Anda di halaman 1dari 6

TUGAS DESAIN SAMPEL

KETENTUAN:

- Dikerjakan sesuai dengan jawaban/cara hipotesis yang dicontohkan dari Pak Djoko
- Setiap nomor berarti ada 3 yang perlu dijawab yaitu: rumus besar sampel, perhitungan dan
hasilnya, kesimpulan.
- Dikerjakan dengan diketik, Margin 3333
- Dikumpulkan Kamis maksimal jam 09.00 (sebelum kelas Desain Sampel), 15 Maret 2018

- CONTOH JAWABAN/HIPOTESIS DARI PAK JOKO

#Jawaban Soal
a. Data : yg tercantum, dalam soal

b. Hipotesis :

 H nol : = ( tidak ada perbedaan / tidak ada hubungan / tidak ada


pengaruh )
 H penelitian : tergantung pertanyaan soalnya , bila :

1.> ( semakin baik/ besar / lebih baik / sangat baik )


< ( kurang baik / lebih sedikit dll )
2. # ( ada perbedaan )

c. Rumus : tergantung soalnya

d. Penyelesaian :

1. Rumus besar sampel


2. Hasil perhitungan
3. Buat kesimpulan
URUTAN SOAL
1. Seorang peneliti ingin mengetahui prevalensi kebutaan di Kab. A. Dari kepustakaan
diperoleh bahwa prevalensi kebutaan 5% α=5% dg nilai presisi sebesar 4 %.
* Berapakah besar sampel yg diperlukan untuk meneliti prevalensi kebutaan ?
* Apakah besar sampel tsb valid untuk digunakan ?
2. Seorang peneliti ingin mengetahui prevalensi status gizi buruk di Kab. Brebes, nilai
presisi sebesar 10% α=5%
* Berapakah besar sampel yg diperlukan untuk meneliti prevalensi gizi buruk di brebes?
* Apakah besar sampel tsb valid untuk digunakan ?
3. Seorang peneliti ingin mengetahui rata² skor kualitas hidup pada manula di Semarang (
20 orang ). Dari 20 orang didapatkan skor sebesar 70 ± 30. Jadi nilai simpang baku
sebesar 30. α = 5%. Nilai presisi sebesar 10
Pertanyaan :
Berapakah besar sampel yg diperlukan dalam memprediksi rata² skor kualitas hidup
pada manula di Semarang ?
4. Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan pengguna oestrogen
dengan Ca payudara. Peneliti menggunakan kasus control untuk menentukan besar
sampel, peneliti menetapkan bahwa OR minimal yg dianggap bermagna sebesar 2. Bila
proporsi penberian pada kelompok kontrol sebesar 50%. Berapakah nilai P1 dan P1 –
P2?
5. (Uji Klinis)
Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan kesembuhan obat A (
standart ) dg obat B. Diketahui bahwa kesembuhan obat A = 70%. Untuk menentukan
besar sampel, peneliti menetapkan bahwa proporsi kesembuhan obat A dan obat B
dianggap bermagna jika selisihnya 20%. Bila ditetapkan kesalahan type I sebesar 5% dan
kesalahan type II = 20%. Berapakah besar sampel yg diperlukan ?
6. (Penelitian Kohort)
Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan pajanan bising dengan
tuli. Peneliti memggunakan disain kohort. Diketahui bahwa proporsi tuli. Pada
kelompok yg tidak terpajan sebesar 10%. Untuk menentukan besar sampel. Peneliti
menetapkan bahwa perbedaan minimal proporsi tuli yg terpajan dg yg tidak terpajan yg
dianggap bermagna sebesar 10%. Bila ditetapkan kesalahan type I sebesar 5% dan
kesalahan type II = 20%. hipotesis satu arah. Berapakah besar sampel yg diperlukan
untuk membuktikan hubungan kebisingan dengan tuli ?

7. (Penelitian Kasus Kontrol)


Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan peminum alkohol Dg Ca
payudara. Peneliti menggunakan studi kasus kontrol, diketahui bahwa Proporsi
peminum alkohol pd kelompok kontrol sebesar 10%. Untuk menentukan Besar sampel
peneliti menetapkan bahwa perbedaan proporsi pajanan minimal Kelompok kasus &
kontrol sebesar 20%. Bila ditetapkan kesalahan type I =5% dan kesalahan type II = 20%
hipotesis satu arah. Berapakah besar sampel yg diperlukan ?

8. (Penelitian Kohort dg menggunakan RR)


Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan peminum kopi Dg DM.
Peneliti menggunakan disain studi kohort. Untuk menentukan besar sampel peneliti
menetapkan bahwa perbandingan minimal proporsi DM yg terpapar dg yg tidak
terpapar yg dianggap bermagna adalah 2 ( RR minimal =2). Diketahui bahwa proporsi
DM pd kelompok bukan peminum kopi sebesr 10%. Bila ditetapkan kesalahan type I =5%
dan kesalahan type II = 20% dg hipotesis satu arah. Berapakah besar sampel yg
diperlukan untuk membuktikan peminum kopi dengan penderita DM ?

9. (Penelitian Kasus Kontrol dg menggunakan OR)


Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan infeksi helicobatcher Dg
Hyperemesis gravidarum. Peneliti menggunakan disain studi kasus control. Diketahui
bahwa proporsi infeksi helicobatcher pd kelompok kontrol sebesar 10%. Untuk
menentukan besar sampel, peneliti menetapkan bahwa OR minimal adalah 2. Bila
ditetapkan kesalahan type I =5% dan kesalahan type II = 20% dengan hipotesis satu
arah. Berapakah besar sampel yg diperlukan untuk membuktikan hubungan infeksi
helicobatcher Dg Hyperemesis gravidarum ?

10. (Uji Klinis)


Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan kesembuhan. Pada
Subyek yg mendapat obat A ( standart ) dg obat B. Peneliti melakukan Uji klinis dengan
cara berpasangan ( cross over ). Untuk menentukan besar sampel, Peneliti menetapkan
bahwa perbedaan proporsi minimal yg dianggap bermagna 20% dengan proporsi diskor
dan diperkirakan sebesar 0,4. Bila ditetapkan kesalahan type I =5% dan kesalahan type
II = 20% dengan hipotesis dua arah. Berapakah besar sampel yg diperlukan untuk
mengetahui perbedaan kesembuhan yg mendapat obat A ( standart ) dg obat B ?

11. (Kasus Kontrol)


Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan terpapar debu Dg
penyakit paru obstruktif. Peneliti menggunakan disain studi kasus kontrol berpasangan.
Dari pustaka bahwa proporsi debu pd kelompok kontrol 30%. Peneliti menetapkan
bahwa Odds ratio minimal g dianggap bermagna adalah . Ddg proporsi diskor dan
diperkirakan sebesar 0.4. Bila ditetapkan kesalahan type I =5% dan kesalahan type II =
20% dengan hipotesis dua arah. Berapakah besar sampel yg diperlukan ?

12. Seorang peneliti ingin mengetahui perbedaan kadar plasenta growt factor ( PGF ). Pada
ibu hamil yg normal dg ibu hamil yg mengalami preeklamsia. Dari studi Pendahuluan
diketahui bahwa simpang baku gabungan sekitar 40. Peneliti Menetapkan kesalahan
type I sebesar 5%. Hipotesis satu arah, kesalahan type II Sebesar 10% & perbedaan
rata² yg dianggap bermagna adalah 20
Pertanyaannya :
1. Rumus besar sampel yg digunakan?
2. Berapakah besar sampel yg diperlukan untuk mengetahui perbedaan kadar plasenta
growt factor ( PGF )Pada ibu hamil yg normal dg ibu hamil yang mengalami
preeklamsia ?

13. Seorang peneliti ingin mengetahui perbedaan kadar kolesterol pasien yg mendapat
Terapi A ( standart ) dg obat B. Dari kepustakaan diperoleh rata² kadar kolesterol pasien
yg mendapatTerapi A ( standart ) dg obat B masing² 180±40 ( n = 100 ) dan 190±30 ( n =
80 ). Peneliti menetapkan kesalahan type I sebesar 5%. Hipotesis dua arah, kesalahan
type II Sebesar 10% & perbedaan rata² minimal yg dianggap bermagna adalah 20
Pertanyaannya :
1. Rumus besar sampel yg digunakan ?
2. Berapakah besar sampel yg diperlukan ?

14. Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara terpapar debu Dg
penyakit paru obstruktif. Peneliti menggunakan disain kohort, diketahui dari
kepustakaan bahwa proporsi penyakit paru positif pada yg tidak terpapar debu adalah
20 %. Peneliti menetapkan selisih proporsi minimal yg dianggap bermagna adalah 30 %.
Bila ditetapkan kesalahan type I sebesar 5%. Hipotesis dua arah, kesalahan type II
sebesar 20%
Pertanyaannya :
1. Sebutkan rumus besar sampel yg digunakan ?
2. Berapakah besar sampel yg diperlukan untuk mengetahui hubungan antara terpapar
debu Dg penyakit paru obstruktif ?

15. Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar gula darah Antara
pasien yg mendapat obat A ( standart ) dg obat B. Dari kepustakaan diperoleh antara
kadar gula darah pasien yg mendapat terapi obat A dg obat B masing² 180 ± 20 ( n = 70
). Bila ditetapkan kesalahan type I sebesar 5%. Hipotesis dua arah, kesalahan type II
sebesar 10% & perbedaan rata² minimal yg dianggap bermagna adalah 10.
Pertanyaannya :
1. Sebutkan rumus besar sampel yg digunakan ?
2. Berapakah besar sampel yg diperlukan untuk mengetahui perbedaan kadar gula
darah antara pasien yg mendapat obat A ( standart ) dg obat B?
3. Berapakah besar sampel yg diperlukan bila pengambilan subyek berpasangan ?