Anda di halaman 1dari 12

TUGAS TEORI AKUNTANSI

CHAPTER 6 : CONVENTIONAL ACCOUNTING

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 4

1. NADYA NUR AROFA 041511333002


2. SARAH KHAIRINA 041511333005
3. SONIA SURYA BUNGA RESWARA 041511333021
4. NAJIHAH KAMILA 041511333023
5. FARIZ RAMANDA ADISURYA 041511333024
6. ADINDA YUSTIKA PUTRI 041511333030
7. MAYA APRILIA KAMILAH 041511333035
8. DINDA ATIKA PUTRI 041511333042
9. ANGGRAENI SURYANANDA 041511333045
10. RENNA PRASIDYA PARAMASTRI 041511333083
11. Y. HENDRIK ARISIANTO 041511333098

KELAS L
PRODI S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2018
CHAPTER 6 : CONVENTIONAL ACCOUNTING

A. BASIC CONCEPT
Objective of Accounting
Akuntansi semakin mengambil peranan penting, seiring dengan semakin terpisahnya
antara pemilik perusahaan (investor) dengan manajer eksekutif (pelaksana operasi
perusahaan). Ketidakhadiran investor di dalam operasi perusahaan sehari – hari
menimbulkan kebutuhan bagi investor untuk mengetahui jalannya operasi perusahaan
melalui laporan akuntansi. Investor adalah pemilik modal yang mempercayakan dananya
kepada manajer untuk dioperasikan. Perusahaan bahkan tidak hanya memperoleh dana
dari investor, tetapi juga dari kreditur, sehingga seperti halnya investor, kreditur juga
memerlukan informasi melalui laporan akuntansi. Oleh karena itu peran perusahaan di
dalam masyarakat, maka yang memerlukan laporan akuntansi juga pihak-pihak lain di
luar perusahaan, seperti pemerintah, organisasi buruh dan stakeholders.
Net worth (kekayaan bersih) bagi pemilik (investor) tidak terlalu penting. Investor,
seperti juga kreditur adalah pemasok dana. Investor dan kreditur secara hukum pemilik
perusahaan, tetapi asset dan income sepenuhnya diciptakan oleh perusahaan. Dengan
demikian, dari sudut pandang akuntansi, kekayaan bersih bukan ukuran yang relevan
untuk mengukur keberhasilan investasi. Pemilik dan kreditur ingin mengetahui hasil dari
investasinya, bukan ingin tahu besarnya kekayaan bersih.

Income

Paton (1940:16) “Accounting exists primarily as a means of computing residuum, a


balance, the difference between costs (as efforts) and revenues (as accomplishments) for
individual enterprises. This difference reflects managerial effectiveness and is of
particular significance to those who furnish the capital and take the ultimate
responsibility.”
Dari sudut pandang tradisional, pendapatan, beban, dan laba digunakan sebagai
atribut perilaku, yaitu beban sebagai perilaku upaya, pendapatan sebagai perilaku hasil,
dan laba mencerminkan efektivitas dari perilaku upaya dan hasil. Yang berperilaku
adalah manajer, bukan pemilik atau kreditur, sehingga efektivitas operasi perusahaan
yang diukur dari pendapatan, beban, dan laba lebih penting daripada melaporkan jumlah
kekayaan bersih. Maka dari itu, laporan laba rugi untuk periode tertentu merupakan hal
yang utama dari pada laporan kekayaan bersih pada tanggal tertentu. Disamping
menunjukkan efektivitas manajer, laporan laba rugi juga menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba.

Costs Attach

Para ekonom berpendapat bahwa cara biaya diukur dalam perhitungan tidak selalu
tepat, terutama dalam menentukan biaya produk manufaktur. Akuntan tradisional,
bagaimanapun, percaya bahwa dapat dibenarkan menggunakan biaya historis dan untuk
mengalokasikan jumlahnya, walaupun replacement cost (biaya penggantian) telah
meningkat. Untuk melawan argumen para ekonom dan untuk merasionalisasi apa yang
dilakukan dalam akuntansi, teori "cost attact" telah dirumuskan. Pendukung teori
berpendapat bahwa ada dua jenis biaya:

 Biaya pemindahan menunjukkan apa yang telah diserahkan atau dikorbankan


(opportunity cost).
 Absorption cost (biaya penyerapan) yang diwujudkan, berkaitan dengan factor
produksi dan berkaitan dengan apa yang terjadi pada sesuatu.

Biaya dialokasikan dan dikelompokkan kembali untuk mengungkapkan bagian dari


total usaha yang dilakukan untuk menghasilkan penjualan. Oleh karena itu, dapat dilihat
bahwa cost attach teori sangat penting dalam akuntansi biaya. Teori akuntansi tradisional
sering menyatakan bahwa akuntansi adalah proses bukan penilaian, namun alokasi biaya.

Para Ekonom percaya hanya ada satu jenis biaya pengorbanan. Tidak ada bukti
empiris untuk membuktikan anggapan bahwa jumlah dolar dari biaya satu item dapat
ditransmisikan ke objek fisik dan layanan lainnya. Ketika the lower of cost atau market
method digunakan untuk persediaan, ini menyangkal cost attach. Teori tersebut tidak
menjelaskan mengapa biaya tiba-tiba terlepas saat harga pasar produk lebih rendah.

Flow of Cost
Tugas seorang akuntan adalah untuk melacak arus biaya. Dengan kata lain, akuntan
harus memutuskan biaya mana yang telah “kadaluwarsa” dan karenanya harus
disesuaikan dengan pendapatan pada laporan laba rugi, dan yang “belum kadaluwarsa”,
yang kemudian harus ditempatkan di neraca sebagai aset.
Dapat dilihat bahwa matching principle penting dalam akuntansi konvensional.
Matching principle adalah prinsip yang memberi pedoman pada akuntan dalam
menentukan biaya yang akan dianggap sebagai beban. Alokasi biaya adalah kunci utama
dari akuntansi konvensional. Istilah seperti expired costs untuk beban dan unamortized
cost untuk non monetary aset berasal dari cost attach theory seperti yang diaplikasikan
pada alokasi biaya.

B. DEFENSE OF HISTORICAL COST


Penggunaan biaya historis pada akuntansi konvensional telah diserang oleh banyak
pihak. Yang mempertahankan biaya historis menyajikan argumen berikut untuk
mendukung posisi mereka:
1. Biaya historis relevan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Sebagai manajer
yang membuat keputusan mengenai komitmen masa depan, mereka membutuhkan
data transaksi masa lalu. Mereka harus dapat melakukan review atas upaya masa lalu
mereka dan ukuran dari upaya ini adalah biaya historis.
a) Mempengaruhi evaluasi dan pemilihan peraturan keputusan.
b) Memberi masukan yang “memuaskan". Beberapa pengambil keputusan tidak
berusaha mengoptimalkan tapi untuk memuaskan.
c) Biaya historis digunakan dalam berbagai konteks, seperti pendapatan kena pajak
dan kontrak biaya.
2. Biaya historis didasarkan pada transaksi yang aktual, bukan hanya transaksi
yang mungkin terjadi. Dalam akuntansi biaya historis, dilakukan pencatatan atas
transakasi yang aktual.Oleh karena itu disediakan sebuah pencatatan untuk
mendukung angka-angka yang disajikan pada laporan keuangan.
3. Sepanjang sejarah, laporan keuangan berdasarkan biaya historis telah berguna.
Mautz menyatakan: “Jika orang-orang yang membuat keputusan manajemen dan
investasi belum menemukan bahwa laporan keuangan berdasarkan biaya historis
berguna selama bertahun-tahun, perubahan akuntansi akan sejak lama dibuat”.
4. Pemahaman terbaik konsep profit adalah kelebihan dari harga jual terhadap
harga perolehan/ historical cost. Gagasan profit diterima sebagai ukuran
keberhasilan kinerja. Mautz menyatakan bahwa mengejar keuntungan mengharuskan
penggunaan waktu yang cukup, tempat dan bentuk yang ditambahkan ke bahan,
produk atau jasa yang dibeli sehingga mereka bisa dijual di atas biaya. Keputusan
mengenai apakah akan melanjutkan lini produk atau divisi atau pabrik ter-gantung
untuk sebagian besar pada apakah ada sebaran yang menguntungkan antara
pendapatan dan biaya.
5. Akuntan harus menjaga integritas data mereka terhadap modifikasi internal.
6. Seberapa bergunanyakah informasi keuntungan berdasarkan biaya saat ini atau
exit price? Apakah berguna untuk menunjukkan keuntungan sebagai kenaikan nilai
suatu aset yang dimiliki perusahaan yang tidak berniat untuk dijual?
7. Perubahan harga pasar dapat diungkapkan sebagai data tambahan. Dalam
banyak kasus, para pendukung biaya historis berpendapat bahwa biaya historis tidak
memiliki perbedaan yang material dengan current cost.Tambahan data pada harga saat
ini adalah cara yang praktis dan efisien dalam berhadapan dengan informasi tersebut
tanpa harus bergeser dari basis biaya historis ke basis current cost.
8. Tidak ada bukti yang cukup untuk membenarkan penolakan terhadap
akuntansi biaya historis. Akuntan tradisional berpendapat bahwa tidak ada bukti
empiris yang meyakinkan yang menunjukkan bahwa informasi biaya saat ini atau
informasi akuntansi exit price lebih berguna daripada informasi biaya
historis.Sebagian besar studi penelitian menunjukkan bahwa data biaya saat ini tidak
memberikan banyak informasi dibanding data biaya historis.

Evidence on Usefulness of Accounting Data ( Bukti Kegunaan Data Akuntansi)

a. Petunjuk Pertama
Salah satu jalan adalah dengan fokus pada laporan keuangan dan menentukan
apakah infor-masi yang memadai diungkapkan.Dalam meninjau bukti empiris pada
aspek ini, Dyckman, Gibbins dan Swieringa menemukan 3 pendekatan keseluruhan
yang digunakan oleh penyidik.Salah satunya adalah untuk mengevaluasi cara
pengguna menganalisis laporan keuangan, berdasarkan wawancara dengan mereka.
Pendekatan lain adalah untuk memastikan persepsi dan opini kelompok kepentingan
tertentu, seperti analis keuangan. Pendekatan ketiga adalah untuk memastikan jumlah
informasi yang dilaporkan pada item tertentu yang dianggap penting. Para penulis
menyimpulkan bahwa penelitian tentang kecukupan pengungkapan menunjukkan
bahwa:
1) Tidak ada keinginan yang besar untuk revisi drastis atau perubahan dalam bentuk
dan isi laporan keuangan. Kebanyakan orang percaya bahwa data yang cukup telah
tersedia dalam laporan keuangan.
2) Laporan keuangan tidak diharapkan untuk menjadi terlalu rumit.
3) Perbedaan yang signifikan dalam pengungkapan keuangan terjadi diantara
perusahaan-perusahaan.
Secara umum, perusahaan-perusahaan yang lebih besar, lebih menguntungkan,
diaudit oleh kantor akuntan besar dan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek
mengungkapkan informasi yang lebih banyak. Banyak yang percaya keragaman ini
sesuai dan mencerminkan kebutuhan akan informasi yang berbeda sesuai dengan
perbe-daan dalam struktur kepemilikan/penguasaan perusahaan.

b. Petunjuk Kedua
Cara lain untuk menemukan apakah data akuntansi berguna adalah untuk
mengetahui efeknya pada pengambilan keputusan. Berfokus pada laporan keuangan,
Dyckman, Gibbins dan Swieringa menemukan 3 pendekatan menyeluruh yang
diambil oleh peneliti.Salah satunya adalah meminta pengguna laporan keuangan
untuk menunjukkan pentingnya item tertentu dalam membuat keputusan
investasi.Pendekatan kedua adalah untuk mempelajari perilaku subyek yang membuat
keputusan tertentu dalam situasi laboratorium. Pendekatan ketiga adalah untuk
mempelajari bagaimana laporan keuangan yang efektif dalam mengkomunikasikan
informasi. Para penulis menyimpulkan bahwa:
1. Investor dan analis mempertimbangkan faktor-faktor pernyataan nonfinansial,
seperti kon-disi ekonomi secara umum, yang lebih penting dalam membuat
keputusan investasi.
2. Tidak ada kejelasan bahwa penggunaan laporan keuangan mengarahkan kepada
perkiraan yang lebih baik atau keputusan yang lebih baik.
Salah satu alasan data laporan keuangan mungkin tidak berguna bagi investor dan
analis keuangan adalah bahwa informasi tersebut sudah diketahui melalui sumber-
sumber lain, sep-erti laporan sementara dan rilis media, sebelum laporan yang dibuat
tersedia untuk umum.

c. Petunjuk Ketiga
Petunjuk ketiga adalah korelasi antara harga saham dan data akuntansi, khususnya,
keun-tungan. Jika suatu item yang diberikan mempengaruhi keyakinan investor
tentang nilai surat berharga, maka ketergantungan statistik ada antara item tersebut
dan harga saham. Ketergantungan statistik ini disebut sebagai ‘isi informasi’ dari item
yang diberikan.

Evidence On Predictive Value (Bukti Nilai Prediktif)

Kegunaaan suatu informasi akuntansi bagi pengambilan keputusan berhubungan dengan


relevansi informasi tersebut dalam membantu manajemen untuk mengambil keputusan
tentang kejadian yang akan datang. Informasi akuntansi sangat berguna bagi manajemen
jika informasi tersebut bisa memberikan gambaran (prediksi) tentang keadaan
(karakteristik) perusahaan di masa depan. Banyak penelitian yang dilakukan tentang sifat
predictive value dari informasi akuntansi biaya historis. Hasilnya karakteristik predictive
value dari suatu informasi akuntansi dibedakan menjadi kategori sebagai berikut:

1. Laba masa lalu digunakan untuk memprediksi laba masa depan


Penelitian dalam kategori ini adalah penelitian empiris yang dilakukan untuk
membangun model untuk menjelaskan trend laba perusahaan.Jika hal ini bisa
dilakukan, maka dapat berfungsi sebagai dasar untuk memprediksi. Menggunakan file
Compustat untuk periode 20-tahun 1947-1966, Ball dan Watts menguji 4 definisi
penghasilan:
• Laba bersih setelah pajak penghasilan
• Laba bersih per saham
• Laba bersih dibagi dengan total aset
• Net sales
Kesimpulan mereka adalah bahwa pendapatan dapat digambarkan secara statistik
sebagai random walk, meskipun definisi ketiga kurang konsisten. Dengan kata lain,
estimasi terbaik dari pendapatan masa depan adalah kinerja pendapatan saat ini dari
suatu entitas.

2. Triwulanan dan segmen data yang digunakan untuk memprediksi pendapatan


tahunan
Brown dan Niederhoffer menggunakan 519 perusahaan di Compustat file sebagai
sampel mereka, yang memiliki data tahunan untuk 1961-1965 dan data kuartalan
untuk 1962-1965. Mereka mencapai kesimpulan bahwa:
1. Laporan sementara berguna dalam memprediksi pendapatan tahunan
2. Karena kemampuan prediktif meningkat dengan setiap laporan sementara, pasar
akan meningkatkan antisipasi ketika tanggal pengumuman laporan tahunan sudah
dekat. Bahkan pendapatan triwulan pertama adalah jelas berguna dalam
memprediksi pendapatan tahunan.
Foster berusaha untuk menggambarkan sifat dan trend laba triwulan, penjualan dan
beban. Pada dasarnya, ini adalah model autoregressive sederhana. Dalam model
autoregressive, perubahan-perubahan dalam pendapatan berkorelasi positif. Itu berarti
jika pendapatan meningkat dalam satu periode ada kemungkinan besar bahwa
pendapatan pada periode berikutnya akan meningkat juga. Foster menyatakan bahwa
laba triwulan memiliki komponen musiman.

3. Memprediksi kesulitan keuangan


Beaver telah melakukan beberapa penelitian tentang kemampuan rasio
keuangan untuk memprediksi kegagalan. Kegagalan didefinisikan sebagai
kebangkrutan, ketidakmampuan pada pembayaran ob-ligasi, belum dilunasinya
dividen saham preffered dan rekening bank overdraw (menarik cek lebih daripada
uang simpananProsedurnya adalah untuk membandingkan model yang dikembangkan
dari satu sampel dan digunakan untuk meramal sampel lain. Kesimpulannya adalah
bahwa berdasarkan pada pengetahuan tentang rasio keuangan, status kegagalan
perusahaan dapat diprediksi secara benar.
Kesimpulan lain adalah bahwa investor mengenali dan menyesuaikan diri
dengan posisi solvabilitas baru perusahaan gagal. Perubahan harga saham biasa terjadi
karena investor mengandal-kan data rasio keuangan sebagai dasar penilaian
mereka.Mereka menggunakan informasi rasio sedemikian rupa sehingga harga pasar
menjadi terpengaruh. Beaver juga menyimpulkan bahwa rasio aset nonliquid (arus
kas-total utang, laba bersih-total modal, total utang total aset) adalah prediktor yang
lebih baik untuk kegagalan dari rasio aset likuid (seperti rasio lancar).
Ohlson merumuskan model yang didasarkan pada data dari periode 1970-
1976. Dia menyimpulkan bahwa 4 faktor dasar yang signifikan dalam mempengaruhi
probabilitas kegagalan: ukuran perusahaan, struktur kinerja, keuangan dan likuiditas
saat ini. Kemampuan prediksi dari model nya lebih rendah dibandingkan dalam
penelitian lain. Ohlson percaya bahwa kekuatan prediksi dari model dalam penelitian
lain mungkin telah berlebihan karena studi sebelumnya sering diasumsikan (salah)
dari laporan keuangan untuk tahun pailit tersebut diungkapkan sebelum pengajuan
kebangkrutan.

C. HOW OBJECTIVE IS HISTORICAL COST?


Biaya akuisisi atau harga perolehan lebih menunjukkan realitas bagi perusahaan
daripada harga pasar. Yang menjadi dasar diterimanya biaya historis adalah asumsi bahwa
transaksi terjadi, di mana baik penjual dan pembeli mendahulukan kepentinganya masing-
masing, akhirnya sampai pada kesepakatan harga. Biaya akuisisi tidak akan diterima jika
nilai membumbung karena pembeli ingin memberikan sesuatu yang lebih kepada penjual.
Biaya akuisisi aset tidak hanya merupakan harga faktur. Terdapat banyak item lain yang
dapat dimasukkan.
Jumlah pembayaran yang benar-benar dibayar merupakan ukuran yang paling objektif
dan wajar dalam mengukur aset, dengan syarat transaksi terjadi antar dua pihak yang
independen.Historical cost persediaan adalah jumlah uang tunai yang dibayarkan untuk
memperoleh persediaan tersebut, baik biaya langsung maupun tidak langsung hingga
persediaan sampai di lokasi pembeli. Akuntansi berperan membantu pemakai laporan
keuangan untuk mengambil keputusan masa depan bukan masa lalu. Dan masa lalu
sekedar perbandingan, akuntansi harus mampu menghubungkan antara perubahan harga
dan harga masa lalu menggunakan historical cost.

D. CRITICISM OF CONVENTIONAL ACCOUNTING


Objective of Accounting
Dalam akuntansi konvensional, tujuan dari pemberian informasi yaitu bermanfaat
untuk pengambilan keputusan ekonomi mengenai fungsi pengelolaan kepegawaian.
Meskipun penting, ini adalah interpretasi sempit dari tujuan. Sejarah akuntansi
menunjukkan bahwa aturan utama akuntansi adalah untuk memenuhi kebutuhan
pengguna. Kebutuhan pengguna berada dalam posisi "fordward looking" daripada hanya
dengan posisi masa lalu. Selanjutnya, informasi mengenai fungsi penatagunaan tidak
membatasi pertanggungjawaban terhadap jumlah yang benar-benar diinvestasikan secara
langsung atau tidak langsung oleh pemegang saham. Investor juga tertarik untuk
mengetahui kenaikan atau penurunan nilai investasi mereka yang diwakili oleh aset bersih
perusahaan.

Information for Decision Making

Sangat tepat bagi manajer yang memikirkan akan komitmen masa depan untuk tujuan
tersebut manjemen harus memiliki informasi harga pasar relatif saat ini terhadap suatu
barang tertentu. Untuk menentukan apakah keputusan masa lalu benar atau salah terutama
ditentukan oleh apa yang terjadi dipasar. Oleh karena itu, perubahan nilai pasar suatu
barang yang terlibat harus terus diikuti oleh akuntan. Pernyataan di dalam biaya historis
menyatakan bahwa manajemen membutuhkan data biaya historis untuk mengevaluasi
keputusan masa lalu yang mereka buat untuk lebih disempurnakan pada keputusan masa
yang akan datang. Hal ini tidak sesuai karena manajemen jadi tidak memperkirakan
pergerakan harga dari masa lalu dan masa sekarang. Biaya historis tidak dapat digunakan
untuk hal ini, akan tetapi penting untuk meng evaluasi keputusan bisnis. Biaya historis
berguna, tetapi tidak cocok untuk evaluasi keputusan bisnis. biaya historis menilai
pendapatan terlalu tinggi pada saat harga naik dan dapat menyebabkan kekurangan modal
yang tidak disadari.

Basis Of Historical Cost

Salah satu pembenaran penggunaan biaya historis adalah asumsi kelangsungan hidup.
Perumpamaannya adalah bahwa umur perusahaan tidak terbatas, harapan mengenai barang
non moneter akan terpenuhi. Dalam sebuah penelitian yang lebih mendalam tentang teori
konvensional, kita menemukan bahwa asumsi kelangsungan hidup tidak mendasari
penggunaan biaya historis, melainkan konsep biaya melekat.

Matching

Apa yang sebenarnya kita ketahui tentang matching sebenarnya merupakan proses
yang membutuhkan keputusan khusus, daripada sebuah analisis yang konsisten. Profesor
thomas berpendapat mengenai matching dan alokasi biayanya sebagai hal yang tidak dapat
diperbaiki.

III-Concelved Notions of Investor Needs

Akuntansi konvensional, fokus pada penentuan laba bersih, menyebabkan distorsi


atau penyembunyian pengungkapan perusahaan yang penting, menurut Whitman dan
Shubik. Mereka berpendapat bahwa tujuan akuntansi konvensional buruk karena alasan
berikut

l. Akuntan memiliki pandangan investor yang naif dan sederhana dan kebutuhan mereka.

2. Akuntan menerima pandangan fundamentalis kuno tentang bagaimana caranya

Perlu dicatat bahwa ada perbedaan antara analisis pasar saham dan analisis
perusahaan.Untuk yang pertama, analisis terutama terdiri dari mencoba untuk memastikan
apa yang dipikirkan investor lain. Pengikut perspektif ini benar-benar tidak peduli dengan
fakta perusahaan tapi tentang psikologi pasar. Mereka tertarik pada apa yang disebut
Keynes sebagai "pendapat rata-rata untuk pendapat ini." Menurut Whitman dan Shubik,
alasan penekanan pada psikologi investor, bukan pada realitas perusahaan adalah:

 Investor biasanya hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang perusahaan,


manajemen, kebijakan dan sasarannya, peluang dan permasalahannya.
 Investor sebagai pemegang saham mengambil peran pasif karena tidak ada
perubahan untuk mengubah cara sumber daya perusahaan digunakan
 Investor menangani sekuritas yang sangat berharga, dan karena itu bergerak masuk
dan keluar dari situasi dengan mudah.
 Investor mengembangkan pandangan jangka pendek karena investasi pasar modal
diarahkan pada tujuan tersebut. Psikologi memiliki efek lebih besar pada harga
pasar dalam jangka pendek.

Untuk alasan sebelumnya, banyak investor tidak tertarik atau percaya diri dalam
menganalisa sebuah perusahaan untuk nilai-nilai yang mendasarinya. Sebagai
gantinya, mereka menganut analisis pasar dengan konsentrasi pada psikologi pasar
dan pengaruhnya dalam jangka pendek terhadap harga saham. Prinsip akuntansi
konvensional diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan investor tipe ini yang tidak
benar-benar memperhatikan apa yang sedang terjadi dalam bisnis.

Akuntansi konvensional mengambil kesimpulan bahwa prosedur dasar analisis


perusahaan, yang menekankan pendapatan dan dividen, adalah pendekatan yang tepat
dan tepat untuk semua perusahaan. Tapi pendekatan ini terbatas karena beberapa
alasan. Banyak perusahaan berusaha untuk mendapatkan pajak dan berusaha
menciptakan kekayaan dengan cara selain laba bersih, yang akan dikenakan pajak.
Nilai ini tidak ditunjukkan dalam laporan laba rugi kecuali aset tersebut dijual.
Meskipun analisis korporat fundamental tidak sesuai dengan analisis pasar, keduanya
saling terkait karena yang pertama mendorong pengikut yang terakhir karena
penekanannya pada pendapatan dan dividen. Pemegang saham yang percaya pada
analisis pasar ingin korporasi melaporkan laba sebesar mungkin, walaupun hal ini
menghasilkan hukuman pendapatan, dan mereka ingin perusahaan mempertahankan
atau meningkatkan dividen, walaupun perusahaan tersebut mungkin memiliki
penggunaan produktif yang lebih besar untuk uang tunai, karena efek jangka dekat
yang menguntungkan pada harga saham.

Analisis fundamental sangat tepat terutama untuk utilitas publik yang besar dan
stabil yang hanya menikmati sedikit atau tidak ada tempat penampungan pajak, dan di
mana cenderung tidak spesifik dan berpenghasilan - dividen diketahui. Posisi
keuangan sangat penting dalam mengevaluasi bisnis apa pun, namun analisis
fundamental hanya sedikit memperhatikannya. Apalagi, tidak selalu benar bahwa laba
bersih dan dividen memiliki nilai positif dan bahwa dan kurangnya dividen memiliki
nilai negatif. Faktor apapun bisa positif atau negatif, tergantung dari posisi perusahaan
dan tujuan investor.

Whitman dan Shubik berpendapat bahwa akuntansi harus memberikan informasi


bagi investor cerdas yang cerdas yang tertarik dengan apa yang sebenarnya sedang
terjadi dalam bisnis ini. Investor ini tertarik dengan nilai underlying.

Karena praktik akuntansi konvensional menekankan tingkat pengembalian saat ini


daripada keuntungan jangka panjang, ini mendorong pelaporan keuangan yang tidak
benar. Ada insentif untuk menghasilkan laporan keuangan yang mengandung data
yang menyesatkan, seperti pendapatan terlalu tinggi dan biaya dan kewajiban yang
rendah.

Anda mungkin juga menyukai