Anda di halaman 1dari 2

Universitas Sriwijaya 158

Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PUSRI-II


Periode 1 Juni 2015 – 15 Juli 2015

Feed :
CH4
CO2
CO katalis
Ar
N2 Thermocouple 1
H2
H2O
Thermocouple 2

Thermocouple 3

Output:

CH4
Keterangan : H2
= Alummina Ball N2
Ar
= Katalis NiO (Tampak atas) H2O

Gambar. Alat Methanator


Universitas Sriwijaya 158
Laporan Kerja Praktek Unit Operasi PUSRI-II
Periode 1 Juni 2015 – 15 Juli 2015

Reaksi metanasi pada alat metanator berlangsung dalam suatu fixed bed
reactor, yang mana gas sintesa akan masuk dari atas reaktor dan keluar lewat
bawah reaktor. Reaktor ini sangat sesuai untuk reaksi gas dalam skala besar tanpa
pengaduk. Pada reaktor ini digunakan katalis yaitu Nikel Okside (NiO). Reaktor
tipe fixed bed ini sama dengan tipe packed bed yang termasuk dalam kelompok
reaktor tipe tubular reaktor. Reaksi yang terjadi pada metanator :
CO(g) + 3H2(g) CH4(g) + H2O + Q
CO2(g) + 4H2(g) CH4(g) + 2H2O + Q
Proses terakumulasinya gas sintesa dalam reaktor diawali dengan
masuknya gas sintesa dari atas reaktor lalu melewati Alummina Ball, Alummina
Ball ini berfungsi untuk penyebaran gas secara merata dibagian atas reaktor
sebelum gas melewati katalis. Alummina Ball juga berfungsi sebagai penyangga
katalis, berada di bagian atas dan bawah reaktor.
Pada metanator terdapat tiga bed katalis tempat reaksi berlangsung. Tiap
bed memiliki masing-masing satu thermocouple untuk mengetahui temperatur
setiap bed. Suhu pada bed ini akan lebih tinggi daripada suhu pada saat gas sintesa
melewati daerah Top. Apabila tidak terjadi peningkatan temperatur atau
penurunan temperatur pada katalis di suatu bed, berarti katalis pada bed tersebut
mengalami masalah dan harus dilakukan tindakan secepatnya agar metanator
dapat berfungsi dengan baik.