multiseluler TERDAPAT SEL YANG
Mycoplasma (Pleuropneumonia-Like
MEMILIKI MEMBRAN INTI DAN SEL
Organism=PPLO) berukuran sangat kecil
YANG TIDAK MEMILIKI MEMBRAN INTI,
dan tidak berdinding sel, dan
maka sel dibedakan atas dua golongan;
Cyanobacteria. Sel ini memiliki materi
yaitu sel Prokariot dan sel Eukariot.
genetik berupa DNA yang sirkuler, tidak
Pengelompokan sel dapat pula dilakukan
dibungkus oleh membran inti dan disebut
berdasarkan kriteria-kriteria tertentu,
nukleoid. Selain nukleoid terdapat DNA
seperti cara mendapatkan energi dari
lainnya yang juga sirkuler dengan ukuran
lingkungan sekitarnya, aktivitas
yang lebih kecil disebut plasmid. Sebagian
biokimianya, kedudukannya dan lain-lain.
besar sel prokariot mempunyai dinding sel.

Gambar 2.1. Contoh Sel Prokariot (Bakteri)

Sebuah sel harus memiliki beberapa Sel eukariot adalah sel yang memiliki
kriteria yaitu memiliki membran plasma, membran inti, sehingga terjadi pemisahan
mengandung materi genetik yang penting ruang (kompartemen) antara inti sel
untuk mengkode berbagai jenis RNA, dengan sitoplasma Materi genetik (DNA)
termasuk untuk sintesis protein, sel eukariot berada dalam inti dan
mengandung “mesin biosintesis” tempat dibungkus oleh membran inti. Sel eukariot
dimana sintesis berlangsung. mempunyai sejumlah organel dengan
fungsi tertentu yang spesifik. Diantara

13
organel yang dimiliki adalah inti sel, Sel Tumbuhan dan Sel Hewan
retikulum endoplasma, badan Golgi,
lisosom, mikrobodi, mitokondria, dan Peran fungsional tumbuhan adalah
kloroplas. Contoh sel eukariot diantaranya pembuat makanan, sedangkan hewan
adalah sel ragi (khamir), sel protozoa adalah sebagai pemakan tumbuhan atau
(Amoeba, Paramecium, Flagellata, dan hewan lainnya. Oleh karena itu sel
Ciliata), sel epidermis (sel tumbuhan), dan tumbuhan berbeda dengan sel hewan
sel otot (sel hewan). dalam beberapa hal, meskipun struktur
Untuk lebih jelasnya berikut ini dasarnya memiliki pola umum yang sama.
dirangkum beberapa ciri sel prokariot dan Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan
sel eukariot yang menunjukkan dapat dilihat pada tabel berikut :
perbedaannya.
Tabel 2.2. Perbedaan struktur sel
Tabel 2.1. Perbandingan ciri sel prokariotik tumbuhan dan sel hewan
dan sel eukariotik
Sel Tumbuhan Sel Hewan
Sel Prokariot Sel Eukariot Mempunyai dinding Tidak mempunyai
Tidak memiliki Memiliki selubung sel dinding sel
selubung inti inti Mempunyai vakuola Tidak mempunyai
DNA telanjang DNA terikat protein sentral yang besar vakuola sentral
Kromosom tunggal Kromosom ganda Mempunyai plastida Tidak mempunyai
Tidak ada Terdapat nukleolus (kloroplas, plastida
nukleolus kromoplas, dan
Pembelahan Pembelahan leukoplas
secara amitosis secara Tidak mempunyai Mempunyai sentriol
mitosis/meiosis sentriol
Ribosom 70S (50S Ribosom 80S (60S Tidak mempunyai Mempunyai lisosom
+ 30S) + 40S) lisosom
Tidak memiliki Memiliki organel Tidak mempunyai Mempunyai silia
organel bermembran silia
bermembran
Tidak memiliki Memiliki
mitokondria mitokondria
Metabolisme Metabolisme aerob
anaerob atau
aerob
Tanpa sitoskelet, Memiliki sitoskelet,
tidak ada gerakan terjadi aliran
sitoplasma sitoplasma

14
Gambar 2.2. Struktur (a) Sel Tumbuhan dan (b) Sel Hewan.

15
. Beberapa tipe sel tumbuhan bergerak dalam sel dengan adanya aliran
beserta contoh dan fungsinya dapat sitoplasma.
ditunjukkan pada Tabel 2.

Tabel 2.3 Tipe-Tipe Sel Tumbuhan dan Fungsinya

Bagian-Bagian Sel
2.4.1. Dinding Sel
Sitoplasma adalah matriks yang
berada di dalam membran plasma dan di Dinding sel adalah matriks
luar nukleus. Sitoplasma tersusun dari ekstraseluler yang menyelubungi sel
sitosol yang bersifat koloid dan tumbuhan dan berada di luar membran
mengandung nutrien, ion, enzim, garam, plasma. Dinding sel dapat dijumpai pada
molekul organik dan air, dan organel sel tumbuhan. Bahan utama penyusun
bermembran dan tidak bermembran. dinding sel adalah selulosa yang tersusun
Fungsi sitoplasma adalah tempat dari unit-unit glukosa. Selain selulosa
berlangsungnya metabolisme sitosolik dinding sel juga mengandung pektin,
(glikolisis dan sintesis protein oleh hemiselulosa, dan glikoprotein.
ribosom), tempat penyimpanan bahan
kimia kimia yang berguna bagi
metabolisme sel (enzim, protein, dan
lemak), sarana bagi organel tertentu untuk

16
Gambar 2.3. Susunan Dinding Sel Tumbuhan

Dinding sel berfungsi sebagai sehingga semua zat yang masuk dan
penyokong mekanik dan memberi bentuk keluar dari sel harus melintasi membran sel
pada sel. Dalam hal tertentu dinding sel dengan berbagai mekanisme. Pada sel
berperan untuk melindungi sel agar tidak tumbuhan, membran plasma berada di
mengalami lisis. Dinding sel ketebalannya sebelah dalam dinding sel. Fungsi biologis
berkisar antara 0,1 mikron sampai membran plasma bergantung pada
beberapa mikron, sehingga dapat molekul-molekul penyusunnya yaitu
menghambat pergerakan sel itu sendiri. protein, lipid dan karbohidrat dalam bentuk
Secara umum dinding sel pada glikoprotein dan glikolipid, yang
tumbuhan terdiri atas dua, yaitu : dinding membentuk suatu lapisan dengan sifat
primer dan dinding sekunder. Diantara dinamis dan asimetris. Sifat dinamis dimiliki
dinding sel primer suatu sel dengan dinding karena membran sel mempunyai struktur
primer dari sel yang bertetangga terdapat seperti fluida (zat cair), sehingga molekul
lamella tengah yang terbentuk saat lipid dan protein dapat bergerak. Sifat
pembelahan sel. Dinding sel biasanya asimetris membran sel dimiliki karena
bersifat kaku, tetapi bukan merupakan komposisi protein dan lipid sisi luar tidak
pemisah absolut antara isi sel dengan sama dengan sisi dalam.
lingkunganya. Hal ini disebabkan karena Molekul-molekul lipid menyusun
pada dinding sel terdapat suatu saluran matriks lapisan posfolipid rangkap (lipid
yang menghubungkan antara satu sel bilayer) yang disisipi oleh protein membran.
dengan sel lainnya yang disebut Protein membran terdiri atas dua macam,
plasmodesmata. Plasmodesmata berperan yaitu protein integral (terbenam) dan
dalam melayani pengangkutan bahan- protein perifer (menempel) pada lapisan
bahan interseluler dan komunikasi antar posfolipid. Satu unit posfolipid terdiri atas
sel. bagian kepala (fosfat) dan ekor (asam
lemak). Bagian posfat merupakan sisi
2.4.2. Membran Plasma hidrofilik (suka air) yang menghadap
Membran plasma (membran sel) keluar, Bagian asam lemak merupakan sisi
memisahkan sitoplasma dan organel hidrofobik (tidak suka air) yang
seluler dari lingkungannya secara fisik, tersembunyi di bagian dalam membran sel.

17
Gambar 2.4. Model Mozaik Cair Membran Plasma Menurut Singer dan Nocolson.

.Protein membran sel merupakan Karbohidrat pada membran plasma


protein globuler yang terdapat pada dua melekat pada bagian kepala posfolipid atau
lapis posfolipid, berfungsi memberikan pada protein yang berada pada sisi
kekuatan struktural pada membran, bekerja membran plasma yang menghadap ke luar
sebagai enzim (biokatalisastor) misalnya sel. Karbohidrat yang berikatan dengan
protein integral pada membran dalam lipid membran disebut glikolipid. Gilkolipid
mitokondria dan kloroplas yang berperan berfungsi sebagai sinyal pengenal untuk
dalam transpor elektron untuk interaksi antar sel. Misalnya glikolipid sel
pembentukan ATP (Adenosin Triposfat). yang bersifat kanker akan berubah
Protein membran juga dapat bekerja strukturnya dan dikenali oleh sel darah
sebagai protein pembawa (carrier) untuk putih, sehingga dapat dihancurkan.
trasnpor materi melewati membran. Dapat Karbohidrat yang berikatan dengan protein
bekerja sebagai protein saluran yang disebut glikoprotein. Glikoprotein pada
terbentuk dari gabungan beberapa molekul membran plasma dapat mengikat protein
protein membran, sehingga dapat dilewati dari membran sel-sel tetangga maupun sel
berbagai materi melintasi membran. lain sehingga terjadi ikatan antar sel.
Protein memisahkan antar lipid membran Membran plasma pada beberapa sel-
sehingga menyisakan pori pada membran. sel jaringan biasanya mengalami modifikasi
Lipid membran plasma hampir tertentu membentuk tonjolan yang disebut
seluruhnya berupa posfolipid, berfungsi mikrovili, misalnya pada sel-sel epitel usus
menstabilkan kesatuan fisik membran halus yang berfungsi untuk meningkatkan
plasma sehingga merupakan penghalang luas permukaan sel, sehingga dapat
yang efektif terhadap materi hidrofilik (misal meningkatkan pelaluan materi melintasi
air dan ion). Dua lapis posfolipid yang membran plasma. Membran plasma antara
menyusun membran plasma merupakan satu sel dengan sel lainnya dapat saling
tempat melekatnya protein dan akan berhubungan melalui struktur khusus yang
membantu proses fusi vesikel maupun disebut Junction, misalnya tigh junction,
endositosis. gap junction, dan desmosom.

18
Substansi atau materi yang melalui Transpor makromolekul seperti
membran sel dapat ditanspor secara aktif polisakarida dan asam nukleat terlalu besar
atau pasif. Transpor pasif adalah transpor untuk dapat melewati membrn plasma,
ion, molekul, dan senyawa yang tidak sehingga diperlukan mekanisme lain untuk
memerlukan energi untuk melewati itu. Transpor makromolekul ke dalam sel
membran sel. Transpor pasif meliputi melalui proses endositosis, yaitu dengan
osmosis dan difusi. Difusi cara membran plasma melingkupi
terbantu/dipermudah dibedakan atas difusi makromolekul dari luar sel sehingga
dipermudah dengan saluran protein dan terbentuk tunas pada permukaan dalam
difusi dipermudah dengan protein membran, kemudian dilepaskan sebagai
pembawa. vesikel ke dalam sel. Transpor

Gambar 2.5. Peristiwa Plasmilisis dan Kresnasi Sebagai Contoh Osmosis

Transpor aktif adalah transpor materi makromolekul ke luar sel melalui proses
yang memerlukan energi untuk membawa eksositosis, yaitu dengan cara membran
molekul dari satu sisi membran ke sisi vesikel berfusi dengan membran plasma,
lainnya. Transpor aktif juga membutuhkan kemudian makromolekul didalamnya
protein membran yang berperan sebagai dibebaskan keluar sel.
pembawa untuk melewati membran.
Transpor aktif terjadi dengan cara
membawa molekul melawan gradien
konsentrasi. Transpor aktif melibatkan tiga
jenis protein pembawa, yaitu unipor,
simpor, dan antipor.

19
Gambar 2.6. Pinositisis Sebagai Proses Pengangkutan Secara Endositosis

2.4. 3. Nukleus Struktur kromosom terlihat dengan


Inti sel (nukleus) merupakan bagian jelas pada saat sel melakukan pembelahan
sel yang paling mencolok di antara (metafase). Pada sel yang tidak membelah
organel-organel di dalam sel. Nukleus (interfase) hanya benang-benang kromatin
dibatasi oleh membran ganda yang saja yang terlihat.
memiliki pori (hasil fusi membran luar dan Fungsi inti sel adalah mengendalikan
dalam) berukuran 60 nm yang berguna proses berlangsungnya metabolisme di
untuk pertukaran materi (nukleoprotein) dalam sel, menyimpan informasi genetik
antara nukleoplasma dengan sitoplasma. (gen) dalam bentuk DNA, mengatur kapan
Nukleoplasma mengandung kromosom dan di mana ekspresi gen harus dimulai,
dan nukleolus (anak inti). Nukleolus dijalankan, dan diakhiri, dan tempat
merupakan bagian yang kaya dengan RNA terjadinya replikasi dan transkripsi.
ribosomal.

Gambar 2.7. Struktur Nukleus

20
2.4.4. Kloroplas berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis).
Kloroplas adalah salah satu bentuk Membran-membran yang tersusun berupa
plastida yang terdapat dalam sitoplasma kantong-kantong tipis, disebut tilakoid
sel eukariotik. Kemampuan sel tumbuhan (tempat berlangsungnya reaksi terang
menggunakan cahaya sebagai sumber fotosintesis) yang dapat menumpuk satu
energi untuk mengubah CO2 dan H2O dengan yang lainnya membentuk struktur
menjadi karbohidrat dan oksigen melalui yang disebut grana/ granum. Membran
proses fotosintesis disebabkan karena lamella yang menghubungkan grana
adanya organel kloroplas yang dimilikinya. disebut lamella stroma. Stroma kloroplast
Kloroplas berbentuk agak lonjong dan mengandung DNA dan ribosom seperti
dibatasi oleh dua membran yaitu membran halnya pada mitokondria. Tilakoid
luar yang kontinyu dan relatif rata dan mengandung klorofil.

Gambar 2.8. Struktur Kloroplas Dengan Beberapa Bagian Fungsional

membran dalam (membran internal) 2.4.5. Mitokondria


mempunyai banyak lipatan dan tonjolan. Mitokondria umumnya tersebar
Membran kloroplas seperti merata dalam sitoplasma karena terkait
membran lainnya mengandung banyak dengan fungsinya sebagai penghasil
protein integral pada dwi lapis lipid yang energi. Mitokondria berbentuk bulat
meliputi berbagai enzim, protein panjang atau lonjong dengan ukuran
pembentuk sitokrom dan pembentuk ATP panjang sekitar 1 – 10 µm.
(ATP-ase), dan pigmen. Membran internal Mitokondria dibungkus oleh suatu
kloroplas terdiri atas rangkaian-rangkaian selubung yang terdiri dari dua membran,
membran yang tersusun berupa lempeng- masing-masing merupakan bilayer
lempeng paralel, disebut lamella dan posfolipid yang mempunyai kumpulan
didukung oleh suatu matriks yang bersifat protein tertanam yang unik. Membran luar
homogen, disebut stroma (tempat halus dan rata, tetapi membran dalamnya

21
berlekuk-lekuk dan disebut krista. dalam sel-sel eukariotik. Retikulum
Membran dalam membagi mitokondria endoplasma terdiri dari jalinan tubula dan
menjadi dua ruangan internal, yang gelembung membran yang disebut
pertama berupa ruang intermembran sisterna. Membran retikulum endoplasma
berupa daerah sempit antara membran memisahkan ruangan internal, yaitu ruang
dalam dan membran luar. Ruang kedua sisternal dari sitosol. Membran retikulum
matriks mitokondria yang dilingkupi oleh endoplasma bersambungan dengan
membran dalam. Sebagian langkah selubung nukleus, ruang di antara kedua
metabolisme respirasi seluler terjadi dalam membran selubung itu bersambung
matriks ini, tempat banyak enzim yang dengan ruang sisternal.
berbeda dikonsentrasikan, DNA sirkuler Terdapat dua daerah retikulum
dan sejumlah ribosom seperti pada endoplasma yang struktur dan fungsinya
kloroplas. Protein lain yang berfungsi berbeda jelas, sekalipun bersambungan,
dalam respirasi termasuk enzim yang yaitu retikulum endoplasma kasar dan
membuat ATP, sudah terdapat dalam retikulum endoplasma halus. Retikulum
membran dalam. Krista membuat membran endoplasma halus diberi nama demikian
dalam mitokondria mempunyai permukaan karena permukaan sitoplasmiknya tidak
yang luas untuk meningkatkan terikat ribosom. Retikulum endoplasma
produktivitas respirasi seluler. Ini kasar tampak kasar karena di permukaan
merupakan contoh lain korelasi antara sitoplasmik membran terikat ribosom yang
struktur dan fungsi.

Gambar 2.9. Struktur Mitokondria


2.4.6. Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma merupakan
labirin membran yang demikian banyak,
sampai separuh lebih dari total membran

22
terlihat menonjol. Ribosom juga dilekatkan membran tunggal. Kompleks golgi pada sel
pada sisi sitoplasmik membran luar tumbuhan biasanya tersebar secara acak,
selubung nukleus yang bertemu dengan disebut diktiosom, jumlahnya dalam sel
retikulum endoplasma kasar. sangat bervariasi, tergantung jenis jaringan

Gambar 2.10. Struktur Retikulum Endoplasma Halus Dan Kasar.

Retikulum endoplasma halus dan spesies organisme yang


berbagai jenis sel berfungsi dalam bersangkutan.
bermacam-macam proses metabolisme, Badan golgi biasanya dikelilingi
termasuk sintesis lipid, karbohidrat, dan oleh vesikula-vesikula dengan berbagai
menawarkan obat dan racun. Banyak jenis ukuran yang dilepaskan dari bagian tepi
sel terspesialisasi mensekresi protein yang badan golgi atau dari retikulum
dihasilkan oleh ribosom yang dilekatkan endoplasma kasar. Badan golgi antara lain
pada Retikulum endoplasma kasar, berfungsi memodifikasi produk sekresi,
misalnya sel-sel pankreas mensekresi sekresi enzim-enzim, glikoksilasi protein
protein insulin. produk RE kasar, pembuatan membran
untuk vesikula, membran plasma, dan
2.4.7. Badan Golgi membran internal lainnya termasuk lisosom
Badan golgi sering juga disebut primer.
kompleks golgi atau apparatus golgi, yang
terdiri atas kumpulan vesikel pipih yang
berbentuk kantong dan dibungkus oleh

23
Gambar 2.11. Struktur Kompleks Golgi

Aparatus golgi sangat penting kompleks golgi pada sel tumbuhan


terutama dalam sel yang terlibat aktif berfungsi dalam penyusunan dinding sel
dalam sekresi, dimana protein yang dan mengubah protein yang berasal dari
disintesis dalam RE kemudian berkumpul RE kasar, sebagai tempat memproses dan
dalam golgi untuk dibubuhi karbohidrat. menyimpan hasil metabolit yang dibuat
Setelah penuh akan bergerak dalam oleh sel.
bentuk vesikel ke permukaan sel untuk
melakukan sekresi. Fungsi ini dapat 2.4.8. Lisosom
dibayangkan sebagai pusat manufaktur, Lisosom merupakan struktur agak
pergudangan, penyortiran, dan pengiriman. bulat, lebih kecil dari mitokondria, berbatas

Gambar 2.12. Struktur Lisosom

24
membran tunggal, dibentuk dari aparatus tunggal, dibentuk dari penggabungan
golgi, kaya akan protein enzim yakni vakuola-vakuola kecil selama pertumbuhan
enzim-enzim hidrolitik. Terdapat enzim dan perkembangan sel tumbuhan. Vakuola
untuk menghdirolisis protein, lipid, berfungsi sebagai tempat penyimpanan air
karbohidrat, asam nukleat,dan bahan dan produk-produk sel atau metabolit
lainnya, yang bekerja sangat baik pada pH intermediat.
5. Lisosom berfungsi dalam pencernaan Oleh karena itu, vakuola mempunyai
intraseluler pada berbagai keadaan, baik bermacam-macam fungsi, vakuola
secara heterofagi maupun secara otofagi. makanan yang dibentuk oleh fagositosis
Enzim hidrolitik dan membran berfungsi untuk menampung dan
lisosom dibuat oleh retikulum endoplasma mencernakan serta mengedarkan
kasar dan kemudian ditransfer ke badan makanan, vakuola kontraktil yang
golgi untuk proses lebih lanjut. Beberapa memompa air berlebih ke luar sel.
lisosom terbentuk melalui pertunasan Sel tumbuhan dewasa umumnya
permukaan trans aparatus golgi. mengandung satu vakuola sentral yang
Berdasarkan kegiatan fisiologis besar yang dibungkus oleh membran yang
yang dilakukan lisosom, dibedakan atas disebut tonoplas, yang merupakan bagian
lisosom primer, lisosom sekunder dari sistem endomembrannya. Vakuola sel
(heterolisosom dan otolisosom), dan tumbuhan merupakan ruangan yang
badan-badan residu (telolisosom). Lisosom serbaguna untuk penyimpanan berbagai
dapat melakukan perusakan sel yang senyawa baik yang berguna bagi sel
terprogram untuk keperluan perkembangan maupun zat sisa.
organisme bersangkutan. Jika membran Sel meristematik memiliki banyak
lisosom pecah, enzim-enzim yang vakuola-vakuola kecil, seiring dengan
dilepaskan dapat menghancurkan sel. pertumbuhan dan diferensiasi sel, vakuola
tersebut bergabung satu dengan yang
2.4.9. Vakuola lainnya untuk mempertahankan turgor sel.
Vakuola dibatasi oleh membran

Gambar 2.13. Struktur Vakuola


2.4.9. Mikrobodi

25
Mikrobodi terdapat pada sel hewan menginisiasi pengubahan asam lemak
maupun sel tumbuhan. Terdapat dua jenis menjadi gula, yang dapat digunakan oleh
mikrobodi berdasarkan fungsi biji yang sedang tumbuh sebagai sumber
metaboliknya, yaitu peroksisom dan energi dan sumber karbon sampai biji
glioksisom. Organel ini dibatasi oleh tersebut dapat menghasilkan gulanya
membran tunggal dan mengandung sendiri melalui fotosintesis.
sejumlah enzim-enzim yang berfungsi
dalam metabolisme hidrogen peroksida 2.4.10. Sitoskelet
dan asam glioksilat. Sitoskelet adalah jalinan serabut
Tidak seperti lisosom, mikrobodi yang membentang di seluruh sitoplasma
bukan hasil pertunasan endomembran, yang memainkan peran utama dalam
melainkan tumbuh dengan cara pengorganisasian struktur dan aktivitas sel.
menggabungkan protein dan lipid yang Fungsi yang paling jelas dari sitoskelet
dibuat dalam sitosol dan memperbanyak adalah memberikan dukungan mekanis
jumlahnya dengan cara membelah diri pada sel dan mempertahankan bentuknya,
menjadi dua setelah mencapai ukuran terutama bagi sel hewan. Sitoskleton juga
tertentu. terlibat dalam beberapa jenis motilitas
Peroksisom mengandung enzim (gerak) sel, terutama silia, flagel, dan sel
yang mentransfer hidrogen dari berbagai otot.
substrat ke oksigen dan menghasilkan
hidrogen peroksida sebagai produk
samping. Reaksi ini memiliki beberapa

Gambar 2.14. Susunan Sistem Sitoskeleton

fungsi yang berbeda, misalnya memecah Sitoskeleton dibangun oleh tiga jenis
asam lemak, menawarkan alkohol dan serabut yaitu mikrotubula, mikrofilamen
racun lainnya. dan filamen intermedia. Mikrotubula
Glioksisom dijumpai dalam jaringan ditemukan pada semua sel eukariot,
penyimpan lemak dari biji tumbuhan. berupa batang lurus dan berongga
Organel ini memiliki enzim yang berdiameter sekitar 25 nm dengan panjang

26
200 nm sampai 25 µm. Dinding dibangun dalam sitoplasmanya mengandung sentriol
oleh protein globuler yang disebut tubulin. di dekat permukaan sebelah luar nukleus.
Setiap molekul tubulin terdiri atas dua sub Dalam banyak sel, mikrotubula tumbuh dari
unit polipeptida yang serupa, yaitu α-tubulin sentrosom di dekat nukleus yang berfungsi
dan β-tubulin. Mikrotubul memanjang sebagai balok penahan tekanan
dengan cara menambah molekul tubulin di sitoskeleton. Di dalam sentrosom sel
ujung-ujungnya, dan dapat dibongkar untuk hewan terdapat sepasang sentriol, masing-
disusun kembali dalam sel. masing tersusun atas sembilan pasang
Mikrofilamen adalah serabut tipis triplet mikrotubul yang tersusun dalam
berdiameter 5 – 6 nm, terdiri dari protein suatu cincin. Apabila sel membelah sentriol
yang disebut aktin, berperan dalam ini bereplikasi menjadi dua. Kedua sentriol
pergerakan sel baik di dalam maupun biasanya berhadapan dengan sudut tegak
pergerakan pindah suatu sel. Selain itu lurus. Pada saat pembelahan sel, terbentuk
juga telah ditemukan adanya struktur spindel diantara kedua sentriol tersebut.
mikrotrabekuler.
Filamen intermedia merupakan 2.4.12. Silia dan flagel
serat sitoplasmik yang panjang dengan Bagi sel eukariot, susunan khusus
diameter sekitar 10 nm. Filamen ini mikrotubul bertanggungjawab untuk
terdapat pada semua tipe sel otot polos menggetarkan flagella dan silia, suatu alat
yang berfungsi mengikat bagian kontraktil bantu pergerakan yang menonjol dari

Gambar 2.15. Struktur Silia

sel pada tempat yang tetap. Fungsi umum sebagian sel. Banyak organisme eukariotik
sebagai kerangka penunjang dalam sel, uniseluler bergerak di air dengan bantuan
sebagai penguat pada akson neuron. silia dan flagel, dan sperma hewan, algae,
serta sejumlah tumbuhan mempunyai
2.4.11. Sentriol dan Sentrosom flagel.
Sel hewan, sel tumbuhan tingkat Silia biasanya muncul dalam jumlah
rendah dan beberapa mikroorganisme banyak pada permukaan sel. Silia ini

27
berdiameter 0,25 µm dan panjang sekitar 2 dalam sintesis protein, sedang yang
– 20 µm. Flagel berdiameter sama dengan lainnya membentuk struktur ribosom
silia, tetapi lebih panjang daripada silia, bersama dengan r-RNA.
yaitu panjang sekitar 10 – 200 µm. Selain
itu jumlah flagel biasanya terbatas, hanya Kategorisasi Fungsi Sel
satu atau beberapa untuk setiap sel. 2.5.1. Sintesis Makromolekul
Pertanyaan mendasar tentang
2.4.13. Ribosom struktur dan fungsi makromolekul
Ribosom terdapat pada semua sel, kehidupan adalah bagaimana sel
bahkan terdapat dalam mitokondria dan menyusun molekul-molekul besar dari
kloroplas, berfungsi sebagai tempat molekul-molekul yang lebih kecil?.
sintesis protein. Ribosom berbentuk Karbohidrat, lipid, protein, dan asam
partikel padat hampir bulat dengan nukleat merupakan empat kategori
diameter 150 – 200 Å, ada yang melekat senyawa organik kehidupan. Kecuali lipid,
pada rettikulum endoplasma kasar dan ada ketiga senyawa lainnya menyerupai rantai
yang bebas dalam sitosol (polisom). yang disebut polimer. Polimer adalah suatu
Setiap ribosom terdiri atas dua sub molekul panjang yang terdiri atas banyak
unit, yaitu sub unit besar dan sub unit kecil. blok penyusun yang identik, yang

Gambar 2.16. Skema Sintesis Makromolekul


Ribosom unit 80 S pada sel eukariot terdiri dihubungkan dengan ikatan-ikatan kovalen,
dari sub unit 60 S dan 40 S. Secara mirip seperti kereta api yang terdiri atas
kimiawi ribosom terdiri atas asam rangkaian gerbong. Unit-unit yang disusun
ribonukleat (r-RNA) dan protein dalam berulang-ulang yang berfungsi sebagai
jumlah yang seimbang. Beberapa protein blok penyusun suatu polimer adalah
tersebut berupa enzim yang berperan molekul kecil yang disebut monomer.

28
Makromolekul berbeda sifatnya dari tunggal atau gula sederhana. Disakarida
monomer penyusunnya, akan tetapi adalah gula ganda, yang terdiri atas dua
mekanisme kimiawi yang digunakan sel monosakarida yang dihubungkan melalui
untuk mensintesis dan memutus polimer kondensasi/dehidrasi dengan ikatan
secara mendasar adalah sama. Monomer- glikosidik. Karbohidrat yang merupakan
monomer dihubungkan melalui suatu makromolekul adalah polisakarida; polimer
reaksi dimana dua molekul berikatan yang terdiri dari banyak glukosa.
secara kovalen satu sama lain melalui Monosakarida umumnya memiliki
pelepasan satu molekul air (reaksi rumus molekul dengan beberapa kelipatan
dehidrasi). Ketika suatu ikatan terbentuk CH2O. Glukosa (C6H12O6) merupakan
antara dua monomer, setiap monomer monosakarida paling umum, memiliki
menyumbangkan bagian dari molekul air peranan penting yang utama dalam kimia
yang hilang itu: satu molekul memberikan kehidupan. Pembentukan ikatan antara
gugus hidroksil (-OH) sementara yang dua unit glukosa membentuk maltosa,
lainnya memberikan hidrogen (-H). ikatan glikosidik menghubungkan karbon
Untuk membuat suatu polimer, nomor 1 dari satu glukosa dengan karbon
reaksi tersebut dilakukan secara berulang nomor 4 dari glukosa kedua. Demikian
saat monomer ditambahkan ke rantai itu seterusnya untuk membentuk suatu
satu demi satu. Sel harus mengeluarkan polisakarida. Penggabungan monomer
energi untuk melaksanakan raksi glukosa dengan cara yang berbeda akan
kondensasi tersebut, dan proses ini terjadi menghasilkan suatu disakarida yang
hanya dengan bantuan enzim. Logika berbeda.

Gambar 2.17. Amilum dengan Monomer Glukosa

molekuler dari kehidupan sebenarnya


sederhana, yaitu molekul-molekul kecil 2.5.1.2. Lipid
yang dimiliki oleh semua organisme Lipid adalah salah satu kategori
disusun menjadi makromolekul yang unik. molekul biologis yang besar, yang tidak
Molekul yang besar memiliki sifat-sifat baru mencakup polimer, lebih kecil bila
yang tidak ditemukan dalam unit-unit dibandingkan dengan makromolekul
penyusunnya. sesungguhnya. Lipid meliputi lemak,
posfolipid, steroid, dan lilin.
2.5.1.1. Karbohidrat
Karbohidrat meliputi gula dan
polimernya. Karbohidrat yang paling
sederhana adalah monosakarida; gula

29
Gambar 2.18. Molekul Lemak: Triasilgliserol

Lemak merupakan molekul yang bentuk tiga dimensi atau konformasi yang
besar dan terbentuk dari molekul yang unik.meskipun protein beragam, semua
lebih kecil melalui reaksi dehidrasi. Lemak molekul protein merupakan polimer yang
disusun dari dua jenis molekul yang lebih dibangun dari kumpulan 20 macam asam
kecil yakni gliserol dan asam lemak. amino yang sama (monomer). Polimer
Dalam sintesis lemak, tiga molekul asam amino disebut polipeptida. Suatu
asam lemak masing-masing berikatan protein terdiri atas satu atau lebih
dengan gliserol yang sama melalui ikatan polipepida yang terlipat dan terbelit
ester; suatu ikatan antara gugus hidroksil membentuk suatu kesesuaian yang
dan gugus karboksil, sehingga disebut spesifik.
triasilgliserol atau trigliserida. Asam lemak- Jika dua asam amino diposisikan
asam lemak dalam suatu molekul lemak sedemikian rupa sehingga gugus karboksil
dapat ketiga-tiganya sama atau berbeda. dari satu asam amino bedekatan dengan
gugus amina dari asam amino yang lain,
2.5.1.3. Protein suatu enzim akan dapat menyatukan
Protein meliputi lebih dari 50% kedua asam amino itu melalui reaksi
bobot kering sebagian besar sel. Protein dehidrasi. Ikatan kovalen yang terbentuk
merupakan molekul dengan struktur rumit diantara keduanya disebut ikatan peptida,
dan sangat beragam sebagaimana ragam dan senyawanya disebut dipeptida. Jika
fungsinya. Setiap jenis protein memiliki dilakukan berulang-ulang, proses ini akan
menghasilkan polipeptida yang merupakan
polimer.

30
Gambar 2.19. Skema Pembentukan Rantai Polipeptida.

Gambar 2.20. Rambut Disusun oleh Protein

2.5.1.4. Asam Nukleat molekul gula pentosa dan gugus fosfat.


Terdapat dua jenis asam nukleat, Basa nitrogen dibedakan atas purin
yaitu asam deoksiribonukleat (AND) dan dan pirimidin. Purin terbagi atas dua
asam ribonukleat (ARN). Asam nukleat macam yaitu Adenin (A), dan Guanin (G),
merupakan polimer dari monomer- sedangkan pirimidin terbagi atas tiga
monomer yang disebut nukleotida. macam yaitu Sitosin (C), Timin (T), dan
Nukleotida sendiri terdiri atas tiga bagian, Urasil (U). Adenin, guanin, dan sitosin
yaitu satu molekul basa nitrogen, satu ditemukan pada kedua jenis asam nukleat.

31
Gambar 2.21. Struktur Asam Nukleat

Timin hanya ditemukan dalam DNA, dan berarti memutuskan dengan air. Ikatan
urasil hanya ditemukan dalam RNA. antara monomer-monomer diputuskan
Pentosa yang berikatan dengan dengan penambahan molekul air, hidrogen
basa nitrogen adalah ribosa pada molekul dari molekul air terikat dengan satu
ARN dan deoksiribosa pada DNA. monomer, dan gugus hidroksil terikat
Perbedaan diantara kedua gula pentosa ini dengan monomer di dekatnya.
adalah hanya pada atom karbon nomor
dua tidak memiliki atom oksigen. 2.5.3. Pendukung, Penggerak untuk
Gabungan antara gula pentosa Hubungan dengan Lingkungan
dengan basa nitrogen disebut nukleosida, Ekstraseluler
jika ditambahkan gugus fosfat pada atom
karbon nomor lima gula itu maka dihasilkan Walaupun membran plasma
suatu nukleotida. Dalam suatu polimer biasanya dianggap sebagai batas sel
nukleotida (polinukleotida), setiap hidup, sebagian sel mensintesis dan
nukleotida dihubungkan dengan ikatan mensekresi suatu jenis lapisan atau
kovalen yang disebut ikatan posfodiester struktur yang lain yang berada di luar
antara posfat dari suatu nukleotida dan membran. Meskipun sel hewan tidak
gula dari nukleotida berikutnya. Pengikatan memiliki dinding yang sejenis sengan
ini menghasilkan suatu tulang belakang dinding sel tumbuhan, sel hewan memiliki
dengan suatu pola gula-posfat-gula-posfat matriks ekstraseluler (MES) yang kuat.
yang berulang. Bahan penyusun utama MES adalah
glikoprotein (kolagen, proteoglikan, dan
2.5.2. Eliminasi dan Perombakan Materi fibronektin). Glikoprotein yang paling
Sel melimpah pada MES sebagian besar sel
hewan adalah kolagen yang tertanam
Polimer akan diuraikan menjadi dalam jalinan proteoglikan. Beberapa sel
monomernya melalui hidrolisis, suatu terikat pada MES oleh fibronektin.
proses yang pada prinsipnya merupakan Fibronektin ini terikat pada protein reseptor
kebalikan dari reaksi dehidrasi. Hidrolisis yang disebut integrin yang terdapat dalam
membran plasma.

32
Integrin membentangi membran Dinding sel mati tumbuhan
dan melekatkan sisi sitoplasmiknya ke sepertinya mengisolasi sel yang satu dari
mikrofilamen sitoskelet. Dengan demikian sel yang lainnya. Sebenarnya tidak karena
integrin berada dalam posisi untuk dinding itu mempunyai lubang-lubang
menghantarkan perubahan-perubahan berupa saluran yang disebut
yang terjadi dalam MES ke sitoskeleton, plasmodesmata. Sitoplasma lewat
dan sebaliknya untuk mengintegrasikan melintasi plasmodesmata dan
perubahan–perubahan yang terjadi di luar menghubungkan sitoplasma sel yang
dan di dalam selnya. Sel berkomunikasi bersebelahan. Ini akan menyatukan
dengan MES melalui integrin dan dapat sebagian besar bagian tumbuhan itu
mengatur perilaku sel. Pensinyalan menjadi satu rangkaian hidup.
mekanis melibatkan fibronektin, integrin Pada sel hewan terdapat tiga jenis
dan sitoskeleton. utama junction interseluler, yaitu junction

Gambar 2.22. Skema Matriks Ekstraseluler Sel Hewan

Perubahan pada sitoskeleton ketat, desmosom, dan junction celah


selanjutnya dapat memicu jalur seperti yang ditunjukkan dalam gambar
pensinyalan kimiawi di dalam sel tersebut. 2.23.
Dengan cara ini MES jaringan tertentu
dapat membantu mengkoordinasikan
perilaku semua sel di dalam jaringan itu.
Sel-sel hewan dan tumbuhan dalam jumlah
besar diorganisasi menjadi jaringan, organ
dan sistem organ. Sel yang bersebelahan
sering melekat, berinteraksi, dan
berkomunikasi melalui tambahan khusus
yang berupa kontak fisik langsung.

33
Gambar 2.23. Skema Ketiga Jenis Junction Pada Sel Hewan.

Rangkuman

Sitology adalah cabang ilmu Biologi yang termasuk jenis sel prokariotik. Sel eukariot
kajiannya mengenai sel. Konsel sel adalah sel yang memiliki membran inti dan
pertama kali dikemukakan oleh ilmuan sejumlah organel dengan fungsi yang
Inggris Robert Hook pada tahun 1665, spesifik. Diantara organel yang dimiliki
setelah mengamati irisan gabus botol adalah inti sel, retikulum endoplasma,
dengan menggunakan mikroskop badan Golgi, lisosom, mikrobodi,
sederhana. Selanjutnya konsep tentang sel mitokondria, dan kloroplas. Sel penyusun
mengalami perkembangan, seperti yang tubuh hewan dan tubuh tumbuhan
dikemukakan oleh Mathias Schleiden pada termasuk jenis sel eukariotik. Sel juga
sel tumbuhan dan temuan Theodor melakukan beberapa fungsi, diantaranya
Schwan pada sel hewan, yang selanjutnya sintesis makromolekul, pergerakan,
dikenal dengan teori sel. Teori mereka sekresi, dan ekskresi.
menyatakan bahwa setiap makhluk hidup
terdiri atas satu atau lebih sel, Sel
merupakan unit struktural dan fungsional
semua makhluk hidup, semua kehidupan Soal-Soal Latihan
berasal dari sel-sel sebelumnya melalui
pembelahan, dan sel mangandung material Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
genetik yang akan diturunkan kepada ini!
generasinya. Eksporasi terhadap sel 1. Tuliskan dua teori tentang sel yang
semakin berkembang, saat ini kita
dikemukakan oleh ahli.
mengenal istilah sel prokariot dan sel
eukariotik. Sel prokariotik adalah sel tanpa 2. Tuliskan tiga perbedaan antara sel
membran inti, tidak memiliki organel yang prokariotik dengan sel eukariotik.
berrmembran, dan sebagian besar sel 3. Jelaskan tiga organel yang terdapat
prokariot mempunyai dinding sel. Bakteri pada sel tumbuhan yang tidak

34
ditemukan pada sel hewan, beserta
fungsinya.
4. Jelaskan tiga organel yang terdapat
pada sel hewan yang tidak ditemukan
pada sel tumbuhan, beserta fungsinya.
5. Jelaskan dua ciri struktural dari
membran sel dalam mendukung proses
transportasi molekul.

35
3
Organisasi Tubuh
Tumbuhan

Tumbuhan atau tanaman dapat kita jumpai dengan


mudah di sekitar lingkungan kita. Tumbuhan memiliki
banyak fungsi bagi kehidupan manusia, sebagai
penyedia oksigen yang sangat penting untuk kehidupan,
sumber makanan dan obat-obatan, digunakan sebagai
tanaman hias, dan masih banyak fungsi lainnya. Bagian
tumbuhan yang dapat kita lihat dengan mudah hanya
bagian luarnya saja, seperti akar, batang, daun, bunga,
ataupun buah. Bagian-bagian tumbuhan tersebut
tersusun atas struktur yang lebih kecil lagi yang hanya
dapat diamati dengan menggunakan mikroskop,
struktur tersebut adalah jaringan yang menyusun organ-
organ tubuh tumbuhan. Pada bab ini, kita akan
membahas struktur dan fungsi jaringan yang menyusun
tubuh tumbuhan dan organ-organ tubuh tumbuhan,
seperti akar, batang, dan daun.

Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat :

1. Menjelaskan pengertian jaringan pada tumbuhan


2. Membedakan jaringan muda dengan jaringan dewasa pada tumbuhan
3. Menjelaskan karakteristik jaringan meristem
4. Menunjukkan letak jaringan meristem
5. Mendeskripisikan jaringan epidermis
6. Mendeskripsikan jaringan dasar (parenkim)
7. Mendeskripsikan jaringan penguat (sklerenkim dan kolenkim)
8. Membedakan antara xylem dengan floem.
9. Menunjukkan bagian- bagian anatomi akar.
10. Membedakan bagian-bagian anatomi akar monokotil dengan dikotil.
11. Menunjukkan bagian –bagian antomi batang.
12. Membedakan struktur batang monoktil dengan dikotil.
13. Menunjukkan bagian- bagian anatomi daun.

36
STRUKTUR JARINGAN PADA A. Jaringan Muda (Meristem atau
Titik Tumbuh)
TUMBUHAN
Jaringan ini terdiri dari sel-sel yang
masih embrional, dindingnya tipis, kaya
Jaringan ialah kumpulan sel-sel akan plasma, vakuolanya kecil-kecil. Sel-
(protoplas yang berdinding) yang sama sel jaringan ini bila dilihat dari segala arah
bentuk dan fungsinya. Pada organisme kurang lebih sama besar, jadi bentuk sel
tingkat rendah yang masih sederhana seperti kubus.
tubuhnya belum mempunyai jaringan, Jaringan meristem berfungsi untuk
malah ada yang selama hidupnya hanya membelah dan berdiferensiasi menjadi sel-
terdiri dari satu sel saja. Makin tinggi sel jaringan dewasa. Dari itulah, maka
tingkat perkembangan organisme makin jaringan meristem selalu membelah atau
nampak adanya differensiasi sel-sel berkembang biak.
tubuhnya sehingga tampak adanya Menurut letak dan asal pertumbuhan
berbagai penyusun organ tubuhnya. meristem, jaringan meristem itu dapat
Jaringan tubuh tumbuhan terbentuk karena dibedakan atas dua:
adanya pembelahan sel. 1. Meristem primer (titik tumbuh primer
Jaringan penyusun tubuh tumbuhan atau promeristem).
tingkat tinggi dapat dibedakan atas dua 2. Meristem sekunder (titik tumbuh
bagian menurut usianya yaitu Jaringan sekunder atau kambium
muda (meristem atau titik tumbuh) dan Meristem primer terdapat pada tuitik
Jaringan dewasa (jaringan tubuh tua). tumbuh di ujung batang dan akar, sehingga
Berikut ini akan dijelaskan secara singkat disebut juga titik tumbuh apikal (ujung).
kedua jenis jaringan tersebut.

Gambar 3.1. Diagram posisi mersitem pada tumbuhan

37
karena adanya titik tumbuh ujung ini maka Berdasarkan struktur dan fungsi
ujung akar dan batang tumbuhan dapat jaringan dewasa dibedakan atas empat
bertambah panjang. Di belakang titik yaitu 1) jaringan dasar (parenkim), 2)
ttumbuh, berbatasan dengan sel-sel jaringan penutup (jaringan pelindung), 3)
meristem ini terdapat sel-sel yang sedang jaringan penguat (mekanik) dan 4) jaringan
bertumbuh membesar, kemudian pengangkutan
berdifferensiasi. Agak jauh ke belakang lagi Jaringan Dasar (Parenkim)
sel-selnya telah dewasa, sehingga sudah Jaringan ini terdapat pada semua
jelas kelihatan adanya jaringan yang terdiri bagian organ tumbuhan seperti empulur,
dari sel-sel dewasa yang telah mempunyai korteks akar dan batang, mesofil daun,
bentuk dan sifat yang tertentu sesuai endosperm biji, buah berdaging, jari-jari

Gambar 3.2. Jaringan Parenkim yang disusun oleh sel-sel parenkim

dengan fungsinya. Letak meristem pada empulur, dan juga terdapat sebagai elemen
titik tumbuh primer ditunjukkan pada xilem dan floem baik primer maupun
Gambar 3.1. sekunder.
Parenkim merupakan sel yang hidup,
B. Jaringan Dewasa (Jaringan Tubuh dinding tipis, bentuk sel bermacam-macam,
Tua) antara lain isodiametris, bulat seperti tiang,
Sel-sel jaringan dewasa bentuknya seperti bunga karang, seperti bintang. Sel-
lebih besar dari sel-sewl meristem, sel parenkim aktivitas yang fungsional
plasmanya lebih sedikit, vakuola lebih antara lain fotosintesis, bernafas,
besar, kadang-kadang sel jaringan dewasa menyimpan cadangan makanan, sekresi.
telah mati dan terisi dengan udara atau air Sel-sel parenkim seing mengandung
serta dinduing selnya mempunyai kristal-kristal, lemak, minyak, dan sekresi
penebalan yang bermacam-macam. lain, zat tepung, butir aleuron dan plastida.
Parenkim yang mengandung kloroplas

38
disebut klorenkim. Klorenkim terdapat pada c. Parenkim penimbun
daun dan permukaan batang yang masih Sel-sel parenkim ini berisi cadangan
muda. Tipe-tipe parenkim ditunjukkan pada makanan terdeapat pada endosperm, daun
Gambar 3.2. lembaga, tuber, atau
Parenkim digolongkan menjadi umbi. Pati merupakan bahan cadangan
beberapa macam berdasarkan fungsinya yang paling umum pada tumbuhan dan
yaitu didapati pada endosperm, kotiledon, umbi
a. Parenkim asimilasi: kentang, buah, parekima xilem serta floem,
Terdapat pada bagian tubuh korteks.
tumbuhan yang berwarna hijau. Pada daun d. Parenkim air
bentuk parenkim asimilasi ada 2 macam Sel-sel parenkim penuh dengan air,
yaitu bentuk tiang yang disebut jaringan untuk mempertahankan diri terhadap
tiang dan bentuk bunga karang yang kekeringan. Selnya mempunyai vakuola
disebut jaringan bunga karang. besar yang mengandung cairan agak
b. Parenkim udara berlendir
Terdapat pada alat pengapung, a. Parenkim pengangkut
misalnya pada daun Canna, empulur Terdapat pada jaringan
batang Juncus. Biasanya sel-selnya pengangkutan. Pada jaringan ini dinding
bercabang membentuk jari-jari, atau parenkim dapat mengalami penebalan
berbentuk bintang. Sel parenkim yang sekunder.
berfungsi untuk menyimpan udara disebut
aerenkim.

Gambar 3.3. Tipe-tipe parenkim, A. Parenkim udara daun Canna, parenkim


bercabang seperti bintang dengan ruang antar sel besar, B.
Parenkim udara pada tangaki daun Zantedeshia, C. Parenkim
pada endosperm Secale, berisi butir-butir tepung, D. Parenkim
pada endosperm Diospyros.

39
Jaringan Penutup (Epidermis) mencegah penguapan air yang berlebih-
lebihan. Selain itu dapat pula jumpai zat
Tumbuhan yang bersel banyak yang lilin contoh pada daun pisang. Jaringan
hidup di darat, seluruh atau sebagian epidermis dapat ditunjukkan pada Gambar
tubuhnya memerlukan pelindung terhadap 3.3.
keadaan lingkungan kurang

Gambar 3.4. Anatomi Daun yang Memperlihatkan Beberapa Jenis Jaringan


menguntungkan seperti kekurangan air, Pada epidermis juga dijumpai sel
kerusakan akibat pengaruh mekanik, suhu penutup stomata yang sel-selnya masih
yang terlalu tinggi/rendah dan juga hidup dan di dalam protoplasmanya
terhadap kehilangan zat makanan. Untuk terdapat klorofil, sehingga sel itu
memenuhi tugas tersebut maka pada tubuh mampunyai melakukan fotosintesis.
tumbuhan terdapat sel-sel yang tersususun a. Stomata
yang berlapis-lapis dan mempunyai Stomata terdapat hampir pada
struktur yang khusus. semua bagian permukaan tanaman,
Epidermis merupakan selubung yang walaupun jumlah terbanyak ditemukan
meliputi seluruh tubuh tumbuhan sebelum pada daun dan batang yang muda. Suatu
mengalami pertumbuhan sekunder. stomata terdiri dari lubang yang dikelilingi
Biasanya sel-sel epidermis ini hanya terdiri oleh 2 sel penutup (sel penjaga). Pada
atas satu sel saja yang tersusun rapat kebanyakan tumbuhan, sel penjaga secara
sehingga sering kali dapat dilepaskan umum berbentuk ginjal. Pada Gramineae,
berupa kulit yang tipis Cyperaceae berbentuk halter.
Lapisan kutin yang berupa kutikula Secara morfologi, ada empat tipe
merupakan selaput tipis pada lapisan utama stomata (Gambar 3.3) pada dikotil
terluar yang menutupi jaringan epidermis berdasarkan susunan sel epidermis yang
dari luar. Lapisan kutiukula tidak dapat atau berdekatan dengan sel penjaga yaitu:
sedikit sekali melewatkan gas dan uap air; 1. Tipe anomositik yaitu sel penjaganya
sehingga kutikula mempunyai peranan dikelilingi oleh sejumlah sel tertentu

40
yang tidak berbeda dengan sel tetangga, sumbu membujur sejajar
epidermis yang lain dalam bentuk dengan sumbu sel penjaga dan apertur.
maupun ukuran. Tipe ini dapat Mislanya pada Arachis dan Phaseolus.
ditemukan pada Cucurbitaceae, 4. Tipe diasitik yaitu setiap stomata
Malvaceae. dikelilingi oleh dua sel tetangga,
2. ipe anisositik, yaitu setiap sel umumnya dinding sel itu mebuat sudut
penjaga dikelilingi oleh tiga sel tetangga siku-siku terhadap sumbu membujur
yang ukurannya tidak sama. Misalnya stomata. Misalnya pada
pada Nicotiana dan Solanaceae. Caryophyllaceae.
3. Tipe parasitik, yaitu setiap sel penjaga 5. Tipe aktinositik yaitu stomata
bergabung dengan satu atau lebih sel dikelilingi oleh lingkaran sel yang
menyebar dalam radius.

Gambar 3.5. Stomata pada permukaan bawah daun, A. Daun Iris,


stomata pada Det logitudinal; B. Daun Vitis, stomata
menyebar; C. Daun Capsicum, stomata menonjol; B.C.
Tanpa sel tetangga (anomositik); D-F. Dengan sel
tetangga; D. Daun Vigna, tipe parasitik; E. Daun
Sedum, anisositik; F. Daun Dianthus, tipe
diasitik.

41
Biasanya sangat sederhana, dapat
b. Trikoma terdiri atas satu sel atau banyka sel.
Trikoma merupakan tonjolan 2. Trikoma glandular (kelenjar),
epidermis ke arah luar. Trikoma dapat mengeluarkan berbagai sekret antara
bersifat kelenjar atau bukan kelenjar. Yang lain: larutan garam. Larutan gula
bukan kelenjar dapat berupa rambut sisik, (nektar), terpentin dan gom.
papila, atau rambut.
Trikoma mempunyai fungsi Jaringan Mekanik (Jaringan Penguat)
bermacam-macam antara lain: sebagai Makin besar tubuh suatu tumbuhan,
pelindung terhadap gangguan dari luar, maka tubuhnya harus semakin kuat.
untuk mengurangi penguapan. Trikoma Kekuatan dari tumbuhan disebabkan
ditunjukkan pada Gambar 3.5. karena adanya tegangan dari dinding sel

Gambar 3.6. Berbagai tipe trikoma, 1. Trikoma multiseluler, 2.


Trikoma multiseluler berbentuk bintang, 3. Trikoma
multiseluler dilihat dari atas, 4. Rambut kasar, 5.
Rambut vesikula, 6. Koleter

Bentuk dan fungsi trikoma


bermacam-macam, dapat terdiri atas satu sebagai akibat adanya tegangan turgor
sel atau banyak sel. pada sel-sel jaringan tubuh tumbuhan.
1. Trikoma non glandular (rambut-rambut Jaringan mekanik dibedakan atas dua yaitu
biasa) yang tidak menghasilkan sekret. kolenkim dan sklerenkim
a. Kolenkim

42
Kolenkim merupakan bagian terluar
pada korteks batang, sel-sel kolenkim 4. Kolenkim cincing, pada penampang
bersifat hidup, kadang-kadang lintang lumen sel berbentuk lingkaran.
mengandung kloroplas. Kolenkim Pada waktu menjelang dewasa terlihat
merupakan jaringan penguat pada bagian bahwa karena pada tipe sudut
batang yang masih muda, tangkai daun, penebalan bersambungan pada dinding
ibu tulang daun (jarang dijumpai di akar). sel maka lumen tidak menyudut lagi.
Kolenkim ditunjukkan pada Gambar 3.5.
Menurut tipe penebalan dinding sel, Skelerenkim
ada tiga tipe utama kolenkim yang dapat Skelerinkim terdiri dari sel-sel yang
dibedakan: telah matidan tidak mengikut
1. Kolenkim menyudut (angular) yaitu perkembangan .Karena itu merupakan
penebalan dinding sel terajadi secara jaringan penguat pada bagian tubuh yang
mebujur di sudut-sudut sel. Contoh ini telah dewasa (kebalikan kolenkim)
dapat ditemukan pada Cucurbita, Jaringan skelerenkim dapat
Begonia dan batang Solanum dibedakan menjadi 2 yaitu 1) kelereid dan
tuberosum. 2) serabut skelerenkim.
2. Kolenkim lamelar, penebalan terjadi 1) Sklereid
pada dinding tangensial selnya. Contoh Sklereid sering disebut sel batu,
tipe ini ditemukan pada korteks batang karena dinding selnya keras mengandung
Sambucus nigra. lignin. Bentuk selnya relatif pendek,
3. Kolenkim lakunar, penebalan di berkelompok-kelompok, atau menyendiri
bagian dinding sel yang menghadap ke contoh pada tempurung (endocarpium)
ruang interselular. Ini dapat dilihat pada kelapa. Pada banyak tumbuhan sklereid
tangkai daun spesies Compositae,
Salvia.

Gambar 3.7. Tipe-tipe kolenkim; A. Tipe lempeng (lamelar) pad abatang


Sambucus; B. Tipe sudut (angular) pada Cucurbita; C. Tipe
tubular pada Lactuca; D. Tipe cincin pada ibu tangkai daun
Nerium oleander.

43
terbentuk sebagai kumpulan sel yang floem, korteks dan kulit batang serta dalam
padat di bagian dalam jaringan parenkim daging buah dari buah tertentu seperti pir,
yang lunak. Organ-organ tertentu, seperti (2) Makrosklereid, sklereid bentuk tongkat;
misalnya kulit kenari serta banyak biji batu sklereid seperti itu sering kali membentuk
dan selaput biji lainnya, seluruhnya suatu lapisan kontinyu dalam testa biji
dibentuk dari sklereid. Pada beberapa Leguminosae, (3) Osteosklereid, sklereid
tumbuhan, misalnya Magnoliaceae, bentuk kumparan atau tulang, ujungnya
sklereid dijumpai dalam hampir seluruh membesar, bercuping, dan kadang-kadang
organ; dalam korteks dan empulur batang, bercabang; sklereid seperti ini dijumpai
daun stipula, perhiasan bunga, reseptakel, dalam kulit biji dan kadang-kadang dalam
buah, dan jarang dalam akar daun dikotil tertentu, (4) asterosklereid,
Tschirch (1889) dalam Fahn (1991) sklereid yang mempunyai percabangan
membagi sklereid dalam empat tipe (1) beragam dan sering kali berbentuk bintang,
brakisklereid atau sel batu, yang bentuknya sklereid ini terutama dijumpai dalam daun,
lebih kurang isodiametrik; sklereid dan (5) trikosklereid, sklereid sangat
semacam ini biasanya dijumpai dalam memanjang, agak seperti rambut, dan

Gambar 3.8. Tipe-tipe sklereid, A,B. sel batu pada buah pear (Pyrus); C,D. Sklereid
pada korteks batang Hoya; C. Irisan melintang; D. dilihat dari permukaan;
E,F. Sklereid pada endokarpium buah apel (Malus); G. Sklereid kolumnar
dengan ujung bercabang, dari mesofil Hakea; H.I. Sklereid tangkai daun
Camelis; J. Asterosklereid dari korteks batang Trochodendron; K. Lapisan
sklereid dari epidermis sisik Allium sativum; L,M. Sklereid bentuk benang
pada mesofil daun Oka; N-P. Sklereid dari kulit biji Phaseolus; Q. Sklereid
(makrosklereid) kulit biji Phaseolus; R. makrosklereid dilihat dari atas.

44
biasanya berupa sklereid dengan satu kuat, yang secara komersial penting yang
percabangan yang teratur. Tipe-tipe terdiri atas serat keras dan serat lunak.
sklereid ditunjukkan pada Gambar 3.6. Serat keras dindingnya berkayu
(mengandung lignin), dan umuimnya
1) Serabut sklerenkim dihasilkan oleh tumbuhan monokotil.
Pengertian sklerenkim serabut Sedang serat lunak dindingnya tidak selalu
biasanya diidentikkan dengan bentuk sel mengandung lignin, bersifat fleksibel dan
yang memanjang dengan ujung runcing, lentur, dihasilkan oleh tumbuhan dikotil.
lumen sempit dan dinding sekunder tebal. . Contoh serat tanaman Pisang
Serabut terdapat pada akar, batang, daun manila (Musa textilis), rambut biji Kapuk
dan buah. Terdapat di antara jaringan- (Ceiba pentadra), Rami (Boehmerianivea)
jaringan lain, serat mungkin terdapat di panjang seratnya mencapai 55 cm,
dalam xilem atau floem, merupakan suatu Hibiscus cannabius
lapisan dan berhubungan dengan berkas
pengangkutan, terutama pada daun, atau 3.2.4. Jaringan Pengangkut
jaringan parenkim empulur maupun korteks Pada tumbuhan tingkat rendah belum
Pada tumbuhan monokotil, serabut ditemukan adanya jaringan pengangkutan,
tidak hanya terdapat sebagai sarung karena pengangkutan masih dapat
berkas pengangkut, tetapi meluas antara berlangsung ke seluruh bagian ttubuh
berkas pengangkut dengan epidermis dengan cara difusi saja. Tetapi pada
bawah dan atas. Seluruh kelompok sel tumbuhan tingkat tinggi yang tubuhnya
serat menyusun berkas serat daun yang sedemikian besar, pengangkutan zat tidak
dapat sampai dengan cepat ke seluruh

Gambar 3.9. Jaringan pengangkutan xilem dan elemen xilem

45
bagian tubuh bila dengan difusi saja, oleh (penyatuan) yang tidak sempurna,
sebab itu diperlukan adanya jaringan sebab dinding sel pada ujung sel-
khusus berfungsi dalam mempercepat selnya tidak lenyap mel;ainkan tinggal
jalannya pengangkutan yang disebut berupa dinding sel yang berlubang-
jaringan pengangkutan (jaringan lubang, maka disebut juga buluh ayak
pembuluh). Xilem dan floem masing- (floem).
masing ditunjukkan pada Gambar 3.8 dan Sel-sel buluih tapis juga disusun
3.9. oleh sel pengirim yang bersifat
Jaringan pengangkutan ini terdiri dari meristematis dan berperan memberi
sel-sel yang bentuk dan susunannya makanan pada buluh tapis serta
sesuai dengan tugasnya sebagai tempat menghasilkan hormon luka.
berlangsungnya pengangkutan yaitu terdiri Floem atau buluh tapis hanya
dari sel-sel yang telah mengalami fusi dan dapat melakukan tugasnya selama
berderet menurut arahnya pengangkutan. dalam masa pertumbuhan. Bila
Jaringan pengangkutan dibedakan menjelang selesai masa pertumbuhan,
atas 2 yaitu: maka lempeng tapisan itu tertutup oleh
a. Jaringan buluh tapis ( floem) kallose (sejenis karbohidrat). Bila
Fungsi utama jaringan buluh kallose itu telah larut maka floem
tapis sebagai penyalur hasil tersumbat sehingga tak berfungsi lagi
fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh sebagaimana mestinya.
tanaman. Ciri utama unsur tapis terdiri b. Jaringan pembuluh kayu (xilem)
dari sel-sel yang masih hidup. Buluh fungsi utama jaringan xilem untuk
tapis terdiri dari deretan sel-sel yang mengangkut air dan larutan dari tanah
panjang dan mengalami fusi (unsur hara) dari akar ke daun. Komponen

Gambar 3.10. Jaringan pengangkutan floem dan elemen-elemen floem

46
penyusun xilem dibagi atas adalah trakeid Tipe-tipe berkas pengangkutan
dan trakea. adalah sebagai berikut:
Trakeid, terdiri dari sel-sel yang 1. Berkas bikolateral
sempit dan penebalan dinding selnya lebih Xilem diapit oleh floem luar dan floem
tebal sehingga tidak merupakan dalam. Batas antara xilem dan floem
fusi/pembuluh yang sempurna karena luar adalah kambium, sedang antara
letaknya terpisah-pisah sedangkan sel xilem dan floem dalam terdapat
trakea bentuknya memanjang dengan parenkim penghubung. Berkas ini
meruncing. misalnya Solanaceae, Cucurbitaceae,
Tipe jaringan pengangkut dan Apocynaceae.
dibedakan beberapa tipe berkas yaitu 2. Berkas konsentris
berkas kolateral. Pada tipe ini floem dan Berkas pengakut melingkar.
xilem berdampingan. Ada dua tipe, yaitu Berdasarkan letak xilem dibedakan
kolateral terbuka dan kolateral tertutup. menjadi konsentris amfivasal dan
Berkas kolateral terbuka, antara floem dan konsentris amfikribral. Konsentris
xilem terdapat kambium. Berkas seperti ini amfivasal, bila xilem mengelilingi floem.
pada batabg tumbuhan dikotil dan Misalnya pada batang Cordyline, Aloe,
Gymnospermae. Berkas kolateral tertutup Agave. Konsentris amfikribral, xilem
antara floem dan xilem tidak terdapat dikelilingi oleh floem. Misalnya pada
kambium pembuluh. Letak berkas biasanya rizoma tumbuhan paku.
tersebar, dan terdapat pada batang 3. Radial
monokotil. Tipe berkas pengangkutan Berkas pada akar, letak xilem dan
ditunjukkan pada Gamabr 3.10. floem berganti-ganti. Pada tumbuhan

Gambar 3.11. Tipe-tipe berkas pengangkutan pada batang, a. Berkas


pengangkutan kolateral terbuka (dikotil), b. Tipe kolateral
tertutup (monokotil).

47
Gymnospermae dan dikotil akar dapatt dilapisi dengan kutikula (lilin) dan diantara
mengalami pertumbuhan sekunder, sel-sel terdapat stomata. Mesofil atau
sehingga kambium pembuluh daging daun merupakan bagian yang beisi
menghasilkan xilem dan floem kloroplas. Mesofil terdiri atas dua lapisan
sekunder, dan akar mempunyai struktur yaitu lapisan atas berupa parenkim
seperti batang. palisade, dan lapisan bawah berupa
parenkim spons. Jaringan pembuluh pada
daun membentuk suatu ikatan yang
3.2. STRUKTUR ORGAN PADA disebut tulang daun.
TUMBUHAN Jaringan epidermis pada daun ada
yang mengalami modifikasi menjadi
3.2.1 Struktur Daun stomata dan trikoma. Stomata berfungsi
Daun merupakan organ yang sebagai jalan terjadinya pertukaran gas
berfungsi untuk fotosintesis. Secara atau yang dikenal dengan nama
mrofologi daun memiliki banyak bentuk transpirasi, sedangkan trikoma antara lain
tergantung pada jenis tumbuhannya. Pada berfungsi sebagai proteksi tumbuhan
umumnya daun terdiri atas pelepah, terhadap gangguan atau pemangsa
tangkai, dan helaian. Tipe daun, tiper lainnya.
pertulangan daun dan susunan daun pada
batang ditunjukkan pada Gambar 3.11.

Gambar 3.12. Tipe daun, pertulangan daun dan letak daun pada batang.

Jaringan yang terdapat pada daun 3.2.1. Struktur Batang


adalah jaringan epidermis, jaringan Batang merupakan bagian
parenkim, dan jaringan sklerenkim serta tumbuhan yang menyokong bagian-bagian
jaringan pengangkutan. Struktur anatomi tumbuhan yang lainnya seperti daun.
daun ditunjukkan pada Gambar 3.3. Batang tumbuhan ada yang berkayu dan
Jaringan epidermis pada daun tersusun lunak. Pada batang juga ada ruas dan
dari selapis sel-sel kompak. Dinding selnya buku. Fungsi utama batang pada
48
tumbuhan adalah tempat melekatnya daun tanaman tumbuh memanjang yang lebih
dan ada berfungsi sebagai reproduksi. dikenal dengan pertumbuhan primer. Pada
Xilem dan floem pada batang dikotil batang dikotil terjadi pertumbuhan
membentuk ikatan pembuluh. Tiap ikatan sekunder yang disebabkan oleh kambium.
pembuluh tersusun pada bidang raidal Jaringan kambium tetsbut terdapat pada
yang sama. Pada bagian luar berkas titik tumbuh sekunder (meristem sekunder).
pembuluh, berisi jaringan floem, Aktivitas kambium menyebabkan
tertebntuknya lingkaran tahun.

Gambar 3.13. Struktur Anatomi Batang Dikotil dan Monokotil

sedangkan xilm berada dis sebelah dalam. 3.2.3. Struktur Akar


Tipe ikatan pembuluh dengan penataan Akar menambatkan tumbuhan di
xilem dan floem pada radius yang sama tanah, menyerap mineral dan air,
disebut tipe kolateral. Jika diantara floem menghantarkan air dan nutrien serta
dan xilem terdapat kambium disebut tipe menyimpan makanan. Struktur akar telah
kolateral terbuka yang tersusun teratur dan diadaptasikan dengan baik sesuai dengan
terdapat pada batang dikotil, tetapi jika fungsinya. Akar berkembang dari meristem
tidak ada kambium disebut tipe kolateral di ujung akar yang tertutup oleh tudung
tertutup. Susunann ikatan pembuluh tipe akar (kaliptra). Pembelahan meristem
kolatera tertutup dan tersebar ditemukan apikal akan membentuk zona meristematik,
pada batang monokotil Ikatan pembuluh zona elongasi, dan zona diferensiasi.
pada batang berfungsi sebagai sistem Banyak tumbuhan dikotil memiliki
pengangkutan. Susunan ikatan pembuluh sistem akar tunggang yan terdiri satu akar
pada batang dapat menjadi pembeda vertikal yang besar yang menghasilkan
antara monokotil dengan dikotil, seperti banyak akar lateral yang lebih kecil.
ditunjukkan pada Gambar 3.12 Monokotil yang meliputi rumput-rumputan,
Pada batang juga ditemukan umumnya memiliki sistem akar serabut
jaringan yang lain seperti jaringan yang terdiri suatu anyaman akar yang mirip
meristem, epidermis, parenkim, dan benang, yang menyebar di bawah
sklerenkim. Jaringan meristem yang permukaan tanah.
terdapat pada ujung batang menyebabkan

49
Secara anatomi, struktur akar sebagai cadangan makanan. Endodermis
berturut-turut dari luar ke dalam adalah tersusun dari selapis sel rapat tanpa ruang
epidermis, korteks, endodermis, dan antarsel. Dinding sel endodermis akan
silender pusat. Epidermis akar tersusun mengalami penebalan gabus. Deretan sel
selapis sel rapat dan tidak mempunyai endodemis yang menyerupai pita dan
ruang antar sel. Dinding selnya tipis dan mengalami penebalan gabus disebut pita
bersifat semipermeabel. Korteks akar Caspary. Stele (silinser pusat) terletak di
tersusun atas banyak lapisan sel yang sebelah dalam endodermis yang tersusu
berdinding tipis. Sel-selnya tidak tersusun atas (1) perisikel (perikambium, (2) vasis
rapat dan banyak ruang antarsel. Sel-sel (berkas pembuluh angkut) yaitu xilem dan
tersebut sering mnegnadung zat tepung floem yang tersusun bergantian menurut

Gambar 3.14: Anatomi Akar, akar dikoti (kiri) dan monokotil (kanan)

50
arah jari-jari, dan (3) empulur, jaringan Rangkuman
pengisi di antara vasis yang terdiri atas
jaringan parenkim. Jaringan penyusun tubuh tumbuhan tingkat
tinggi dapat dibedakan atas dua bagian
3.2.4. Bunga menurut usianya yaitu Jaringan muda
Bunga merupakan organ reproduksi (meristem atau titik tumbuh) dan Jaringan
pada tumbuhan tingkat tinggi. Bunga dewasa (jaringan tubuh tua). Sel-sel pada
menghasilkan alat kelamin jantan (benang jaringan muda bersifat embrional,
sari) dan alat kelamin betina (putik). dindingnya tipis, kaya akan plasma,
Kelengkapan bunga terdiri atas tangkai, vakuolanya kecil-kecil. Jaringan meristem
dasar bunga (reseptakel), kelopak (sepal), termasuk jenis jaringan muda yang
mahkota (petal), dan organ kelamin. Putik berfungsi untuk membelah dan
tersusun dari kepala putik (stigma), tangkai berdiferensiasi menjadi sel-sel jaringan
putik (stilus), dan indung telur (ovarium). dewasa. Sel-sel jaringan dewasa
Benang sari (stamen) tersusun dari kepala bentuknya lebih besar dari sel-sel
sari (anter) dan tangkai sari (filamen).

Gambar 3.15 . Bunga dan Bagian-bagiannya

51
meristem, plasmanya lebih sedikit, vakuola mekanik, dibedakan atas dua yaitu
lebih besar, kadang-kadang sel jaringan kolenkim dan sklerenkim. Jaringan
dewasa telah mati dan terisi dengan udara pengangkutan ini terdiri dari sel-sel yang
atau air serta dinduing selnya mempunyai telah mengalami fusi dan berderet menurut
penebalan yang bermacam-macam. arahnya pengangkutan, terdiri atas jaringan
Berdasarkan struktur dan fungsi jaringan buluh tapis ( floem) dan jaringan pembuluh
dewasa dibedakan atas empat yaitu 1) kayu (xilem). Pada tumbuhan terdapat
jaringan dasar (parenkim), 2) jaringan beberapa organ, diantaranya daun
penutup (jaringan pelindung), 3) jaringan merupakan organ yang berfungsi untuk
penguat (mekanik) dan 4) jaringan fotosintesis, batang merupakan bagian
pengangkutan. Jaringan dasar terdapat tumbuhan yang menyokong bagian-bagian
pada semua bagian organ tumbuhan tumbuhan yang lainnya seperti daun, akar
seperti empulur, korteks akar dan batang, menambatkan tumbuhan di tanah,
mesofil daun, endosperm biji, dan buah menyerap mineral dan air, menghantarkan
berdaging. Jaringan penutup (epidermis), air dan nutrien serta menyimpan makanan,
menutupi seluruh tubuh tumbuhan. Pada bunga merupakan organ reproduksi pada
epidermis dapat ditemukan struktur seperti tumbuhan tingkat tinggi.
stomata, trikoma, dan lentisel. Jaringan

Soal-Soal Latihan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut


ini.

1. Tuliskan dua perbedaan antara jaringan


muda dengan jaringan dewasa pada
tumbuhan1
2. Jelaskan karakteristik jaringan
meristem dan letaknya pada tubuh
tumbuhan!
3. Tuliskan tiga perbedaan antara jaringan
epidermis dengan jaringan parenkim!
4. Jelaskan hubungan antara struktur
jaringan pengangkut dengan fungsi
yang dijalankan!
5. Jelaskan dua perbedaan struktur
anatomi antara akar monokotil dengan
akar dikotil!
6. Jelaskan bagian –bagian anatomi
batang!

52
Buku Ajar Biologi Dasar

4
Organisasi Tubuh
Hewan
Pada hewan, perkembangan menghasilkan tubuh dengan sel-sel yang sangat beragam.
Perbedaan karakteristik sel beserta matriks ekstraseluler membentuk suatu jaringan. Secara
khusus, jaringan tubuh hewan terorganisasi membentuk organ. Sebuah organ merupakan suatu
unit struktural dengan dua atau lebih jaringan yang saling terorganisasi untuk menjalankan fungsi
tertentu. Pada suatu sistem organ, dua atau lebih organ saling berinteraksi
secara fisik dan kimia untuk menjalankan fungsi yang lebih luas. Beberapa
sistem organ membentuk tubuh organisme atau mahluk hidup. Pada bab ini,
kita akan membahas secara khusus organisasi tubuh hewan vertebrata,
mencakup empat jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat,
jaringan otot, dan jaringan saraf. Setelah membahas jaringan, kita akan
mendiskusikan tiga contoh sistem organ pada tubuh manusia, yaitu sistem
pencernaan, sistem pernapasan, dan sistem peredaran darah.

Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat :

1. Menjelaskan struktur hewan uniseluler.


2. Menjelaskan dengan contoh hewan tipe diploblastik dengan tipe triploblastik.
3. Menjelaskan jaringan dasar embrional pada vertebrata.
4. Mengidentifikasi karakteristik jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan
saraf.
5. Membedakan ciri struktural dan fungsi jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan
jaringan saraf.
6. Mendeskripsikan 10 sistem organ yang menyusun tubuh manusia.
7. Menjeaskan saling keterkaitan antara organ-organ penyusun sistem pencernaan pada
manusia.
8. Menjelaskan contoh-contoh penyakit/ gangguan yang berkaitan dengan makanan/
pencernaan.
9. Menjeaskan saling keterkaitan antara organ-organ penyusun sistem peredaran darah
pada manusia.
10. Menunjukkan bagian-bagian jantung pada manusia.
11. Menuliskan arah perdaran darah pada manusia.
12. Menjelaskan contoh penyakit/gangguan yang berkaitan dengan peredaran
13. Membedakan pertukaran gas antara hewan air dengan hewan darat
14. Menjelaskan saling keterkaitan antara organ-organ penyusun sistem pernapasan
pada manusia.
15. Mendeskripsikan organ-organ pernapasan pada manusia secara berurutan.
16. Menjelaskan fungsi organ-organ pernapasan pada manusia.
17. Menjelaskan contoh-contoh penyakit/ gangguan yang berkaitan dengan pernapasan.

Jurusan Biologi FMIPA UNM 54


53
Jaringan Dasar Vertebrata yang melindungi dan mengendalikan
transportasi substansi antara jaringan yang
Jaringan merupakan sekelompok sel berdekatan. Jaringan epitel kelenjar
yang secara umum memiliki asal membentuk kelenjar (glands) yang
perkembangan embrionik yang sama dan menghasilkan sekret yang dibutuhkan oleh
secara bersama-sama menjalankan fungsi tubuh.
tertentu. Struktur dan ciri jaringan, Permukaan sel-sel epitel yang
dipengaruhi oleh beberapa faktor antara berbatasan dengan rongga disebut
lain; sifat dasar komponen ekstraseluler permukaan apikal, sedangkan sel-sel epitel
yang mengelilingi sel-sel pada suatu yang berbatasan dengan membrane basal
jaringan dan saling keterhubungan antara disebut permukaan basal. Ketika dilihat
sel-sel yang menyusun jaringan tersebut. dari permukaan apikal, kita dapat
Organ-organ tubuh dibentuk dari dua atau mengamati bagaimana sel-sel epitel sangat
lebih jaringan yang berbeda yang bekerja rapat membentuk barrier (gambar 4.1)
bersama dalam menjalankan fungsi Ketika dilihat dari sisi lateral, kita dapat
tertentu. Berdasarkan struktur dan mengamati perbedaan struktur pada
fungsinya, terdapat empat jaringan dasar permukaan apikal dan permukaan basal.
pada hewan vertebrata, yaitu jaringan Perbedaan struktur tersebut terkait dengan
epitel (epithelial tissue), jaringan ikat perbedaan fungsi.
(connective tissue), jaringan otot (muscle
tissue), dan jaringan saraf (nervous tissue). Permukaan Apikal

Jaringan Epitel
Jaringan epitel sebahagian besar
tersusun atas sel-sel yang sangat rapat Sel-Sel
dengan sedikit matriks ekstraseluler yang Jaringan
Epitel
terdapat diantara sel-selnya. Jaringan
epitel bersifat avaskuler dan menerima
nutrisi dari pembuluh darah yang berada
pada jaringan ikat yang terletak Membran
dibawahnya. Membran basal memisahkan Basal
jaringan epitel dengan jaringan ikat.
Jaringan epitel terdiri atas epitel penutup Jaringan
Ikat
dan epitel kelenjar. Jaringan epitel penutup
menutupi permukaan tubuh (lapisan
Jaringan Pembuluh Permukaan
epidermis pada kulit), membatasi
Saraf Darah Basal
permukaan rongga organ-organ tubuh,
serta permukaan dinding saluran pada Gambar 4.1. Permukaan Sel-Sel Epitel dan
bagian-bagian tubuh tertentu (misalnya Struktur serta Letak Membran Basal (Tortora
permukaan dinding saluran pernapasan, &Derrickscon, 2009; h. 112).
saluran pencernaan, dan saluran
reproduksi). Tight junctions diantara sel-sel Jaringan epitel diklasifikasikan
yang berdekatan memungkinkan jenis berdasarkan bentuk sel pada permukaan
epitel ini membentuk rintangan atau barrier apikal dan jumlah lapisan sel-sel epitel.

54
Fungsi jaringan epitel ditentukan oleh jenis Kombinasi anatar jumlah lapisan sel dan
sel dan jumlah lapisan sel. Bentuk sel yang bentuk sel pada permukaan bebasnya,
menyusun jaringan epitel dapat dibedakan jenis jaringan epitel penutup atau epitel
menjadi empat jenis, yaitu; (i) bentuk pipih pembungkus diklasifikasikan sebagai
(squamosa), (ii) bentuk kubus (kuboid), (iii) berikut;
bentuk silindris, dan (iv) bentuk a. Epitel Selapis;
transisional. Jumlah lapisan sel pada 1. Epitel selapis pipih
jaringan epitel terdiri atas epitel selapis dan 2. Epitel selapis kubus
epitel berlapis. Bentuk sel dapat dilihat 3. Epitel selapis silindris (bersilia dan
dengan jelas dari sisi lateral (gambar 2). tanpa silia)
Sel-sel epitel skuamosa sangat tipis dan b. Epitel Berlapis palsu silindris (bersilia
memiliki inti yang memipih. Sel-sel epitel dan tanpa silia)
kuboid berbentuk seperti kubus dengan inti c. Epitel Berlapis;
membulat pada bagian tengah sel. Sel-sel 1. Epitel selapis pipih (mengalami
epitel silindris berbentuk memanjang keratinisasi dan tanpa keratinisasi)
dengan inti oval dekat dengan permukaan 2. Epitel selapis kubus
basal sel. Sel-sel epitel transisional 3. Epitel selapis silindris
mengalami perubahan bentuk, sel-sel pada 4. Epitel transisional
permukaan apical berbentuk kubus ketika
jaringan dalam keadaan relaksasi/ kosong
dan berbentuk pipih dalam keadaan terisi/ Jaringan Epitel Selapis
tertekan. Jaringan epitel yang hanya
Epitel selapis berperan sebagai
tersusun atas satu lapis sel disebut epitel
rintangan selektif yang memungkinkan
sederhana atau epitel selapis (simple
proses difusi, filtrasi, sekresi, atau absorpsi
epithelium), dan jaringan epitel yang
substansi tertentu. Jaringan epitel selapis
tersusun atas dua atau lebih lapisan sel
terdiri dari epitel selapis pipih, selapis
disebut epitel berlapis (stratified epithelium)
(gambar 4.2).
Susunan
Lapisan

Selapis Berlapis Palsu Berlapis

Bentuk
Sel

Pipih Kubus Silindris


Gambar 4.2. Bentuk Sel dan Susunan dari Lapisan Sel-Sel Epitel (Tortora &Derrickscon, 2009; h. 113).

55
kubus, dan selapis silindris. Epitel selapis Epitel selapis kubus dapat ditemukan pada
pipih terdiri atas satu lapisan sel-sel yang bagian tubuh seperti kelenjar tiroid dan
berbentuk pipih dengan inti sel yang ginjal, yang melangsungkan fungsi sekresi
terletak dibagian tengah. Epitel selapis dan absorpsi. Jaringan epitel selapis
pipih dapat ditemukan pada bagian tubuh silindris, apabila dilihat dari sisi lateral sel-
yang melangsungkan fungsi filtrasi (filtrasi selnya tampak seperti tabung dengan inti
darah pada nefron ginjal) atau difusi (difusi berbentuk oval dekat dengan bagian dasar
oksigen pada alveolus paru-paru. Epitel sel. Terdapat dua jenis epitel selapis
salapis pipih yang membatasi dinding silindris, yaitu bersilia dan tanpa silia. Epitel
bagian dalam jantung, pembuluh darah, selapis silindris tanpa silia memiliki mikrovili
dan pembuluh limfa disebut endothelium, dan sel goblet pada permukaan apikalnya.
lapisan jaringan epitel selapis pipih pada Mikrovili berperan meningkatkan laju
membrane serosa seperti pericardium, absorpsi dan sel goblet berperan
pleura, atau peritoneum disebut mensekresikan mukus.
mesotelium. Epitel selapis kubus memiliki
sel-sel yang berbentuk kubus dengan inti di
bagian tengah sel.
Membrane
Inti sel epitel Sitoplasma Mikrovili Mukus
plasma Inti sel epitel

a
Inti sel
Jaringan
epitel Lumen saluran Membran b Inti sel goblet
ikat
basal
Silia Mukus
Inti sel epitel

c d
Inti sel goblet Jaringan ikat

Gambar 4.3. (a) epitel selapis pipih/mesotelium yang membatasi peritoneum, (b) epitel selapis silindris
tanpa silia pada jejunum usus halus, (c) epitel selapis kubus pada saluran intralobular pancreas, dan (d)
epitel silindris berlapis palsu dengan silia. (Tortora &Derrickscon, 2009; h. 115, 116, 117 ).

56
Sekresi mukus melapisi permukaan dalam epitel berlapis, yaitu epitel berlapis pipih,
dari saluran pencernaan, saluran berlapis kubus, berlapis silindris, dan epitel
pernapasan, saluran reproduksi, dan transisional.
saluran urin. Jaringan epitel silindris Epitel berlapis pipih memiliki sel-sel
bersilia tersusun atas sel-sel berbentuk yang berbentuk pipih pada permukaan
silindris dengan silia pada permukaan apikalnya, sedangkan sel-sel pada lapisan
apikalnya. Silia berperan menggerakkan dalam memiliki variasi bentuk dari bentuk
partikel-partikel asing yang terjebak oleh kubus sampai silindris. Lapisan sel-sel
mukus menuju saluran pernapasan bagian basal secara aktif mengalami pembelahan
atas. Silia juga berperan menggerakkan dan akan bergerak menuju ke permukaan
oosit dari tuba fallopi menuju uterus. apikal. Semakin menjauhi permukaan
Beberapa contoh gambar jenis jaringan basal, sel-sel semakin jauh dari suplai
epitel selapis dapat dilihat pada gambar darah, sehingga pada saat mencapai
4.3 a, b, c. permukaan apical, sel-sel manjadi mati
akibat tidak mendapat suplai nutrisi. Epitel
Jaringan Epitel Berlapis Palsu berlapis pipih yang mengalami keratinisasi,
Epitel berlapis palsu silindris tampak sel-selnya mengandung protein keratin
tersusun atas beberapa lapis sel yang yang berperan melindungi kulit dan
berbeda, tetapi hanya tersusun atas satu jaringan bawah kulit dari panas, infeksi
lapis sel yang tebal. Seluruh sel-selnya mikroba, serta gangguan mekanis dan
menempel pada membran basal, meskipun kimiawi. Epitel berlapis pipih tanpa
tidak semua sel-sel mencapai permukaan keratinisasi, sel-selnya tidak mengandung
apikal. Sehingga terdapat sel-sel dengan protein keratin, dan dapat ditemukan pada
bentuk dan tinggi yang berbeda, serta letak rongga mulut serta esophagus.
inti sel pada ketinggian yang berbeda. Epitel berlapis kubus memiliki sel-sel
Epitel berlapis palsu silindris bersilia yang berbentuk kubus pada permukaan
memiliki sel goblet yang mensekresikan apikalnya. Epitel berlapis kubus melakukan
mukus. Sekresi mucus berperan menjebak fungsi proteksi, dan fungsi sekresi serta
partikel-partikel asing dan silia berperan absorpsi yang sangat terbatas. e Epitel
menggerakkan mucus beserta partikel berlapis silindris memiliki sel-sel yang
asing yang telah terjebak untuk dikeluarkan berbentuk pipih pada permukaan
dari tubuh. Epitel berlapis palsu silindris apikalnya, pada lapisan basal sel-selnya
tanpa silia tidak memiliki silia dan juga sel berbentuk irregular dan memendek. Epitel
goblet. contoh gambar jenis jaringan epitel berlapis silindris menjalankan fungsi
berlapis palsu dapat dilihat pada gambar proteksi dan sekresi. Epitel transisional
4.3.d. adalah jenis jaringan epitel yang hanya
ditemukan pada sistem urinaria. kantung
Jaringan Epitel Berlapis kemih. Pada kondisi tanpa tekanan, epitel
Jaringan epitel berlapis lebih tebal, trasisional tampak seperti epitel berlapis
lapisan sel-sel membuat jaringan ini lebih kubus, kecuali sel-sel pada permukaan
tahan terhadap kerusakan, sehingga apikal berukuran besar dab berbentuk
mencegah pathogen dan substansi asing membulat. Pada kondisi terkenan oleh urin,
memasuki jaringan yang terdapat sel-selnya menjadi pipih, dan tampak
dibawahnya. Terdapat empat jenis jaringan seperti epitel berlapis pipih.

57
Lumen
Inti sel epi Saluran Jaringan ikat

tel

a Jaringan ikat Inti sel epitel


b
Lumen
Inti sel epitel saluran Jaringan ikat
Inti sel epitel Sel epitel Jaringan ikat
Lumen kantung kemih

d
c
Gambar 4.4. (a) epitel berlapis pipih pada vagina, b) epitel berlapis kubus pada saluran kelenjar
esofagus, (c) epitel berlapis silindris pada pada saluran kelenjar esofagus, dan (d) epitel transisional
pada kantung kemih pada kondisi tanpa tekanan urin. (Tortora &Derrickscon, 2009; h. 118, 119).

Jaringan Ikat

Jaringan ikat terdiri atas dua a. melindungi dan menyokong tubuh dan
komponen utama, yaitu matriks organ-organ tubuh,
ekstraseluler dan sel. Matriks ekstraseluler b. menghubungkan organ-organ tubuh,
mengisi ruang-ruang diantara sel. Matriks c. penyimpanan cadangan energi dalam
ekstraseluler tersusun atas serabut dan bentuk lemak,
substansi dasar, yang disekresikan oleh d. membantu memberikan imunitas bagi
komponen sel jaringan ikat. Jaringan ikat tubuh,
merupakan jaringan yang paling melimpah e. menghubungkan jaringan epitel dengan
pada tubuh dengan fungsi yang sangat jaringan yang lain serta membentuk
beragam. Beberapa fungsi jaringan ikat tendon,
yaitu;

58
f. tulang merupakan jaringan ikat yang jaringan tulang. Sel-sel yang masih muda
paling keras, berperan melindungi memiliki kemampuan membelah dan
organ-organ tubuh dan membentuk mensekresikan matriks ekstraseluler. Pada
rangka tubuh tempat menempelnya jaringan rawan dan tulang, ketika matriks
otot, ekstraseluler dihasilkan, sel-sel yang muda
g. jaringan adipose berperan sebagai berdiferensiasi menjadi sel-sel dewasa
tempat penyimpanan lipid, dengan nama yang berakhiran-Sit, sebagai
h. Darah merupakan substansi cair yang contoh kondrosit dan osteosit. Sel-sel
salah satu fungsinya sebagai media dewasa telah kehilangan kemampuan
transport substansi tertentu pada tubuh. membelah dan membentuk matriks
Terdapat beberapa klasifikasi jaringan ekstraseluler. Jenis sel-sel jaringan ikat
ikat, dikarenakan keragaman jenis sel dan bervariasi berdasarkan jenis jaringan ikat,
komponen matriks ekstraseluler, berikut ini antara lain;
salah satu contoh klasifikasi jaringan ikat;
a. Jaringan Ikat Embrionik a. Fibroblas, berukuran besar, berbentuk
1. Mesenkim pipih dengan juluran sitoplasma, dapat
2. Jaringan Ikat Mukosa ditemukan pada beberapa jenis
b. Jaringan Ikat Dewasa jaringan ikat. Fibroblas bermigrasi
1. Jaringan Ikat Longgar melalui jaringan ikat berperan
a) Jaringan Ikat Areolar mensekresikan serabut dan substansi
b) Jaringan Adiposa tertentu pada matriks ekstraseluler.
c) Jaringan Ikat Retikular b. Adipose, sering juga disebut sel-sel
2. Jatingan Ikat Padat adipose yang menyimpan trigliseriad,
a) Jaringan Ikat Padat Teratur terletak pada jaringan bawah kulit dan
b) Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur disekitar organ seperti jantung dan
c) Jaringan Ikat Elastin ginjal.
3. Kartilago c. Sel mast, terletak disekitar pembuluh
a. Kartilago Hialin darah, berperan menghasilkan
b. Fibrokartilago histamine yang dapat menyebabkan
c. Kartilago Elastin pelebaran pembuluh darah sebagai
4. Jaringan Tulang bentuk respon inflamasi.
5. Jaringan Ikat Cair d. Sel-sel darah putih, bermigrasi dari
a. Darah darah menuju jaringan ikat, sebagai
b. Limfa contoh neutrophil dapat ditemukan
Pada bagian ini, akan diuraikan pada daerah yang mengalami infeksi
lebih jauh mengenai jaringan ikat dewasa. dan eosinophil bermigrasi menuju
daerah yang mengalami infeksi bakteri
Komponen Seluler Jaringan Ikat dan respon alergi.
Setiap jenis jaringan ikat e. Makrofag, berkembang dari monosit,
mengandung kelompok sel-sel muda merupakan jenis sel darah putih.
(immature) yang berakhiran –blas, seperti Makrofag memiliki bentuk yang tidak
fibroblasts pada jaringan ikat longgar dan beraturan dengan juluran-juluran
jaringan ikat padat, chondroblasts pada sitoplasma pendek, dapat mencerna
jaringan rawan, dan osteoblasts pada

59
bakteri dan partikel asing melalui Tiga jenis serabut pada jaringan ikat,
proses fagositosis. yaitu serabut kolagen berperan
f. Sel plasma, berukuran kecil, memberikan kekuatan, serabut elastin
berkembang dari jenis sel darah putih berperan memberikan kekuatan dan
yaitu limfosit B. Sel plasma berperan elastisitas, dan serabut retikuler berukuran
mensekresikan antibody, kompnen sangat tipis dan bercabang-cabang
penting pada respon imun. membentuk struktur menyerupai jarring-
jaring. Jumlah dan jenis serabut berperan
Komponen Matriks Jaringan Ikat pada kekuatan, elastisitas, dan struktur dari
matriks ekstraseluler.
Setiap jaringan ikat memiliki ciri Jaringan Ikat Longgar
khusus, berdasarkan komponen penyusun Jaringan ikat longgar (loose
matriks ekstraseluler yang mengisi ruang- connective tissue) terdiri dari jaringan ikat
ruang diantara sel. Matriks ekstraseluler, areolar, retikular, dan jaringan adipose.
tersusun atas dua komponen utama, yaitu Pada jaringan ikat longgar, serabut pada
substansi dasar dan serabut. Substansi matriks ekstraselnya tersusun renggang,
dasar dapat bersifat cair, semicair, gelatin, serabut pada jenis jaringan ini berperan
dan mengalami kalsifikasi. Substansi dasar memberikan kekuatan, elastisitas, dan
mengandung air dan sejumlah molekul dukungan. Substansi dasar bersifat semi
organik, dan berperan mendukung cair (viscous). Sel-sel pada jaringan ini juga
komponen seluler, menghubungkan antara berperan pada mekanisme imunitas tubuh,
satu sel dengan sel yang lain, seperti makrofag, sel mass, dan sel-sel
penyimpanan air, dan sebagai media darah putih yang berpindah dari darah
pertukaran substansi antara darah dengan menuju matriks jaringan ikat. Struktur salah
sel-sel jaringan ikat. satu jenis jaringan ikat longgar dapat dilihat
pada gambar 4.6.
Fibroblast Substansi
Dasar
Serabut Retikuler Sel Makrofag Eusinofil Serabut Elastin

Sel Adiposa Pembuluh Neutrofil Sel Plasma


Serabut
Darah Sel Mast
Kolagen
Gambar 4.5. Diagram skematis struktur jaringan ikat, menunjukkan komponen seluler dan komponen
matriks ekstraseluler, (Tortora &Derrickscon, 2009; h. 124).

60
Serabut Kolagen Fibroblats Serabut Retikuler
Jaringan Rawan
Jaringan rawan tersusun atas jalinan
padat serabut kolagen dan elastin yang
kaku dan tertanam pada chondroitin
sulfate. Sel-sel dewasa pada jaringan
rawan disebut kondrosit, terletak sendiri
atau berkelompok yang terletak dalam
lacuna. Jaringan rawan dibungkus oleh
jaringan ikat padat tidak teratur yang
disebut perikondrium. Jaringan rawan
(cartilage) terdiri dari rawan hialin, rawan
elastin, dan fibrockartilago. Rawan hialin
Sel Mast Serabut Elastin merupakan jenis rawan yang paling
Gambar 4.6. Jaringan Ikat areolar pada lapisan sub berlimpah pada tubuh, terletak pada
kutaneus, (Tortora &Derrickscon, 2009; h. 128) daerah persendian dan pada cakram
epifisi. Rawan hialin memberikan
Jaringan Ikat Padat fleksibilitas, mengurangi friksi, dan
Pada jaringan ikat padat teratur menyerap tekanan. Rawan hialin adalah
(dense regular connective tissue), matriks jenis rawan yang paling lemah dari tiga
ekstraselnya mengandung serabut kolagen jenis jaringan rawan. Rawan elastin
yang tersusun paralel dengan substansi memberikan kekuatan, elastisitas, dan
dasar yang sangat sedikit. Jaringan ikat menjaga bentuk struktur tertentu pada
padat tidak teratur (dense irregular tubuh, seperti pada daun telinga.
connective tissue) memiliki kesamaan Fibrokartilago adalah jaringan rawan paling
dengan jaringan ikat padat teratur, namun kuat, terletak pada diskus intervertebral.
serabut kolagen tidak tersusun dalam pola Struktur salah satu jenis jaringan rawan,
yang teratur. Struktur salah satu jenis yaitu rawan hialin dapat dilihat pada
jaringan ikat padat teratur, yaitu tendon gambar 4.8.
dapat dilihat pada gambar 4.7. Lakuna yang Substansi
Serabut Kolagen Inti dari Fibroblast Mengandung Kondrosit Dasar

Inti Sel
Kondrosit

Gambar 4.7. Penampang melintang tendon


(Tortora &Derrickscon, 2009; h. 129)
Gambar 4.8. Penampang melintang rawan hialin
(Tortora &Derrickscon, 2009; h. 131)

61
Jaringan Tulang enzim, protein, hormon, ion, dan gas-gas
Tulang merupakan jaringan ikat yang pernapasan. Struktur jaringan darah dapat
sangat keras, matriks ekstraseluler jaringan dilihat pada gambar 4.10.
tulang tersusun dalam lapisan yang disebut
Eritrosit Trombosit
lamella dan tersusun atas serabut kolagen,
substansi dasar, dan garam-garam
anorganik. Secara struktural, jaringan
tulang dikelompokkan atas jaringan tulang
padat dan jaringan tulang bunga karang.
Unit dasar dari tulang padat disebut osteon
atau sistem havers, yang terdiri atas
lamella, lakuna, kanalikuli, dan sentral
kanal. Tulang bunga karang mengandung
sedikit osteon, dan terutama tersusun atas
struktur yang disebut trabekula, yang
mengandung lamella, osteosit, lacuna, dan
kanalikuli. Ruang diantara trabekula berisi
sum-sum merah tulang. Struktur jaringan Leukosit Plasma Darah
tulang padat dapat dilihat pada gambar 4.9. Gambar 4.10. Apusan darah (Tortora
Sentral Kanal Kanalikuli &Derrickscon, 2009; h. 133)
Lakuna

Jaringan Otot

Jaringan otot bersifat sangat seluler


yang sebahagian besar tersusun atas sel-
sel otot. Seluruh jariangan otot
mengandung pembuluh darah (bersifat
vaskuler) dan serabut saraf. Jaringan otot
dapat menghasilkan kekuatan fisik yang
dibutuhkan untuk pergerakan struktur
tubuh tertentu dan menghasilkan panas
tubuh. Berdasarkan struktur dan fungsinya,
jaringan otot dibedakan atas jaringan otot
Lamella rangka (skeletal muscle), jaringan otot
Gambar 4.9. Penampang melintang tulang padat
(Tortora &Derrickscon, 2009; h. 132) polos (smooth muscle), dan jaringan otot
jantung (cardiac muscle). Sel-sel jaringan
Jaringan Darah otot rangka memiliki banyak inti dan
Darah terdiri dari sel darah merah, sel berbentuk silindris. Jaringan otot rangka
darah putih, keeping-keping darah, dan terutama menyusun otot-otot yang
plasma darah. Komponen plasma darah menempel pada tulang.
yaitu air dan sejumlah zat terlarut yang Sel-sel jaringan otot jantung
terdiri atas substansi nutrisi seperti glukosa berukuran lebih kecil dibandingkan sel-sel
dan asam amino, produk sisa metabolism, jaringan otot rangka, memiliki percabangan

62
dengan satu atau dua inti yang terlerak dengan menghasilkan impuls saraf yang
pada bagian tengah sel. Diskus interkalar akan mengaktivasi jaringan otot ataupun
pada jaringan otot jantung tampak sekresi kelenjar. Dua komponen seluler
menyerupai pita yang berwarna gelap yang dari jaringan saraf, yaitu sel saraf (neuron)
menghubungkan ujung dari satu sel otot dan sel-sel glia (neuroglia). Neuron
dengan ujung dari sel otot yang lain. berperan menerima dan mengirim
Jaringan otot jantung merupakan lapisan informasi dalam bentuk impuls saraf,
paling tebal pada dinding jantung sedangkan neuroglia berperan mendukung
(miokardium). Otot rangka dan otot jantung neuron dan membantu menjalankan
tampak berlurik (memiliki pita yang tampak fungsinya. Neuron memiliki satu atau lebih
terang dan gelap). Sel-sel jaringan otot juluran atau prosesus (pemanjangan
polos berukuran kecil dan meruncing pada seluler) yang menerima dan mengirimkan
kedua ujung selnya, memiliki satu inti dan informasi dalam bentuk impuls saraf.
tidak tampak berlurik (nonstriated). Dendrit adalah juluran pada neuron yang
Jaringan otot polos dapat ditemukan pada menerima informasi dari reseptor sensoria
dinding saluran pernapasan, dinding tau dari neuron yang lain. Akson adalah
saluran pencernaan, dinding saluran juluran pada neuron yang mengirimkan
urogenitalia, dan dinding pembuluh darah. informasi menuju neuron yang lain, otot,
Struktur jaringan otot rangka, otot jantung, atau kelenjar. Bagian utama dari neuron
dan otot polos dapat dilihat pada gambar adalah badan sel tempat dari inti sel
11. (nukleus) berada.
Inti Sel Serabut Otot Serabut Otot Inti Sel
Rangka
Diskus Interkalar Serabut Otot Inti Sel

a b c
Gambar 4.11. (a) penampang membujur jaringan otot rangka, (b) penampang membujur jaringan otot
jantung, (c) penampang mlintang jaringan otot polos (Tortora & Derrickscon, 2009; h. 137, 138, 139)

Jaringan Saraf Berdasarkan strukturnya, neuron


dibedakan atas neuron unipolar, neuron
Jaringan saraf merupakan penyusun utama bipolar, dan neuron multipolar, sedangkan
dari otak, sumsum tulang belakang, dan berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan
serabut saraf, bersifat sangat seluler. atas neuron sensori, neuron motorik, dan
Jaringan saraf akan memberikan respon

63
neuron konektor. Struktur neuron dapat
dilihat pada gambar 4.12.
Dendrit

Bukit Inti sel


akson

Selubung
mielin

Badan sel
Sel
schwan
Akson
Nodus
ranvier

Ujung
akson

Gambar 4.12. Diagram skematis struktur neuron multipolar (Tortora &Derrickscon, 2009; h. 418)

Sistem Tubuh Vertebrata


Tubuh hewan vertebrata tersusun
hanya akan dibahas secara umum
atas beberapa sistem organ yang
tiga sistem organ, yaitu sistem pencernaan,
menjalankan fungsi-fungsi tertentu dan
sistem pernapasan, dan sistem peredaran
saling berhubungan dalam membangun
darah.
kesatuan kerja, untuk menjaga
kelangsungan hidup suatu individu. Sistem Pencernaan
Gangguan pada suatu sistem akan
mempengaruhi kerja sistem tubuh yang Sistem pencernaan berperan
lain. Secara umum sistem tubuh vertebrata penting dalam menghancurkan makanan
terdiri atas (i) sistem integumen, (ii) sistem menjadi ukuran yang sangat sederhana
otot, (iii) sistem rangka, (iv) sistem sehingga dapat diserap dan digunakan
pencernaan, (v) sistem pernapasan, (vi) oleh sel-sel tubuh. Makanan yang kita
sistem peredaran darah, (vii) sistem konsumsi mengandung berbagai jenis
urogenitalia, (viii) sistem endokrin, (ix) nutrient, yang dibutuhkan oleh tubuh untuk
sistem saraf, dan (x) sistem imun. Dari membangun jaringan yang baru dan
sepuluh system tersebut, pada bagian ini memperbaiki jaringan yang rusak.

64
Makanan juga merupakan sumber energi pencernaan, antara lain vitamin, ion,
bagi aktivitas sel-sel tubuh. Sistem kolesterol, dan air.
pencernaan makanan dibangun oleh dua e. Absorpsi, molekul-molekul makanan
kelompok organ, kelompok yang pertama yang telah dicerna akan masuk ke
adalah organ-organ yang menyusun dalam sel-sel epitel yang membatasi
saluran gastrointestinal, yang terdiri dari rongga saluran gastrointestinal, dan
rongga mulut, faring, esofagus, lambung, selanjutnya berpindah ke dalam darah
usus halus, dan usus besar. Kelompok dan limfa untuk disirkulasikan ke
yang kedua adalah organ-organ tambahan seluruh sel-sel tubuh.
yang terdiri dari gigi, lidah, kelenjar saliva, f. Defekasi, sisa-sisa makanan yang tidak
hati, kantung empedu, dan pankreas. tercerna dan tidak diserap oleh tubuh
akan dibusukkan oleh bakteri
Secara umum, sistem pencernaan membentuk feses yang keluarkan dari
menjalankan enam proses utama, yaitu; tubuh melalui anus.
a. Makan, yaitu proses memasukkan
makanan kedalam rongga mulut,
b. Sekresi, sel-sel sepanjang saluran Rongga Mulut
pencernaan dan kelenjar-kelenjar
pencernaan mensekresikan air, cairan Didalam rongga mulut terdapat
asam, cairan basa, dan enzim-enzim kelenjar saliva, gigi, dan lidah yang
pencernaan menuju rongga saluran membantu proses pencernaan makanan
gastrointestinal, secara mekanik dan kimia. Makanan yang
c. Pencampuran dan pergerakan, memasuki rongga mulut akan
kontraksi dan relaksasi otot polos pada meningkatkan sekresi kelenjar saliva.
dinding saluran pencernaan, Secara kimiawi cairan saliva mengandung
mencampur makanan dengan getah 99,5% air dan 0,5% zat terlarut. Jenis-jenis
sekresi dan menggerakkannya zat terlarut antara lain ion-ion, gas-gas
sepanjang saluran gastrointestinal, terlarut, beberapa molekul organik seperti
d. Pencernaan, proses mekanik dan kimia urea dan asam urat, mukus, imunoglubolin,
yang menghancurkan makanan enzim bakteriolitik yaitu lisozim, dan enzim
menjadi molekul-molekul sederhana. amylase. Cairan saliva berperan
Pencernaan mekanik dilakukan oleh membasahi makanan dan mengawali
gigi pada rogga mulut dan jaringan otot pencernaan kimiawi makanan.
polos pada dinding lambung dan usus Terdapat tiga pasang kelenjar
halus. Pencernaan kimia mengubah saliva, yaitu kelenjar sub mandibula, sub
ukuran molekul karbohidrat, lipid, lingua, dan kelenjar parotid. Ion klorida
protein, dan asam nukleat, (polimer) pada cairan saliva mengaktivasi enzim
menjadi molekul-molekul yang lebih amilase untuk memulai pencernaan
sederhana (monomer). Enzim-enzim karbohidrat. Sebahagian besar karbohidrat
pencernaan yang dihasilkan oleh yang kita konsumsi dalam bentuk amilum
kelenjar saliva, lambung, pancreas, dan atau karbohidrat kompleks, sehingga harus
usus halus mengkatalisis reaksi dicerna terlebih dahulu menjadi molekul
katabolisme molekul-molekul tersebut. monosakarida, agar dapat diserap oleh
Beberapa molekul makanan dapat tubuh. Mukus yang terkandung pada cairan
langsung diserap tanpa melalui proses saliva berperan melumasi makanan agar

65
mudah ditelan. Selama proses menelan, laringofaring berperan pada proses
enzim amilase yang telah bercampur pernapasan juga pencernaan. Organ
dengan makanan, tetap bekerja mencerna berikutnya yang dilalui oleh makanan
amilum. Setelah makanan sampai adalah esophagus, merupakan saluran
dilambung, ezim amylase berhenti bekerja pencernaan yang berbentuk tabung,
karena pengaruh kondisi asam pada dengan panjang kurang lebih 25 cm, dan
lambung. pada dindingnya terdapat jaringan otot

Rongga
Kelenjar mulut
parotid Kelenjar
Kelenjar sublingua
submandibula
Faring

Esofagus

Hati Lambung
Kantung
empedu Pankreas
Kolon
Duodenum transversal

Ileum
Jejunum
Kolon
Kolon deskenden
askenden Rektum

Apendiks Anus

Gambar 4.13. Diagram skematis struktur organ-organ penyusun sistem pencernaan


(Tortora &Derrickscon, 2009; h. 922)

Faring dan Esofagus


polos. Terdapat tiga fase menelan, yaitu (i)
Makanan dari rongga mulut akan tahap volunteer, bolus bergerak dari
bergerak menuju faring. Farinf tersusun rongga mulut menuju orofaring, (ii) tahap
atas jaringan otot rangka dan faringeal, bersifat involunter, bolus
permukaannya dibatasi oleh membran bergerak dari faring menuju esofagus, (iii)
mukosa, faring terbagi atas tiga bagian, tahap esophageal, bersifat involunter,
yaitu nasofaring hanya berperan pada bolus bergerak dari esophagus menuju
proses pernapasan, orofaring dan lambung.

66
berupa asam klorida (HCL), pepsin, musin
dan renin. Asam klorida memiliki derajat
keasaman yang tinggi. Ini berguna agar
bakteri yang masuk bersama makanan
mati. Kemudian, asam klorida juga
berperan dalam proses pengaktifan
Nasofaring pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin
berfungsi mengubah protein menjadi
peptida/pepton. Musin berfungsi dalam
Orofaring pelicinan makanan. Sementara, renin
merupakan protein yang berperan saat
penggumpalan susu sehingga bisa dicerna
Laringofaring
dalam lambung. Struktur lambung dapat
dilihat pada gambar 4.15.
Bolus (makanan
yang telah Otot
Esofagus Fundus
dicerna) di dalam membujur
rongga mulut

Trakea Kardia
Esofagus

Gambar 4.14. Letak bolus sebelum proses menelan


Badan
(Tortora &Derrickscon, 2009; h. 935)

Lambung

Lambung memiliki empat bagian


utama, yaitu kardia, fundus, badan, dan Piloris
Otot
pylorus. Pada bagian kardia, terdapat Otot
melintang
miring
sebuah lubang yang tersusun dari otot Duodenum
sfingter kardia dengan bentuk melingkar.
Peran otot ini seperti klep yang akan
Gambar 4.15. Diagram skematis struktur lambung
membuka bila ada makanan memasuki (Tortora &Derrickscon, 2009; h. 922)
lambung dan segera menutup setelahnya.
Kelenjar-kelenjar pada lapisan mukosa Selain secara kimiawi, makanan
lambung, terdiri atas tiga jenis, yaitu sel-sel juga dicerna secara mekanik oleh dinding
mukosa yang mensekresikan mukus, sel- lambung. Ini terjadi karena dinding
sel chief yang mensekresikan pepsinogen lambung tersusun dari otot-otot yang selalu
dan lipase lambung, serta sel-sel parietal mengalami fase kontraksi dan istirahat.
yang mensekresikan HCl. Di dalam Otot-otot tersebut meliputi 3 otot yang
lambung, makanan dicerna secara kimiawi tersusun secara memanjang pada bagian
dan mekanik. Secara kimiawi, ditunjukkan luar, melingkar pada bagian tengah, dan
dengan adanya getah lambung hasil miring pada bagian dalam. Kontraksi ketiga
sekresi kelenjar lambung. otot tersebut menimbulkan gerak
Kelenjar lambung berada pada peristaltik. Akibat gerak ini, makanan
dinding lambung. Hasil sekresinya dapat teraduk dan tercampur dengan getah

67
lambung sehingga menjadi bubur yang protein. Hasil pencernaannya ialah sari-sari
disebut kim. Selanjutnya, makanan menuju makanan yang berupa asam amino,
sfingter pilorus. HCL memengaruhi sfingter glukosa, asam lemak, dan gliserol.
pilorus membuka dan selanjutnya makanan Selanjutnya, sari-sari makanan
masuk menuju duodenum, bagian dari diserap oleh usus penyerapan (ileum).
usus halus. Panjang usus penyerapan sekitar 0,75
hingga 3,5 m. Proses penyerapannya
Usus Halus, Pankreas, Hati, dan dilakukan oleh jonjot-jonjot usus atau vili
Kantung Empedu yang berada pada dinding usus halus.
Usus halus, terbagi menjadi 3 bagian, Adanya vili menjadikan permukaan
meliputi usus dua belas jari (duodenum), penyerapan usus halus menjadi luas. Vili
usus kosong (jejenum), dan usus tersusun oleh pembuluh darah, pembuluh
penyerapan (ileum). Usus dua belas jari kil atau lakteal (limfa), dan sel epitelium.
adalah bagian usus halus yang
Hati
bersambung secara langsung dengan
lambung. Panjangnya sekitar 25 cm. Pada
dindingnya bermuara dua saluran yang
berasal dari kantung empedu dan
pankreas. Kantung empedu menyimpan
cairan empedu, yakni zat hasil ekskresi
Duktus
organ hati. yang mengandung beberapa
hepatikus
zat seperti garam mineral, pigmen (bilirubin
dan biliverdin), kolesterol, fosfolopid, dan
air. Garam mineral akan mempermudah
dalam proses pengemulsian lemak. Duktus Pankreas
Pankreas menghasilkan getah sistikus
pankreas yang mengandung zatzat
Kantung
semacam enzim amilase, lipase, dan empedu
tripsinogen yang belum aktif. Amilase
berperan mengubah zat tepung menjadi Duodenum Duktus pankreas
gula. Lipase berfungsi mengubah lemak Gambar 4.16. Diagram skematis letak hati,
menjadi asam lemak. Sedangkan pankreas, kantung empedu, dan usus halus (Tortora
tripsinogen diaktifkan terlebih dahulu oleh Derrickscon, 2009; h. 957)
enzim enterokinase yang berasal dari
sekresi usus halus. Tripsinogen aktif Usus Besar
menjadi tripsin dan tripsin segera
mengubah protein menjadi peptida dan Sari-sari makanan dan zat yang
asam amino. Dari usus dua belas jari, berguna telah diserap oleh usus halus,
bubur makanan akan menuju ke usus sisanya akan diteruskan menuju usus
kosong (jejenum). Panjangnya sekitar 1,5 besar. Usus besar (large intestine) atau
m hingga 1,75 m. Pada usus kosong, kim kolon (kolon) merupakan persambungan
yang belum dicerna dengan sempurna usus halus yang panjangnya sekitar 1 m
akan dicerna kembali. Berbagai zat yang dan berdiameter 6,5 cm. Fungsi utama
dicerna yakni karbohidrat, lemak, dan usus ini ialah mengontrol kadar air sisa

68
makanan. Air pada sisa makanan yang Sistem Pernapasan
berlebihan akan diserap (reabsorpsi),
sedangkan bila kurang akan ditambah. Organ-organ yang menyusun sistem
Selain itu, pada usus besar juga terjadi pernapasan berperan penting pada proses
proses pembentukan feses yang pergerakan udara dari atmosfer masuk ke
selanjutnya dibuang melalui anus. paru-paru dan pada proses pertukaran
Usus besar terbagi atas beberapa antara oksigen dengan karbondiosida, baik
bagian. Ada bagian usus besar yang naik yang berlangsung antara alveolus paru-
(askenden), ada yang mendatar paru dengan pembuluh darah kapiler
(transversum), dan ada pula bagiannya alveolus ataupun antara pembuluh darah
yang menurun (deskenden). Pada bagian kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.
perbatasan antara usus halus dan usus Tubuh kita secara terus menerus
besar terdapat bagian yang dinamakan membutuhkan oksigen (O2) untuk reaksi
sekum atau usus buntu. Rektum metabolisme yang menghasilkan energi.
merupakan bagian akhir dari usus besar. Pada saat yang sama, reaksi ini
Proses pengeluaran feses lewat anus melepaskan karbondiosida (CO2).
disebut proses defi kasi. Pada anus Dikarenakan CO2 bersifat racun bagi sel-
terdapat otot sfi ngter anus yang berupa sel jaringan tubuh, maka harus dikeluarkan
otot polos dan otot lurik. Masing-masing dari tubuh. Sistem pernapasan dan sistem
otot ini berturut-turut berada di dalam dan peredaran darah saling bekerjasama dalam
bagian luar lubang anus. Saat feses menyuplai O2 dan mengeluarkan CO2.
menyentuh dinding rektum, otot lurik Berikut ini kita akan membahas struktur
terangsang melakukan proses defekasi. organ-organ yang menysun sistem
struktur usus besar dapat dilihat pada pernapasan dan fungsi yang dijalankan.
gambar 4.16.
Rongga Hidung
Kolon transversal Hidung merupakan organ yang
pertama kali dilalui udara dari luar tubuh.
Udara masuk dari lingkungan luar ke
organ-organ sistem pernapasan melalui
rongga hidung, begitu juga sebaliknya,
Kolon askenden udara hasil pernapasan keluar dari paru-
paru menuju lingkungan juga melewati
rongga hidung. Di dalam rongga hidung
terdapat rambut-rambut dan sel-sel yang
Kolon mensekresikan mukus/lendir. Rambut
deskenden hidung berguna menyaring udara kotor
Rektum
Apendiks yang masuk melalui hidung. Sementara
mukus/ lendir berfungsi menangkap
Anus partikel-partikel asing yang ikut bersama
Gambar 4.17. Diagram skematis struktur usus udara pernapasan. Selain itu, lapisan
besar (Tortora Derrickscon, 2009; h. 960) mukus berfungsi menghangatkan suhu
udara yang masuk ke paru-paru dan
mengatur kelembaban udara. Pada atap
rongga hidung juga terdapat saraf

69
olfaktorius yang dapat mendeteksi stimulus katup pangkal tenggorokan (epiglotis). Jika
berupa bau yang ikut bersama udara udara menuju tenggoroka, anak tekak
pernapasan. Organ-organ penyusun sistem melipat ke bawah, dan ketemu dengan
pernapasan dapat dilihat pada gambar katup pangkal tenggorokan sehingga
4.17. membuka jalan udara ke tenggorokan.
Saat menelan makanan, katup tersebut
Faring menutupi pangkal tenggorokan dan saat
Setelah melewati hidung, udara bernapas katup tersebut akan membuka.
masuk menuju faring. Saat udara melewati Pada pangkal tenggorokan terdapat pita
faring, antara rongga hidung dengan suara yang bergetar bila ada udara
tenggorokan, terdapat katup epiglottis yang melaluinya. Misalnya saja saat kita
berperan menutup laring saat kita sedang berbicara.
menelan makanan. Apabila makanan kita Batang tenggorokan terletak pada
telan dan katup belum menutup, maka daerah leher, tepatnya di bagian depan
makanan masuk ke tenggorokan, kerongkongan (esofagus). Batang
akibatnya kita pun tersedak. tenggorokan tersusun atas cincin-cincin
tulang rawan berbentuk seperti huruf “C”,
dengan panjang sekitar 10 cm. Dinding
dalamnya terlapisi oleh selaput lendir
Faring dengan sel-selnya yang memiliki silia. Silia
Rongga
hidung berfungsi menolak debu atau benda-benda
asing.
Trakea Laring
Laring
Bronkus Trakea
kanan Cabang-cabang
Gambar 17. Diagram skematis organ-organ bronus kiri
penyusun system pernapasan (Tortora
Derrickscon, 2009; h. 876)

Bronkus Paru-paru
kanan kiri
Gambar 4.18. Diagram skematis organ-organ
penyusun sistem pernapasan (Tortora
Derrickscon, 2009; h. 876)

Laring dan Trakea Diafragma


Cabang-cabang Pleura
Dari faring, udara pernapasan akan bronkiolus
menuju pangkal tenggorokan atau disebut Gambar 4.19. Diagram skematis percabangan
juga laring. Laring tersusun atas kepingan trakea dan bronkus (Tortora Derrickscon,
tulang rawan yang membentuk jakun. 2009; h. 885)
Pangkal tenggorokan dapat ditutup oleh

70
Bronkus, Bronkiolus, dan Alveolus
Setelah melalui trakea, udara akan Sistem Peredaran Darah
terus masuk menuju cabang batang Sistem peredaran darah pada
tenggorokan atau dinamakan bronkus. manusia terdiri atas dua organ, yaitu
Batang tenggorokan bercabang menjadi jantung dan pembuluh darah.
dua bronkus, yakni bronkus sebelah kiri
dan sebelah kanan. Pada dinding bronkus Jantung
terdapat jaringan otot polos, tulang rawan, Jantung manusia berada di dalam
dan dinding bagian dalam dilapisi oleh rongga dada agak sedikit ke sebelah kiri.
jaringan epitel. Bronkus akan membentuk Rata-rata berat jantung sekitar 300 gram
percabangan-percabangan yang lebih kecil untuk laki-laki dan 250 gram untuk
sampai mencapai bronkiolus, yang perempuan. Dinding jantung tersusun atas
diameter lumennya sangat kecil dan tiga lapisan, yaitu: epikardium, miokardium,
dindingnya tidak lagi memiliki jaringan dan endokardium. Epikardium merupakan
tulang rawan. Bagian akhir bronkiolus lapisan paling luar, transparan, tersusun
berhubungan dengan alveolus paru-paru. atas mesotelium dan jaringan ikat,
Percabangan-percabangan bronkus dapat memberi permukaan halus tehadap dinding
dilihat pada gambar 19. luar jantung. Miokardium, tersusun atas
Dinding alveolus sangat tipis hanya jaringan otot jantung, merupakan lapisan
tersusun atas satu lapis sel-sel epitel pipih paling tebal, menyusun kurang lebih 95%
dan permukaannya selalu lembab. Pada bagian dari dinding jantung, berperan
dinding alveolus berlangsung pertukaran penting untuk aktivitas pemompaan darah.
gas oksigen dengan karbon diosida. Endokardium, merupakan lapisan paling
Oksigen akan berdifusi dari rongga dalam yang membatasi rongga jantung,
alveolus menuju pembuluh darah kapiler tersusun atas lapisan tipis jaringan epitel
disekitar alveolus, sebaliknya karbon (endothelium) dan jaringan ikat. Letak
diosida akan berdifusi dari pembuluh darah masing-masing lapisan dinding jantung
kapiler menuju rongga alveolus untuk dapat dilihat pada gambar 4.21.
dikeluarkan dari tubuh. Struktur alveolus
dapat dilihat pada gambar 4.20.

Bronkiolus Perikardium

Epikardium

Miokardium

Pembuluh Endokardium
kapiler
alveolus
Alveolus Gambar 4.21. Letak epikardium, miokardium,
Gambar 4.20. Diagram skematis struktur dan endokardium pada jantung(Tortora
alveoulus (Tortora Derrickscon, 2009; h. 887) Derrickscon, 2009; h.721)

71
Jantung manusia terdiri atas 4 balik darah dari bilik menuju serambi. Pada
ruang, 2 serambi (atrium) yaitu serambi kiri pangkal aorta dan pangkal arteri
dan kanan dan 2 bilik (ventrikel) yaitu bilik pulmonalis (pembuluh nadi paruparu)
kiri dan bilik kanan. Sekat yang terdapat katup berbentuk bulan sabit (katup
memisahkan jantung menjadi bagian kiri semilunaris) yang mencegah darah tidak
dan kanan disebut Septum Cordi dan sekat kembali ke bilik jantung. Struktur luar dan
yang memisahkan atrium dan ventrikel struktur dalam jantung manusia dapat
disebut Septum atrio ventrikular. Antara dilihat pada gambar 22.
serambi kiri dan serambi kanan pada fetus
masih terdapat lubang yang disebut
foramen ovale dan akan tertutup dengan Pembuluh Darah
sendirinya kurang lebih 10 hari setelah Pembuluh darah merupakan organ
kelahiran. tubuh yang berperan penting untuk
mengedarkan darah dari jantung ke
seluruh bagian-bagian tubuh dan

Aorta

Aorta Arteri Vena


Vena cava pulmonalis pulmonalis
Vena cava kiri Arteri
superior kiri
Vena superior pulmonalis
Arteri
pulmonalis kiri
pulmonalis
kanan kiri
Serambi Serambi
kiri kiri
Vena
pulmonalis Serambi
Katup
kanan kanan
bikuspidalis
Serambi
kanan Bilik
kiri Katup
trikuspidalis

Bilik kanan Bilik kiri


Vena cava
Bilik kanan
inferior Vena cava Miokardium
a inferior b

Gambar 22. a) struktur luar jantung,b) struktur dalam jantung (Tortora Derrickscon, 2009; h.723)

Antara serambi kiri dan bilik kiri


dihubungkan oleh katup berkelopak dua Membawa darah dari sel-sel jaringan tubuh
(katup biskuspidalis), antara serambi kanan kembali ke jantung. Terdapat lima jenis
dan bilik kanan dihubungkan oleh katup pembuluh darah, yaitu arteri, arteriola,
berkelopak tiga (katup trikuspidalis). Katup kapiler, venula, dan vena. Arteri berperan
katup tersebut diperkuat oleh korda membawa darah dari jantung ke seluruh
tendinae dan berperan mencegah aliran sel-sel jaringan tubuh. Pembuluh arteri

72
memiliki diameter yang berbeda-beda, Kelompok pembuluh kapiler pada suatu
pembuluh arteri dengan diameter yang jaringan akan menyatu membentuk
paling besar yaitu aorta, berawal dari bilik pembuluh venula. Beberapa venula akan
kiri jantung. Aorta akan membentuk membentuk pembuluh vena, dan beberapa
percabangan-percabangan dengan pembuluh vena akan bermuara pada
diameter yang lebih kecil untuk menyuplai pembuluh vena yang sangat besar, yang
darah ke organ-organ tubuh, sebagai disebut vena cava. Dinding arteri yang
contoh pembuluh arteri renalis membawa bersifat elastis (kenyal) dan mampu
darah menuju ginjal dan arteri carotid berkontraksi ini terdiri atas tiga macam
membawa darah menuju ke daerah kepala. jaringan, yaitu jaringan ikat di lapisan
Arteri selanjutnya akan bercabang menjadi paling luar, jaringan otot yang tebal, dan
ukuran yang lebih kecil yang disebut jaringan endotel yang melapisi permukaan
arteriola. Pembuluh arteriola menuju ke dalam arteri. Penimbunan senyawa-
jaringan-jaringan tubuh dan membentuk senyawa lemak pada dinding arteri
percabangan-percabangan yang sangat menyebabkan penyempitan pembuluh dan
kecil yang disebut pembuluh kapiler. hilangnya elastisitas dinding arteri. Seperti
Dinding pembuluh kapiler yang sangat halnya arteri, dinding vena juga tersusun
tipis, hanya tersusun atas satu lapis dari tiga macam jaringan, tetapi jaringan
jaringan epitel memungkinkan pertukaran otot sangat tipis sehingga secara
substansi antara darah dengan sel-sel keseluruhan dinding vena lebih tipis dan
jaringan tubuh. kurang kenyal dibandingkan dengan
dinding arteri.

Endotelium

Lapisan otot
polos
Lapisan
elastika
Katup
Lapisan
luar
Lumen Lumen
a b

Endotelium Membran
Lumen c basal

Gambar 4.22. a) struktur arteri,b) struktur vena, c) struktur kapiler (Tortora Derrickscon, 2009; h.762)

73
Pengaruh kontraksi jantung terhadap aliran cabang tersebut membentuk ranting-
darah vena sangat kecil sehingga aliran di ranting ke seluruh otot bilik. Impuls tersebut
dalam vena sebagian besar disebabkan menyebabkan otot-otot bilik berkontraksi,
oleh kontraksi otot-otot di sekitarnya yang peristiwa ini disebut sistol sehingga
dibantu oleh katup-katup pencegah arus tekanan di dalam bilik meningkat dan darah
balik di sepanjang pembuluh. Struktur mendesak katup trikuspidalis dan katup
pembuluh arteri, vena, dan kapiler dapat bikuspidalis menutup, sedangkan desakan
dilihat pada gambar 23. dari bilik kiri ke aorta dan bilik kanan ke
arteri pulmonalis menyebabkan katup-
katup semilunar terbuka. Ketika darah
Mekanisme Peredaran Darah keluar dari bilik kiri melewati katup
Peredaran darah pada manusia semilunar, di dalam aorta masih terdapat
merupakan peredaran darah tertutup sebagian darah yang belum dialirkan
karena darah mengalir dalam pembuluh sehingga tekanan darah di dalam aorta
darah. Darah mengalir melewati jantung meningkat dan tekanan ini dinamakan
dua kali sehingga disebut pembuluh darah tekanan sistol yang dalam keadaan normal
ganda, yang terdiri atas peredaran darah besarnya kurang lebih 120 mm Hg. Setelah
besar atau peredaran darah sistemik dan pengosongan bilik, otot-otot bilik
sistem peredaran darah kecil atau mengalami relaksasi atau biasa pula
peredaran darah paru. Pada peredaran disebut diastol, tekanan di dalam bilik saat
itu lebih rendah daripada tekanan di dalam
darah kecil, darah mengalir dari jantung
melalui ventrikel kanan ke paru-paru dan aorta sehingga darah dari aorta mendesak
kembali menuju jantung melalui atrium kiri. kembali ke jantung yang mengakibatkan
Sebaliknya pada sistem peredaran darah katup semilunar menutup. Sementara itu,
besar, darah mengalir dari jantung melalui darah di dalam aorta sebagian dialirkan ke
ventrikel kiri menuju ke seluruh tubuh berbagai arteri, maka tekanannya menurun
kecuali paru-paru, kemudian darah kembali sampai 80 mmHg pada keadaan normal
menuju ke jantung melalui atrium kanan. dan disebut sebagai tekanan diastol.
Kemampuan jantung untuk berdenyut Selama jantung mengalami diastol, darah
dari vena pulmonalis masuk ke dalam
dipicu oleh suatu jaringan tertentu pada
jantung itu sendiri yang disebut nodus serambi kiri dan darah dari vena kava
sinoartrial (nodus S-A) pada dinding atas memasuki serambi kanan selanjutnya otot-
serambi kanan. Impuls yang ditimbulkan otot serambi akan berkontraksi lagi setelah
nodus S-A disebarkan ke seluruh otot memperoleh impuls dari nodus S-A.
serambi sehingga otot-otot serambi
berkontraksi yang menyebabkan darah dari
Rangkuman
serambi masuk ke bilik.
Sementara itu, impuls dari nodus S-A Berdasarkan struktur dan
merambat mencapai nodus atrioventrikular fungsinya, terdapat empat jaringan dasar
(nodus A-V) yang terletak di bagian bawah pada hewan vertebrata, yaitu jaringan
sekat serambi kemudian diteruskan melalui epitel (epithelial tissue), jaringan ikat
berkas His yang bercabang dua, satu (connective tissue), jaringan otot (muscle
cabang menuju otot bilik kiri dan cabang tissue), dan jaringan saraf (nervous tissue).
Organ-organ tubuh dibentuk dari dua atau
yang lain menuju otot bilik kanan, tiap-tiap

74
lebih jaringan yang berbeda yang bekerja terorganisasi untuk menjalankan fungsi
bersama dalam menjalankan fungsi tertentu. Sebagai contoh, jantung dan
tertentu. Jaringan epitel terdiri atas epitel pembuluh darah merupakan organ yang
penutup dan epitel kelenjar. Jaringan epitel menyusun system peredaran darah. Pada
diklasifikasikan berdasarkan bentuk sel system pencernaan terdapat organ-organ
pada permukaan apikal dan jumlah lapisan diantaranya, rongga mulut, faring,
sel-sel epitel. Jaringan ikat berperan kerongkongan, lambung, usus halus, usus
melindungi dan menyokong tubuh dan besar, dan anus. Sistem pernapasan
organ-organ tubuh. Beberapa jenis jaringan dibangun oleh organ-organ diantaranya
ikat diantaranya, jaringan ikat areolar, rongga hidung, faring, laring, tenggorokan,
jaringan adipose, jaringan ikat reticular, bronkus, bronkus, dan alveolus paru-paru.
jaringan ikat padat teratur, jaringan ikat Secara umum tubuh vertebrata terdiri atas
padat tidak teratur, jaringan ikat elastin, 10 sistem organ, diantaranya (i) sistem
kartilago hialin, fibrokartilago, kartilago integumen, (ii) sistem otot, (iii) sistem
elastin, jaringan tulang, darah, dan limfa. rangka, (iv) sistem pencernaan, (v) sistem
Secara khusus, jaringan tubuh hewan pernapasan, (vi) sistem peredaran darah,
terorganisasi membentuk organ. Sebuah (vii) sistem urogenitalia, (viii) sistem
organ merupakan suatu unit struktural endokrin, (ix) sistem saraf, dan (x) sistem
dengan dua atau lebih jaringan yang saling imun.

Soal-Soal Latihan 3. Tuliskan tiga perbedaan antara jaringan


otot rangka, otot polos, dan otot
jantung!
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut 4. Tuliskan tiga perbedaan antara
ini. pembuluh darah arteri, vena, dan
kapiler!
1. Jelaskan tiga perbedaan struktural
5. Jelaskan tiga ciri struktural dan fungsi
antara jaringan epitel dengan jaringan
organ yang menyusun sistem
jaringan ikat!
percernaan pada manusia!
2. Gambarkan struktur sel saraf dilengkapi
6. Jelaskan tiga ciri struktural dan fungsi
dengan keterangan bagian-bagiannya!
organ yang menyusun sistem
pernapasan pada manusia!

75
Buku Ajar Biologi Dasar

5 Reproduksi Mahluk Hidup

Reproduksi merupakan kemampuan suatu mahluk hidup, baik yang uniseluler maupun
yang multiseluler untuk menghasilkan keturunan, tanpa proses reproduksi suatu mahluk hidup
tidak akan mungkin melestarikan jenisnya. Pada organisme uniseluler, proses reproduksinya lebih
sederhana dibandingkan dengan organisme
multiseluler. Reproduksi seksual pada
organisme multiseluler diawali dengan
pembentukan gamet atau gametogenesis
yaitu gamet jantan dan gamet betina.
Proses pembentukan gamet melibatkan
pembelahan meiosis. Setelah gamet jantan
(sperma) menyatu dengan gamet betina
melalui proses fertilisasi, akan menghasilkan
satu sel tunggal yang disebut zigot, yang
mengandung satu set kromosom dari
masing-masing induk. Zigot akan mengalami
proses pertumbuhan dan perkembangan
dengan melalui serangkaian tahapan
pembelahan sel, sehingga dihasilkan individu baru. Pada bab ini, pertama-tama kita akan
membahas (i) reproduksi pada tingkat seluler, yang terdiri atas reproduksi pada organisme
uniseluler seperti organisme prokariotik yaitu bakteri, (ii) pembelahan sel atau siklus sel pada
organisme eukariotik yang melibatkan pembelahan inti atau yang dikenal dengan istilah mitosis
dan sitokinesis, serta (iii) pembelahan meiosis pada proses pembentukan gamet. Berikutnya kita
akan membahas (iv) reproduksi pada tumbuhan berbiji serta(v) struktur dan fungsi organ-organ
reproduksi pada pria dan wanita.

Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat :

1. Menjelaskan reproduksi organisme prokariotik/ bakteri


2. Menjelaskan tahapan siklus sel pada sel eukariotik
3. Membandingkan antara pembelahan sel secara mitosis dengan meiosis
4. Membedakan antara reproduksi seksual dengan aseksual.
5. Membandingkan antara alat reproduksi laki-laki dan wanita.
6. Menunjukkan letak bagian-bagian alat reproduksi pada laki-laki dan wanita dengan
menggunakanB gambar
7. Menganalisis perbedaan antara spermatogenesis dengan oogenesis.
8. Menjelaskan reproduksi pada tumbuhan berbiji

Jurusan Biologi FMIPA UNM


76 78
Reproduksi Pada Tingkat Reproduksi Pada Bakteri
Seluler Bakteri termasuk organisme
uniseluler, yang berarti tubuhnya hanya
Pembelahan sel pada organisme tersusun atas satu sel dengan ukuran
uniseluler, terutama bertujuan untuk proses mikroskopis. Berdasarkan ada tidaknya
reproduksi, sedangkan pada organisme membran inti, bakteri juga termasuk
multiseluler, pembelahan sel berperan kelompok organisme prokariotik. Pada
penting untuk proses pertumbuhan dan organisme uniseluler, pembelahan sel
perbaikan jaringan tubuh yang rusak. merupakan proses reproduksi satu
Proses pembelahan pada beberapa sel, organisme sel tunggal. Selama proses
melibatkan empat proses penting, yaitu pembelahan, sel mengalami pertambahan
a. Mesti terdapat “signal reproduksi”, ukuran, mereplikasi materi genetiknya
signal reproduksi dapat berasal dari (DNA), dan kemudian membelah menjadi
dalam atau luar sel, yang mengawali dua sel, proses tersebut dinamakan
tahapan pembelahan sel. pembelahan biner, berikut tahapan
b. Replikasi DNA (materi genetik) dan pembelahan biner pada sel bakteri;
komponen penting sel lainnya mesti a. Signal reproduksi, laju reproduksi pada
berlangsung, sehingga masing-masing beberapa organisme prokariotik
dua sel hasil pembelahan bersifat merupakan respon terhadap kondisi
identik dan memiliki komponen seluler lingkungan. Sebagai contoh,
yang lengkap. pembelahan sel bakteri Escherichia
c. Sel mesti mendistribusikan DNA hasil coli, membutuhkan waktu 40 menit
replikasi pada masing-masing dua sel pada suhu 37°C, tetapi apabila terdapat
hasil pembelahan, proses ini disebut sumber karbohidrat yang berlimpah dan
segregasi. tersedia garam-garam mineral,
d. Materi baru mesti ditambahkan pada kecepatan pembelahan sel dapat lebih
membran sel dan dinding sel (bagi singkat menjadi 20 menit. Spesies
organisme yang memiliki dinding sel) bakteri yang lain, Bacillus subtilis,
untuk memisahkan dua sel hasil menghentikan tahapan pembelahan
pembelahan, proses pemisahan apabila persediaan nutrisi
tersebut dinamakan sitokinesis. dilingkungannya berkurang, dan
Empat proses penting pada tahapan melanjutkannya kembali apabila
pembelahan sel di atas, berlangsung sumber nutrisi bagi sel bertambah.
dengan cara yang sedikit berbeda pada Kondisi tersebut menunjukkan bahwa
organisme prokariotik dan organisme faktor eksternal, seperti ketersediaan
eukariotik. Berikut akan diuraikan beberapa nutrisi pada lingkungan, mempengaruhi
contoh pembelahan pada level seluler, tahapan awal pembelahan sel.
yang terdiri dari reproduksi pada b. Replikasi DNA, molekul DNA
prokariotik/ bakteri, tahapan siklus sel pada mengandung informasi genetik, ketika
sel eukariotik, dan tahapan pembelahan sel membelah, seluruh kromosom mesti
meiosis pada proses pembentukan gamet diduplikasi dan didistribusikan secara
atau gametogenesis. merata pada dua sel hasil pembelahan.
Sebahagian besar prokariotik hanya
memiliki satu kromosom, satu molekul

77
DNA panjang dengan protein yang Siklus Sel
melekat padanya. Pada bakteri
Escherichia coli, molekul DNA Sebahagian besar sel-sel tubuh
berbentuk sirkuler. DNA/ kromosom manusia mengalami pembelahan sel, yaitu
berbentuk sirkuler merupakan proses dimana satu sel membelah dan
karakteristik organisme prokariotik, menghasilkan dua sel baru yang identik.
dapat juga ditemukan pada beberapa Pada pembelahan sel, satu sel induk
virus, DNA pada kloroplas dan membelah menjadi dua sel anakan. Sel
mitokondria sel eukariotik. anakan ini mewarisi sifat sel induknya dan
c. Segregasi DNA, setelah replikasi DNA memiliki jumlah kromosom yang sama
akan dilanjutkan dengan proses dengan induknya. Jika sel induk memiliki
segregasi molekul DNA hasil replikasi 2n kromosom, maka setiap sel anakan juga
menuju dua sel baru hasil pembelahan. memiliki 2n kromosom. Jumlah 2n ini
d. Sitokinesis, pemisahan sel atau disebut juga kromosom diploid. Selama
sitokinesis dimulai 20 menit setelah pembelahan sel-sel tubuh (sel somatis),
replikasi kromosom selesai. Sitokinesis sebuah sel mengalami pembelahan inti
diawali dengan pelekukan membran atau mitosis dan pembelahan sitoplasma
plasma dan dilanjutkan dengan sintesis atau sitokinesis. Pembelahan sel-sel tubuh
bahan-bahan penyusun dinding sel, bertujuan untuk proses pertumbuhan atau
dan pada tahap akhir dua sel bakteri regenerasi bagian-bagian tubuh yang
terbentuk. Pada gambar 1, dapat dilihat rusak. Berikut akan diuraikan tahapan
dua sel bakteri Pseudomonas pembelahan sel.
aeruginosa hampir menyelesaikan Interfase
seluruh tahapan pembelahan. Setiap
sel mengandung kromosom yang Pembelahan sel atau siklus sel terdiri
lengkap dan terlihat sebagai nukleoid dari fase pertumbuhan (interfase), fase
pada bagian tengah sel. pembelahan inti sel (kariokinesis atau
mitosis), dan fase pembelahan sitoplasma
(sitokinesis). Interfase merupakan bagian
terbesar dari siklus sel. Interfase terdiri dari
tiga sub fase, yaitu fase G1 (pertumbuhan
primer), fase S (sintesis), dan fase G2
(pertumbuhan sekunder). Interfase
merupakan tahap yang penting untuk
mempersiapkan pembelahan atau
melakukan metabolisme sel. Pada
interfase, tingkah laku kromosom tidak
tampak karena berbentuk benang-benang
kromatin yang halus. Walaupun begitu, sel
Membran plasma telah terbentuk
sempurna, memisahkan sitoplasma anak yang baru terbentuk sudah
antara dua sel hasil pembelahan melakukan metabolisme. Sel perlu tumbuh
dan melakukan berbagai sintesis sebelum
Gambar. 5.1. Pembelahan pada bakteri memasuki proses pembelahan berikutnya.
Pseudomonas aeruginosa (Purves,
Berikut aktivitas sel selama interfase;
Sadava, Orians, Heller. 2009. h. 166).

78
Fase Pertumbuhan Primer (Growth 1 kromosom belum dapat dibedakan secara
disingkat G1) individual karena masih berupa benang-
Sel yang baru terbentuk mengalami benang kromatin.
pertumbuhan tahap pertama. Pada subfase Tahapan umum pembelahan sel
ini, sel sel belum mengadakan replikasi dapat dilihat pada gambar 2. Setelah ketiga
DNA yang masih bersifat 2n (diploid). tahapan interfase dilalui, sel telah siap
Sementara organel organel yang ada di menjalani pembelahan secara mitosis.
dalam sel, seperti mitokondria, retikulum Seperti fase interfase, pembelahan mitosis
endoplasma, kompleks golgi, dan organel juga terdiri dari beberapa fase, yaitu
lainnya memperbanyak diri guna sebagai berikut;
menunjang kehidupan sel.
Fase Sintesis (S) Pembelahan Mitosis
Pada subfase ini, sel melakukan
sintesis materi genetik. Materi genetik Secara garis besar, fase pembelahan
adalah bahan bahan yang akan diwariskan mitosis terbagi menjadi dua fase, yaitu fase
kepada keturunannya, yaitu DNA. DNA pembelahan inti (kariokinesis) dan fase
dalam inti sel mengalami replikasi pembelahan sitoplasma (sitokinesis).
(penggandaan jumlah salinan). Jadi, Kariokinesis adalah fase pembelahan inti
subfase sintesis (penyusunan) sel. Secara rinci, fase kariokinesis dibagi
menghasilkan 2 salinan DNA. menjadi empat subfase, yaitu profase,
metafase, anafase, dan telofase. Uraian
Fase Pertumbuhan Sekunder (Growth 2 masing-masing fase mitosis sebagai
disingkat G2) berikut;
Setelah DNA mengalami replikasi, Profase
subfase berikutnya adalah pertumbuhan Pada permulaan profase, di dalam
sekunder (G2). Pada subfase ini, sel nukleus mulai terbentuk kromosom, yaitu
memperbanyak organelorganel yang benang-benang rapat dan padat yang
dimilikinya. Ini bertujuan agar organel- terbentuk akibat menggulungnya kromatin.
organel tersebut dapat diwariskan kepada Pada fase ini, kromosom dapat dilihat
setiap sel turunannya. Pada subfase ini, menggunakan mikroskop. Selanjutnya,
replikasi DNA telah selesai dan sel bersiap- nukleolus menghilang dan terjadi duplikasi
siap mengadakan pembelahan secara kromosom (kromosom membelah dan
mitosis.Selain itu, inti sel (nukleus) telah memanjang) menghasilkan 2 kromosom
terbentuk dengan jelas dan terbungkus anakan yang disebut kromatid. Kedua
membran inti. Di luar inti terdapat dua kromatid tersebut bersifat identik sehingga
sentrosom yang terbentuk oleh replikasi disebut kromatid kembar (sister chromatid),
sentrosom pada tahap sebelumnya. yang bersatu atau dihubungkan oleh
Sentrosom mengalami perpanjangan sentromer pada lekukan kromosom.
menyebar secara radial yang disebut aster Sentromer merupakan bagian kromosom
(bintang). Pada sentrosom terdapat yang menyempit, tampak lebih terang dan
sepasang sentriol yang berfungsi membagi kromosom menjadi 2 lengan.
menentukan orientasi pembelahan sel. Pada akhir profase, di dalam sitoplasma
Walaupun kromosom telah diduplikasi mulai terbentuk gelendong pembelahan
pada fase S, namun pada fase G2, (spindel) yang berasal dari mikrotubulus.

79
Metafase
Tahap awal metafase (prometafase) Anafase
ditandai dengan semakin memadatnya Setelah berakhirnya tahap metafase,
kromosom (kromosom ini terdiri dari 2 pembelahan sel berlanjut pada tahap
kromatid) dan terpecahnya membran inti anafase. Tahap anafase ditandai dengan
(membran nukleus). Hal ini menyebabkan berpisahnya kromatid saudara pada bagian
mikrotubulus dapat menembus inti sel dan sentromer kromosom. Gerak kromatid ini
melekat pada struktur khusus di daerah disebabkan tarikan benang mikrotubulus
sentromer setiap kromatid, disebut yang berasal dari sentriol pada kutub sel.
kinetokor. Oleh karena itu, kinetokor ini Dikarenakan mikrotubulus melekat pada
berfungsi sebagai tempat bergantung bagi sentromer, hal ini menyebabkan sentromer
kromosom. Pada metafase, kromosom tertarik terlebih dahulu. Akibatnya,
tampak jelas. Pada tahap metafase sentromer berada di depan dan bagian
sesungguhnya, sentrosom telah berada lengan kromatid berada di belakang. Pada
pada kutub sel. Membrane inti sel saat bersamaan, mikrotubulus non
menghilang. Sementara itu, kromosom kinetokor semakin memanjang sehingga
menempatkan diri pada bidang jarak kedua kutub sel semakin jauh.
pembelahan yang disebut bidang Selanjutnya, masingmasing kromatid
metafase. Dengan letak kromosom berada bergerak ke arah kutub yang berlawanan
di bidang pembelahan, maka pembagian dan berfungsi sebagai kromosom lengkap,
jumlah kromosom akan sama untuk dengan sifat keturunan yang sama
masing-masing sel anakan. (identik).

Gambar 5.2. Tahapan Umum Siklus Sel (Tortora &Derrickscon, 2009; h. 93).

80
Telofase
Pada tahap telofase, inti sel anakan
terbentuk kembali dari fragmen-fragmen kedua inti terpisah menjadi sel baru, perlu
nukleus. Bentuk selnya memanjang akibat adanya pembelahan sitoplasma yang
peran mikrotubulus non kinetokor. Benang- disebut sitokinesis. Sitokinesis terjadi,
benang kromatin mulai longgar. Dengan segera setelah telofase selesai. Pada fase
demikian, fase kariokinesis yang sitokinesis terjadi pembelahan sitoplasma
menghasilkan dua inti sel anak yang identik diikuti pembentukan sekat sel baru,
secara genetik telah berakhir, namun dua sehingga terbentuk dua sel anakan.
inti sel masih berada dalam satu sel. Agar Tahapan pembelahan mitosis dapat dilihat
pada gambar 5.3 dan 5.4.

Spindel
Kinetokor Mitosis
Sentriol Kromosom

Kromatin

Interfase

Profase

Bidang
Metafase

2 Sel Identik pada Interfase


Bidang
Pembelahan
Metafase

Kromosom

Telofase

Anafase
Gambar 5.3. Diagramskematis pembelahan mitosis (Torora&Derrickscon, 2009; h. 95).

81
anakan mengandung separuh kromosom
sel induk

Interfase

Awal Profase Akhir


Sel-Sel Identik pada Interfase

Metafase
Telofase

Akhir Anafase Awal


Gambar 5.4. Tahapan pembelahan mitosis (Torora&Derrickscon, 2009; h. 95).

Pembelahan Meiosis
atau disebut haploid (n). Pembelahan
Pembelahan meiosis yang disebut meiosis terjadi pada proses pembentukan
juga sebagai pembelahan reduksi sel gamet (sel kelamin) pada organ
merupakan pembelahan sel induk dengan reproduksi (testis atau ovarium). Pada
jumlah kromosom diploid (2n) manusia atau hewan, sperma yang haploid
menghasilkan empat sel anakan. Setiap sel dihasilkan di dalam testis dan sel telur yang

82
juga haploid dihasilkan di dalam ovarium. Leptoten
Pada dasarnya, tahap pembelahan meiosis Subfase leptoten ditandai adanya
serupa dengan pembelahan mitosis. Hanya benang-benang kromatin yang memendek
saja, pada meiosis terjadi dua kali dan menebal. Pada subfase ini mulai
pembelahan, yaitu meiosis I dan meiosis II. terbentuk sebagai kromosom homolog.
Masing-masing pembelahan meiosis terdiri Kalian perlu membedakan kromosom
dari tahap-tahap yang sama, yaitu profase, homolog dengan kromatid saudara.
metafase, anafase, dan telofase. Berikut Gambar 4.13 memperlihatkan perbedaan
tahapan pembelahan meiosis. pasangan kromosom homolog dengan
kromatid saudara.
Meiosis I Zigoten
Seperti halnya pembelahan mitosis, Kromosom homolog saling
sebelum mengalami pembelahan meiosis, berdekatan atau berpasangan menurut
sel kelamin perlu mempersiapkan diri. Fase panjangnya. Peristiwa ini disebut sinapsis.
persiapan ini disebut tahap interfase. Pada Kromosom homolog yang berpasangan ini
tahap ini, sel melakukan persiapan berupa disebut bivalen (terdiri dari 2 kromosom
penggandaan DNA dari satu salinan homolog).
menjadi dua salinan (seperti interfase pada Pakiten
mitosis). Tingkah laku kromosom masih Kromatid antara kromosom homolog
belum jelas terlihat karena masih satu dengan kromosom homolog yang lain
disebut sebagai kromatid bukan saudara
berbentuk benang-benang halus (kromatin)
sebagaimana interfase pada mitosis. (non sister chromatids). Dengan demikian,
Selain itu, sentrosom juga bereplikasi pada setiap kelompok sinapsis terdapat 4
menjadi dua (masing-masing dengan 2 kromatid (1 pasang kromatid saudara dan
sentriol). Sentriol berperan dalam 1 pasang kromatid bukan saudara). Empat
menentukan arah pembelahan sel. Setelah kromatid yang membentuk pasangan
terbentuk salinan DNA, barulah sel sinapsis ini disebut tetrad.
mengalami tahap pembelahan meiosis I Diploten
yang diikuti tahap meiosis II. Tahap Setiap bivalen mengandung empat
kromatid yang tetap berkaitan atau
meiosis I terdiri atas profase I, metafase I,
anafase I, dan telofase I, serta sitokinesis berpasangan di suatu titik yang disebut
Profase I kiasma (tunggal). Apabila titik-titik
Pada tahap meiosis I, profase I perlekatan tersebut lebih dari satu disebut
merupakan fase terpanjang atau terlama kiasmata. Proses perlekatan atau
dibandingkan fase lainnya bahkan lebih persilangan kromatid-kromatid disebut
lama daripada tahap profase pada pindah silang (crossing over). Pada proses
pembelahan mitosis. Profase I dapat pindah silang, dimungkinkan terjadinya
berlangsung dalam beberapa hari. pertukaran materi genetik (DNA) dari
Biasanya, profase I membutuhkan waktu homolog satu ke homolog lainnya. Pindah
sekitar 90% dari keseluruhan waktu yang silang inilah yang memengaruhi variasi
dibutuhkan dalam pembelahan meiosis. genetik sel anakan.
Tahapan ini terdiri dari lima subfase, yaitu Diakinesis
leptoten, zigoten, pakiten, diploten, dan Pada subfase ini terbentuk benang-
diakinesis. benang spindel pembelahan (gelendong

83
mikrotubulus). Sementara itu, membran inti Peristiwa ini kemudian diikuti tahap
sel atau karioteka dan nukleolus mulai selanjutnya, yaitu sitokinesis.
lenyap. Profase I diakhiri dengan
terbentuknya tetrad yang membentuk dua Sitokinesis
pasang kromosom homolog. Tahap sitokinesis terjadi secara
metafase. simultan dengan telofase. Artinya, terjadi
secara bersama-sama. Tahap ini
Metafase I merupakan tahap di antara dua
Pada metafase I, kromatid hasil pembelahan meiosis. Alur pembelahan
duplikasi kromosom homolog berjajar atau pelat sel mulai terbentuk. Pada tahap
berhadap hadapan di sepanjang daerah ini tidak terjadi perbanyakan (replikasi)
ekuatorial inti (bidang metafase I). DNA. Hasil pembelahan meiosis I
Membran inti mulai menghilang. menghasilkan dua sel haploid yang
Mikrotubulus kinetokor dari salah satu mengandung setengah jumlah kromosom
kutub melekat pada satu kromosom di homolog. Meskipun demikian, kromosom
setiap pasangan. Sementara mikrotubulus tersebut masih berupa kromatid saudara
dari kutub berlawanan melekat pada (kandungan DNA-nya masih rangkap).
pasangan homolognya. Dalam hal ini, Untuk menghasilkan sel anakan yang
kromosom masih bersifat diploid. mempunyai kromosom haploid diperlukan
proses pembelahan selanjutnya, yaitu
Anafase I meiosis II. Jarak waktu antara meiosis I
Setelah tahap metafase I selesai, dengan meiosis II disebut dengan
gelendong mikrotubulus mulai menarik interkinesis. Jadi, tujuan meiosis II adalah
kromosom homolog sehingga pasangan membagi kedua salinan DNA pada sel
kromosom homolog terpisah dan masing- anakan yang baru hasil dari meiosis I.
masing menuju ke kutub yang berlawanan. Meiosis II terjadi pada tahap- tahap
Peristiwa ini mengawali tahap anafase I. yang serupa seperti meiosis I. tahapan
Namun, kromatid saudara masih terikat meiosis II diuraikan sebagai berikut.
pada sentromernya dan bergerak sebagai
satu unit tunggal. Inilah perbedaan antara Meiosis II
anafase pada mitosis dan meiosis. Pada
mitosis, mikrotubulus memisahkan Tahap meiosis II juga terdiri dari
kromatid yang bergerak ke arah profase, metafase, anafase, dan telofase.
berlawanan. Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap
meiosis I. Masing-masing sel anakan hasil
Telofase I pembelahan meiosis I akan membelah lagi
Pada telofase, setiap kromosom menjadi dua. Sehingga, ketika pembelahan
homolog telah mencapai kutub yang meiosis telah sempurna, dihasilkan empat
berlawanan. Ini berarti setiap kutub sel anakan. Hal yang perlu diingat adalah
mempunyai satu set kromosom haploid. bahwa jumlah kromosom keempat sel
Akan tetapi, setiap kromosom tetap anakan ini tidak lagi diploid (2n) tetapi
mempunyai dua kromatid kembar. Pada sudah haploid (n). Proses pengurangan
fase ini, membran inti muncul kembali. jumlah kromosom ini terjadi pada tahap
meiosis II.

84
Gambar 5.5. Diagram skematis pembelahan meiosis (Tortora &Derrickscon, 2009; h. 98).

85
Profase II menyebabkan munculnya keturunan yang
Fase pertama pada tahap bervariasi juga.
pembelahan meiosis II adalah profase II. Secara umum tahapan pembelahan
Pada fase ini, kromatid saudara pada meiosis dapat dilihat pada gambar 5.
setiap sel anakan masih melekat pada
sentromer kromosom. Sementara itu,
benang mikrotubulus mulai terbentuk dan Reproduksi Pada Tingkat
kromosom mulai bergerak ke arah bidang Organisme
metafase. Tahap ini terjadi dalam waktu
yang singkat karena diikuti tahap Reproduksi seksual pada tingkat
berikutnya. organisme terlebih dahulu diaeali dengan
Metafase II pembentukan sel-sel germinal yang disebut
Pada metafase II, setiap kromosom gamet. Gamet jantan atau sperma akan
yang berisi dua kromatid, merentang atau melebur dengan gamet betina atau ovum.
berjajar pada bidang metafase II. Pada Hasil peleburan antara dua gamet tersebut
tahap ini, benang-benang spindel (benang akan menghasilkan satu sel tunggal yang
mikrotubulus) melekat pada kinetokor disebut zigot, yang akan berkembang
masing-masing kromatid. menjadi individu baru. Berikut akan
Anafase II diuraikan reproduksi seksual pada
Fase ini mudah dikenali karena tumbuhan berbiji dan reproduksi pada
benang spindel mulai menarik kromatid manusia.
menuju ke kutub pembelahan yang
berlawanan. Akibatnya, kromosom Reproduksi Pada Tumbuhan Berbiji
memisahkan kedua kromatidnya untuk
Pada pembahasan ini, akan diuraikan
bergerak menuju kutub yang berbeda.
proses reproduksi, terkhusus pada
Kromatid yang terpisah ini selanjutnya
tumbuhan biji tertutup (Angiospermae).
berfungsi sebagai kromosom individual.
Reproduksi secara seksual pada
Telofase II
spermatophyta adalah dengan membentuk
Pada telofase II, kromatid yang
biji, yang dihasilkan dari organ reproduksi
telah menjadi kromosom mencapai kutub
yaitu bunga. Reproduksi seksual pada
pembelahan. Hasil akhir telofase II adalah
Spermatophyta dimulai dengan
terbentuknya 4 sel haploid, lengkap penyerbukan atau polinasi. Polinasi
dengan satu salinan DNA pada inti selnya
merupakan proses menempelnya serbuk
(nuklei).
sari (stamen) pada kepala putik (stigma).
Sitokinesis II
Proses tersebut dapat terjadi dengan
Selama telofase II, terjadi pula
bantuan angin, air, atau hewan-hewan
sitokinesis II, ditandai adanya sekat sel
penyerbuk (polinator). Contoh hewan
yang memisahkan tiap inti sel. Akhirnya
polinator adalah lebah, kupu-kupu, burung
terbentuk 4 sel kembar yang haploid. Sel-
kolibri, kelelawar, dan lain-lain. Karena
sel anakan sebagai hasil pembelahan
proses perkawinannya yang jelas, yaitu
meiosis mempunyai sifat genetis yang
didahului dengan polinasi, maka Sebelum
bervariasi satu sama lain. Variasi genetis
terjadi penyerbukan (polinasi), kepala sari
yang dibawa sel kelamin orang tua
yang telah masak akan membuka.
Selanjutnya, serbuk sari yang terdapat

86
pada kepala sari tersebut akan keluar atau sampai ke ovulum (bakal biji). Di dalam
jatuh dan menempel pada kepala putik. ovulum, inti serbuk sari (inti sperma)
Bagian yang berperan dalam fertilisasi bertemu dengan inti sel telur, sehingga
adalah putik (stigma) dan benang sari terjadi peleburan antara kedua inti tersebut.
(stamen). Putik terdiri dari 3 bagian, yaitu Proses peleburan kedua inti ini, disebut
kepala putik, tangkai putik, dan ovulum. pembuahan atau fertilisasi. Inti sperma
Sementara itu, benang sari terdiri dari yang satu akan membuahi inti sel telur
kepala sari dan tangkai sari. membentuk zigot, sedangkan inti sperma
Di dalam ovulum, terdapat lainnya membuahi inti kandung lembaga
megasporofit yang membelah menjadi sekunder membentuk endosperma.
empat megaspora. Satu megaspora yang Peristiwa pembuahan ini disebut
hidup membelah tiga kali berturut-turut. pembuahan ganda.
Hasilnya berupa sebuah sel besar, disebut Pada perkembangan selanjutnya,
kandung lembaga muda yang mengandung bakal biji akan tumbuh menjadi biji dan
delapan inti. Di ujung ovulum terdapat bakal buah akan menjadi buah yang
sebuah lubang (mikropil), sebagai tempat membungkus biji (pada beberapa spesies
masuknya saluran serbuk sari ke dalam tumbuhan). Jika biji ditumbuhkan di tempat
kandung lembaga. Selanjutnya, tiga dari yang sesuai, biji akan berkecambah dan
delapan inti tadi menempatkan diri di dekat akan membentuk tumbuhan yang baru. ke
mikropil. Dua dari tiga inti disebut sel ovulum (bakal biji). Di dalam ovulum, inti
sinergid. Sementara itu, inti yang ketiga serbuk sari (inti sperma) bertemu dengan
disebut sel telur. Tiga buah inti lainnya inti sel telur, sehingga terjadi peleburan
(antipoda) bergerak ke arah kutub yang antara kedua inti tersebut. Proses
berlawanan dengan mikropil (kutub peleburan kedua inti ini, disebut
kalaza). Sisanya, dua inti yang disebut inti pembuahan atau fertilisasi. Inti sperma
kutub, bersatu di tengah kandung lembaga yang satu akan membuahi inti sel telur
dan terjadilah sebuah inti diploid (2n). Inti membentuk zigot, sedangkan inti sperma
ini disebut inti kandung lembaga sekunder. lainnya membuahi inti kandung lembaga
Inti kandung lembaga yang telah masak, sekunder membentuk endosperma.
disebut megagametofi dan siap untuk Peristiwa pembuahan ini disebut
dibuahi. Serbuk sari yang jatuh pada pembuahan ganda. Pada perkembangan
kepala putik yang sesuai, akan selanjutnya, bakal biji akan tumbuh
berkecambah atau memunculkan suatu menjadi biji dan bakal buah akan menjadi
saluran kecil (buluh serbuk sari). buah yang membungkus biji (pada
Buluh serbuk sari semakin tumbuh beberapa spesies tumbuhan). Jika biji
memanjang di dalam tangkai putik (stilus). ditumbuhkan di tempat yang sesuai, biji
Selama perjalanan buluh menuju ovulum, akan berkecambah dan akan membentuk
inti serbuk sari membelah menjadi inti tumbuhan yang baru. proses reproduksi
vegetatif dan inti generatif. Inti vegetatif pada tumbuhan biji tertutup dapat dilihat
berfungsi sebagai penunjuk arah inti pada gambar 5.6.
generatif dan akan melebur sebelum
sampai ke bakal biji (ovulum). Inti generatif
membelah menjadi dua inti sperma yang
akan menembus ovarium (bakal buah) dan

87
Gambar 5.6. Diagram skematis proses reproduksi tumbuhan biji tertutup (Tortora&Derrickscon, 2009; h. 753)

88
Reproduksi Pada Manusia
Individu pria dan wanita memiliki
Organ-Organ Reproduksi Pria
struktur anatomi organ reproduksi yang
berbeda, yang diadaptasikan untuk Organ reproduksi pria berfungsi
menghasilkan gamet, memfasilitasi proses untuk menghasilkan sel kelamin pria yakni
fertilisasi, dan khusus pada wanita sperma dan penghantaran sperma ke
berperan sebagai tempat pertumbuhan dan saluran kelamin wanita. Organ reproduksi
perkembangan janin. Organ reproduksi pria pria terdiri dari testis, saluran reproduksi,
dan wanita dapat dikelompokkan kelenjar kelamin, penis, dan kantung
berdasarkan fungsi. Gonad jantan atau skrotum.
testis dan gonad betina atau ovary,
berperan menghasilkan gamet dan Testis
mensekresikan hormon seks. Saluran
reproduksi berperan menyimpan dan Pria mempunyai testis (jamak =
mentransportasikan gamet, serta kelenjar testes) berjumlah sepasang, terletak di
aksesori berperan menghasilkan substansi sebelah kanan kiri tubuh dan terlindungi
tertentu yang melindungi dan membantu oleh kantung skrotum. Dalam sistem
pergerakan gamet. Terakhir, struktur reproduksi, testis berfungsi sebagai
pendukung, seperti penis pada jantan penghasil sperma dan hormon kelamin.
membantu penghantaran sperma menuju Pembentukan sperma ini terjadi pada
saluran reproduksi betina, dan uterus pada dinding tubulus seminiferus. Struktur testis
betina sebagai tempat perkembangan janin dapat dilihat pada gambar 5.8.
selama masa kehamilan. Struktur sistem
reproduksi pada pria dapat dilihat pada
gambar 5.7

Peritonium
Kantung kemih
Rektum
Duktus Deferens
Vesika
Seminalis Prostat
Uretra Kelenjar
Anus Bulbouretral
Penis
Epididimis Korpus Spongiosum
Testis Glans

Skrotum

Gambar 5.7. Diagram skematis system reproduksi pada pria (Tortora&Derrickscon, 2009; h. 1082)

89
tempat pematangan sperma, yaitu proses
dimana sperma memperoleh kemampuan
untuk membuahi ovum. Proses ini
berlangsung kurang lebih 14 hari.
Duktus Epididymis juga membantu pergerakan
Deferens sperma menuju vas deferens melalui
Duktus Epididimis gerakan peristaltik otot polos pada dinding
Efferens epididymis. Apabila tidak diejakulasikan,
Tubulus
sperma dapat berada pada epididymis
Seminiferus
selama beberapa bulan dan akan
direabsorpsi.
Vas deferens memiliki panjang
Ujung Septum sekitar 45 cm, permukaan dalam
Epididimis dindingnya tersusun atas jaringan epitel
Gambar 5.8. Diagram skematis struktur testis silindris berlapis palsu dan pada
(Tortora&Derrickscon, 2009; h. 1085) dindingnya juga terdapat jaringan otot
polos. Vas deferens berfungsi menyalurkan
Tubulus seminiferous mengandung sperma dari epididymis menuju uretra
dua jenis sel, yaitu sel-sel spermatogenik melalui gerakan peristaltic. Vas deferens
yang akan berkembang menjadi sperma juga dapat menyimpan sperma selama
dan sel-sel sertoli yang memiliki beberapa beberapa bulan dan apabila tidak
fungsi untuk mendukung spermatogenesis, diejakulasikan akan direabsorpsi. Pada
seperti menghasilkan hormone satu ujung, vas deferens menempel
testosteron.Selama proses pemantangan epididimis, sedangkan ujung lainnya
sperma, sel-sel spermatogenik akan berada dalam kelenjar prostat. Dari vas
berkembang, dari spermatosit primer deferens, sel sperma bergerak menuju
berkembang menjadi spermatosit saluran ejakulasi.
sekunder, spermatid, dan akhirnya Duktur ejakulasi memiliki panjang
membentuk sperma yang menuju ke lumen kurang lebih 2 cm dan dibentuk oleh
tubulus seminiferous. Proses pembentukan penyatuan saluran dari vesika seminalis
sperma pada dinding tubulus seminiferous dan bagian ampula dari vas deferens.
dapat dilihat pada gambar 5.9. Setelah melewati saluran ejakulasi, sperma
keluar tubuh melalui uretra. Uretra
Saluran Reproduksi merupakan saluran reproduksi yang
Pada organ reproduksi pria terdapat berada dalam penis. Uretra memiliki
berbagai macam saluran reproduksi, panjang sekitar 20 cm dan merupakan
meliputi epididimis, vas deferens, saluran saluran akhir dari sistem reproduksi dan
ejakulasi, dan uretra. Epididimis sistem urinaria, menyalurkan semen dan
merupakan sebuah saluran yang berada urin keluar dari tubuh.
dalam skrotum dan keluar dari kedua
testis. Oleh karena itu, saluran ini Kelenjar Reproduksi
jumlahnya sepasang. Epididimis memiliki Sebelum dikeluarkan melewati
struktur yang berkelak-kelok. Sementara, uretra, sperma yang berada di dalam
panjangnya mencapai 6 meter. Secara saluran reproduksi ditambahi dengan
fungsional, epididymis berfungsi sebagai

90
Sel
Leidig
Pembuluh SEL SPERMATOGENESIS
darah kapiler
Spermatogonium (2n)

Sel
Spermatosit Primer (2n)
Sertoli

Spermatosit Sekunder (n)

Spermatid (n)

Lumen
Tubulus
Seminiferus

Gambar 5.9. Diagram skematis tahapan pembentukan sperma pada dinding tubulus seminiferus
(Tortora&Derrickscon, 2009; h. 1086)

berbagai sekresi getah kelamin oleh disekresikan tersebut menyediakan sumber


kelenjar kelamin. Fungsi getah kelamin energi bagi sperma.
adalah sebagai penyuplai bahan penting Kelenjar prostat berjumlah satu dan
sehingga sperma tetap hidup. Selain itu, terletak di bawah kantung kemih. Kelenjar
getah kelamin juga membantu pergerakan prostat mengalami pertambahan ukuran
sel sperma di dalam saluran reproduksi. yang lambat dari lahir sampai memasuki
Ada beberapa kelenjar kelamin yang masa pubertas, dan mengalami
berperan dalam sekresi getah kelamin, pertambahan ukuran yang pesat pada usia
meliputi vesikula seminalis, kelenjar 30 tahun dan ukurannya relatif stabil pada
prostat, dan kelenjar bulbouretralis usia 45 tahun. Prostat mensekresikan
(kelenjar Cowper). cairan yang mirip susu, sedikit asam (pH
6,5) yang mengandung beberapa
Vesikula seminalis berjumlah substansi, (i) asam sitrat, (ii) enzim
sepasang dengan panjang sekitar 5 cm, proteolitic, (iii) asam posfatase, dan (iv)
terletak pada arah posterior dari kantung seminalplasmin yang merupakan senyawa
kemih dan bagian anterior dari rektum. anti bakteri. Sekresi prostat dilepaskan
Vesika seminalis mensekresikan cairan menuju uretra dengan melalui beberapa
kental yang bersifat alkali, mengandung saluran. Sekresi prostat menyumbang
fruktosa, prostaglandin, dan sejumlah sekitar 25% dari total volume semen yang
protein. Sekresi vesika seminalis berperan penting bagi pergerakan dan
menyumbang kurang lebih 60% dari total kemampuan hidup sperma.
volume semen. Gula fruktosa yang

91
Kelenjar bulbouretralis berjumlah tersebut akan penuh terisi darah.
sepasang terletak di sebelah bawah Akibatnya, terlihat penis mengembang dan
kelenjar prostat. Kelenjar bulbouretralis menegang. Keadaan penis demikian
mensekresikan cairan yang bersifat alkali dinamakan ereksi dan apabila rangsangan
menuju lumen uretra. Cairan ini melindungi ini terus menerus terjadi, sperma akan
sperma dengan menetralkan kondisi asam keluar melalui uretra, keadaan ini disebut
dari urin yang melalui uretra. Kelenjar ejakulasi. Jumlah sperma yang dikeluarkan
bulbouretralis juga mensekresikan mukus saat terjadi ejakulasi sekitar 2 hingga 5 mL
yang melumasi ujung penis dan semen, yang setiap mililiternya
permukaan dalam dinding uretra, serta mengandung sekitar 50 sampai 130 juta
mengurangi jumlah sperma yang rusak sperma.
selama ejakulasi.
Semen adalah campuran dari sperma Kantung Skrotum
dan cairan seminal, yang terdiri dari produk Skrotum memiliki bentuk seperti
sekresi tubulus seminiferous, vesika kantung yang berperan melindungsi testis.
seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar Skrotum juga menjaga temperatur yang
bulbouretralis. Volume cairan pada saat
ideal bagi proses spermatogenesis. Testis
ejakulasi sekitar 2,5-5 ml, dengan 50-150 ada dua buah, letaknya di kanan dan kiri,
juta sperma per ml. jumlah sperma yang otot dartos merupakan otot polos yang
sangat banyak memberi kemungkinan menyusun sekat skrotum sehingga bisa
fertilisasi dengan sel telur yang lebih besar. mengendur dan mengerut. Selain itu, pada
Semen memiliki pH sekitar 7,2-7,7. Sekresi skrotum terdapat pula otot yang bertindak
kelenjar prostat mengakibatkan semen sebagai pengatur kondisi suhu testis agar
tampak seperti susu, dan sekresi dari stabil. Otot demikian dinamakan otot
kelenjar vesika seminalis dan kelenjar kremaster.
bulbouretralis mengakibatkan semen
memiliki konsistensi yang kental. Organ-Organ Reproduksi Wanita

Penis Organ reproduksi wanita terdiri atas


Penis berfungsi sebagai organ ovarium, saluran reproduksi, uterus, dan
senggama (kopulasi), sebagai sarana vagina.
menghantarkan cairan sperma menuju
Ovarium
organ reproduksi wanita. Secara struktural,
penis tersusun atas dua jenis jaringan Ovarium berperan menghasilkan
erektil, yaitu korpora kavernosa dan korpus gamet, oosit sekunder yang dilepaskan
spongiosum. Di dalam korpus spongiosum menuju oviduk pada saat ovulasi akan
terdapat saluran reproduksi yakni uretra. di berkembang menjadi ovum setelah
bagian ujung penis terdapat bagian yang mengalami fertilisasi. Ovarium juga
dinamakan kepala penis (gland penis). berperan menghasilkan hormone, seperti
Kepala penis ini tertutup oleh lipatan kulit progesterone dan estrogen. Folikel ovarium
yang disebut preputium. Di dalam rongga terletak pada bagian korteks dan terdiri dari
penis terdapat jaringan erektil yang berisi oosit dengan tahap perkembangan yang
banyak pembuluh darah dan saraf. Saat berbeda-beda dan sekelompok sel yang
terjadi rangsangan seksual, rongga mengelilingnya. Folikel ovarium yang telah

92
matang berukuran besar, berisi penuh Fertilisasi umumnya berlangsung pada
dengan cairan, dan siap pecah untuk bagian ampula dari tuba fallopi. Fertilisasi
melepaskan oosit sekunder melalui proses dapat berlangsung kapanpun dengan
ovulasi. Sel-sel folikel yang masing rentang waktu 24 jam setelah ovulasi.
tertinggal pada ovarium setelah ovulasi Beberapa jam setelah fertilisasi, materi inti
akan membentuk korpus luteum atau dari sperma dan ovum akan menyatu dan
badan kuning, yang akan menghasilkan membentuk satu sel tunggal yang disebut
hormon progesterone, estrogen, relaksin, zigot. Zigot akan mengalami serangkaian
dan inhibin, sampai mengalami degenerasi pembelahan mitosis dan bergerak menuju
membentuk korpus albicans atau badan rahim. Zigot membutuhkan waktu 6 sampai
putih. 7 hari untuk sampai di uterus.

Tuba Fallopi Rahim

Wanita memiliki dua tuba fallopi Rahim berperan sebagai jalur bagi sperma
atau oviduk, yang memanjang secara untuk menuju oviduk, uterus juga
lateral dari uterus. Oviduk memiliki panjang merupakan tempat implantasi zigot setelah
sekitar 10 cm, menyediakn jalan bagi fertilisasi dan tempat perkembangan janin
sperma pada saat fertilisasi. Bagian ujung selama kehamilan. Uterus terbagi atas tiga
oviduk yang melebar disebut infundibulum bagian, yaitu (i) fundus yang berbatasan
membuka kea rah rongga pelvis. Pada dengan oviduk, (ii) body atau badan,
ujung infundibulum terdapat juluran-juluran bagian uterus yang paling lebar, dan (iii)
menyerupai jari yang disebut fimbriae. serviks, bagian bawah Rahim yang lebih
Ampula merupakan bagian oviduk yang sempit dan berbatasan langsung dengan
paling lebar dan panjang dan istmus dari vagina.
oviduk berukuran pendek dan sempit.

Tuba fallopi
Sakrum Ovarium
Uterus

Serviks

Rektum
Klitoris
Vagina
Uretra
Anus Labia Mayora

Labia Minora

Gambar 5.10. Diagram skematis sistem reproduksi pada wanita (Tortora&Derrickscon, 2009; h. 1096)

93
Uterus mempunyai beberapa arah medial dari labia mayora terdapat dua
lapisan penyusun, yakni lapisan terluar lipatan kecil kulit yang disebut labia minora.
(perimetrium), lapisan tengah yang berotot Labia minora tidak ditumbuhi rambut,
(miometrium), dan selaput rahim/lapisan memiliki beberapa kelenjar sudoriferous,
terdalam (endometrium). Lapisan tetapi tidak memiliki kelenjar sebaseus. Di
endometrium mengandung banyak dalam labia mayora ada sebuah tonjolan
pembuluh darah dan lendir. Saat terjadi kecil yang mengandung banyak ujung-
ovulasi, lapisan endometrium mengalami ujung saraf sehingga sangat sensitive.
penebalan. Namun, apabila sel telur tidak Tonjolan tersebut dinamakan klitoris.Klitoris
dibuahi oleh sel sperma (tidak terjadi adalah massa berbentuk silindris dan
fertilisasi), lapisan endometrium segera berukuran kecil terdiri atas dua badan
mengalami peluruhan. Proses peluruhan erektil kecil, yaitu korpora kavernosa dan
lapisan ini diikuti pendarahan dan kita beberapa serabut saraf dan pembuluh
biasa menyebutnya dengan siklus darah.
menstruasi.

Vagina Rangkuman
Vagina merupakan saluran dengan Reproduksi merupakan kemampuan
dinding dalam berlipat-lipat dan suatu mahluk hidup, baik yang uniseluler
memanjang dari leher rahim ke arah vulva. maupun yang multiseluler untuk
menghasilkan keturunan. Reproduksi pada
Panjang saluran ini sekitar 7-10 cm. Bagian
tingkat seluler, terdiri atas reproduksi pada
luar vagina berupa selaput yang organisme uniseluler seperti organisme
menghasilkan lendir. Lendir ini dihasilkan prokariotik yaitu bakteri, (ii) pembelahan sel
oleh kelenjar Bartholini. Bagi wanita, atau siklus sel pada organisme eukariotik
vagina berfungsi sebagai saluran kelahiran yang melibatkan pembelahan inti atau yang
yang dilalui bayi saat lahir. Selain itu, dikenal dengan istilah mitosis dan
vagina juga berfungsi sebagai organ sitokinesis, dan (iii) pembelahan meiosis
pada proses pembentukan gamet. Bakteri
kopulasi. Pada liang vagina, terdapat
termasuk organisme uniseluler, yang
lipatan membran mukosa yang kaya bereproduksi dengan cara pembelahan
pembuluh darah, disebut selaput hymen. biner. Pada organisme tingkat tinggi,
Vulva merupakan bagian paling luar organ proses pertumbuhan atau regenerasi
kelamin wanita yang bentuknya berupa bagian-bagian tubuh yang rusak dilakukan
celah. Pada bagian atas dan terluar vulva melalui pembelahan sel atau siklus sel.
Tahapan pembelahan sel terdiri atas fase
terdapat bagian yang tersusun atas
interfase dan fase mitosis. Fase
jaringan lemak, bagian ini dinamakan mons pembelahan mitosis terbagi menjadi dua
pubis. Mons pubis, tersusun atas jaringan fase, yaitu fase pembelahan inti
adipose yang ditutupi kulit dan rambut. Dari (kariokinesis) dan fase pembelahan
mons pubis, dua lipatan longitudinal kulit sitoplasma (sitokinesis). Fase pembelahan
membentuk labia mayora yang ditutupi inti sel terdiri atas tahapan profase,
rambut. Labia mayora mengandung metafase, anafase, dan telofase.
Pembelahan meiosis terjadi pada proses
banyak jaringan adipose, kelenjar
pembentukan sel gamet (sel kelamin),
sebaseus, dan kelenjar keringat apokrin, berlangsung pada bakal sel kelamin yang
serta bersifat homolog dengan skrotum. Ke terdapat pada organ reproduksi (testis atau

94
ovarium). Meiosis terjadi dua kali Soal-Soal Latihan
pembelahan, yaitu meiosis I dan meiosis II.
Masing-masing pembelahan meiosis terdiri 1. Jelaskan tahapan reproduksi
dari tahap-tahap yang sama, yaitu profase, organisme prokariotik/ bakteri!
metafase, anafase, dan telofase. 2. Jelaskan tahapan siklus sel pada sel
Reproduksi seksual pada tumbuhan biji eukariotik!
tertutup dimulai dengan penyerbukan atau
3. Tuliskan tiga perbedaan antara
polinasi dan dilanjutkan dengan proses
pembuahan ganda. Pada manusia proses pembelahan sel secara mitosis dengan
reproduksi dimungkinkan dengan organ- meiosis!
organ yang berperan untuk menghasilkan 4. Tuliskan dua perbedaan antara
gamet, memfasilitasi proses fertilisasi, dan reproduksi seksual dengan aseksual!
khusus pada wanita berperan sebagai 5. Jelaskan masing-masing dua organ
tempat pertumbuhan dan perkembangan
yang menyusun sistem reproduksi pada
janin. Organ reproduksi pria terdiri dari
testis, epididymis, vas deferens, uretra, pria dan wanita!
vesika seminalis, kelenjar prostat, kelenjar 6. Jelaskan perbedaan antara antara
boulburetralis, penis, dan kantung skrotum. spermatogenesis dengan oogenesis!
Organ reproduksi pada wanita terdiri atas 7. Jelaskan proses reproduksi pada
ovarium, oviduk, uterus, dan vagina. tumbuhan berbiji!

95
Daftar Pustaka

Alton, Biggs et.al. 2008. Glencoe Biology. Sumardi, I dan Agus, P. 1993. Struktur
Glencoe Science Biology. New dan Perkembangan Tumbuhan.
York: Mc. Graw Yogyakarta: UGM
Weis, P.B. 1989. Eelement of Biology. New
Campbell, Reece-Mitchell. 2002. Biologi.
Terjemahan oleh Manalu, York: Mc. Grown-Hill
Wasmen dkk. Edisi Kelima Jilid 1
dan 2. Jakarta: Erlangga Tortora, J, Gerard dan Derrickson, Bryan.
2009. Principles Of Anatomy And
Cecie Starr, Cristine A. Evers, and Lisa Physiology. United States of
Starr. 2011. Biology Concepst America. John Wiley & Sons, Inc.
and Aplications. New York:
Cengage Learning.

Kimball, J.W. 1989. Biologi. Edisi Kelima


Jilid 1. Jakarta: Erlangga

96