Anda di halaman 1dari 5

A.

PENGERTIAN
Diabetes melitus atau merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat
pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak menggunakan insulin yang
diproduksi secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar
gula darah. Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa dalam
darah.(Kementerian Kesehatan RI, 2014).

Bukan Belum pasti DM


DM DM (mg/dl)
(mg/dl) (mg/dl)
Kadar glukosa Plasma <100 100-199 ≥ 200
darah
vena
sewaktu
(mg/dl) Darah <90 90-199 ≥ 200
kapiler

Kadar glukosa Plasma <100 100-125 ≥126


darah puasa
vena
(mg/dl)
Darah <90 90-99 ≥100
kapiler

Kadar glukosa < 140 140-199 ≥ 200


darah 2 jam
(mg/dl)

B. Penyebab
1. Diabetes Tipe 1
Pada Diabetes Tipe 1 penurunan sekresi insulin itu disebabkan oleh karena
kerusakan sel beta pankreas akibat reaksi autoimun, kombinasi faktor genetik,
imunologi dan mungkin pula lingkungan diperkirakan turut menimbulkan
destruksi sel beta. Faktor-faktor imunologi. Pada diabetes tipe I terdapat bukti
adanya suatu respon otoimun. Respon ini merupakan respon abnormal dimana
antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi pada jaringan
tersebut yang dianggapnnya seolah-olah jaringan asing. Factor-faktor ;lingkungan.
Adanya faktor eksternal yang dapat memicu proses otoimun yang menimbulkan
destruksi sel beta
2. Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 penurunan sekresi itu disebabkan oleh kurangnya fungsi sel beta yang
progresif akibat glukotoksisitas , lipotoksisitas, tumpukan amilod dan faktor-faktor
lain yang disebabkan oleh resistensi insulin disamping faktor usia dan genetik.

C. Tanda dan gejala


a) Sering kecing
b) Mudah lapar dan haus
c) Berat badan menurun
d) Cepat lelah dan mengantuk
e) Luka sulit sembuh
f) Penglihatan kabur dan sering berganti kacamata
g) Gatal –gatal sekitar kemaluan
h) Melahirkan bayi 4 kg
i) Impoten
j) Kesemutan

B. Komplikasi
Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik akan menimbulkan komplikasi akut dan
kronis. Komplikasi DM dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu:
a) Komplikasi akut
1. Hipoglikemia, adalah kadar glukosa darah seseorang di bawah nilai normal
(< 50 mg/dl). Hipoglikemia lebih sering terjadi pada penderita DM tipe 1
yang dapat dialami 1-2 kali per minggu, kadar gula darah yang terlalu
rendah menyebabkan sel-sel otak tidak mendapat pasokan energi sehingga
tidak berfungsi bahkan dapat mengalami kerusakan.
2. Hiperglikemi, adalah apabila kadar gula darah meningkat secara tiba-tiba,
dapat berkembang menjadi keadaan metabolisme yang berbahaya, antara
lain ketoasidosis diabetik, Koma Hiperosmoler Non Ketotik (KHNK) dan
kemolakto asidosis.
b) Komplikasi Kronis
1. Komplikasi makrovaskuler, komplikasi makrovaskuler yang umum
berkembang pada penderita DM adalah trombosit otak (pembekuan darah
pada sebagian otak), mengalami penyakit jantung koroner (PJK), gagal
jantung kongetif, dan stroke.
2. Komplikasi mikrovaskuler, seperti neuropati (kerusakan syaraf) dikaki yang
meningkatkan kejadian ulkus kaki, infeksi dan bahkan keharusan untuk
dilakukan amputasi kaki. Retinopati diabetikum yang merupakan salah satu
penyebab utama kebutaan, terjadi akibat kerusakan pembuluh darah kecil
diretina. Nefropati yang merupakan penyebab gagal utama pada ginjal.

C. Faktor-Faktor Resiko Penyakit Diabetes Melitus


1. Usia
Diabetes Melitus dapat menyerang warga penduduk dari berbagai lapisan, baik dari
segi ekonomi rendah, menengah, atas, ada pula dari segi usia. Tua maupun muda
dapat menjadi penderita DM. Umumnya manusia mengalami perubahan fisiologi
yang secara drastis menurun dengan cepat setelah usia 40 tahun. Diabetes sering
muncul setelah seseorang memasuki usia rawan, terutama setelah usia 45 tahun
pada mereka yang berat badannya berlebih, sehingga tubuhnya tidak peka lagi
terhadap insulin. Teori yang ada mengatakan bahwa seseorang ≥45 tahun memiliki
peningkatan resiko terhadap terjadinya DM dan intoleransi glukosa yang di
sebabkan oleh faktor degeneratif yaitu menurunya fungsi tubuh, khususnya
kemampuan dari sel β dalam memproduksi insulin. untuk memetabolisme glukosa.
2. Obesitas
Kegemukan bisa menyebabkan tubuh seseorang mengalami resistensi terhadap hormon
insulin. Sel-sel tubuh bersaing ketat dengan jaringan lemak untuk menyerap insulin.
Akibatnya organ pankreas akan dipacu untuk memproduksi insulin sebanyak-banyaknya
sehingga menjadikan organ ini menjadi kelelahan dan akhirnya rusak.
3. Makanan
Teori menyebutkan bahwa seringnya mengonsumsi makanan/ minuman manis akan
meningkatkan resiko kejadian DM tipe 2 karena meningkatkan konsentrasi glukosa
dalam darah. Riwayat pola makan yang kurang baik juga menjadi faktor resiko
penyebab terjadinya DM. Makanan yang di konsumsi diyakini menjadi penyebab
meningkatnya gula darah. Perubahan diet, seperti mengkonsumsi makanan tinggi
lemak menjadi penyebab terjadinya diabetes.
4. Aktivitas Fisik
Aktifitas fisik dapat mengontrol gula darah. Glukosa akan diubah menjadi energi
pada saat berkatifitas fisik. Aktifitas fisik mengakibatkan insulin semakin meningkat
sehingga kadar gula dalam darah akan berkurang. Pada orang yang jarang
berolahraga, zat makanan yang masuk kedalam tubuh tidak dibakar tetapi ditimbun
dalam tubuh sebagai lemak dan gula. Jika insulin tidak mencukupi untuk mengubah
glukosa menjadi energi maka akan timbul DM.
5. Gaya Hidup
Saat ini, naiknya jumlah penderita obesitas dan perubahan gaya hidup
menyebabkan semakin banyak orang yang menderita diabetes tipe 2 ini, di usia
yang masih muda. Bahkan,bisa terkena diabetes melitus tipe 2 di usia 25 tahun.
Tetapi, diabetes melitus tipe 2 ini bisa dicegah. Pertama kali yang harus dilakukan
untuk mencegahnya adalah, menjaga makanan yang dikonsumsi dan menjaga
kesehatan fisik tubuh. peningkatan jumlah penderita diabetes yang cukup tinggi ini
dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat yakni gerak fisik yang jarang dilakukan. Gaya
hidup seperti ini mudah menimbulkan kegemukan. Dengan berat badan berlebih,
resiko seorang terkena diabetes juga semakin meningkat.
Selain kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan, konsumsi makanan beresiko seperti
junk food / makanan cepat saji, konsumsi alkohol dan rokok menjadi resiko diabetes
mellitus.

D. Cara Pencegahan
1. Rencana diet, Dimaksudkan untuk mengatur jumlah kalori dan karbohidrat yang
dikonsumsi setiap hari. Rencana diet harus didapakan dengan berkonsultasi dahulu
dengan ahli gizi yang terdaftar dan berdasarkan pada riwayat diet pasien, makanan
yang disukai, gaya hidup, latar belakang budaya, dan aktivitas fisik. Pada konsensus
PERKENI telah ditetapkan bahwa standar yang dianjurkan adalah santapan dengan
komposisi seimbang berupa KH 60-70%, protein 10-15%, dan lemak 20-25%. Jumlah
kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status gizi, umur, stres akut, dan kegiatan
jasmani untuk mencapai berat badan ideal. Jumlah kandungan kolesterol <300
mg/hari, jumlah kandungan serat ± 25 gr/hari diutamakan jenis serat larut konsumsi
garam dibatasi bila terdapat hipertensi. Pemanis dapat digunakan secukupnya.
2. Latihan fisik dan pengaturan aktivitas fisik. Dianjurkan latihan jasmani teratur 3-4x tiap
minggu selama 30-45 menit. Latihan yang dapat dijadikan pilihan adalah jalan kala,
jogging, lari, renang, bersepeda dll.
3. Batasi gula dalam setiap makanan
4. Stop merokok
5. Cegah kegemukan: IMT <25
6. Tidur min 6 jam sehari
7. Stop minum alkohol
8. Check up teratur terutama untuk usia >40 tahun