Anda di halaman 1dari 1

Operasi Elektif

Pada kasus elektif tujuan dari evaluasi pre-operatif adalah untuk mengoptimalkan fungsi tiroid
dan memmastikan kadar hormone tiroid normal. Carbimazole merupakan obat pilihan utama disamping
propylthiouracil dan methimazole. Meskipun begitu carbimazole meningkatkan vaskularisasi kelenjar
tiroid sehingga meningkatkan risiko perdarahan ketika operasi. Selain itu carbimazole menurunkan jumlah
leukosit yang dapat meningkatkan risiko infeksi post operatif. Kalium iodide juga dapat digunakan untuk
menormalkan kadar hormone tiroid, tetapi mmemakan waktu cukup lama sekitar 4-6 minggu. Β-blocker
sering digunakan bersamaan carbimazole untuk menstabilkan kardiovaskular. Kegagalan untuk
menormalkan fungsi tiroid dapat meningkatkan risiko pembiusan terjadinya koplikasi atrial fibrilasi,
hipertensi dan badai tiroid.

Operasi Emergensi

Pada kasus emergensi, diperlukan preparasi secara cepat dengan Β-blocker, korikosteroid, obat
anti tiroid dan iodine. Penggunaan Β-blocker harus memperimbangkan potensi risiko memperberat gagal
jantung kongestif, bronkospasme pada PPOK dan hipoglikemia pada pasien diabetes.

Perioperatif

Penggunaan rutin glikopirolat dan atropine sebagai premedikasi pada bedah tiroid sangat
bermanfaat karena mengurangi sekresi jalan nafas dan sebagai test untuk menilai kecukupan terapi. Pre
Oksigenasi 100% memberikan waktu lebih untuk manajemmen jalan nafas.

Manajemen airway

Agen anestesi dan relaksan otot menyebabkan relaksasi otot jalan nafas dan obstruksi jalan nafas.