Anda di halaman 1dari 5

BAB III

METODE KERJA
III.1 Waktu dan tempat
Praktikum morfologi tumbuhan ini di laksanakan pada tanggal 2
November 2016 pada pukul14.00 WITA, bertempat di Laboratorium
Farmakologi dan Fitokimia jurusan farmasi, Fakultas olahraga dan Kesehatan
Universitas Negeri Gorontalo.
III.2 Alat dan Bahan
III.2.1 Alat

Mikroskop Cutter Silet

Air Mineral Pipet Tetes

III.2.2 Bahan

Alkohol 70% Tisu Batang walu

9
Jagung Kumis Kucing

III.3 Cara kerja


III.3.1
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil Pengamatan

NO Sampel Pembesaran Gambar Hasil Ket


literature pengamatan
1 Daun jagung 6x10
(Folium
zeamays)

Daun kumis 6x10


2 kucing
(orthosipon
stamineus)

3 Batang waluh 6x10


(Sechium
edhule)

IV.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil pengamatan tampak danya jaringan-jaringan pada akar, antara


lain epidermis yang biasa di sebut kulit luar, floem atau pembuluh tapis, xylem atau
pembuluh kayu dan epidermis, ini menunjukan bahwa pada akar, batang, dan daun pada
tumbuhan memiliki jaringan di dalamnya. Xylem dan floem disebut jaringan pengangkut
yang terdapat pada berkas ikatan pembuluh. Berkas pembuluh yang bentuknya khas
menghadap ke dalam di sebut xilem. Tumbuhan di antara xilem dan floem terdapat
cambium. Hal ini sesuai dengan pendapat yang di kemukakan oleh Soeprato (1994) Bahwa
tumbuhan memiliki cambium.
Jaringan-jaringan yang terdapat pada tumbuhan di kotil dan monokotil yaitu
tumbuhan dikotil dan akar tunggang bercabang, berkambium, batang tidak bercabang,
pembuluh angkut kolateral tertutup, pada akar pembuluh angkut tersebar. Hal ini sesuai
dengan pendapat yang di kemukakan oleh Kimball(1992)
Xilem dan floem di sebut jaringan pengangkut yang terdapat pada berkas ikatan
pembuluh, berkas pembuluh yang bentuknya khas menghadap ke dalam di sebut xilem.
Tumbuhan di antara xilem dan floem terdapat cambium (Soeprapto,1994)
Jaringan menurut fungsihnya di bedakan menjadi dua yaitu jaringan muda yaitu
meristem dan jaringan dewasa atau permanen (Kimball, 1992)
Jaringan terdiri dari jaringan muda atau meristem, jaringan dasar atau parenkim,
sklerenkim, xilem, dan floem (Brotowidjoyo, 1989).

Organ adalah kumpulan beberapa jaringan untuk melaksanakan fungsi tertentu. Sedangkan
system organ merupakan kumpulan berbagai organ yang bekerja sama melakukan suatu
fungsih tertentu (Brotowijoyo, 1994).
Tumbuhan tingkat tinggi umumnya memiliki organ akar, batang, daun, dan bunga.
Dimana akar berfungsih untuk melekat dan mengambil larutan tanah, batang berfungsih
untuk menegakkan tubuh tumbuhan, sedangkan daun berfungsih untuk proses fotosintesis.
Selain itu juga terdapat bunga yang berfungsi sebagai alat produksi (Parlan, 1995).
Tanaman jagung sebagai tanaman monokotol, yang memiliki ciri-ciri umum yaitu
memiliki akar serabut dan biasanya daun sejajar, jagung mempunyai ciri tumbuh pada
habitatyang lembab seperti di daerah persawahan dan perkebunan. Selain itu jagung
tumbuh hanya pada saan gelap dan memiliki bunga ganda yaitu bunga jantan dan bunga
betina. Bunga betina ini terletak pada ketiag batang dan bunga jantanya tumbuh di ujung
batang dengan bentuk seperti tanaman padi. Bunga betina tanaman jagung ini berbentuk
telur dengan putik yang panjang dengan bercabang dua. Buah yang masak berwarnah puti
atau orange (Solikhin, 2008).
BAB V

PENUTUP

V.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah di lakukan dapat di ketahui bahwa akar,
batang dan daun tumbuhan memiliki jaringan yaitu jaringan meristem, epidermis, kolenkim,
parenkim dan jaringan pengangkut (xilem dan floem). Terdapat xilem dan floem sebagai alat
transportasi tumbuhan pada zat-zat pada tumbuhan pembuluh. Tanaman monokotol dan
dikotil semuanya memiliki xilem dan floem berfungsih sebagai jaringan pengangkut. Pada
tumbuhan juga terdapat jaringan epidermis yang berfungsih untuk melindungi mekanis dan
berperan dalam membatasi transportasi dan pertukaran udara. Jaringan parenkim
berfungsih sebagai jaringan dasar kolenkim berfungsih untuk memperkokoh pada
tumbuhan yang masih mudah, sedangkan klerenkim berfungsih untuk memperkokoh baik
tumbuhan tua maupun tumbuhan mudah.

V.2 Saran
Berdasarkan hasil pengamatan dapat di tarik kesimpulan bahwa di dalam organ
tumbuhan juga terdapat komponen non protoplasmik yang di sebut epidermis pada
jagung(Zea mays), bawang merah (Alium cepa)(, dan batang waluh (Sechium edule). Di
temukan organ tumbuhan.
V.2.1 Saran untuk praktikum
Dalam melakukan praktikum, praktikan harus mengerjakan dengan telitih
dan berhati-hati agar mendapatkan hasil pengamatan dengan sesuai. Praktikan
harus tenang dan tidak rebut saat melakukan praktikum.

V.2.3 Saran untuk laboratorium


Sebaiknya laboratorium farmakognosis di jaga kebersihanya dan
kenyamananya agar praktikum berjalan dengan lancer.

V.2.3 Saran untuk asisten


Di harapkan untuk asisten agar lebih mengawasi dan membimbing
praktikum terutama yang belum tahu cara menggunakan mikroskop.