Anda di halaman 1dari 3

Ketidakefektifan performa peran (0005)

Definisi: suatu perilaku dan ekspresi diri yang tidak sesuai dengan harapan, norma dan
konteks lingkungan
Batasan karakteristik
 Ambivalensi peran  Kurang keterampilan
 Ansietas  Kurang manajemen diri
 Bingung peran  Kurang pengetahuan tentang
 Depresi tuntutan peran
 Diskriminasi  Menyangkal peran
 Kekerasan dalam rumah tangga  Pencabulan
 Ketegangan peran  Performa peran tidak efektif
 Ketidakadekuatan adaptasi  Perubahan kapasitas melaksanakan
terhadap perubahan peran
 Ketidakpastian  Perubahan pada persepsi diri
 Ketidakpuasan peran tentang peran
 Ketidaksesuian harapan  Perubahan pada persepsi orang lain
perkembangan tentang peran
 Konflik peran  Perubahan pada pola tanggung
 Konflik sistem jawab yang biasa
 Kurang dukungan eksternal untuk  Perubahan persepsi peran
melaksanakan peran  Pesimis
 Kurang kesempatan untuk  Strategi koping tidak efektif
meningkatkan peran  Tidak berdaya
Faktor yang berhubungan:
Pengetahuan
 Harapan peran tidak realistis  Ketidakadekuatan persiapan peran
 Ketidakadekuatan model pera (mis. Transisi peran, pengulangan
keterampilan, validasi)
 Kurang edukasi
Psikologis
 Defek neurologis  Nyeri
 Depresi  Penyakit fisik
 Harga diri rendah  Penyalahgunaan zat
 Keletihan  Perubahan citra tubuh
 Masalah kesehatan jiwa (mis.,
depresi, psikosis, gangguan
kepribadian, penyalahgunaan zat)
Sosial
 Kekerasan dalam rumah tangga  Ketidaktepatan hubungan dengan
 Kerugian ekonomi sistem pelayanan kesehtan
 Konflik  Stresor
 Kurang penghargaan  Tingkat perkembangan tidak sesuai
 Kurang sistem pendukung dengan harapan peran
 Kurang sosialisasi peran  Tuntutan tinggi jadwal pekerjaan
 Kurang sumber daya (mis.,  Usia muda
finansial, sosial, pengetahuan)

Diagnosa: Ketidakefektifan Performa Peran


NOC: Penampilan Peran (1501)
Indikator:
1. Deskripsi tentang perubahan peran akibat penyakit atau kecacatan
2. Deskripsi tentang perubahan peran akibat kematian anggota keluarga
3. Deskripsi tentang perubahan peran akibat ketergantungan kepada orang tua
4. Deskripsi tentang perubahan peran karena adanya aggota keluarga baru
5. Deskripsi tentang perubahan peran karena anggota keluarga meninggalkan rumah
6. Melaporkan strategi dalam menghadapi perubahan peran
7. Melakukan peran sesuai harapan
8. Pengetahuan tentang masa perubahan peran
9. Penampilan perilaku peran keluarga
10. Penampilan perilaku peran orangtua
11. Penampilan perilaku peran orang terdekat
12. Penampilan perilaku peran dalam masyarakat
13. Penampilan perilaku peran di tempat kerja
14. Penampilan perilaku peran dalam pertemanan
15. Melaporkan kenyamanan dalam peran yang diharapkan
16. Merasakan kenyamanan dalam perubahan peran
NIC: Peningkatan Peran (5370)
Aktivitas aktivitas:
1. Bantu pasien untuk mengidentifikasi peran yang biasanya dalam keluarga
2. Bantu pasien untuk mengidentifikasi bermacam peran dalam siklus kehidupan
3. Bantu pasien untuk mengidentifikasi periode transisi peran padak eseluruhan rentang
kehidupan
4. Bantu pasien untuk mengidentifikasi ketidakcukupan peran
5. Bantu pasien untuk mengidentifikasi perilaku perilaku yang digunakan untuk
mengembangkan peran
6. Dukung pasien untuk mengidentifikasi gambaran realistik dari adanya perubahan
peran
7. Berikan kesempatan rawat gabung/rooming in untuk membantu mengklarifikasi
peran sebagai orangtua dengan cara yang tepat
8. Berikan model peran terhadap perilaku perilaku baru dengan cara yang tepat
9. Fasilitasi untuk dapat merujuk pada interaksi kelompok sebagai bagian dari peroses
memperlajari yang baru
10. Fasilitasi diskusi mengenai harapan diantara pasien dan orangtua yang penting bagi
pasien dalam hal peran yang saling bergantung satu sama lain
11. Ajarkan perilaku perilaku baru yang diperlukan oleh pasien/orangtua untuk dapat
memenuhi perannya
NIC: Fasilitasi Tanggung Jawab Diri (4480)
Aktivitas aktivitas:
1. Minta pasien untuk bertanggung jawab terhadap perilakunya sendiri
2. Diskusikan dengan pasien tanggung jawab tambahan yang ada terkait dengan status
kesehatannya saat ini
3. Pertimbangkan apakah pasien memiliki pengetahuan yang adekuat tentang
kesehatannya
4. Dukung kemandirian, tapi tetap bantu pasien pada saat pasien tidak mampu
melaksanakan tanggung jawabnya
5. Dukung pasien dengan mengambil tanggung jawab perawatan diri sebanyak mungkin
6. Dukung orangtua anak untuk mengkomunikasikan dengan jelas mengenai perilaku
anak yang bertanggungjawab, dengan tepat
7. Bantu orangtua untuk menindaklanjuti harapan mengenai perilaku anak yang
bertanggungjawab, dengan tepat
8. Bantu pasien untuk mengidentifikasi area dimana mereka siap untuk mengasumsikan
tanggung jawab lebih
9. Diskusikan konsekuensi apabila pasien tidak dapat melakukan tanggung jawab
10. Dorong pasien untuk mengakui kesalahan, dengan tepat
11. Berikan umpan balik positif untuk menerima tanggung jawab tambahan dan/atau
perubahan perilaku
NIC: Dukungan Keluarga (7140)
Aktivitas aktivitas:
1. Yakinkan keluarga bahwa pasien sedang diberikan perawatan yang terbaik
2. Nilailan reaksi keluarga terhadap kondisi pasien
3. Pertimbangkan beban psikologis dan prognosis terhadap keluarga
4. Dukung harapan yang realistis
5. Dengarkan kekhawatiran, perasaan dan pertanyaan dari keluarga
6. Tingkatkan hubungan saling percaya dengan keluarga
7. Orientasikan keluarga terkait tatanan pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit atu
klinik
8. Identifikasi sifat dukungan spiritual bagi keluarga
9. Identifikasi kesepakatan terkait harapan antar pasien, keluarga dan tenaga kesehatan
melalui keterampilan komunikasi
10. Hargai dan dukung mekanisme koping adaptif yangdigunakan oleh keluarga
11. Beritahu keluarga mengenai rencana medis yang akan dilakukan
12. Libatkan anggota keluarga dalam mengambil keputusan terkait dengan klien, apabila
memungkinkan
13. Advokasi pasien apabila diperlukan
14. Berikan sumber spiritual tambahan untuk keluarga apabila diperlukan