Anda di halaman 1dari 7

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gelombang elektromagnetik adalah bentuk gelombang energi yang


memiliki medan listrik dan medan magnet. Gelombang elektromagnetik berbeda
dari gelombang mekanik karena gelombang elektromagnetik dapat mengirimkan
energi dan berjalan melalui ruang hampa. Cahaya merupakan gelombang
elektromagnetik sebagaimana gelombang radio atau sinar-X. Masing-masing
memiliki penggunaan yang berbeda meskipun keduanya secara fisika
menggambarkan gejala yang serupa, yaitu gejala gelombang, lebih khusus lagi
gelombang elektromagnetik. Salah satu penemuan monumental adalah teknologi
X-ray yang ditemukan secara kebetulan.
Sinar-X ditemukan oleh Wilhelm Conrad Rontgen seorang berkebangsaan
Jerman pada tahun 1895. Penemuanya diilhami dari hasil percobaan percobaan
sebelumnya antara lain dari J.J Thomson mengenai tabung katoda dan Heinrich
Hertz tentang foto listrik. Kedua percobaan tersebut mengamati gerak elektron
yang keluar dari katoda menuju ke anoda yang berada dalam tabung kaca yang
hampa udara. Roentgen memperlihatkan bahwa layar fluorescent di lab mulai
bersinar ketika berkas elektron dihidupkan. Tanggapan ini sendiri tidak begitu
mengejutkan karena bahan fluorescent biasanya bersinar sebagai reaksi terhadap
radiasi elektromagnetik, tapi tabung Roentgen dikelilingi oleh karton hitam tebal.
Roentgen menduga hal ini akan menahan sebagian besar radiasi.
Roentgen menempatkan berbagai objek antara tabung dan layar, dan layar masih
bersinar. Akhirnya, ia meletakkan tangannya di depan tabung, dan melihat siluet
tulangnya diproyeksikan ke layar neon. Segera setelah menemukan sinar-X
sendiri, ia telah menemukan aplikasi yang paling bermanfaat bagi manusia.
Penemuan luar biasa Roentgen merupakan salah satu kemajuan medis
yang paling penting dalam sejarah manusia. Teknologi X-ray memungkinkan
dokter melihat langsung melalui jaringan manusia untuk memeriksa patah tulang,
gigi berlubang dan benda-benda yang tertelan dengan mudah. Modifikasi prosedur
X-ray dapat digunakan untuk memeriksa jaringan lunak, seperti paru-paru,
pembuluh darah atau usus.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan sinar X ?
2. Bagaimana prinsip kerja X-Ray ?
3. Bagaimana komponen tabung sinar X ?
4. Bagaimana spektrum sinar X ?
II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sinar X
X-Ray atau sinar-X pada dasarnya hal yang sama seperti sinar cahaya
tampak. Sinar X merupakan suatu gelombang elektromagnetik dengan panjang
gelombang yang cenderung sangat pendek, akan tetapi memiliki energi yang
sangat besar. Sinar X juga mempunyai daya tembus yang sangat tinggi. Selain itu,
sinar X juga memiliki kemampuan mengionisasi atom dari materi yang dilewati,
selanjutnya menjadikan sebagai salah satu bentuk radiasi elektromagnetik.
Perbedaan antara sinar-X dan sinar cahaya tampak adalah tingkat energi foton
individual. Hal ini juga dinyatakan sebagai panjang gelombang sinar.
Foton cahaya tampak dan foton sinar-X dihasilkan oleh pergerakan
elektron dalam atom. Elektron menempati tingkat energi yang berbeda, atau
orbital, di sekitar inti atom. Ketika elektron turun ke orbital yang lebih rendah
menyebabkan pelepasan energi, energi ekstra ini dalam bentuk foton. Tingkat
energi foton tergantung pada seberapa jauh elektron turun antara orbital.
Ketika foton bertabrakan dengan atom lain, atom dapat menyerap energi
foton dengan meningkatkan elektron ke tingkat yang lebih tinggi. Agar hal ini
terjadi, tingkat energi foton harus sesuai dengan perbedaan energi antara dua
posisi elektron. Jika tidak, foton tidak dapat menggeser
elektron antara orbital.
Atom yang membentuk jaringan tubuh manusia
menyerap foton cahaya tampak dengan sangat baik.
Tingkat energi foton cocok dengan berbagai perbedaan
energi antara posisi elektron. Gelombang radio tidak
memiliki cukup energi untuk memindahkan elektron
antara orbital dalam atom yang lebih besar, sehingga
mereka melewati sebagian besar benda. Foton sinar-X
juga melewati banyak benda, tapi untuk alasan yang
berlawanan: foton x-ray memiliki terlalu banyak
energi.
Sinar X mempunyai ukuran panjang mulai dari 0,01 sampai 10 nanometer
dengan frekuensi mulai dari 30 petaHertz sampai 30 exaHertz dan mempunyai
energi mulai dari 120 elektroVolt hingga 120 kilo elektroVolt. Kemampuan sinar
X menembuh bahan sering kali dimanfaatkan pada bidang medis, seperti dalam
ranah Radiologi Diagnostik.

2.2 Prinsip Kerja X-Ray


Bagian utama dari mesin sinar-X adalah sepasang elektrode, yaitu katode
dan anode, yang ditempatkan dalam sebuah tabung kaca yang divakumkan. Arus
listrik pada mesin pemancar sinar-X dilewatkan melalui filamen ini sehingga
filamen tersebut menjadi panas. Akibatnya, elektron-elektron terpancar dari
permukaan filamen tersebut. Anode yang bermuatan positif, dibuat dari bahan
tungsten berbentuk lingkaran datar, menarik elektron-elektron tersebut
membentuk berkas elektron dari katode ke anode dalam tabung.
Antara katode dan anode diberi beda potensial yang sangat besar, sehingga
berkas elektron mengalir dalam tabung dengan energi yang sangat tinggi. Ketika
elektron berenergi tinggi ini menumbuk atom tungsten di anode, sebuah elektron
yang berada pada orbit yang relatif rendah dari atom tungsten tersebut akan
terlempar meninggalkan tempatnya. Elektron lain yang berada di orbit yang lebih
tinggi akan segera jatuh mengisi tempat kosong di orbital yang lebih rendah yang
telah ditinggalkan elektron. Karena elektron jatuh dari orbital yang lebih tinggi ke
orbital yang lebih rendah, maka dalam proses ini akan dilepaskan foton. pada
peristiwa ini, elektron yang jatuh tersebut berasal dari tingkat energi yang jauh
lebih tinggi, sehingga foton yang dihasilkan juga merupakan foton dengan energi
yang cukup tinggi, yaitu foton-foton sinar-X.

Sumber gambar: HowStuffWorks


Elektron yang bebas juga dapat menghasilkan foton tanpa menumbuk
sebuah atom. Hal ini terjadi karena sebuah inti atom yang menarik elektron yang
bergerak bebas akan menyebabkan elektron yang bergerak tersebut akan
mengalami perlambatan. Perlambatan atau pengurangan kecepatan tersebut terjadi
dengan cara yang cukup cepat. Perubahan kecepatan ini akan menyebabkan
dilepaskannya energi dalam bentuk foton
sinar-X.
Peristiwa tumbukan yang sangat kuat
dalam proses pembentukan sinar-X akan
menimbulkan panas. Untuk menghindari
terjadinya pelelehan pada anode akibat panas
ini, pada mesin pemancar sinar-X terdapat
sebuah motor yang memutar anode. Dengan
demikian, berkas elektron tidak selalu
menumbuk bagian anode yang sama. Selain
itu dalam mesin juga terdapat minyak
pendingin yang berfungsi menyerap panas.
Sumber gambar: HowStuffWorks
Di sekeliling alat penghasil sinar-X ini, dipasangi sebuah penghalang tebal
dari bahan timbal. Ini untuk menjaga agar sinar-X tidak keluar memancar ke
segala arah. Untuk menyalurkan berkas sinar-X yang dihasilkan, dibuat sebuah
lubang kecil di bagian lapisan penghalang tersebut. Sebelum sinar-X ini mengenai
tubuh pasien yang akan difoto, sinar-X ini akan melewati sejumlah penyaring
(filter) sesuai dengan kebutuhan.

2.3 Komponen Tabung Sinar X

Tabung sinar-X adalah ruang hampa yang terbuat dari kaca tahan panas
yang merupakan tempat sinar-X diproduksi. Tabung sinar x adalah komponen
yang utama yang terdapat pada pesawat sinar-x. Adapun komponen-komponen
utama tabung sinar x adalah :
a. Katoda
Katoda terbuat dari nikel murni dimana celah antara 2 batang katoda disisipi
kawat pijar (filamen) yang menjadi sumber elektron pada tabung sinar-X. Filamen
terbuat dari kawat wolfram (tungsten) digulung dalam bentuk spiral. Bagian yang
mengubah energi kinetik elektron yang berasal dari katoda adalah sekeping logam
wolfram yang ditanan pada permukaan anoda. Arus yang diberikan pada tabung
sinar-X dalam kisaran milliamper (mA) berfungsi untuk memijarkan filamen
sehingga terbentuk awan elektron pada filamen. Selanjutnya beda potensial dalam
kisaran KiloVoltage (KV) berfungsi memberikan energi kinetik pada elektron-
elektron tersebut.

b. Anoda
Anoda atau elektroda positif biasa juga disebut sebagai target jadi anoda disini
berfungsi sebagai tempat tumbukan elektron. Ada 2 macam anoda yaitu anoda
diam dan anoda putar. Anoda angel (sudut anoda) adalah sudut pada permukaan
bidang target yang dapat dijadikan pusat sumbu sinar yang terbentuk pada bidang
atau area terbentuknya sinar-x.
Optimal anoda angle bergantung pada aplikasi klinis pemeriksaan :
1. Small anoda angle 7-9 derajat digunakan untuk ukuran objek pemeriksaan yang
membutuhkan small field-of-view (FOV) image reseptor contohnya pada pesawat
sinar-x untuk cineradiography dan pesawat angiographic dimana pada pesawat ini
ada keterbatasan image intensifier (II) diameter hanya maksimal 23 cm.
2. Large anoda angle 12-15 derajat digunakan untuk general radiographic

c. Foccusing cup
Fucusing cup ini sebenarnya terdapat pada katoda yang berfungsi sebagai alat
untuk mengarahkan elektron secara konvergen ke target agar elektron tidak
terpancar ke mana-mana.

d. Rotor atau stator


Rotor atau stator ini terdapat pada bagian anoda yang berfungsi sebagai alat untuk
memutar anoda. Rotor atau stator ini hanya terdapat pada tabung sinar x yang
menggunakan anoda putar.

e. glass metal envalope (vacum tube)


Glass metal envalope atau vacum tube adalah tabung yang gunanya membukus
komponen-komponen penghasil sinar x agar menjadi vacum atau kata lainnya
menjadikannya ruangan hampa udara.

f. Oil
Oil ini adalah komponen yang cukup penting ditabung sinar x karena s aat
elektron-elektron menabrak target pada anoda, energi kinetik elekron yang
berubah menjadi sinar-X hanyalah ≤ 1% selebihnya berubah menjadi panas
mencapai 2000 0C, jadi disinalah peran oil sebagai pendingin tabung sinar x.

g. Window
Window atau jendela adalah tempat keluarx sinar x . window terletak di bagian
bawah tabung . tabung bagian bawah di buat lebih tipis dari tabung bagian atas hal
ini di karenakn agar sinar x dapat keluar .

2.4 Spektrum Sinar X


Berkas sinar-x yang dihasilkan oleh sebuah sumber dapat terdiri atas dua
jenis spektrum, yaitu spetrum kontinyus (polikhromatik) dan spektrum diskrit
(monokhromatik).
Spektrum kontinyus sinar-x timbul akibat adanya pengereman elektron-
elektron yang berenergi kinetik tinggi oleh anoda. Pada saat terjadi pengereman
tersebut, sebagian dari energi kinetiknya diubah menjadi sinar-x. Proses
pengereman ini dapat berlangsung baik secara tiba-tiba ataupun secara perlahan-
lahan, sehingga energi sinar-x yang dihasilkannya akan memiliki rentang energi
yang sangat lebar
Sinar-x yang lebih bermanfaat dan sering digunakan dalam setiap kegiatan
eksperimen adalah sinar-x. Sinar-x monokhromatik (sinar-x karakteristik) ini
timbul akibat adanya proses transisi eksitasi elektron di dalam anoda. Sinar-x ini
timbul secara tumpang tindih dengan spektrum bremstrahlung. Disamping
panjang gelombangnya yang monokhromatik, inensitas sinar-x monokhromatik
ini jauh lebih besar dari pada intensitas sinar-x bremstrahlung. Nilai l sinar-x
karakteristik ini tidak bergantung pada besarnya tegangan tinggi yang digunakan,
tetapi ia hanya bergantung pada jenis bahan anoda yang digunakan.
III. PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Sinar X adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang sejenis dengan


gelombang radio, panas, cahaya sinar ultraviolet, tetapi mempunyai panjang
gelombang yang sangat pendek sehingga dapat menembus benda-benda. Sinar-x
ditemukan pertamakali oleh Roentgen pada tahun 1895.
2. Untuk Prinsipnya bagian utama dari mesin sinar-X adalah sepasang elektrode,
yaitu katode dan anode, yang ditempatkan dalam sebuah tabung kaca yang
divakumkan. Katode terbuat dari sebuah filamen yang dipanaskan, seperti yang
biasa ditemukan pada lampu pijar model lama.Antara katode dan anode diberi
beda potensial yang sangat besar, sehingga berkas elektron mengalir dalam tabung
dengan energi yang sangat tinggi.
3. Tabung sinar-X adalah ruang hampa yang terbuat dari kaca tahan panas yang
merupakan tempat sinar-X diproduksi. Tabung sinar x adalah komponen yang
utama yang terdapat pada pesawat sinar-x. Komponen-komponen utama tabung
sinar x terdiri dari Katoda / elektroda negatif (sumber elektron), Anoda / elektroda
positif (acceleration potential), Focusing cup , Rotor atau stator (target Device),
glass metal envalope (vacum tube), Oil dan Window.
4. Berkas sinar-x yang dihasilkan oleh sebuah sumber dapat terdiri atas dua jenis
spektrum, yaitu spetrum kontinyus (polikhromatik) dan spektrum diskrit
(monokhromatik).

B. Daftar Pustaka
http://ilmuradiologi.blogspot.co.id/2011/03/tabung-sinar-x.html
http://libratama.com/pengertian-dan-pembentukan-sinar-x/
http://www.carakukerja.com/2015/03/cara-kerja-rontgen-atau-x-ray.html
http://iyammungil.blogspot.co.id/2013/03/sinar-x-sifat-difraksi-spektrum-sinar-
x.html
https://amateur-physics.blogspot.co.id/2015/02/foto-rontgen-dan-cara-kerja-sinar-
x.html
Suyatno, Ferry, 2008, Aplikasi Radiasi Sinar-X Di Bidang Kedokteran Untuk
Menunjang Kesehatan Masyarakat, Seminar Nasional IV SDM Teknologi
Nuklir, ISSN:1978-0176.