Anda di halaman 1dari 41

SIDANG I

PEMBACAAN SURAT GUGATAN

Panitera : Majelis Hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon


berdiri.
(Setelah Hakim Ketua duduk, Hakim Ketua Sidang
menganggukkan kepala kepada Hakim Anggota I dan
Hakim Anggota II)
Hadirin dipersilakan duduk kembali.
(Panitera membacakan Grand Story)
Hakim Ketua : Sebelum persidangan dimulai diingatkan kepada semua yang
ada di dalam ruang sidang ini untuk tidak membuat suara-
suara gaduh yang dapat mengganggu jalannya persidangan
dan dimohon untuk menonaktifkan segala alat komunikasi.
Sebelum persidangan dimulai, marilah kita berdoa menurut
agama dan kepercayaan masing-masing agar persidangan
hari ini lancar dan mendapatkan putusan yang seadil-adilnya.
Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing
dipersilahkan.
Berdoa selesai
Hakim Ketua : Sidang Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta yang
memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata
Usaha Negara pada tingkat pertama dengan acara
pemeriksaan biasa dengan nomor register perkara
01/G/2015/PTUN.Y.K antara YUNDARNINGSIH. SN, Spd
sebagai PENGGUGAT melawan KEPALA KANTOR
REGIONAL 1 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
sebagai TERGUGAT, pada hari ini Rabu tanggal 29 Apri
2015 dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum.
(Ketuk palu 3X)
Hakim Ketua : Apakah Penggugat hadir dalam persidangan?

1
KHP : Tidak Majelis Hakim. Tetapi telah mewakilkannya kepada
kami berdasarkan Surat Kuasa Khusus Tertanggal 23
Januari 2009
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Penggugat silahkan Saudara maju untuk
menunjukkan surat izin beracara Saudara dan surat kuasa
khusus tersebut.
Kuasa Hukum Tergugat silahkan maju untuk ikut
memeriksa.
(Kuasa Hukum Penggugat maju menunjukkan surat ijin
beracara dan surat kuasa khusus Kuasa Hukum
Tergugat maju untuk ikut memeriksa dan setelah selesai
Kuasa Hukum Penggugat dan Kuasa Hukum Tergugat
duduk kembali)
Hakim Ketua : Baiklah saya akan memeriksa terlebih dahulu identitas Pihak
Penggugat.
Kuasa Hukum Penggugat sebutkan nama Penggugat?
KHP : YUNDARNINGSIH. SN, Spd
Hakim Ketua : Kewarganegaraan?
KHP : Indonesia
Hakim Ketua : Pekerjaan?
KHP : Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Hakim Ketua : Alamat ?
KHP : Depan Masjid Cendono RT 05 RW 01, Kecamatan
Pandangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kode pos
62162
Hakim Ketua : Baiklah selanjutnya apakah Tergugat hadir pada
persidangan?
KHT : Tidak Majelis Hakim. Tetapi telah mewakilkannya kepada
kami berdasarkan Surat Kuasa Khusus Tertanggal 23
Februari 2009.

2
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat silahkan Saudara maju untuk
menunjukkan surat izin beracara Saudara dan surat kuasa
khusus.
(Kuasa Hukum Tergugat maju menunjukkan surat ijin
beracara dan surat kuasa khusus, Kuasa Hukum
Penggugat maju untuk ikut memeriksa dan setelah
selesai Kuasa Hukum Penggugat dan Kuasa Hukum
Tergugat duduk kembali)
Hakim Ketua : Kepada Kuasa Hukum Tergugat terlebih dahulu saya akan
memeriksa identitas Pihak Tergugat
Kuasa Hukum Tergugat sebutkan nama jabatan Tergugat?
KHT : KEPAL KANTOR REGIONAL 1 BADAN
KEPEGAWAIAN NEGARA
Hakim Ketua : Tempat Kedudukan?
KHT : Jalan Magelang Km. 7,5 Sleman, Yogyakarta
Hakim Ketua : Baiklah agenda persidangan hari ini adalah pembacaan Surat
Gugatan.
Kuasa Hukum Penggugat apakah benar Saudara telah
mengajukan Surat Gugatan ke PTUN Yogyakarta dengan
Nomor 01/G/2015/PTUN.Y.K?
KHP : Benar Majelis Hakim
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah Saudara sudah menerima
salinan surat gugatan?
KHT : Sudah Majelis Hakim
Hakim Ketua : Baiklah persidangan akan dilanjutkan dengan pembacaan
gugatan. Kuasa Hukum Penggugat apakah ada perubahan
terhadap gugatan Saudara?
KHP : Tidak Majelis Hakim
Hakim Ketua : Baiklah. Berdasarkan ketentuan Pasal 74 ayat (1) UU No 5
Tahun 1986 Jo UU No 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata
Usaha Negara, yang menyebutkan bahwa kewenangan
membacakan surat gugatan ada pada Hakim Ketua Sidang.

3
Namun Hakim memerintahkan kepada Saudara Kuasa
Hukum Penggugat untuk membacakan gugatannya
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Penggugat Silahkan dibacakan, Kepada
Kuasa Hukum Tergugat harap disimak baik-baik
(Kuasa Hukum Penggugat membacakan gugatan)
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Penggugat apakah ada yang ingin Saudara
jelaskan dari gugatan Saudara?
KHP : Tidak Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat, apakah saudara akan mengajukan
Jawaban Gugatan?
KHT : Benar Majelis Hakim, kami akan mengajukan jawaban
gugatan. Dan kami sudah siap dengan jawaban gugatannya
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat, harap serahkan Surat Jawaban
Gugatan kepada Majelis Hakim dan salinannya kepada
Kuasa Hukum Penggugat
(Kuasa Hukum Tergugat Menyerahkan Surat Jawaban
Gugatan kepada Majelis Hakim dan Kuasa Hukum
Penggugat)
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apa Saudara akan merubah Jawaban
Gugatan Saudara?
KHT : Tidak Majelis Hakim
Hakim Ketua : Silahkan saudara membacakan Surat Jawaban Gugatan
(Kuasa Hukum Tergugat membacakan Surat Jawaban
gugatan)
Hakim Ketua : Bagaimana Kuasa Hukum Tergugat apa ada yang ingin
Saudara jelaskan dari Jawaban Gugatan Saudara?
KHT : Tidak Majelis Hakim
Hakim Ketua : Bagaimana Kuasa Hukum Penggugat, apakah saudara akan
mengajukan replik?
KHP : Benar Majelis Hakim. Namun kami mohon waktu untuk
menyusunnya.

4
Hakim Ketua : (Majelis Hakim kemudian Bermusyawarah, dan
menentukan satu minggu)
Kuasa Hukum Penggugat apakah satu minggu dari sekarang
cukup untuk menyusun replik?
KHP : Cukup Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Panitera, satu minggu dari sekarang tanggal berapa?
Panitera : Tanggal 6 Mei 2015.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah hari Rabu tanggal 6 Mei
2015 siap untuk hadir dalam persidangan?
KHT : Siap, Majelis Hakim
Hakim Ketua : Sebelum sidang saya tunda, apakah ada hal-hal yang ingin
saudara sampaikan. Bagaimana Kuasa Hukum Penggugat?
KHP : Tidak ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Bagaimana Kuasa Hukum Tergugat?
KHT : Tidak ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Baiklah, untuk memberi kesempatan kepada Kuasa Hukum
Penggugat untuk menyusun Repliknya, maka persidangan
hari ini ditunda dan akan dilanjutkan 1 (satu) minggu yang
akan datang yaitu pada hari Rabu tanggal 6 Mei 2015.
Majelis Hakim memerintahkan kepada para pihak untuk
tetap hadir pada persidangan selanjutnya tanpa harus
dipanggil lagi dan perintah ini berlaku sebagai panggilan
resmi.
Sidang Pada Hari ini ditunda dan ditutup.
(ketuk palu 1x)
Panitera : Majelis Hakim meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon
berdiri.
Hadirin dipersilahkan duduk kembali

5
SIDANG II
REPLIK DAN DUPLIK

Panitera : Majelis Hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon


berdiri.
(Setelah Majelis Hakim duduk, Hakim Ketua Sidang
menganggukkan kepala kepada Hakim Anggota I dan
Hakim Anggota II)
Hadirin dipersilakan duduk kembali.
Hakim ketua : Sidang lanjutan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta
yang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata
Usaha Negara pada tingkat pertama dengan acara
pemeriksaan biasa dengan nomor register perkara
01/G/2015/PTUN.Y.K, , antara YUNDARNINGSIH. SN,
Spd sebagai PENGGUGAT melawan KEPALA KANTOR
REGIONAL 1 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
sebagai TERGUGAT pada hari ini Rabu tanggal 6 Mei
2015 dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum.
( Hakim ketua ketuk palu 1x )
Hakim ketua : Sesuai dengan berita acara persidangan yang lalu, acara
sidang hari ini adalah pembacaan Replik oleh Kuasa Hukum
Penggugat atas Jawaban Gugatan yang diajukan oleh Kuasa
Hukum Tergugat.
Hakim ketua : Kuasa Hukum Penggugat Silahkan Saudara maju untuk
menyerahkan salinan Replik Saudara kepada Majelis Hakim
dan Kuasa Hukum Tergugat
(Kuasa Hukum Penggugat maju menyerahkan salinan
Replik kepada Majelis Hakim dan Kuasa Hukum
Tergugat)
Hakim ketua : Kuasa Hukum Penggugat apakah Saudara akan melakukan
perubahan terhadap Replik Saudara?
KHP : Tidak Majelis Hakim

6
Hakim ketua : Baiklah, kepad Kuasa Hukum Penggugat silahkan dibacakan
dan kepada Kuasa Hukum Tergugat harap disimak baik-baik.
(KHP membacakan repliknya)
Hakim ketua : Kuasa Hukum Penggugat apakah ada yang ingin saudara
jelaskan dari Replik saudara?
KHP : Tidak Majelis Hakim
Hakim ketua : Kuasa Hukum Tergugat apa Saudara mengerti isi Replik
yang telah dibacakan oleh Kuasa Hukum Penggugat?
KHT : Mengerti Majelis Hakim
Hakim ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah Saudara akan mengajukan
Duplik?
KHT : Benar Majelis Hakim. Kami akan menyampaikannya secara
lisan.
Hakim ketua : Kuasa Hukum Tergugat Silahkan sampaikan Duplik
Saudara, Panitera Harap dicatat.
(KHT menyampaikan Dupliknya secara lisan)
Hakim ketua : Baiklah karena agenda penyampaian Replik dan Duplik
telah selesai maka acara persidangan akan dilanjutkan
dengan acara pembuktian.
Setelah mempelajari Gugatan, Jawaban Gugatan, Replik,
dan Duplik, serta tentang segala fakta-fakta hukum yang
terjadi dalam persidangan ini, Majelis Hakim berpendapat
ada satu hal yang harus dibuktikan, yaitu :
Apakah KTUN yang menjadi objek sengketa yang
dikeluarkan oleh tergugat bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan dan AUPB?
Berdasarkan hal tersebut, Majelis Hakim memerintahkan
kepada Kuasa Hukum Penggugat dan Kuasa Hukum
Tergugat untuk menyiapkan alat bukti.
(Majelis Hakim kemudian melakukan musyawarah,
kemudian menentukan waktunya)

7
Hakim ketua : Kuasa Hukum Penggugat apakah satu minggu cukup untuk
menyiapkan alat bukti ?
KHP : Cukup Majelis Hakim
Hakim ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah satu minggu cukup untuk
menyiapkan alat bukti ?
KHT : Cukup Majelis Hakim
Hakim Ketua : bagaimana kuasa hukum penggugat Apakah saudara akan
menghadirkan saksi ahli pada sidang berikutnya?
KHP : Iya majelis hakim, kami akan menghadirkan saksi ahli dalam
bidang hukum HAN dan ahli di bidang kepegawaian
Hakim Ketua : bagaimana kuasa hukum Tergugat Apakah saudara akan
menghadirkan saksi ahli pada sidang berikutnya?
KHT : Tidak majelis hakim
Hakim Ketua : KHP apakah waktu 1 minggu cukup untuk menghadirkan
saksi ahli?
KHP : Cukup Majelis Hakim
Hakim ketua : Panitera satu minggu yang akan datang tanggal berapa?
Panitera : Tanggal 13 Mei 2015
Hakim ketua : Kuasa Hukum Penggugat apakah hari Rabu tanggal 13 Mei
2015 siap untuk hadir dalam persidangan?
KHP : Siap Majelis Hakim
Hakim ketua : Kuasa Hukum Tergugat siap?
KHT : Siap Majelis Hakim
Hakim ketua : Baiklah, untuk memberi kesempatan kepada Para Pihak
untuk menyiapkan alat buktinya maka persidangan hari ini
ditunda dan akan dilanjutkan 1 minggu yang akan datang
yaitu pada hari Rabu tanggal 13 Mei 2015. Dan Majelis
Hakim memerintahkan kepada para pihak untuk tetap hadir
pada persidangan selanjutnya tanpa harus dipanggil lagi dan
perintah ini berlaku sebagai panggilan resmi.
Sidang pada hari ini ditunda dan ditutup
(Hakim Ketua Sidang ketuk palu 1 x)

8
Panitera : Majelis Hakim meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon
berdiri.
Hadirin dipersilahkan duduk kembali

9
SIDANG III
PEMBUKTIAN

Panitera : Majelis Hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon


berdiri.
(Setelah Majelis Hakim duduk, Hakim Ketua Sidang
menganggukkan kepala kepada Hakim Anggota I dan
Hakim Anggota II)
Hadirin dipersilakan duduk kembali.
Hakim Ketua : Sidang lanjutan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta
yang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan sengketa
Tata Usaha Negara pada tingkat pertama dengan acara
pemeriksaan biasa dengan Nomor register perkara
01/G/2015/PTUN.Y.K, , antara YUNDARNINGSIH. SN,
Spd sebagai PENGGUGAT melawan KEPALA KANTOR
REGIONAL 1 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
sebagai TERGUGAT pada hari ini Rabu tanggal 13 Mei
2015 dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum.
( Hakim Ketua ketuk palu 1X )
Hakim Ketua : Sesuai dengan berita acara persidangan yang lalu maka acara
persidangan hari ini adalah pembuktian,
Kuasa Hukum Penggugat apakah sudah siap dengan alat
bukti saudara?
KHP : Siap Majelis Hakim, kami akan mengajukan bukti tertulis
yaitu P-1 s/d P-124 berupa foto copy dan telah bermaterai
cukup, serta 2 orang saksi, yaitu PAULLA MARGARETHA
dan RAFIDA RAHMI I PURI yang mempunyai relevansi
terhadap perkara ini.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Penggugat silahkan Saudara maju untuk
menyerahkan alat bukti surat Saudara kepada Majelis
Hakim.
Kepada Kuasa Hukum Tergugat silahkan Saudara maju
untuk ikut memeriksa.
(Kuasa Hukum Penggugat maju menyerahkan salinan
alat bukti surat kepada Hakim Ketua dengan membawa
aslinya. Kuasa Hukum Tergugat maju untuk ikut

10
memeriksa. Hakim Ketua menanyakan mana alat bukti
surat yang asli dan mana yang salinan.)
Hakim Ketua : Bagaimana dengan Kuasa Hukum Tergugat apakah sudah
siap dengan alat bukti saudara?
KHT : Siap Majelis Hakim, kami akan mengajukan bukti tertulis
yaitu T-1 s/d T-22 berupa foto copy dan telah bermaterai
cukup serta 2 orang saksi, yaitu AULIA AHMED
CHOMEINI dan AZIZ NUR ARIFIN yang mempunyai
relevansi terhadap sengketa ini.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat silahkan Saudara maju untuk
menyerahkan alat bukti surat Saudara kepada Majelis
Hakim.
Kepada Kuasa Hukum Penggugat silahkan Saudara maju
untuk ikut memeriksa.
(Kuasa Hukum Tergugat maju menyerahkan salinan alat
bukti surat kepada Hakim Ketua dengan membawa
aslinya. Kuasa Hukum Penggugat maju untuk ikut
memeriksa. Hakim Ketua menanyakan mana alat bukti
surat yang asli dan mana yang salinan.)
Hakim Ketua : Kepada Kuasa Hukum Penggugat apakah para saksi siap
dihadirkan pada persidangan hari ini?
KHP : Siap Majelis Hakim
Hakim Ketua : Hadirkan saksi ke ruang sidang.
KHP : Petugas hadirkan saksi dari pihak Penggugat PAULLA
MARGARETHA dan RAFIDA RAHMI I PURI ke ruang
sidang
(Petugas Menghadirkan Saksi dari Pihak Penggugat
PAULLA MARGARETHA dan RAFIDA RAHMI I PURI
ke ruang sidang dan saksi dipersilahkan duduk)
Hakim Ketua : Baiklah yang pertama kali dimintai keterangan adalah saksi
1
Hakim Ketua : Kepada saudara saksi 1 apakah Saudara bisa berbahasa
Indonesia?
S-1 P : Bisa Bu Hakim
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat hari ini?
S-1 P : Sehat Bu Hakim
Hakim Ketua : Siap mengikuti sidang hari ini?
S-1 P : Siap

11
Hakim Ketua : Baiklah sebelumnya saya akan memeriksa identitas saudara
terlebih dahulu
Saudara Saksi nama lengkap Saudara?
S-1 P : PAULLA MARGARETHA
Hakim Ketua : Tempat, Tanggal Lahir?
S-1 P : Blora, 12 Juli 1971
Hakim Ketua : Umur?
S-1 P : 44 tahun
Hakim Ketua : Jenis Kelamin?
S-1 P : Perempuan
Hakim Ketua : Kewarganegaraan?
S-1 P : Indonesia
Hakim Ketua : Pekerjaan?
S-1 P : Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Hakim Ketua : Agama?
S-1 P : Islam
Hakim Ketua : Alamat?
S-1 P : Mulyorejo RT 001/RW 001,Kecamatan Cepu, Kabupaten
Blora.

Hakim Ketua : Apa saudara kenal dengan para pihak?


S-1 P : Benar, saya mengenal para pihak.
Hakim Ketua : Apakah ada hubungan darah?
S-1 P : Tidak Bu Hakim.
Hakim Ketua : Hubungan Semenda?
S-1 P : Tidak
Hakim Ketua : Hubungan pekerjaan ?
S-1 P : Tidak Pak
Hakim Ketua : Saudara Saksi Silahkan Saudara maju untuk menunjukkan
tanda pengenal Saudara
(Saksi 1 maju menunjukkan tanda pengenal kepada
Hakim Ketua)
Silahkan Saudara duduk kembali
(Saksi 1 duduk kembali)
Hakim Ketua : Baiklah selanjutnya kepada saudara Saksi 2. apakah Saudara
bisa berbahasa Indonesia?
S-2 P : Bisa Bu Hakim
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat hari ini?
S-2 P : Sehat
Hakim Ketua : Siap mengikuti sidang hari ini?
S-2 P : Siap
Hakim Ketua : Baiklah sebelumnya saya akan memeriksa identitas saudara
terlebih dahulu
Saudara Saksi nama lengkap Saudara?
S-2 P : RAFIDA RAHMI I PURI

12
Hakim Ketua : Tempat, tanggal lahir?
S-2 P : Blora, 23 Maret 1993
Hakim Ketua : Umur saudara?
S-2 P : 22 Tahun
Hakim Ketua : Jenis Kelamin?
S-2 P : Perempuan
Hakim Ketua : Kewarganegaraan?
S-2 P : Indonesia
Hakim Ketua : Pekerjaan?
S-2 P : pelajar
Hakim Ketua : Agama?
S-2 P : Islam
Hakim Ketua : Alamat?
S-2 P : Sidodadi RT 03 RW 06, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora
Hakim Ketua : Apakah Saudara kenal dengan para pihak?
S-2 P : Iya kenal Bu
Hakim Ketua : Apakah ada hubungan darah?
S-2 P : Tidak Bu Hakim.
Hakim Ketua : Hubungan semenda?
S-2 P : Tidak ada
Hakim Ketua : Hubungan pekerjaan ?
S-2 P : Tidak ada Bu
Hakim Ketua : Saudara saksi silahkan Saudara maju untuk menunjukkan
tanda pengenal Saudara
(Saksi 2 maju menunjukkan tanda pengenal kepada
Hakim Ketua)
Silahkan Saudara duduk kembali
(Saksi 2 duduk kembali)
Hakim Ketua : Saudara para saksi, apakah bersedia untuk memberi
keterangan pada persidangan ini?
S-1 & S-2 : Bersedia
Hakim Ketua : Apakah siap untuk di sumpah?
S-1 & S-2 : Siap
Hakim Ketua : Saudara para saksi silakan Saudara berdiri.
Rohaniawan harap untuk membantu mengambil sumpah.
Hakim Anggota II silahkan.
H A II : Baik Hakim Ketua
(Rohaniawan menempatkan diri, Saksi sambil berdiri
mengikuti lafal sumpah yang dibacakan oleh Hakim
Anggota II)
H A II : Saudara saksi ikuti kata-kata saya.
“Demi ALLAH saya bersumpah, bahwa saya sebagai saksi
akan memberikan keterangan yang benar-benarnya, tidak
lain daripada yang sebenarnya”
Hakim Ketua : Kepada para saksi silakan duduk.

13
Para saksi, tadi saudara telah disumpah maka saudara harus
memberikan keterangan yang benar, karena jika tidak
Saudara dapat dikenai sanksi pidana sesuai dengan ketentuan
pasal 242 ayat (1) KUHP karena memberikan keterangan
palsu dibawah sumpah dengan ancaman pidana penjara
paling lama 7 tahun. Apakah saudara mengerti?
S-1 & S-2 : Mengerti Bu.
Hakim Ketua : Baiklah, yang akan diperiksa pertama kali adalah saksi 1.
Kepada saksi 2 silahkan menuggu di luar.
(Petugas masuk dan membawa saksi keluar)
Hakim Ketua : Saudara saksi, apa saudara mengerti kenapa Saudara
dihadirkan pada persidangan hari ini?
S-1 P : Mengerti Bu Hakim. Saya diminta untuk memberikan
keterangan mengenai perilaku penggugat selama mengajar di
SDN 5 Cepu.
Hakim Ketua : Coba jelaskan apa yang saudara ketahui?
S-1 P : Yang saya ketahui, penggugat selama bekerja perilakunya
wajar dan tidak ada yang menyimpang.
Hakim Ketua : Apakah setahu saudara saksi, penggugat ada masalah dan
sikap yang menyimpang ?
S-1 P : Setahu saya, perilaku penggugat baik-baik saja dan tidak ada
perilaku yang menyimpang.
Hakim Ketua : Hakim Anggota I apakah ada pertanyaan?
HAI : Ada Hakim Ketua
Hakim Ketua : Silahkan
HAI : Terimakasih Hakim Ketua
HAI : Saudara saksi, apakah saudara tahu penggugat sudah pensiun
atau belum?
S-1 P : Saya tidak tahu kalau penggugat sudah pensiun atau belum.
HAI : Apakah saudara saksi mengetahui, kalau saudara penggugat
telah diberhentikan dari jabatan guru oleh Bupati?
S-1 P : Saya tidak tahu majelis hakim.
HAI : Cukup Hakim Ketua.
Hakim Ketua : Baiklah, kepada Hakim Anggota II apakah ada pertanyaan?
H A II : Tidak Hakim Ketua
Hakim Ketua : Berdasarkan pasal 90 ayat (1) pertanyaan kepada saksi harus
diajukan melalui Hakim Ketua, akan tetapi dalam
persidangan kali ini pertanyaan kepada saksi dapat diajukan
langsung tanpa melalui Hakim Ketua. Namun apabila

14
pertanyaan yang diajukan tidak ada relevansinya dengan
perkara ini dan terkesan mengulang-ulang pertanyaan, maka
Hakim Ketua akan menghentikan pertanyaan dan meminta
untuk mengganti pertanyaan.
Saudara Kuasa Hukum Penggugat apakah ada pertanyaan?
KHP : Ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Silahkan
KHP : Terimakasih Majelis Hakim
Kepada saudara saksi, apakah saudara mengetahui
penggugat punya masalah atau konflik di sekolah?
S-1 P : Setahu saya tidak ada masalah atau konflik di sekolah
KHP : Apakah ada keluhan dari siswa maupun orang tua siswa
mengenai pengugat?
S-1 P : Setahu saya tidak ada baik dari laporan dari siswa maupun
wali murid
KHP : Apakah saudara saksi mengetahui pernah ada keberatan dari
wali murid, kalau anaknya di ajar oleh pengugat?
S-1 P : Setahu saya tidak ada yang keberatan di ajar oleh pengugat
KHP : Cukup Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Kepada Kuasa Hukum Terggugat apakah ada pertanyaan?
KHT : Tidak Ada Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Baik, kepada Hakim Anggota I apakah masih ada
pertanyaan?
HAI : Tidak Hakim Ketua
Hakim Ketua : Hakim Anggota II apakah masih ada pertanyaan?
H A II : Tidak Hakim Ketua
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Penggugat apakah masih ada pertanyaan?
KHP : Tidak ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah masih ada pertanyaan?
KHT : Tidak ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Saudara saksi 1 untuk sementara keterangan saudara
dianggap cukup. Silakan saudara duduk di kursi di belakang.
Hakim Ketua : Kepada Kuasa Hukum Penggugat apakah Saudara akan
menanggapi keterangan dari saksi 1?
KHP : Semua keterangan saksi kami anggap benar, dan dapat kami
terima.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah Saudara akan menanggapi
keterangan dari saksi 1?
KHT : Benar Majelis Hakim, kami akan menanggapinya
bersama dengan kesimpulan akhir nanti.

15
Hakim Ketua : Baiklah, Kuasa Hukum Penggugat silahkan hadirkan saksi
berikutnya.
KH P : Petugas hadirkan saksi RAFIDA RAHMI I PURI ke ruang
sidang!
(Petugas memanggil saksi dan mengantarkan ke ruang
sidang)
Hakim Ketua : Saudara saksi, apakah saudara mengerti kenapa Saudara
dihadirkan pada persidangan hari ini?
S-2 P : Mengerti Bu Hakim. Saya diminta untuk memberikan
keterangan mengenai perilaku penggugat selama mengajar di
SDN 5 Cepu.
Hakim Ketua : Sejak kapan saksi kenal dengan pengugat ?
S-2 P : Saya kenal dengan pengugat sejak saya sekolah si SDN
Cepu 5
Hakim Ketua : Saksi mulai masuk di SDN Cepu 5 tahun berapa?
S-2 P : Tahun 2003 sampai 2009
Hakim Ketua : Hakim Anggota I apakah ada pertanyaan?
HAI : Tidak ada, Hakim Ketua
Hakim Ketua : Baik, kepada Hakim Anggota II ada pertanyaan?
H A II : Ada Hakim Ketua
Hakim Ketua : Silakan
H A II : Terima kasih
H A II : Saudara saksi, sejak kelas berapa saudara di ajar oleh
pengugat ?
S-2 P : saya di ajar oleh penggugat pada saat saya kelas 1 dan kelas 2
H A II : Bagaimana sikap pengugat sewaktu mengajar saksi?
S-2 P : setau saya Pengugat mengajar dengan baik, tidak telat,
didiplin, tidak kasar, mengingatkan siswa untuk shalat
H A II : Pada saat saksi masuk atau mulai sekolah di SDN 5 Cepu
apakah penggugat sudah mengajar di sana?
S-2 P : Ya pengugat sudah mengajar di SDN cepu 5
H A II : Bagaimanakah sikap dan perilaku pengugat di sekolah apakah
ada yang aneh atau kelainan jiwa?
S-2 P : Setahu saya pengugat normal-normal saja tidak ada kelainan
jiwa
H A II : Apakah saudara saksi mengetahui kalo pengugat ada masalah
dengan kepala sekolah dan guru-guru lain?
S-2 P : Saya tidak tahu
H A II : Cukup Hakim Ketua.
Hakim Ketua : Baik, kepada Kuasa Hukum Penggugat apakah ada
pertanyaan?

16
KHP : Tidak ada Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Baik, kepada Kuasa Hukum Terggugat apakah ada
pertanyaan?
KHT : Ada Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Silahkan.
KHT : Terima kasih.
KHT : Saudara saksi lulus dari SDN 5 Cepu tahun berapa?
S-2 P : Saya lulus Tahun 2009
KHT : Apakah setelah lulus saudara saksi sering main di SDN 5
Cepu?
S-2 P : Iya saya sering main ke SDN 5 Cepu karena rumah saya
dekat
KHT : Apakah saudara saksi tahu kalau penggugat sudah pindah ke
UPTD TK/SD Cepu?
S-2 P : Ya, Saya tahu karena saya sering melihat tergugat FC dan
setelah selesai masuk ke kantor UPTD TK/SD Cepu
KHT : Cukup Majelis Hakim
Hakim Ketua : Baik, kepada Hakim Anggota I apakah masih ada
pertanyaan?
HAI : Tidak Hakim Ketua
Hakim Ketua : Hakim Anggota II apakah masih ada pertanyaan?
H A II : Tidak Hakim Ketua
Hakim Ketua : Kepada Kuasa Hukum Penggugat apakah masih ada
pertanyaan?
KHP : Tidak ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah masih ada pertanyaan?
KHT : Tidak ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Saudara saksi untuk sementara keterangan saudara dianggap
cukup. Silakan saudara duduk di kursi saksi di belakang.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Penggugat apakah Saudara akan menanggapi
keterangan dari saksi 2 ?
KHP : Semua keterangan saksi kami anggap benar, dan dapat kami
terima.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah Saudara akan menanggapi
keterangan dari saksi 2?
KHT : Benar Majelis Hakim, kami akan menanggapinya bersama
dengan kesimpulan akhir nanti.
Hakim Ketua : Baiklah Kepada Kuasa Hukum Tergugat hadirkan saksi
Tergugat 1 & 2
KHT : Petugas hadirkan saksi dari pihak Tergugat AULIA AHMED
CHOMEINI dan AZIZ NUR ARIFIN ke ruang sidang

17
(Petugas Menghadirkan Saksi dari Pihak Penggugat
AULIA AHMED CHOMEINI dan AZIZ NUR ARIFIN
ke ruang sidang dan saksi dipersilahkan duduk)
Hakim Ketua : Baiklah yang pertama kali dimintai keterangan adalah saksi
1
Hakim Ketua : Kepada Saudara saksi apa Saudara bisa berbahasa
Indonesia?
S-1 T : Bisa
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat hari ini?
S-1 T : Sehat
Hakim Ketua : Siap mengikuti persidangan hari ini?
S-1 T : Siap
Hakim Ketua : Baiklah sebelumnya saya akan memeriksa identitas saudara
terlebih dahulu, nama lengkap Saudara?
S-1 T : AULIA AHMED CHOMEINI
Hakim Ketua : Tempat, Tanggal Lahir?
S-1 T : Rembang, 25 Januari 1960
Hakim Ketua : Umur?
S-1 T : 55 tahun
Hakim Ketua : Jenis Kelamin?
S-1 T : Laki-Laki
Hakim Ketua : Kewarganegaraan?
S-1 T : Indonesia
Hakim Ketua : Pekerjaan?
S-1 T : PNS di UPTD TK/SD Cepu
Hakim Ketua : Agama?
S-1 T : Islam
Hakim Ketua : Alamat?
S-1 T : Jalan Karomah No. 4 Karangboyo RT 01 RW 07 Kecamatan
Cepu Kabupaten Blora
Hakim Ketua : Apa saudara kenal dengan para pihak?
S-1 T : Benar, saya mengenal para pihak.
Hakim Ketua : Apakah ada hubungan darah?
S-1 T : Tidak Pak.
Hakim Ketua : Hubungan Semenda?
S-1 T : Tidak
Hakim Ketua : Hubungan pekerjaan ?
S-1 T : Tidak Pak
Hakim Ketua : Saudara saksi silahkan Saudara maju untuk menunjukkan
tanda pengenal Saudara
(Saksi 1 Tergugat maju menunjukkan tanda pengenal
kepada Hakim Ketua)
Silahkan Saudara duduk kembali
(Saksi 1 Tergugat duduk kembali)

18
Hakim Ketua : Baiklah selanjutnya yang akan dimintai keterangan adalah
Saksi II.
Hakim Ketua : kepada saudara saksi, apakah saudara bisa berbahasa
Indonesia?
S-2 T : Bisa
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat hari ini?
S-2 T : Sehat
Hakim Ketua : Siap mengikuti persidangan hari ini?
S-1 T : Siap
Hakim Ketua : Baiklah sebelumnya saya akan memeriksa identitas saudara
terlebih dahulu, nama lengkap Saudara?
S-2 T : AZIZ NUR ARIFIN
Hakim Ketua : Tempat, tanggal lahir?
S-2 T : Blora, 5 Juni 1972
Hakim Ketua : Umur?
S-2 T : 43 Tahun
Hakim Ketua : Jenis Kelamin?
S-2 T : Laki-laki
Hakim Ketua : Kewarganegaraan?
S-2 T : Indonesia
Hakim Ketua : Pekerjaan?
S-2 T : PNS di bagian Kepegawaian Sekertariat Daerah Kabupaten
Blora dan Bertugas di Badan Kepegawaian Daerah (BKD)
Hakim Ketua : Agama?
S-2 T : Islam
Hakim Ketua : Alamat?
S-2 T : Jalan RA Kartini No. 47 C RT 01 RW 02 Kelurahan Kunden
Kecamatan Cepu Kabupaten Blora
Hakim Ketua : Apakah Saudara kenal dengan para pihak?
S-2 T : Iya kenal Pak
Hakim Ketua : Apakah ada hubungan darah?
S-2 T : Tidak Pak.
Hakim Ketua : Hubungan semenda?
S-2 T : Tidak
Hakim Ketua : Hubungan pekerjaan ?
S-2 T : Tidak Pak
Hakim Ketua : Saudara saksi Silahkan Saudara maju untuk menunjukkan
tanda pengenal Saudara
(Saksi 2 Tergugat maju menunjukkan tanda pengenal
kepada Hakim Ketua)
Silahkan Saudara duduk kembali
(Saksi 2 Tergugat duduk kembali)
Hakim Ketua : Kepada para saksi, apakah bersedia untuk memberi
keterangan pada persidangan ini?

19
S-1 & 2 T : Bersedia
Hakim Ketua : Apakah saudara siap untuik disumpah ?
S-1 & 2 T : Siap.
Hakim Ketua : Kepada para saksi silahkan Saudara berdiri. Rohaniawan
harap mempersiapkan diri untuk membantu mengambil
sumpah.
Hakim Anggota I harap dibantu untuk mengambil sumpah.
HAI : Baik Hakim Ketua
(Rohaniawan menempatkan diri, Saksi sambil berdiri
mengikuti lafal sumpah yang dibacakan oleh Hakim
Anggota I)
H A I + S T: 1+2 : Saudara saksi ikuti kata-kata saya.
“Demi ALLAH saya bersumpah, bahwa saya sebagai saksi
akan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya, tidak
lain daripada yang sebenarnya”
Hakim Ketua : Kepada para saksi silakan duduk kembali.
Hakim Ketua : Kepada para saksi, tadi saudara telah disumpah maka
saudara harus memberikan keterangan yang benar, karena
jika tidak Saudara dapat dikenai sanksi pidana sesuai dengan
ketentuan pasal 242 ayat (1) KUHP karena memberikan
keterangan palsu dibawah sumpah dengan ancaman pidana
penjara paling lama 7 tahun. Saudara mengerti?
S-1 & 2 : Mengerti Bu.
Hakim Ketua : Baiklah, yang akan diperiksa pertama kali adalah saksi 1.
Kepada saksi 2 silahkan menuggu di luar.
(Petugas masuk dan membawa saksi keluar)
Hakim Ketua : Saudara saksi, apa saudara mengerti kenapa Saudara
dihadirkan pada persidangan hari ini?
S-1 T : Mengerti. Saya dihadirkan pada persidangan hari ini diminta
oleh TERGUGAT untuk menjadi saksi terkait dengan
gugatan yang diajukan oleh Ibu Yundarningsih
(PENGGUGAT).
Hakim Ketua : Kepada Saudara saksi bekerja di mana dan apa jabatanya?
S-1 T : Saya bekerja di UPTD TK/SD Cepu, posisi saya sebagai
ketua UPTD TK/SD Cepu (atasan langsung Pengugat) sejak
tahun 2010 sampai sekarang
Hakim Ketua : Apakah ketika saksi masuk ke UPTD TK/SD Cepu pengugat
sudah bekerja di sana dan posisi pengguat sebagai apa?

20
S-1 T : Ya, ketika saya masuk pada tahun 2010 Penggugat sudah
bekerja di situ dan posisnya sebagai staf
Hakim Ketua : Apa yang saudara saksi ketahui mengenai riwayat pekerjaan
pengugat sebelumnya?
S-1 T : Sebelum bekerja di UPTD TK/SD Cepu pengugat bekerja
sebagai guru SD dimana menurut kepala sekolah dan guru-
guru ia selalu bikin risu
Hakim Ketua : Apakah sewaktu penggugat bekerja ada sikap atau perilaku
yang aneh?
S-1 T : Penampilan dan kegiatan penggugat sehari-hari berbeda
dengan yang lain dan tidak sesuai dengan PNS, Sikap
penggugat juga berbeda dengan yang lain, ia suka
menyendiri dan penggugat sering keluar masuk kantor tanpa
izin.
Hakim Ketua : Apakah penggugat sering masuk kerja, mengenai absensi
bagaimana?
S-1 T : Kadang masuk kerja, kadang tidak, kalaupun masuk kadang
absen, kadang tidak absen karena absensi masih manual, dan
kalau keluar kantor tanpa pemberitahuan atau izin
Hakim Ketua : Sebagai atasan pengugat apakah saudara saksi pernah
memberikan semacam peringatan atau teguran?
S-1 T : Saya sering memberikan peringatan atau teguran kepada
pengugat, harapanya bisa berubah
Hakim Ketua : Baiklah. Kepada Hakim Anggota I apakah ada pertanyaan?
HAI : Ada Hakim Ketua
Hakim Ketua : Silahkan
HAI : Terima kasih.
HAI : Apakah saksi mengetahui kelahiran pengugat kapan?
S-1 T : Kelahiran pengugat berdasarkan data tanggal 11 januari
1957
HAI : Apa tanggal lahir penggugat pada SK pengangkatan CPNS
sama?
S-1 T : Iya, mulai pengangkatan CPNS sampai pangkat terakhir 3A
tanggal lahirnya sama
HAI : Kapan saksi mengingatkan tergugat akan pensiun?
S-1 T : Tahun 2012 sudah saya ingatkan secara lisan bahwa
pengugat pensiun tahun 2013

HAI : Cukup Hakim Ketua.

21
Hakim Ketua : Baik, kepada Hakim Anggota II apakah ada pertanyaan?
H A II : Ada Hakim Ketua
Hakim Ketua : Silahkan
H A II : Terima kasih.
H A II : Apa dasar sksi memberi tahu pengugat agar mengajukan
usulan pensiun?
S-1 T : Saya berpedonan pada SK terakhir dan data-data yang ada

H A II : Cukup Hakim Ketua.


Hakim Ketua : Baik. Kepada Kuasa Hukum Penggugat apakah ada
pertanyaan?
KHP : Ada Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Silahkan
KHP : Terima kasih.
KHP : Kapan tepatnya saksi memberitahu pengugat?
S-1 T : Tepatnya 17 oktober 2012 sebenarnya januari 2012 sudah di
beritahukan
KHP : Surat pemberitahuan dari BKD disampaikan kepada
pengugat di mana?
S-1 T : Surat dari BKD di beritahukan kepada pengugat di rumah
kakaknya pengugat bernama umi kalsum
KHP : Selanjutnya apa yang saksi lakukan berkaitan dengan usulan
pensiun pengugat tersebut?
S-1 T : Sebelum usul saya menyampaikan kepada BKD dengan
surat bahwa pengugat tidak mau mengajukan usulan
pensiun

KHP : Cukup Majelis Hakim


Hakim Ketua : Kepada Kuasa Hukum Terggugat apakah ada pertanyaan?
KHT : Tidak ada majelis hakim
Hakim Ketua : Baik, kepada Hakim Anggota I apakah masih ada
pertanyaan?
HAI : Tidak Hakim Ketua
Hakim Ketua : Hakim Anggota II apakah masih ada pertanyaan?
H A II : Tidak Hakim Ketua
Hakim Ketua : Kepada Kuasa Hukum Penggugat apakah masih ada
pertanyaan?
KHP : Tidak ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah masih ada pertanyaan?
KHT : Tidak ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Saudara saksi untuk sementara keterangan saudara dianggap
cukup. Silakan saudara duduk di kursi saksi di belakang.

22
Majelis Hakim : Kepada Kuasa Hukum Penggugat apakah Saudara akan
menanggapi keterangan dari saksi 1?
KHP : Benar Majelis Hakim, kami akan menanggapinya bersama
dengan kesimpulan akhir nanti.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah Saudara akan menanggapi
keterangan dari saksi 1?
KHT : Semua keterangan saksi kami anggap benar, dan dapat kami
terima.
Hakim Ketua : Baiklah, Kuasa Hukum Terggugat silahkan hadirkan saksi
berikutnya.
KHT : Petugas hadirkan saksi Yudi Listiono ke ruang sidang!
(Petugas memanggil saksi dan mengantarkan ke ruang
sidang)
Hakim Ketua : Saudara saksi, apakah saudara mengerti kenapa saudara
dihadirkan pada persidangan hari ini?
S-2 T : Mengerti. Saya dihadirkan pada persidangan hari ini diminta
oleh TERGUGAT untuk menjadi saksi terkait dengan
gugatan yang diajukan oleh Ibu Yundarningsih
(PENGGUGAT).
Hakim Ketua : Apakah saksi mengetahui isi surat Yang di kirim BKD ke
UPTD TK/SD cepu?
S-2 T : Surat BKD blora ke UPTD TK/SD cepu mengenai proses
pensiun atau apa saja saya tidak tahu karena bukan tupoksi
aya, bagian mutasi yang tahu
Hakim Ketua : Sebenarnya surat pemberitahuan tersebut di serahkan ke
mana?

S-2 T : Saya ralat surat pemberitahuan kepada pengugat bukan di


serahkan kepada BKD ke UPTD TK/SD cepu tetapi kepada
kepala dinas pendidikan
Hakim Ketua : Apakah saksi mengetahui awal mula atau kronologis
terbitnya surat pemberitahuan tersebut?
S-2 T : Saya tidak mengetahui majelis hakim

Hakim Ketua : Kepada Hakim Anggota I apakah ada pertanyaan?


HAI : Ada Hakim Ketua
Hakim Ketua : Silahkan
HAI : Terima kasih.

23
HAI : Apakah yang saudara ketahui tentang usulan pensiun
pengugat ?
S-2 T : Setahu saya karena karena pengugat tidak mengusulkan
pensiun selanjutnya UPTD TK/SD cepu mengusulkan usulan
tersebut ke BKD kabupaten blora di teruskan ke BKN
HAI : Apakah saudara saksi mengetahui sk bupati blora tersebut
pernah di ubah atau di batalkan?

S-2 T : Sk bupati blora sampai sekarang tidak pernah di ralat atau di


batalkan
HAI : Apakah seorang PNS jika sudah saatnya pensiun tetapi yang
bersangkutan tidak mau mengajukan usulan pensiun tidak di
proses pensiunya?
S-2 T : Setahu saya ada edaran dari BKN jika ada PNS yang sudah
waktunya pensiun yang bersangkutan tidak mau mengajukan
akan dikenaan dengan hormat berdasarkan data data yang
ada

HAI : Cukup Hakim Ketua.


Hakim Ketua : Baik, kepada Hakim Anggota II apakah ada Pertanyaan?
H A II : Ada Hakim Ketua
Hakim Ketua : Silahkan
H A II : Terima kasih.
H A II : Apakah ada laporan kepada bupati sebelum mengambil
keputusan ?
S-2 T : Pada saat bupati blora akan mengambil putusanbahwa
pengugat sering tidak masuk kerja dan sering izin berobat
H A II : Apakah dasar pertimbangan bupati pada saat mau
mengeluarkan SK
S-2 T : Dari hasil tes kesehatan tersebut bupati blora mengambil
sikap yaitu menerbitka SK memberhentikan pengugat dari
guru dan staf

H A II : Cukup Hakim Ketua.


Hakim Ketua : Baik, kepada Kuasa Hukum Penggugat apakah ada
pertanyaan?
KHP : Ada Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Silahkan
KHP : Terima kasih.
KHP : Apakah saksi pernah menerima usulan pensiun tersebut?

24
S-2 T : Saya tidak pernah menerima usulan pensiun karena bukan
tupoksi saya itu tupoksi bagian mutasi yang tahu
KHP : Cukup Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Kepada Kuasa Hukum Terggugat apakah ada pertanyaan?
KHT : Tidak Ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Hakim Anggota I apakah masih ada pertanyaan?
HAI : Tidak Hakim Ketua
Hakim Ketua : Hakim Anggota II apakah masih ada pertanyaan?
H A II : Tidak Hakim Ketua
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Penggugat apakah masih ada pertanyaan?
KHP : Tidak ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah masih ada pertanyaan?
KHT : Tidak ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Saudara saksi untuk sementara keterangan saudara dianggap
cukup. Silakan saudara duduk di kursi saksi di belakang.
Hakim Ketua : Kepada Kuasa Hukum Penggugat apakah Saudara akan
menanggapi keterangan dari saksi 2?
KHP : Benar Majelis Hakim, kami akan menanggapinya bersama
dengan kesimpulan akhir nanti.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah Saudara akan menanggapi
keterangan dari saksi 2 ?
KHT : Semua keterangan saksi kami anggap benar, dan dapat kami
terima.
Hakim Ketua : Baiklah setelah selesainya pemeriksaan para saksi baik dari
pihak Penggugat maupun pihak Tergugat, maka selanjutnya
adalah menghadirkan saksi ahli dari pihak penggugat
Hakim Ketua : saudara KHP apakah saksi ahli siapa dihadirkan kedalam
ruang sidang?
KHP : Petugas hadirkan saksi Ahli kedalam ruang Sidang
(Petugas menghadirkan Ahli ke ruang sidang dan
mempersilahkan duduk di tengah)
Hakim Ketua : Saudara Ahli apakah Saudara bisa berbahasa Indonesia?
Ahli : Bisa
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat hari ini?
Ahli : Sehat
Hakim Ketua : Siap mengikuti sidang hari ini?
Ahli : Siap

25
Hakim Ketua : Baiklah Saudara Ahli sebelumnya saya akan memeriksa
identitas Saudara terlebih dahulu
Saudara Ahli Nama lengkap Saudara?
Ahli : Dr. H. Latif Surya Rahmadan, SH.,M.Hum
Hakim Ketua : Tempat, tanggal lahir?
Ahli : Yogyakarta, 02 Maret 1960
Hakim Ketua : Umur?
Ahli : 50 tahun
Hakim Ketua : Jenis Kelamin?
Ahli : Laki-laki
Hakim Ketua : Kewarganegaraan?
Ahli : Indonesia
Hakim Ketua : Pekerjaan?
Ahli : Dosen di Fakultas Hukum Unsoed dengan mengampu Mata
Kuliah HAN, Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara
dan Hukum Kepegawaian.
Hakim Ketua : Agama?
Ahli : Islam
Hakim Ketua : Pendidikan terakhir Saudara?
Ahli : Doktor/S 3
Hakim Ketua : Alamat?
Ahli : Jalan A. Yani 56 Purwokerto
Hakim Ketua : Saudara Ahli, Saudara kenal dengan para pihak?
Ahli : Tidak
Hakim Ketua : Saudara Ahli, apakah Saudara ada hubungan darah dengan
para pihak?
Ahli : Tidak Hakim Ketua.
Hakim Ketua : Hubungan Semenda?
Ahli : Tidak
Hakim Ketua : Ada hubungan pekerjaan dengan para pihak?
Ahli : Tidak

26
Hakim Ketua : Saudara Ahli silahkan saudara maju untuk menunjukkan
tanda pengenal Saudara
(Ahli Maju menunjukkan tanda pengenal kepada Hakim
Ketua)
Hakim Ketua : Saudara Ahli apakah saudara bersedia dimintai keterangan
pada persidangan ini?
Ahli : Bersedia Hakim Ketua
Hakim Ketua : Saudara Ahli sebelum saudara memberikan keterangan,
saudara akan di disumpah terlebih dahulu sesuai dengan
agama dan kepercayaan saudara?
Apakah Saudara bersedia?
Ahli : Bersedia
Hakim Ketua : Saudara Ahli silahkan Saudara berdiri. Rohaniawan harap
mempersiapkan diri membantu untuk mengambil sumpah.
Hakim Anggota I harap dibantu untuk mengambil sumpah.
HAI : Baik Hakim Ketua
(Rohaniawan menempatkan diri, Saksi sambil berdiri
mengikuti lafal sumpah yang dibacakan oleh Hakim
Anggota I)
HAI : Saudara saksi ikuti kata-kata saya.
“Demi ALLAH saya bersumpah, bahwa saya sebagai ahli
akan memberikan keterangan yang benar dengan ilmu
Pengetahuan dan Keahlian Saya”
Hakim Ketua : Saudara Ahli tadi Saudara telah disumpah maka Saudara
harus memberikan keterangan yang benar, karena jika tidak
saudara dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan pasal
242 ayat (2) KUHP karena memberikan keterangan palsu
dibawah sumpah dengan ancaman pidana penjara paling
lama 9 tahun. Saudara Ahli mengerti?
Ahli : Mengerti Majelis Hakim
Hakim Ketua : Saudara Ahli dalam bidang apa?

27
Ahli : Saya Ahli dalam bidang Hukum Administrasi Negara, dan
Hukum Kepegawaian dan Hukum Acara Peradilan Tata
Usaha Negara
Hakim Ketua : Apa kegiatan Saudara sehari-hari sesuai dengan profesi
Saudara?
Ahli : Saya sebagai dosen pengajar di Fakultas Hukum Universitas
Jenderal Soedirman Purwokerto, yang mengampu mata
kuliah Hukum Administrasi Negara, Hukum Kepegawaian
dan Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara, saya juga
sering diundang sebagai pembicara dalam seminar-seminar,
kemudian saya juga menjadi Staf Ahli dalam Biro Hukum di
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan menjadi Direktur
Pusat Kajian Hukum mengenai Permasalahan Administrasi.
Hakim Ketua : Saudara Ahli, Apakah saudara tahu mengapa saudara
dihadirkan dalam persidangan di sini?
Ahli : Ya Majelis Hakim, saya dihadirkan disini untuk memberikan
keterangan menurut keahlian saya terkait dengan
permasalahan SK Kepala Kantor Regional I Badan
Kepegawaian Negara Nomor : 000166/KEP/BV/23316/14
Hakim Ketua : Saudara Ahli adalah Ahli dalam bidang Hukum
Kepegawaian, Saudara tentunya tahu peraturan yang
mengatur tentang tata cara pemberhentian Dukuh itu diatur
dalam peraturan perundang-undangan apa?
Ahli : Peraturan perundang-undangan yang mengaturnya yaitu UU
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemda, Serta Peraturan
Pemerintah Nomor 76 Tahun 2001 Tentang Pedoman Umum
Pengaturan Mengenai Desa. Sebagai implementasi Asas
Otonomi Daerah dan Asas Desentralisasi. Khususnya di
Kabupaten Sleman diatur dalam Perda Kabupaten Sleman
Nomor 7 Tahun 2000, yang telah diganti melalui Perda
Nomor 6 Tahun 2003 tentang Tata Cara Pencalonan,

28
Pemilihan, Penganagkatan, Pelantikan, dan Pemberhentian
Kepala Dukuh.
Hakim Ketua : Saudara Ahli, harap saudara jelaskan alasan-alasan
Pemberhentian Kepala Dukuh di Kelurahan Jangkang!
Ahli : Berdasarkan Pasal 35 PERDA Sleman Nomor 6 Tahun 2003
Tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kabupaten
Sleman Nomor 7 Tahun 2000 menentukan bahwa seorang
Dukuh berhenti dan dapat diberhentikan oleh Lurah Desa
dengan persetujuan pimpinan BPD karena:
a. Meninggal dunia;
b. Atas permintaan sendiri;
c. Tidak lagi memenuhi syarat dan /atau melanggar
sumpah/ janji;
d. Tidak bisa mempertanggungjawabkan pelaksanaan
tugas kewajibannya kepada Lurah Desa;
e. Berakhir masa jabatannya;
f. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan
ketentuan peraturan perudang-undangan yang
berlaku dan/atau norma yang hidup dan berkembang
dalam masyarakat;
g. Terbukti melakukan tindak pidana dengan ancaman
hukuman penjara minimal 5 (lima) tahun;
Hakim Ketua : Saudara Ahli, harap saudara jelaskan tata-cara
pemberhentian Kepala Dusun?
Ahli : Tata cara pemberhentian Kepala Dusun tergantung dari apa
yang menjadi alasan seseorang Kepala Dusun diberhentikan.
Berdasrkan analisis yang telah saya lakukan, ternyata alasan
yang menjadi dasar dikeluarkannya Surat Keputusan objek
sengketa adalah alasan yang tercantum dalam Pasal 35 huruf
f PERDA Nomor 6 Tahun 2003. Sehingga tata cara atau
prosedurnya dapat saya jelaskan secara singkat sebagai
berikut: pertama, Lurah Desa mengeluarkan “Teguran

29
Lesan”, kemudian apabila teguran lesan tersebut tidak
diindahkan oleh yang bersangkutan, maka tahap kedua
Lurah Desa mengeluarkan Surat Peringatan secara tertulis
sampai tiga kali terlebih dahulu, proses ini kemudian
dilanjutkan tahap yang ketiga yaitu Pemberhentian
Sementara , dan tahap ke empat diakhiri dengan keluarnya
Surat Keputusan Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas
Permintaan Sendiri.
Hakim Ketua : Hakim Anggota I apakah ada pertanyaan?
H AI : Ada Hakim Ketua.
Hakim Ketua : Silahkan.
H AI : Terimakasih Hakim Ketua
HAI : Saudara Ahli, apakah saudara sudah benar-benar
mempelajari dan memahami sengketa antara Penggugat
dengan Tergugat dalam perkara ini ?
Ahli : Ya saya sudah mempelajarinya dengan seksama, serta saya
sudah melakukan investigasi yang cukup.
H AI : Saudara Ahli, tadi saudara katakan bahwa menurut Pasal 35
PERDA Sleman Nomor 6 Tahun 2003 yang menyebutkan
bahwa seorang Dukuh berhenti dan dapat diberhentikan oleh
Lurah Desa dengan persetujuan pimpinan BPD. Lalu terkait
dengan keluarnya Surat Keputusan objek sengketa hal-hal
apa saja yang telah dilakukan oleh Tergugat ?
Ahli : Dari hasil investigsi, saya mendapatkan fakta hukum yaitu
bahwa setelah Tergugat menerima laporan tertulis mengenai
penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan oleh
Penggugat, kemudian Tergugat mengadakan pertemuan
antara perangkat desa dan warga masyarakat serta di hadiri
oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang membahas
adanya penyelewengan tersebut, kemudian setelah
mempertimbangkan semua hal terkait, barulah kemudian
rapat musyawarah mengambil keputuan untuk

30
memberhentikan Penggugat dari jabatannya sebagai Kepala
Dukuh. Kesimpulan tersebut merupakan kesimpulan dari
seluruh peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut, dan
telah mendapatkan persetujuan dari pimpinan BPD.
H AI : Cukup Hakim Ketua.
Hakim Ketua : Hakim Anggota II Apakah ada pertanyaan?
HA II : Tidak ada Hakim Ketua.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Penggugat, Apakah ada pertanyaan?
KHP : Ada Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Silahkan.
KHP : Saudara ahli tadi saudara mengatakan mengenai prosedur
keluarnya Surat Keputusan obyek sengketa, yang diawali
dengan adanya laporan, peringatan, rapat musyawarah di
BPD, hingga sampai keluarnya Surat Keputusan obyek
sengketa. Pertanyaan saya, berdasarkan fakta hokum
ternyata Penggugat belum dilibatkan dalam apa yang
dikatakan sebagai “Rapat Musyawarah di BPD”. Hal ini
menunjukkan adanya cacat prosdural. Bagaimana menurut
pendapat ahli?
Ahli : Menurut saya memang benar, suatu penerbitan KTUN tidak
boleh menimbulkan cacat procedural. Makna procedural
sebentulnya mengandung arti sebagai suatu rangkaian
tahapan yang harus di tempuh sbelum Pejabat TUN
mengambil Keputusan. Berdasarkan fakta hokum dalam
persidangan ini, saya menemukan alat bukti surat T-5, yang
merupakan surat undangan yang ditujukan kepada
Penggugat untuk menghadiri rapat di BPD. Akan tetapi,
fakta hokum lain menunjukkan bahwa Penggugat tidak
menghadiri rapat tersebut. Dari hal tersebut dapat saya
gambarkan bahwa Tergugat telah mencoba menempuh
prosedur yang benar, serta juga dapat dikatakan bahwa
Penggugat justru tidak memanfaatkan kesempatan untuk

31
membela diri. Sehingga sebetulnya Tergugat dapat dikatakan
sebagai pihak yang mematuhi peraturan perundang-
undangan dan AUPB.
KHP : Saudara ahli, berdasarkan keterangan dari Penggugat, dia
tidak menghadiri rapat tersebut karena Penggugat tahu
semua pihak yang hadir dalam rapat tersebut telah
berkonspirasi dan telah mengambil keputusan untuk
memberhentikan Penggugat sebagai kepala Dukuh. Sehingga
Penggugat berpendapat tidak ada artinya lgi menghadiri
rapat yang berkesan memaksakan keputusan sepihak,
padahal belum ada keputusan dari yang berwenang yang
menyatakan bahwa Penggugat bersalah. Menurut pendapat
saya tindakan Tergugat melalui rapat di BPD tersebut, telah
melanggar Asas Umum Pemerintahan yang Baik, yakni asas
larangan berbuat sewenang-wenang dan asas kecermatan.
Bagaimana menurut pendapat ahli?
Ahli : menurut pendapat saya saudara Kuasa Hukum Penggugat
belum memahami kronologis rangkaian kejadian-kejadian
yang berhubungan dengan Surat Keputusan obyek sengketa.
Menurut pendapat saya rapat di BPD yang tidak dihadiri
oleh Penggugat adalah rapat terakhir. Sebetulnya Tergugat
telah menghadiri rapat sebelumnya yang membahas
mengenai klarifikasi dan dalam rapat klarifikasi tersebut
Penggugat telah mengakui semua perbuatan yang telah
dituduhkan kepadanya. Dan terhadap pernyataan Kuasa
Hukum Penggugat bahwa belum ada ptusan Pengadilan yang
menyatakan Penggugat bersalah, hal ini tidak relevan dengan
alasan terbitnya Surat Keputusan obyek sengketa. Perlu
saudara KHP pahami Penggugat diberhentikan karena
dengan alasan Pasal 35 huruf g. sehingga tidak perlu adanya
putusan Pengadilan terlebih dahulu. Jadi menurut pendapat
saya tidak ada AUPB yang dilanggar oleh Tergugat.

32
KHP : Cukup MH
Hakim Ketua :
KHT : Saudara ahli, saudara ahli dalam bidang HAN, dalam HAN
keabsahan suatu KTUN dapat di tinjau dari segi wewenang,
prosedur dan substansi. Saya mohon kepada saudara ahli
untuk menjelaskan hal terebut?
Ahli : Menurut Philipus Hadjon, Utrecht, Indroharto, Ridwan HR
serta ahli-ahli hokum yang lain, keabsahan dapa di tinjau
dari segi kewenagan, prosedur dan substansi. Dari segi
kewenangan, maka KTUN harus dikeluarkan oleh pihak
yang mempunyai wewenang, dan Tergugat adalah pihak
yang berwenang yang berhak mengeluarkan Surat
Keputusan objek sengketa. Yang kedua dari segi prosedur,
seperti sudah yang saya sampaikan tadi proses penerbitan
SK objek sengketa sesuai dengan prosedur. Dan yang ke tiga
dari segi Substansi atau materi, dapat saya jelaskan bahwa di
Dukuh Jangkang telah terjadi krisis kepercayaan masyarakat
terhadap kepemimpinan, kinerja, dan sikap tindak
Penggugat. Sehingga secara substansial telah terpenuhi
unsure sebagaimana di atur dalam Pasal 35 huruf f PERDA
Nomor 6 Tahun 2003.
KHT : saudara ahli, apakah tidak harus menunggu adanya putusan
Pengadilan yang menyatakan Penggugat bersalah, dan
apakah BPD mempunya kewenangan bahwa sikap dan
tindakan Penggugat telah memenuhi unsure Pasal 35 huruf
f?
Ahli : Menurut saya, tidak perlu adanya putusan Pengadilan,
karena yang disangkakan kepada Penggugat bukan karena
Penggugat melakaukan tindak pidana. Dan mengenai apakah
BPD berwenang atau tidak, hal ini tidak perlu di perdebatkan
lagi karena Penggugat sendiri sudah mengakui apa-apa yang
dituduhkan oleh masyarakat.

33
KHT : Saudara ahli, apakah forum rapat BPD mempunyai
kewenangan melakukan klarifikasi seperti halnya lembaga
peradilan yaitu untuk mencari-cari kesalahan seseorang?
Ahli : Terhadap pertanyaan KHT ada dua hal yang perlu saya
sampaikan, pertama bahwa fungsi BPD disamping dalam
bidang legislasi, budgeting, dan controlling, serta kita jangan
lupa bahwa BPD adalah penyalur aspirasi masyarkat
sehingga sudah sepantasnya BPD menampung,
menyalurkan, dan mengklarifikasi apa yang telah
disampaikan oleh masyarakat. Dan yang kedua, sebetulnya
yang disebut sebagai “rapat klarifikasi BPD” secara norma
adat sosiologis pedesaan itu adalah merupakan forum
“rembug desa”. Sehingga BPD haru benar-benar memahami,
menggali nilai-nilai keadilan masyarakat setempat, dan
forum yang berwenang untuk melakukan kegiatan tersebut
adalah forum yang di sebut sebagai “rembug desa”. Dari apa
yang telah saya jelaskan dapat disimpulkan sikap dan
tindakan Tergugat yang menjunjung tinggi AUPB.
KHT : saudara ahli, tadi saudara menyampaikan adanya PERDA
yang mengatur mengenai pemberhentian Kepala Dukuh.
Pertanyaan saya: apakah masih diperlukan lagi peraturan
perundangan sebagai pelaksanaan dari PERDA tersebut?
Ahli : iya tentu, sebagai pelaksanaan dari PERDA tersebut Bupti
telah mengeluarkan Peraturan Bupati Kabupaten Sleman
Nomor 5 Tahun 2006, serta Kepala Desa Widodomartani dan
BPD telah menerbitkan peraturan desa tentang Tata Cara
Pemberhentian Perangkat Desa.
KHT : saudara ahli, apakah kesalahan yang dilakukan oleh
Penggugat harus dijatuhi sanksi Pemberhentian Tetap.
Ahli : Berdasarkan teori Discresionary Principle yang mana
seorang yang memiliki kebebasan untuk menilai, menduga,
dan mempertimbangkan sesuatu. Artinya bahwa salah satu

34
sarana yang memberikan ruang bergerak bagi pejabat atu
badan-badan administrasi Negara untuk melakukan tindakan
tanpa harus terikat sepenuhnya pada undang-undang. Jadi
dalam hal ini Tergugat telah melakukan sesuai dengan teori
ini dengan mempertimbangkan dari keluhan-keluhan
masyarakat terkait dengan kinerja Dukuh dalam
melkasanakan tugas dan wewenangnya. Sehingga
mempertimbangkan hal-hal tersebut Tergugat mempunyai
kewenangn bebas ntuk menjatuhkan sanksi yang tepat yang
akan dijatuhkan terhadap Penggugat.
KHT : saudara ahli, sekarang tiba saatnya saya untuk
menyampaikan hal yang sangat krusial. Dari semua
keterangan yang sudah saudara ahli sampaikan dapat saya
simpulkan bahwa Surat Keputusan objek sengketa baik
secara Yuridis Normative maupun secara Doktrin telah
memenuhi asas Rechtmatigheid. Apakah benar demikian
ahli?!
Ahli : Ya benar. SK objek sengketa tidak bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan dan AUPB.
KHT : Apakah saudara yakin dengan jawaban saudara?
Ahli : Ya sangat yakin!!!
KHT : Cukup Majelis Hakim !!!
Hakim Ketua : Hakim Anggota I apakah masih ada pertanyaan?
HAI : Tidak Hakim Ketua
Hakim Ketua : Hakim Anggota II apakah masih ada pertanyaan?
H A II : Tidak Hakim Ketua
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Penggugat apakah masih ada pertanyaan?
KHP : Tidak ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah masih ada pertanyaan?
KHT : Tidak ada Majelis Hakim
Hakim Ketua : Saudara Ahli untuk sementara keterangan Saudara dianggap
cukup. Silakan Saudara duduk di kursi saksi di belakang.

35
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Penggugat apakah Saudara akan menanggapi
keterangan ahli?
KHP : Benar Majelis Hakim, kami akan menanggapinya bersama
dengan kesimpulan akhir nanti.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat apakah Saudara akan menanggapi
keterangan Ahli?
KHT : Benar Majelis Hakim, kami akan menanggapinya bersama
dengan kesimpulan akhir nanti.
Hakim Ketua : Baiklah karena acara pembuktian telah selesai maka
persidangan yang akan datang akan dilanjutkan dengan acara
Kesimpulan dari para pihak. dan Majelis Hakim
memerintahkan kepada masing-masing pihak untuk
mengajukan kesimpulan pada persidangan yang akan datang.
Kuasa Hukum Penggugat apakah satu minggu cukup untuk
menyiapkan Kesimpulan Saudara?
KHP : Cukup Majelis Hakim
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Tergugat Apakah satu minggu cukup untuk
menyiapkan Kesimpulan Saudara?
KHT : Cukup Majelis Hakim
Hakim Ketua : Panitera satu minggu yang akan datang tanggal berapa?
Panitera : Tanggal 20 Mei 2015 Hakim Ketua.
Hakim Ketua : Baiklah untuk memberikan kesempatan kepada para pihak
untuk menyiapkan kesimpulannya maka sidang hari ini
ditunda dan akan dilanjutkan satu minggu yang akan datang
yaitu pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2015. Dan Majrlis
Hakim memerintahkan Kepada para pihak untuk tetap hadir
pada persidangan selanjutnya tanpa harus dipanggil lagi dan
perintah ini berlaku sebagai panggilan resmi.
Sidang pada hari ini dinyatakan ditunda dan ditutup
(Hakim Ketua sidang mengetuk palu 1 ( satu ) kali)
Panitera : Majelis Hakim meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon
berdiri.

36
Hadirin dipersilahkan duduk kembali

37
SIDANG IV
KESIMPULAN DARI PENGGUGAT DAN TERGUGAT

Panitera : Majelis Hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon


berdiri.
(Setelah Majelis Hakim duduk, Hakim Ketua Sidang
menganggukkan kepala kepada Hakim Anggota I dan
Hakim Anggota II)
Hadirin dipersilakan duduk kembali.
Hakim Ketua : Persidangan lanjutan Pengadilan Tata Usaha Negara
Yogyakarta yang memeriksa, memutus dan menyelesaikan
sengketa tata usaha negara pada tingkat pertama dengan
acara pemeriksaan biasa dengan nomor register perkara
01/G/2015/PTUN.Y.K, antara YUNDARNINGSIH. SN, Spd
sebagai PENGGUGAT melawan KEPALA KANTOR
REGIONAL 1 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
sebagai TERGUGAT pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2015
dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum.
(ketuk palu 1 x)
Hakim Ketua : Baiklah, Sesuai dengan berita acara sidang yang lalu maka
acara persidangan hari ini adalah kesimpulan dari para
pihak.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Penggugat dan Kuasa Hukum Tergugat
silahkan Saudara maju untuk menyerahkan kesimpulan
Saudara kepada Majelis Hakim
(Kuasa Hukum Penggugat dan Kuasa Hukum Tergugat
Maju untuk menyerahkan Kesimpulannnya kepada
Majelis Hakim)
Hakim Ketua : Baiklah, Para Pihak sudah menyerahkan kesimpulannya dan
para pihak menyatakan cukup dan tidak akan mengajukan
sesuatu apapun lagi. Maka Persidangan Selanjutnya adalah

38
Pembacaan Putusan, dan Majelis Hakim akan menyusun
putusannnya terlebih dahulu.
(Majelis Hakim bermusyawarah)
Panitera, satu minggu dari sekarang tanggal berapa?
Panitera : Tanggl 27 Mei 2015 Hakim Ketua.
Hakim Ketua : Kuasa Hukum Penggugat dan Kuasa Hukum Tergugat hari
Rabu tanggl 27 Mei 2015 siap hadir di persidangan?
KHP&KHT : Siap Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Baiklah untuk memberikan kesempatan kepada Majelis
Hakim untuk menyusun putusannya maka sidang hari ini
ditunda dan akan dilanjutkan satu minggu yang akan datang
yaitu pada hari Rabu tanggl 27 Mei 2015. Dan Majelis
Hakim memerintahkan kepada para pihak untuk tetap hadir
pada persidangan selanjutnya tanpa harus dipanggil lagi dan
perintah ini berlaku sebagai panggilan resmi
Sidang pada hari ini dinyatakan ditunda dan ditutup
(Hakim ketua mengetuk palu 1 x)
Panitera : Majelis Hakim meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon
berdiri.
Hadirin dipersilahkan duduk kembali

39
SIDANG V
PEMBACAAN PUTUSAN

Panitera : Majelis Hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon


berdiri.
(Setelah Majelis Hakim duduk, Hakim Ketua Sidang
menganggukkan kepala kepada Hakim Anggota I dan
Hakim Anggota II)
Hadirin dipersilakan duduk kembali.
Hakim Ketua : Sidang lanjutan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta
yang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata
Usaha Negara. Pada tingkat pertama dengan acara
pemeriksaan biasa dengan nomor register perkara
01/G/2015/PTUN.Y.K antara Suwadi Cipto Suharto
sebagai penggugat melawan Kepala Desa Widodomartani
sebagai Tergugat pada hari Rabu tanggl 27 Mei 2015
dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum.
( Ketuk Palu 1 x)
Hakim Ketua : Baiklah. Sesuai dengan berita acara persidangan yang lalu
maka acara persidangan pada hari ini adalah pembacaan
Putusan oleh Majelis Hakim
Kepada Para Pihak dengarkan dan perhatikan baik-baik isi
putusan yang akan dibacakan oleh Majelis Hakim
(Majelis Hakim Membacakan Putusannya)
Hakim Ketua : Demikian Putusan dari Majelis Hakim, sesuai dengan Pasal
123 ayat (1) jo pasal 124 Undang-undang No 5 Tahun 1986
jo Undang-undang No 9 Tahun 2004 Saudara-saudara
mempunyai hak untuk mengajukan upaya hukum dalam
waktu 14 hari setelah putusan dibacakan. Jika dalam waktu
14 hari Saudara-Saudara tidak mengajukan upaya hukum,
maka putusan ini akan mempunyai kekuatan hukum yang
tetap.

40
Bagaimana Saudara Kuasa Hukum Penggugat, apakah
Saudara akan menggunakan hak Saudara?
KHP : Kami menerima putusan Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Bagaimana Kuasa Hukum Tergugat, apakah Saudara akan
menggunakan hak Saudara?
KHT : Kami akan mempertimbangkannya Majelis Hakim
Hakim Ketua : Baiklah, jika Saudara-saudara akan mengajukan upaya
hukum, silahkan Saudara berhubungan dengan bagian
Kepaniteraan.
Sidang Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta dengan
Nomor Register perkara 01/G/2009/PTUN.Y.K antara
Suwadi Cipto Suharto sebagai penggugat melawan Kepala
Desa Widodomartani sebagai Tergugat hari ini kamis tanggal
28 Mei 2009 dinyatakan ditutup.
(Hakim Ketua Ketuk palu 3x)
Panitera : Majelis Hakim meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon
berdiri.
Hadirin dipersilahkan duduk kembali

41