Anda di halaman 1dari 11

KERANGKA ACUAN KERJA

(KAK)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) JASA KONSULTANSI GEOLISTRIK KECAMATAN KAUBUN DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU

JASA KONSULTANSI GEOLISTRIK KECAMATAN KAUBUN

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPM DAN PTSP)

KABUPATEN KUTAI TIMUR

TAHUN 2017

P a g e

| 2

I. DISKRIPSI PEKERJAAN

Nama

:

Jasa Konsultasi Geolistrik

Lokasi

:

Kecamatan Kaubun

Pemilik

:

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur

II. LATAR BELAKANG

Dipandang secara umum kondisi di daerah desa tertinggal selain penduduknya hidup dibawah garis kemiskinan, sumber air bersih juga sulit di jumpai. Air permukaan yang biasanya digunakan, pada umumnya air musiman hanya ada pada waktu musim penghujan. Pada musim kemarau umumnya penduduk mengambil kebutuhan airnya Salah satu cara untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih dapat ditempuh dengan membuat sumur bor dalam yang diawali dengan kajian hiderogeologi permukaan dan pendugaan geolistrik(geofisika) di sekitar rencana lokasi titik bor terpilih. Kajian hidrologi dan geofisika ini harus dilakukan secara cermat dengan cara mengevaluasi data pustaka dan lapangan agar penentuan lokasi titik bor tersebut dapat memenuhi harapan yang diinginkan

III. MAKSUD DAN TUJUAN

3.1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Penyedia Barang/Jasa (Konsultan) yang memuat masukan azas kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterprestasikan ke dalam pelaksanaan tugas perencanaan.

3.2. Dengan penugasan ini diharapkan Penyedia Barang/Jasa (Konsultan) dapat melaksanakan tanggung jawabnya baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai Kerangka Acuan Kerja(KAK) ini.

IV. LOKASI KEGIATAN

Lokasi Kegiatan tersebar di 8 desa Kecamatan Kaubun Kabupaten Kutai Timur, yaitu:

a. Desa Bukit Permata

b. Cipta Graha.

c. Bumi jaya

d. Bumi Rapak

e. Bumi Etam

f. Mata Air

g. Kadungan Jaya

h. Pengadan Baru

KAK Konsultansi Perencanaan Geolistrik Kecamatan Kaubun Tahun 2017

P a g e

| 3

V. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA BARANG/JASA

Nama dan Organisasi Pengguna barang/Jasa adalah Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Kutai Timur.

VI. SUMBER DANA

Sumber Dana dari Keseluruhan pekerjaan dibebankan pada dana APBD Kutai Timur Tahun Anggaran 2017.

VII. TATA CARA PENENTUAN TITIK LOKASI PENGEBORAN AIR TANAH

7.1. Kriterian Penentuan

Titik lokasi pengeboran air tanah di desa tertinggal/daerah sulit air harus memenuhi sebagian atau seluruh kriteria berikut:

a. Titik lokasi pengeboran di desa tertinggal yang kekurangan air dan atau daerah sulit air

b. Debit air sumur yang dihasilkan minimal 1 liter/detik atau mempunyai nilai manfaat bagi penduduk sekitarnya.

c. Kualitas air memenuhi persyaratan baku mutu air minum, baik secara alamiah maupun melalui pengolahan sederhana/biaya murah.

d. Kemudahan akses dan kesampaian titk lokasi.

e. Titik lokasi pengeboran dapat dijangkau oleh unit peralatan pengeboran.

f. Titik lokasi pengeboran terletak berdekatan dengan jaringan infrastruktur yang ada, sehingga memudahkan pemeliharaan dan pengamanan sumur.

g. Pembebasan tanah di lokasi pengeboran mudah dilakukan.

h. Jarak antara titik lokasi pengeboran dan sumur bor yang ada di sekitarnya cukup aman, sehingga tidak terjadi saling pengaruh pada penurunan muka air tanah jika dipompa secara bersamaan.

i. Memenuhi persyaratan pembiayaan yang efisien, misalnnya mempertimbangkan jarak titik lokasi pengeboran dengan daerah layanan relative dekat.

VIII. LINGKUP KEGIATAN DAN METODOLOGI

Lingkup kegiatan terdiri atas tiga tahapan utama, yakni Tahap Persiapan, Tahap Kegiatan Lapangan, dan Evaluasi Data dan Pelaporan seperti dalam skema bagan alir berikut.

8.1.Tahap Persiapan.

Penyedia Barang/Jasa (Konsultan) perlu melakukan langkah-langkah utama sebagai berikut:

1. Mempelajari aksebilitas (kemudahan pencapaian lokasi) pada peta topografi skala > 1:250.000 yang ada.

2. Mempelajari peta geologi skala > 1:250.000 yang ada.

3. Mempelajari petahidrologi atau peta potensi air tanah > 1:250.000 yang ada.

KAK Konsultansi Perencanaan Geolistrik Kecamatan Kaubun Tahun 2017

P a g e

| 4

4. Mempelajari jenis akuifer kedalam muka air tanah, kedalam sumur, dan debit/potensi dari sebaran sumur gali, sumur bor dan mata air yang ada di peta hidrologi atau potensi cekungan air tanah yang tersedia.

5. Menentukan rencana daerah prospek untuk penentuan titik lokasi pengeboran di dua atau lebih desa tertinggal /daerah sulit air sesuai dengan permohonan (jika ada) .

8.2. Tahap Kegiatan Lapangan

Penyedia Barang/Jasa (Konsultan) perlu melakukan langkah-langkah utama sebagai berikut:

1. Melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk menyampaikan rencana pelaksanaan tugas di wilayah kecamatan dan Desa serta klarifikasi letak lokasi pengeboran desa tertinggal/daerah sulit air yang telah direncanakan sesuai dengan permohonan (jika ada) .

2. Mengamati kondisi umum daerah penyelidikan antara lain keadaan lembah sungai (kering atau berair), kemiringan lerang, tetumbuhan, pemutakhiran peta dasar/topografi (jika diperluka) dan survey kondisi jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya.

3. Jika di sekitar lokasi dijumpai sumur gali, Penyedia Barang/Jasa (Konsultan) perlu:

a. Mencatat nomor pengamatan, nama pemilik, nama lokasi (desa/kecamatan) dan koordinasi

b. Mencari informasi lisan kepada pemilik sumur atau mengamati dinding sumur untuk mengetahui fluktuasi muka air tanah antara musim hujan dan kemarau.

4. Jika di sekitar lokasi dijumpai sumur bor, Penyedia Barang/Jasa (Konsultan) perlu:

a. Mencatat nomor pengamatan, nama pemilik, nama lokasi (desa/kecamatan) dan koordinasi

b. Mencari informasi lisan kepada pemilik sumur atau mengamati dinding sumur

untuk mengetahui fluktuasi muka air tanah antara musim hujan dan kemarau.

5. Mengumpulkan data curah hujan bulanan dan data pendukung lainnya yang dapat didukung operasional pengeboran.

6. Memiliki dua daerah prospek rencana titik lokasi pengeboran di dalam satu desa.

7. Pendugaan geofisika pada dua daerah prospek dengan jumlah titik duga 1 titik perdaerah. Titik koordinat jelas dan digambarkan dalam peta topografi/lapangan.

8. Menentukan prioritas rencana titik lokasi pengeboran berdasarkan pada telaah data teknis yang telah diperoleh, hasil koordinasi dengan pemda/masyarakat setempat, dan hasil konsultasi dengan pengguna barang/jasa.

8.3. Tahap Evaluasi Data dan Pelaporan.

Penyedia Barang/Jasa (Konsultan) perlu melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Mengolah data geofisika dalam bentuk kurva tahanan jenis atau sifat geofisika yang lain sesuai dengan metodenya.

KAK Konsultansi Perencanaan Geolistrik Kecamatan Kaubun Tahun 2017

P a g e

| 5

b. Hasil evaluasi dan analisis data tersebut harus dikonsultasikan / dipresentasikan dengan tim pengguna Jasa yang ditugaskan pada kegiatan tersebut.

c. Merangkum semua data yang diperoleh untuk membuat Laporan Akhir.

d. Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembuatan Sumur Bor dengan kedalaman yang direkomendasikan dari Laporan penyelidikan Hindrogeologi.

e. Menyusun Desain Engineer Detail (DED) pembuatan Sumur Bor beserta peralatan teknis yang dibutuhkan dan WTP (Water Treatment Plant) beserta fasilitas pendukungnnya seperti Pompa air, Generator Set beserta Rumah Genset, Penampungan Air, perpipaan beserta pondasi penahan penampungan air.

Pelaporan hasil kegiatan dibagi dalam dua tahap, yakni Laporan Sementara dan Laporan Akhir.

Penjelasan

berikut(Tabel I)

isi

dan

jumlah

masing-masing

Laporan

tersebut

disajikan

pada

tabel

No

Jenis Laporan

Keterangan

Jumlah

1

Laporan Pendahuluan

Berisi tentang data yang diperoleh selama Tahap Persiapan

3

2

Laporan Antara

Berisi tentang kemajuan pelaksanaan pekerjaan

3

3

Konsep Laporan Akhir

lokasi rencana pengeboran yang telah dikonsultasikan dengan Pemdes/Pemkec/masyarakat setempat dan Pengguna barang/Jasa. Selain itu laporan juga dilengkapi dengan DED Sumur Bor beserta RAB yang dibutuhkan.

3

4

Laporan Akhir

Merupakan hasil evaluasi dan analisis Penyedia Barang/Jasa (Konsultan) yang telah dikonsultasikan dengan Pengguna Barang/Jasa

3

5

Back Up Laporan Akhir

Berisi seluruh Laporan, disimpan dalam flash disk

3

IX. WAKTU PELAKSANAAN

Waktu pelaksanaan pekerjaan ini sampai diserahkannya Laporan Akhir adalah 2 bulan (60 hari) terhitung sejak penandatanganan SPMK.

X. JADWAL PELAKSANAAN

No Uraian Kegiatan WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN BULAN I BULAN II 1 PERSIAPAN - Pengumpulan Data
No
Uraian Kegiatan
WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN
BULAN I
BULAN II
1
PERSIAPAN
- Pengumpulan Data Sekunder
- Pengurusan Administrasi
- Persiapan Lapangan
- Evaluasi Data Sekunder
2
SURVEY LAPANGAN
- Orientasi Lapangan
- Koordinasi dengan Pemerintah Setempat
- Penyelidikan Hidrogeologi
- Penyelidikan Geolistrik
- Penyusunan Laporan Antara
3
KONSULTASI HASIL LAPANGAN
4
EVALUASI DAN ANALISA DATA

KAK Konsultansi Perencanaan Geolistrik Kecamatan Kaubun Tahun 2017

P a g e

| 6

- Analisa dan Evaluasi data Hidrogeologi dan hasil pengukuran geolistrik. - Penyusunan Draft Laporan 5
- Analisa dan Evaluasi data Hidrogeologi dan
hasil pengukuran geolistrik.
- Penyusunan Draft Laporan
5
KONSULTASI LAPORAN AKHIR
6
LAPORAN AKHIR

XI. KUALIFIKASI PERUSAHAAN

Kualifikasi perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan yang telah berpengalaman

dalam bidang pekerjaan Pengeboran Sumur dalam dan Geolistrik.

XII. TENAGA TERAMPIL YANG DIBUTUHKAN.

NO

JABATAN

JUMLAH

PENGALAMAN

PENDIDIKAN

1

Team Leader (Ahli Muda Geoteknik)

1

Min 5 Tahun Kegiatan Survey/ eksplorasi sumber daya air tanah

Min. S1 Geologi/Tambang/Eksplorasi

2

Ahli Hidrologi (Ahli Muda Plambing dan Pompa Mekanik)

1

Min 5 Tahun Kegiatan Survey/ eksplorasi sumber daya air tanah

Min S1 Teknik Mesin

3

Ahli Geofisika (Ahli Muda Teknik Sumber Daya Air)

1

Min 5 Tahun Kegiatan Survey/ eksplorasi sumber daya air tanah

Min S1 Teknik Sipil

4

Teknisi Hidrogeologi (Pelaksana Pengeboran Air Tanah)

1

Min 5 Tahun Kegiatan Survey/ eksplorasi sumber daya air tanah

Min S1 Teknik Sipil

5

Drafter/Juru Gambar

1

Min 2 Tahun

Min D3 Teknik Sipil

6

Administrasi

1

Min 2 Tahun

Min SLTA/Sederajat

1. Ketua Tim Berpengalaman dalam pekerjaan survey Hidrogeologi dan Geofisika untuk Eksplorasi sumber daya air tanah dan terdaftar sebagai anggota pada Assosiasi Profesi dengan tugas dan tanggung jawab:

a. Bertindak sebagai koordinator tim dan penanggungjawab keseluruhan pelaksanaan pekerjaan survey hidrogeologi dan geofisika secara keseluruhan.

b. Memonitoring pekerjaan dari segi teknis yang berkaitan dengan tanggung jawab dan keahlian dalam bidang survey hidrogeologi dan eksplorasi sumber daya air tanah.

c. Memonitoring pekerjaan dari segi teknis yang berkaitan dengan tanggungjawab dan keahlian dalam bidang survey hidrgeologi dan eksplorasi sumber daya air tanah.

d. Bertindak sebagai penghubung antara anggota tim dan pelaksanaan pekerjaan dan pemberian tugas dan pihak-pihak yang terkait lainnya.

e. Mengkoordinasikan dan menyusun stratergi pelaksanaan pekerjaan pada anggota tim pelaksana pekerjaan.

f. Bertanggung jawab atas survey hidrogeologi dan eksplorasi sumber daya air tanah serta mengkopilasi dan menganalisa semua data yang ada.

g. Melaksanakan pekerjaan dari segi teknis yang berkaitan dengan tanggungjawab dan keahlian masing-masing personil dalam bidang survei hidrogeologi dan eksplorasi sumber daya air tanah.

KAK Konsultansi Perencanaan Geolistrik Kecamatan Kaubun Tahun 2017

P a g e

| 7

h. Melakukan monitoring dan pengawasan kegiatan survey pelaksanaan pekerjaan terkait erat dengan sisi survey hidrogeologi dan eksplorasi sumber daya air tanah.

i. Memberikan saran-saran pada pelaksanaan survey hidrogeologi dan eksplorasi sumber daya air tanah di lapangan.

j. Menyebandingkan data hidrogeologi, jenis batuan dan data geolistrik sehingga didapatkan bagian akuifer yang tebal dan secara hidrogeologi dinilai potensial sebagai titik lokasi pengeboran.

k. Membantu manager proyek dalam penyusunan laporan.

l. Berkoordinasi dengan aparat setempat untuk kelancaran kegiatan survey.

2. Ahli Hidrologi Berpengalaman pernah terlibat dalam pekerjaan survey hidrologi dan eksplorasi sumber daya air tanah dan terdaftar sebagai anggota asosiasi Profesi, dengan tugas dan tanggung jawab:

a. Melakukan analisa dan interprestasi data sekunder

b. Melakukan survey dan pengambilan data primer hidrogeologi di lapangan.

c. Mengkoordinirkan dan memimpin teknisi hidrogeologi dalam kegiatan survey.

d. Mengkompilasi dan menganalisa seluruh data hidrogeologi.

e. Memberikan arahan lokasi pengambilan data pendugaan geolistrik.

f. Memberikan arahan prospek lokasi pemboran dengan disertai stratigrafi litologi, dugaan keterdapatan lapisan aquifer dan penyebarannya.

g. Menyusun peta hidrogeologi daerah penelitian.

h. Membantu Ketua Tim dalam menyebandingkan data hidrogeologi, jenis batuan dan data geoloistrik sehingga didapatkan bagian akuifer yang tebal dan secara hidrogeologi dinilai potensial sebagai titik lokasi pemboran

i. Membantu Ketua Tim dalam menyusun laporan.

3. Ahli Geofisika Berpengalaman pernah terlibat dalam pekerjaan survey geofisika dan eksplorasi sumber daya air tanah dan terdaftar sebagai Anggota Asosiasi Profesi, dengan tugas dan tanggung jawab :

Melakukan analisa dan interpretasi data sekunder

Melakukan survey dan pengambilan data primer geofisika dengan metode geolistrik di lapangan sesuai dengan arahan ahli hidrogeologi

Mengkoordinir dan memimpin teknisi geofisika dalam kegiatan survey

Mengkompilasi dan menganalisa seluruh data geofisika

Menyusun dan menginterpretasi data geolistrik dalam bentuk grafik batas perlapisan berikut dengan sebarannya

Memberikan arahan titik pemboran dengan disertai stratigrafi tahanan jenis dan dugaan keterdapatan lapisan pembawa air

Membantu Ketua tim dalam menytusun laporan

KAK Konsultansi Perencanaan Geolistrik Kecamatan Kaubun Tahun 2017

P a g e

| 8

4. Teknisi Hidrogeologi, Berpengalaman pernah terlibat dalam pekerjaan survey hidrogeologi sebagai teknisi hidrogeologi dan eksplorasi sumber daya air tanah, dengan tugas dan tanggung Jawab :

Mempersiapkan peralatan dan bahan untuk keperluan survey hidrogeologi

Melakukan survei dan pengambilan data hidrogrolodig dengan arahan dari arah hidrogeologi

Mencatat dan menginventarisir semus data dan contoh dari lapangan

Memplot data lapangan kedalam pets.

Membantu Ahli Hidrogeologi dalam menyusun Laporan

5. Drafter Berpengalaman pernah terlibat dalam pekerjaan survey eksplorasi sumber daya air tanah sebagai drafter dengan tugas dan tanggung jawab :

Melakukan plotting ke dalam peta dan pengolahan seluruh data.

Melakukan pemrosesan data untuk penyelesaian laporan.

Melakukan pembuatan peta hidrogeologi sesuai dengan arahan ketua tim

Membantu Ketua Tim dalam penyusunan laporan.

6. Administrasi Berpengalaman pernah terlibat dalam pekerjaan survey eksplorasi sumber daya air tanah sebagai administrasi dengan tugas dan tanggung jawab :

Membantu / menunjang pelaksanaan administrasi kegiatan eksplorasi sumber daya air tanah.

Bertanggung jawab kepada Manajer Proyek.

XIII. BAHAN DAN PERALATAN YANG DIPERLUKAN

Bahan dan peralatan yang diperlukan terutama menyangkut :

1)

Peta topografi skala > 1:50.000 bila tersedia atau < 1:50.000 bila tidak ada;

2)

Peta geologi skala > 1:100.000 bila tersedia atau < 1:100.000 bila tidak ada ;

3)

Peta hidrogeologi skala > 1: 250.000 bila tersedia atau < 1:250.000 bila tidak ada;

4) Peta potensi air tanah skala > 1:100.000 bila tersedia atau < 1:100.000 bila tidak

5)

ada; Citra satelit atau foto udara bila dipandang perlu;

6)

Pengukur daya hantar listrik (Ec-meter);

7)

Palu geologi, kompas geologi, dan pita ukur;

8)

Global Positioning System (GPS);

9) Peralatan geofisika lengkap sesuai dengan metode yang dipakai dan dapat digunakan untuk pendugaan sampai kedalaman 200 m.

KAK Konsultansi Perencanaan Geolistrik Kecamatan Kaubun Tahun 2017

P a g e

| 9

XIII.

PENUTUP Demikian secara ringkas penyusunan KAK ini digunakan untuk :

1) Menjelaskan tujuan dan lingkup jasa konsultansi, keahlian yang diperlukan, lokasi kegiatan, jangka waktu pelaksanaan, jumlah dan sumber dana, dan peralatan yang diperlukan; 2) Acuan dan informasi untuk menyiapkan kelengkapan administrasi, usulan teknis, dan usulan biaya yang akan diajukan Penyedia Barang/jasa (Konsultan);

3)

Acuan dalam evaluasi usulan, klarifikasi dan negosiasi dengan Penyedia Barang/Jasa

4)

(Konsultan) terpilih, sebagai dasar dalam pembuatan kontrak; Acuan evaluasi atas kerja Penyedia Barang/Jasa (Konsultan).

LAMPIRAN

KERANGKA (LAY OUT) LAPORAN AKHIR

PENENTUAN TITIK LOKASI PENGEBORAN AIR TANAH

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Berisi penjelasan perlunya kegiatan penentuan titik lokasi pengeboran air tanah sebagai bagian dari paket kegiatan eksplorasi air tanah di desa tertinggal/daerah sulit air.

1.2. Maksud dan Tujuan Berisi maksud dan tujuan kegiatan penentuan titik lokasi pengeboran air tanah.

1.3. Metode Penyelidikan Berisi uraian tentang metode penyelidikan, termasuk di dalamnya peralatan yang digunakan.

1.4. Pelaksanaan Kegiatan

Berisi

pelaksanaan kegiatan.

daftar

personalia

BAB II KEADAAN UMUM

pelaksana

berikut

rincian

tugasnya,

serta

jadwal

waktu

2.1 Letak dan Kondisi Daerah Penyelidikan Berisi uraian tentang letak (desa, kecamatan, kabupaten/kota,provinsi), kesampaian daerah, dan kondisi infrastruktur (jalan, jembatan, dan fasilitas lain). Letak lokasi daerah penyelidikan diperjelas dengan sajian gambar/peta.

KAK Konsultansi Perencanaan Geolistrik Kecamatan Kaubun Tahun 2017

P a g e

| 10

2.2 Morfologi Berisi uraian tentang kondisi morfologi yang dikaitkan dengan pembentukan air tanah.

2.3 Geologi Berisi uraian tentang jenis dan urut-urutan satuan/formasi batuan serta struktur

geologi,

yang dikaitkan dengan cara keterdapatan air tanah (groundwater occurrence).

2.4 Hidroklimatologi Berisi uraian tentang data iklim yang ada kaitannya dengan pembentukan air tanah,

terutama data curah hujan.

2.5 Penggunaan Lahan Berisi tentang uraian singkat status penggunaan lahan, kalau bisa dalam bentuk peta lahan (tata Guna Tanah).

2.6 Penduduk dan Kebutuhan Akan Air Berisi uraian tentang jumlah penduduk, kondisi social ekonomi, kebutuhan akan air yang diharapkan, dan pemenuhan kebutuhan akan air saat ini.

BAB III HIDROGEOLOGI

3.1. Tinjauan Umum Berisi tentang uraian kondisi hidrogeologi dan atau potensi air tanah di daerah penyelidikan dan sekitarnya berdasarkan data/informasi sekunder yang tersedia.

3.2. Daerah Prospek Berisi uraian tentang hasil pengamatan hidrogeologi dan pendugaan geofisika di dua daerah yang telah direkomendasikan untuk rencana titik lokasi pengeboran.

3.3. Potensi Air Tanah. Berisi tentang uraian potensi air tanah yang diharapkan di daerah prospek, menyangkut penjelasan mengenai kuantitas air tanah (debit sumur), kualitas air tanah untuk air minum, dan jumlah penduduk yang dapat dilayani oleh sumur bor yang akan dibangun.

BAB IV TITIK LOKASI PENGEBORAN AIR TANAH

4.1. Kriteria Pemilihan dan Penentuan Titik Lokasi Pengeboran. Berisi uraian tentang kriterian pemilihan titik lokasi pengeboran berdasarkan evaluasi dan analisis data lapangan, penentuan dua titik lokasi paling menjanjikan, dan penentuan satu titik lokasi terpilih. Uraian dapat diperjelas dengan format matrik/tabel.

4.2. Perencanaan Pengeboran di Titik Lokasi Terpilih Berisi rekomendasi yang terkait dengan rencana pelaksanaan pengeboran air tanah mencakup estimasi kedalaman sumur, kedalaman dan ketebalan akuifer yang dapat

KAK Konsultansi Perencanaan Geolistrik Kecamatan Kaubun Tahun 2017

P a g e

| 11

disadap, debit sumur yang diharapkan, perencanaan konstruksi sumur (conceptual design), dan jenis unit peralatan pengeboran yang digunakan.

BIBLIOGRAFI

LAMPIRAN

1. Peta Titik minatan hidrogeologi.

2. Daftar titik minatan hidrogeologi.

3. Penampang Litologi dan konstruksi sumur bor (data sekunder).

4. Data pengukuran geofisika dan analisisnya.

5. Foto dokumentasi (kegiatan lapangan).

Sanggata,

September 2017

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKm)

Muhammad Yani, S. Hut NIP. 19710503 1992031 1 013

KAK Konsultansi Perencanaan Geolistrik Kecamatan Kaubun Tahun 2017