Anda di halaman 1dari 2

2.

Menurut kelompok kami, mengapa terdapat perbedaan rerangka konseptual


pada setiap standar akuntansi dapat dilihat dari dua sudut berikut :
 Aktivitas baik bisnis non bisnis tiap-tiap perusahaan baik swasta
maupun pemerinta. Terdapat begitu banyak jenis aktivitas baik bisnis
dan non bisnis di dunia sekarang ini, mulai dari yang berskala besar
sampai berskala kecil, pemerintah maupun swasta, perusahaan
terbuka maupun tertutup dan lain sebagainya. Mendasari hal itu maka
terdapat regulasi (contohnya dari pasar modal, undang-undang, Bank
Indonesia, OJK dll) yang mengatur perlakuan khusus untuk setiap jenis
bisnis. Analoginya, sama halnya dengan standar akuntansi diperlukan
perlakuan khusus atas setiap jenis aktivitas yang ada. Dan untuk
menjawab kebutuhan pelaporan laporan keuangan, standar akuntansi
(dalam hal ini standard setter) harus mengkategorikan standar
berdasarkan aktivitas yang berkaitan, misal di sektor publik dan
perusahaan swasta. Maka dari itu, rerangka konseptual sendiri harus
disesuaikan berdasarkan kegiatan bisnis agar menjawab kebutuhan
mengapa terdapat perbedaan standar akuntansi. Jelas terdapat
perbedaan antar rerangka konseptual di tiap standar akuntansi karena
pada dasarnya standar akuntansi juga disusun berdasarkan kebutuhan
(akuntansi) ditiap sektor bisnis, contohnya di sektor publik laporan
keuangan yang dilaporkan berbeda dengan perusahaan komersial
lainnya. Dalam perusahaan komersial tidak terdapat laporan realisasi
anggaran.
 Rerangka konseptual itu sendiri, apa pengertian dan maksud
dibuatnya rerangka konseptual. Kerangka Konseptual merumuskan
konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian (tujuan) laporan
keuangan untuk pengguna eksternal (user). Pada dasarnya
kebutuhan pengguna laporan keuangan berbeda berdasarkan jenis
kegiatan perusahaan seperti halnya di perusahaan yang listed di pasar
modal, lembaga kemasyarakatan, pemerintah, bank syariah, koperasi
dan lainnya. Dan untuk mencapai tujuan yaitu menyajikan informasi
keuangan, maka rerangka konseptual yang ada pada umum
(komersial) harus disesuaikan berdasarkan kebutuhan user.
3. Informasi utama:
 Tujuan : menjelaskan tujuan pelaporan keuangan yang spesifik
 Pengguna : objek penyusun laporan baik perusahaan, pemerintah, bank
komersial, bank syariah, koperasi dll
 Karakteristik kualitatif : menjelaskan kriteria informasi keuangan
 Elemen dan komponen laporan keuangan: menjelaskan elemen-
elemen dalam laporan keuangan sesuai dengan jenis perusahaan/sektor
publik serta komponen laporan keuangannya
 Asumsi dan prinsip: menjelaskan asumsi dan prinsip yang berlaku
dalam penyusunan laporan keuangan
 Pengakuan dan Pengukuran: menjelaskan bagaimana penyusun dalam
mengakui (mencatat) suatu kejadian kemudian melekatkan suatu nilai
atasnya.