Anda di halaman 1dari 13

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

DITJEN PENYEDIAAN PERUMAHAN

KERANGKA ACUAN KERJA

( KAK )

PEKERJAAN :

PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN MALUKU UTARA I

TAHUN ANGGARAN 2018

SATUAN KERJA NON VERTIKAL TERTENTU (SNVT)

PENYEDIAAN PERUMAHAN PROVINSI MALUKU UTARA


KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN MALUKU UTARA I

KEMENTERIAN/ LEMBAGA : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan


Rakyat

UNIT ESELON I : Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan

PROGRAM : Pengembangan Perumahan

HASIL : Terlaksananya Pembangunan Rumah Susun 1

UNIT ESELON II/ SATKER : Satuan Kerja Non Vertikal tertentu (SNVT)
Penyediaan Perumahan Provinsi Maluku Utara

SASARAN : Tercapainya Pembangunan Rumah Susun yang


tepat mutu dan tepat waktu sesuai yang
dipersyaratkan

KEGIATAN : Tersediaanya rumah layak huni bagi Pekerja

SATUAN UKUR DAN VOLUME : 1 Paket


A. UMUM
1. DASAR HUKUM

a. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;

b. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;

c. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun;

d. Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;

e. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

f. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

g. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

h. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

i. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan


Permukiman;

j. Peraturan Pemerintah No.4/1998 tentang Penyelenggaraan Rumah Susun;

k. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019;

l. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60 Tahun 1992 tentang Persyaratan

Teknis Pembangunan Rumah Susun;

m. Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 21 tahun 2011 tentang Pedoman

Bantuan Pembangunan Rumah Susun Sewa;

n. Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik


Negara/Daerah;

o. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan


antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota;

p. Peraturan Pemerintah Negara Perumahan Rakyat No. 22/PERMEN/M/2008 tentang


Standar Pelayanan Minimal Bidang Perumahan Rakyat;

q. Peraturan Presiden No. 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi


Kementerian Negara Republik Indonesia;

r. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No. 21 tahun 2010 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Kementerian Perumahan Rakyat;
s. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No. 13 tahun 2011 tentang Rencana
Strategis Kementerian Perumahan Rakyat tahun 2010-2014;

t. Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No. 5 tahun 2013 tentang Pedoman Bantuan
Stimulan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh;

u. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No.10 Tahun 2013 tentang Pedoman
Bantuan Pembangunan Rumah susun;

2. LATAR BELAKANG

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia


Tahun 1945 Pasal 28 H ayat (1), bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan
batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta
berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2011
tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman menegaskan bahwa rumah adalah satu
kebutuhan dasar manusia dalam rangka peningkatan dan pemerataan kesejahteraan
rakyat. Saat ini kondisi pemenuhan kebutuhan perumahan di Indonesia masih belum
terealisasi sepenuhnya sebagai akibat dari pertambahan penduduk setiap tahunnya
tidak diimbangi dengan ketersediaan perumahan. Rendahnya kemampuan ekonomi
masyarakat untuk memenuhi kebutuhan papan dan pertumbuhan kebutuhan rumah
baru rata-rata 800 ribu unit per tahun, menyebabkan backlog di bidang perumahan
terus mengalami peningkatan. Sehubungan dengan peningkatan backlog tersebut di
atas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mempunyai sasaran
khusus dalam bidang rumah susun sesuai dengan Rencana Strategis tahun 2015-2019,
yaitu terlaksananya fasilitasi dan stimulasi pembangunan rumah susun, sebanyak
21.285 unit.

Dalam pelaksanaan pembangunan rumah susun, diharapkan mendapat suatu hasil


pembangunan yang sesuai dengan tujuannya baik dari segi mutu dan waktu.
Mengingat kompleksitas permasalahan baik teknis maupun administarsi yang akan
dibangun

Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pembangunan rumah susun antara lain :

1. Diperlukan penentuan typology rumah susun yang sesuai dan dibutuhkan di


lokasi pembangunan;

2. Quality Control untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan;


3. Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi lapangan yang tidak pasti dan
mengatasi kendala terbatasnya waktu pelaksanaan;
4. Laporan (opname) harian, mingguan, dan bulanan yang dirangkum dalam laporan
mingguan dan bulanan pelaksanaan pekerjaan pembangunan diperlukan untuk
memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telah dicapai ;
5. Fungsi manajerial dari manajemen merupakan sistem informasi yang baik untuk
kemajuan pekerjaan.

3. MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN


Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pembangunan Rumah Susun 1 dimaksudkan sebagai
pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Rumah susun sehingga
menghasilkan bangunan Rumah susun yang tepat fungsi, tepat mutu, biaya, serta
tepat waktu sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Sasaran dari pekerjaan Pembangunan Rumah Susun 1 adalah :
1. Terbangunnya Rumah Susun dan perumahan permukiman pada umumnya serta
prasarana penunjang yang dibutuhkan;
2. Tersedianya Rumah Susun yang sesuai dengan budaya dan pola hidup masyarakat
sehingga dapat menjadi contoh yang baik bagi lingkungan, kawasan dan kotanya;
3. Terlaksananya pekerjaan Pembangunan Rumah Susun yang berkualitas, tepat
waktu, tepat mutu, dalam batas biaya yang tersedia serta diselenggarakan secara
tertib.

Sedangkan tujuan Pembangunan Rumah Susun adalah terbangunan rumah susun


beserta prasarana layak fungsi, tepat mutu, biaya dan tepat waktu sesuai dengan
spesifikasi dengan mempertimbangkan budaya dan pola hidup calon penghuni
sehingga menjadi contoh yang baik bagi lingkungan, kawasan dan kotanya.

4. PENGGUNA JASA DAN SUMBER PENDANAAN


Pengguna Jasa adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyediaan Rumah Susun
dan Rumah Khusus, Satuan Kerja Non Vertikal tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan
Provinsi Maluku Utara. Biaya pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Rumah Susun 1 ini
maksimal Rp. 15.700.000.000.- (Lima Belas Milyar Tujuh Ratus Juta Rupiah)
termasuk pajak-pajak yang berlaku, bersumber dari dana APBN Tahun 2018 pada
DIPA Tahun Anggaran 2018 Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan
Perumahan Provinsi Maluku Utara.
5. STANDAR TEKNIS DAN SERTIFIKASI BADAN USAHA
A. PEDOMAN TEKNIS
Pedoman teknis untuk pengawasan pembangunan antara lain ialah:

a. Standar Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan


Gedung, SNI 03 –1726 –2002;

b. Spesifikasi bahan bangunan Indonesia, SNI 03 –6861 –2002;

c. Peraturan umum instalasi listrik (PUIL) tahun 2000.

d. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor


02/PRT/M/2018 tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan
Umum.

B. SERTIFIKASI BADAN USAHA

 Peserta Kualifikasi badan usaha harus memiliki surat ijin usaha jasa
konstruksi (SIUJK) kegiatan usaha Jasa Pelaksana Konstruksi Non Kecil dan
Sertifikat Badan Usaha (SBU) Non Kecil untuk bidang dan sub bidang
sebagai berikut:
Bidang usaha jasa pelaksanaan
BG 002 Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Multi atau Banyak
Hunian Kualifikasi M

MK 002 Jasa Pelaksana Konstruksi Pemasangan Pipa Air (Plumbing)


dalam Bangunan dan Salurannya, Kualifikasi M

EL 010 Jasa Pelaksana Instalasi tenaga Listrik Gedung dan Pabrik,


Kualifikasi M

 Peserta Kualifikasi Badan usaha harus memiliki sertifikat Manajemen Mutu


sebagai berikut :
a. ISO Manajemen mutu 9001 : 2008 dan hasil audit;
b. OHSAS 18001 :2007 atau SMK3 dan hasil audit;
c. ISO Lingkungan 14001 : 2004 dan hasil audit.
6. LINGKUP KEGIATAN

Pembangunan Rumah Susun 1 meliputi Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Struktur,


Pekerjaan arsitektur, Pekerjaan MEP .
lingkup pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Rumah Susun 1 adalah :
1. Menyediakan rencana pelaksanaan pekerjaan yang meliputi tahapan
pelaksanaan pekerjaan dan proses adminstrasinya;
2. Menyediakan tenaga kerja, peralatan, kelengkapan peralatan, bahan
bangunan, informasi lokasi pekerjaan, dana, program Quality
Assurance/Quality Contol dan perlengkapan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3);.
3. Melaksanakan kegiatan pembangunan fisik yang berkuantitas dan
berkualitas sesuai dengan spesifikasi dan dokumen pelaksanaan konstruksi
yang telah di tentukan;
4. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan
konstruksi fisik;
5. Menyusun laporan kemajuan pekerjaan harian, mingguan dan bulanan,
Shop Drawing dan As Build Drawing serta dokumentasi pekerjaan;
6. Memperbaiki cacat atau kerusakan sebelum sebelum serah terima pertama;
7. Menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan hasil pekerjaan.

9. LOKASI KEGIATAN
Lokasi Kegiatan Pembangunan Rumah Susun 1 di Desa Soalaipoh, Kecamatan Kota
Maba Kabupaten Halmahera Timur yang berada di Provinsi Maluku Utara.

10. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Jangka Waktu Pelaksanaan Pembangunan Rumah Susun 1 adalah 240 Hari
kalender terhitung mulai sejak kontak ditandatangani.
11. PERSONIL DAN PERALATAN
Personil inti terdiri dari Tenaga Ahli dan Tenaga Teknis sebagaimana tercantum
pada LDK (Lembar Data Kualifikasi).
Tenaga Ahli yang di butuhkan adalah :

1. Project Manager (1 Org)


Memiliki Pengalaman minimal 10 tahun dalam pembangunan gedung
bertingkat tinggi minimal 3 lantai, memiliki Ijazah Minimal Sarjana Strata (S1)
Teknik Sipil dengan klasifikasi/subklasifikasi (SKA) Ahli Madya Manajemen
Proyek (al 602 + Sertifikat Kepala Pelaksana Bangunan Gedung “ Sertifikat
pelatihan wajib dikeluarkan oleh Institusi Diklat yang terakreditasi oleh
Pemerintah”.

2. Site Manager (1 Orang)


Memiliki Pengalaman minimal 8 tahun dalam pembangunan gedung
bertingkat tinggi minimal 3 lantai, memiliki Ijazah Sarjana Strata (S1) Teknik
Sipil/Arsitektur dengan klasifikasi/subklasifikasi (SKA) Ahli Madya Bangunan
Gedung yang masih berlaku;

3. Site Engineer Struktur (1 Orang)


Memiliki Pengalaman minimal 5 tahun dalam pembangunan gedung
bertingkat tinggi minimal 3 lantai, memiliki Ijazah Sarjana Strata (S1) Teknik
Sipil dengan klasifikasi/subklasifikasi (SKA) Ahli Pratama Bangunan Gedung
yang masih berlaku;

4. Site Engineer Arsitektur (1 Orang)


Memiliki Pengalaman minimal 5 tahun dalam pembangunan gedung
bertingkat tinggi minimal 3 lantai, memiliki Ijazah Sarjana Strata (S1) Teknik
Arsitektur dengan klasifikasi/subklasifikasi (SKA) Ahli Pratama Arsitektur yang
masih berlaku;

5. Site Engineer Mekanikal/Elektrikal (1 Orang)


Memiliki Pengalaman minimal 5 tahun dalam bidang mekanikal/elektrikal
pembangunan gedung bertingkat tinggi minimal 3 lantai, memiliki Ijazah
Sarjana Strata (S1) Teknik Mesin / Teknik Elektro dengan
klasifikasi/subklasifikasi (SKA) Ahli Pratama Mekanikal/ Elektrikal yang masih
berlaku;
6. Quality Control (1 Orang)
Memiliki Pengalaman minimal 5 tahun dalam pembangunan gedung
bertingkat tinggi minimal 3 lantai, memiliki Ijazah Sarjana Strata (S1) Teknik
Teknik Sipil dengan klasifikasi/subklasifikasi (SKA) Ahli Pratama Bangunan
Gedung yang masih berlaku;

7. Quantity Surveyor (1 Orang)


Memiliki Pengalaman minimal 5 tahun dalam pembangunan gedung
bertingkat tinggi minimal 3 lantai, memiliki Ijazah Sarjana Strata (S1) Teknik
Arsitektur/Teknik Sipil dengan klasifikasi/subklasifikasi (SKA) Ahli Pratama
Bangunan Gedung yang masih berlaku;

8. Ahli K3 Konstruksi (1 Orang)


Memiliki Pengalaman minimal 10 tahun dalam pembangunan gedung
bertingkat tinggi minimal 3 lantai, memiliki Ijazah Sarjana Strata (S1) Teknik
Sipil dengan klasifikasi/subklasifikasi (SKA) Ahli Pratama K3 Konstruksi yang
masih berlaku;

Daftar Peralatan Utama minimal yang harus disediakan untuk keperluan pelaksanaan
pekerjaan:
1. Dumptruck, Kapasitas 4 m3 (2 Unit)
2. Steam Hammer, Kapasitas 15 Ton (1 Unit)
3. Mobil Crane (MC), Kapasitas 10 Ton MC (1 Unit)
4. Excavator, Kapasitas Bucket 0,8 M3 (1 Unit)
5. Concrete Vibrator, Kapasitas 10 hp (5 Unit)
6. Diesel Genset, Kapasitas 35 KVA (2 Unit)
7. Truck Mixer, Kapasitas 3 M3 (1 Unit)

12. TANGGUNG JAWAB PENYEDIA JASA


1. Penyedia jasa bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan
pembangunan fisik Rumah Susun 1 sesuai dengan kontrak kerja, spesifikasi
serta dokumen pelaksanaan konstruksi yang telah ditentukan.
2. Penyedia jasa berkewajiban untuk menyerahkan laporan pelaksanaan
pekerjaan Pembangunan Rumah Susun 1 baik laporan mingguan, bulanan,
Shop Drawing dan As Build Drawing serta dokumentasi pekerjaan.
3. Penyedia jasa bertanggung jawab atas ketepatan kualitas dan kuantitas sesuai
standar/peraturan yang berlaku sehingga proyek mencapai hasil dan daya guna
yang seoptimal mungkin serta memenuhi standar teknis yang dapat
dipertanggungjawabkan.
4. Penyedia jasa bertanggung jawab atas ketepatan waktu pembangunan proyek
sesuai dengan batas waktu berlaku yang telah ditetapkan.

13. KELUARAN YANG DIHASILKAN


Keluaran yang diharapkan dalam pelaksanaan Pembangunan Rumah susun
Maluku Utara I adalah :
1. Terbangunnya Rumah Susun 1 yang tepat mutu sesuai dengan standar teknis,
kualitas dan kuantitas yang telah di tentukan.
2. Terbangunnya Rumah Susun 1 tepat waktu sesuai dengan yang direncanakan.
3. Terisinya Buku harian lapangan tentang kemajuan pekerjaan Pembangunan
Rumah Susun 1 setiap hari beserta kendala yang timbul di lapangan.
4. Tersusunnya laporan harian, mingguan dan bulanan mengenai kemajuan
pekerjaan Pembangunan Rumah Susun 1.
5. Tersedianya Shop Drawing pada setiap tahapan pekerjaan yang akan
dilaksanakan.
6. Tersusunnya laporan mengenai rencana perubahan serta penyesuaian
pekerjaan pada PPK.
7. Tersusunnya berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran termin
8. Tersedianya gambar sesuai lapangan (As-built Drawing)
14. PELAPORAN
Laporan yang harus disampaikan kepada pengguna jasa dalam hal ini Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK) Penyedian Rumah Susun 1 adalah :
laporan kemajuan pekerjaan harian, mingguan dan bulanan, Back Up Data, Shop
Drawing dan As Build Drawing serta detail dokumentasi pekerjaan per unit
masing-masing.

15. PENUTUP
Dalam melaksanakan pekerjaan ini, penyedia jasa sepenuhnya bertanggung jawab
kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyediaan Rumah Susun dan Rumah
Khusus, Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan
Provinsi Maluku Utara.

Ternate, Januari 2018

SNVT Penyediaan Perumahan


Provinsi Maluku Utara
PPK. Penyediaan Rumah Susun dan
Rumah khusus

NURYADIN, ST
Nip. 19800921 201101 1 002