Anda di halaman 1dari 18

TUGAS AKHIR

UJIAN KOMPETENSI KEJURUAN

VIDEO BUMPER

“ PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DUNIA PENDIDIKAN “

OLEH:

LUKITA NANDA PUTRI

12-144-025-8

BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMASI

KOMPETENSI KEAHLIAN MULTI MEDIA

SMK ASYSYIFA’ PUNGGING

2017/2018
ABTRAK

1. Pendidikan
Dalam dunia pendidikan, terdapat dua istilah yang hampir sama bentuknya, yaitu
paedagogie dan paedagogiek. Paedagogie artinya pendidikan, sedangkan paedagogiek
berarti ilmu pendidikan.Pedagogik atau ilmu pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang
menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik. Pedagogik berasal dari
kata Yunani paedagogia yang berarti “pergaulan dengan anak-anak”1[2]
Dengan kata lain, pendidikan merupakan suatu aktivitas untuk mengembangkan
seluruh aspek kepribadian manusia yang berjalan seumur hidup. Sebagaimana yang
diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia, beliau mengatakan
bahwa “Pendidikan adalah upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter),
pikiran (intelek) dan jasmani anak didik.”
Lebih jelasnya, berikut akan dipaparkan mengenai pengertian pendidikan menurut
para ahli:
- Soegarda Poerbakawatja dalam “Ensiklopedi Pendidikan” menguraikan pengertian
pendidikan sebagai “semua perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan
pengetahuannya, pengalamanya, kecakapannya serta keterampilannya kepada generasi muda,
sebagai usaha menyiapkannya agar dapat memenuhi fungsi hidupnya, baik jasmaniah
maupun rohaniah”.2[3]
- Menurut Sully, “Pendidikan ialah menyucikan tenaga tabi’at anak-anak, supaya dapat hidup
berbudi luhur, berbadan sehat serta berbahagia”.
- Herbert Spencer mengungkapkan bahawa, “pendidikan ialah menyiapkan manusia, supaya
hidup dengan kehidupan yang sempurna”.3[4]
Dari beberapa definisi diatas, maka pendidikan dapat difahami sebagai bentuk aktivitas dan
usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi
pribadinya, baik pribadi rohani (pikir, rasa, karsa, cipta dan budi nurani) maupun jasmaninya
(panca indera dan keterampilan-keterampilan).

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “PENDIDIKAN KARAKTER DALAM
DUNIA PENDIDIKAN”

Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian PENDIDIKAN KARAKTER DALAM


DUNIA PENDIDIKAN atau yang lebih khususnya membahas penerapan quantum learning,
karakteristik sertas perspektif quantum leraning dalam islam Diharapkan Makalah ini dapat
memberikan informasi kepada kita semua tentang quantum learning.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha kita. Amin.

Tugas akhir ini dibuat dengan harapan agar dapat membantu kita untuk mengenal dunia
pendidikan . Dengan selesainya karya tugas akhir ini , ucapan terima kasih disampaikan
Kepada

1. Allah SWT
2. Orang Tua ynag telah memberi dukungan secara moral dan material
3. Bapak H. M. Supadi S Pd. Selaku kepala sekolah SMKS ASYSYIFA’
4. Bapak M. Syukri Ghozali S.E,S.KOM. Ketua kompetensi keahlian Multimedia
5. Bapak Adhe Yudha Prasetya S.Pd. Selaku guru pembimbing
6. Rekan-rekan yang telah mendukung dalam proses pembuatan tugas ini. Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Mojokerto, 20 Februari 2018

DARTAR ISI
Halaman Judul…………………………………………………...……….i
Abtrak……………………………………………………………………..i
Kata Pengantar…………………………………………………………..ii
Daftar Isi………………………………………………………………....iii
Judul tugas Akhir…………………………………………………………1
Narasi/Sinopsis……………………………………………………………1
Story board………………………………………………………………..2
Langka Kerja……………………………………………………………..12
Keterangan………………………………………………………………..13
Alat ………………………………………………………………………14
Tim Pendukung ………………………………………………………...15
Rincian…………………………………………………………………….16
Penutup …………………………………………………………………...17
4
A. JUDUL TUGAS AKHIR
Video Bamper “PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DUNIA PENDIDIKAN”

B. NARASI / SINOPSIS
Pendidikan pada hakikatnya adalah upaya secara sadar dari manusia untuk meningkatkan
kualitas seutuhnya, seimbang antara jasmani dan rohani yang berbudi pekerti luhur, terampil,
cerdas dan bertanggung jawab kepada Islam, masyarakat dan bangsa.
Dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, pada Bab II, pasal 3 juga dijelaskan
bahwa “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Berdasarkan pernyataan di atas dapat kita ketahui bahwa pada dasarnya tujuan dari
sebuah pendidikan ada 2, yaitu membantu manusia untuk menjadi cerdas dan pintar (smart),
dan membantu mereka menjadi manusia yang baik (good).
Menjadikan manusia cerdas dan pintar, bisa jadi mudah melakukannya, tetapi
menjadikan manusia agar menjadi orang yang baik dan bijak, tampaknya jauh lebih sulit atau
bahkan sangat sulit.Dengan demikian, sangat wajar apabila dikatakan bahwa problem moral
merupakan persoalan akut atau penyakit kronis yang mengiringi kehidupan manusia kapan
dan di mana pun.
Sebagaimana yang kita ketahui, akhir-akhir ini telah terjadi berbagai macam
peristiwa negatif di kalangan anak bangsa yang menunjukkan adanya dekadensi moral.
Adanya kejadian-kejadian seperti pembunuhan, kekerasan, pemerkosaan, penggunaan obat-
obatan terlarang dan sejumlah kejahatan lainnya menunjukkan bahwa bangsa kita sedang
mengalami krisis moral.
Kenyataan tentang akutnya problem moral inilah yang kemudian menempatkan
pentingnya penyelengaraan pendidikan karakter. Untuk itulah kemudian mulai tahun
2001/2002 pendidikan karakter yang pada waktu itu lebih dikenal dengan sebutan pendidikan
budi pekerti secara formal mulai dilaksanakan di seluruh jalur dan jenjang pendidikan dengan
harapan bahwa proses menjadikan manusia yang tidak hanya pintar (smart) melainkan juga
baik (good) bisa dapat terwujud. Secara informal pendidikan karakter sebenarnya sudah
ditanamkan lebih awal/dini, bahkan sejak seorang anak baru dilahirkan.Salah satu contoh
5
mengumandangkan adzan ditelinga kanan dan iqamah ditelinga kiri pada saat bayi
baru lahir
sudah menunjukkan adanya penanaman pendidikan karakter. Idealnya penanaman pendidikan
karakter yang dimulai sejak dini ini akan mampu mencetak manusia-manusia yang berbudi
pekerti luhur. Namun pada kenyataannya saat ini kita masih banyak menyaksikan tindakan-
tindakan amoral yang telah dilakukan oleh anak bangsa.
Untuk itulah kita perlu menyadari bahwa proses pembentukan manusia yang
seutuhnya (smart and good) merupakan hal yang tidak mudah dan tidak bisa didapat secara
instan. Hal ini membutukan partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak (baik keluarga,
sekolah dan masyarakat) agar pendidikan karakter bisa terlaksana dengan baik dan membawa
hasil sesuai harapan bersama.
Menurunnya kualitas moral dalam kehidupan manusia Indonesia dewasa ini,
terutama di kalangan siswa, menuntut sekolah dituntut memainkan peran dan
tanggungjawabnya untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai yang baik dan
membantu para siswa membentuk dan membangun karakter mereka dengan nilai-nilai yang
baik.Pendidikan karakter diarahkan untuk memberikan tekanan pada nilai-nilai tertentu
seperti rasa hormat, tanggungjawab, jujur, peduli, dan adil serta membantu siswa untuk
memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka
sendiri.
Pemahaman terhadap konsep pendidikan karakter dan model-model penyampaian
pendidikan karakter merupakan dua hal penting untuk dikaji guna dijadikan sebagai dasar dan
referensi dalam membantu keberhasilan terlaksananya pendidikan karakter bagi anak
bangsa.Berdasarkan hal tersebut, penulis bermaksud untuk membahas tentang Konsep dan
Model-Model Pendidikan Karakter.
6
PERINCIAN
Biaya Shoting : Rp. 100.000,00
Biaya Editing : Rp. 75.000,00

Biaya Pendukung
1. DVD Rp. 50.000,00
2. DVD CASH Rp. 40.000,00
3. COVER DVD Rp. 15.000,00
4. COVER BOX Rp. 30.000,00
5. KERTAS COVER Rp. 20.000,00
6. HARGA JUAL Rp. 200.000,00
Jumlah Rp. 355.000,00

16
PENUTUP

Kesimpulan

Pendidikan karakter ialah upaya sadar dan sungguh-sungguh dari seorang guru untuk
mengajarkan nilai-nilai kepada para siswanya. Dan individu yang berkarakter baik ialah
individu yang berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya,
sesama, lingkungan, bangsa dan negara serta dunia internasional pada umumnya dengan
mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya
Konsep pendidikan karakter dapat dilihat dari berbagai aspek diantaranya:
1. Konsep pendidikan karakter menurut adat dan budaya di Indonesia
2. Konsep pendidikan karakter menurut Islam
3. Konsep pendidikan karakter pada masa sekarang
Untuk mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah terdapat empat tawaran
model penerapan, yaitu:
1. Model otonomi dengan menempatkan pendidikan karakter sebagai mata pelajaran tersendiri,
2. Model integrasi dengan menyatukan nilai-nilai dan karakter-karakter yang akan dibentuk
dalam setiap mata pelajaran,
3. Model ekstrakurikuler melalui sebuah kegiatan tambahan yang berorintasi pembinaan
karakter siswa, dan
4. Model kolaborasi dengan menggabungkan ketiga model tersebut dalam seluruh kegiatan
sekolah.

17