Anda di halaman 1dari 6

MEKANISME PERTAHANAN EGO

Mekanisme pertahanan ego adalah strategi psikologis yang dilakukan


seseorang, sekelompok orang, atau bahkan suatu bangsa untuk berhadapan dengan
kenyataan dan mempertahankan citra-diri (Sigmund Freud). Hal tersebut dapat
berupa upaya membentengi impuls masuk ke wilayah kesadaran ataupun
membelokkan impuls sehingga intensitas asli berkurang namun semua mekanisme
pertahanan memiliki tiga ciri persamaan yaitu :
1. beroperasi pada level tak sadar
2. selalu menolak, memalsu atau memutar balikkan kenyataan
3. mengubah persepsi nyata seseorang sehingga stimulus menjadi
kurang mengancam.
Beberapa pengertian mekanisme pertahanan ego menurut beberapa ahli :
1. menurut Wolf, dkk (1990) mekanisme pertahanan diri adalahproses
tidak sadar yang dipakai untuk melindungi diri dari kecemasan (anseitas)
2. menurut Maramis (1999) mekanisme pertahanan ego adalh reaksi
individu terhadap stress yang mengancam perasaan, kemampunan, dan harga
diri individu
3. menurut Soeharto Hoerdjan (1979) mekanisme pertahanan ego
adalah mekanisme khusus yang bertujuan melenyapkan penghayatan
ansietasyang tidak enak
Orang yang sehat biasa menggunakan berbagai mekanisme pertahanan
selama hidupnya. Mekanisme tersebut menjadi patologis bila penggunaannya
secara terus menerus membuat seseorang berperilaku maladaptif sehingga
kesehatan fisik atau mental orang itu turut terpengaruhi. Kegunaan mekanisme
pertahan ego adalah untuk melindungi pikiran / diri / ego dari kecemasan, sanksi
sosial atau untuk menjadi tempat menghindar dari situasi yang tidak sanggup
untuk dihadapi.
Mekanisme pertahanan dilakukan oleh ego sebagai salah satu bagian
dalam struktur kepribadian selain id, dan super ego. Mekanisme tersebut
diperlukan saat impuls-impuls dari id mengalami konflik satu sama lain, atau
impuls itu mengalami konflik dengan nilai dan kepercayaan dalam super ego, atau
bila ada ancaman dari luar yang dihadapi ego. Faktor penyebab perlunya
dilakukan mekanisme pertahanan adalah kecemasan. Bila kecemasan sudah
membuat seseorang merasa sangat terganggu, maka ego perlu menerapkan
mekanisme pertahanan untuk melindungi individu. Rasa bersalah dan malu sering
menyertai perasaan cemas. Kecemasan dirasakan sebagai peningkatan ketegangan
fisik dan mental. Perasaan demikian akan terdorong untuk bertindak defensif
terhadap apa yang dianggap membahayakannya. Penggunaan mekanisme
pertahanan dilakukan dengan membelokan impuls id ke dalam bentuk yang bisa
diterima, atau dengan tanpa disadari menghambat impuls tersebut. Mekanisme
pertahanan ego, yang sering disebut sebagai mekanisme pertahanan mental.
Adapun macam-macam mekanisme pertahanan ego secara terperinci dapat
dijelaskan sebagai berikut :
1. Kompensasi
Proses dimana seseorang memperbaiki penurunan citra diri dengan secara
tegas menonjolkan keistimewaan/kelebihan yang dimilikinya. Biasanya
seorang individutidak memperoleh kepuasan dibidang tertentu tapi
mendapatkan kepuasan di bidang lainnya.
2. Penyangkalan (denial)
Denial adalah mekanisme penolakan terhadap sesuatu yang tidak
menyenangkan. Menyatakan ketidaksetujuan terhadap realitas dengan
mengingkari realitas tersebut. Mekanisme pertahanan ini adalah paling
sederhana dan primitif. Memainkan peran defensif, sama seperti represi. orang
menyangkal untuk melihat atau menerima masalah atau aspek hidup yang
menyulitkan. Denial beroperasi pada taraf preconscius atau conscius
3. Pemindahan (displacement)
Pengalihan emosi yang semula ditujukan pada seseorang / benda lain yang
biasanya netral atau lebih sedikit mengancam dirinya.
4. Disosiasi
Pemisahan suatu kelompok proses mental atau perilaku dari kesadaran
atau identitasnya. salah satu cara menghadapi anxietas adalah dengan
memindahkannya dari objek yang mengancam kepada objek yang lebih aman.
5. Identifikasi (identification)
Proses dimana seseorang untuk menjadi seseorang yang ia kagumi
berupaya dengan mengambil / menirukan pikiran-pikiran, perilaku dan selera
orang tersebut dengan membuatnya menjadi kepribadiannya.
6. Intelektualisasi (intelectualization)
Pengguna logika dan alasan yang berlebihan untuk menghindari
pengalaman yang mengganggu perasaannya.
7. Introjeksi (Introjection)
Suatu jenis identifikasi yang kuat dimana seseorang mengambil dan
melebur nilai-nilai dan kualitas seseorang atau suatu kelompok ke dalam
struktur egonya sendiri, merupakan hati nurani. Mekanisme introyeksi terdiri
dari mengambil alih dan memasukkan nilai-nilai standar orang lain. Misalnya
seorang anak yang mengalami penganiayaan, mengambil alih cara orang
tuanya menanggulangi stress, dan dengan demikian mengabadikan siklus
penganiayaan anak. introyeksi dapat pula positif, bila yang diambil alih adalah
nilai-nilai positif dari orang-orang lain.
8. Proyeksi
Proyeksi adalah mekanisme perilaku dengan menempatkan sifat-sifat batin
sendiri pada obyek diluar diri. Pengalihan buah pikiran atau impuls pada diri
sendiri kepada orang lain terutama keinginan, perasaan emosional dan
motivasi yang tidak dapat ditoleransi. Mengatribusikan pikiran, perasaan, atau
motif yang tidak dapat diterima kepada orang lain. mengatakan bahwa impuls-
impuls ini dimiliki oleh orang lain diluar sana, tidak oleh saya.
9. Rasionalisasi
Rasionalisasi adalah suatu usaha untuk menghindari konflik psikologis
dengan membuat alas an yang masuk akal. Mengemukakan penjelasan yang
tampak logis dan dapat diterima masyarakat untuk menghalalkan
membenarkan impuls, perasaan, perilaku, dan motif yang tidak dapat diterima.
Kadang-kadang orang memproduksi alasan-alasan baik untuk menjelaskan
egonya yang terhantam. rasionalisasi membantu untuk membenarkan berbagai
tingkah laku spesifik dan membantu untuk melemahkan pukulan yang
berkaitan dengan kekecewaaan.
10. Reaksi formasi
Perilaku seseorang yang gagal dalam mencapi tujuan dan kemudian
melebih-lebihkan tujuan lainnya yang bertentangan dengan tujuan awal.
Pengembangan sikap dan pola perilaku yang ia sadari, yang bertentangan
dengan apa yang sebenarnya ia rasakan atau ingin lakukan. Salah satu
pertahanan terhadap impuls yang mengancam adalah secara aktif
mengekspresikan impuls yang bertentangan dengan keinginan yang
mengganggu, orang tidak usah harus menghadapi anxietas yang muncul
seandainya ia menemukan dimensi yang ini (yang tidak dikehendaki) dari
dirinya.
11. Regresi
Kemunduran akibat stres terhadap perilaku dan merupakan ciri khas dari
suatu taraf perkembangan yang lebih dini. Beberapa orang kembali kepada
bentuk tingkah laku yang sudah ditinggalkan. menghadapi stress atau
tantangan besar, individu mungkin sudah berusaha untuk menanggulangi
kecemasan dengan bertingkah laku tidak dewasa atau tak pantas.
12. Represi
Pengesampingan secara tidak sadar tentang pikiran, impuls atau ingatan
yang menyakitkan atau bertentangan, dari kesadaran seseorang; merupakan
pertahanan ego yang primer yang cenderung diperkuat oleh mekanisme lain.
Yang palign dasar di antara mekanisme pertahanan lainnya. suatu cara
pertahanan untuk menyingkirkan dari kesadaran pikiran dan perasaan yang
mengancam. represi terjadi secara tidak disadari.
13. Sublimasi
Penerimaan suatu sasaran pengganti yang mulia artinya dimata masyarakat
untuk suatu dorongan yang mengalami halangan dalam penyalurannya secara
normal. Dari pandangan Freud, banyak kontribusi artistik yang besar
merupakan hasil dari penyaluran energi sosial atau agresif kedalam tingkah
laku kreatif yang diterima secara sosial dan bahkan dikagumi. misalnya
impuls agresif dapat disalurkan menjadi prestasi olahraga.
14. Supresi
Suatu proses yang digolongkan sebagai mekanisme pertahanan tetapi
sebetulnya merupakan analog represi yang disadari, pengesampingan yang
disengaja tentang suatu bahan dari kesadaran seseorang dan kadang-kadang
dapat mengarah pada represi yang berikutnya.

Daftar Pustaka

Club of Psychology. http://psikologiupi.blogspot.com/2008/09/sistem-pertahanan-


ego-yang-wajib-di.html. [online]. diakses tanggal 1 Maret 2009.
Keliat, B.A. 1999. Penatalaksanaan stres. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran -
EGC.

Rizky.http://rizkyp13.multiply.com/journal/item/71/Mekanisme_Pertahanan_Diri.
[online]. diakses tanggal 1 Maret 2009.

Sunnarto. 2004. Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku


Kedokteran - EGC.

Wordpress. http://trescent.wordpress.com/2007/08/15/pertahanan-ego/. [online].


diadkses tanggal 1 Maret 2009.