Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN RESMI

PRATIKUM KOROSI

A. JUDUL PRAKTIKUM: Sel Galvani Korosi

B. TUJUAN PRAKTIKUM:
Memahami proses Reaksi Redoks dalam sistem elektrokimia yang tersusun atas
dua jenis logam yang berbeda

C. ALAT DAN BAHAN


Alat: Bahan:
1. Beaker glass 250 ml 1. Air
2. Kabel penjepit buaya 2. NaCl
3. Batang pengaduk 3. Indikator PP
4. Kaca arloji
5. Neraca analitik
6. Pipa U
7. Selotip
8. Batang tembaga
9. Batang Seng

D. DASAR TEORI

Reaksi elektrokimia dapat dibagi dalam dua kelas: yang menghasilkan arus
listrik (proses yang terjadi dalam baterai) dan yang dihasilkan oleh arus listrik
elektrolisis. Tipe pertama reaksi bersifat serta merta, dan energy bebas system
kimianya berkurang; system itu dapat melakukan kerja, misalnya menjalankan motor.
Tipe kedua harus dipaksa agar terjadi (oleh kerja yang dilakukan terhadap system
kimia), dan energy bebas system kimia bertambah (Keenan:1980).
Sel volta adalah penataan bahan kimia dan penghantar listrik yang
memberikan aliran electron lewat rangkaian luar dari suatu zat kimia yang teroksidasi
ke zat kimia yang direduksi (Keenan:1980).

Sebuah sel elektrokimia yang beroperasi secara spontan disebut sel galvani
(atau sel volta). Sel seperti ini mengubah energy kimia menjadi energy listrik yang
dapat digunakan untuk melakukan kerja (Oxtoby:1999).

Hubungan listrik antara dua setengah – sel harus dilakukan dengan cara
tertentu. Kedua electrode logam dan larutannya harus berhubungan, dengan demikian
lingkar arus yang sinambung terbentuk dan merupakan jalan agar partikel bermuatan
mengalir. Secara sederhana electrode saling dihubungkan dengan kawat logam yang
memungkinkan aliran electron (Petrucci:1985).

Sel terdiri dari dua setengah – sel yang elektrodanya dihubungkan dengan
kawat dan larutannya dengan jembatan garam. (Ujung jembatan garam disumbat
dengan bahan berpori yang memungkinkan ion bermigrasi, tetapi mencegah aliran
cairan dalam jumlah besar). Potensiometer mengukur perbedaan potensial antara dua
electrode yaitu sebesar 0.463 Volt (V) (Petrucci:1985).

Aliran listrik antara dua larutan harus berbentuk migrasi ion. Hal ini hanya
dapat dilakukan melalui larutan lain yang "menjembatani" kedua setengah – sel dan
tak dapat dengan kawat biasa: hubungan ini disebut jembatan garam (= salt bridge)
(Petrucci:1985).
E. SKEMA KERJA

Larutkan garam Tambahkan 3 tetes Masukan Larutan ke


(NaCl 0,5 gram / 100 Indikator PP ke Larutan dalam Pipa U
ml Air) garam

Hubungkan kedua Masukan batang Zn di Pasang Pipa U di


logam dengan kabel satu ujung, dan Cu papan tulis putih
penjepit buaya diujung lain.

Amati perubahan Catat waktu


Warna pada larutan perubahan warna

F. DATA PENGAMATAN

o Jumlah indikator pp = 3 tetes.


o Waktu yang diperlukan untuk larutan garam berubah menjadi warna pink
pertama kali = 10,35 menit.
o Waktu larutan garam tidak dapat berubah warna lagi = 53,04 menit.
o Logam anoda = Seng.
o Logam katoda = Lempeng Tembaga
G. PEMBAHASAN

(Aliffiandika Nuzul Firdausi / 01)

Pada praktikum ini kami merangkai Sel galvanis sesuai dengan langkah kerja
praktikum. Pada sel ini digunakan dua logam berbeda yaitu Tembaga dan Seng
sebagai Elektroda dalam larutan elektrolit NaCl. Pada saat pengamatan, terjadi proses
Reaksi Redoks spontan pada sel Galvanis

Reaksi yang terjadi pada Elektroda adalah sebagai berikut:

Zn(s) Zn2+(aq) + 2e- (Reaksi Oksidasi)

Cu2+(aq) + 2e- Cu(s) (Reaksi Reduksi)

Saat dilakukan pengamatan, pada menit ke 10, tepatnya 10 menit lebih 35 detik,
terlihat warna Merah muda mulai muncul pada katoda yaitu Tembaga. Perubahan
warna terus meningkat di dalam pipa U pada bagian yang dekat katoda Tembaga,
diamati selama 53 menit 4 detik (waktu akhir pengamatan) dimana warna merah
muda semakin tampak pada pipa U bagian Katoda, dan meluas hingga bagian tengah
pipa U.

Warna merah muda pada Katoda Tembaga timbul karena terjadi peningkatan
konsentrasi OH- yang berasal dari reduksi air, sehingga mengubah warna indikator
yang larut dalam larutan garam. Maka dapat disimpulkan dalam percobaan ini,
Tembaga berperan sebagai Katoda sedangkan Seng berperan sebagai Anoda. Karena
Tembaga berperan sebagai Katoda, maka Tembaga menjadi kutub positif (tempat
terjadinya reaksi reduksi) sedangkan Seng menjadi kutub Negatif (tempat terjadinya
reaksi Oksidasi).
(Radella Vianda Saskia / 18)

Pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan tentang sel gavanis , sel
galvani adalah sel elektrokimia yang melibatkan reaksi redoks dan menghasilkan arus
listrik dari dua jenis logam yang berbeda. Kedua elektroda dihubungkan dengan kabel
penjepit yang bersifat koduktor yang berfungsi untuk mengalirkan elektron .Larutan
NaCl dibuat jenuh agar elektron dapat mengalir dari katoda ke anoda dengan cepat .
Untuk mengetahui adanya aliran elektron pada sel gavanis larutan garam
ditambahkan dengan indikator pp sebanyak 3 tetes .

Untuk mengetahui bahwa reaksi redoks sudah terjadi ditandai dengan adanya
perubahan warna larutan garam menjadi merah muda. Dari hasil praktikum kami
larutan garam setelah ditetesi dengan indikator pp bagian logam tembaga (Cu)
dikelilingi warna pink lebih pekat dari pada logam seng (Zn) , hal ini menunjukan
bahwa logam seng (Zn) mengalami reaksi oksidasi sedangkan logam tembaga (Cu)
mengalami reaksi reduksi . Reaksi yang terjadi sebagai berikut:

Zn(s) Zn2+(aq) + 2e- (Reaksi Oksidasi)

Cu2+(aq) + 2e- Cu(s) (Reaksi Reduksi)

Berdasarkan reaksi redoks di atas maka dapat diketahui bahwa logam Zn


berfungsi sebagai anoda yang mengalami oksidasi dan logam Cu sebagai katoda yang
mengalami reduksi. Kecepatan sebuah logam mengalirkan elektron dalam proses
korosi galvanis yang berbeda-beda, semakin besar beda potensial logam maka
semakin cepat waktu yang dibutuhkan elektron untuk mengalir dan sebaliknya. Pada
pratikum kali ini katoda mengalami reduksi selama 10 menit 35 detik dan terreduksi
maksimal setelah 53 menit 04 detik.
( Titik Susanti / 23 )

Pada percobaan kali ini dilakukan pengamatan terhadap proses reaksi redoks
dalam sistem elektrokimia yang tersusun dari dua jenis logam berbeda. Untuk
mengetahui bahwa reaksi redoks sudah terjadi ditandai dengan adanya perubahan
larutan garam menjadi warna merah muda. Perubahan warna ini diakibatkan karena
batang tembaga ( Cu ) mengalami reduksi, sedangkan plat seng ( Zn ) mengalami
oksidasi. Elektron dari Seng ( Zn ) mengalir melewati kabel menuju batang tembaga
( Cu ) membentuk Zn2+ dan bergerak menjauhi lembaran Zn. Elektron yang
dilepaskan Zn menyebabkan elektron pada ujung lainnya berkumpul pada permukaan
Cu. Rekasinya adalah sebagai berikut.

Zn(aq) → Zn2+(s) + 2e-

Cu2+(aq) + 2e- → Cu(s)

Zat yang tereduksi dari percobaan ini yaitu air, yang menghasilkan OH -
sehingga mengakibatkan larutan garam menjadi basa. Dengan penambahan indikator
pp, saat katoda mulai tereduksi dan menghsilkan OH- larutan garam berubah warna
menjadi merah muda. Pada praktikum ini, logam katoda mengalami reduksi setelah
10 menit 35 detik percobaan. Dan sudah mengalami reduksi maksimal setelah 53
menit 04 detik.
H. KESIMPULAN

 Pada percobaan Sel Galvanis Korosi ini, terjadi reaksi Redoks pada Sistem
Elektrokimia yang tersusun atas dua logam yang berbeda, yaitu Tembaga dan
Seng.
 Logam Tembaga berperan sebagai Katoda (kutub Positif) atau tempat
terjadinya Reduksi, hal ini dibuktikan dengan terjadinya perubahan warna
Larutan garam pada area Katoda dari bening menjadi Merah muda karena
meningkatnya ion OH- sebagai hasil reduksi air yang merubah warna indikator
dalam larutan. Sebaliknya Logam Seng berperan sebagai Anoda (kutub
Negatif) atau tempat terjadinya reaksi Oksidasi.

I. DAFTAR PUSTAKA

 Petrucci.1985.’’Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern”.edisi


keempat jilid 3.Jakarta: Erlangga (Dikutip: 8 November 2017)
 Keenan, Charles W.1980. “Ilmu Kimia Untuk Universitas edisi keenam
jilid 2”. Jakarta: Erlangga (Dikutip: 8 November 2017)
 Oxtoby, Daviud W.dkk.1999. “Prinsip – prinsip Kimia Modern edisi
keempat jilid 1.” Jakarta: Erlangga. (Dikutip: 8 November 2017)
 Anonim, 2017. “Sel Galvani”. (https://www.ilmukimia.org/2013/05/sel-
galvani.html ) Diakses pada 05 – November – 2017.
 Elhabib, 2012. “Elektrolisis larutan NaCl”.
(https://elhabibdotcom.wordpress.com/2012/06/24/elektrolisis-larutan-
nacl/) Diakses pada 08 – November – 2017.
J. LAMPIRAN

SeL Galvanis